0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan25 halaman

Prestasi Mesin Motor Bakar Bensin 4 Tak

jfyfyufuyfyf

Diunggah oleh

Adi Susilo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan25 halaman

Prestasi Mesin Motor Bakar Bensin 4 Tak

jfyfyufuyfyf

Diunggah oleh

Adi Susilo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Motor bakar merupakan suatu mesin konversi energi yang merubah energi
kalor menjadi energi mekanik. Untuk menghasilkan energi kalor diperlukan
adanya suatu proses pembakaran yang dilakukan di ruang bakar, guna
menghasilkan suatu proses pembakaran, minimal harus ada tiga komponen
utama, yaitu bahan bakar, udara, dan kalor. Sumber kalor didapat dari letikan
bunga api listrik pada busi. Untuk mendapatkan performa busi yang
maksimum perlu adanya sistem pengapian pada motor bensin, sistem
pengapian tersebut terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan.

Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran
bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. Pada motor
pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin itu,
sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas
dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga
gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah
menjadi tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap.

Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi di


dalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa
diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya, pada turbin gas, motor bakar
torak dan mesin propulasi pancar gas. Motor pembakaran dalam sendiri
terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Motor Bensin (Otto) dan Motor Diesel.
Perbedaan kedua jenis motor tersebut sangat jelas sekali yaitu jika motor

1
bensin menggunakan bahan bakar bensin (premium), sedangkan motor diesel
menggunakan bahan bakar solar. Perbedaan yang utama juga terletak pada
sistem penyalaannya, di mana pada motor bensi digunakan busi sebagai
sistem penyalaannya sedangkan pada motor diesel memanfaatkan suhu
kompresi yang tinggi untuk dapat membakar bahan bakar solar.

Banyak faktor yang mempengaruhi peforma motor bakar. Salah satu faktor
yang mempengaruhi peforma motor bakar, yaitu efisiensi termal, efisiensi
volumetrik, daya engkol, tekanan efektif rata-rata, pemakaian bahan bakar
spesifik, perbandingan udara-bahan bakar, perbandingan kompresi, nilai
kalor-bahan bakar dll. Untuk pengujian prestasi mesin motor bakar maka ada
variabel-variabel yang dapat diukur seperti, putaran mesin, torsi, pemakaian
bahan bakar, pemakaian udara, temperatur gas buang, temperatur udara
masuk dan tekanan udara masuk. Maka dari itu untuk lebih mamahami lebih
lanjut tentang pengujian prestasi mesin bakar maka dilakukannya praktikum
untuk mesin motor bensin 4 tak.

2. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan praktikum prestasi mesin motor bakar untuk mesin motor
bensin 4 tak I.C engine yaitu sebagai berikut :

1. Mengetahui prestasi mesin motor bakar bensin 4 langkah dan


karakteristiknya
2. Dapat melakukan pengukuran dan analisa parameter-parameter operasi
yang divariasikan
3. Mengetahui pengaruh perlakuan udara terhadap prestasi mesin yang
dihasilkan.

2
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Motor Bakar

Motor bakar adalah pesawat pengerak mula yang mengubah tenaga kimia
bahan bakar menjadi tenaga panas ( kalor ) dengan jalan pembakaran, panas
tersebut selanjutnya di rubah menjadi tenaga mekanik. Jika ditinjau dari cara
memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka
motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar
dan motor pembakaran dalam.

1. Motor Pembakaran Luar

Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi
di luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan
mesin tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak
langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebih dulu melalui media
penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya
pada ketel uap dan turbin uap.

2. Motor Pembakaran Dalam

Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi


di dalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran
langsung bisa diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya, pada turbin
gas, motor bakar torak dan mesin propulasi pancar gas. Motor
pembakaran dalam sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Motor

3
Bensin (Otto) dan Motor Diesel. Perbedaan kedua jenis motor tersebut
sangat jelas sekali yaitu jika motor bensin menggunakan bahan bakar
bensin (premium), sedangkan motor diesel menggunakan bahan bakar
solar. Perbedaan yang utama juga terletak pada sistem penyalaannya, di
mana pada motor bensin digunakan busi sebagai sistem penyalaannya
sedangkan pada motor diesel memanfaatkan suhu kompresi yang tinggi
untuk dapat membakar bahan bakar solar.

B. Pengertian Motor Bensin

Motor bakar adalah jenis mesin kalor yang termasuk Mesin Pembakaran
Dalam (Internal Combustion Engine). Internal Combustion Engine (I.C.
Engine) adalah mesin kalor yang mengubah energi kimia bahan bakar
menjadi kerja mekanis, yaitu dalam bentuk putaran poros. Energi kimia bahan
bakar pertama diubah menjadi energi panas melalui proses pembakaran atau
oksidasi dengan udara dalam mesin. Energi panas ini meningkatkan
temperatur dan tekanan gas pada ruang bakar. Gas bertekanan tinggi ini
kemudian berekspansi melawan mekanisme mekanik mesin. Ekspansi ini
diubah oleh mekanisme link menjadi putaran crankshaft, yang merupakan
output dari mesin tersebut. Crankshaft selanjutnya dihubungkan ke sistem
transmisi oleh sebuah poros untuk mentransmisikan daya atau energi putaran
mekanis yang selanjutnya energi ini dimanfaatkan sesuai dengan
keperluan.[Ref.3]

Siklus Otto pada mesin bensin disebut juga dengan siklus volume konstan,
dimana pembakaran terjadi pada saat volume konstan. Pada mesin bensin
dengan siklus Otto dikenal dua jenis mesin, yaitu mesin 4 langkah (four
stroke) dan 2 langkah (two stroke). Untuk mesin 4 langkah terdapat 4 kali
gerakan piston atau 2 kali putaran poros engkol (crank shaft) untuk tiap siklus
pembakaran, sedangkan untuk mesin 2 langkah terdapat 2 kali gerakan piston
atau 1 kali putaran poros engkol untuk tiap siklus pembakaran. Sementara
yang dimaksud langkah adalah gerakan piston dari TMA (Titik Mati Atas)

4
atau TDC (Top Death Center) sampai TMB (Titik Mati Bawah) atau BDC
(Bottom Death Center) maupun sebaliknya dari TMB ke TMA.

C. Prinsip Kerja Mesin 4-Langkah

Mesin empat langkah mempunyai empat gerakan piston yang dapat


dijelaskan yaitu sebagai berikut,

a) Langkah hisap (suction stroke)

Pada langkah ini bahan bakar yang telah bercampur dengan udara dihisap
oleh mesin. Pada langkah ini katup hisap (intake valve) membuka sedang
katup buang (exhaust valve) tertutup, sedangkan piston bergerak menuju
TMB sehingga tekanan dalam silinder lebih rendah dari tekanan atmosfir.
Dengan demikian maka campuran udara dan bahan bakar akan terhisap ke
dalam silinder.

b) Langkah Kompresi (compression stroke)

Pada langkah ini kedua katup baik intake maupun exhaust tertutup dan
piston bergerak dari TMB ke TMA. Karena itulah maka campuran udara
dan bahan bakar akan terkompresi, sehingga tekanan dan suhunya akan
meningkat. Beberapa saat sebelum piston mencapai TMA terjadi proses
penyalaan campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi oleh
busi (spark plug). Pada proses pembakaran ini terjadi perubahan energi
dari energi kimia menjadi energi panas dan gerak.

c) Langkah Ekspansi (expansion stroke)

Karena terjadi perubahan energi dari energi kimia menjadi energi gerak
dan panas menimbulkan langkah ekspansi yang menyebabkan piston
bergerak dari TMA ke TMB. Gerakan piston ini akan mengakibatkan

5
berputarnya poros engkol sehingga menghasilkan tenaga. Pada saat
langkah ini kedua katup dalam kondisi tertutup.

d) Langkah Buang (exhaust stroke)

Pada langkah ini piston bergerak dari TMB ke TMA, sedangkan katup
buang terbuka dan katup isap tertutup, sehingga gas sisa pembakaran akan
terdorong keluar melalui saluran buang (exhaust manifold) menuju udara
luar. Seperti terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Siklus Motor Bakar pada Mesin 4-Langkah [Ref.16]

D. Siklus Ideal

Proses termodinamika dan kimia yang terjadi dalam motor bakar torak sangat
kompleks untuk dianalisa menurut teori. Untuk memudahkan menganalisanya
perlu membayangkan suatu keadaan yang ideal. Makin ideal suatu keadaan
makin mudah untuk dianalisa, akan tetapi dengan sendirinya semakin jauh
menyimpang dari keadaan sebenarnya. Di dalam analisis udara, khususnya
motor bakar torak akan dibahas, Siklus udara volume konstan (siklus otto),
Siklus udara tekanan konstan (siklus diesel), Siklus udara tekanan terbatas
(siklus gabungan).
1. Siklus Aktual Motor Bensin

6
Siklus udara volume konstan atau siklus otto adalah proses yang ideal.
Dalam kenyataannya baik siklus volume konstan, siklus tekanan konstan
dan siklus gabungan tidak mungkin dilaksanakan, karena adanya
beberapa hal sebagai berikut [Ref.2]:

a) Fluida kerja bukanlah udara yang bisa dianggap sebagai gas ideal,
karena fluida kerja di sini adalah campuran bahan bakar (premium)
dan udara,
b) sehingga tentu saja sifatnya pun berbeda dengan sifat gas ideal.
Kebocoran fluida kerja pada katup (valve), baik katup masuk maupun
katup buang, juga kebocoran pada piston dan dinding silinder, yang
menyebabkan tidak optimalnya proses.
c) Baik katup masuk maupun katup buang tidak dibuka dan ditutup tepat
pada saat piston berada pada posisi TMA dan atau TMB, karena
pertimbangan dinamika mekanisme katup dan kelembaman fluida
kerja. Kerugian ini dapat diperkecil bila saat pembukaan dan
penutupan katup disesuaikan dengan besarnya beban dan kecepatan
torak.
d) Pada motor bakar torak yang sebenarnya, saat torak berada di TMA
tidak terdapat proses pemasukan kalor seperti pada siklus udara.
Kenaikan tekanan dan temperatur fluida kerja disebabkan oleh proses
pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder.
e) Proses pembakaran memerlukan waktu untuk perambatan nyala
apinya, akibatnya proses pembakaran berlangsung pada kondisi
volume ruang yang berubah-ubah sesuai gerakan piston. Dengan
demikian proses pembakaran harus dimulai beberapa derajat sudut
engkol sebelum torak mencapai TMA dan berakhir beberapa derajat
sudut engkol sesudah TMA menuju TMB. Jadi proses pembakaran
tidak dapat berlangsung pada volume atau tekanan yang konstan.
f) Terdapat kerugian akibat perpindahan kalor dari fluida kerja ke fluida
pendingin, misalnya oli, terutama saat proses kompresi, ekspansi dan

7
waktu gas buang meninggalkan silinder. Perpindahan kalor tersebut
terjadi karena ada perbedaan temperatur antara fluida kerja dan fluida
pendingin.
g) Adanya kerugian energi akibat adanya gesekan antara fluida kerja
dengan dinding silinder dan mesin.
h) Terdapat kerugian energi kalor yang dibawa oleh gas buang dari
dalam silinder ke atmosfer sekitarnya. Energi tersebut tidak dapat
dimanfaatkan untuk kerja mekanik. Siklus aktual motor bensin
ditunjukan pada Gambar 2.

Gambar 2. Diagram P – V Siklus Aktual Motor Bensin. [Ref.10]

2. Siklus Udara Volume Konstan (Siklus Otto)

Motor bensin adalah jenis motor bakar torak yang bekerja berdasarkan
siklus volume konstan, karena saat pemasukan kalor (langkah
pembakaran) dan pengeluaran kalor terjadi pada volume konstan. Siklus
ini adalah siklus yang ideal. Seperti yang terlihat di diagram P – V
Gambar 3.

8
Gambar 3. Diagram P – V Siklus Otto (Siklus Volume Konstan).

Adapun siklus ini yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut


1. Langkah 0 – 1 adalah langkah hisap, yang terjadi pada tekanan (P)
konstan.
2. Langkah 1 – 2 adalah langkah kompresi, pada kondisi isentropik.
3. Langkah 2 – 3 adalah dianggap sebagai proses pemasukan kalor
pada volume konstan.
4. Langkah 3 – 4 adalah proses ekspansi, yang terjadi secara
isentropik.
5. Langkah 4 – 1 adalah langkah pengeluaran kalor pada volume
konstan.
6. Langkah 1 – 0 adalah proses tekanan konstan.

E. Parameter – Parameter Motor Bakar

Prestasi mesin biasanya dinyatakan dengan efisiensi thermal,  th. Karena


pada motor bakar 4 langkah selalu berhubungan dengan pemanfaatan energi
panas / kalor, maka efisiensi yang dikaji adalah efisiensi thermal. Efisiensi
thermal adalah perbandingan energi (kerja / daya) yang berguna dengan
energi yang diberikan. Prestasi mesin dapat juga dinyatakan dengan daya

9
output dan pemakaian bahan bakar spesifik engkol yang dihasilkan mesin.
Daya output engkol menunjukkan daya output yang berguna untuk
menggerakkan sesuatu atau beban. Sedangkan pemakaian bahan bakar
spesifik engkol menunjukkan seberapa efisien suatu mesin menggunakan
bahan bakar yang disuplai untuk menghasilkan kerja. Prestasi mesin sangat
erat hubungannya dengan parameter operasi, besar kecilnya harga parameter
operasi akan menentukan tinggi rendahnya prestasi mesin yang dihasilkan.
(Wardono, 2004). Parameter – parameter motor bakar yaitu sebagai berikut,

1. Daya Engkol, Bp

Parameter prestasi yang cukup berperan adalah daya engkol sebagai kerja
yang dihasilkan oleh motor bakar, dimana semakin besar daya engkol
yang dihasilkan semakin baik kinerja dari motor bakar. Untuk
mengetahui besarnya daya engkol dari motor bakar 4 langkah digunakan
persamaan (Wardono, dkk. 2004)

2 π N TAP
bP = , kW .................................................................... (1)
60.000

TAP = 1,0001 TRD, Nm ............................................................... (2)

Laju pemakaian bahan bakar per 8 ml Bahan Bakar, mf dapat diketahui


dengan menggunakan persamaan berikut (Wardono, dkk. 2004)

𝑠𝑔𝑓 𝑥 8.10−3 𝑥 3600


mf = , kg/jam ....................................................(3)
𝑡

Untuk pemakaian bahan bakar spesifik engkol, bsfc dapat dihitung


menggunakan persamaan berikut,

𝑚𝑓
bsfc = , kg/kWh........................................................................(4)
𝑏𝑃

10
2. Laju pemakaian udara, ma

Laju pemakaian udara teoritis, ma th , pada tekanan 1,013 bar dan


temperatur 20o C ditentukan sebagai berikut :

Ma, th= 1.0135Man + 1,211, kg/jam ..........................................(5)

Untuk kondisi tekanan dan temperatur ruang yang berbeda, kalikan ma th


tersebut dengan faktor koreksi, fc, berikut :

3564,22 x 10−5 Pa (Ta + 114)


fc = (𝑇𝑎)2,5
.....................................................(6)

mact = [Link], th ,kg/jam ................................................................(7)

Sedangkan untuk perbandingan udara-bahan bakar aktual dapat dihitung


dari persamaan berikut :

𝐴 𝑚𝑎𝑐𝑡
𝐹
act = 𝑚𝑓
.....................................................................................(8)

3. Efisiensi termal engkol, ηbth

Efisiensi termal engkol dapat dihitung menggunakan persamaan yaitu


sebagai berikut :

𝑏𝑃
ηbth = 3600 𝑚 ..........................................................................(9)
𝑓 .𝐶𝑉

Untuk bahan bakar solar, CV = 42.000 kj/kg


Untuk bahan bakar bensin, CV = 41.000 kj/kg

11
Tekanan efektif rata-rata engkol, bmep dapat ditentukan menggunakan
persamaan yaitu sebagai berikut,

𝑏𝑃
bmep = 60.000 2𝑁
, Pa .................................................... (10)
( ⁄𝐽)𝑉𝑠.𝑘

untuk motor 4 langkah, 1 silinder :

𝑏𝑃
bmep = 60.000 , Pa ..........................................................(11)
0.5 𝑁.𝑉𝑠

4. Efesiensi volumetrik, ηv

parameter prestasi motor bakar untuk mengukur efektivitas udara atau


campuran udara-bahan bakar yang dapat diisap ke dalam silinder,
efisiensi volumetrik dapat dihitung menggunakan persamaan yaitu
sebagai berikut :

𝑚𝑎𝑐𝑡
ηv = ....................................................................(12)
60 (2𝑁⁄𝐽) 𝑉𝑠.𝜌𝑎

5. Koefisien udara lebih, α

Koefisien udara lebih dapat dihitung menggunakan persamaan yaitu


sebagai berikut :

(𝐴⁄𝐹)𝑎𝑐𝑡
α= ..................................................................................(13)
(𝐴⁄𝐹)𝑡ℎ

(𝐴⁄𝐹 )𝑡ℎ = 14.5 (solar), dan (𝐴⁄𝐹 )𝑡ℎ = 15 (bensin)

12
Keterangan :
(A/F)act = perbandingan udara-bahan bakar aktual
(A/F)th = perbandingan udara-bahan bakar teoritis
bsfc = pemakaian bahan bakar spesifik kg/kwh
bmep = tekanan efektif rata-rata engkol Pa
Bp = daya engkol kW
CV = nilai kalor bahan bakar kj/kg
mact = laju pemakaian udara aktual kg/jam
ma, th = laju pemakaian udara teoritis kg/jam
α = koefisien udara lebih
ρa = density udara pembakaran kg/m3
ηv = efisiensi volumetrik
ηbth = efisiensi termal engkol

F. Variabel-Variabel yang Diukur

Untuk mengetahui kondisi nilai parameter-parameter prestasi mesin maka ada


beberapa variabel-variabel yang dapat diukur yaitu sebagai berikut :

1. Tenaga dan Torsi

Untuk mengukur putaran dari mesin digunakan Tachometer, Poros


dari rotor dihubungkan dengan poros dari mesin yang akan diuji,
dimana rotor tersebut dikopel dengan stator secara mekanis
(gesekan).

Kerja dalam satu revolusi poros mesin:

Kerja = 2..P.R (Kg.m) .........................................(14)

Untuk mesin berputar dalam n rpn, maka:

13
Kerja (Pada n rpm) = 2..P.R.n .............................(15)

Tenaga adalah kerja persatuan waktu, bila dinyatakan dalam PK,


maka:

Daya mesin efektif (Motor bensin):

2. .P.R.n
Ne = PK  .....................................................(16)
75 x60
Keterangan :
Ne = daya efektif (PK)
P = beban (Kg)
R = jari-jari (m)
n = putaran (rpm)

2. Tekanan Efektif Rata-rata

Tekanan efektif rata-rata proses (Pe), didefinisikan sebagai tekanan


tetap efektif yang bisa dianggap bekerja selama langkah kerja dari
mesin untuk menghasilkan tenaga efektif poros.

Ne =
Pe.L. A.n.i
PK  .............................................(17)
75.60.z.100
Maka :

Pe =
Ne.z.450000
L.A.n.i
 
kg / cm 2 ......................................(18)

Keterangan :
Ne = tenaga kuda poros (Pk)
A = luas penampang torak (cm 2)
L = Panjang langkah torak (cm)
i = jumlah silinder

14
n = putaran mesin (rpm)
z = indeks silinder  Motor 2 langkah, z = 1
Motor 4 langkah, z = 2
3. Pemakaian Bahan Bakar Spesifik

Pemakaian bahan bakar spesifik adalah sejumlah bahan bakar yang


dikonsumsikan mesin untuk menghasilkan tenaga 1 Daya Kuda
(DK) selama 1 jam.

Sfc =
Gb.3600
kg / PK .Jam  ...............................................(19)
Ne .t

Keterangan :
Sfc = spesifikasi fuel consumption (kg/[Link])
Gb = Berat bahan bakar (kg),
Ne = Volume bahan bakar yang ditentukan x Bd
 Bd bensin : 0,75 kg/dm 3
 Bd solar : 0,85 kg/dm 3
t = waktu untuk menghabiskan bahan bakar (detik)

4. Efisiensi Thermal

Efisiensi Thermis didefinisikan sebagai efisiensi pemanfaatan panas


dari bahan bakar dirubah menjadi tenaga mekanis (poros).

Tenaga Efektif
th = x 100% .....................(20)
Panas yang diberikan bahan bakar

632
th = x 100% ......................................................(21)
Sfc x LHV

Keterangan :

15
Sfc = spesifikasi fuel consumption (kg/[Link])
Lhv = nilai kalor bawah bahan bakar (Kkal/[Link])

LHV dihitung dengan rumus :


Untuk solar (gasoline) = LHV = 16380 + ([Link] o) (Btu/lb)
Untuk bensin (gasoline) = LHV = 16610 + ([Link] o) (Btu/lb)

16
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang harus dipersiapkan pada praktikum ini
yaitu sebagai berikut :
1. Motor Bensin 4 Langkah 1 Silinder

Gambar 4. Mesin Bensin Kohler

2. Unit Instrumen VDAS

Gambar 5. Unit Instrumen VDAS

17
3. Perangkat Komputer

Gambar 6. Perangkat Komputer

4. Software Tecquipment VDAS

Gambar 7. Software Tecquipment VDAS

5. Traffo Sumber Listrik

Gambar 8. Traffo Sumber Listrik

18
B. Prosedur Praktikum

Adapun prosedur praktikum yang harus dilakukan yaitu sebagai


berikut :
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pengkodisian alat
Adapun prosedur mengkondisikan alat yaitu sebagai berikut :
a. Mengisi tangki air sampai penuh sebagai beban dinamometer
b. Mengganti oli mesin dengan yang baru
c. Membersihkan karburator dan kotoran sisa bahan bakar
3. Menggunakan alat uji prestasi mesin TD200 small engine test set
Adapun prosedur menggunakan alat uji prestasi mesin TD200 yaitu
sebagai berikut :
a. Memahami fungsi alat dan bagiannya
b. Menyiapkan masker, sarung tangan, tutup telinga, werpack /
pakaian laboratorium
c. Memasang mesin TD201 standart four stroke petrol engine yang
akan diuji ke tes bed dan memasang instalasinya termasuk tangki
bahan bakar yang telah diisi
d. Memasang selang transparan bahan bakar ke unit pengukur
bahan bakar manual atau otomatis
e. Memastikan tidak ada udara yang terjebak kedalam saluran
selang bahan bakar
f. Menghubungkan unit komputer dan alat uji TD200 ke sumber
listrik
g. Menghidupkan pompa air dan memastikan laju aliran air pada
tekana 1 bar
h. Membuka kran air yang menuju ke dinamometer sebesar 0.5
putaran
i. Menghidupkan komputer dan menghubungkan sistem VDAS
dengan menghubungkan kabel USB ke port USB Pada komputer
j. Membuka aplikasi tecquipment VDAS pada komputer

19
k. Mengkalibrasi torsi dan tekanan kontak udara dengan cara
menekan dan menahan tombol pada zero torsi dan air box
pressure sampai angka indikator berubah menajdi nol pada panel
VDAS
l. Menyetel penggunaan bahan bakar secara otomatis
m. Memilih bahan bakar untuk volume 8 ml dan 24 ml pada panel
VDAS melakukannya dengan menggeser tungkai atau tuas
pilihan bahan bakar
n. Mengisi data pada menu aplikasi tecquipment VDAS pada menu
fuel density pertamax dan pertalite sebesar 742 kg/m 3
o. Mengisi data pada menu aplikasi tecquipment VDAS pada menu
fuel calory value untuk pertamax 44.8 MJ/Kg dan pertalite
sebesar 444.3 MJ/Kg
p. Mengisi data pada menu aplikasi tecquipment VDAS pada menu
engine capacity 208 cc, number of cycle sebesar 4 dan orifice
diameter yaitu 18.5 mm
q. Menghidupkan mesin dan memanaskan mesin
r. Menyetel putaran mesin pada 1500 rpm dengan bukaan katup
beban dinamometer 0.5 putaran
s. Menunggu torsi sampai stabil dan hasil dari calculated
parameters muncul pada menu aplikasi
t. Merekam data sebanyak 5 kali dengan membuka menu pada
aplikasi tecquipment VDAS menu start timed data acquition
u. Mengisi pada menu timed data capture berupa interval 1 detik-4
detik
v. Membuka katup beban dinamometer 1 putaran, beban
dinamometer bertambah torsi meningkat dan putaran mesin
menurun, menggeser tuas gas sampai putaran mesin kembali
1500 rpm
w. Menunggu torsi stabil dan hasil dari calculated parameters pada
aplikasi

20
x. Merekam data sebanyak 5 kali dengan membuka menu aplikasi
tecquipment VDAS menu start timed data acquition
y. Mengisi pada menu timed data capture berupa interval 1 detik-4
detik
z. Menambah setiap bukaan katup beban pada dinamometer sebesar
0.5 putaran dan merekam setiap bukaan katup beban hingga
mencapai torsi puncak pada putaran mesin yang diinginkan
aa. Mengulangi langkah r-z untuk setiap putaran mesin 1500, 2000,
2500, dan 3000 rpm
bb. Menyimpan data yang sudah direkam dengan cara mengklik pada
menu export data to HTML file diberi nama kemudian CTRL +
A data pada HTML file dan copy paste pada microsoft office
excel dan save data tersebut.

21
IV. DATA DAN PEMBAHASAN

A. Data

Adapun data hasil praktikum motor bakar bensin 4-tak yang diperoleh
yaitu sebagai berikut :

B. Pembahasan

Dalam melakukan praktikum prestasi mesin pengujian motor bakar bensin 4-


tak ini menggunakan alat dan bahan yaitu mesin motor bensin 4 langkah 1
silinder merk kohler yang dilengkapi dengan mesin kohler, dinamometer, air
box, kemudian unit instrumen VDAS yang terdiri dari panel air box dan
exhaust, panel konsumsi bahan bakar, tangki bahan bakar, panel torsi,
putaran, daya dan tabung bahan bakar otomatis kemudian pengambilan data
menggunakan software tecquipment VDAS yang dibuka melalui perangkat
komputer. Sebelum melakukan percobaan terlebih dahulu untuk
pengkondisian alat dengan cara mengisi air pada dinamometer sebagai
bebannya. menghidupkan komputer dan membuka software tecquipment
VDAS kemudian mengkalibrasi torsi dan tekanan udara dengan cara menekan
dan menahan tombol pada zero torsi dan air box pressure samapai angka
indikator nol pada panel VDAS, menyetel penggunaan bahan bakar secara
otomatis.

Sebelum pengambilan data terlebih dahulu untuk menghidupkan mesin dan


memanaskan untuk beberapa saat setelah itu menyetel putaran mesin untuk
1500 rpm dengan membuka katup beban pada dinamometer sebesar 0.5

22
putaran pada proses ini keterampilan dalam mengatur tuas gas dibutuhkan
agar putaran torsi yang dihasilkan akurat dengan yang terbaca pada software
VDAS setelah itu menunggu torsi sampai dengan stabil dan hasil calculated
parameters muncul pada menu aplikasi kemudian setelah stabil merekam data
sebanyak 5 kali dengan cara membuka menu pada aplikasi tecquipment
VDAS yaitu menu start timed data acquition dengan mengatur terlebih dahulu
rentan waktu perekaman selama 4 detik pada menu timed data capture
kemudian memutar lagi katup beban dinamometer sebanyak 1 putaran untuk
meningkatkan torsi sehingga putaran rpm mesin turun kemudian menarik tuas
gas sebesar 1500 rpm yang disesuaikan dengan pembacaan di software pada
pengaturan gas ini diusahakan harus akurat. Kemudian menunggu torsi
hingga stabil dan membaca pada calculated parameters pada software
kemudian merekam data sebanyak 5 kali dengan membuka menu aplikasi
tecquipment VDAS menu start timed data acquition mengisi kembali timed
data capture selama 4 setik dan perekaman dimulai.

Kemudian setiap melakukan perubahan putaran mesin dilakukan perubahan


beban juga dengan memutar katup beban dinamometer sebesar 0.5 putaran
dan 1 kali putaran. Kemudian pengambilan data kedua untuk putaran mesin
2000 rpm dengan cara yang sama seperti pengambilan data pertama, sampai
mengambil data 2500, 3000 rpm. Jika sudah selesai dalam mengambil semua
data untuk semua variasi semua putaran mesin kemudian menyimpan data
yang sudah direkam dengan mengklik pada menu export data to HTML file
kemudian menamai file tersebut dengan kelompok x setelah itu data di export
CTRL + A data pada HTML file dan copy paste pada microsoft office excel
dan save data tersebut.

23
V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari praktikum motor bakar bensin 4-tak yaitu


sebagai berikut :

B. Saran

Adapun saran dari praktikum motor bakar bensin 4-tak yaitu sebagai
berikut :
1. Disarankan untuk memanaskan mesin terlebih dahulu sebelum
digunakan untuk mengambil data
2. Saat menyesuaikan putaran rpm pada mesin diusahakan harus
sesuai agar data yang diperoleh akurat
3. Untuk memberikan beban dinamometer disesuaikan agar tepat dan
akurat pada posisi 0.5 putaran atau 1 putaran
4. Segera menurunkan gas saat mesin sudah bekerja secara maksimal
atau putaran mesin maksimal
5. Untuk mengambil data disetiap putaran rpm sebaiknya dilakukan 2
kali yang kemudian akan diambil rata-rata putaran karena untuk
tepat mencapai putaran mesin yang diinginkan sangat sulit.

24
25

Anda mungkin juga menyukai