Prestasi Mesin Motor Bakar Bensin 4 Tak
Prestasi Mesin Motor Bakar Bensin 4 Tak
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Motor bakar merupakan suatu mesin konversi energi yang merubah energi
kalor menjadi energi mekanik. Untuk menghasilkan energi kalor diperlukan
adanya suatu proses pembakaran yang dilakukan di ruang bakar, guna
menghasilkan suatu proses pembakaran, minimal harus ada tiga komponen
utama, yaitu bahan bakar, udara, dan kalor. Sumber kalor didapat dari letikan
bunga api listrik pada busi. Untuk mendapatkan performa busi yang
maksimum perlu adanya sistem pengapian pada motor bensin, sistem
pengapian tersebut terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan.
Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran
bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. Pada motor
pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin itu,
sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas
dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga
gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah
menjadi tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap.
1
bensin menggunakan bahan bakar bensin (premium), sedangkan motor diesel
menggunakan bahan bakar solar. Perbedaan yang utama juga terletak pada
sistem penyalaannya, di mana pada motor bensi digunakan busi sebagai
sistem penyalaannya sedangkan pada motor diesel memanfaatkan suhu
kompresi yang tinggi untuk dapat membakar bahan bakar solar.
Banyak faktor yang mempengaruhi peforma motor bakar. Salah satu faktor
yang mempengaruhi peforma motor bakar, yaitu efisiensi termal, efisiensi
volumetrik, daya engkol, tekanan efektif rata-rata, pemakaian bahan bakar
spesifik, perbandingan udara-bahan bakar, perbandingan kompresi, nilai
kalor-bahan bakar dll. Untuk pengujian prestasi mesin motor bakar maka ada
variabel-variabel yang dapat diukur seperti, putaran mesin, torsi, pemakaian
bahan bakar, pemakaian udara, temperatur gas buang, temperatur udara
masuk dan tekanan udara masuk. Maka dari itu untuk lebih mamahami lebih
lanjut tentang pengujian prestasi mesin bakar maka dilakukannya praktikum
untuk mesin motor bensin 4 tak.
2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum prestasi mesin motor bakar untuk mesin motor
bensin 4 tak I.C engine yaitu sebagai berikut :
2
II. TINJAUAN PUSTAKA
Motor bakar adalah pesawat pengerak mula yang mengubah tenaga kimia
bahan bakar menjadi tenaga panas ( kalor ) dengan jalan pembakaran, panas
tersebut selanjutnya di rubah menjadi tenaga mekanik. Jika ditinjau dari cara
memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka
motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar
dan motor pembakaran dalam.
Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi
di luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan
mesin tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak
langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebih dulu melalui media
penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya
pada ketel uap dan turbin uap.
3
Bensin (Otto) dan Motor Diesel. Perbedaan kedua jenis motor tersebut
sangat jelas sekali yaitu jika motor bensin menggunakan bahan bakar
bensin (premium), sedangkan motor diesel menggunakan bahan bakar
solar. Perbedaan yang utama juga terletak pada sistem penyalaannya, di
mana pada motor bensin digunakan busi sebagai sistem penyalaannya
sedangkan pada motor diesel memanfaatkan suhu kompresi yang tinggi
untuk dapat membakar bahan bakar solar.
Motor bakar adalah jenis mesin kalor yang termasuk Mesin Pembakaran
Dalam (Internal Combustion Engine). Internal Combustion Engine (I.C.
Engine) adalah mesin kalor yang mengubah energi kimia bahan bakar
menjadi kerja mekanis, yaitu dalam bentuk putaran poros. Energi kimia bahan
bakar pertama diubah menjadi energi panas melalui proses pembakaran atau
oksidasi dengan udara dalam mesin. Energi panas ini meningkatkan
temperatur dan tekanan gas pada ruang bakar. Gas bertekanan tinggi ini
kemudian berekspansi melawan mekanisme mekanik mesin. Ekspansi ini
diubah oleh mekanisme link menjadi putaran crankshaft, yang merupakan
output dari mesin tersebut. Crankshaft selanjutnya dihubungkan ke sistem
transmisi oleh sebuah poros untuk mentransmisikan daya atau energi putaran
mekanis yang selanjutnya energi ini dimanfaatkan sesuai dengan
keperluan.[Ref.3]
Siklus Otto pada mesin bensin disebut juga dengan siklus volume konstan,
dimana pembakaran terjadi pada saat volume konstan. Pada mesin bensin
dengan siklus Otto dikenal dua jenis mesin, yaitu mesin 4 langkah (four
stroke) dan 2 langkah (two stroke). Untuk mesin 4 langkah terdapat 4 kali
gerakan piston atau 2 kali putaran poros engkol (crank shaft) untuk tiap siklus
pembakaran, sedangkan untuk mesin 2 langkah terdapat 2 kali gerakan piston
atau 1 kali putaran poros engkol untuk tiap siklus pembakaran. Sementara
yang dimaksud langkah adalah gerakan piston dari TMA (Titik Mati Atas)
4
atau TDC (Top Death Center) sampai TMB (Titik Mati Bawah) atau BDC
(Bottom Death Center) maupun sebaliknya dari TMB ke TMA.
Pada langkah ini bahan bakar yang telah bercampur dengan udara dihisap
oleh mesin. Pada langkah ini katup hisap (intake valve) membuka sedang
katup buang (exhaust valve) tertutup, sedangkan piston bergerak menuju
TMB sehingga tekanan dalam silinder lebih rendah dari tekanan atmosfir.
Dengan demikian maka campuran udara dan bahan bakar akan terhisap ke
dalam silinder.
Pada langkah ini kedua katup baik intake maupun exhaust tertutup dan
piston bergerak dari TMB ke TMA. Karena itulah maka campuran udara
dan bahan bakar akan terkompresi, sehingga tekanan dan suhunya akan
meningkat. Beberapa saat sebelum piston mencapai TMA terjadi proses
penyalaan campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi oleh
busi (spark plug). Pada proses pembakaran ini terjadi perubahan energi
dari energi kimia menjadi energi panas dan gerak.
Karena terjadi perubahan energi dari energi kimia menjadi energi gerak
dan panas menimbulkan langkah ekspansi yang menyebabkan piston
bergerak dari TMA ke TMB. Gerakan piston ini akan mengakibatkan
5
berputarnya poros engkol sehingga menghasilkan tenaga. Pada saat
langkah ini kedua katup dalam kondisi tertutup.
Pada langkah ini piston bergerak dari TMB ke TMA, sedangkan katup
buang terbuka dan katup isap tertutup, sehingga gas sisa pembakaran akan
terdorong keluar melalui saluran buang (exhaust manifold) menuju udara
luar. Seperti terlihat pada Gambar 1.
D. Siklus Ideal
Proses termodinamika dan kimia yang terjadi dalam motor bakar torak sangat
kompleks untuk dianalisa menurut teori. Untuk memudahkan menganalisanya
perlu membayangkan suatu keadaan yang ideal. Makin ideal suatu keadaan
makin mudah untuk dianalisa, akan tetapi dengan sendirinya semakin jauh
menyimpang dari keadaan sebenarnya. Di dalam analisis udara, khususnya
motor bakar torak akan dibahas, Siklus udara volume konstan (siklus otto),
Siklus udara tekanan konstan (siklus diesel), Siklus udara tekanan terbatas
(siklus gabungan).
1. Siklus Aktual Motor Bensin
6
Siklus udara volume konstan atau siklus otto adalah proses yang ideal.
Dalam kenyataannya baik siklus volume konstan, siklus tekanan konstan
dan siklus gabungan tidak mungkin dilaksanakan, karena adanya
beberapa hal sebagai berikut [Ref.2]:
a) Fluida kerja bukanlah udara yang bisa dianggap sebagai gas ideal,
karena fluida kerja di sini adalah campuran bahan bakar (premium)
dan udara,
b) sehingga tentu saja sifatnya pun berbeda dengan sifat gas ideal.
Kebocoran fluida kerja pada katup (valve), baik katup masuk maupun
katup buang, juga kebocoran pada piston dan dinding silinder, yang
menyebabkan tidak optimalnya proses.
c) Baik katup masuk maupun katup buang tidak dibuka dan ditutup tepat
pada saat piston berada pada posisi TMA dan atau TMB, karena
pertimbangan dinamika mekanisme katup dan kelembaman fluida
kerja. Kerugian ini dapat diperkecil bila saat pembukaan dan
penutupan katup disesuaikan dengan besarnya beban dan kecepatan
torak.
d) Pada motor bakar torak yang sebenarnya, saat torak berada di TMA
tidak terdapat proses pemasukan kalor seperti pada siklus udara.
Kenaikan tekanan dan temperatur fluida kerja disebabkan oleh proses
pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder.
e) Proses pembakaran memerlukan waktu untuk perambatan nyala
apinya, akibatnya proses pembakaran berlangsung pada kondisi
volume ruang yang berubah-ubah sesuai gerakan piston. Dengan
demikian proses pembakaran harus dimulai beberapa derajat sudut
engkol sebelum torak mencapai TMA dan berakhir beberapa derajat
sudut engkol sesudah TMA menuju TMB. Jadi proses pembakaran
tidak dapat berlangsung pada volume atau tekanan yang konstan.
f) Terdapat kerugian akibat perpindahan kalor dari fluida kerja ke fluida
pendingin, misalnya oli, terutama saat proses kompresi, ekspansi dan
7
waktu gas buang meninggalkan silinder. Perpindahan kalor tersebut
terjadi karena ada perbedaan temperatur antara fluida kerja dan fluida
pendingin.
g) Adanya kerugian energi akibat adanya gesekan antara fluida kerja
dengan dinding silinder dan mesin.
h) Terdapat kerugian energi kalor yang dibawa oleh gas buang dari
dalam silinder ke atmosfer sekitarnya. Energi tersebut tidak dapat
dimanfaatkan untuk kerja mekanik. Siklus aktual motor bensin
ditunjukan pada Gambar 2.
Motor bensin adalah jenis motor bakar torak yang bekerja berdasarkan
siklus volume konstan, karena saat pemasukan kalor (langkah
pembakaran) dan pengeluaran kalor terjadi pada volume konstan. Siklus
ini adalah siklus yang ideal. Seperti yang terlihat di diagram P – V
Gambar 3.
8
Gambar 3. Diagram P – V Siklus Otto (Siklus Volume Konstan).
9
output dan pemakaian bahan bakar spesifik engkol yang dihasilkan mesin.
Daya output engkol menunjukkan daya output yang berguna untuk
menggerakkan sesuatu atau beban. Sedangkan pemakaian bahan bakar
spesifik engkol menunjukkan seberapa efisien suatu mesin menggunakan
bahan bakar yang disuplai untuk menghasilkan kerja. Prestasi mesin sangat
erat hubungannya dengan parameter operasi, besar kecilnya harga parameter
operasi akan menentukan tinggi rendahnya prestasi mesin yang dihasilkan.
(Wardono, 2004). Parameter – parameter motor bakar yaitu sebagai berikut,
1. Daya Engkol, Bp
Parameter prestasi yang cukup berperan adalah daya engkol sebagai kerja
yang dihasilkan oleh motor bakar, dimana semakin besar daya engkol
yang dihasilkan semakin baik kinerja dari motor bakar. Untuk
mengetahui besarnya daya engkol dari motor bakar 4 langkah digunakan
persamaan (Wardono, dkk. 2004)
2 π N TAP
bP = , kW .................................................................... (1)
60.000
𝑚𝑓
bsfc = , kg/kWh........................................................................(4)
𝑏𝑃
10
2. Laju pemakaian udara, ma
𝐴 𝑚𝑎𝑐𝑡
𝐹
act = 𝑚𝑓
.....................................................................................(8)
𝑏𝑃
ηbth = 3600 𝑚 ..........................................................................(9)
𝑓 .𝐶𝑉
11
Tekanan efektif rata-rata engkol, bmep dapat ditentukan menggunakan
persamaan yaitu sebagai berikut,
𝑏𝑃
bmep = 60.000 2𝑁
, Pa .................................................... (10)
( ⁄𝐽)𝑉𝑠.𝑘
𝑏𝑃
bmep = 60.000 , Pa ..........................................................(11)
0.5 𝑁.𝑉𝑠
4. Efesiensi volumetrik, ηv
𝑚𝑎𝑐𝑡
ηv = ....................................................................(12)
60 (2𝑁⁄𝐽) 𝑉𝑠.𝜌𝑎
(𝐴⁄𝐹)𝑎𝑐𝑡
α= ..................................................................................(13)
(𝐴⁄𝐹)𝑡ℎ
12
Keterangan :
(A/F)act = perbandingan udara-bahan bakar aktual
(A/F)th = perbandingan udara-bahan bakar teoritis
bsfc = pemakaian bahan bakar spesifik kg/kwh
bmep = tekanan efektif rata-rata engkol Pa
Bp = daya engkol kW
CV = nilai kalor bahan bakar kj/kg
mact = laju pemakaian udara aktual kg/jam
ma, th = laju pemakaian udara teoritis kg/jam
α = koefisien udara lebih
ρa = density udara pembakaran kg/m3
ηv = efisiensi volumetrik
ηbth = efisiensi termal engkol
13
Kerja (Pada n rpm) = 2..P.R.n .............................(15)
2. .P.R.n
Ne = PK .....................................................(16)
75 x60
Keterangan :
Ne = daya efektif (PK)
P = beban (Kg)
R = jari-jari (m)
n = putaran (rpm)
Ne =
Pe.L. A.n.i
PK .............................................(17)
75.60.z.100
Maka :
Pe =
Ne.z.450000
L.A.n.i
kg / cm 2 ......................................(18)
Keterangan :
Ne = tenaga kuda poros (Pk)
A = luas penampang torak (cm 2)
L = Panjang langkah torak (cm)
i = jumlah silinder
14
n = putaran mesin (rpm)
z = indeks silinder Motor 2 langkah, z = 1
Motor 4 langkah, z = 2
3. Pemakaian Bahan Bakar Spesifik
Sfc =
Gb.3600
kg / PK .Jam ...............................................(19)
Ne .t
Keterangan :
Sfc = spesifikasi fuel consumption (kg/[Link])
Gb = Berat bahan bakar (kg),
Ne = Volume bahan bakar yang ditentukan x Bd
Bd bensin : 0,75 kg/dm 3
Bd solar : 0,85 kg/dm 3
t = waktu untuk menghabiskan bahan bakar (detik)
4. Efisiensi Thermal
Tenaga Efektif
th = x 100% .....................(20)
Panas yang diberikan bahan bakar
632
th = x 100% ......................................................(21)
Sfc x LHV
Keterangan :
15
Sfc = spesifikasi fuel consumption (kg/[Link])
Lhv = nilai kalor bawah bahan bakar (Kkal/[Link])
16
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
Adapun alat dan bahan yang harus dipersiapkan pada praktikum ini
yaitu sebagai berikut :
1. Motor Bensin 4 Langkah 1 Silinder
17
3. Perangkat Komputer
18
B. Prosedur Praktikum
19
k. Mengkalibrasi torsi dan tekanan kontak udara dengan cara
menekan dan menahan tombol pada zero torsi dan air box
pressure sampai angka indikator berubah menajdi nol pada panel
VDAS
l. Menyetel penggunaan bahan bakar secara otomatis
m. Memilih bahan bakar untuk volume 8 ml dan 24 ml pada panel
VDAS melakukannya dengan menggeser tungkai atau tuas
pilihan bahan bakar
n. Mengisi data pada menu aplikasi tecquipment VDAS pada menu
fuel density pertamax dan pertalite sebesar 742 kg/m 3
o. Mengisi data pada menu aplikasi tecquipment VDAS pada menu
fuel calory value untuk pertamax 44.8 MJ/Kg dan pertalite
sebesar 444.3 MJ/Kg
p. Mengisi data pada menu aplikasi tecquipment VDAS pada menu
engine capacity 208 cc, number of cycle sebesar 4 dan orifice
diameter yaitu 18.5 mm
q. Menghidupkan mesin dan memanaskan mesin
r. Menyetel putaran mesin pada 1500 rpm dengan bukaan katup
beban dinamometer 0.5 putaran
s. Menunggu torsi sampai stabil dan hasil dari calculated
parameters muncul pada menu aplikasi
t. Merekam data sebanyak 5 kali dengan membuka menu pada
aplikasi tecquipment VDAS menu start timed data acquition
u. Mengisi pada menu timed data capture berupa interval 1 detik-4
detik
v. Membuka katup beban dinamometer 1 putaran, beban
dinamometer bertambah torsi meningkat dan putaran mesin
menurun, menggeser tuas gas sampai putaran mesin kembali
1500 rpm
w. Menunggu torsi stabil dan hasil dari calculated parameters pada
aplikasi
20
x. Merekam data sebanyak 5 kali dengan membuka menu aplikasi
tecquipment VDAS menu start timed data acquition
y. Mengisi pada menu timed data capture berupa interval 1 detik-4
detik
z. Menambah setiap bukaan katup beban pada dinamometer sebesar
0.5 putaran dan merekam setiap bukaan katup beban hingga
mencapai torsi puncak pada putaran mesin yang diinginkan
aa. Mengulangi langkah r-z untuk setiap putaran mesin 1500, 2000,
2500, dan 3000 rpm
bb. Menyimpan data yang sudah direkam dengan cara mengklik pada
menu export data to HTML file diberi nama kemudian CTRL +
A data pada HTML file dan copy paste pada microsoft office
excel dan save data tersebut.
21
IV. DATA DAN PEMBAHASAN
A. Data
Adapun data hasil praktikum motor bakar bensin 4-tak yang diperoleh
yaitu sebagai berikut :
B. Pembahasan
22
putaran pada proses ini keterampilan dalam mengatur tuas gas dibutuhkan
agar putaran torsi yang dihasilkan akurat dengan yang terbaca pada software
VDAS setelah itu menunggu torsi sampai dengan stabil dan hasil calculated
parameters muncul pada menu aplikasi kemudian setelah stabil merekam data
sebanyak 5 kali dengan cara membuka menu pada aplikasi tecquipment
VDAS yaitu menu start timed data acquition dengan mengatur terlebih dahulu
rentan waktu perekaman selama 4 detik pada menu timed data capture
kemudian memutar lagi katup beban dinamometer sebanyak 1 putaran untuk
meningkatkan torsi sehingga putaran rpm mesin turun kemudian menarik tuas
gas sebesar 1500 rpm yang disesuaikan dengan pembacaan di software pada
pengaturan gas ini diusahakan harus akurat. Kemudian menunggu torsi
hingga stabil dan membaca pada calculated parameters pada software
kemudian merekam data sebanyak 5 kali dengan membuka menu aplikasi
tecquipment VDAS menu start timed data acquition mengisi kembali timed
data capture selama 4 setik dan perekaman dimulai.
23
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Adapun saran dari praktikum motor bakar bensin 4-tak yaitu sebagai
berikut :
1. Disarankan untuk memanaskan mesin terlebih dahulu sebelum
digunakan untuk mengambil data
2. Saat menyesuaikan putaran rpm pada mesin diusahakan harus
sesuai agar data yang diperoleh akurat
3. Untuk memberikan beban dinamometer disesuaikan agar tepat dan
akurat pada posisi 0.5 putaran atau 1 putaran
4. Segera menurunkan gas saat mesin sudah bekerja secara maksimal
atau putaran mesin maksimal
5. Untuk mengambil data disetiap putaran rpm sebaiknya dilakukan 2
kali yang kemudian akan diambil rata-rata putaran karena untuk
tepat mencapai putaran mesin yang diinginkan sangat sulit.
24
25