0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
205 tayangan3 halaman

Penanganan DBD di Buli Halmahera Timur

tia

Diunggah oleh

Nia Eyan Susilawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
205 tayangan3 halaman

Penanganan DBD di Buli Halmahera Timur

tia

Diunggah oleh

Nia Eyan Susilawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN HALMAHERA TIMUR

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PERAWATAN BULI
Alamat :Jln. Iyantoa Desa Geltoli Kec. Maba, Kode Pos 97862
Email : puskesmasbuli@[Link]

KERANGKA ACUAN DBD


I. PENDAHULUAN
Penyakit Demam Derdarah Dengue adalah salah satu masalah kesehatan
masyarakat di indonesia. Sejak tahun 1968 jumlah kasusnya cenderung meningkat
dan penyebarannya bertambah luas. Keadaan ini erat kaitannya dengan peningktan
mobilitas penduduk sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi serta
tersebar luasnya virus dengue dan nyamuk penularannya di berbagai wilayah
indonesia.
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular berbahaya yang
penularannya melalui gigitan nyamuk aedes aegypty. Nyamuk aedes aegypty
banyak berkembang biak tempat- tempat yang tergenang air sehingga penyakit DBD
banyak terdapat di musim penghujan dan daerah daerah perkotaan dan pemukiman
kumuh. Biasanya penyakit ini menyerang pada pagi hari dan sore hari. Prevalensi
penyakit DBD lebih banyak terjadi pada anak usia sekolah, dan penyakit ini
termasuk penyakit menular melalui gigitan nyamuk dari penderita kepada orang
yang sakit.
II. LATAR BELAKANG
Perkembangan penyakit DBD di wilayah Kec Maba ada kecenderungan naik
turun namun kasusnya selalu ada setiap tahunnya, tetapi kasus kematian tidak ada,
kasus DBD. Pada tahun 2015 terdapat 11 kasus DBD, pada tahun 2016 terdapat 13
kasus sedangkan pada tahun 2017 tidak ada kasus.
Penemuan dan penanganan kasus DBD di Kec Maba sejalan dengan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) tingkat puskesmas di laksanakan untuk menurunkan
prevalensi kasus DBD.
III. TUJUAN KEGIATAN
1. Umum
Menurunkan prevalensi penyakit DBD di kec Maba
2. Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD
b. Mencegah terjadinya penularan kasus DBD
c. Menentukan jenis tindakan penanggulangan kasus DBD

IV. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN DAN SASARAN


A. Cara melaksanakan kegiatan
1. Pelaksanan kegiatan penyuluhan
Di lakukan sesuai jadwal dan permintaan masyarakat yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya penyakit
dan kematian akibat penyakit DBD sehinggga masyarakat mau melakukan tindakan
pencegahan dengan menggunakan bahasa sederhana ( mudah di mengerti) serta
menggunakan berupa media brosur.
2. Pemantauan dan pengendalian vektor
Pemeriksaan jentik dilaksanakan setiap 4 bulan sekali baik di rumah masyarakat
atau pun tempat- tempat umum/ sekolah. Pemberian bubuk abate dilakukan
sesuai kebutuhan, yaitu sebelum masa penularan terutama pada wilayah yang
ada kasus DBD dan pada saat kasus DBD meningkat.
3. Pelacakan kasus
Pelacakan kasus di lakukan dengan cara mendeteksi dini kasus DBD dengan
cara PE pada setiap kasus DBD, untuk mengetahui potensi dan penularan DBD
lebih lanjutserta tindakan penanggulangan yang perluh dilakukan di wilayah sekitar
tempat penderita.u kematian kasus DBD lebih dari 1% di laporkan ke Dinas
Kesehatan tiap sebulan sekali.
B. Sasaran
Seluruh masyarakat di wilayah kecamatan Maba

V. JADWAL KEGIATAN
JADWAL
No JENIS KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pelacakan kasus kontak DBD
2 Sosialisasi dan penyuluhan kepada
masyarakat dan pemangku kepentingan
lainnya
3 Penemuan dan pencegahan dini secara
(aktif jika ada)
4 Penyelidikan epidemologi (jika ada KLB)
5 Pemantauan jemtik berkala/abatisasi
selektif
6 Sosialisasi dan penyuluhan kepada
masyarakat

VI. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi kegiatan dilaksanakan sebulan sekali dan dinyatakan KLB bila jumlah
kasus DBD dua kali lipat dari oeriode lalu pada tempat yang sama at
VII. PENCATATAN DAN PELAPORAN
Hasil kegiatan pengendalian dan pemberantasan DBD di catatat dalam buku
register kasus DBD dan direkap kasus DBD dan dilaporkan setiap bulan dengan
menggunakan blangko laporan kasus penyakit DBD.

Buli, 2018

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Perawatan Buli Pengelolah Program

Nikanor Puren, AMK Darmawati, SKM


Nip. 19621107 198310 1 003 Nip. 19801120 201001 2 003

Anda mungkin juga menyukai