ELEMEN MUSIK
A. BUNYI
1. Pitch
Kalian tentu sering mendengar kata nada, misalnya dalam gabungan kata seperti nada
do, nada re, nada mi, nada rendah, nada tinggi dan sebagainya. Dari uraian tersebut,
kita bisa mengatakan bahwa nada ( tone ) merupakan unsure utama dalam sebuah
karya musik baik itu lagu maupun permainan [Link] dapat merupakan nada
rendah dan nada tinggi. Tinggi rendahnya nada inilah yang dalam istilah musik sering
disebut pitch.
2. Dinamik
Dalam bernyanyi atau berbicara, sering kali suara kita juga terdengar keras atau
lembut. Dalam seni musik, volume bunyi yang kuat, lembut dan perubahanya itu
disebut [Link] sebuah partitur lagu atau musik, dinamik musik umumnya
sudah tertera. Biasanya ditulis dengan tanda tanda tertentu, yang disebut tanda
dinamik. Perhatikan tanda tanda dinamik berikut ini!
3. Warna suara ( timbre )
Suara perempuan
a. Suara rendah disebut Alto
b. Suara sedang disebut Mezosopran
c. Suara tinggi disebut Sopran
Suara laki-laki
a. Suara rendah disebut Bas
b. Suara sedang disebut bariton
c. Suara tinggi disebut Tenor
Berdasarkan jumlah penyanyinya, musik vocal dapat kita bagi atas delapan jenis.
Kedelapan jenis musik vocal tersebut adalah sebagai berikut :
a. Solo, musik vocal yang dinyanyikan oleh satu orang
b. Duet, musik vocal yang dinyanyikan oleh dua orang
c. Trio, musik vocal yang dinyanyikan oleh tiga orang
d. Kuartet, musik vocal yang dinyanyikan oleh empat orang
e. Kuintet, musik vocal yang dinyanyikan oleh lima orang
f. Sektet, musik vocal yang dinyanyikan oleh enam orang
g. Octet, musik vocal yang dinyanyikan oleh delapan orang
h. Paduan suara, musik vocal yang dinyanyikan oleh banyak orang
Notasi yang diperuntukan bagi pemain alat musik biasa disebut partitur. Dalam suatu
partitur, penulisan notasi ada beberapa macam, yaitu :
1. Notasi Huruf
2. Notasi Angka
3. Notasi Not Balok
4. Notasi Solmisasi
Maksud dari penulisan yang bermacam-macam itu adalah untuk memudahkan
seseorang untuk mempelajarinya. Kita akan mempelajari semuanya supaya dapat
dengan mudah memainkan alat musik. Karna notasi pada partitur tidak sama pada
setiap buku yang berbeda.
1. Notasi huruf akan ditulis dengan huruf/solfes :
C–D–E –F–G–A–B-C
Notasi angka akan ditulis dengan angka :
1–2–3–4–5–6–7–1
2. Notasi Not balok akan ditulis seperti dibawah ini :
3. Notasi Solmisasi akan ditulis dengan suku kata :
do – re – mi – fa – sol – la – si – do
Harga Nada
Not penuh = 4 ketukan
Not ½ = 2 ketukan
Not ¼ = 1 ketukan
Not 1/8 = ½ ketukan
NOT BERTITIK
PARANADA, KUNCI DAN TANDA ACCIDENTAL
PARANADA
Tinggi rendah nada dalam musik dapat dituliskan dengan meletakkan notasi yang
mewakili nada tersebut dalam susunan tertentu. Dengan kata lain semakin tinggi nada
semakin tinggi pula peletakan notasi tersebut pada susunan penulisan. Begitupun
sebaliknya, bahwa semakin rendah nada semakin rendah pula peletakan penulisanya.
Susunan tertentu untuk meletakkan/menuliskan ketinggian nada dalam paranada,
yakni berupa susunan garis yang terdiri dari 5 garis dan 4 spasi.
Penulisan notasi yang terletak dibawah garis ketiga, tangkai not terletak pada bagian
kanan not, dan mengarah keatas. Penulisan notasi yang terletak diatas garis ketiga,
tangkai not terletak pada bagian kiri kepala not dan mengarah kebawah. Sedangkan
notasi yang terletak digaris ketiga, tangkai not boleh mengarah keatas maupun
kebawah sesuai dengan aturan letaknya.
Gambar tongkat Not
2
Semakin tinggi nada semakin keatas pula penulisan notasi yang mewakili nada yang
dimaksud pada garis maupun spasi paranada. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah
nada semakin rendah penulisan notasi dari nada yang dimaksud, seperti yang terlihat
pada gambar berikut.
Gambar penulisan peletakan nada
Untuk nada-nada yang penulisanya berada di luar garis paranada tersebut dapat
digunakan garis Bantu, yakni garis yang berada di luar kelima garis yang ada pada
paranada yang berfungsi untuk menuliskan nada yang penulisanya diluar jangkauan
wilayah nada yang ada pada garis paranada.
Gambar garis bantu
TANDA ACCIDENTAL
tanda accidental adalah tanda perubahan sementara (accident), yang artinya
peninggian ½ nada, penurunan ½ nada maupun penetralisiran nada tersebut hanya
berlaku pada saat itu, ditempat itu dan untuk birama itu.
Tanda accidental ini memiliki tiga fungsi, yaitu :
a. untuk meninggikan setengah nada ( disebut tanda kres )
b. untuk merendahkan setengah nada ( disebut tanda mol )
c. untuk menetralisir nada yang telah ditinggikan setengah nada maupun
merendahkan setengah nada ( disebut tanda pugar ).
Gambar peletakan tanda accidental
3
Gambar masa fungsi tanda accidental
HARMONISASI (INTERVAL, TANGGA NADA DAN TEMPO)
Secara sederhana, harmoni adalah keselarasan hubungan sebuah nada dengan nada yang
lainya. Harmoni meliputi interval dan tangga nada. Interval adalah jarak suatu nada
dengan nada yang lainya, sementara tangga nada adalah susunan nada- nada dalam
kelompok yang bertingkat-tinggkat.
INTERVAL
Salah satu penyebab terbentuknya melodi / lagu dari deretan nada-nada adalah dengan
adanya perbedaan interval/jarak nada dalam musik. interval antar nada memiliki jarak
yang berbeda-beda dalam sebuah tangga nada. Perhatikan contoh interval dalam tangga
nada berikut ini!
C D E F G A B C’
1 1 ½ 1 1 1 ½
c-c jarak interval 0, disebut Prime Murni
c-d jarak interval 1, disebut Sekonde Besar
c-e jarak interval 2, disebut Terts Besar
c-f jarak interval 2½, disebut Kwart Murni
c-g jarak interval 3½, disebut Kwint Murni
c-a jarak interval 4½, disebut Sekt Besar
c-b jarak interval 5½, disebut Septime Besar
c-c’ jarak interval 6, disebut Oktaf Murni
TANGGA NADA
1. Tangga Nada Pentatonis
Tangga nada pentatonis terdiri dari lima buah nada pokok dalam satu oktaf.
Kelima nada tersebut disusun tidak berdasarkan pada jarak antar nadanya tetapi
berdasarkan urutanya dalam tangga nada. Tangga nada pentatonic terbagi lagi
menjadi dua kelompok, yakni tangga nada pelog dan slendro.
a. C E F G B C’
b. C D E G A C’
2. Tangga Nada Kromatis
Tangga nada kromatis terdiri dari dua belas buah nada dalam satu oktaf yang
berjarak 1/2
C C# D D# E F F# G G# A A# B C
4
3. Tangga Nada Diatonis
Tangga nada diatonis terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak 1 dan ½. Tangga
nada diatonis terbagi lagi menjadi dua kelompok, yakni tangga nada diatonis
mayor dan diatonis minor.
a. Tangga nada diatonis mayor
Untuk memahami tangga nada mayor atau minor, yang harus betul-betul kita
pahami adalah mengenai interval/jarak antar nadanya. Dalam tangga nada
mayor akan kita dapati susunan interval nada seperti berikut :
1 – 1 - ½ - 1 – 1 – 1 - ½
b. Tangga nada diatonis minor
Tangga nada minor ini terdiri dari 7 nada yang mempunyai interval/jarak
1 - ½ - 1 – 1 - ½ - 1 - 1
seperti yang terlihat pada gambar berikut :
TEMPO
Tempo adalah cepat lambatnya suatu lagu. Tempo menurut jenisnya ada tiga yaitu :
1. Tempo lambat
Terdiri dari :
a. Lambat sekali
Contoh : targissimo, lentissimo, lentoassimo, largoassai
b. Lambat
Contoh : lento, grave, adagio, largo
c. Agak lambat
Contoh : largietto, adagietto
2. Tempo sedang
Terdiri dari :
a. Sedang lambat
Cotoh : andantino
b. Sedang
Contoh : andante, moderato
c. Sedang cepat
Contoh : moderato con animo, tempo gosito
3. Tempo cepat
5
Terdiri dari :
a. Agak cepat
Contoh : allegretto, sostennto, allegro non tropa
b. Cepat
Contoh : allegro, presto, vivace
c. Sangat cepat
Contoh : allegroassal, allegrovivace, moltovivace, allegro agotato.
TANDA KUNCI KRES
a. Rumus pembentuk kres Tangga Nada Mayor
Gambar 7.2 Letak Tanda KRES
Rumus pembentukan kres tangga nada mayor adalah, Nada pertama merupakan
Nada Kelima dari Kunci sebelumnya dan Nada Ketujuh dari Kunci yang
Terbentuk dinaikkan setengah ( # ).
Selanjutnya setelah nada pertama diperoleh, langkah selanjutnya adalah
menyusun tangga nada mayor dengan rumus tangga nada mayor, 1 – 1 – ½ - 1 – 1
–1–½.
b. Aplikasi pada Tangga Nada Mayor
untuk memahami aplikasi penyusunan tangga nada mayor berdasarkan jumlah
kres, perhatikan hal berikut:
1. Tabel bertuliskan Do dan Nada yang ada dibawahnya. Itu merupakan Nada
Dasar yang dimaksud, contoh: Do=C, dan sebagainya.
2. Pada nada yang tercetak tebal, merupakan nada ke lima yang dijadikan
patokan nada dasar untuk kunci selanjutnya.
3. Gambar not balok menunjukan susunan tangga nada mayor pada setiap kunci
yang dimaksud.
Kunci Natural ( tanpa kres )
Gambar 7.3 Rumus KRES
Berikut tabel penyusun tanda kres untuk mengetahui susunan dari 1 kres hingga 7
kres:
6
Gambar 7.4 Tabel Penyusun Tanda KRES
Cara mudah menghafal untuk urutan tanda kunci dan nada dasarnya bisa
digunakan kolom tabel yang berjudul jembatab keledai adalah:
CHORD
Menurut kamus music Pono Bonoe, Chord atau dalam bahasa Indonesia dikenal Akord,
berarti paduan beberapa nada yang dibunyikan bersamaan paling sedikit terdiri dari 3
( tiga ) nada. Ada bermacam-macam jenis Chord, namun dalam pembahasan kali ini
hanya dikenalkan Chord mayor dan Chord minor.
Chord umumnya terdiri dari 3 buah nada yang dimainkan secara bersamaan, sehingga
disebut trinada. Chord trinada ini terdiri atas nada alas, nada terts ( nada ke tiga ), dan
nada kwint ( nada ke lima ). Chord dipakai untuk mengiringi melodi lagu sehingga
menjadi enak didengar. Nama-nama Chord tergantung pada tingkat nada alasnya.
Contoh :
C - E - G
Nada Alas Nada Terts Nada Kwint
Perhatikan nada-nada dalam tangga nada berikut ini!
1 2 3 4 5 6 7 → nada root/alas
3 4 5 6 7 1 2 → nada terts
5 6 7 1 2 3 4 → nada kwint
I II III IV V VI VII → tingkat akor
I Chord tonika C - E - G
II Chord supertonika D - F - A
III Chord Median E - G - B
IV Chord Subdominan F - A - C
V Chord Dominan G - B - D
VI Chord Submedian A - C - E
VII Chord Leading tone B - D - F
LATIHAN MENULIS DAN MEMBACA NOT BALOK
7
A. Latihan 1
B. Latihan 2
8
C. Latihan 3
9
D. Latihan 4
10
11