Model Konseptual dan Hipotesis
Fungsi Model Konseptual
Fungsi model konseptual menurut Jan Jonker, dkk (2011) antara lain :
1. Fungsi pertama dari model Konseptual sangat erat hubungannya dengan teori
referensi/litelatur yang digunakan. Dengan bantuan model konseptual, peneliti dapat
menunjukkan bagaimana melihat fenomena yang diketengahkan dalam penelitiannya.
Konsep-konsep teoritis yang digunakan untuk membangun model konseptual
memberikan persfektif atau sebuah cara untuk melihat fenomena empiris.
2. Fungsi kedua adalah pembangunan model dapat membantu dalam penataan masalah,
mengidentifikasi faktor-faktor relevan, dan kemudian memberikan koneksi yang
membuatnya lebih mudah untuk memetakan bingkai masalahnya. Jika dipetakan dengan
benar, maka model konseptual dapat menjadi representasi yang benar dari fenomena yang
sedang dipelajari. Selanjutnya model tersebut akan membantu menyederhanakan masalah
dengan mengurangi jumalh properti yang harus disertakan, sehingga lebih mudah
berfokus untuk hal-hal yang hakiki.
3. Fungsi ketiga adalah menghubungkannya ke dalam sistem teori.
Karakteristik Model Konseptual menurut Jan Jonker, dkk (2011) antara lain :
1. Model Konseptual merupakan konstruksi verbal atau visual yang membantu untuk
membedakan antara apa yang penting dan apa yang tidak
2. Sebuah model menawarkan kerangka kerja yang menggambarkan (secara logis)
hubungan kausal antara faktor-faktor yang berkaitan. Model konseptual dapat
mempromosikan hal yang masuk akal atau makna dalam situasi tertentu
3. Model konseptual menciptakan realitas dalam aarti pemahaman kolektif. Karena model
konseptual didasarkan pada bahasa yang berasal dari pengertian teoritis
Model konseptual dibangun berdasarkan teori atau setidaknya pengertian teoritis. Tanpa
masukan teoritis, maka mustahil untuk membuat konstruksi yang berfokus dari sebuah realitas
yang terjadi. Teori memberitahu kepada kita dimana harus mencari, apa yang harus dicari, dan
bagaimana melihat suatu masalah.
Hipotesis
“yakinlah secara logis dengan kerangka teoritis ilmiah dan buktikan secara empiris dengan
pengumpulan data yang relevan : Jujun S. Suriasumantri, 2003)
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan.
Seperti diketahui, pada umumnya metode ilmiah yang disimpulkan dalam dua langkah utama
yaitu, pertama mengajukan hipotesis yang merupakan kerangka teoritis yang secara deduktif
dijalin dari pengetahuan yang dapat diandalkan, dan kedua, pengumpulan data empiris untuk
menguji apakah kenyataan yang sebenarnya mendukung atau menolak hipotesis (Jujun, S,
Suriasumantri, 2003)
Referensi :
Jan Jonker, Bartjan J.W. Pennink, Sari Wahyuni. 2011. Metodologi Penelitian. Panduan Untuk
Master Ph.D di bidang Manajemen. Jakarta : Salemba Empat
Jujun S. Suriasumantri. 2003. Filsafat Ilmu. Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar
Harapan