Petrografi Hornblende Andesit Alterasi
Petrografi Hornblende Andesit Alterasi
Qz Qz Ser
Ser
Op Gls
Op
Py s
Py
Ser
Qz
Qz
Op
Cb
Qz
Ser Ser
Op
Fel
Sayatan tipis batuan beku vulkanik yang telah mengalami ubahan dengan warna abu-abu hingga
hitam. Derajat kristalisasi Hipokristalin, dengan bentuk subhedral-anhedral dan ukuran butir
mineral [Link] dari mineral plagioklas terubah dan mineral mafik yang telah terubah.
Batuan telah terubah ditunjukkan dengan mineral sekunder yang terdiri dari mineral kuarsa,
carbonat, serisit, clay mineral, dan mineral opak. Keseluruhan komposisi mineral di dalam batuan
sudah hampir 85% mengalami uabahan atau alterasi, sehingga tekstur dan pengklasifikasian
penamaan batuan asal sulit ditentukan.
KOMPOSISI MINERAL :
Plagioklas (35%) hadir sebagai fenokris berwarna putih keruh dan sebagai mikrolit-
mikrolit halus di massadasar. Belahan prismatik; indeks bias n mineral < n balsam; relief
rendah; non-pleokroisme; berukuran 0.05-0.5 mm, dan berbentuk subhedral. Dan sebagian
telah mengalami ubahan menjadi mineral kuarsa, klorit dan mineral opak.
Feldspar (35%) yang hadir sebagai salah satu fragmen kristal. Feldspar kenampakan
struktur lebih prismatik, warna abu-abu posisi nikol bersilang. Dengan relief rendah, indeks
bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; berukuran 0.1-0.2mm dengan bentuk
subhedral.
Gelas (10%) tidak berwarna-kecoklatan; pengamatan dengan nikol bersilang gelap; dengan
menggunakan keping gips berwarna ungu muda, biru, dan kuning terang. Sebagian telah
mengalami ubahan menjadi mineral opak.
Mineral Sekunder
Kuarsa (20%) merupakan mineral yang terbentuk pada suhu yang rendah berwarna abu-
abu sampai berwarna putih. Pada PPL kuarsa tidak berwarna-kuning; orde I; relief rendah,
indeks bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; pemadaman bergelombang; bentuk
anhedral; dan berukuran 0.05-0.1 mm. Hadir sebagai mineral ubahan plagioklas dan
piroksen.
Serisit (15%) tidak berwarna dan tidak ada pleokroisme: relief rendah; berbentuk agregat
granular; pada pengamatan nikol bersilang menunjukkan warna interferensi kuning
kecoklatan orde III; hadir sebagai hasil ubahan dari plagioklas.
Carbonat (5%) tidak berwarna; berbentuk subhedral-anhedral; belahan 2 arah; relief
sedang; berukuran 0.05-0.1mm; dan berwarna coklat-krem berwarna-warni pada nikol
bersilang. Hadir sebagai mineral ubahan dari plagioklas dan piroksen
Clay Mineral (3%), kecoklatan, berwarna keruh, posisi cross nikol gelap-cokelat, berupa
butiran halus, relief rendah,bf lemah.
Mineral opak (bijih) (3%), hitam, bentuk euherdral-subhedral isotrop relief tinggi, ukuran
pada fenokris 0,05-0,1mm. disseminated, hadir sebagai mineral ubahan dari fenokris
plagioklas,dan masa dasar serta hadir berupa mineral sulfida pyrite.
Gls
Op Op
Qz Qz
Fel
Ser
Qz
Qz
Ser
Ser
Py Op
Fel
Cb
Op
Ser
Sayatan tipis batuan beku vulkanik yang telah mengalami ubahan dengan warna abu-abu hingga
hitam. Derajat kristalisasi Hipokristalin, dengan bentuk subhedral-anhedral dan ukuran butir
mineral 0.05-0.5mm. Batuan telah terubah ditunjukkan dengan mineral sekunder yang terdiri dari
mineral kuarsa,serisit,carbonat,chlorite, ineral lempung, dan mineral opak. Keseluruhan komposisi
mineral di dalam batuan sudah hampir 80% mengalami alterasi, sehingga tekstur dan
pengklasifikasian penamaan batuan asal sulit ditentukan.
KOMPOSISI MINERAL :
Plagioklas (35%) Belahan prismatik; indeks bias n mineral < n balsam; relief rendah; non-
pleokroisme; berukuran 0.05-0.5 mm, dan berbentuk subhedral. Dan sebagian besar telah
mengalami ubahan menjadi mineral sekunder serisit, kuarsa, klorit dan mineral opak.
Feldspar (35%) yang hadir sebagai salah satu fragmen kristal. Feldspar kenampakan
struktur lebih prismatik, warna abu-abu posisi nikol bersilang. Dengan relief rendah, indeks
bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; berukuran 0.1-0.2mm dengan bentuk
subhedral.
Mineral Sekunder
Kuarsa (20%) merupakan mineral yang terbentuk pada suhu yang rendah berwarna abu-
abu sampai berwarna putih. Pada PPL kuarsa tidak berwarna-kuning; orde I; relief rendah,
indeks bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; pemadaman bergelombang; bentuk
anhedral; dan berukuran 0.05-0.1 mm. Hadir sebagai mineral ubahan plagioklas dan
piroksen.
Serisit (10%) tidak berwarna dan tidak ada pleokroisme: relief rendah; berbentuk agregat
granular; pada pengamatan nikol bersilang menunjukkan warna interferensi kuning
kecoklatan orde III; hadir sebagai hasil ubahan dari plagioklas.
Carbonat (2%) tidak berwarna; berbentuk subhedral-anhedral; belahan 2 arah; relief tinggi;
berukuran 0.05-0.1mm; dan berwarna coklat-krem berwarna-warni pada nikol bersilang.
Hadir sebagai mineral ubahan dari plagioklas dan piroksen.
Clay Mineral (3%), kecoklatan, berwarna keruh, posisi cross nikol gelap-cokelat, berupa
butiran halus, relief rendah,bf lemah.
Mineral opak (bijih) (3%), hitam, bentuk euherdral-subhedral isotrop relief tinggi, ukuran
pada fenokris 0,05-0,1mm. disseminated, hadir sebagai mineral ubahan dari fenokris
plagioklas,dan masa dasar serta hadir berupa mineral sulfida pyrite.
Tahap
Sample Mineral
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
Plagioklas
Feldspar
Hornblende
Gelas
Kuarsa
IUP 3
Serisit
Carbonat
Chlorite
Clay Mineral
Opak
No. Sample HOLE 10
No. LP HOLE 10
Nama Satuan Hornblende Andesit
Lokasi MRA (Tunnel)
Gls
Ser
Py Op Op
Fel Cb
Ser
Qz
Ser
Sayatan tipis batuan beku vulkanik yang telah mengalami ubahan dengan warna abu-abu hingga
hitam. Derajat kristalisasi Hipokristalin, dengan bentuk subhedral-anhedral dan ukuran butir
mineral 0.05-0.5mm. Batuan telah terubah ditunjukkan dengan mineral sekunder yang terdiri dari
mineral kuarsa,serisit,carbonat, chlorite, mineral lempung, dan mineral opak. Keseluruhan
komposisi mineral di dalam batuan sudah hampir 80% mengalami alterasi, sehingga tekstur dan
pengklasifikasian penamaan batuan asal sulit ditentukan.
KOMPOSISI MINERAL :
Plagioklas (30%) Belahan prismatik; indeks bias n mineral < n balsam; relief rendah; non-
pleokroisme; berukuran 0.05-0.5 mm, dan berbentuk subhedral. Dan sebagian telah
mengalami ubahan menjadi mineral sekunder serisit, kuarsa, klorit dan mineral opak.
Feldspar (15%) yang hadir sebagai salah satu fragmen kristal. Feldspar kenampakan
struktur lebih prismatic, warna abu-abu posisi nikol bersilang. Dengan relief rendah, indeks
bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; berukuran 0.1-0.2mm dengan bentuk
subhedral.
Gelas (15%) tidak berwarna-kecoklatan; pengamatan dengan nikol bersilang gelap; dengan
menggunakan keping gips berwarna ungu muda, biru, dan kuning terang. Sebagian telah
mengalami ubahan menjadi mineral opak.
Mineral Sekunder
Kuarsa (20%) hadir berupa kelompok-kelompok maupun mengisi urat-urat halus. Kuarsa
merupakan mineral yang terbentuk pada suhu yang rendah berwarna abu-abu sampai
berwarna putih. Pada PPL kuarsa tidak berwarna-kuning; orde I; relief rendah, indeks bias
n mineral < n balsam; non-pleokroisme; pemadaman bergelombang; bentuk anhedral; dan
berukuran 0.05-0.1 mm.
Serisit (10%) tidak berwarna dan tidak ada pleokroisme: relief rendah; berbentuk agregat
granular; pada pengamatan nikol bersilang menunjukkan warna interferensi kuning
kecoklatan orde III; hadir sebagai hasil ubahan dari plagioklas.
Carbonat (2%) tidak berwarna; berbentuk subhedral-anhedral; belahan 2 arah; relief tinggi;
berukuran 0.05-0.1mm; dan berwarna coklat-krem berwarna-warni pada nikol bersilang.
Hadir sebagai mineral ubahan dari plagioklas dan piroksen.
Mineral opak (bijih) (3%), hitam, bentuk euherdral-subhedral isotrop relief tinggi, ukuran
pada fenokris 0,05-0,1mm. disseminated, hadir sebagai mineral ubahan dari fenokris
plagioklas,dan masa dasar serta hadir berupa mineral sulfida pyrite.
Tahap
Sample Mineral
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
Plagioklas
Feldspar
Gelas
Kuarsa
Serisit
HOLE 10
Carbonat
Chlorite
Clay Mineral
Opak
No. Sample IUP 1
No. LP IUP 1
Nama Satuan Hornblende Andesit
Lokasi Tunnel
Op
Py
Qz
Fel
Ser
Op
Qz
Op
Sayatan batuan beku volkanik (teralterasi), warna abu-abu - abu-abu kecoklatan, tekstur porfiritic
(fenokris tertanam dalam oleh masa dasar fine grain plagioklas, hornblende, min opak dan gelas),
bentuk subhedral-anhedral, komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas, feldspar, hornblende
dan gelas. Batuan telah mengalami proses alterasi hidrotermal, ditandai dengan kehadiran mineral
sekunder / ubahan seperti, serisit, kuarsa, carbonat,caly mineral serta mineral bijih(opak).
Komposisi mineral di dalam batuan sudah hampir 80% mengalami uabahan atau alterasi, sehingga
tekstur dan pengklasifikasian penamaan batuan asal sulit ditentukan.
KOMPOSISI MINERAL :
Plagioklas (35%) hadir sebagai fenokris berwarna putih keruh dan hadir sebagai mikrolit-
mikrolit halus di massadasar. Belahan prismatik; indeks bias n mineral < n balsam; relief
rendah; non-pleokroisme;,berbentuk subhedral. Dan sebagian telah mengalami ubahan
menjadi mineral kuarsa, serisit dan mineral opak.
Feldspar (30%) yang hadir sebagai salah satu fragmen kristal. Feldspar kenampakan
struktur lebih prismatik, warna abu-abu posisi nikol bersilang. Dengan relief rendah, indeks
bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; berukuran 0.1-0.2mm dengan bentuk
subhedral.
Gelas (15%) tidak berwarna-kecoklatan; pengamatan dengan nikol bersilang gelap; dengan
menggunakan keping gips berwarna ungu muda, biru, dan kuning terang. Sebagian telah
mengalami ubahan menjadi mineral opak.
Mineral Sekunder
Kuarsa (20%) merupakan mineral yang terbentuk pada suhu yang rendah berwarna abu-
abu sampai berwarna putih. Pada PPL kuarsa tidak berwarna-kuning; orde I; relief rendah,
indeks bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; pemadaman bergelombang; bentuk
anhedral; dan berukuran 0.05-0.1 mm.
Serisit (25%) tidak berwarna dan tidak ada pleokroisme: relief rendah; berbentuk agregat
granular; pada pengamatan nikol bersilang menunjukkan warna interferensi kuning
kecoklatan orde II; hadir sebagai hasil ubahan dari plagioklas.
Chlorite (10%), hijau-hijau kekuningan, n>nKb, belahan parallel/satu arah, fibrous, ukuran
butir 0,05-0,1 mm. Hadir sebagai ubahan dari mineral piroksen, hornblende maupun biotit.
Mineral opak/bijih (6%) berwarna hitam, anhedral, berukuran 0.5mm; selain bersama-
sama dengan klorit mengganti fenokris mineral mafik, juga hadir berupa kristal-kristal
individu berbentuk euhedral - subhedral.
Tahap
Sample Mineral
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
Plagioklas
Feldspar
Hornblende
Gelas
Kuarsa
IUP 1 Serisit
Chlorite
Carbonat
Clay Mineral
Opak
No. Sample RBC.R.109
No. LP RBC.R.109
Nama Satuan Hornblende Andesit
Lokasi Tunnel
Cb
Ser
Fel
Op
Cb
Qz
Sayatan batuan beku volkanik (teralterasi), warna abu-abu - abu-abu kecoklatan, tekstur porfiritic
(fenokris tertanam dalam oleh masa dasar fine grain plagioklas, hornblende, min opak dan gelas),
bentuk subhedral-anhedral, komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas, feldspar, piroksen
dan gelas. Batuan telah mengalami proses alterasi hidrotermal, ditandai dengan kehadiran mineral
sekunder / ubahan seperti,kuarsa, serisit, chlorit, clay mineral serta mineral bijih seperti mineral
opak. Komposisi mineral di dalam batuan sudah hampir 80% mengalami uabahan atau alterasi,
sehingga tekstur dan pengklasifikasian penamaan batuan asal sulit ditentukan.
KOMPOSISI MINERAL :
Plagioklas (35%) hadir sebagai fenokris berwarna putih keruh dan hadir sebagai mikrolit-
mikrolit halus di massadasar. Belahan prismatik; indeks bias n mineral < n balsam; relief
rendah; non-pleokroisme;,berbentuk subhedral. Dan sebagian telah mengalami ubahan
menjadi mineral kuarsa, klorit dan mineral opak.
Feldspar (30%) yang hadir sebagai salah satu fragmen kristal. Feldspar kenampakan
struktur lebih prismatik, warna abu-abu posisi nikol bersilang. Dengan relief rendah, indeks
bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; berukuran 0.1-0.2mm dengan bentuk
subhedral.
Gelas (15%) tidak berwarna-kecoklatan; pengamatan dengan nikol bersilang gelap; dengan
menggunakan keping gips berwarna ungu muda, biru, dan kuning terang. Sebagian telah
mengalami ubahan menjadi mineral opak.
Mineral Sekunder
Kuarsa (20%) merupakan mineral yang terbentuk pada suhu yang rendah berwarna abu-
abu sampai berwarna putih. Pada PPL kuarsa tidak berwarna-kuning; orde I; relief rendah,
indeks bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; pemadaman bergelombang; bentuk
anhedral; dan berukuran 0.05-0.1 mm. Hadir sebagai mineral ubahan plagioklas dan
piroksen.
Serisit (25%) tidak berwarna dan tidak ada pleokroisme: relief rendah; berbentuk agregat
granular; pada pengamatan nikol bersilang menunjukkan warna interferensi kuning
kecoklatan orde II; hadir sebagai hasil ubahan dari plagioklas (Foto kanan bawah; I4 - H8).
Chlorite (10%), hijau-hijau kekuningan, n>nKb, belahan parallel/satu arah, fibrous, ukuran
butir 0,05-0,1 mm. Hadir sebagai ubahan dari mineral piroksen, hornblende maupun biotit.
Mineral opak/bijih (6%) berwarna hitam, anhedral, berukuran 0.5mm; selain bersama-
sama dengan klorit mengganti fenokris mineral mafik, juga hadir berupa kristal-kristal
individu berbentuk euhedral - subhedral.
Tahap
Sample Mineral
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
Plagioklas
Feldspar
Hornblende
Gelas
Kuarsa
RBC.R.109 Serisit
Chlorite
Carbonat
Clay Mineral
Opak
No. Sample IUP 9
No. LP IUP 9
Nama Satuan Hornblende Andesit
Lokasi MRA
Qz
Hbl Hbl
Qz
Ser
Ser
Sayatan batuan beku volkanik (teralterasi), warna abu-abu - abu-abu kecoklatan, tekstur porfiritic
(fenokris tertanam dalam oleh masa dasar fine grain plagioklas, hornblende, min opak dan gelas),
bentuk subhedral-anhedral, komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas, feldspar, piroksen
dan gelas. Batuan telah mengalami proses alterasi hidrotermal, ditandai dengan kehadiran mineral
sekunder / ubahan seperti, serisit, kuarsa, carbonat, klorit, dan mineral bijih seperti mineral opak.
Komposisi mineral di dalam batuan sudah hampir 80% mengalami uabahan atau alterasi, sehingga
tekstur dan pengklasifikasian penamaan batuan asal sulit ditentukan.
KOMPOSISI MINERAL :
Plagioklas (35%) hadir sebagai fenokris berwarna putih keruh dan hadir sebagai mikrolit-
mikrolit halus di massadasar. Belahan prismatik; indeks bias n mineral < n balsam; relief
rendah; non-pleokroisme;,berbentuk subhedral. Dan sebagian telah mengalami ubahan
menjadi mineral kuarsa, klorit dan mineral opak.
Feldspar (30%) kenampakan struktur lebih prismatik, warna abu-abu posisi nikol bersilang.
Dengan relief rendah, indeks bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; berukuran 0.1-
0.2mm dengan bentuk subhedral.
Gelas (15%) tidak berwarna-kecoklatan; pengamatan dengan nikol bersilang gelap; dengan
menggunakan keping gips berwarna ungu muda, biru, dan kuning terang. Sebagian telah
mengalami ubahan menjadi mineral opak.
Mineral Sekunder
Kuarsa (20%) merupakan mineral yang terbentuk pada suhu yang rendah berwarna abu-
abu sampai berwarna putih. Pada PPL kuarsa tidak berwarna-kuning; orde I; relief rendah,
indeks bias n mineral < n balsam; non-pleokroisme; pemadaman bergelombang; bentuk
anhedral; dan berukuran 0.05-0.1 mm. Hadir sebagai mineral ubahan plagioklas dan
piroksen.
Serisit (25%) tidak berwarna dan tidak ada pleokroisme: relief rendah; berbentuk agregat
granular; pada pengamatan nikol bersilang menunjukkan warna interferensi kuning
kecoklatan orde II; hadir sebagai hasil ubahan dari plagioklas.
Chlorite (10%), hijau-hijau kekuningan, n>nKb, belahan parallel/satu arah, fibrous, ukuran
butir 0,05-0,1 mm. Hadir sebagai ubahan dari mineral piroksen, hornblende maupun biotit.
Mineral opak/bijih (6%) berwarna hitam, anhedral, berukuran 0.5mm; selain bersama-
sama dengan klorit mengganti fenokris mineral mafik, juga hadir berupa kristal-kristal
individu berbentuk euhedral - subhedral.