C-6
KEAUSAN AGREGAT ( MESIN LOS ANGELES )
I. MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN
Metode ini dimaksudkan sebagai pegangan untuk menentukan ketahanan
agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles.
Tujuan Pengujian ini adalah untuk mengetahui angka keausan tersebut, yang
ditanyakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lolos saringan No. 12 (1,7
mm) terhadap berat semula dalam persen. Pengujian ini dapat digunakan untuk
mengukur keausan agregat kasar. Hasil pengujian bahan ini dapat digunakan untuk
mengukur keausan agregat kasar. Hasil pengujian bahan ini dapat digunakan dalam
perencanaan dan pelaksanaan bahan perkerasan jalan atau konstruksi beton.
II. ALAT DAN BAHAN
1. Mesin Abrasi Los Angeles (lampiran C) :
Mesin terdiri dari silinder baja tertutup pada kedua sisinya dengan diameter 711
mm (28”) panjang dalam 508 mm (20”), silinder bertumpu pada dua poros pendek
yang tak menerus dan berputar pada poros mendatar; Silinder berlubang untuk
memasukkan benda uji, penutup lubang terpasang rapat sehingga permukaan dalam
silinder tidak terganggu; di bagian dalam silinder terdapat bilah baja melintang
penuh setinggi 89 mm (3,5’’).
2. Saringan No. 12 (1,7mm) dan saringan – saringan lainnya.
3. Timbangan, dengan ketelitian 5 gram.
4. Bola – bola baja dengan diameter rata – rata 4,68 cm (1 7/8’’) dan berat
masing – masing antara 400 gram sampai 440.
5. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai
(110±5)℃.
6. Berat dan gradasi benda uji sesuai dibawah atau daftar ( lampiran ) :
Ukuran Saringan Berat ( kg )
25,4 mm (1”) 3,5
19,0 mm (3/4”) 3
12,5 mm (1/2”) 2,5
9,5 mm (3/8”) 2
4,75 mm (no. 4) 1,5
2,36 mm (no. 8) 1
1,58 mm (no. 12) 1
III. PEMBAHASAN TEORI
IV. PROSEDUR PERCOBAAN
Pengujian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
1) Pengujian ketahan agregat kasar terhadap keausan dapat dilakukan dengan
salah satu dari 7 (tujuh) cara berikut :
1) Cara A : Gradasi A, bahan lolos 37,5 mm sampai tertahan 9,5 mm. Jumlah
bola 12 buah dengan 500 putaran;
2) Cara B : Gradasi B, bahan lolos 19 mm sampai tertahan 9,5 mm, jumlah
bola 11 buah dengan 500 putaran ;
3) Cara C : Gradasi C, bahan lolos 9,5 mm sampai tertahan 4,75 mm (no.4)
jumlah bola 8 buah dengan 500 putaran;
4) Cara D : Gradasi D, bahan lolos 4,75 mm (no.4). jumlah bola 8 buah
dengan 500 putaran
5) Cara E : Gradasi E, bahan lolos 50mm sampai tertahan 25 mm. Jumlah
bola 12 buah dengan 1000 putaran;
6) Cara F : Gradasi F, bahan lolos 50 mm sampai tertahan 25 mm. Jumlah
bola 12 buah dengan 1000 putaran;
7) Cara G : Gradasi G, bahan lolos 37,5 mm sampai tertahan 19 mm. Jumlah
bola 12 buah dengan 1000 putaran;
Bila tidak ditentukan cara yang harus dilakukan, maka pemilihan gradasi disesuaikan
dengan contoh material yang merupakan wakil dari material yang akan digunakan :
1. Benda uji dan bola baja dimasukkan ke dalam mesin abrasi Los
Angeles;
2. Putar mesin dengan kecepatan 30 sampai dengan 33 rpm. Jumlah
putaran gradasi A, B, C, dan D 500 putaran dan untuk gradasi E, F, dan
G 100 putaran;
3. Setelah selesai pemutaran, keluarkan benda uji dari mesin kemudian
saring dengan saringan no. 12 (1,7 mm); butiran yang tertahan di
atasnya dicuci bersih, selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu
(110±5)℃ sampai berat tetap.
V. DATA PERCOBAAN
VI. PERHITUNGAN
VII. DOKUMENTASI