0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan9 halaman

Analisa Interaksi Perawat dan Klien

Perawat melakukan interaksi dengan Ny. W dengan menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal yang terbuka dan bersahabat untuk membangun kepercayaan. Klien tampak antusias berinteraksi dan membahas kondisi bayinya serta perasaannya mengenai suaminya. Perawat berusaha fokus mendengarkan kebutuhan klien dengan teknik komunikasi terapeutik.

Diunggah oleh

Dewi Arifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan9 halaman

Analisa Interaksi Perawat dan Klien

Perawat melakukan interaksi dengan Ny. W dengan menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal yang terbuka dan bersahabat untuk membangun kepercayaan. Klien tampak antusias berinteraksi dan membahas kondisi bayinya serta perasaannya mengenai suaminya. Perawat berusaha fokus mendengarkan kebutuhan klien dengan teknik komunikasi terapeutik.

Diunggah oleh

Dewi Arifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. W


Status interaksi perawat-klien : Fase kerja
Lingkungan : Perawat dan ibu duduk dalam satu ruangan rawat di [Link]
Deskripsi klien : Ekspresi klien tampak datar, wajah terkadang menunduk, dan ada raut bahagaia karena telah melahirkan bayinya
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien dapat meningkatkan rasa percaya diri
Nama Mahasiswa : Vieocta Apsari Paradise
Tanggal : Selasa, 12 November 2013
Jam : 11.00
Tempat : [Link]

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamualaikum, P : duduk berhadapan, Perawat memulai percakapan Klien telah bersedia
Selamat siang Bu, masih mengulurkan tangan, dengan sikap terbuka melakukan interaksi
ingat dengan saya? tersenyum, badan agak pertemuan ke pertama hal ini
membungkuk ke depan, menunjukkan bahwa antara
tubuh sikap terbuka klien dan perawat telah
K : Melihat kearah perawat, Klien tampak bersedia terbina hubungan saling
mengulurkan tangan, berinteraksi percaya. Sesuai dengan teori
sedikit tersenyum lalu bahwa keberhasilan membina
menundukkan kepala hubungan saling percaya
sangat dipengaruhi oleh
komunikasi verbal dan non
verbal yang disampaikan oleh
perawat

K : waalaikumsalam, Bu. K : klien mengubah posisi Klien berespon positif dengan Perawat mempertahankan
Perawat okta yang kemarin kakinya, memandang salam yang disampaikan oleh sikap terbuka, badan
ya perawat, menjawab perawat condong ke depan,
dengan ramah, tampak memandang dan
senang dengan mendengarkan dengan
kedatangan perawat, penuh perhatian ketika
P : mempertahankan sikap Perawat tetap menjaga posisi berinteraksi dengan klien.
terbuka, badan condong tubuh dengan terapeutik Sesuai dengan teori hal ini
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
ke depan, memandang merupakan sikap-sikap yang
dan mendengarkan harus dilakukan dalam
dengan penuh perhatian melakukan hubungan
terapeutik sehingga klien
dapat berespon positif
terhadap interaksi yang
dilakukan.
P : Bagaimana perasaannya P : Suara jelas, tetap Perawat mencoba membuka Perawat menunjukkan
hari ini? Bayinya sehat ya tersenyum, diri dan mencoba menggali hubungan yang terbuka
bu? mempertahankan sikap data baru yang mungkin dengan klien. Hal ini sesuai
terbuka, memandang sangat diperlukan oleh klien dengan teori komunikasi
klien dengan bersahabat yaitu teknik komunikasi
K : Memandang perawat, Klien tampak senang dengan terapeutik dimana bahwa
tersenyum simpul, kedatangan perawat dan untuk mendapatkan data
menyandarkan tubuh ke tampak antusias saat diperlukan pertanyaan dan
kursi ditanyai tentang kondisi sikap terbuka dari perawat
bayinya dalam memahami kebutuhan
klien saat ini
K : Alhamdulillah saya dan K : Ekspresi wajah bahagia, Ekspresi sebal yang Perawat menggunakan teknik
bayi saya sehat, Walau namun setelah itu ditunjukkan klien adalah saat komunikasi terbuka. Hal ini
kadang saya jadi sebal tampak sebal dan klien membicarakan tentang sesuai dengan teori bahwa
kalau ingat sama suami tertunduk lagi suaminya sikap terapeutik yaitu
saya bu P : menganggukkan kepala, keterbukaan, jujur, keiklasan
mendengarkan klien dan dan penggunaan teknik
badan tetap condong ke terapeutik akan
depan mempengaruhi keberhasilan
interaksi
Perawat mempertahankan
sikap terbuka menerima klien
apa adanya dan
menunjukkan perhatian
terhadap kebutuhan klien
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Jadi siang ini saya ingin P : Badan condong ke Perawat mencoba Fokusing merupakan salah
berbincang-bincang depan, ekspresi wajah memfokuskan pembicaraan satu teknik komunikasi
sebentar dengan ibu tenang, sikap terbuka pada satu topik sesuai terapeutik. Sesuai degan
tentang kegiatan atau K : Mendengarkan perawat, dengan kebutuhan klien Klien menunjukkan konsep komunikasi terapeutik
hobi yang ibu sukai. menyandarkan tubuh, ketertarikan untuk bahawa fokusing sangat
Mungkin sekitar 5 menit kaki diluruskan, sambil berbincang dengan perawat diperlukan dalam rangka
saja. Bagaimana, ibu sesekali tersenyum dan memfokuskan topik yang
bersedia? melihat ke arah perawat akan dibahas dalam suatu
pembicaraan

K : Iya ibu K : Menganggukkan kepala, Klien menyetujui topik yang Adanya kesepakatan topik
tersenyum dan ditentukan perawat untuk antara perawat dan klien
memandang perawat dibahas. menunjukkan ketepatan
seolah-olah memerlukan perawat dalam menganalisa
bantuan kebutuhan klien saat ini
P : Tersenyum, tetap Perawat senang karena telah
memandang klien, terjadi kesepakatan topik
mencondongkan kepala untuk dibahas sesuai dengan
kebutuhan klien saat ini
P : Kemarin ibu sempat P : Menjelaskan dengan Perawat mengajak klien Perawat memfokuskan topik
bercerita kalau jarang kata-kata yang jelas, untuk mengidentifikasi bahasan interaksi. Hal ini
keluar rumah karena menekankan pada topik kondisinya sesuai dengan teori bahwa
malu. Kalau boleh tau, bahasan dengan interaksi yang efektif harus
sudah sejak kapan bu? menanyakan penyebab Klien tampak memperhatikan memenuhi teknik komunikasi,
terlebih dahulu fokus bahasan dalam salah satunya adalah
K : Menganggukkan kepala, interaksi focusing
mendengarkan
penjelasan dari perawat
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Sejak 3 bulan yang lalu, K : Ekpresi wajah tampak Klien menyebutkan faktor Dalam menggali penyebab
sejak suami saya sedih, sebal. Tidak ada presipitasi kecemasan yang klien jarang keluar rumah,
selingkuh dengan wanita kontak mata dialami perawat dapat menggunakan
lain, saya jadi malu sama P : Mendengarkan dengan pertanyaan terbuka
tetangga. seksama,
menganggukkan kepala Perawat mencoba menggali
apa yang menyebabkan klien
jarang keluar rumah

P : oo, begitu ya bu. Kalau P : Menjelaskan dengan Perawat mengajak klien Pada klien dengan harga diri
boleh tahu, ibu wanda kata-kata yang jelas, untuk mengenali hobinya rendah perlu digali
hobinya apa ya? menekankan pada topik kemampuan positifnya untuk
bahasan membantu meningkatkan
K : Menganggukkan kepala, Klien tampak memperhatikan rasa percaya dirinya
mendengarkan fokus bahasan dalam
penjelasan dari perawat interaksi
K : Saya hobi memasak, K : Memandang perawat, Klien menyebutkan hobi nya Dalam hubungan antara
kalau saya masak tersenyum, kemudian dengan bahagia namun perawat dan klien, perawat
macam-macam pandangan mata ke berubah kesal saat berkewajiban menempatkan
makanan, anak saya depan, lalu tiba-tiba mengingat suami diri dengan sikap empati.
makannya jadi lahap. wajah klien tampak Sikap empati akan
Tapi sejak saya tau kalau kesal memberikan kenyamanan
suami saya selingkuh, P : Menganggukkan kepala, Perawat bersikap empati pada klien dalam berinteraksi
saya kalau masak jadi ala mendengarkan klien, terhadap perasaan klien dengan perawat.
kadarnya saja, tidak tetap mempertahankan
bervariasi. sikap terbuka
P : Wah, hebat sekali bu P : Mengacungkan jempol, Perawat memberikan Perawat memberikan
wanda, walaupun Menganggukkan kepala, reinforcement terhadap apa reinforcement terhadap hobi
bekerja tapi masih bisa tersenyum, ekpresi yang klien utarakan klien. Hal ini sesuai dengan
memasak sendiri ya. wajah bersahabat Perhatian klien dalam teori bahwa setiap
Pasti masakan ibu enak. K : Mendengarkan, mencoba berinteraksi dengan perawat keberhasilan klien meskipun
Semenjak ibu tidak lagi mengingat-ingat kembali masih terkontrol hanya sedikit harus diberikan
bersemangat memasak, sambil menggerak- umpan balik agar klien
nafsu makan anak ibu gerakkan kedua tangan termotivasi untuk
bagaimana? menyebutkan hobi yang lain.
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Ya anak saya makannya K: memandang perawat, Mekanisme koping yang Pklien moencoba
jadi tidak sebanyak dulu tampak sedih, namun digunakan oleh klien masih mengungkapkan tentang
lagi, selalu tidak habis mencoba tersenyum berada pada rentang adaptif dampak dari hobi yang sudah
kalau makan. Tapi ya P: Mendengarkan klien ia tinggalkan
bagaimana lagi, karena dengan seksama, sambil
suami saya selingkuh menganggukkan kepala, Mempertahankan sikap
saya jadi malas bu. tersenyum empati
P : Wah, kasian anak ibu ya. P: Menanggapi dengan Perawat memberikan saran Perawat memberikan saran
Bagaimana kalau sudah kata-kata yang jelas, tentang hal yang bisa tentang kegiatan yang bisa
di rumah nanti, ibu ekspresi wajah tetap dilakukan oleh klien dilakukan oleh klien.
mencoba untuk tersenyum sambil Kegiatan terkait dengan hobi
memasak yang bervariasi mencoba memberi saran klien yang bisa memberi
lagi bu. Kan sekarang kepada klien manfaat dan membuat klien
sudah ada adik bayi K: Tersenyum, menunduk Klien tampak berpikir dengan bisa meningkatkan rasa
juga, pastinya asupan sebentar, kemudian apa yang diucapkan perawat percaya dirinya
makanan ibu harus memandang perawat,
bergizi jadi nanti asinya lalu pandangan ke
bisa lancar. depan
K : Saya juga berpikiran K: Tersenyum, memandang Klien tampak bersemangat Klien mencoba berubah
seperti itu bu, kalau perawat, sambil untuk mencoba lagi hobi dengan mencoba melakukan
boleh jujur memasak mengangguk-anggukkan memasaknya hobinya. Hal ini sesuai
sudah jadi hobi saya kepala dengan teori bahwa syarat
sejak SMA dan saat saya P: Ekpresi wajah senang, Perawat senang dengan utama berubah adalah klien
memasak, ada memperhatikan klien, tanggapan klien mempunyai kemauan untuk
kepuasaan tersendiri. tetap bersikap terbuka melakukan perubahan
Tapi 3 bulan terakhir
saya sudah tidak
merasakan itu lagi
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P: Nah, ibu mengatakan P: tersenyum, memandang Perawat mencoba menggali Menanyakan lebih lanjut
dengan memasak ibu klien dengan senang, hobi klien tentang hobi dan diharapkan
merasakan kepuasan suara jelas dan bisa memotivasi klien untuk
tersendiri, itu bagus memotivasi klien melakukan kegiatan tersebut
sekali bu. Masakan K: Memandang perawat, Klien menyimak apa yang
favorit anak ibu apa? menggerakkan badan ke dikatakan perawat
kanan dan kiri, sambil
tersenyum
K : Masakan kesukaan anak K: Tersenyum, memandang Klien mencoba mengingat Menggali lebih dalam tentang
saya itu sayur bayam, perawat,menjawab tentang hobinya hobi membuat klien
ayam bumbu kecap, dan dengan semangat mengingat-ingat hal yang
kering tempe. P: Ekpresi wajah senang, positif dan sering dilakukan
memperhatikan klien, Perawat memberikan respon sebelumnya
dan tetap bersikap yang positif dari pernyataan
terbuka klien

P: Wah, pasti enak sekali P : tersenyum, memandang Perawat memberikan Perawat memberikan
kalau ibu yang memasak klien dengan senang, reinforcement terhadap apa reinforcement terhadap hobi
ya. Jadi bagaimana bu, menjelaskan dengan yang dikatakan klien klien. Hal ini sesuai dengan
nanti kalu di rumah mulai nada suara yang lemah teori bahwa setiap
mencoba memasak yang lembut, suara jelas dan keberhasilan klien meskipun
bervariasi lagi ya bu? memotivasi klien hanya sedikit harus diberikan
Banyak manfaatnya juga K : Tersenyum, Klien termotivasi untuk umpan balik agar klien
untuk anak ibu, ibu, dan mengangguk-anggukkan melakukan hobinya termotivasi untuk
juga untuk adik bayi. kepala menyebutkan hobi yang lain..
Dari sisi keuangan juga
masak sendiri jauh lebih
hemat
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Iya bu, saya jadi kangen K: Tersenyum, memandang Klien tampak antusias pada Saat klien mulai menemukan
memasak. Nanti akan perawat, sambil hal-hal yang bisa ia lakukan hal positif dari dirinya, itu
saya mulai lagi unruk mengangguk-anggukkan akan sangat membantu
memasak makanan yang kepala memperbaiki kondisi klien
bervariasi menunya. P: Ekpresi wajah senang, Perawat memberikan
memperhatikan klien, dukungan atas niat baik klien
mengacungkan jempol untuk melakukan hobinya
dan tetap bersikap
terbuka
P : Nah, bagaimana perasaan P: Sikap badan terbuka, Perawat mengakhiri Klien tampak senang dengan
ibu setelah kita ngobrol- badan condong pertemuan dengan tetap interaksi yng telah dilakukan
ngobrol tadi bu? kedepan, memandang bersikap terbuka dan dengan perawat. Hal ini
klien, berbicara dengan menghargai keberhasilan sesuai dengan teori bahwa
nada suara yang lembut, klien klien sudah menyebutkan
kata-kata jela kemampuan positif dan ingin
K: Menganggukkan kepala, Klien tampak lebih tenang melakukannya
tersenyum, ekpresi dan senang setelah
wajah tenang, sambil membahas tentang hobi
menegakkan badannya
K : Alhamdulillah perasaan K: Tersenyum, memandang Klien mampu menentukan Menurut teori belajar salah
saya membaik bu, tidak perawat, sambil proses belajar yang akan satu faktor utama dalam
seperti awal tadi. mengangguk-anggukkan dilakukan belajat adalah kemauan klien
Mengingat memasak kepala untuk melakukan perubahan
membuat saya ingin P: Ekpresi wajah senang, Perawat memberikan
cepat di rumah. memperhatikan klien, dukungan atas kemampuan
mengacungkan jempol klien
dan tetap bersikap
terbuka
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Nah coba ibu sebutkan P: Sikap badan terbuka, Perawat mengevaluasi Evaluasi merupakan suatu
lagi apa yang tadi sudah badan condong kemampuan klien setelah cara untuk mengatasi
kita diskusikan? kedepan, memandang menggali kemampuan positif ketercapaian tujuan interaksi
klien, berbicara dengan klien yeng telah dilakukan
nada suara yang lembut,
kata-kata jelas,
berbicara tidak terlalu
cepat, mengulurkan
tangan Klien tampak memahami apa
K: Menganggukkan kepala, yang disampaikan oleh
tersenyum, ekpresi perawat
wajah tenang
K : Jadi tadi terkait hobi K: Tersenyum, memandang Klien mampu mengikuti Tujuan belajar dapat tercapai
saya yaitu memasak dan perawat, sambil proses belajar sampai ketika tidak terjadi
sudah 3 bulan ini saya menjelaskan dengan dengan selesai kesenjangan antara tujuan
memasak tapi ala antusias dan hasil belajar.
kadarnya saja. Jadi nanti P: Ekpresi wajah senang, Perawat memberikan
kalau dirumah saya bisa memperhatikan klien, dukungan atas kemampuan
mencoba memasak mengacungkan jempol klien
bervariasi makanan dan tetap bersikap
seperti dulu lagi. Karena terbuka
nantinya akan
bermanfaat buat kedua
anak saya dan buat saya
sendiri.
P : Baiklah rasanya sudah 5 P : tersenyum, memandang Perawat mengakhiri interaksi Menurut konsep interaksi
menit kita ngobrol. Coba klien dengan senang, dengan terminasi terapeutik maka akhir
ibu latih kembali apa menjelaskan dengan interaksi diakhiri dengan
yang telah kita pelajari nada suara yang lemah terminasi
tadi. Ibu bisa memanggil lembut, suara jelas dan
perawat ruangan jika ibu memotivasi klien
masih ada yang perlu K : Tersenyum, Kebutuhan klien tampak
ditanyakan, besok saya mengangguk-anggukkan telah terpenuhi dengan klien
kita bertemu lagi tapi kepala sudah mampu menggali
sore sekitar jam 15.00. kemampuan positif nya
Bagaimana ibu bersedia?

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Iya, Waalaikum salam K : Tersenyum, membalas Klien menyetujui hasil Klien sepakat untuk
uluran tangan pertemuan menindaklanjuti pertemuan.
P : tersenyum, ekspresi Perawat senang dengan Hal ini menunjukkan bahwa
wajah senang interaksi yang dilakukan antara klien dan perawat
dengan klien telah terjadi trust. Hal ini
sesuai dengan teori bahwa
aspek utama untuk
mempertahankan hubungan
adalah adanya hubungan
saling percaya

Anda mungkin juga menyukai