100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
717 tayangan6 halaman

Sensus Harian Rawat Inap dan Jalan

Dokumen tersebut membahas tentang sistem statistik sensus harian rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Sensus harian digunakan untuk mengumpulkan data pasien, jumlah kunjungan, diagnosis, dan sebagai sumber data pelaporan rumah sakit. Sensus rawat inap digunakan untuk menghitung jumlah pasien dirawat setiap hari dan rerata sensus pasien dalam suatu periode.

Diunggah oleh

Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
717 tayangan6 halaman

Sensus Harian Rawat Inap dan Jalan

Dokumen tersebut membahas tentang sistem statistik sensus harian rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Sensus harian digunakan untuk mengumpulkan data pasien, jumlah kunjungan, diagnosis, dan sebagai sumber data pelaporan rumah sakit. Sensus rawat inap digunakan untuk menghitung jumlah pasien dirawat setiap hari dan rerata sensus pasien dalam suatu periode.

Diunggah oleh

Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sensus Harian Rawat Jalan Dan Rawat Inap Rekam Medis

Jul

Sistem statistik

Sensus Harian

Sensus Harian Rawat Jalan

a. Definisi Sensus Harian Pasien Rawat Jalan

Definisi Sensus harian pasien rawat jalan adalah kegiatan pencatatan atau perhitungan pasien yang di
lakukan setiap hari pada setiap intallasi rawat jalan, ( direktur jendral pelayanan medik, departemen
kesehatan RI 1998, pedoman pencaatatan kegiatan pelayanan rumah sakit di Indonesia),

Tujuan sensus harian adalah untuk memperoleh informasi, mengenai identitas pasien, cara
kunjungan,asal pasien,keadaan pasien, cara pemmbayaran dari setiap pasien rawat jalan yang di layani di
masing-masing unit pelayanan selain dari pada hal tersebut sensus harian juga mempunyai kegunaan
antara lain :

Untuk mengetahui jumlah kunjungan pasien ,pasien keluar rumah sakit.

Untuk informasi mengenai diagnose ,penyakit,jumlah kunjungan pasien dating dan keluar.

Untuk menghitung penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Sebagai sumber data untuk melaksanakan sistempelaporan rumah sakit.

Sebagai sarana untuk menentukan kebijaksanaan pemimpin.


Sebagai arsip rawat jalan atau poliklinik yang harus di simpan di setiap poliklinik rawat jalan.

b. Kegunaan Sensus Harian

> untuk mengetahui jumlah pasien yang sedang di rawat jalan di rumah sakit

> sebagai sarana untuk mengontrol jumlah pasien masuk

> sebagai sumber data untuk pelaporan rumah sakit

c. Tujuan Sensus Harian

Sensus harian bertujuan memperoleh semua pasien yang masuk dan keluar rumah sakit selama 24 jam.
(Directorat jendral pelayanan medik Departemen Kesehatan RI 1989, pedoman pencatatan rumah sakit
di Indonesia, hal 43).

d. Formulir Sensus Harian Rawat Jalan

Formulir adalah kertas yang memiliki ruang untuk di isi karena merupakan dokumen untuk merekam dan
mencatat selama pasien di rawat di rumah sakit (Depkes RI, DIrektur jendral pelayanan medic, petunjuk
teknis penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit.) karena dengan adanya formulir ini dapat di
pergunakan untuk menetapkan tanggung jawab timbulnya kegiatan atau pelayanan kepada pasien dan
dapat juga di pergunakan sebagai alat komunikasi pokok penyampaian informasi dan unit yang satu ke
unit yang lainnya, mempunyai saling keterkaitan dan keseimbangan yang dapat di jadikan dasar untuk
pengambilan keputusan.

e. Kelengkapan Pengisian Sensus Harian


Dalam mewujudkan pencapaian kualitas rumah sakit yang baik, maka sudah dapat di pastikan rumah
sakit harus memiliki suatu kontrol dan pengawasan di dalam menganalisa kelengkapan pengisian
formulir sensus harian pasie rawat jalan, hal ini dapat di gunakan untuk memastikan appakah formulir
sensus harian pasien rawat jalan yang di isi sudah lengkap, Sensus harian dapat di nilai lengkap apabila di
dalamnya terdapat semua data tentang pasien khususnya pasien rawat jalan, peran serta perawat
kepada masing-masing orang ,perawat atau bidan yang menuliskan pasien adalah hal yang mendukung
kelengkapan pengisian formulir sensus harian pasien rawat jalan,karena mereka adalah orang yang
paling bertanggung jawab terhadap penggunaan sensus harian pasien rawat jalan, adapun yang di
maksud kreteria lengkap adalah sebagai berikut :

Semua poin atau item yang terdapat pada formulir dapat terisi lengkap.

Sensus harian di buat setiap hari mulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 13.30 WIB.

Semua sensus harus di buat rangkap tiga dan diserahkan sebagai catatan medik ; p 2 RN dean sebagai
arsip rawat jalan.

f. Mekanisme Pengisian Sensus Harian Pasien Rawat Jalan

Berdasarkan buku pedoman kegiatan pelayanan rumah sakit di Indonesia tahun 1994, mekanisme
pengisian sensus harian pasien rawat jalan.

Sesus harian di isi pada saat pasien dating di poliklinik untuk pemeriksaan.

Sensus harian untuk setiap hari di tutup pada pukul 13.30 wib, dan sesudah itu di buat laporan sensus
harian yang bersangkutan, jika ada pasien yang masuk rumah sakit, maka harus di catat pada formulir
sensus harian berikutnya.

Sensus harian di buat rangkap tiga


1 lembar untuk sub bagian catatan medis

1 lembar untuk P 2 RN

1 lembar untuk arsip rawat jalan

> Sensus harian harus di kirim setiap hari

> Lain nya untuk rumah sakit mekanisme pembuatan sensus harian di sesuai kan

dengan kebutuhan.

Sensus Harian Rawat Inap

a. Pengertian

Sensus pasien merupakan aktivitas yang rutin dilaksanakan di rumah sakit, sensus pasien difokuskan
pada sensus pasien rawat inap. Sensus pasien rawat inap berarti secara lansung menghitung jumlah
pasien rawat inap berarti secara langsung menghitung jumlah pasien yang dilayani di unit rawat inap
tersebut.

Sensus umumnya dilaksanakan sekitar tengah malam (menjelang jam 24.00). sebenarnya sensus boleh
dilaksanakan jam berapapun asalkan jam sensus yang dipilih tersebut harus tetap atau konsisten dan
seragam di semua unit pelaksana sensus. Kebiasaan penetapan jam pelaksanaan sensus harian
menjelang tengah malam memiliki beberapa keuntungan, misalnya :

Suasana umumnya lebih tenang, tidak banyak pengunjung atau keluarga pasien dan petugas lain.

Suasana umumnya lebih nyaman, tidak panas seperti pada siang hari,

Suasana umumnya lebih santai, tidak sedang sibuk seperti pada jam kerja,

Periode sensus akan lebih baik identik dengan periode waktu 24 jam dalam pengertian hari, tidak
memenggal hari.

b. Hari Perawatan
Hari perawatan (HP= Inpatient bed day = bed day = patient day =inpatient service day ). Jumlah pasien
yang ada saat sensus dilakukan ditambah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama pada ahari
sensus diambil. Jadi sama dengan jumlah pasien yang menggunakan tempat tidur dalam periode waktu
24 jam. Angka ini juga menujukkan beban kerja unit perawatan yang bersangkutan dalam suatu periode
waktu.

Jumlah hari perawatan/total patient days/total inpatient service day. Menujukkan jumlah hari perawatan
dari setiap hari dalam periode waktu tertentu. anggka ini bisa didapatkan dari formulir sensus. Periode
masa 24 jam yaitu periode waktu diantara waktu pelaksanaan sensus pada suatu hari yang berurutan.

Satu unit satuan dalam HP biasanya tidak mengenal periode hari penanggalan, jadi sesuai dengan
periode hari penanggalan. Dalam menghitung HP, tanggal masuk pasien ikut diperhitungkan tapi tanggal
keluar tidak ikut diperhitungkan.

Jika pasien “cuti” (pulang sementara, dengan ijin dokternya, dan akam masuk perawatan inap kembali
pada waktu yang telah disepakati) maka hari cutinya tidak diikuntukan dalam perhitungan HP ( dan tidak
dihitung juga dalam perhitungan lama dirawat/ LOS pasien tersebut)

Hari perawatan pasien anak-anak dihitung terpisah dari pasien dewasa.

c. Pasien Transfer

Tranfer merupakan kejadian pindahnya pasien dari unit rawat inap (bangsal) ke bangsal lainya di rumah
sakit yang bersangkutan. Jadi, pasien transfer masih berstatus sebagai pasien rawat inap di rumah sakit
tersebut, belum dihitung sebagai keluar/Discharge

Jika ada bangsal yang menerima pasien transfer (dalam sensus akan dihitung sebagai pasien pindahan)
maka pasti ada bangsal yang telah mentranfer pasien tersebut (dalam sensus akan dihitung sebagai
pasien dipindahkan)

Adanya aktifitas transfer mengakibatkan diseragamkannya jam pelaksanaan sensus disemua bangsal
dalam satu rumah sakit. Jika tidak seragam, bisa terjadi satu pasien transfer dihitung di lebih dari satu
bangsal (di hitung dobel) aatau sebaliknya seorang pasien transfer tidak dihitung keberadaannya oleh
bangsal manapun (hilang dari perhitungan sensus)

d. Pasien Masuk dan Keluar Pada Hari yang Sama

Dalam kegiatan pelayanan rawat inap, bisa terjadi seorang pasien masuk dan keluar perawatn pada hari
yang sama, dalam penghitungan lama dirawat (LD)/length of stay (LOS), pasien yang masuk dan keluar
pada hari yang sama dihitung lama dirawatnya 1 hari
Jumlah pasien masuk dan keluar pada hari yang sama ini akan menjadi bagian yang diperhitungkan pada
saat menghitung hari perawatan.

e. Rekapitulasi Sensus

Proses rekapitulasi sensus harian dalam suatu periode (misalnya satu bulan), selain sebagai tahapan
menyatukan dan menjumlahkan hasil dari sesnsus setiap harinya juga sebagai langkah mencocokkan/
mengverifikasi data tersebut.

f. Rerata Sensus Pasien

Rarata sensus harian menujukkan rerata jumlah pasien yang dirawat setiap harinya dalam periode waktu
tertentu.

Rerata sensus harian dihitung dengan cara membagi total hari perawatan (HP, tidak termasuk bayi baru
lahir ) dengan jumlah hari dalam periode yang dimaksud.

Rumus = ∑HP (tidak termasuk BBL)/∑Hari dalam periode yang bersangkutan

g. Rerata Sensus Pasien Bayi Baru Lahir (BBL)

Rerata sensus harian bayi baru lahir menujukkan rerata jumlah bayi baru lahir yang dirawat setiap
harinya dalam periode waktu tertentu.

Rerata sensus harian bayi baru lahir dihitung dengan cara membagi total hari perawatan bayi baru lahir
(HP bayi baru lahir) dengan jumlah hari dalam periode yang dimaksud.

Rerata Sensus harian BBL

Rumus = ∑HP BBL/∑Hari dalam periode yang bersangkutan

Anda mungkin juga menyukai