0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan15 halaman

Gangguan Pembuluh Darah Perifer: Analisis dan Penanganan

Makalah KMB
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan15 halaman

Gangguan Pembuluh Darah Perifer: Analisis dan Penanganan

Makalah KMB
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sistem peredaran darah adalah kesatuan organ yang berperan dalam proses transfortasi
yang terjadi dalam tubuh manusia. Tentunya apabila kita mendengar hal tersebut, secara
otomatis fikiran kita akan langsung teringat pada darah, pembuluh darah, jantung dan lain
sebagainya yang berkaitan dengan sistem peredaran darah. Dimana darah bertindak sebagai
penyalur zat-zat yang terkandung dalam darah, pembuluh darah sebagai media penyalurnya
dan jantung bertindak sebagai mesin yang membantu proses peredaran darah melalui
pembuluh darah.
Namun, apabila terjadi ketidakseimbangan pada proses tersebut, akan terjadi
gangguan-gangguan yang dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan terutama jika
terjadi pada pembuluh darah.

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Apa yang dimaksud dengan Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.2.2. Bagaimana saja etiologi pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.2.3. Bagaimana patofisiologi pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.2.4. Apa saja manifestasi klinis pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.2.5. Bagaimana pemeriksaan diagnostik pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.2.6. Bagaimana penatalaksanaan pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.2.7. Bagaimana konsep asuhan keperawatan pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer?

1.3. Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah, yaitu untuk mengetahui lebih spesifik mengenai
penyakit dan konsep asuhan keperawatan pada Gangguan Pembuluh Darah Perifer.

BAB 2

1
LITERATUR REVIEW

2.1. Definisi

Penyakit vaskuler perifer adalah penyakit yang ditandai dengan penyempitan


pembuluh nadi diluar jantung dan otak yang biasa disingkat dengan PVP. Pembuluh darah
yang biasanya terjangkit penyakit ini adalah pembuluh darah yang menyalurkan darah ke
lengan, kaki dan organ tubuh di bawah perut. Pembuluh darah tersebut adalah arteri Tibial,
Popliteal, Iliac dan Femoral.

Salah satu penyebab utama PVP adalah aterosklerosis, yaitu suatu kondisi dimana
terjadi penebalan pembuluh nadi karena penimbunan plak. Penyempitan pembuluh nadi dapat
menghambat peredaran darah dan menyebabkan penggumpalan darah. Darah yang
menggumpal ini dapat menghalangi pembuluh nadi sehingga darah tidak dapat mengalir.

Aterosklerosis adalah gangguan arteri kronik yang paling sering ditandai dengan
penebalan, kehilangan elastisitas dan klasifikasi dinding arteri. Aterosklerosis adalah bentuk
arterisklerosis yaitu deposit lemak dan fibrin menyumbat dan mengeraskan arteri. Pada
sirkulasi perifer, perubahan patologis ini mengganggu suplai darah ke jaringan perifer,
khususnya ekstremitas bawah. Ini dikenal sebagai Penyakit Vaskuler Perifer (Peripheral
Vascular Disease, PVD).

2.2. Etiologi

Etiologi bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari aliran darah
ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahan lemak,
pada saatnya, monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan
di lapisan dalam arteri.

Setiap daerah yang penebalan yang biasa disebut dengan plak aterosklorotik atau
ateroma terisi dengan bahan lembut seperti keju yang mengandung sejumlah bahan lemak,
terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Ateroma bisa tersebar di dalam
arteri sedang dan juga atreri besar, tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan,
mungkin karena turbulensi di daerah ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga
disini lebih mudah terbentuk ateroma.

2
Arteri yang terkena aterosklorosis akan hilang kelenturannya dan karena ateroma terus
tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium,
sehingga ateroma akan menjadi rapuh dan mudah pecah. Dan kemudian darah bisa masuk ke
dalam ateroma yang telah pecah, sehingga ateroma akan menjadi lebih besar dan lebih
mempersempit arteri.

Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan kandungan lemaknya dan memicu
pembentukan bekuan darah atau trombus. Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan
menyumbat arteri dan bekuan darah tersebut akan menyebabkan sumbatan di tempat lain
(emboli). Adapun beberapa resiko terjadinya peningkatan aterosklorosis yaitu sebagai berikt.

2.2.1. Kadar kolesterol darah

Ini termasuk kolesterol LDL tinggi (kadang-kadang disebut kolesterol jahat)


dan kolesterol HDL, rendah (kadang-kadang disebut kolesterol baik)

2.2.2. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah dianggap tinggi jika tetap pada atau diatas 140/90 mmHg
selama periode waktu.

2.2.3. Merokok

Ini bisa merusak dan mengencangkan pembuluh darah, meningkatkan kadar


kolesterol dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga tidak memungkinkan
oksigen yang cukup untuk mencapai jaringan tubuh.

2.3.4. Resistensi insulin

Insulin adalah hormon yang membantu memindahkan darah gula ke dalam sel
dimana itu digunakan dan resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak dapat
menggunakan insulin sendiri dengan benar.

2.3.5. Diabetes

Ini adalah penyakit dimana tinggkat gula darah tubuh tinggi karena tubuh tidak
membuat cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar.

2.3.6. Kegemukan atau obesitas

3
Kegemukan adalah memiliki berat badan ekstra dan otot, tulang, lemak
dan/atau air. Obesitas adalah memiliki jumlah tinggi lemak tubuh ekstra.

2.3.7. Kurangnya ktivitas fisik

Kurangnya ktivitas dapat memperburuk faktor resiko lain untuk aterosklerosis.

2.3.8. Umur

Sebagai usia tubuh meningkatkan resiko aterosklorosis dan/atau gaya hidup


faktor genetik dapat menyebabkan plak untuk secara bertahap membangun di arteri.
Pada pertengahan usia atau lebih, plak cukup telah membangun menyebabkan
tanda-tanda atau gejala, pada pria resiko meningkat setelah usia 45 tahun,
sedangkan wanita resiko meningkat pada usia 55 tahun.

2.3.9. Riwayat keluarga penyakit jantung

Resiko aterosklorosis meningkat jika ayah atau saudara laki-laki didiagnosis


dengan penyakit jantung sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara
perempuan didiagnosis dengan penyakit jantung sebelum usia 65 tahun tetapi
meskipun usia dan riwayat keluarga penyakit jantung dini faktor resiko, ini tidak
berarti bahwa Anda akan mengembangkan Atherosclerosis jika Anda memiliki satu
atau keduanya. Membuat perubahan gaya hidup dan/atau mengambil obat-obatan
untuk mengobati faktor resiko lainnya seringkali dapat mengurangi pengaruh
genetik dan mencegah arterosklorosis dari berkembang bahkan pada orang dewasa
yang lebih tua.

2.3. Patofisiologi

Pada aterosklerosis, lemak menumpuk pada lapisan intima arteri. Fibroblast di area
tersebut merespons dengan memproduksi kolagen dan sel otot polos berproliferasi, bersama-
sama membentuk lesi kompleks yang disebut plak. Plak terdiri atas sebagian besar kolesterol,
trigliserida, fosfolipid, kolagen dan sel otot polos.

Plak mengurangi ukuran lumen pada arteri yang terserang, mengganggu aliran darah.
Selain itu, plak dapat menyebabkan ulkus, menyebabkan pembentukan trombus yang dapat
menyumbat pembuluh secara komplet. Lesi aterosklerosis mengenai lapisan intema dan media
arteri yang terkena. Ada tiga tipe PVD yaitu sebagai berikut.

4
2.3.1. Tipe 1 (10% hingga 15% pasien) menyerang aorta dan arteri iliaka.

2.3.2. Tipe 2 (-25% pasien) menyerang aorta, arteri iliaka komunis dan eksterna.

2.3.3. Tipe 3 (-60% hingga 70% pasien) menyerang aorta, arteri iliaka, femoralis, poplitea
dan tibia.

Arteriosklerosis pada aorta abdomen menyebabkan perkembangan aneurisma saat plak


mengikis dinding pembuluh.

Plak cenderung terbentuk pada percabangan arteri. Lumen pembuluh secara progresif
tersumbat, mengurangi aliran darah ke ekstremitas bawah. Hipoksia atau anoksia jaringan
terjadi. Dengan sumbatan terhadap pada pembuluh, sirkulasi kolateral sering kali terbentuk.
Namun, biasanya tidak cukup untuk menyuplai kebutuhan jaringan, khususnya bila kebutuhan
metabolik meningkat (misalnya selama olahraga). Manifestasi biasanya berkembang hanya
bila pembuluh tersumbat hingga 60% atau lebih.

2.4. Manifestasi Klinis

Adapun manifestasi klinis pada gangguan pembuluh darah perifer aterosklorosis


adalah sebagai berikut.

2.4.1. Intermitten Claudication.

2.4.2. Nyeri saat istirahat.

2.4.3. Parestesia (kebas, penurunan sensasi).

2.4.4. Penurunan atau tidak ada nadi perifer.

2.4.5. Pucat apabila ekstremitas ditinggikan, rubor tergantung saat tungkai tergantung.

2.4.6. Kulit tipis, mengkilat, tidak berambut, kuku jari kaki menebal.

2.4.7. Daerah yang memucat atau kerusakan kulit.

2.5. Pemeriksaan Diagnostik/Penunjang

Meskipun PVD seringkali dapat didiagnosis dengan riwayat dan pemeriksaan fisik,
pemeriksaan diagnostik dan diinstruksikan untuk mengevaluasi derajat PVD. Studi non-
invasif seringkali cukup menegakkan diagnosis.

5
2.5.1. Pengukuran tekanan segmental menggunakan manset sfigmomanometer dan alat
Doppler untuk membandingkan tekanan darah antara ekstremitas atas dan bawah
(normalnya mirip) dan dibagian yang berbeda pada ekstremitas yang sakit pada
PVD, TD dapat rendah pada tungkai dibanding lengan.

2.5.2. Stres testing menggunakan sebuah treadmill menawarkan pengkajian kterbatasan


fungsional. Pada PVD, tegangan dipergelangan kaki dapat menurun bahkan
semakin turun pada latihan , memastikan diagnosis. Evaluasi mengenai adanya
penyakit jantung koroner dapat dilakukan secara simultan selama pemeriksaan
latihan.

2.5.3. Ultrasound Doppler menggunakan gelombang suara yang dipantulkan ke sel darah
merah yang bergerak dalam sebuah pembuluh untuk mengevaluasi aliran darah.
Impuls dapat diterjemahkan menjadi sebuah sinyal yang dapat didengar atau
bentuk gelombang grafik. Pada PVD signifikan bentuk gelombang perlahan-lahan
menjadi datar saat transduser dipindahkan menjauhi pembuluh yang sakit.
Tekanan segmental dapat digunakan untuk menentukan tempat obstruksi.

2.5.4. Ultrasound Doppler Duplex menggabungkan Ultrasound Doppler yang dapat


didengar atau grafik dengan pencitraan ultrasound untuk mengidentifikasi
kelainan arteri dan vena. Pencitraan ultrasonik memberikan tampilan pembuluh
yang terkena sementara Ultrasound Doppler mengevaluasi aliran darah.
Ultrasound Doppler aliran-warna (color-flow Doppler Ultrasound, CDU)
memberikan citra warna pada pembuluh dan aliran darah.

2.5.5. Oksimeter transkutan mengevaluasi oksigenasi jaringan.

2.5.6. Angiografi atau angiografi resonasi magnetik dilakukan sebelum prosedur


revaskularisasi untuk menemukan letak dan mengevaluasi derajat obstruksi arteri.
Untuk angiografi, sebuah medium kontras disuntikkan dan pembuluh divisualisasi
menggunakan fluoroskopi dan sinar-x. Angiografi resonasi magnetik tidak
membutuhkan suntikan medium kontras dan dapat menggantikan angiografi.

2.6. Penatalaksaan

Adapun penatalaksanaan pada gangguan pmbuluh darah perifer aterosklorosis adalah


sebagai berikut.

6
2.6.1. Medikasi

Terapi obat-obatan pada aterosklorosis perifer kurang efektif dibanding dengan


penyakit jantung koroner. Medikasi untuk menghambat agregasi trombosit, seperti
askirin atau klopidogrel (Plavix) diinstrusikan untuk mengurangi resiko trombosis
arteri. Kilostazol (Pletal) sebuah inhibitor trombosit yang mempunyai sifat
vasodilator, memperbaiki claudication. Pentoksifilin (Trental) mengurangi
viksositas darah dan meningkatkan fleksibilitas sel darah merah, meningkatkan
aliran darah ke mikrosirkulasi dan jaringan ekstremitas. Prostagladin vasodilator
parenteral dapat diberikan jangka panjang untuk mengurangi nyeri dan
mempermudah penyembuhan pada pasien iskemia ekstremitas berat.

2.6.2. Terapi

Berhenti merokok adalah keharusan. Nikotin tidak hanya meningkatkan


aterosklorosis, tetapi juga menyebabkan vasospasme, yang semakin mengurangi
aliran darah ke ekstremitas.

Perawatan kaki dengan teliti sangat penting untuk mencegah ulserasi dan
infeksi. Kaos kaki penyangga elastis, yang menurunkan sirkulasi ke kulit dihindari.
Meninggikan kepala tempat tidur pada saat sumbatan dapat membantu meredakan
nyeri pada istirahat. Latihan fisik berat teratur yang progresif, seperti berjalan
selama 30 sampai 45 menit setiap hari sangat diperlukan. Pasien diajari untuk
beristirahat pada awitan claudication, kembali melakukan aktivitas saat nyeri
menghilang.

Upaya lain untuk mengurangi proses aterosklerosis, seperti mengontrol


diabetes dan hipertensi, menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan berat badan
juga direkomendasikan.

2.6.3. Revaskularisasi

Revaskularisasi dapat dilakukan bila gejala progresif, berat atau melumpuhkan.


Indikasi lain pembedahan mencakup gejala yang secara signifikan mengganggu
aktivitas harian, nyeri pada waktu istirahat dan lesi pragangren atau gangren. Baik
prosedur revaskularisasi bedah maupun non-bedah dapat dilakukan.

7
Prosedur non-bedah mencakup angioplasti transluminal perkutan
(percutaneous transluminal angioplaty, PTA), pemasangan stent atau aterektomi.
Teknik dapat mencakup angioplasti balon untuk mendilatasi lumen yang
menyempit, aterektomi mekanik mengangkat plak, atau angioplasti laser atau
termal untuk menghilangkan materi yang menyumbat. Pada kasus lain, biasanya
stent dipasang pada saat PTA untuk mempertahankan patensi pembuluh. PTA iliaka
dan femoral-popliteal awalnya memulihkan aliran darah menjadi bagus kembali
dan meredakan gejala pada lebih dari 80% pasien. Sementara angka keberhasilan 3
tahun rendah, pemasangan stent memperbaiki durasi peredaan gejala.

2.6.4. Terapi Komplemen

Terapi komplemen untuk penyakit vaskular perifer mencakup intervensi untuk


memperbaiki sirkulasi dan mengurangi stres. Beberapa terapi komplemen dapat
memperbaiki sirkulasi perifer, termasuk aromaterapi memakai rosemary atau
vetiver, biofeedback, sentuhan penyembuhan atau terapi dan pijat; herbal seperti
ginko, bawang putih, cayenne, bawthhorn dan bilberry; dan latihan fisik seperti
yoga. Aromaterapi dan yoga juga dapat mengurangi stres, demikian juga latihan
pernafasan, meditasi dan konseling. Selain itu, terapi komplemen untuk mengurangi
aterosklorosis dan menurunkan kadar kolesterol dapat memperlambat perburukan
PVD. Upaya seperti diet sangat rendah lemak atau vegetarian, termasuk nutrisi
antioksidan atau menggunakan vitamin C, vitamin E, atau suplemen bawang putih
dan obat tradisional Cina dapat bermanfaat.

2.7. Konsep Asuhan Keperawatan

2.7.1. Pengkajian

Pengkajian terfokus yang terkait dengan aterosklorosis adalah sebagai berikut.

[Link]. Riwayat Kesehatan: Keluhan nyeri, hubungan nyeri dengan latihan atau
istirahat, waktu nyeri, gejala terkait dan upaya pereda nyeri; riwayat
penyakit jantung koroner, penyakit vaskular perifer, hiperlipidemia,
hipertensi atau diabetes; medikasi saat ini; pola diet dan aktivitas lazim.

[Link]. Pemeriksaan Fisik: Tanda vital; kekuatan dan kesamaan nadi perifer pada
semua ekstremitas; pengisian kapiler; warna kulit, suhu, distribusi

8
rambut, adanya pemucatan atau lesi; gerakan dan sensasi pada
ekstremitas bawah.

2.7.2. Diagnosis dan Intervensi Keperawatan

Kerusakan perfungsi jaringan adalah masalah nyata pada aterosklorosis perifer. Nyeri
akut dan kronik dapat mengganggu aktivitas harian dan ambulasi dapat terbatas.
Kemungkinan kehilangan ekstremitas bawah adalah menakutkan.

Diagnosa Keperawatan Intervensi Keperawatan

Perfusi Jaringan: Perifer Tidak Efektif - Kaji nadi perifer, nyeri, warna suhu dan
pengisian kapiler setiap 4 jam sesuai
Kerusakan aliran darah ke ekstremitas
kebutuhan. Gunakan alat Doppler jika
bawah memengaruhi pertukaran gas,
nadi teraba. Tandai letak nadi dengan
nutrisi dan produk sisa antara kapiler
spidol permanen. Data pengkajian
dan sel. Kekurangan oksigen dan nutrisi
memberikan dasar untuk
merusak fungsi sel dan integritas
mengevaluasi efektivitas intervensi
jaringan, menyebabkan nyeri dan
dan mengidentifikasi perubahan pada
hambatan penyembuhan. Nyeri
aliran darah arteri.
berkembang pada saat latihan dan saat
ekstremitas ditinggikan. - Posisikan ekstremitas tergantung.
Gravitasikan aliran darah ke
ekstremitas yang tergantung,
meningkatkan perfusi jaringan dan
meredakan nyeri.

- Instrusikan untuk menghindari


merokok. Jika perlu dapatkan intruksi
untuk patches nikotin atau permen
karet dari penyedia asuhan kesehatan.
Nikotin adalah sebuah vasokontriktor
kuat yang semakin merusak aliran
darah arteri. Patches nikotin dan
permen karet mengandung lebih
sedikit nikotin dibanding rokok kretek
dan dapat membantu mengurangi stres
akibat berhenti merokok. Berhenti
9
merokok adalah komponen asuhan
yang penting.

- Diskusikan manfaat latihan fisik teratur.


Latihan meningkatkan perkembangan
sirkulasi kolateral ke jaringan iskemik
dan memperlambat proses
aterosklorosis.

- Gunakan bantalan kaki dan selimut


yang ringan, kaos kaki dan sandal
untuk menjaga ekstremitas hangat.
Hindara bantalan pemanas listrik atau
botol air panas. Menjaga ekstremitas
hangat, menghemat panas, mencegah
vasospasme dan meningkatkan aliran
arteri. Alat pemanas eksterna
dihindari untuk mengurangi resiko
luka bakar pada psien yang menderita
kerusakan sensasi. Bantalan kaki
melindungi jaringan tertekan seprai.

- Anjurkan perubahan posisi yang sering.


Instruksikan untuk menghindari
menyilangkan kaki atau menggunakan
bantal di bawah lutut. Perubahan
posisi meningkatkan aliran darah dan
mengurangi kerusakan yang
disebabkan oleh tekanan.
Menyilangkan kaki dan menekuk
panggul berlebihan atau sendi lutut
dapat menekan arteri yang sudah
tersumbat sebagian dan merusak
aliran darah ke jaringan yang distal.

Nyeri - Kaji nyeri minimal setiap 4 jam


menggunakan skala nyeri standar
10
Kerusakan aliran darah menyebabkan lebih sering jika diperlukan. Nyeri
iskemia jaringan. Metabolisme adalah suatu pengalaman subjektif.
berpindah dari proses aerob efisien Menggunakan skala nyeri standar
menjadi proses anaerob. Asam laktat memungkinkan evaluasi upaya
dan produk sisa metabolik menumpuk penanganan dalam meredakan nyeri
di jaringan, menimbulkan nyeri. Nyeri dan memperbaiki aliran darah.
berat dan kram biasanya terjadi pada
- Pertahankan ekstremitas hangat.
saat latihan fisik pada awal penyakit.
Kedinginan menyebabkan
Istirahat pada awalnya menghasilkan
vasokonstriksi, meningkatkan nyeri.
peredaan, serupa dengan proses angina.
Mnghangatkan ekstremitas
Seiring dengan perkembangan penyakit,
meningkatkan vasodilatasi dan
nyeri berkembang pada latihan fisik
memperbaiki aliran darah,
yang lebih ringan dan seringkali terjadi
menurunkan nyeri.
bahkan pada saat istirahat. Nyeri pada
istirahat mengganggu tidur, rasa - Ajari teknik pereda nyeri dan
sejahtera dan mempunyai efek pengurang stres seperti relaksasi,
gangguan signifikan pada peran hidup. meditasi dan guided imagery. Nyeri
meningkatkan stres. Respons stres
menyebabkan vasokonstriksi, yang
meningkatkan nyeri. Teknik
penurunan nyeri, bila dipadukan
dengan upaya lain untuk
meningkatkan aliran darah, dapat
membantu mengurangi nyeri.

Kerusakan Integritas Kulit - Kaji dan dokumentasikan kondisi kulit


minimal setiap 8 jam pada setiap
Pasien PVD beresiko mengalami
kunjungan rumah, lebih sering sessuai
kerusakan integritas kulit sebagai hasil
indikasi. Iskemia jaringan
penurunan oksigen dan nutrisi. Iskemia
meningkatkan resiko kerusakan,
jaringan kronik menyebabkan kulit
bahkan trauma minor seperti tekanan
kering, bersisik dan atrofi. Pruritus
pada sepatu yang tidak pas atau seprai
dapat menyebabkan goresan; cedera
tempat tidur. Pemeriksaan sering dan
minor dapat tidak terlihat karena
dokumentasi kondisi kulit sangat
kerusakan sensasi. Gangguan
diperlukan untuk mengidentifikasi
penyembuhan jaringan dapat
11
menyebabkan ulserasi, infeksi dan indikator awal keruskan integritas
kemungkinan gangren. kulit dan mengurangi resiko
komplikasi seperti infeksi.

- Berikan perawatan kulit harian yang


seksama, jaga kulit bersih dan kering.
Oleskan krim pelembap ke daerah
yang kering atau bersisik. Kulit utuh
adalah perubahan tubuh pertama
terhadap serangan bakteri. Jaringan
iskemik pada ekstremitas yang cedera
memberikan medium sempurna bagi
pertumbuhan mikroorganisme. Kulit
bersih, kering dan lentur mengurangi
resiko kerusakan.

- Pasang pengaman tempat tidur.


Pengaman tempat tidur menyangga
seprai di atas tungkai, sehingga
mencegah seprai memberikan tekanan
pada ekstremitas dan jaringan yang
cidera. Meminimalkan tekanan pada
jaringan meningkatkan aliran darah
kapiler.

- Berikan matras berbentuk tempat tidur,


bantalan pengambang, kulit domba,
atau pelindung tumit. Jaringan
iskemik dapat dirusak oleh trauma
minor seperti yang diciptakan oleh
daya robekan kulit terhadap seprai.

Intoleransi Aktivitas - Bantu aktivitas perawatan sesuai


kebutuhan. Claudication berat atau
Nyeri dan peruskan perfusi jaringan
nyeri pada saat istirahat dapat
perifer dapat membatasi kemampuan
membatasi aktivitas. Atrofi otot pada
pasien untuk mengikuti aktivitas yang
ekstremitas yang sakit biasa terjadi,
12
diinginkan, bahkan mengganggu menimbulkan keletihan dan
perawatan diri. kelemahan.

- Kecuali dikontraindikasikan, anjurkan


peningkatan terhadap durasi dan
intensitas latihan fisik. Ajarkan untuk
beristirahat dengan ekstremitas
tergantung saat terjadi claudication,
kembali ke aktivitas setelah nyeri
menghilang. Peningkatan bertahap
durasi dan intensitas latihan fisik
meningkatkan perkembangan
sirkulasi kolateral, meningkatkan
toleransi latihan fisik, memberikan
rasa sejahtera dan mendukung harga
diri.

- Berikan aktivitas pengalih selama


periode tirah baring yang dianjurkan.
Anjurkan teknik relaksasi untuk
mengurangi ketegangan otot. Aktivitas
pengalih membantu mencegah
kebosanan dan stres terkait dengan
istirahat yang dipaksakan. Teknik
relaksasi mengurangi vasokonstriksi
yang disebabkan oleh stres, yang
memperbaiki sirkulasi perifer.

- Anjurkan perubahan posisi seiring dan


latihan rentang [Link]
perawatan diri hingga derajat yang
mungkin. Perubahan posisi dapat
meredakan tekanan pada jaringan,
meningkatkan sirkulasi kapiler dan
menurunkan iskemia jaringan.
Latihan rentang gerak membantu
13
mencegah atrofi otot dan kontraktur
sendi. Perawatan diri mendukung
harga diri.

BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Penyakit vaskuler perifer adalah penyakit yang ditandai dengan penyempitan


pembuluh nadi diluar jantung dan otak yang biasa disingkat dengan PVP. Pembuluh darah
yang biasanya terjangkit penyakit ini adalah pembuluh darah yang menyalurkan darah ke
lengan, kaki dan organ tubuh di bawah perut. Pembuluh darah tersebut adalah arteri Tibial,
Popliteal, Iliac dan Femoral. Salah satu penyebab utama PVP adalah aterosklerosis, yaitu
suatu kondisi dimana terjadi penebalan pembuluh nadi karena penimbunan plak. Penyempitan
14
pembuluh nadi dapat menghambat peredaran darah dan menyebabkan penggumpalan darah.
Darah yang menggumpal ini dapat menghalangi pembuluh nadi sehingga darah tidak dapat
mengalir.

3.2. Saran

Makalah ini disusun agar membantu dalam memahami apa itu penyakit gangguan
pembuluh darah perifer, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Makalah ini
tentunya terdapat beberapa keslahan, kekurangan serta kejanggalan dalam penulisan maupun
dlam pengonsepan. Untuk itu, penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun agar ke depan dalam pembuatan makalah bisa lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

LeMone, Priscilla. 2015. Buku Ajar Keperawatan Medika Bedah Vol. 3 Edisi 5. Jakarta; EGC.

15

Anda mungkin juga menyukai