2.
3 Dynamic Cone Penetrometer Test (DCP)
2.3.1 Tujuan
Pengujian ini dilakukan untuk dapat mengetahui kekuatan suatu pada
kedalaman ± 1.0 meter, yang dapat dikorelasikan dengan nilai CBR lapangan.
2.3.2 Dasar Teori
Pengujian cara dinamis ini dikembangkan oleh TRL (Transport and Road
Research Laboratory), Crowthorne, Inggris dan mulai diperkenalkan di Indonesia
sejak tahun 1985 / 1986. Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan nilai CBR
(California Bearing Ratio) tanah dasar, timbunan, dan atau suatu sistem perkerasan.
Pengujian ini akan memberikan data kekuatan tanah sampai kedalaman kurang
lebih 70 cm di bawah permukaan lapisan tanah yang ada atau permukaan tanah
dasar. Pengujian ini dilakukan dengan mencatat data masuknya konus yang tertentu
dimensi dan sudutnya, ke dalam tanah untuk setiap pukulan dari palu/hammer yang
berat dan tinggi jatuh tertentu pula. Pengujian dengan alat DCP ini pada dasarnya
sama dengan Cone Penetrometer (CP) yaitu sama-sama mencari nilai CBR dari
suatu lapisan tanah langsung di lapangan. Hanya saja pada alat CP dilengkapi
dengan poving ring dan arloji pembacaan, sedangkan pada DCP adalah melalui
ukuran (satuan) dengan menggunakan mistar percobaan dengan alat CP digunakan
untuk mengetahui CBR tanah asli, sedangkan percobaan dengan alat DCP ini hanya
untuk mendapat kekuatan tanah timbunan pada pembuatan badan jalan, alat ini
dipakai pada pekerjaan tanah karena mudah dipindahkan ke semua titik yang
diperlukan tetapi letak lapisan yang diperiksa tidak sedalam pemeriksaan tanah
dengan alat sondir. Pengujian dilaksanakan dengan mencatat jumlah pukulan
(blow) dan penetrasi dari konus (kerucut logam) yang tertanam pada tanah/lapisan
pondasi karena pengaruh penumbuk kemudian dengan menggunakan grafik dan
rumus, pembacaan penetrometer diubah menjadi pembacaan yang setara dengan
nilai CBR. Transport Road Research (TRL, 1993), Sampai saat ini alat DCP yang
sudah banyak dikenal dan digunakan adalah DCP yang diperkenalkan oleh TRL
yang dilaporkan pada Overseas Road Note 31, grafik hubungan yang digunakan
adalah perumusan dari Smith & Pratt, 1983 untuk konus 30o dengan persamaan
Log CBR = 2,503 – 1,15 (Log DCP) dan TRL, 1990, untuk konus 60o dengan
persamaan Log CBR = 2,48 – 1,057 (Log DCP). Pada umumnya setiap rangkaian
pengujian perkerasan (test pits) di beberapa tempat yang dianggap mewakili suatu
segmen jalan yang diuji
2.2.3 Peralatan
Alat penetrometer konus dinamis (DCP) terdiri dari tiga bagian utama yang
satu sama lain harus disambung sehingga cukup kaku, seperti telihat pada gambar:
Dimana:
1. Bagian atas :
(a) Pemegang
(b) ) Batang bagian atas diameter 16 mm, tinggi-jatuh setinggi
575 mm;
(c) Penumbuk berbentuk silinder berlubang, berat 8 kg.
2. Bagian tengah:
(a) Landasan penahan penumbuk terbuat dari baja;
(b) Cincin peredam kejut
(c) Pegangan untuk pelindung mistar penunjuk kedalaman
3. Bagian bawah:
a) Batang bagian bawah, panjang 90 cm, diameter 16 mm
b) Batang penyambung, panjang antara 40 cm sampai
dengan 50 cm, diameter 16 mm dengan ulir dalam di
bagian ujung yang satu dan ulir luar di ujung lainnya
c) Mistar berskala, panjang 1 meter, terbuat dari plat baja
d) Konus terbuat dari baja keras berbentuk kerucut di
bagian ujung, diameter 20 mm, sudut 60° atau 30°
e) Cincin pengaku
2.3.4 Prosedur Pengujian
1. Letakkan penetrometer yang telah dirakit di atas tanah yang akan
diperiksa. Letakkan alat ini sedemikian rupa sehingga berada dalam
posisi vertical, penyimpangan sedikit saja akan menyebabkan kesalahan
pengukuran yang relatif besar.
2. Baca posisi awal penunjuk mistar ukur (X0) dalam satuan mm yang
terdekat. Penunjuk Xo ini tidak perlu tepat pada angka nol (0) karena nila
X0 akan diperhitungkan pada nilai penetrasi. Masukkan nilai Xo pada
formulir perhitungan data kolom ke-2 untuk tumbukan n = 0 (baris ke-
1).
3. Angkat palu penumbuk sampai menyentuh pegangan lalu lepaskan
sehingga menumbuk landasan penumbuk, ini menyebabkan konus
menembus tanah dibawahnya.
4. Baca posisi penunjuk mistar ukur (X1) setelah terjadi penetrasi.
Masukkan nilai X1 pada formulir pada kolom ke-2 pada baris ke-2 (n =
1). Isilah kolom ke-3 pada formulir data yaitu selisih antara (X1 dan X0).
Kemudian isi formulir data besarnya nilai :
25
x1
𝑋1 − 𝑋0
5. Ulangi lagi prosedur dan 4 berulangkali sampai batas kedalaman yang
akan diperiksa. Masukkan data X2, X3,……, Xn pada kolom ke-2 sesuai
dengan baris n = 2, n = 3, …… n = n.
6. Isilah kolom ke-3 pada formulir data yaitu selisih antara nilai X1 dengan
X0 (1, 2, 3, 4, ……, n). Isilah kolom ke-4 (tumbukan per 25 mm) dengan
25
rumus : xn
𝑋𝑛−1 −𝑋𝑛
2.3.5 Bentuk Hubungan (Korelasi) Nilai CBR–DCP
Dari data, didapat nilai DCP yang diambil adalah jumlah rata-rata dari penetrasi
per pukulan (mm/blow). Dari nilai DCP yang ada, dapat dicari nilai CBR yang
ada. Semakin kecil nilai penetrasi DCP (mm/blow), maka makin besar nilai CBR
yang tejadi, dan sebaliknya semakin besar nilai penetrasi DCP (mm/blow), maka
makin kecil nilai CBR yang terjadi. Nilai korelasi yang terjadi didapat dari
beberapa percobaan yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Penelitian yang
sangat intensif telah dilakukan untuk menghasilkan hubungan empiris antara DCP
dan CBR. Pada literatur yang berjudul Potential Application of Dynamic and
Static Cone Penetrometers in MDOT Pavement Design and Construction. US
Departement of Transportation Federal Highway Administration dijelaskan
beberapa penelitian yang telah dilakukan dan menghasilkan korelasi antara DCP
dan CBR, contohnya, Kleyn, 1975; Harrison, 1987; Livneh 1987; Livneh and
Ishai, 1988; Chua, 1988; Harrison, 1983; Van Vuuren, 1969; Livneh, et. Al.,
1992; Livneh and Livneh, 1994; Ese et. Al., 1994; and Coonse, 1999. Berdasarkan
hasil dari penelitian yang lampau, banyak hubungan DCP dan CBR digambarkan
pada rumus berikut ini:
Log(CBR) = a + b log (DCP) (1)
Dimana: DCP = nilai DCP (mm/blow). a = nilai konstanta antara 2,44 – 2,60 b =
nilai konstanta antara 1,07 – 1,16
Persamaan diatas, dapat digunakan untuk beberapa jenis tanah, diantaranya tanah
granular, cohesive, aggregate base course, hingga piedmont residual soil. Untuk
beberapa jenis tanah, rumus yang digunakan berbeda koefisien
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
R_LABORATORIUM_DAN_DCP_PADA_TANAH_YANG_DIPADATKAN_P
ADA_RUAS_JALAN_WORI-
_LIKUPANG_KABUPATEN_MINAHASA_UTARA