Modul dapat diartikan sebagai materi pembelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis
sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut
(Daryanto, 2013: 31). Susislana dan Riyana (2009: 15) menyatakan modul adalah suatu paket
program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan di desain sedemikian rupa guna
kepentingan belajar siswa. Satu paket modul biasanya memiliki komponen petunjuk guru, lembaran
kegiaan siswa. Lembaran kerja siswa, kunci lembaran kerja, lembaran tes dan kunci tes.
Modul merupakan suatu unit lengkap yang terdiri dari giatan belajar yang disusun untuk membantu
siswa belajar mandiri dalam mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas
(Susilana dan Riyana Nasution, 2015: 205) .
Tahapan dan Perencanaan Penulisan Modul
Faktor yang melandasi perencanaan penulisan modul (Daryanto, 2013: 33):
1. Peserta didik
2. Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus
3. Menentukan isis dan urutan materi pembelajaran
4. Memilih dan menentukan media, dan
5. Menentukan strategi penilaian
Karakteristik modul
Untuk menghasilkan modul yang mampu meningkatkan motivasi belajar, pengembangan modul
harus memperhatikan karakteristik yang diperlukan sebagai modul adalah (Daryanto dan
Dwicahyono, 2014: 186-188)
1. Self Instruction
Merupakan karakteristik penting dalam odul, dengan karakter tersebut memungkinkan
seseorang belajar secara mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain.
2. Self Containeed
Modul dikatakan self contained bila seluruh materi pembelajaran yang dibutuhkan termuat
dalam modul tersebut. Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan peserta didik
mempelajarai materi pembelajaran secara tuntas.
3. Berdiri Sendiri (Stand Alone)
Stand alone atau berdiri sendiri merupakan karakteristik modul yang tidak tergantung pada
bahannajar/ meida lain, atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar atau
media lain.
4. Adaptif
Modul hendaknya memiliki daya adaptasi yang tiggi terhadap perkembanagn ilmu dan
teknologi. Dikatakan adaptif jika modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel/ luwes digunakan di berbagai perangkat keras
(hardware)
5. Bersahabat/ Akrab (User Friendly)
Modul hendaknya juga memenuhi kaidah user friendly atau bersahabat/ akrab dengan
pemakaiannya. Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan
bersahabat dengan pemakaiannya, termasuk kemudahan pemakaian dalam merespon dan
mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah
dimengerti, serta menggunakan istilah yang umum digunakan, merupakan salah satu bentuk
user friendly.
Komponen Modul
Modul pengajaran memiliki bagian komponen berbeda (Smaldino, dkk, 2012: 279) sebagai
berikut:
1. Dasar pemikiran, diberikan garis besar mengenai konten modul dan sebuh penjelasan
kenapa para pembelajar sebaiknya mempelajarinya.
2. Tujuan, dinyatakan dalam istilah kinerja apa yang diharapkan diperoleh pembelajar dari
menyelesaikan modul.
3. Ujian masuk, ketentuan apakah pebelajar telah menguasai kemampuan prasyarat yang
diperlukan untuk memulai modul.
4. Material multimedia, gunakan berbagai teknologi dan media untuk melibatkan para
pebelajar secara aktif dan untukmemanfaatkan penginderaan mereka. Sebagian besar
format sangat bermanfaat untuk digunakan dalam modul.
5. Kegiatan belajar, menggunakan berbagai macam strategi dan media dapat
meningkatkan minat para pebelajar dan memenuhi kebutuhan para pebelajar.
6. Latihan dengan umpan balik, memberikan para pebelajar kesempatan untuk
mempraktekkan setuap tujuan dan memberikan umpan balik terkait dengan kecepatan
respon mereka.
7. Ujian mandiri, memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk meninjau kembali dan
memeriksa kemajuanmereka sendiri.
8. Ujian penutup, menilai apakah para pebelajar telah menguasai tujuan dari modul itu.
Referensi:
Daryanto. 2013. Menyusun Modul (Bahan Ajar untuk Persiapan Guru Mengajar).
Yogyakarta: Gava Media
Susilana, Rudi dan Riyana, Cepi. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima