0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan3 halaman

Indikator Logam dalam Titrasi Asam Basa

indikator logam

Diunggah oleh

haha haha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan3 halaman

Indikator Logam dalam Titrasi Asam Basa

indikator logam

Diunggah oleh

haha haha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Indikator logam yaitu indikator yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan ion logam

dan zat warna organik yang membentuk kelat berwarna dengan ion logam. Kriteria yang menjadi
patokan dalam memilih indikator ion logam adalah ikatan antara indikator dengan ion logam harus lebih
lemah daripada ikatan ion logam dengan EDTA dan menunjukan perubahan warnah yang harus mudah
teramati.

Ada lima syarat suatu indikator ion logam dapat digunakan pada pendeteksian visual dari titik akhir
yaitu:

1. reaksi warna harus sedemikian sehingga sebelum titik akhir, bila hampir semua ion logam telah
berkompleks dengan EDTA, larutan akan berwarna kuat.
2. reaksi warna itu haruslah spesifik (khusus), atau sedikitnya selektif.
3. Kompleks indikator -logam itu harus memiliki kestabilan yang cukup, kalau tidak karena
disosiasitak akan diperoleh perubahan warna yang tajam.
4. Namun kompleks indikator- logam itu harus kurang stabil dibanding kompleks logam-EDTA
untuk menjamin agar pada titik akhir titrasi, EDTA memindahkan ion-ion logam dari kompleks-
indikator logam ke kompleks logam –EDTA harus tajam dan cepat.
5. kontras warna antara indikator bebas dan kompleks-indikator logam harus sedemikian sehingga
mudah diamati.

Beberapa macam indicator logam yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Eriochrom Black-T (EBT)

Merupakan asam lemah, tidak stabil dalam air karena senyawa organic ini merupakan gugus
sulfonat yang mudah terdisosiasi sempurna dalam air dan mempunyai 2 gugus fenol yang
terdisosiasi lambat dalam air
Penggunaan :

Penentuan kadar Ca, Mg, Cd, Zn, Mn, Hg

b. Jingga xilenol (Xylenol Orange)

Indikator ini berwarna kuning sitrun dalam suasana asam dan merah dalam suasana [Link]
logam-jingga xilenol berwarna merah, karena itu digunakan pada titrasi dalam suasana asam.

c. Biru Hidroksi Naftol

Indikator ini memberikan warna merah sampai lembayung pada daerah pH 12-13 dan menjadi biru
jernih jika terjadi kelebihan edetat.

d. Murexid

Merupakan indikator yang sering digunakan untuk titrasi Ca2+, pada pH=12.

e. Calmagnite

f. Arsenazol

g. NAS

h. Pyrocatechol Violet

i. Calcon

Anda mungkin juga menyukai