100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan2 halaman

Ciri dan Spesies Rubah di Alam

Paparan singkat tentang rubah.

Diunggah oleh

Izzudin Irsam Mujib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan2 halaman

Ciri dan Spesies Rubah di Alam

Paparan singkat tentang rubah.

Diunggah oleh

Izzudin Irsam Mujib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rubah merupakan hewan karnivora yang termasuk keluarga Canidae.

Keluarga Canidae
meliputi serigala, rubah, jakal, coyote, dan anjing. Ukuran tubuh rubah sedikit lebih kecil
daripada anjing berukuran sedang. Ciri-ciri khusus rubah adalah moncong kecil panjang dan
ekor berbulu lebat.

Spesies Rubah

Di seluruh dunia terdapat 32 spesies rubah, namun sebenarnya hanya 12 spesies yang
termasuk genus Vulpes atau “rubah sejati”. Jenis rubah yang paling sering ditemui dan
penyebarannya paling luas adalah rubah merah (Vulpes vulpes).

Selain rubah merah, beberapa spesies juga dapat ditemukan di hampir setiap benua. Bahkan
wilayah Arktik yang sangat dingin juga dihuni spesies rubah yang disebut rubah arktik
(Alopex lagopus atau Vulpes lagopus). Nama lain rubah arktik adalah rubah putih atau rubah
salju.

Di benua Afrika juga dapat dijumpai beberapa spesies rubah. Rubah bertelinga kelelawar
(Otocyon megalotis) menghuni padang sabana Afrika. Makanan mereka sebagian besar
adalah serangga, seperti rayap dan belalang.

Gurun Sahara juga dihuni spesies rubah bernama rubah fennec (Vulpes zerda). Untuk
melindungi diri dari pasir gurun yang panas, bagian bawah kaki rubah fennec tertutup oleh
bulu tebal.

Rubah bersurai (Chrysocyon brachyurus) merupakan jenis rubah terbesar di Amerika


Selatan. Sementara di Kanada terdapat rubah kelabu (Urocyon cinereoargenteus), jenis
rubah yang bisa memanjat pohon.

Ciri Umum

Di alam liar, rubah bisa mencapai usia 10 tahun, tetapi kebanyakan hanya hidup 3 atau 3
tahun karena perburuan, kecelakaan, dan penyakit. Umumnya, ukuran tubuh rubah lebih
kecil daripada anggota keluarga Canidae yang lain, seperti serigala, jakal, dan anjing. Rubah
jantan memiliki berat rata-rata 5,9 kilogram, sedangkan rubah betina sekitar 5,2 kilogram.
Ciri fisik rubah beragam, bergantung pada habitat mereka. Misalnya, rubah fennec (dan
spesies rubah lain yang beradaptasi untuk hidup di gurun, seperti rubah kit) memiliki telinga
besar dan berbulu pendek. Sementara itu, rubah arktik bertelinga kecil dan berbulu tebal.
Contoh lainnya, rubah merah memiliki bulu cokelat kemerahan, dengan ujung ekor
bertanda putih.

Jumlah anak rubah berbeda-beda, bergantung pada spesies dan lingkungannya. Rubah
arktik, misalnya, rata-rata melahirkan empat hingga lima anak, dan paling banyak sebelas.

Berbeda dengan serigala atau jakal, rubah tidak hidup berkelompok. Rubah biasanya hidup
dalam keluarga-keluarga kecil. Rubah merupakan hewan pemangsa oportunis yang piawai
dalam berburu mangsa, terutama hewan pengerat. Dengan teknik menyergap mangsa yang
dilatih sejak muda, rubah mampu membunuh mangsanya dengan cepat. Rubah juga
memakan berbagai jenis makanan yang lain, mulai dari belalang hingga buah-buahan.
Rubah sangat waspada terhadap manusia dan tidak lazim dijadikan hewan piaraan. Namun,
di Rusia rubah perak berhasil dijinakkan setelah melalui program pemeliharaan selama 45
tahun. Pemeliharaan selektif tersebut juga menghasilkan ciri fisik dan perilaku yang sering
terlihat pada kucing, anjing, atau hewan rumahan yang lain, seperti perubahan pigmentasi,
telinga terkulai, dan ekor menggulung.

Makanan

Rubah merupakan hewan omnivora. Makanannya sebagian besar berupa invertebrata.


Namun, rubah juga memakan hewan pengerat (seperti tikus dan kelinci) dan mamalia kecil
lainnya, reptil (seperti ular), amfibi, rumput, buah-buahan, burung, telur, kumbang,
serangga, dan hewan-hewan kecil lainnya. Sebagian besar spesies rubah merupakan
predator yang tidak memilih-milih buruannya, tetapi ada juga beberapa spesies yang
memangsa hewan tertentu saja, seperti rubah pemakan kepiting. Rubah umumnya
mengonsumsi 1 kilogram makanan per hari. Sisa makanan akan disimpan oleh rubah di
bawah dedaunan, salju, atau tanah.

Konservasi

Rubah dapat dengan mudah dijumpai di kota-kota dan daerah pertanian. Bergantung pada
spesiesnya, rubah tampaknya beradaptasi dengan baik terhadap kehadiran manusia.

Rubah merah diintroduksi ke Australia, yang tidak memiliki karnivora sejenis. Di sana rubah
hasil introduksi memangsa hewan liar asli, yang beberapa di antaranya terancam punah.

Spesies-spesies lain tidak bereproduksi semudah rubah merah dan terancam punah di
lingkungan aslinya. Spesies rubah yang terancam punah antara lain rubah pemakan kepiting
(Cerdocyon thous) dan rubah bertelinga kelelawar (Otocyon megalotis) dari Afrika. Namun,
jenis-jenis rubah lainnya, seperti rubah fennec (Vulpes zerda), tidak terancam.

Pemanfaatan Rubah

Di daerah perkebunan buah, rubah dimanfaatkan untuk mengendalikan hama. Rubah dapat
mengurangi hama tanpa merusak buah.

Berburu rubah merupakan kegiatan kontroversial yang bermula di Inggris pada abad ke-16.
Berburu rubah dengan anjing saat ini dilarang di Inggris, tetapi berburu tanpa anjing masih
diperbolehkan. Pemburuan rubah juga dilakukan di negara-negara lain, seperti Australia,
Kanada, Prancis, Irlandia, Italia, Rusia, dan Amerika Serikat. Rubah diburu untuk diambil
bulunya.

Anda mungkin juga menyukai