A.
Pengertian Model Project Based Learning (PJBL)
Beberapa pengertian Project Based Learning (PJBL) menurut para ahli, yaitu :
1. Moursund, J. W. Thomas, et al.
Project Based Learning (PJBL) adalah model pengajaran dan pembelajaran yang
menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dalam suatu proyek. Hal ini
memungkinkan siswa untuk bekerja secara mandiri untuk membangun pembelajarannya
sendiri dan kemudian akan mencapai puncaknya dalam suatu hasil yang realistis seperti karya
yang dihasilkan siswa sendiri. Project Based Learning dapat didefinisikan sebagai berikut:
a. Fokus pada konsep-konsep utama dari suatu materi.
b. Melibatkan pengalaman belajar yang melibatkan siswa dalam persoalan kompleks
namun realistik yang membuat mereka mengembangkan dan menerapkan
keterampilan dan pengetahuan yang mereka miliki.
c. Pembelajaran yang menuntut siswa untuk mencari berbagai sumber informasi
dalam rangka pemecahan masalah.
d. Pengalaman siswa belajar untuk mengelola dan mengalokasikan sumber daya
seperti waktu dan bahan.
2. John Thomas
Project Based Learning (PJBL) adalah pembelajaran yang memerlukan tugas-tugas
kompleks, didasarkan pada pertanyaan atau masalah menantang yang melibatkan siswa
dalam mendesain, memecahkan masalah, membuat keputusan, atau kegiatan investigasi,
memberikan siswa kesempatan untuk bekerja secara mandiri selama periode lama, dan
berujung pada realistis produk atau presentasi.
3. Grant
Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek merupakan
model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang
mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman
pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang
berbobot, nyata, dan relevan.
1
B. Komponen Model Project Based Learning (PJBL)
Langkah-langkah pengembangan pembelajaran Project Based Learning (PJBL) terdiri
dari enam komponen utama, yaitu:
1. Keautentikan (authenticity)
Proyek yang akan dikerjakan siswa berhubungan dengan masalah dunia nyata. Ciri-
ciri proyek yang menampilkan keauntentikan, yaitu:
a. Mengatasi masalah atau pertanyaan yang memiliki arti bagi siswa.
b. Melibatkan masalah atau pertanyaan yang benar-benar dialami di dunia nyata.
c. Meminta siswa untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai pribadi dan atau
sosial di luar kelas.
Dalam merancang proyek yang autentik, diperlukan penggunaan masalah yang benar-
benar ada dalam dunia nyata, misalnya berkaitan dengan isu-isu yang sedang terjadi yang
relevan dengan keadaan sekarang sehingga pembelajaran yang terjadi dapat bermakna,
kontekstual dan mengesankan.
2. Ketaatan terhadap nilai akademik (academic rigor)
Dalam mengerjakan sebuah proyek, siswa ditantang untuk menggunakan metode
penyelidikan untuk satu disiplin ilmu atau lebih (seperti: seorang sejarawan, ilmuwan,
investor, dan lain-lain).
3. Hubungan dengan pakar (expert relationship)
Kekuatan pembelajran berbasis proyek terletak pada keterlibatan pakar (orang ahli)
yang ada di luar kelas. Siswa dapat berelasi dengan pakar yang berkaitan dengan proyek yang
akan diselesaikan.
4. Aktif meneliti (active exploration)
Guru sebaiknya memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk mengerjakan
suatu proyek. Siswa dapat menggunakan berbagai metode, media, dan sumber-sumber dalam
melakukan penyelidikan. Pada akhirnya siswa dapat mengkomunikasikan apa yang mereka
pelajari misalkan melalui kegiatan pameran formal. Proyek yang bagus dapat mendorong
siswa untuk aktif dalam penelitian, mengeksplorasi, menganalisis serta menyajikan hasil
proyek.
5. Belajar pada dunia nyata (applied learning)
Siswa dilatih untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia nyata dengan pendekatan
terstruktur dan terencana. Siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan
dalam lapangan pekerjaan.
2
6. Penilaian (assessment)
Siswa diberi kesempatan untuk menerima feedback (umpan balik) yang berkualitas
selama dan setelah mengerjakan proyek. Umpan balik formatif dapat diberikan oleh teman
sebaya ataupun dari garu. Pada akhir proyek, evaluasi sumatif dari produk dan penampilan
siswa diberikan oleh guru dan pakar yang menilai pekerjaan siswa dalam kaitannya dengan
indikator kualitas yang telah ditentukan.
C. Karakteristik Model Project Based Learning (PJBL)
Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dikembangkan berdasarkan
tingkat perkembangan berfikir siswa dengan berpusat pada aktivitas belajar siswa sehingga
memungkinkan mereka untuk beraktivitas sesuai dengan keterampilan, kenyamanan, dan
minat belajarnya. Model ini memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan sendiri
proyek yang akan dikerjakannya baik dalam hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab,
memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan kegiatan penelitian yang akan
dilakukan. Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, menyediakan bahan dan
pengalaman bekerja, mendorong siswa berdiskusi dan memecahkan masalah, dan
memastikan siswa tetap bersemangat selama mereka melaksanakan
Secara umum model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa
karakteristik, yaitu sebagai berikut:
1. Mengembangkan pertanyaan atau masalah, yang berarti pembelajaran harus
mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.
2. Memiliki hubungan dengan dunia nyata, berarti bahwa pembelajaran yang outentik
dan siswa dihadapkan dengan masalah yang ada pada dunia nyata.
3. Menekankan pada tanggung jawab siswa, merupakan proses siswa untuk mengakses
informasi untuk menemukan solusi yang sedang dihadapi.
4. Penilaian, penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil
proyek yang dikerjakan siswa.
Menurut Thomas Project Based Learning memiliki karakteristik yang membedakan
model yang lain. Karakteristik tersebut, antara lain :
1. Centrality
Pada Project Based Learning proyek menjadi pusat dalam pembelajaran.
2. Driving question
Project Based Learning difokuskan pada pertanyaan atau masalah yang mengarahkan
siswa untuk mencari solusi dengan konsep atau prinsip ilmu pengetahuan yang sesuai.
3
3. Constructive Investigation
Pada Project Based Learning, siswa membangun pengetahuannya dengan melakukan
investigasi secara mandiri (guru sebagai fasilitator).
4. Autonomy
Project Based Learning menuntut student centered, siswa sebagai problem solver dari
masalah yang dibahas.
5. Realisme
Kegiatan siswa difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang
sebenarnya. Aktifitas ini mengintegrasikan tugas otetik dan menghasilkan sikap profesional.
D. Langkah-langkah Dalam Project Based Learning (PJBL)
Langkah-langkah Project Based Learning (PJBL) sebagaimana yang dikembangkan
oleh The George Lucas Educational Foundation (2005) terdiri dari:
1. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat
memberi penugasan kepada siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuai
dengan dunia nyata yang relevan untuk siswa. dan dimulai dengan sebuah investigasi
mendalam.
2. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian
siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang
aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan
esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat
dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
3. Menyusun Jadwal (Create a Schedule) Guru dan siswa secara kolaboratif Aktivitas
pada tahap ini antara lain:
4
a. Membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek.
b. Membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek.
c. Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru.
d. Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan
dengan proyek, dan
e. Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan
suatu cara.
4. Memonitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the
Project)
Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama
menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi siswa pada setiap
proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor bagi aktivitas siswa. Agar
mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan
aktivitas yang penting.
5. Menguji Hasil (Assess the Outcome)
Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar,
berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing siswa, memberi umpan balik
tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam menyusun
strategi pembelajaran berikutnya.
6. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)
Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan
hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu.
E. Skenario Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/2 (Genap)
Materi Pokok : Koloid
Alokasi Waktu : 50 Menit
Kompetensi Dasar : Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Indikator : Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati, dan koloid
berdasarkan data hasil pengamatan (Efek Tyndall,
Homogen/Heterogen, dan Penyaringan).
5
Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Project Based Learning (PJBL)
2. Pendekatan : Saintifik
3. Metode : Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan a. Guru memberi salam kepada siswa dan siswa 10 Menit
menjawab salam.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c. Mengingatkan kembali tentang pengertian larutan dan
suspensi kasar.
d. Memotivasi siswa dengan menanyakan apakah
campuran gula dan air serta campuran pasir dan air
termasuk pada larutan atau suspensi kasar.
Kegiatan Inti a. Siswa memperhatikan pengarahan guru terhadap 30 Menit
proyek yang ada di dalam video.
b. Siswa melakukan tanya jawab bersama guru dan
kelompok diskusi mengenai percobaan video yang
diberikan guru.
c. Siswa diminta memahami prosedur kerja percobaan
yang dilakukan dalam video.
d. Siswa diminta mengamati hasil pengamatan dari video
tersebut.
e. Perwakilan masing-masing kelompok
mempersentasikan hasil pengamatan dari percobaan
video yang di tonton.
Penutup a. Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktifitas 10 enit
hasil belajar.
b. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
6
F. Lembar Penilaian
1. Lembar Penilaian Afektif
Tujuan : Lembar Penilaian Aspek Afektif digunakan oleh guru untuk
mengakses (mendapatkan informasi tentang minat dan motivasi siswa saat proses
pembelajaran berlangsung.
Petunjuk : 1. Amati komponen afektif yang tampak dalam proses pembelajaran.
2. Ambil posisi tidak jauh dari kelompok/siswa yang diamati pada saat
melakukan pengamatan.
3. Berilah tanda √ pada jalur yang sesuai.
Nama Siswa
No Aspek Yang Dinilai Skor
A B C D E F ...
1. Memperhatikan 0
penjelasan guru.
1
2. Mengikuti pembelajaran 0
dengan serius.
1
3. Memperhatikan media 0
pembelajaran.
1
4. Mengikuti diskusi 0
kelompok dengan
1
sungguh-sungguh.
2
5. Bekerjasama dalam 0
7
kelompok. 1
6. Menghargai pendapat 0
teman lain baik lisan
1
maupun tingkah laku.
2
7. Mengungkapkan 0
gagasan
1
8. Menjawab pertanyaan 0
yang diajukan oleh guru
1
atau teman.
2
9. Menjelaskan kembali 0
pembelajaran dengan
1
konteks lain.
2
10. Menyimpulkan hasil 0
pembelajaran.
1
Jumlah
8
Kriteria Pemberian Skor : Sangat baik (2), Baik (1), Tidak Baik (0)
Nilai = Skor yang diperoleh × 100
Skor Maksimum =
Keterangan:
A : 81-100 (Sangat Baik)
B : 61-80 (Baik)
C : 41-60 (Cukup)
D : ≤ 40 (Kurang)
2. Lembar Penilaian Psikomotoik
Tujuan : Lembar Penilian Aspek Psikomotor digunakan oleh guru untuk
mengakses (mendapatkan informasi) tentang keterampilan psikomotor siswa saat proses
pembelajaran berlangsung.
Petunjuk : 1. Amati komponen-komponen psikomotor yang tampak dalam proses
pembelajaran.
2. Ambil posisi tidak jauh dari kelompok/siswa yang diamati pada saat
melakukan pengematan.
3. Berikan tanda √ pada lajur yang sesuai
Nama Siswa : ____________________________________
Kegiatan : ____________________________________
9
Skor
No Aspek yang dinilai
1 2 3
1. Kejelasan menyampaikan materi saat presentasi
berlangsung.
2 Menganalisis hasil diskusi (perluasan materi) saat
presentasi berlangsung.
3. Keterampilan berkomunikasi ketika diskusi kelompok
4. Kemampuan menjawab pertanyaan
Kriteria Pemberian Skor:
Skor 1 = Kurang mampu
Skor 2 = Cukup mampu
Skor 3 = Sangat terampil
Nilai = ………………….
3. Lembar Penilaian Kognitif
NAMA SEKOLAH : SMAN 1 Gunung Meriah
MATA PELAJARAN : Kmia
ALOKASI WAKTU : 50 Menit
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x)
pada huruf A, B, C, D, atau E pada lembar jawaban!
1. Sistem dispersi koloid umumnya sukar mengendap (terpisah) oleh pengaruh gravitasi
bumi. Hal ini disebabkan oleh ....
a. Adanya Efek Tyndall b. Adanya gerak Brown c. Adanya zat
pendispersi
d. bermuatan listrik e. Koloid dapat terkoagulasi
10
2. Pergerakan partikel koloid oleh karena pengaruh medan listrik disebut dengan peristiwa
..
a. Elektrolisis b. Elektroforesis c. Adsorpsi d. Elektrodialisis
e. Koagulasi
3. Pada proses penjernihan air dari air keruh dengan menambahkan tawas merupakan
proses ....
a. Koagulasi dengan penambahan elektrolit
b. Peptisasi dengan penambahan elektrolit
c. Dialisis dengan penambahan pelarut
d. Elektroforesis dengan menggunakan elektrolit
e. Koagulasi dengan penambahan koloid pelindung
4. Di antara zat-zat di bawah ini, yang tidak dapat membentuk koloid liofil jika
didispersikan ke dalam air adalah ....
a. Kanji b. Belerang c. Gelatin d. Sabun
e. Agar-agar
5. Pada peristiwa berikut:
1) Pembentukan delta pada muara sungai
2) Pemurnian gula pasir (kotor)
3) Penyembuhan sakit perut oleh norit
4) Penjernihan air
Merupakan contoh peristiwa koagulasi koloid, kecuali ....
a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 d. 2 dan 3
e. 2 dan 4
11
DAFTAR PUSTAKA
Hanafiah, Nanang. dan Cucu, Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung:
Refika Aditama.
Sutirman. 2013. Media dan Model-Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Daryanto. 2009. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif & Inovatif. Jakarta: Publisher.
Abidin, Zainal. 2007. Analisis Eksistensial. Jakarta: Raja Grafindo.
Abdulah Sani, Ridwan. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013.
Jakarta: Bumi Aksara.
Wena, Meda. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporar. Jakarta: Bumi Aksara.
12