MAKALAH
PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT KREATIF
SENIMAN SAMARINDA
PENEKANAN PADA EKSTERIOR
Oleh
IBRAR DEK GUSMANA 16619003
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
JURUSAN DESAIN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
2019
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya,
karena atas peranan-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan
Tugas Akhir yang berjudul “Pembangunan Gedung Pusat Kreatif Seniman
Samarinda Penekanan Pada Eksterior”
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi persyaratan
dalam menyelesaikan jenjang pendidikan program Diploma III pada Jurusan Desain
Program Studi Arsitektur Politeknik Samarinda. Laporan ini disusun berdasarkan
data yang penulis peroleh selama melakukan penelitian
Dalam penulisan laporan ini penulis mengalami beberapa kendala, namun
berkat bantuan dari berbagai pihak penulis dapat menyelesaikannya .
Dalam penyusunan laporan ini, saya menyadari masih banyak kekurangan baik
dari segi susunan serta cara penulisan laporan ini, karenanya saran dan kritik yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat penulis harapkan.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, serta bagi penulis.
Sekian dan terima kasih.
Samarinda,17,Januari,2019
Penyusun,
Ibrar Dek Gusmana
NIM 16619003
DAFTAR ISI
HAL JUDUL....................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................
KATA PENGANTAR.....................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................
DAFTAR TABEL............................................................................................
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................
1.1. Latar Belakang ........................................................................
1.2. Maksud Dan Tujuan ...............................................................
1.3. Manfaat....................................................................................
1.4. Masalah Perancangan……………..........................................
BAB II LANDASAN TEORI............................................................
2.1. Elaborasi Konsep..................................................................
2.2. Pengaruh Lingkungan Terhadap Rancangan...........................
2.3. Pengaruh Konsep Terhadap Bangunan .................................
2.5. Pengertian Arsitekrut Modern……………………….
BAB III PENUTUP...............................................................
3.1. Pengertian Arsitektur Modern ...............................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Setiap daerah pasti memiliki budaya yang berbeda-beda. Mulai dari cara
berpakaian, makanan, bahasa, seni, dan dapat dibilang bahwa budaya meliputi
semua jenis kebiasaan cara hidup yang diturunkan secara saling mewariskan. Budaya
biasa terlihat pada kehidupan sosial seperti berbicara, sikap, dan sampai semua
perlakuan yang di ajarkan oleh adat. Suku dayak dan kutai yang asli dari Kalimantan
Timur dan menjadi mayoritas penduduk di Samarinda juga sangat banyak memiliki
macam-macam budaya yang sangat beragam. Seperti Tarian, Lagu, Senjata adat,
baju adat dan bahasa yang digunakan. Budaya yang cukup kelihatan di Samarinda
ialah corak-corak batik dayak yang sering kelihatan di Kota Samarinda. Batik
Samarinda juga digunakan sebagai pakaian tambahan PNS dan murid-murid sekolah.
Batik-batik khas Samarinda ini ternyata berhasil menghiasi Kota Samarinda seperti
di perkantoran dan sekolah-sekolah. Serta tak jarang juga berada di rumah-rumah
penduduk.
Untuk bahasa, bahasa daerah yang umum digunakan di Kota Samarinda
ini adalah yakni bahasa banjar, begumpai, kutai,dan kenyah. Hal ini terjadi karena
banyaknya penduduk yang bermayoritas berbahasa bahasa daerah Kalimantan.
Sedangkan senjata khas Samarinda yaitu parang mandau. Mandau
dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu
tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu,
tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu
(sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau
yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya sebagian digunakan
untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-
kayau, maka rohnya akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi
sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan
budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak
belukar dan bertani.
Gedung tersebut akan menjadi wadah para seniman Kaltim yang
tergabung dalam Dewan Kesenian Daerah Provinsi Kaltim. Diharapkan setelah
diresmikan gedung kesenian daerah Kaltim bisa memberikan makna tersendiri
terutama dalam upaya pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah. Ke depan,
gedung ini juga digadang-gadang bisa menjadi pusat seluruh aktivitas seni dan
budaya Kaltim, termasuk untuk berbagai even seni dan budaya .
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Agar Mendorong maju kesenian adat daerah serta pemuda-pemuda
kreatif Asal Kalimantan Timur di Samarinda. Dikatakan pemprov sangat serius
membangun masyarakat yang berbudaya dan ini harus dijaga sepanjang masa.
Apalagi Bumi Etam dikenal sebagai daerah yang heterogen, ibarat Indonesia mini
karena berbagai suku bangsa nusantara ada di Kaltim.
1.3 MANFAAT
Secara Subjektif
Memenuhi salah satu persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir sebagaiketentuan
kelulusan Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipildan
Perencanaan, Universitas Kebangsaan.
Secara Objektif
Sebagai sebuah pemikiran dalam perancangan arsitektur untuk merencanakanhunian
yang baik, indah, tertata namun tetap tidak mengurangi nilai budaya serta
kaidahyang sudah diterapkan oleh system pemerintahan di NKRI
1.4 MASALAH PERANCANGAN
[Link] lahan untuk Pembangunan Gedung
Sulitnya mendapatkan lahan untuk pembangunan [Link] pemanfaatan
lahan yang tinggi akibat peluang yang dibuka lebar-lebar dalam dunia usaha properti
menjadikan semua upaya pembangunanGedung (terpogram maupun tidak
terprogram) menjadi semakinter pojok. Pengadaan lahan guna membangun GKS
[Link] kelompok Sasaran
Kwalitas warga Samarinda yang diproyeksikan untuk menjadi Penghuni Gedung
kesenian sangat bervariasi, namun lebih banyak yang memerlukan proses
transformasi budaya., khususnya apabila pembangunan Gedung banyak terjadi pada
lokasi yang tak terpogram. Meskipun dari segi fisik dan sosial,perencanaan
Gedung sudah diusahakan untuk memenuhi kebutuhan minimal kesenian
[Link] Penyuluhan
Pelaksanaan program penyuluhan sangat tersendat – sendat walaupun kota
Samarinda sudah memiliki materialnya, pelaksanaan penyuluhan tidak
cukupdilaksanakan oleh aparat Pemerintah, bahkan yang lebih besar akan
tergantungdari keterlibatan swasta/masyarakat luas. Diperlukan penyuluhan intensif
dan mobilisasi dana seluruh pihak yang terlibat guna mendapatkan partisipasi
aktifdari masyarakat dalam pembangunan Gedung.
[Link] Pengelolaan
Pengelolaan pasca pembangunan membutuhkan manajemen [Link]
para calin pengelola Gedung memerlukan persiapan yang lebih dini jauh sebelumnya
(3-5 bulan) penghunian pertama dilaksanakan,kenyataan hal ini merata untuk semua
lapisan penghuni Gedung
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 ELABORASI KONSEP
2.1.1. Definisi Arsitektur
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
֍ Seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan.
֍ Metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.
Arsitektur merupakan tempat bernaung dari yang paling sederhana hingga
yang paling rumit . Arsitektur juga merupakan lingkungan binaan (built
environment)dan
Lingkungan buatan (built environment ) mempunyai bermacam-macam
kegunaan,yaitu, melindungi manusia dan kegiatan - kegiatannya serta harta miliknya
dari elemen-elemen, dari musuh-musuh berupa manusia dan hewan, dan dari
kekuatan-kekuatanadikodrati, membuat tempat, menciptakan suatu kawasan aman
yang berpenduduk dalamsuatu dunia fana dan cukup berbahaya, menekankan
identitas social dan menunjukanstatus, dan [Link] bernaung bukanlah
merupakan satu-satunya fungsi, atau bahkan fungsipokok dari perumahan. Menurut
Aldo Van Eyck, sebuah bangunan adalah suatu kotakecil, sebuah kota adalah suatu
bangunan yang [Link] analogi yang digunakan para ahli teori untuk
menjelaskan arsitektur:
[Link] matematis
[Link] Biologis
[Link] Romantik
[Link] Linguistik
[Link] Mekanik
6. Analogi Pemecahan Masalah
[Link] Adhocis
8. Analogi Bahasa Pola
Teori-teori tentang apa yang seharusnya dilakukan arsitektur
memperhatikanbagaimana mencirikan cita-cita yang akan memuaskan hati
perancang dan [Link] pada hakekatnya merupakan suatu bidang teknis.
Bangunan harus logis dalam system struktur
Arsitektur memiliki definisi yang luas. Arsitektur mencakup segi keindahan,kesatuan
dan penciptaan ruang dan bentuk. Arsitektur juga merupakan sesuatu yangdibangun
manusia untuk kepentingan badannya dan kepentingan jiwanya. Arsitek
adalahseniman struktur yang menggunakan struktur secara estetis berdasarkan
prinsip-prinsipstruktur itu sendiri. Kita harus mengetahui dan memahami definisi
arsitektur dariberbagai para pakar ahli agar menambah pengetahuan tentang
arsitektur serta mendalami tentang arsitektur.
2.1.2 Menurut Beberapa Pakar Ahli tentang Definisi Arsitektur:
֍ Menurut Vitruvius
: Bangunan yang baik harus memiliki tiga aspek
yaitukeindahan/estetika (Venustas), kekuatan (Firmitas), dan kegunaan/fungsi(Utilita
s).
֍ Menurut Brinckmann
: Arsitektur merupakan kesatuan antara ruang dan [Link] adalah
penciptaan ruang dan bentuk.
֍ Menurut Djauhari Sumintardja
: Arsitektur merupakan sesuatu yang dibangunmanusia untuk kepentingan badannya
(melindungi diri dari gangguan) dankepentingan jiwanya (kenyamanan, ketenangan,
dll).
֍ Menurut Benjamin Handler
: Arsitek adalah seniman struktur yangmenggunakan struktur secara estetis
berdasarkan prinsip-prinsip struktur itusendiri.
֍ Menurut Banhart CL. Dan Jess Stein
Arsitektur adalah seni dalam mendirikanbangunan termasuk didalamnya segi
perencanaan, konstruksi, dan penyelesaiandekorasinya; sifat atau bentuk bangunan;
proses membangun; bangunan dankumpulan bangunan.
֍ Menurut Van Romondt
: Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia denganbahagia. Ruang berarti
menunjuk pada semua ruang yang terjadi karena dibuatoleh manusia atau juga ruang
yang terjadi karena proses alam seperti gua,naungan pohon dan lain-lain
֍ Menurut JB. Mangunwijaya (1992)
: Arsitektur sebagai vastuvidya(wastuwidya) yang berarti ilmu bangunan. Dalam
pengertian wastu terhitungpula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya,
yana)
֍ Menurut Amos Rappoport (1981 )
: Arsitektur adalah ruang tempat hidupmanusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi
juga menyangkut pranata-pranatabudaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur
kehidupan sosial dan budayamasyarkat, yang diwadahi dan sekaligus
memperngaruhi arsitektur
֍ Menurut Francis DK Ching (1979)
: Arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan
fungsi
2.1.3. Penerapan Konsep Pada Bangunan
Pengertian Form Follow Function dalam bahasa Indonesia adalah bentuk Yang
mengikuti Fungsi. Sehingga bentukan yang yang tercipta dalam sebuah
disainperancangan adalah bentukan-bentukan yang tercipta dari fungsi utama
ataupun fungsi-fungsi yang ada dalam ruangan yang ada didalamnya.
Menurut para modernis, fungsi dapat dikategorikan sebagai penentu bentuk
ataupanduan menuju bentuk. Fungsi menunjukan ke arah mana bentuk harus
ditentukan. Halini mengacu pada slogan yang diungkapkan oleh Loius Sullivan yaitu
Form Follow Function
(Gambar 2.1 : Contoh Bangunan Bergaya Modern)
Sumber: Internet
Form follows function sering diasosiasikan dengan modern architecture danindustrial
design. Menurut teori ini, modern adalah efisien. Bentuk indah hanya sah
jikamemiliki fungsi yang berguna, bukan hanya sekedar hiasan. Segala tambahan
atauornamen yang tidak memiliki fungsi sebaiknya dipangkas (reduce). Kegenitan
dianggap haram. Semuanya bergerak cepat, tak ada waktu untuk lengkungan di tiang
atau ukiran diatas pintu. Sloganform follows function (bentuk mengikuti fungsi)
menjadi dasar filosofimodernisme. Minimalisme adalah puncak dari semua itu
adalah Lurus, Polos, Dingin.
Form Follow Function dalam bahasa Indonesia adalah Bentuk Yang
mengikutifungsi. Terciptanya sebuah bentuk dari obyek bangunan itu sendiri tercipta
dari fungsifungsi ruang yang ada didalamnya. Tanggapan dari teori ini adalah bentuk
dalamarsitektur meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama,
bentukmaupun ruang mengakomodasi fungsi-fungsi (baik fungsi fisik maupun non
fisik).Fungsi-fungsi tersebut dapat dikomunikasikan kepada bentuk. Dalam
kenyataannya,keterkaitan fungsi, ruang dan bentuk dapat menghadirkan berbagai
macam [Link] ekspresi bentuk bisa sama ataupun berbeda pada
setiap pengamat,tergantung dari pengalaman dan latar belakang pengamat.
2.2 PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP RANCANGAN
Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pembangunan
yangakan dilaksanakan didalam lingkungan tersebut harus memperhatikan kondisi
darilingkungan tersebut, faktor alam dari lingkungan alam pun dapat mempengaruhi
polapikir, aktifitas, serta pengembangan dalam peradaban manusia secara umum, dan
arsiteksecara khusus dalam mengolah dan membina lingkungan sekitar agar terasa
aman dannyaman untuk ditempati serta melakukan aktifitas [Link] ini
termasuk dalam kawasan perkotaan yang padat akan aktifitaskomersial namun
memiliki karakteristik masing – masing. Namun masih terdapatpemukiman warga
yang padat penduduk yang terlihat kumuh.
2.3 PENGARUH KONSEP TERHADAP BANGUNAN
Hasil dari produk arsitektur adalah bangunan dan merupakan hasil
dariperkembangan
peradaban manusia yang dapat mengolah lingkungannya sedemikianrupa, sehingga
mereka dapat mengembangkan lingkungan tersebut menjadi lingkunganyang
memiliki potensi untuk di huni. Bangunan pun sama seperti manusia yaitu
harusmengikuti karakteristik lingkungan demi terciptanya bangunan yang nyaman
untukditempati.
2.4 PENGERTIAN ARSITEKTUR MODERN
[Link] Modern
Kata modern dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang memiliki kaitan dengan
setiap hal yang berkembang pada masa kini atau yang menunjukkan karakter
kekinian. Untuk suatu hunian, hunian yang modern berarti hunian yang memiliki dan
menunjukkan adanya ciri Arsitektur Modern. Hunian yang memiliki gaya Arsitektur
Modern harus mampu menghadirkan gaya hidup masa kini di dalam bangunan.
Menurut Prof. Ir. Sidharta, berasal dari kata latin “modernus,modo” yang artinya just
now atau saat sekarang. Modern dapat diartikan juga tidak menutup diri terhadap
inovasi-inovasi baru yang memang sesuai dan dapat diadaptasi oleh kondisi kita.
Menurut kamus bahasa indonesia kontemporer, [Link] Salim adalah Terbaru,
Muktahir, biasanya lebih baik dari yang lama.
2.4.2 Pengertian Arsitektur Modern
Arsitektur Modern dapat diartikan sebagai pernyataan jiwa dari suatu massa, yang
dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi yang ditimbulkan
pada zamannya, yaitu dengan mencari keharmonisan dari elemen modern serta
mengembalikan arsitektur pada bidang yang sebenarnya (ekonomis, sosiologis, dan
kemasyarakatan). (Congreas Interationaux d’ Architecture Moderne/CIAM, 1928).
Dengan kata lain maka dapat disebutkan Arsitektur Modern adalah arsitektur yang
dilandasi oleh komposisi massa dinamis, non aksial dan yang paling penting
didasarkan atas pembentukan ruang-ruang, baik didalam maupun diantara bangunan
(Ir. Sidharta, Arsitektur Indonesia).
Arsitektur Modern adalah hasil dari pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang
lebih manusiawi, seperti moralis, nasionalis, materialis, standarisasi serta jujur, yang
diterapkan dalam bentuk fisik bangunan.
Arsitektur modern dapat diartikan sebagai berikut:
1. Hasil pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih ‘manusiawi’
yang diterapkan pada bangunan
2. Upayaya dan karya dalam bidang arsitektur yang dapat dihasilkan dari alam
pemikiran modern yang dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-
hal baru, hebat dan kontemporer sebagai pengganti dari tradisi dan segala
bentuk pranatanya.
2.4.3 Aliran Arsitektur Modern
1. Arsitektur Modern
2. Arsitektur Art Nouveau.
3. Arsitektur Brutalis.
4. Arsitektur Constructivist.
5. Arsitektur Ekspresionist.
6. Arsitektur Futurist.
7. Arsitektur Fungsional.
8. Arsitektur Internasional.
9. Arsitektur Organic.
10. Arsitektur Post modern.
11. Arsitektur Visionary
2.4.4 Prinsip-Prinsip Arsitektur Modern
Selama karirnya, Le Corbusier mengembangkan seperangkat prinsip-prinsip
arsitektur yang didikte secara teknis, yang ia sebut "The Five Points of a New
Architecture" dan paling jelas dalam Villa Savoye yang ia desain. Lima poin tersebut
adalah:
Pilotis ;Penggantian dinding pendukung dengan grid kolom beton bertulang
yang menyandang beban struktural yang merupakan dasar dari estetika baru.
The free designing of the ground plan (Perancangan bebas pada ground
plan) ;Tidak adanya dinding pendukung yang berarti rumah bersifat tidak
terkendali dalam penggunaan internalnya.
The free design of the façade (Desain bebas pada fasad); Memisahkan
bagian luar bangunan dari struktur fungsi-set-nya fasad bebas dari kendala
struktural.
The horizontal window (Jendela horizontal);Memotong di seluruh panjang
fasad bangunan, sehingga pencahayaan dalam ruangan sama.
Roof gardens (Taman Atap);Taman di atap datar dapat melayani tujuan
domestik sementara memberikan perlindungan penting untuk atap beton.
(Gambar 3.1.1 Bentukan Bangunan Modern)
Sumber: Internet
Prinsip lainnya adalah :
1. Anti ornament.
2. Efisien (hemat) dan efektif (sesuai kegunaan).
3. Gaya yang digunakan bersifat international.
4. Menggunakan teknologi tinggi.
5. Material modern.
6. Bangunan sederhana
2.4.5 Kategori dan Unsur Arsitektur Modern
[Link]. Fungsi (Function)
Sekitar abad 20-an, arsitektur modern menyatakan bahwa bentuk ditentukan oleh
fungsi yang dipenuhi dan bentuk total bangunan berdasarkan keseluruhan fungsi
yang ditampung. Namun para ahli menyatakan bahwa fungsi saja tidak cukup.
Disamping itu, pembenaran dari arsitektur baru adalah dengan fungsi baru yang
muncul dan fungsi lama yang berubah.
Ketika material bangunan lama dan gaya lama ornamen digunakan, fungsi baru
memaksa arsitek pada era mesin uap untuk membangun dalam ukuran dan bentuk
yang dahulu tidak bisa diakui.
Pada abad ke-20, kesadaran mulai timbul, fungsi tua juga dalam
transformasi. Arsitek terlibat langsung dalam proses aktivitas sehari-hari. Hal ini
menjadi pertimbangan bagi arsitek untuk memikirkan ulang dari dasar seni mereka.
Slogan Le Corbusier “the house-a machine to live in” atau “rumah sebagai mesin
untuk tempat tinggal”. Slogan ini sangat radikal dan kerap disalahartikan. Terdapat
dua hal yang dimaksud Le Corbusier, pertama sebuah rumah yang menyerupai mesin
yang murah, standard, dilengkapi dengan baik, dan perawatan mudah. Tapi Ia juga
mengartikan sebuah rumah yang menyerupai mesin yang radikal cocok untuk
kebutuhan, dan dirancang dengan kejujuran.
Le Corbusier menggunakan ukuran dengan sistem modul berdasarkan dari figur
manusia ideal, yang merubah pandangan arsitek modern tentang fungsi dan
bagaimana mendesignnya.
Contoh:
(Gambar 3.1.2: Maison “Citrohan'')
Sumber : internet
Di sini, Le Corbusier mengusulkan struktur tiga-lantai, dengan ruang tamu double-
height, kamar tidur di lantai dua, dan dapur di lantai tiga. Atap sebagai teras
berjemur. Pada eksterior Le Corbusier memasang tangga untuk menyediakan akses
lantai dua dari permukaan tanah.
[Link].Bentuk (Form)
Bentuk dalam arsitektur modern merupakan periode yang membingungkan bagi para
praktisi, karena tidak ditentukan dan dibentuk dari fungsi maupun material yang
dipakai. Tidak satupun dari fungsi maupun konstruksi tanpa pengaruhnya dan orang
yang ternyata dengan semangat untuk solusi fungsional baru dan metode struktural
baru kemungkinan akan berpaling juga untuk ekspresi formal yang baru.
Idealnya, bentuk, fungsi, dan konstruksi harus muncul menjadi satu kesatuan dan
muncul menjadi bentuk yang khusus dan mendapatkan solusi yang tepat agar
menghasilkan bentuk yang spesifik; kritik plagiatisme pada arsitektur modern
bukannya tidak menghargai individualitas, tapi setiap bangunan merupakan problem
yang unik dalam tapaknya, lingkungan, dan menghasilkan solusi yang unik. Solusi-
solusi yang unik umumnya layak karena teknik-teknik konstruksi modern
menjadikan semua bentuk mungkin untuk dibangun.
Bentuk yang diinginkan adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua gaya lama
sangat kompleks dan dipenuhi oleh ornamen. Pada 1910 Adolf Loos menyatakan
bahwa dekorasi salah. Dengan esainya yang berjudul Ornament and Crime (1908) ia
menyatakan bahwa ornamen tidak cocok untuk manusia pada abad ke-20, ornamen
adalah tanda kebengisan atau kemunduran kriminal. Arsitektur modern pada
dasarnya masih melakukan pengulangan bentuk-bentuk rasional pada awal abad 20
di mana fungsi masih menjadi inspirasi utama, dan pada masa kini bebas dalam
mengembangkannya.
Kemudian pemanfaatan material dan teknik konstruksi yang baru. Jika material baru
tidak dapat ditentukan dengan tegas dalam menetapkan bentuk-bentuk arsitektur
modern, muncul pemikiran baru tentang struktur yang tergantung pada tempat. Dan
ini saatnya untuk mempelajari hubungan antara ide dan material dalam konstruksi
modern.
Contoh :
(Gambar 3.1.3 :Saint-Pierre, Firminy)
Sumber : internet
Bangunan berbentuk piramid dengan dasar persegi dari panjang sisi 25 meter yang
diputar dalam kerucut terpotong yang naik 33 meter. Pada ground floor, gereja
mempunyai ruang pameran dan ruang konferensi. Bentuk dan material yang
digunakan (beton) memberi kemampuan akustik untuk bangunan
[Link].Konstruksi (Construction)
Di Paris pada abad ke-20, arsitektur modern dianggap dipengaruhi dari beton
bertulang. Bangunan yang dapat disebut arsitektur modern yaitu tidak ada beton
yang terlihat, permukaannya dilapisi dan dicat seluruhnya untuk menyembunyikan
bahwa bangunan dibuat dengan berbagai macam material seperti batako, kotak
belangga dan batu bata. Anggaran bangunan modern untuk umum terlalu ketat
dengan bahan yang belum teruji dan konstruksi eksperimental. Bangunan lokal
umumnya tidak menggunakan konstruksi ini. Modernitas suatu bangunan terletak
pada perencanaan fungsi, bentuk-bentuk eksteriornya dan tersebar secara merata
pada permukaannya untuk menyembunyikan material yang tidak modern pada
struktur yang telah dibangun.
Di Belanda, W.M. Dudok mengkombinasikan bentuk modernitas dengan permukaan
batu bata dan mendapat sambutan hangat di Inggris, tetapi secara universal dijelek-
jelekkan karena batu bata dianggap suatu pengkhianatan pada tujuan gerakan
arsitektur modern. Dan hal ini bertentangan dengan ajaran dinding bersih (Clean
Wall Orthodoxy) dari Adolf Loos.
Bangunan rumah diproduksi secara massal dibuat di pabrik dari bahan modern
ringan. Beberapa kemampuan struktur menular pada bangunan lain yang dibangun,
atau dibangun dari bahan yang sama.
Pergerakan modern memiliki dampak yang signifikan pada 1950, di mana pada saat
ini menimbulkan suatu perlawanan terhadap kemurnian persegi sehingga muncul
generasi baru yang mendukung prinsip konstruksi baru yang terjadi secara kebetulan
yang menyebabkan pergerakan modern menjadi gempar karena itu. Tetapi muncul
sesuatu yang baru lagi dalam situasi ini, aplikasi dari teknik yang baru dari
pemikiran struktur kurva yang akhirnya membuat terobosan yang massal.
Freysinner, Mailart, Nervi membuat suatu penyerangan tentative dan kecil untuk
menghadapi masalah kubah, mereka dan orang-orang kontemporer telah memulai
untuk mengakumulasi bagian dari pengalaman, aplikasi metode radikal dari tegangan
penguatan cangkang beton, penerapan teknik geometris radikal dalam membangun
struktur, yang pada akhirnya menghasilkan kebebasan. Mengikuti revolusi yang
muncul dan lebih mendalam daripada yang penemuan sebelumnya yaitu beton
bertulang atau struktur frame.
Kebebasan awalnya dibawa ke arsitektur melalui beton bertulang dan frame logam
dengan kemampuan yang terbatas daripada dengan mengurangi massa struktur pada
ground level. Kolom dapat lebih tipis dan terpisah lebih jauh, tembok tebal sebagai
penyangga tidak lagi dibutuhkan.
Dengan kata lain ketika jenis bentuk baru dan jenis rencana yang diinginkan,
konstruksi berada disana untuk mencapai hal itu, Besi dan kerangka beton dengan
penyangga kecil yang dimilikinya dan bentang lebar maka kemampuannya untuk
berdiri sedikit pada dasar, jalan straddle, cantilever dan menggunakan bahan batu
solid sampai kaca untuk kulit bangunan.
Revolusi struktur yang kedua hampir sama, namun terdapat sedikit kelebihan, kubah
tiba-tiba menjadi lebih mudah.
Pada waktu yang sama, kemampuan bahan sederhana lainnya untuk menghasilkan
struktur canggih sedang ditunjukkan di Milan, di mana di Triennale kesepuluh,
diperlihatkan dua kubah Buckminster Fuller terbuat dari lembaran karton dipotong
dan dicetak. Shuttering Candela menandai zaman, beton harus dituangkan dalam
cetakan kayu, yang termurah adalah membuatnya dari papan lurus, dan beton
berbentuk persegi. Bahkan jika dilakukan dengan baik dapat membentuk kubah
multi lengkung tapi shuttering kurva mahal. Candela menunjukan bahwa dengan
memilih bentuk geometris yang tepat bisa mendapatkan bentuk tiga dimensi
kompleks melengkung dari papan shuttering sederhana.
Perkembangan kemampuan struktur disebabkan karena pemikiran, bukan material
baru. Beton bertulang berjuang kembali dengan sistem baru, serta bentuk ringan,
kayu di papan laminas, membangun balok dan panel dari logam dan plastik. Metode
baru analisis struktur plastik memberi kehidupan baru untuk frame baja.
Ionel Schein menyarankan bahwa bentuk plastik sedang diciptakan dengan material
lain, tapi bahan-bahan baru tidak lagi berfungsi untuk menjelaskan apa yang baru
tentang arsitektur modern.
Contoh :
(Gambar 3.1.4 :Notre Dame du Raincy)
Sumber :Internet
Menggunakan bahan beton bertulang. Bahan baru digunakan pada istilah sendiri,
dengan unsur-unsur standar, kolom ramping naik ke ketinggian 35 kaki yang tidak
lebih tebal dari 14 inci, dan membran tipis ditembus oleh jendela besar (juga di
beton) mencakup ruang gereja itu sendiri.
[Link].Ruang (Space)
Satu hal yang tak dapat disangkal tentang arsitektur modern adalah kesadaran dalam
memanipulasi ruang.
Dalam sejarah, ruang hanya di dalam struktur (diluar hanya alam, ketidakaturan dan
tidak dapat diukur). Renaissansce telah mengulanggi proses dan dapat dilihat dari
tampak luar bangunan (seperti yang dilakukan bangsa Yunani) yang terpisah dari
seni. Ciri bangunan bangunan dari mereka : kecil, kotak, mempunyai pusat dan
tertutup.
Ruang pada zaman barok mengakui ketidakterbatasan, dilambangkan dengan tanda
salib yang memfokuskan pemandangan, cahaya yang jatuh di altar pada akhir nave
gelap.
Dasar ruang dari konsep arsitektur modern muncul yang pertama dirumuskan oleh
pelukis abstrak Belanda dan Rusia, lalu dibangun oleh Frenchmen seperti Le
Corbusier. Konsep ini berisi: Pertama, yang tak terbatas, dan meluas bebas segala
arah (dalam prakteknya, ditangani seakan ekstensi ke atas dan ke bawah yang yang
sangat menarik). Kedua, ruang terukur, ditentukan, struktur tak terlihat dan geometri.
Biasanya berbentuk persegi panjang, beberapa bagian diisi dan dikosongkan. Ketiga,
ruang arsitektur modern dipahami memiliki hubungan yang sangat istimewa untuk
pengamat: baik manusia atau benda, yang bergerak. Dalam satu cara, ruang interior
bangunan yang memiliki rangkaian partisi ruang yang tak terbatas oleh pengamat
bergerak melalui rute yang ditentukan. Dan ruang yang mengalir dari dalam maupun
keluar bangunan. Ruang dalam arsitektur modern tidak mengalir dari pusat-pusat
ruang, tapi mengalir dari sudut, ke balkon, sepanjang koridor, ke tangga, dll.
Arsitektur modern memiliki bentuk dan struktur yang tetap. Bagian fisik dari
arsitektur modern sebagai pemecahan yang radikal dari sebuah masalah yang
fungsional yang tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika yang merupakan
manipulasi dari ruang yang tidak terbatas dan terukur dan mengalir.
Contoh :
(Gambar 3.1.5Farnsworth House)
Sumber:Internet
Terdapat dua bagian, lantai slab dan slab atap, dan tidak memiliki ekstensi ke atas
atau ke bawah, kecuali jika dapat dirasakan bahwa turun empat langkah kecil dari
slab lantai ke teras itu mengalir. Dua lempeng ini membatasi juga satu-satunya
permukaan buram pada bagian luar rumah yang lainnya transparan. Hasilnya, ruang
interior dalam berhubungan hampir total dengan ruang tak terbatas di luar, antara
lempengan atas dan bawah tidak ada koneksi terlihat, kecuali enam uprights dengan
jarak teratur dari struktur yang mengandung implikasi meluas melampaui atap slab
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari hasil yang saya dapatkan dari Laporan Tugas [Link] menyimpulkan
beberapa hal yang dapat diambil baik dari pihak Laporan selaku saya melaksanakan
TA maupun dari pihak Program Studi Arsitektur di Politeknik Negeri Samarinda
selama TA berlangsung ,adapun kesimpulan tersebut:
A. Kesimpulan
[Link] Laporan TA mendapat ilmu disiplin dan tanggung jawab terhadap
tugas dan pekerjaan,memberi pengalaman kerja nyata
yang belum pernah di dapat semasa kuliah
[Link] dari gambar perencanaan dan animasi,harus mudah dimengerti oleh
orang lain
[Link] belajar meningkatkan skill, agar memudahkan pekerjaan dan dapat
diandalkan
[Link] dan kondisi akan mempengaruhi dalam masa pengerjaan yang baik dari
dari cuaca dan kondisi fisik
[Link] Software yang mudah dipahami agar dapat membantu dalam
pengerjaan akan berpengaruh dalam menghemat waktu dan energi
[Link] sebagai perencana,memiliki jam kerja yang tidak menentu,pada saat
gambar di butuhkan maka pada saat itu gambar sudah selesai sesuai dengan
waktu
[Link] teknologi seperti laptop dan sejenisnya sangat berpengaruh dalam
pekerjaan
3.2 SARAN
Pada akhir penulisan laporan ini,ada beberapa saran yang mungkin dapat
membuka pikiran dan menambah semangat dalam mencari ilmu pengetahuan banyak
sebagai tambahan bagi Laporan,pihak kampus,adek tingkat,atau bagi pembaca
A. Saran Kegiatan
1. Kuasailah Software dasar sebelum melaksanakan TA,Software yang biasa
kita temui di tempat kerja seperti,MS Office,MS Word,MS Excel dan
beberapa Software untuk mendukung gambar perencanaan bangunan,
Autocad,3d Sketchup,Lumion,PhotoShop
2. Selalu mencari referensi yang dibutuhkan dalam pekerjaan untuk membantu
Menjadi pedoman dalam kerja
3. Mengambil hal-hal positif dalam masa bekerja dan mencatat segala bentuk
hal informasi yang di temui di tempat TA
4. Hargai waktu dan berusaha semaksimal mungkin sehingga tidak dapat
masalah di kemudian hari
DAFTAR PUSTAKA
[Link] Akhir Perencanaan Dan Perancangan Arsitektur
Perancangan Sekolah Mandiri Bagi Anak-Anak Jalanan Di Jakarta. Jurusan Teknik
Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
Web: [Link] Di Akses 26-
Oktober-2018