NAMA: FIKRIYATUL KHAERIYAH
NRP: 1141600032
PENGERTIAN MATERIAL HANDLING OF SOLID
jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan di perusahaan industri, yang artinya memindahkan
suatu bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang
telah ditetapkan.
PERALATAN MATERIAL HANDLING OF SOLIDS
1. Fixed Path Equipment
Route perpindahan yang digunakan dalam suatu proses produksi nya sudah tetap. Sifat-
sifatnya: tidak fleksibel, karena hanya digunakan untuk mengangkut barang-barang atau
bahan-bahan secara terus-menerus dan tidak dapat digunakan untuk maksud yang lain.
Kemudian mesin-mesin atau peralatan ini biasanya menggunakan kekuatan tenaga listrik.
2. Varied Path Equipment
Dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Sifat-sifatnya: tidak tergantung dari proses
produksi. Dapat dipergunakan bermacam-macam operasi. Mesin-mesin atau peralatan
semacam ini biasanya digunakan dengan kekuatan tenaga manusia atau tenaga mesin
(motor).
CONTOH PERALATAN
1. Conveyors
Pemilihan conveying equipment material padatan antara lain tergantung pada:
Kapasitas material yang ditangani
Jarak perpindahan material
Kondisi pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi
Ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties)
Harga peralatan tersebut.
Jenis-jenis conveyor:
a. Screw Conveyor (Sekrup Konveyor) : memindahkan bahan semi padat, pengangkutan
bahan berbentuk butir dan pasta.
b. Overhead conveyor: digunakan untuk mengangkut produk dari satu lokasi di pabrik atau
fasilitas ke lokasi lain.
c. Belt conveyor: memungkinkan perusahaan untuk mengirim atau menerima volume yang
lebih tinggi denganruang penyimpanan yang lebih kecil dan dengan lebih sedikit tenaga
kerja.
d. Flight conveyor: digunakan untuk pengangkutan material berupa serbuk, butiran,
maupun batu-batu kecil (kerikil).
e. Lineshaft Roller Conveyor: untuk mengangkut atau memindahkan bahan-bahan dengan
berat yang ringan sampai 20 kilogram.
f. Bucket Elevator: mampu mengangkut bahan padatan secara vertical. Selain itu bisa
digunakan untuk range kapasitas yang besar dan bisadioperasikan dalam kondisi terbuka
ataupun tertutup.
g. Apron conveyor: beroperasi dengan kemiringan hingga 25°C, kapasitas pengangkutan
hingga 100 ton/jam, kecepatan maksimum 100 ft/m, dapat digunakan untuk bahan yang
kasar, berminyak maupun yang besar, selain itu dari segi peralatannya murah
h. Pneumatic conveyor: mengangkul bahan yang ringan atau berbentuk bongkahan kecil
(bahan dalam bentuk suspensi diangkut oleh aliran udara). Selain itu, dapat digunakan
untuk mengangkut bahan yang kebersihannya harus tetap terjaga baik (biji-bijian, bahan
bahan lumat seperti soda abu dan lainnya supaya keadaannya tetap baik dan tidak
mengandung zat-zat beracun, seperti timbal dan arsen.
2. Truk dan peralatan mobil
Kategori bahan peralatan penanganan bahan mencakup truk-truk industrial dan peralatan-
peralatan sejenis lainnya seperti mobil dan bus. Contoh: sebuah fork truck dapat digunakan
untuk mengirimkan bahan baku ke ribuan lokasi yang berbeda dalam suatu pabrik, atau
kereta dorong yang dapat digunakan oleh langganan dalam super market untuk mengangkut
barang-barang nya
3. Derek dan kerekan
Dalam lokasi tertentu, mampu memindahkan bahan-bahan secara vertikal dan lateral dalam
ruangan dengan panjang, lebar,dan ketinggian terbatas.
4. BIN/ BUNKER
Banyak dipakai dan sangat menguntungkan bila feeding berlangsung secara gravity
Bahan yang disimpan bersifat free flowing
Pengumpanan bahan melalui bagian atas bin yang terbuka menggunakan monorail
crane yang dilengkapi dengan tripper
Pengeluaran bahan berlangsung secara gravity untuk bahan yang bersifat free
flowing sedangkan untuk bahan yang cenderung menyumbat dipakai mechanical
agitat
5. SILO
Digunakan untuk menyimpan bahan - bahan hasil panen yang tidak dapat langsungdiekspor
karena keterbatasan alat transport, sehingga bahan - bahan panen tersebut tidak rusak dan
tidak menimbulkan kerugian. Silo didesain untuk menjaga isi dalam suasana rendah oksigen
setiap saat untuk menjaga danmencegah terjadinya penjamuran dan pembusukan. Silo juga
didesain dengan struktur yangkebal terhadap tekanan atmosfer.
Bentuk-bentuk silot sangat beraneka ragam, diantaranya:
Trench Silo : Silo parit yang bagian hoppernya sangat sempit
Pench Silo : Silo yang bagian utama dan bagian hopper hanya berupa parit yang tidak
permanen
Tower Silo : Silo yang menjulang keatas dimana seluruh bagiannya tertutup rapat
Pit Silo : Silo yang berbntuk sumur sehingga antara berel dan hopper sama entuknya
Box Silo : Silo yang berbentuk kotak, memungkinkan adanya kantong-kantong udara.
Silo Tower
PERSAMAAN – PERSAMAAN
o Hausner ratio adalah rasio antara densitas bulk material tsb stlh dipadatkan dgn goncangan2
kecil (tapped) thd densitas nya tanpa pemadatan.
H = ρT / ρB.
Densitas setelah digoncang2kan itu lbh besar drpd yg gak pake goncangan. Sehingga nilai ini
pun bernilai lbh besar drpd satu. Semakin dekat dgn satu berarti tanpa digoncang2kan pun
(atau dgn goncangan minimal) partikel2 padatan tsb dpt mengatur dirinya (mengalir di
antara partikel2 lainnya) sedemikian rupa sehingga bisa mengisi ruang2 kosong. Artinya,
material padatan ini semakin mudah mengalir. Demikian jg sebaliknya. Jika Hausner rasio
nya lbh besar dr 1.25, ini menunjukkan bahwa material padatan tsb sulit mengalir atau poor
flowability.
o Menghitung volume kerucut terpotong yg biasanya ditemukan di outlet2 hopper
Kita bisa menentukan nilai a dan d krn ini merupakan ukuran inlet dan outlet dr hopper tsb.
Dan utk memastikan sudut alpha tertentu (max 200), kita bisa mengatur2 nilai c (tinggi
kerucut imajiner) dan b (tinggi hopper) sedemikian rupa.
o Semakin tidak teraturnya suatu partikel, semakin besar pula variasi antara diameter yang
equivalen. Oleh karena itu, bentuk dari partikel sama pentingnya dan juga perlu ditetapkan.
Bentuk dari suatu partikel dapat didefinisikan dengan beberapa cara. Salah satu caranya
adalah sebagai berikut:
o Heywood (1963) merancang metode alternatif menggunakan setara diproyeksikan luas
diameter sebagai dasar untuk menentukan luas permukaan diameter setara dan diameter
setara volume partikel
di mana f dan k adalah permukaan dan volume koefisien masing-masing dan ditentukan
secara eksperimental (Heywood, 1963). adalah ukuran dari bentuk
partikel; itu merupakan pengaruh dari bentuk pada permukaan spesifik.
o Heywood juga mengamati bahwa jika partikel memiliki dimensi T, B dan L. Dalam
peningkatan besarnya, maka ratio berikut dapat didefinisikan:
Pemanjangan = n = L/B
Kerataan = m =B/T
untuk partikel equidimensional, yaitu B = L = T dan n = m = 1
Koefisien volume yang dapat dijelaskan oleh hubungan berikut: