0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan4 halaman

Jatuh di Lubang yang Sama Lagi

halaman ke dua

Diunggah oleh

oktaverika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan4 halaman

Jatuh di Lubang yang Sama Lagi

halaman ke dua

Diunggah oleh

oktaverika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jatuhku di Lubang Itu Lagi

Mengingatnya, membuatku teringat akan nasihat


dari para leluhur “jangan terjatuh di lubang yang
sama, karena itu adalah sebuah kebodohan yang
bodoh.” Mungkin itu kalimat yang pas untuk hal
ini. Iya, aku jatuh di lubang yang sama.

Pertama, aku sengaja menggali lubang itu sebagai


tanda bahwa aku pernah bodoh. Bodohnya lagi,
aku terjatuh di lubang yang aku buat sendiri. Yap
betul, aku kembali menjual sebuah hati kepada
orang yang salah. Hati? Iya, aku kembali
menaruh hati pada orang lain, dan itu adalah
kesalahan yang pernah kubuat. Kessalahan? Iya,
karena aku terlalu jauh menaruhnya. Apakah kau
berharap lagi? Mungkin iya.

Kekurangan diri ini, terlalu mudah untuk jatuh


hati pada setiap yang mendekat. Dan dengan
polosnya, sengaja menutup mata dan hati hanya
untuk merasakan sebuah rasa yang mungkin
selama ini belum pernah dirasa.
Rumit, ketika kau sudah menyukai seseorang
dengan mengikut-campurkan orang tua di
dalamnya. Itu rumit. Rumit sekali. Mungkin
itulah yang selama ini kurasakan. Lagi, jangan
salah membedakan sebuah rasa. Karena saat kau
salah, bak kau berjalan di sebuah lorong dengan
banyak pintu. Pintu yang kau inginkan adalah
pintu keluar, tapi karena kau salah, bukan pintu
keluar yang kau dapat, tetapi hanyalah pintu yang
membawamu ke dalam lorong yang lain. Analogi
yang rumit, yang jelas ketika kau salah
mengartikan sebuah rasa, kerumitan itu akan kau
dapati.

Iya, aku salah dalam mengartikan sebuah rasa.


Korbannya adalah kebersamaanmu dengan
dirinya. Kau harus rela tak bertegur sapa hanya
karena canggung ketika bertemu. Lagi-lagi aku
jatuh di lubang yang sama. Lagi-lagi hanya akan
menggoreskan luka, mungkin akan lebih dlam
luka ini. Karena bukan hanya diriku dan dirinya
yang terluka, namun mereka juga. Iya, mereka
orang-orang yang sudah mengenal kami. Mereka
terluka, karena diri ini yang tak bisa memenuhi
keinginan mereka.

Pelajaran, iya pelajaran bagiku. Jatuh ke lubang


yang sama itu adalah sebah kebodohan. Kau
hanya aan memperdalam lubang itu, artinya kau
akan sulit untuk keluar dari lubang itu. Dan
tentunya akan menambah luka goresan. Iya,
goresan luka di diriku, dirinya, dan diri mereka.
Iya tiga hati yang akan terluka hanya karena kau
jatuh di lubang yang sama.

Untuk mu, jangan khawatir. Kau akan


mendapatkan yang lebih sempurna. Sampaikan
maaf ku untuk mereka yang mengenal diriku.
Sampaikan salam ku untuk mereka, “terimakasih
karena sudah mau mengenal diri ini, maafkan diri
ini jika sudah membuat kalian terluka.”

“ingat, jatuh di lubang yang sama hanya akan


menambah goresan luka di hati. Berhati-hatilah
dalam berjalan. Ingatlah, yang kau miliki hanya
dirimu. Hargai dirimu. Cintai dirimu. Jangan
lukai hatimu.”

Anda mungkin juga menyukai