Struktur: Membran sitoplasma:
MONERA berperan untuk mengatur keluar
Monera berasal dari bahasa Yunani yang masuknya zat – zat yang ada di
berarti tunggal dalam sel bakteri
terdiri dari lapisan lipoprotein atau
CIRI-CIRI fosfolipid dan protein yang memiliki
sifat permeabel.
uniseluler atau bersel satu Kapsul:
tidak memiliki membran inti atau berfungsi untuk pelindung sel atau
prokariota dapat digunakan untuk cadangan
makanan.
KINGDOM MONERA
dinding sel bagian yang paling luar berupa
Kingdom monera ini terdiri dari dua, yaitu lapisan lendir
eubacteria atau bakteri dan archaebacteria LUAR kapsul - Bagian dalam:
atau archae. DNA:
membran plasma merupakan bagian materi inti
Eubacteria/Bakteri genetik
Ciri–ciri: BAGIAN BAKTERI DNA pembawa sifat pada makhluk
hidup
- bersel tunggal atau uniseluler mesosom Mesosom:
- tidak memiliki membran inti atau bagian dari membran sitoplasma
prokariotik DALAM plasmid yang mengalami pelipatan
- ukuran sel bakteri berkisar antara 1 – 5 berperan dalam sintesis dinding
µm, di mana setiap 1 µm sama dengan ribosom sel dan pada pembelahan nukleus
1/1000 mm atau inti sel
- bergerak dengan flagela atau pili endospora
- berperan penting untuk proses
penguraian zat –zat organic - Bagian luar:
- hidup di berbagai lingkungan atau habitat
Dinding sel:
- berkembang biak secara aseksual
berfungsi untuk melindungi dan
dengan cara membelah diri.
memberi bentuk pada sel bakteri
terdiri dari hemiselulosa dan
senyawa peptidoglikan. Senyawa
ini terdiri dari protein dan asam
amino.
Plasmid Pili atau fimbriae:
memiliki bentuk seperti benang
Berdasarkan bentuk:
filamen
hanya dimiliki oleh bakteri gram
negatif
ukuran pili lebih kecil, pendek, dan
berbentuk seperti cincin lebih banyak dari flagella
terdapat di bagian dalam Klasifikasi:
sitoplasma
DNA ekstrakromosomal pada Bedasarkan letak dan jumlah alat gerak:
bakteri
Berfungsi sebagai pembawa sifat
non-esensial bagi pertumbuhan
bakteri
Ribosom Berdasarkan pewarnaan gram:
berperan utama dalam proses
sintesis protein yang berada di
dalam sel.
Endospora:
merupakan spora yang memiliki
dinding yang tebal
terbentuk pada saat kondisi
lingkungan yang tidak
menguntungkan bagi bakteri
Endospora akan kembali menjadi
sel bakteri pada saat kondisi
lingkungan mulai membaik.
- Alat gerak:
Flagela:
memiliki bentuk seperti rambut dan
tersusun dari senyawa protein
yang dinamakan dengan flagellin
Jumlah dan letak flagela dijadikan
salah satu dasar dalam klasifikasi
bakteri
Berdasarkan kebutuhan oksigen: - Bakteri heterotrof: tidak dapat Transduksi
mensintesis makanannya sendiri
Saprofit: memperoleh makanan dari
sisa – sisa organisme yang telah mati
Parasit: mengambil makanan dari
organisme yang lain atau inangnya
Reproduksi
- Aseksual: dilakukan dengan cara
membelah diri secara biner
- bakteri anaerob fakultatif: membutuhkan Konjugasi
gas oksigen namun dapat hidup tanpa
harus menggunakan oksigen
- bakteri aerob obligat: membutuhkan gas
oksigen dalam proses respirasi
- bakteri mikroaerofilik: hanya dapat hidup
dengan konsentrasi oksigen yang rendah
- bakteri anaerob obligat: tidak
membutuhkan gas oksigen
- bakteri anaerob aerotolerant: tidak
menggunakan oksigen, namun masih
dapat hidup di tempat yang mengandung
oksigen
- Semi seksual:
Berdasarkan cara hidup: Transformasi
- Bakteri autotrof: dapat mensintesis
makanannya sendiri dari zat anorganik
menjadi zat organik
Bakteri fotoautotrof: mendapatkan
sumber energi dari cahaya
Bakteri kemoautotrof: menggunakan
senyawa kimia sebagai sumber energi
Archaebacteria
Ciri-ciri
- organisme bersel satu/uniseluler
- belum memiliki membran inti atau
prokariotik
- hidup pada kondisi lingkungan
yang ekstrim
- memiliki dinding sel yang tidak
mengandung peptidoglikan
- membran plasma mengandung
lipid
- memiliki ukuran 0, 1 µm – 15 µm.
Klasifikasi
- Thermoplasma: ditemukan di dalam air
asam yang berasal dari mata air belerang
yang panas
- Halobacterium: jenis halofil yang hidup
pada kondisi yang ekstrim dengan kadar
garam yang tinggi
- Metanobacteria: bersifat hemoautotrof,
mampu menghasilkan gas metana atau
CH4 dan tidak membutuhkan oksigen
atau anaerob