Bambu
Bambu adalah material ringan yang berongga. Banyak orang mengira bahwa rongga tengah bambu
merupakan kelemahan bagi bambu, padahal hal ini tidak benar. Bambu memang berongga, dan
rongga tengah pada bambu sebenarnya merupakan ciri khas kekuatan bambu dan berfungsi
sebagai [Link] dapat memperkuat bambu dan membuat elemen yang biasa digunakan
sebagai struktur menjadi lebih ringan dan tidak kaku. Bambu juga memiliki karakter elastis dan
tidak mudah pecah sehingga struktur bambu menjadi lebih dapat diandalkan.
Pemakaian Bambu Sebagai Bahan Bangunan
1. Sebagai bekisting atau perkuatan dalam proses pencetakan struktur beton bertulang sesuai
dengan bentuk dan ukurannya
2. Sebagai tiang/kolom rumah; untuk rumah bamboo, sebaiknya dipilih jenis yang cukup kuat dan
umurnya tua sehingga struktur kolom rumah bisa kuat dan tahan lama
3. Sebagai dinding rumah yang disebut juga dengan istilah gedeg; bentuknya berupa anyaman kulit
atau daging bambu yang sudah diiris dan dihaluskan
4. Pada lantai bangunan dengan cara membelah bambu atau secara utuh ditata sehingga
membentuk lantai yang kuat.
5. Struktur rangka atap, seperti dalam pembuatan kuda-kuda bambu, reng bambu, usuk bambu dan
bagian lainnya sehingga membentuk struktur atap yang kokoh
6. Sebagai furnitur seperti kursi atau meja bambu
7. Sebagai tiang yang ditancapkan agar tanaman di halaman rumah dapat berdiri tegak
8. Sebagai pagar rumah dengan cara membelah bambu, kemudian disambungkan menggunakan
alat sambung paku
9. Sebagai pintu rumah
10. Untuk plafon, dijadikan sebagai rangka sekaligus penutup langit-langit menggunakan lembaran
anyaman bambu
Jenis-Jenis Bambu untuk Bangunan
1. Bambu Batu / Petung
Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 20 cm dan panjang 25 meter. Biasanya
digunakan untuk tiang atau penyangga bangunan, bahan industri pulp dan kertas, kayu lapis,
bangunan, mebel, anyaman, peralatan pertanian, dan peternakan.
2. Bambu hitam, pring wulung, peri laka
Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 14 cm dan panjang 20 meter. Biasanya
digunakan untuk bahan pembuatan instrumen musik seperti angklung, calung, gambang, dan
celempung. Jenis ini juga berfungsi untuk bahan industri kerajinan tangan dan pembuatan mebel
karena tahan terhadap hama.
3. Bambu apus, pring apus, peri
Diameter dari bambu jenis ini adalah 4-10 cm. Biasanya ini digunakan sebagai tanaman pagar
penghias. Batangnya juga dapat digunakan sebagai alat pembuatan pegangan payung, peralatan
memancing, kerajinan tangan seperti rak buku, industri pulp, kertas, dan penghalau angin kencang
(wind break)
Keunggulan Bambu
Menurut penelitian, bambu lebih kuat dari beton dalam struktur
Memiliki sifat fisis dan mekanik yang baik
Mudah dibelah, dipotong, dan dibentuk
Seratnya elastis, optimal menahan beban tarik, tekan, geser, dan tekuk
Rupanya artistik
Relatif murah
Tidak bersifat polutif
Ramah lingkungan karena memiliki siklus hidup kurang dari 6 tahun
Mampu mencegah longsor, erosi, serta banjir
Ringan
Kelemahan Bambu
Rentan lapuk, reyot, tidak tahan air hujan dan api
Rawan terkena hama jamur, lumut, rayap, bubuk, dan sejenisnya
Umurnya relatif pendek
Dalam pengerjaannya, ada beberapa hal sulit, seperti teknik penyambungan antar bambu, atau
penyambungan dengan material lain