0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
261 tayangan17 halaman

Mekanisme dan Biaya Inkaso Bank

Laporan ini membahas tentang inkaso, yaitu jasa perbankan yang melibatkan pihak ketiga dalam penagihan tagihan berupa surat berharga. Inkaso dilakukan untuk penagihan antar bank atau cabang bank yang berada di luar wilayah kliring atau kota yang berbeda. Terdapat dua pihak yang terlibat yaitu bank pemrakarsa yang menerima surat berharga untuk ditagihkan, dan bank pelaksana yang melakukan penagihan.

Diunggah oleh

Destia Wanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
261 tayangan17 halaman

Mekanisme dan Biaya Inkaso Bank

Laporan ini membahas tentang inkaso, yaitu jasa perbankan yang melibatkan pihak ketiga dalam penagihan tagihan berupa surat berharga. Inkaso dilakukan untuk penagihan antar bank atau cabang bank yang berada di luar wilayah kliring atau kota yang berbeda. Terdapat dua pihak yang terlibat yaitu bank pemrakarsa yang menerima surat berharga untuk ditagihkan, dan bank pelaksana yang melakukan penagihan.

Diunggah oleh

Destia Wanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN TUGAS MATA KULIAH

AKUNTANSI PERBANKAN MATERI

”INKASO”

Disusun Oleh:

1. Destiawanda Isabella D.S (161600112)


2. Ashari Surya Maulana ( 161600155)
3. M. Reza Ridwan (161600166)
4. Aniefvia Putri Mahardika A (161600194)
5. Tio Chandra Wardhana ( 161600226)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Ilahi Robbi Allah SWT yang telah
melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya serta nikmat sehat sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah ini.

Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi Muhammad


SAW, Nabi akhiruzzaman yang telah mengajarkan umat manusia khususnya
umat Islam menuju shirathal mustaqim, jalan yang di ridoi oleh Allah SWT.

Dalam makalah ini kami mengangkat judul Transfer. Kami sebagai


pemakalah mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Apabila banyak kesalahan kami
mohon ma`af yang sebesar besarnya.

Surabaya, 10 November 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................................................
DAFTAR ISI ................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................
A. Latar Belakang ..................................................................................................................
B. Rumusan Masalah .............................................................................................................
C. Tujuan ...............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................................
2.1 Pengertian Transfer ...........................................................................................................
2.2 Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan Transfer .......................................................
2.3 Jenis Transfer ................................................................................................................
2.4 Kegiatan pengiriman uang dan prinsip mengenal nasabah ...........................................
2.5 Akuntansi transfer kredit ...............................................................................................
BAB III KESIMPULAN ..............................................................................................................
A. Kesimpulan .......................................................................................................................
B. Saran ..................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN
BAB II

PEMBAHASAN

INKASO

Inkaso atau collection adalah jasa perbankan yang melibatkan pihak ketiga dalam
rangka penyelsaian tagihan berupa warkat-warkat atau surat berharga yang tidak
dapat diambilalih atau dibayarkan segera kepada si pemberi amanat untuk
keuntungan. Kegiatan inkaso ini dilakukan hanya untuk penagihan
antarbank/antarcabang bank sendiri yang berada di luar wilayah kliring atau di
kota yang berbeda. Dengan kata lain transaksi inkaso di sini adalah penagihan
Cek/Bilyet Giro oleh suatu bank yang berbeda di wilayah kliring atau kota yang
berbeda. Hal ini terjadi karena para pelaku ekonomi yang merupakan transaksi
tersebut merupakan nasabah bank yang berada dalam wilayah kliring atau kota
yang berbeda.

Dalam kaitannya dengan inkaso, dikenal adannya bank pemrakarsa dan bank
pelaksana. bank pemrakarsa adalah bank yang menerima warkat dari pihak ketiga
untuk ditagihkan dan hasilnya untuk keuntungan pihak ketiga tersebut. Bank
pelaksana adalah bank yang melaksanakan penagihan (pembebanan) kepada pihak
ketiga (nasabah bank pelaksanan) atas amanat dari cabang/bank pemrakarsa dan
hasilnya untuk keuntungan pihak ketiga nasabah bank pemrakarsa.

Kegiatan inkaso menggunkakan media berupa warkat-warkat yang diinkasokan


(cek, bilyat giro), teleks, pos biasa atau faximile. Penggunaan media ini akan
menimbulkan biaya dan biaya ini kana dibebankan kepada pihak ketiga yang
memberikan amanat inkaso. Di sisi bank pemrakarasa akan memperoleh
pendapatan berupa komisi inkaso. Komisi inkaso ini akan didistribusikan pada
setiap akhir bulan antara cabang pemrakarsa dan cabang pelaksana masing-masing
50% dari total komisi inkaso yang bersangkutan. Komisi hanya dibebankan
kepada pihak pemberi amanat di cabang pemrakarsa

A. Jenis Inkaso
Dilihat dari jenisnya inkaso dapat dibedakan menjadi:
a. Inkaso dengan warkat tanpa lampiran, yaitu warkat inkaso yang
digunakan untuk melakukan inkaso tanpa dilampiri dokumen apapun.
Contoh: cek, bilyat giro, ataupun surat berharga lainnya.
b. Inkaso dengan warkat berlampiran, yaitu warkat inkasonya harus
dilampiri dokumen-dokumen pendukung. Contoh: kuintansi, faktur,
polis asuransi, atau surat-surat lain yang disetujui bank.

Jenis inkaso dilihat dari lalu lintas dananya, inkaso dibedakan menjadi:

a. Inkaso keluar yaitu inkaso atas instruksi nasabah untuk melakukan


penagihan kepada pihak ketiga dicabang sendiri atau bank lain diluar kota.
Inkaso ini dibayarkan atau dikreditkan ke rekening si pemberi amanat di
bank pemrakarsa setelah inkaso berhasil.
b. Inkaso masuk, yaitu tagihan masuk atas beban rekening nasabah sendiri
dan hasilnya dikirim ke cabang pemrakarsa untuk keuntungan pihak
ketiga.

Jenis Inkaso dilihat dari mekanisme pelaksanaannya, dibedakan menjadi:

a. Inkaso melalui bank lain, yaitu inkaso yang dilaksanakan terhadap pihak
ketiga nasabah bank lain di luar kota. Dalam hal ini inkaso bisa dilakukan
melalui cabang bank sendiri. Bila tidak memiliki kantor cabang di wilayah
kliring yang dituju, maka bisanya menggunakan bank lain atau bank
koresponden yang mempunyai kantor diwilayah kliring yang dituju.

Gambar 22.1. mekanisme Inkaso via Kantor Bank Sendiri


Contoh Mekanisme Inkaso saat ini (via kantor bank sendiri)

Keterangan :

1. X yang merupakan nasabah Bank B di Surabaya melakukan transaksi


dengan Y yang merupakan nasabah Bank A di Jakarta. Dalam hal ini X
melakukan pembayaran kepada Y dengan memberikan Cek/BG Bank
Surabaya kepada Y.
2. Y kemudian menyetorkan Cek/BG tersebut ke rekeningnya di Bank A
Jakarta.
3. Bank A yang mempunyai kantor d Surabaya mangirimkan Cek/BG
tersebut via ekspedisi di Surabaya.

4. Kantor cabang A di Surabaya lalu mengkrilingkan cek/BG bank B melalui


kriling lokal Surabaya.

5. bank B Surabaya melakukan validasi atas warkatnya tersebut. Jika warkat valid
dan dana mencukupi bank B akan mendebit rekening nesabah X.

6. bank B kemudian menyampaikan informasi mengenai efektifitas dana atas


cek/BG bank B dari pelenggara kriling Surabaya.
[Link] A Surabaya memperoleh memperoleh informasi mengenai efektifitas dana
cek/BG bak B dari penyelenggara kriling Surabaya.

8. bank A Surabaya kemudian melakukan perhitungan antar kantor dan


memberikan informasi kepada kantor bank A Jakarta mengenai efektifitas dana
atas penagihan cek/BG bank B. atas informasi tersebut, bank A cepat, terutama
apabila penyampaian hasil kriling antar kantor bank A di Surabaya dan Jakarta
dilakukan secara online. Namun demikian, masih tetap diperlukan waktu untuk
pengiriman fisik warkat antar kota untuk penagihan cek/BG, yang tentunya akan
memakan waktu beberapa hari untuk pengiriman ke kota tujuan.

Apabila suatu bank tidak mempunyai kantor cabang wilayah kriling tertentu,
maka bank biasanya malakukakn inkaso melalui bank lain atau bank koresponden
yang memprnyaikantor cabang di wilayah kriling tertuju, dengan mekanisme
sebagai berikut :

Gambar 22.2. MEKANISME INKASO VIA BANK KORESPONDEN

Contoh mekanisme inkaso saat ini (via kantor bank koresponden)


KET :

1. X yang merupakan nasabah bank B di Surabaya melakukan transaksi


dengan Y yang merupakan nasabah bak A di Jakarta. Dalam hal in X
melakukan pembayaran kepada Y dengan memberikan cek/BG bank B
Surabaya.
2. Y kemudian menyetorkan dek/BG tersebut ke rekeningnya di bank A
Jakarta.
3. Bank A tidak mempunyai kantor di Surabaya akan menginkasokan
cek/BG tersebut malalui bank C di Jakarta yang mempunyai kantor cabang
di Surabaya.
4. Bank C Jakarta kemudian mengirimkan cek/BG via ekpedisi ke kantor
cabangnya di Surabaya.
5. Kantor cabang bank C di Surabaya lalu mengkrilingkan warkat bank B
malalui kriling lokal Surabaya.
6. Bank B Surabaya melakukan valiadasi atas warkatnya tersebut. Jika valid
dan dana mencukupi maka bank B akan mendebit rekening nasabah X.
7. Bank B kemudian menyampaikan informasi mengenai efektifitas dana atas
cek/BG tersebet melalui penyelenggara kriling surabaya.
8. Bank C Surabaya memperoleh informasi mengenai efektifitas dana atas
penagihan cek/BG dari penyelenggara kriling Surabaya.
9. Bank C Surabaya kemudian melakukan perhitungan antar kantor dan
memberikan informasi kepada kantor bank C Jakarta mengenai efektifitas
dana atas penagihan cek/BG bank B.
10. Bank C Jakarta kemdian menyampaikan informasi mengenai efektifitas
dana cek/BG kepada bank A dan bank A kemudian akan melakukan
penkreditan ke rekening nasabah Y.

Dalam mekanisme ini, status bank C bias sebagai bank korespoden atau
non-koresponden. Dalam hal status bank C merupakan bank koresponden
maka bank A harus memelihara rekening di bank C untuk penyelesaian
hasil inkasi. Penagihan cek/BG melalui mekanisme inkaso seperti ini
relative lebih lama bila dibandingkan dengan mekanisme yang pertama,
terlebih lagi apabila bank penerus bukan merupakan bank kerosponden
dan tidak terikat suatu service level agreement tertentu. Di samping itu,
biaya bagi nasabah juga relatih lebih tinggi sebab selain biaya yang
dikenkakan bank A, nasabah juga akan dikenai biaya penerusan bank C,
yang besarnya sering kali dipotong lansung dari cek/BG yang diinkasokan.

b. inkaso malalui cabang bank sendiri yaitu inkaso yang dilakukan malalui
cabang bank sendiri untuk pihak ketiga di luar kota pada kantor cabang
bank sendiri.

22. 3. MEKANISME INKASO BILA DILAKUKAN ANTAR CABANG


BANK SENDIRI
4. Penagihan
Bank pemrakarsa Bank pelaksana

(Bank A Semarang) (Bank A bandung)

7. Konfirmasi

3. Amanat 8. Keuntungan 6. Bayar 5.


Pembebanan

Pemberi amanat Tertagih/tertarik

1. Jual

2. Beli

B. AKUNTANSI INKASO KELUAR

Inkaso merupakan kegiatan bank yang mengandung ketidakpastian. Bank


melakukan inkaso, namun tidak setiap inkaso akan memberikan hasil. Pihak
tertagih kemungkinan tidak mampu membayar tagihan sehingga bank pelaksana
tidak dapat memaksa pihak tertagih untuk membayarnya. Untuk mengetahui
keberhasilan inkaso diperlukan waktu untuk konfirmasi. Selama selang waktu
menerima amanat untuk menagih hinggga tagihan berhasil atau tidak, trandakdi
ini hasus dibukukukan dalam rekening administratif. Mengingat bank pemrakarsa
akan membayar kepada pihak pemberi amanat kalau inkaso berhasil, maka
transaksi ini sebenarnya transkasi bersyarat. Dengan demikian pencatatan
admistratif ini dikelompokkan pada rekening kontinjensi kewajiban.

Pencatatan pada rekening ini menggunakan ayat jurnal tunggal posisi


kredit. Rekening ini akan outstanding selama tenggang waktu menunggu hasil.
Bila inkaso berhasil maka langsung dikreditkan atau dibayar ke rekening si
pemberi amanat dan secara otomatis rekening administratif untuk inkaso harus
dinihilkan (didebet) karena transaksi inkaso telah riil atau efektif (dan dibukukan
pada rekening riil).

Persoalan yang muncul adalah mengenai komisi inkaso dan ongkos kawat. Bila
berhasil bank akan memotong rekening nasabah yang bersangkutan untuk ongkos
kawat/transfer dan komisi transfer. Bila inkaso tidak berhasil umumnya bank
hanya meminta ongkos kawat/transfer saja.

Hasil inkaso bisa langsung dikredittkan ke rekening giro atau tabungan sipemberi
amanat di bank pemrakarsa. Bila hasil inkaso untuk diberikan kepada bukan
nasabah, maka bank harus mencatat terlebih dahulu pada rekening administrative
warkat inkaso yang akan dibayar.

Contoh transaksi inkaso antar cabang :

Tanggal 10 mei 2017 bank A semarang menerima amanat warkat inkaso (setoran
Cek/BG bank A Bandung) dari Sdr. Amin untuk diinkasokan ke bank A Bandung
beban Sdr Ali senilai Rp.100.000.000.

Pada saat menerima setoran cek/BG (warkat), bank A semarang selaku bank
pemrakarsa harus mencatatat pada rekening administrative sebagai berikut :

Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


10/5/2017 Cr. Warkat inkaso disetor 100.000.000
Dan ditagihkan

Pencatatan dengan ayat jurnal tunggal posisi kredit, sebab transaksi ini sifatnya
bersyarat dan bila berhasil akan menimbulkan kewajiban bank pemrakarsa untuk
menyerahkan/mengkreditkan ke rekening pemberi amanat.

Pada hari yang sama bank A semarang menerima konfirmasi bahwa inkaso untuk
beban Sdr Ali, Nasabah bank A Bandung dinyatakan efektif (ada dananya). Kalau
demikian maka tugas bank pemrakarsa pertama menihilkan rekening administratif
untuk inkaso ini, kedua melimpahkan hasil tagihanya kepada yang berhak dengan
cara mencatat pada rekening rill/ efektif. Komisi inkaso ditentukan 0.05%

Pencatatan di rekening administratif :

Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


10/5/2017 Dr. warkat inkaso disetor 100.000.000
Dan ditagihkan

Pencatatan direkening rill :

Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


10/5/2017 Dr. RAK Cabang 100.000.000
Bandung
[Link] Amin 99.500.000
Cr Pendapatan Komisi 500.000

Pelimpahan hasil inkaso sebenarnya tidak hanya ke giro, tapi tergantung


permintaan si pemberi amanat, misalnya bisa ketabungan atau rekening lain yang
dikehendaki.

Pada contoh diatas diasumsikan bahwa Amir adalah nasabah bank A Semarang,
Bila Amir bukan Nasabah bank tersebut, maka bank A di samping mencatat
rekening administatif seperti di atas, juga akan mencatat terlebih dahulu dalam
rekening riil sebagai berikut :

Tgl. Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


10/5/2017 Dr. RAK Cabang 100.000.000
Bandung
Cr Warkat Inkaso telah 100.000.000
ditagih
Dan akan dibayar
Catatan jurnal ini untuk menampung sampai pemberi amanat datang kebank
untuk mengambilnya. Bila pemberi amanat mengambilnya secara tunai maka
dijurnalnya di bank A semarang:

Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


10/5/2017 Dr. Warkat inkaso telah 100.000.000
ditagih
Dan akan dibayar
Cr. Kas 99.500.000
Cr. Pendapatan komisi 500.000

Untuk rekening administratif juga dinihilkan seperti sebelumnya.

C. Akuntansi inkaso masuk dari cabang Bank sendiri

Untuk inkaso masuk yang berasal dari caban bank sendiri, maka tugas bank
pelaksana adalah membebankan kerekening pihak tertagih. Misalnya kelanjutan
dari contoh sebelumnya, bahwa Ali sepakat untuk membayar dengan Beban Giro
Ali Rp. 50.000.000, beban tabungan Ali Rp.20.000.000 dan cek bank A Bandung
yang ditarik oleh Amin Rp. 30.000.000. maka pencatatan dibank A bandung
adalah :

Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


10/5/2017 Dr. Giro 50.000.000
Dr. Tabungan Ali 20.000.000
Dr. Giro Amin 30.000.000
Cr. RAK cabang 100.000.000
Semarang

D. Transaksi Inkaso Antarbank Via Kantor Cabang Bank Sendiri


Transaksi inkaso antar bank dapat diselesaikan melalui kantor cabank bank sendiri
yang terdekat (ada diwilayah kliring bank yang ditujuh). Dengan demikian bank
pemrakarsa yang melakukan inkaso hanya akan berhubungan rekening dengan
kantor cabangnya. Sedangkan kantor cabang sendiri akan berhubungan dengan
bank lain di.

Wilayah keliring yang berbeda telah menerbitkan cek atau bilyet giro. Oleh
karena itu pencatatan transaksi ini terjadi di bank pemrakarsa, bankpelaksana
cabang bank sendiri dan bank lain tertagih.

Contoh :

Tanggal 15 mei 2017 nasabah bank A di Jakarta bernama Y telah menjual barang
elektronik kepada X nasabah bank B Surabaya. Total transaksi
senilaiRp.500.000.000. pada hari itu juga X menarik cek mundur untuk membayar
kepada Y yang bisa dicairkan tanggal 20 Mei 2017.

Tanggal 20 Mei 2017 sdr.Y setor ke bank A untuk keuntungan gironya berupa cek
bankB Surabaya. Yang ditarik oleh X senilai Rp. 500.000.000

Pencatatan di Bank A pada saat menerima setoran warkat inkaso adalah

Pencatatan di rekening administratif :

Tanggal Keterangan Debit Kredit


20/5/2017 Dr. RAR warkat inkaso 500.000.000
disetor dan ditagihkan

Atas dasar setoran cek tersebut kemudian Bank A Jakarta selanjutnya


mengirimkan cek B/G tersebut via ekspedisi ke kantor cabangnya di Surabaya
untuk dikliringkan. Bila bank A cabang Surabaya telah menginformasikan bahwa
cek telah divalidasi oleh bank B Surabaya dan dinyatakan efektif melalui kliring,
maka bank A Jakarta segera membukukan hasilnya ke rekening sdr. Y detelah
dipotong komisi inkaso. Komisi inkaso Rp. 1.000.000 misalnya tanggal 21 mei
2017 dana dinyatakan efektif oleh bank A Surabaya , maka pencatatan jurnal di
bank A Jakarta adalah :

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Cr. RAR warkat Inkaso dan 500.000.000
ditagihkan

21/5/2017 Dr. RAK cabang Surabaya 500.000.000


Cr. Giro Y 499.000.000
Cr. Pendapatan Komisi 1.000.000

Pencatatan transaksi di cabang pelaksana (bank A surabaya) adalah

Pada saat menagih melalui kliring dengan bank B surabaya

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Cr. RAR warkat kliring - 500.000.000

Pada saat kliring dinyatakan berhasil atau dana dinyatakan efektif

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Dr. RAR warkat Inkaso 500.000.000
dietor dan ditagihkan

21/5/2017 Dr. Giro BI 500.000.000


Cr. RAK cabang Jakarta 500.000.000

Transaksi inkaso bila bank pemrkarsa tidak mempunyai cabang diwilayah klliring
bank tertuju.
Bila bank A tidak mempunyai cabang di surabya, maka bisa minta bantuan ke
bank C Jaarta sebagai koresponden yang memiliki cabang di Surabaya. Dengan
demikian untuk kasus di atas, ketika bank A menenrima setoran warkat inkaso
langaungmenginkasokan ke bank C jakarta melalui kliringdengan demikian
transaksi ini akan melinatkan bank A Jakarta, bank C Jakarta, Bank C Surabaya,
dan bank B Surabaya

Pencatatan di bank A Jakarta :

Penerimaan warkat untuk di inkasokan melalui kliring dengan bank C Jakarta di


catat pada rekening administratif

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Cr. RAR warkat kliring - 500.000.000

Ketika Inkaso dinyatakan efektif oleh bank C Jakarta

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Dr. RAR warkat Inkaso 500.000.000
dietor dan ditagihkan

21/5/2017 Dr. Giro BI 500.000.000


Cr. Giro sdr. Y 500.000.000

Pencatatn bank C Jakarta

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Dr. RAK cabang Surabaya 500.000.000
Cr. Giro BI 500.000.000

Pencatatan di bank C Surabaya

Pada saat kliring penyerahan/penagihan


Tanggal Keterangan Debit Kredit
21/5/2017 Dr. RAR warkat kliring 500.000.000 -

Pada saat dana dinyatakan efektif oleh BI Surabaya (bank B Surabaya), jurnal di
bank C surabya adalah

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Cr. RAR warkat Inkaso 500.000.000
dietor dan ditagihkan

21/5/2017 Dr. Giro BI 500.000.000


Cr. RAK cabang Jakarta 500.000.000

Pencatatan di bank B Surabaya

Tanggal Keterangan Debit Kredit


21/5/2017 Dr. Giro X 500.000.000
Cr. Giro BI 500.000.000

Anda mungkin juga menyukai