0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
435 tayangan16 halaman

Tutorial Grafik dengan Maple dan MATLAB

Tutorial Maple membahas berbagai cara membuat grafik 2D dan 3D menggunakan perintah-perintah dasar Maple seperti plot, ezplot, mesh, dan surf. Termasuk contoh-contoh penggunaan perintah-perintah tersebut untuk menggambar grafik fungsi, menambahkan label dan judul, serta memanipulasi tampilan grafik.

Diunggah oleh

alvi sabrina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
435 tayangan16 halaman

Tutorial Grafik dengan Maple dan MATLAB

Tutorial Maple membahas berbagai cara membuat grafik 2D dan 3D menggunakan perintah-perintah dasar Maple seperti plot, ezplot, mesh, dan surf. Termasuk contoh-contoh penggunaan perintah-perintah tersebut untuk menggambar grafik fungsi, menambahkan label dan judul, serta memanipulasi tampilan grafik.

Diunggah oleh

alvi sabrina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUTORIAL MAPLE

Grafik adalah penyajian data yang terdapat dalam table yang ditampilkan ke dalam bentuk
gambar. Selain itu grafik juga dapat diartikan sebagai suatu kombinasi data-data baik berupa
angka, huruf, simbol, gambar, lambang, perkataan, lukisan, yang disajikan dalam sebuah media
dengan tujuan memberikan gambaran tentang suatu data dari penyaji materi kepada para
penerima materi dalam proses menyampaikan informasi (Kartono, 2005).
Pengertian grafik lainnya yaitu grafik merupakan suatu rangka yang digunakan untuk
membentuk objek visualisasi dari data sebuah table. Data dalam table yang dimaksut disini ialah
data yang terdiri dari angka-angka dan dapat kita tampilkan ke dalam bentuk gambar, bisa dalam
berbentuk bidang datar seperti persegi, lingkaran, segitiga, atau kedalam bentuk bangun ruang
seperti balok, tabung, kerucut dll. Definisi grafik yang lain yaitu grafik merupakan gambaran
dari pasang surutnya suatu data yang ada, dan digambarkan dengan garis ataupun gambar
(Kartono, 2005).
Dunia grafika (disain grafis) dikenal 2 macam grafik, yaitu grafik vektor dan grafik bitmap.
Secara garis besar kedua macam/tipe grafik di atas akan dibahas satu persatu sebagai berikut:
1. Grafik Vektor
Grafik Vektor adalah grafik yang dibentuk dengan menggunakan garis-garis dan kurva
berdasarkan rumus matematik. Tampilan gambar berdasark perhitungan koordinat geomitris
gambar tersebut. grafik dengan tipe vektor ini banyak digunakan dalam pembuatan disain teks
dan logo. Kualitas hasil tampilan vektor tidak tergantung pada tinggi rendahnya resolusi grafik
tersebut. Artinya, gambar vektor bisa diubah-ubah ke dalam ukuran sebesar apapun tanpa
menambah resolusi namun tampilan grafik tetap tajam dan halus(tidak pecah). Di samping itu,
grafik vektor juga tidak membutuhkan ruang penyimpanan (kapasitas) yang tinggi sehingga
media penyimpanan (storage device) tetap rendah. Grafik vektor memiliki bentuk file dengan
format *.eps, pdf, *.wmf atau sesuai dengan aplikasi program yang [Link] program
aplikasi, grafik vektor menjadi dasar aplikasi pada program Macromedia Freehand, Corel Draw,
Adobe Illustrator, Adobe Pagemaker. Program aplikasi Ms. Office juga berbasis vektor. Grafik
vektor biasanya bisa diadaptasi ke grafik bitmap (Sahidin.2006).

2. Grafik Bitmap
Grafik bitmap dikenal juga dengan istilah grafik raster. Raster arti sederhanna adalah
kumpulan titik-titik yang disebut dengan pixel (picture element). Pixel-pixel tersebut
ditempatkan pada lokasi tertentu dengan nilai-nilai warna tersendiri dan secara keseluruhan
membentuk tampilan gambar. Tampilan bitmap mampu menghasilkan kehalusan gradasi dan
warna dari sebuah gambar seperti foto, lukisan, dan sejenisnya. Namun tipe ini mempunyai
kelemahan yaitu sangat tergantung pada jumlah resolusi yang biasanya ditentukan dengan satuan
dpi (dot per inch) dan lpi (line per inch) (Miryanto.1982)
Setiap gambar sudah memiliki ketentuan jumlah resolusi (pixel) yang pasti. Artinya sebuah
gambar dengan pixel tertentu akan nampak kurang detil atau pecah-pecah jika ukuran gambar
tadi diperbesar atau resolusinya diperkecil. Format ini juga memerlukan ruang penyimpana yang
lebih besar daripada tipe [Link] bentuk file, grafik bitmap ini memiliki format *.bmp,
*.GIF, *.jpeg, *.jpg, *.png, *tif, dll. Semua gambar yang dihasilkan melalui camera digital dan
scanner memiliki format file ini dengan standar resolusi (pixel) hanya 72 dpi. Program aplikasi
yang cocok dan paling banyak digunakan untuk mengedit tipe grafik ini adalah program
Photoshop (Rao, J.V. 2009).
Syntax maple dan [Link] grafik sederhana perintah plot sering digunakan untuk
menggambarkan grafik dua dimensi. Perintah plot menggambarkan data dalam array pada sumbu
yang bersesuaian dan menghubungkan titik-titik tersebut dengan garis lurus. Untuk keterangan
lebih jelas mengenai fungsi plot ketik help plot di command window.
1. Grafik 2 dimensi
Pada matlab, ada 2 perintah dalam matlab yang berfungsi untuk menggambar grafik fungsi
yaitu “ezplot” dan “plot”.
a. Ezplot
Ezplot(y) adalah perintah dalam MATLAB untuk menggambarkan grafik y berdasarkan
persamaan yang sudah diketahui.
Contoh :
Membuat grafik y = x2
Penyelesaian:
>> y1 = inline(‘ x^2 ’); % simbol “^” menandakan pangkat
>> ezplot(y1)
b. Plot
Plot(y) adalah perintah dalam MATLAB untuk menggambarkan grafik y berdasarkan nilai-
nilai y1, y2, y3, y4, . . ., yn yang sudah diketahui. Nantinya plot akan memunculkan grafik
berdasarkan koordinat titik (1, y1), (2,y2), (3,y3), . . . ,(n,yn) yang menggabungkan antara
koordinat titik (i,yi) dan (i+1,yi+1) dengan garis lurus.
Contoh :
Menggambar grafik y dengan nilaiy1, y2, y3, y4, y5, y6 secara berturut-turut adalah 1, 5, -6, 8, 9,
dan 19.
Penyelesaian:
>> y = [ 1 5 -6 8 9 19];
>> plot(y) (Sahit, 2004).
2. Grafik 3 dimensi
Berikut ini adalah cara membuat gambar/plot 3D fungsi cartesian pada [Link]
fungsi yang ingin diplot adalah
f(x,y) = z = x² – y²
Pertama, buat dahulu koordinat x dan y dengan fungsi meshgrid:
[x, y] = meshgrid(-10:1:10, -10:1:10)
*Ket: membuat koordinat x y dengan rentang -10 < x < 10 dan -10 < y < 10, dan ketelitian 1 ( x
= { -10, -9, -8, … , 8, 9, 10} )Matlab menyediakan 2 perintah untuk plotting surfaces: mesh dan
[Link] –> menggunakan 3-d data dan menciptakan kaitan (wire mesh) melalui tiap
[Link] –> menciptakan mesh plot dengan ruang diantara garis (lines), mengisi warna
menggunakan data z (Sahit, 2004).

4.1 Hasil
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini adalah :
4.1.1 Menggambar grafik Plot 2-D
[Link] Menggambar plot sederhana 2-D

9
[Link] plot 2-D dengan dua batas interval

[Link] Menggambar Plot 2-D dengan mendefinisikan fungsi


[Link] Menggambar Plot 2-D dengan judul
[Link] Meningkatkan ketebalan pada kurva

[Link] Menggambar kurva dengan dua fungsi pada plot 2-D


[Link] Grafik secara Implisit pada plot 2-D

4.1.2 Menggambar grafik Plot 3-D
[Link] Menggambar Plot 3-D
[Link] Menggambar Plot 3-D dengan koordinat silinder (chylindrical)

[Link] Menggambar Plot 3-D dengan koordinat bola (spherical)


[Link] Menggambar beberapa fungsi dalam suatu grafik pada Plot 3-D

[Link] Menggambar Plot 3-D toroidal


4.2 Pembahasan
Adapun hasil dan pembahasan pada praktikum menggenai penggaplikasian maple bada
pembuatan berbagai macam grafik adalah: Plotting merupakan salah satu keunggulan dari
MAPLE. Kemampuannya dalam mengolah dan menampilkan grafik dengan command yang sederhana dan
fleksibel. Untuk memvisualisasi data secara 2 dimensi atau tiga dimensi digunakan berbagai
command plotting dimana yang paling dasar adalah plot. Misalkan kita membuat contoh : >> y
= [1,3,-2,4,5]; >> plot (y) Akan muncul window baru berisi figure hasil plotting seperti dibawah.
Masing-masing ikon yang ada memiliki fungsi masing-masing. Terdapat New figure, save,
print. Edit plot klik ikon ini dan pilih obyek yang ada di figure (garis plot, area plot,dsb) lalu
double klik untuk mengubah properties dari obyek tersebut. Insert untuk menambahkan teks,
panah, dan garis ke dalam figure. menambahkan judul, label dan grid ke dalam plot dapat
digunakan comand berikut. Command Fungsi xlabel memberi label pada sumbu-x ylabel
memberi label pada sumbu-y tittle memberi judul di atas area plot grid on memunculkan grid di
dalam area plot grid off menghapus grid Contoh kita memplot kurva y=x²+2x-3 pada rentang x=-
10 hingga x=10. Inkremen yang digunakan 0,0005 agar kurva yang dihasilkan terlihat mulus.
semakin kecil inkremen maka grafik yang dihasilkan semakin terlihat mulus. Sebaliknya
semakin besar inkremen maka plot atau grafik semakin terlihat patah- patah. >> x = -
10:0.0.0005:10; >> f = @ ( x ) ( x.^2+2*x-3 ); >> plot ( x,f (x) ). Ketika menggunakan command
plot, gambar yang sebelumnya di figure window aakan terhapus. kita dapat menggunakan hold.
Command Fungsi hold on untuk menahan gambar sebelumnya supaya tak terhapus ketika
ditimpa gambar baru hold off untuk menonaktifkan command hold on Selain itu kita juga bisa
menciptakan plot 2 dimensi dari vektor x versus vektor y dengan property yang ditentukan oleh
string. Seperti warna, jenis garis dan jenis point. Plot(x,y,’string’). LineWidth digunakan untuk
mengatur ketebalan.
Untuk menggambarkan grafik 3D pada aplikasi plotting matlab, terlebih dahulu ditentukan
nilai dari sumbu x, y dan z. Ketiga sumbu x, y dan z akan membentuk grafik 3D. Syntax plot
digunakan untuk menentukan bentuk grafik dalam dimensi. Syntax axis digunakan untuk
mengubah batas minimum dan maksimum pada sumbu x, y maupun z. Maka akan terbentuk
gambar seperti figur pada command window satu.
Menggambarkan grafik 3D dari x(t)= sin t; y(t)= cos (t); z(t)= 0.5t; 0 ≤ t ≤ 25 dengan
ketelitian 0.1. Terlebih dahulu menentukan ketelitian (t) kemudian ditentukan nilai dari sumbu x,
y dan z. Setelah menentukan ketelitian dan nilai dari sumbu x, y dan z, digunakan syntax plot 3
untuk memberikan bentuk 3D (tiga dimensi) pada figur.
Memvisualisasi data secara 2 dimensi ataupun 3 dimensi, kita dapat menggunakan berbagai
command plotting, dimana command yang paling dasar adalah plot. Sebelum menuliskan
perintah plot, hendaknya menuliskanbatas interval atau domain dengan inkreman yang
ditentukan terlebih dahulu. Inkremen digunakan agar kurva yang terbentuk terlihat
[Link] kecil inkremen yang digunakan maka semakin muluskurva yang terbentuk,
begitu juga [Link] untuk menuliskan batas interval atau domain dan inkremen
tersebut.

Anda mungkin juga menyukai