0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan17 halaman

Proposal Usaha Makanan Tradisional

proposal

Diunggah oleh

Luthfi Fachruzy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan17 halaman

Proposal Usaha Makanan Tradisional

proposal

Diunggah oleh

Luthfi Fachruzy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANGAN SISTEM INFORMASI SEDERHANA

SISTEM INFORMASI ADMIN WEB SEKOLAH

DISUSUN OLEH :

1. NUR FADHIL SUBARI 12172873

2. MOCHAMAD BAYU RAMADHAN M 12172651

3. SILVANA NILAM CAHYA 12173924

4. MUHAMMAD REZA ALDIANSYAH 12172908

5. MUHAMAD GIRI GINANJAR 12172904

6. DEWI SARTIKA WATI 12173572

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

MANAJEMEN INFORMATIKA 12.3B.01

UNIVERSITAS BSI JAKARTA

2018
DAFTAR ISI

Halaman Cover ................................................................................................... 1

Daftar Isi ............................................................................................................. 2

Prosedur Sistem Berjalan ................................................................................... 3

Rancangan Usulan...…………………………………………………………....4

Mockup Admin Web Sekolah……….………………………………………....5

2|Page
BAB I

LATAR BELAKANG

Nama Perusahaan : OPAQUE

Bidang Usaha : Makanan

Jenis Produk : Opak & Chocolate Kolontong (Chocolont)

Alamat Perusahaan : Garut

Nomor Telepon : 081

1. Identifikasi Peluang Bisnis

Salah satu jenis usaha yang tidak pernah surut adalah usaha makanan. Usaha makanan ini

memberikan peluang yang sangat besar untuk diusahakan. Apalagi makanan yang cocok

dengan lidah konsumen dan khas didaerah tersebut.

Opak adalah jenis makanan ringan yang berbentuk menyerupai kerupuk yang memiliki

tekstur yang sangat renyah, hanya saja opak terbuat dari beras ketan sedangkan kerupuk terbuat

dari bahan dasar tepung tapioka. Opak ketan merupakan makanan khas dari daerah Sukabumi

Jawa Barat yang memiliki rasa yang enak dan gurih. Opak ketan terdiri dari dua macam rasa

yaitu rasa asin dan rasa manis. Dari segi pengadaan bahan baku, proses pengolahan, sampai

menjadi produk akhir pun tidak terlalu sulit tetapi tidak semua orang yang bisa membuat

makanan khas sunda ini, biasanya opak ini sering dibuat di daerah-daerah panas karena dalam

pengolahannya membutuhkan proses penjemuran. Opak ini sering kita temukan untuk para

tamu biasanya untuk cemilan sehari-hari.

2. Penjelasan Produk

3|Page
Cara membuat produk kami bisa dibilang gampang. Karena sebenarnya hanya membutuhkan

bahan pokok yang sedikit tidak terlalu banyak. Untuk membuat opak ini, kami cukup

menyediakan beras ketan, gula, coklat, keju, dan bumbu-bumbu lainnya. Akan tetapi walaupun

prosesnya begitu gampang, saya tidak sembarangan dalam proses pembuatan karena kami

mempunyai keunggulan yaitu bahan baku berkualitas, meskipun menggunakan peralatan yang

masih tradisioinal, ukuran opak yang cukup kecil, tanpa pengawet atau bahan kimia berbahaya.

3. Latar Belakang Bisnis

Alasan kami menawarkan inovasi makanan seperti Opaque adalah saat ini masyarakat begitu

konsumtif dengan makanan luar sehingga melupakan makanan tradisional. Di sini kami

membantu semua kalangan khusus para ibu rumah tangga untuk lebih bisa mengenal makanan

tradisional yang telah dilupakan. Dan dengan adanya produk ini para ibu rumah tangga bisa

mengenalkan makan tradisional ke anak-anaknya.

4. Tujuan

1. Tujuan Umum

 Mendapatkan keuntungan dari produk ini

 Membudayakan makanan tradisional khas Indonesia

 Menciptakan lapangan pekerjaan untuk daerah sekitar

1. Tujuan Khusus

 Membantu masyarakat mengenalkan makanan khas kepada generasi selanjutnya

 Menjaga kelestarian budaya dalam bidang kuliner

5. Potensi Bisnis

Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena setiap orang pasti butuh

akan santapan ringan dan butuh dengan makanan ringan untuk bersantai maupun berkumpul

dengan teman-teman atau oleh-oleh untuk dibawa pulang setelah liburan. Dan produk ini cocok

dengan kebutuhan

4|Page
BAB II

ANALISIS SWOT

1. Faktor Internal

1. Strength (Kekuatan)

 Keunggulan produk

Kami menawarkan suatu produk yang mengangkat nilai kebudayaan dan dipadukan dengan

unsur kekreatifan. Yaitu produk opak dan kolontong yang jarang dijual dipasaran akan tetapi

dikenal dikalangan para ibu rumah tangga. Kami juga menyelipkan harga yang terjangkau,

tanpa bahan pengawet dan menyajikan cita rasa yang berbeda.

 Keterampilan dan keahlian

Kami memiliki keterampilan untuk melakukan modifikasi rasa opak dan kolontong.

 Bahan baku mudah di dapat

Bahan baku pembuatan opak kolontong ini tersedia karena udah ada pemasok

langganan.

 Fungsi Pemasaran

Dengan majunya teknologi maka maju pula promosi. Sehingga promosi gampang

sekali dilakukan di media sosial seperti Facebook, Twitter, Situs Web dan lain

sebagainya. Dan telah ada beberapa distributor atau toko-toko makanan oleh-oleh yang

menjual produk berdasarkan target pasar bahkan distributor perkotaan.

1. Weakness (Kelemahan)

 Belum memiliki cukup pengalaman. Pengalaman untuk memulai usaha yang masih

sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.

 Produksi ini volume penjualannya belum terbilang tinggi.

 Dan desain yang bisa dikatakan belum menarik.

5|Page
2. Faktor Eksternal

1. Opportunities ( Peluang )

 Banyaknya konsumen

Banyaknya para tamu wisatawan yang menginginkan makanan khas oleh-oleh daerah tersebut.

Dan dengan produk ini akan menambah minat wisatawan maupun setempat.

 Sistem pemasaran

Pemasaran bisa dibilang cukup mudah karena didaerah kami banyak toko-toko makanan ringan

untuk menjadi pemasok/ distributor produk ini.

1. Threats ( Ancaman )

 Keacuhan konsumen, terkadang masyarakat kurang memperhatikan makanan yang

dibelinya.

 Ancaman dari pesaing yaitu maraknya yang menjual opak kolontong dari berbagai

daerah. Sehingga permintaan pasar berkurang akibat adanya para pesaing dari produk

yang lain dan perilaku pasar tidak ramah lagi.

 Megenai ketersediaan bahan baku yang berkualitas bisa berkurang karena adanya faktor

tertentu.

6|Page
BAB III

PERENCANAAN BISNIS

1. Sasaran dan Target Pasar

Sasaran kami adalah seluruh kalangan dari segala usia. Untuk itu kami memulai promosi

dari daerah yang sering dilewati kalangan wisatawan. Dan biasanya itu di toko-toko makanan

khas oleh-oleh. Karena kami menganggap promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam suatu

tempat yang strategis.

Selain itu kami juga mempunyai rumah produksi yang siap didatangi siapa saja dan siap

melayani jasa konsultasi serta pemesanan. Untuk itu, kami menggalakkan promosi di berbagai

media baik cetak maupun elektronik. Hal ini kami maksudkan untuk memberi kemudahan

dalam pemesanan dan pembelian produk kami.

2. Pembiayaan

1. Biaya Tetap (Fixed cost) per tahun

No. Nama Barang Jumlah Harga Satuan Jumlah Harga

Barang

1 Pisau 3 Rp. 15.000 Rp. 45.000

2 Ayakan/ tempat 10 Rp. 15.000 Rp. 150.000

penjemuran

3 Kompor gas 2 Rp. 250.000 Rp. 500.000

7|Page
4 Penumbuk/ 2 Rp. 100.000 Rp. 200.000

tempat

penggilingan

5 Oven 4 Rp. 100.000 Rp. 400.000

6 Cukil 10 Rp. 5000 Rp. 50.000

7 Tabung Gas 2 Rp. 150.000 Rp. 300.000

8 Parut Kelapa 10 Rp. 10.000 Rp. 100.000

9 Gunting 5 Rp. 25.000 Rp. 125.000

10 Magicom/ 2 Rp. 500.000 Rp. 1.000.000

Pemanas

TOTAL Rp. 3.170.000

Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan:

1. Biaya Variabel (Variable cost) – Per Bulan

Jumlah

No. Nama Barang Barang Harga Satuan Jumlah Harga

1 Beras Ketan 200 Kg Rp. 17.000 Rp. 3.400.000

2 Kelapa Parut 60 Butir Rp 5000 Rp. 300.000

3 Coklat 30 pack Rp 24.000 Rp. 720.000

4 Keju 40 pack Rp 17.000 Rp. 680.000

5 Garam 10 bks Rp. 1000 Rp. 10.000

8|Page
6 Penyedap Rasa 10 bks Rp 1000 Rp. 10.000

7 Kemasan/ plastik 30kg Rp. 30.000 Rp. 900.000

8 Gula 35 kg Rp. 15.000 Rp. 525.000

TOTAL Rp. 6.545.000

1. Biaya total

Biaya total = Variable cost + Fixed cost

= Rp 3.170.000 + Rp. 6.545.000

= Rp. 9.715.000

1. Biaya dan Harga Per Unit

 Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah

Rp 3.170.000 : 12 bulan = Rp. 264.166.66

 Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan:

264.166.66 + Rp. 6.545.000 = Rp. [Link]

 Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang

dihasilkan per bulan:

[Link] : 1200 bks = Rp. 5674.33

Harga jual per bungkus Rp 12.000

1. Modal Awal

Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1 Bulan

= Rp 3.170.000 + Rp. 6.545.000

= Rp. 9.715.000

1. Analisis Titik Impas (Break Even Point)

BEP harga = Total biaya produksi selama 1 bulan : Produksi

= Rp. [Link] : 1200 bungkus

= Rp. 5674.33

Harga jual per bungkus Rp 12.000

9|Page
BEP produksi = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit

= Rp. [Link] : Rp. 12.000

= 567 Bungkus

Jadi, untuk mencapai titik impas maka opak yang harus terjual adalah 567 bungkus dengan

harga per produk adalah Rp 12.000

1. Analisis Keuntungan

Pendapatan : Opak yang terjual x harga jual

1200 x Rp 12.000 = Rp. 12.000.000

Total Biaya produksi dalam 1 bulan : Rp. 14.400.000

Keuntungan = Pendapatan –Total biaya produksi

= Rp. 14.400.000 – Rp. [Link]

= Rp. [Link]

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 1200 buah opak dengan harga Rp. 12.000

per bks dalam 1 bulan adalah Rp [Link]

1. Pengembalian Modal

Total biaya Produksi: Laba usaha = Rp. 12.000.000 : Rp [Link]

= 1,58 bulan ( 52 hari )

Catatan : Dalam 1 bulan diproduksi 1200 bungkus opak

Opak yang harus dijual per bulan = 1200 : 30 hari = 40 bungkus

Maka, Pay Back Periode = BEP Produksi : Penjualan per hari

= 567 : 40 = 14 hari

Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 14 hari dengan penjualan 40 bungkus opak tiap

harinya.

10 | P a g e
BAB IV

STUDI KELAYAKAN

1. Lokasi

Pembuatan opak ini dilakukan di Jl. Raya Bayongbong. Disini kami memakai rumah sendiri

yang diperuntukkan khusus membuat produk kami. Meskipun lokasi kami tidak strategis tetapi

mudah untuk mencari tenaga kerja dan dekat dengan distributor. Selain itu, pembeli bisa datang

langsung melihat-lihat proses produksi maupun konsultasi langsung dengan kami tentang cara

membuat opak ini.

2. Sarana dan Prasarana

Selain menggunakan rumah produksi kami juga memanfaatkan berbagi media baik media

elektronik maupun media cetak seperti brosur, pamflet, majalah dan online shop, blog,

facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan prosedur atau tata

cara memesan produk serta kami juga menyediakan suatu wadah konsultasi baik melalui sms,

telepon, chatting, blackberry messenger, email maupun bertemu secara langsung.

3. Sumber Daya Manusia

Pengalaman Keterampilan

JABATAN Tingkat Pendidikan (tahun) Khusus

Mengolah Proses

Kepala Produksi Mahasiswa/SMA 1 tahun Produksi

Kepala Pemasaran Mahasiswa/SMA 1 tahun Merekrut distributor

Accounting Mahasiswa/SMA 1 tahun Pembukuan keuangan

tabel contoh proposal usaha

11 | P a g e
Jumlah Tenaga yang Tenaga yang Harus

JABATAN Kebutuhan Tersedia Direkrut

Produksi 4 1 3

Pemasaran 4 1 3

tabel contoh proposal usaha

Untuk saat ini, sumber daya manusia telah tersedia. Meskipun jumlahnya belum memenuhi.

Namun hal ini sudah menjadi modal yang luar biasa bagi usaha kami.

12 | P a g e
BAB V

REAL BUSINESS PLAN

1. Rencana Manajemen

1. Strategi Pemasaran

Menawarkan langsung kepada konsumen, Menjual/menyimpan produk di toko-toko khusus

oleh-oleh, PAUD yang biasanya banyak para ibu, membuat akun media sosial seperti

Facebook, Twitter, dan lain-lain, membuka stan pada pameran di Garut, Gazebo Bandung.

 Pengembangan Produk

Membuat variasi rasa yang berbeda dan bisa request rasa. Tujuan yang ingin dicapai, agar

konsumen tidak merasa bosan dengan rasa yang cenderung homogen.

 Pengembangan Wilayah Pemasaran

Area pemasaran utama adalah di toko yang banyak dilalui oleh wisatawan, sperti tarogong.

 Kegiatan Promosi

Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran

dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami melalui sejumlah media

baik elektronik, cetak, iklan di radio maupun promosi langsung dari mulut ke mulut. Promosi

melalui media elektronik dilakukan dengan membuka semacam online shop di berbagai

jaringan sosial yang kini marak di dunia maya. Promosi melalui media cetak kami lakukan

dengan membuat pamflet, Mencari distributor-distributor di seluruh nusantara.

 Penjualan kolektif

Yaitu memberikan pilihan kepada konsumen dengan menjual lebih dari satu produk dengan

harga yang lebih miring bila dikalkulasi per produknya. Pembelian dengan harga yang miring

ini minimal 10 bungkus.

13 | P a g e
1. Strategi Produksi

Pemilihan beras ketan yang berkualitas, Perendaman dalam baskom besar/ember beberapa jam,

pematangan beras ketan dengan di nanak seperti nasi kemudian ditumbuk agar ketan yang telah

matang itu lembut, dicetak menggunakan cara tradisional guna melibatkan banyak tenaga kerja,

setelah dicetak dan disimpan pada ayakan kemudian dijemur sampe kering, setelah itu opak

dipotong sesuai ukuran yang biasanya kemudian di oven. Tambahan untuk memakai varian rasa

setelah opak jadi kemudian dicelupkan ke coklat yang telah dipanaskan.

1. Strategi organisasi dan SDM

Pengelolaan SDM merupakan hal yang harus dilakukan suatu perusahaan sehingga

produktivitas dapat semakin berkembang dan kualitas karyawan pun semakin baik. Tahap-

tahap pengembangan SDM tersebut antara lain:

 Seleksi karyawan

Kami melakukan seleksi terhadap karyawan sesuai dengan bidangnya. Contohnya di bidang

produksi harus yang berpengalaman dari cara segi menumbuk misalnya.

 Pelatihan karyawan

Karyawan yang telah diseleksi kemudian dilatih dan diberi motivasi tentang apa tujuan kami

membuat opak. Sehingga mereka memiliki kesamaan persepsi dan pemikiran. Hal ini dilakukan

untuk mempertahankan kualitas dan ciri khas yang membedakan produk kami dengan yang

lain.

 Sistem Remunerasi yang Seimbang dan Adil

Pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan pada saat seleksi. Namun,

tidak menutup kemungkinan kami akan memberikan bonus pada karyawan yang memiliki

produktivitas yang tinggi dan sungguh-sungguh dalam bekerja.

1. Strategi Keuangan

14 | P a g e
Mencatat semua pemasukan harian, bulanan, dan tahunan, mencatat pengeluaran harian,

bulanan dan tahunan dan mencatat keuntungan harian, bulanan dan tahunan. Sehingga dapat

mengetahui laba dan rugi atau mencatat sesuai dengan sistem akuntansi. Memperkejakan

tenaga kerja yang ahli dalam akuntansi.

1. Strategi penetapan harga

Harga merupakan suatu variable yang mempunyai peranan penting dalam dunia bisnis. Harga

menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana produk itu

seharusnya bila dilihat dari harganya. Kami hanya akan mengutamakan kualitas barang. Bukan

mengambil keuntungan, karena kami mempunyai tujuan yaitu membantu semua kalangan

untuk melestarikan makanan khas Indonesia yang sudah dilupakan.

1. Analisis resiko usaha dan antisipasinya

2. Resiko Usaha

Setiap tindakan tentu melahirkan resiko. Demikian pula produk kami akan mendatangkan

berbagai resiko sebagai berikut:

 Produk kurang menarik minat masyarakat.

Manusia memiliki selera yang berbeda satu sama lain. Demikian pula dalam hal masalah

makanan. Semua kalangan, khususnya ibu kurang memperhatikan makanan yang diberikan

oleh anaknya, sehingga kebanyakan anak lebih suka berdiam lama di KFC, MCd dan lain-lain

yang banyak menjual minuman bersoda .

 Opak yang Kurang diminati.

Adakalanya barang tidak mudah terjual dan memenuhi stand, toko atau bahkan gudang.

Sehingga menimbulkan kesan monoton dan menurunkan kualitas produk. Karena orang

menganggap opak suatu makanan yang tidak modern.

 Modal usaha

15 | P a g e
Opak isi ini memang tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Tetapi juga tidak bisa dibilang

memerlukan modal yang relatif kecil. Sebagai usaha membangun suatu kualitas, modal awal

demi terwujudnya suatu produksi yang maksimal sangat dapat mendukung keberlangsungan

usaha.

2. Antisipasi terhadap resiko

 Produk kurang menarik minat masyarakat

Setiap orang pasti memiliki persepsi terhadap apa yang mereka lihat. Cara kami mengantisipasi

kurangnya minat konsumen ini adalah dengan melakukan promosi secara mendalam dan

menyeluruh. Jadi bukan hanya kami bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi kami

juga bertujuan untuk selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Dan tidak lupa yang

mencintai produk tanah air sendiri, apalagi itu dalam hal melestarikan makanan khas Indonesia.

Maka dengan ini menarik pelanggan mencoba produk kami.

 Opak yang kurang laris.

Kami melakukan antisipasi dengan membuat membuat kreasi yaitu bisa request isi sesuai

dengan selera dan masukan dari para pelanggan. Sehingga masyarakat tidak memberikan kesan

bahwa opak makanan yang tidak modern.

 Modal usaha

Modal usaha adalah hal terpenting dalam melakukan suatu biesnis. Untuk memenuhi modal

usaha kami memilih untuk melakukan peminjaman kepada bank yang memiliki bunga

peminjaman terkecil.

3. Struktur Organisasi

Dalam menjalankan usaha ini kami telah menyusun struktur organisasi, yaitu :

1. Pemilik : Rezza Indra Rahayu

2. Bagian Keuangan : Gumilar

3. Bagian Personalia : Edit Aditya

16 | P a g e
4. Bagian Pemasaran : Iqbal Maulana W

5. Bagian Produksi : Rendi Imam

BAB VI

PENUTUP

1. Simpulan

Demikianlah proposal ini kami ajukan, semoga mendapatkan sambutan yang positif. Dan dapat

menjadi bahan pertimbangan serta dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak- pihak

yang bersangkutan. Tiada lain harapan kami adalah bersama-sama membangkitkan dunia

usaha nasional Indonesia menjadi industri yang mandiri dan dapat memberi kontribusi baik

kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Usaha yang kami dirikan merupakan Perusahaan Perseorangan yang didirikan oleh keluarga

dengan harapan akan memperoleh keuntungan dan akan diperluas lagi pendiriannya.

2. Rekomendasi

Dari hasil proposal diatas maka kami harap anda bersedia untuk bekerja sama atau

menanamkan modal bagi perusahaan kami dengan memperhatikan aspek-aspek diatas.

Terimakasih atas perhatian Anda dan kami ucapkan terimakasih.

17 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai