KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ANNISA QUEEN
NOMOR : /SK-DIR/ V /2018
TENTANG
PEMBENTUKAN TIM CODE BLUE RUMAH SAKIT
RUMAH SAKIT ANNISA QUEEN
Menimbang : a. Bahwa dalam upaya memberikan pelayanan medis yang optimal harus
benar-benar memperhatikan mutu dan kualitas pelayanan yang diberikan
serta keamanan dan keselamatan bagi pasien maupun bagi petugas
medisnya;
b. Bahwa perlu dilakukan pembentukan Tim Code Blue Rumah Sakit yang
bertanggung jawab terhadap terlaksananya tata laksana pemberian
pelayanan kegawatdaruratan medis (airway-cardiac arrest) di Rumah
Sakit Annisa Queen;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf
(a) dan (b), perlu dibentuk Tim Code Blue Rumah Sakit yang ditetapkan
dengan Keputusan Direktur;
Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan;
2. Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
3. Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek
Kedokteran;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016
Tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu;
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;
6. PeraturanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012
Tentang Akreditasi RumahSakit
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ANNISA QUEEN TENTANG
PEMBENTUKAN TIM CODE BLUE RUMAH SAKIT ANNISA QUEEN.
KESATU : Susunan Tim Code Blue Rumah Sakit Annisa Queen sebagaimana tercantum
dalam lampiran keputusan ini.
KEDUA : Dengan diberlakukannya ketentuan pada diktum pertama, maka yang
bersangkutan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan
tugas Tim Code Blue Rumah Sakit serta memberikan hasil laporannya
langsung ke Komite Medis Rumah Sakit Annisa Queen.
KETIGA : Segala biaya yang timbul akibat diterbitkannya keputusan ini dibebankan
pada DPA Rumah Sakit Annisa Queen.
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Garut
Pada tanggal : 04 Mei 2018
Direktur RS ANNISA QUEEN
[Link] Tarmadi,[Link]
Lampiran Keputusan Direktur RS ANNISA QUEEN
Nomor : /SK-DIR/ /2018
Tanggal : /SK-DIR/ V /2018
SUSUNAN TIM CODE BLUE RUMAH SAKIT
ANNISA QUEEN
Ketua : dr. Dhadi Ginanjar,[Link]
Wakil Ketua : Dokter PPDS Anestesi
Tim Code Blue I : 1 Dokter PPDS Anestesi
2 Dokter Jaga
3 Kepala Instalasi IGD
4 Perawat Pelaksana IGD
5 Kepala Ruangan Rawat Inap
6 Perawat Pelaksana IGD
Tim Code Blue II 1 Dokter PPDS Anestesi
2 Dokter Jaga
3 Perawat Ketua Tim IGD
4 Perawat Ketua Tim HCU/NICU
5 Perawat Pelaksana IGD
6 Ketua Tim Ruangan Rawat Inap
Ditetapkan di : Garut
Pada tanggal : 04 Mei 2018
Direktur RS ANNISA QUEEN
[Link] Tarmadi,[Link]
Lampiran Keputusan Direktur RS ANNISA QUEEN
Nomor : /SK-DIR/ V /2018
Tanggal : 04 Mei 2018
URAIAN TUGAS TIM CODE BLUE
RUMAH SAKIT ANNISA QUEEN
1. Ketua Tim
Mengkoordinir segenap anggota
Ketua Tim Code Blue adalah seorang dokter jaga yang bertugas pada hari itu
sebagai Leader Code Blue dalam melakukan tindakan penatalaksanaan.
Bekerjasama dengan diklat membuat pelatihan kegawatdaruratan yang dibutuhkan
oleh anggota
2. Wakil Ketua Tim
Mengidentifikasi awal / triage pasien di ruangan
Memimpin penanggulangan pasien saat terjadi kegawatdaruratan
Memimpin tim dalam pelaksanaan RJP
Menentukan sikap
3. Tim I & Tim II
Tim I bertugas pada shift pagi dan Tim II bertugas pada sore dan malam hari.
Bersama dokter penanggungjawab medis mengidentifikasi/triage pasien di ruang
Membantu dokter penanggungjawab medis menangani pasien gawat dan gawat
darurat di ruang
Memberikan bantuan hidup dasar kepada pasien gawat / gawat darurat di ruang
Melakukan resusitasi jantung paru kepada pasien gawat darurat diruang perawatan
Code Blue akan dikumandangkan ketika terdapat masalah henti jantung dan napas
yang mungkin menimpa pasien, pengunjung, maupun staf.
Perawat yang pertama kali menemukan melakukan kompresi (1 menit 100
kompresi) sampai tim code blue yang ditentukan datang
Perawat 1 adalah seorang kepala perawat jaga/ Case manager bertugas sebagai:
a. Penghubung konsultasi ke bagian lain jika diperlukan. Misalnya dokter
jaga atau dokter yang ditetapkan sebagai leader tindakan
penatalaksanaan sedang melakukan tindakan kegawatan lain, kepala
jaga menghubungi dokter di unit gawat darurat, jika memerlukan
ICU/IMCU segera menghubungi ruangan tersebut.
b. Membantu melakukan pengecekan alat & obat yang diperlukan selama
tindakan Code Blue.
c. Melaporkan kegiatan penatalaksanaan tim code blue kepada instalasi
pelayanan di tempatnya bekerja.
Perawat 2 & Perawat 3 adalah perawat yang bertugas pada hari itu dengan
kualifikasi mahir BTCLS atau sejenisnya, yang akan membantu dokter melakukan
kompresi jantung dan pernafasan buatan pada kegiatan penatalaksanaan code blue
secara bergantian.
Perawat 4 adalah perawat alat & obat tindakan penatalaksanaan code blue yang
bertugas pada hari itu dan bertugas:
a. Mengecek peralatan dan obat resusitasi di troly emergency
b. Melaporkan kepada kepala jaga jika membutuhkan upaya penyediaan obat/
alat yang tidak ada atau sudah terpakai.
Petugas Satpam dan Cleaning service berkewajiban untuk membantu
mengamankan jalur evakuasi/ membuka akses jalan, mengosongkan lift untuk
mempermudah pemindahan pasien ke tempat yang aman apabila diperlukan.
Ditetapkan di : Garut
Pada tanggal : 04 Mei 2018
Direktur RS ANNISA QUEEN
[Link] Tarmadi,[Link]