Prosedur Penyelesaian Keluhan Karyawan
Prosedur Penyelesaian Keluhan Karyawan
A. PENDAHULUAN
Agar terjalin hubungan kerja yang diharapkan maka apabila karyawan merasa bahwa perlakuan
yang diterima bertentangan dengan peraturan/kebijaksanaan dan/atau berlawanan dengan
keadilan, kelayakan dan kesamaan, maka karyawan berhak untuk mengemukakan dan
membicarakan keluhannya kepada atasan langsung.
Perlu disadari bahwa tidak semua keluh kesah dapat dikategorikan menurut peraturan ini.
Keluhan baru dapat terjadi apabila persoalan yang dihadapi oleh karyawan memerlukan
perhatian dan penyelesaian yang segera dari Pimpinan Perusahaan.
1. Untuk menjamin bahwa setiap karyawan mendapat perlakuan yang layak sesuai dengan
peraturan baik yang berlaku di Perusahaan maupun yang berlaku di Pemerintah.
2. Setiap karyawan berhak atas perlindungan hukum terhadap ketidakadilan atau tindakan
sewenang-wenang dari atasan.
3. Meminimalkan rasa ketidakpuasan/ketidakadilan yang dirasakan oleh karyawan sehingga
dapat terpelihara hubungan kerjasama yang baik.
C. APLIKASI
1. Keluhan yang berkaitan dengan masalah yang timbul dalam proses hubungan kerja dan
atau penyimpangan atas syarat-syarat kerja serta peraturan/kebijakan Perusahaan yang
diterima karyawan.
2. Harus ada data-data/fakta yang mendukung/menunjang atas keluhan.
TINGKAT I
Apabila karyawan merasa diperlakukan tidak adil atau bertentangan dengan Peraturan
Perusahaan, maka dia dapat mengemukakan dan membicarakan keluhannya dengan atasan
langsung yang berwenang.
Setelah mempertimbangkan fakta-fakta yang dikemukakan serta semua faktor yang ada
kaitannya dengan masalah tersebut, maka dalam kurun waktu 5 (lima) hari kerja Kepala
Kerja/Tingkat Manager keatas dalam batas wewenangnya harus mengusahakan seoptimal
mungkin untuk menyelesaikan keluhan tersebut.
Apabila penyelesaian persoalan belum terselesaikan maka dalam waktu 6 (enam) hari kerja
karyawan tersebut dapat meneruskan persoalan tersebut secara tertulis kepada atasan dari
atasan langsung dengan tembusan ke HRD . Usaha selanjutnya merupakan tindakan tingkat ke
2.
TINGKAT II
Atasan dari atasan langsung mempelajari keluhan tersebut serta mengadakan konsultasi dengan
HRD dalam menyelesaikan masalah tersebut. Jika belum tercapai penyelesaian yang diharapkan
maka dalam tempo 6 (enam) hari kerja karyawan dapat meneruskan masalah tersebut ke HRD
tembusan ke GM (Unit/PT)
TINGKAT III
Dalam menyelesaikan masalah HRD akan mengadakan dengar pendapat untuk mengumpulkan
inputan/masukan dengan mengadakan pembicaraan langsung kepada karyawan, atasan
langsung, atasan dari atasan langsung agar mendapat penjelasan yang terinci.
Jika tidak tercapai penyelesaian dalam waktu maksimum 10 (sepuluh) hari kerja yang
memuaskan maka keluhan tersebut menjadi suatu perselisihan industrial yang penanganannya
akan mengikuti perundang-undangan yang berlaku dengan melibatkan unsur Departement
Tenaga Kerja setempat untuk penyelesaian. Pihak Dept. Tenaga Kerja dalam hal ini akan
memberikan bantuan dalam bentuk rekomendasi kepada kedua belah pihak untuk penyelesaian
dengan memakai kebijaksanaannya, atas dasar pertimbangan peraturan-peraturan perburuhan
dan peraturan Perusahaan yang berlaku.
Hasil rekomendasi yang diberikan oleh Dept. Tenaga Kerja wajib diperhatikan oleh kedua belah
pihak.
F. ADMINISTRASI
Setiap pembicaraan akan dicatat selengkap mungkin dengan mempergunakan formulir terlampir.
Sebuah tembusan akan diteruskan kepada HRD untuk disimpan selain di dalam arsip karyawan
yang bersangkutan juga untuk arsip Bagian Hubungan Industrial.
G. PENUTUP
A. PENDAHULUAN
Agar ada keseragaman dalam melaksanakan tata tertib, maka Perusahaan memandang perlu
untuk membuat kebijakan standar yang dapat dijadikan pedoman Perusahaan.
B. APLIKASI
C. KETENTUAN UMUM
a. Hari kerja adalah hari-hari karyawan masuk kerja dan melakukan tugas-tugas yang
dibebankan Perusahaan.
b. Jam kerja adalah jam-jam dimana karyawan berada di tempat kerja atau di tempat lain
untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan Perusahaan.
c. Jam kerja terbagi menjadi:
Jam kerja yang ditetapkan untuk suatu kegiatan usaha yang relatif sudah diatur.
Apabila dibutuhkan, karyawan dapat diminta kehadirannya pada hari Sabtu/Minggu baik untuk
menyelesaikan tugas yang mendesak, mengikuti seminar/training dan atau meeting yang telah
dijadwalkan.
Ketentuan diatas berlaku bagi semua karyawan.
Jam kerja yang karena sifat pekerjaannya harus bekerja secara terus menerus melebihi 8 (delapan) jam
sehari dan dilakukan secara bergilir.
2. Waktu Istirahat.
Karyawan tidak dibenarkan istirahat melebihi dari waktu istirahat yang ditetapkan. Pelanggaran
terhadap ketentuan tersebut diklasifikasikan sebagai pelanggaran terhadap peraturan tata tertib
kerja.
a. Karyawan diwajibkan mencatat datang dan pulang kerja pada alat absensi yang
disediakan.
b. Karyawan dilarang mencatatkan datang atau pulang kerja karyawan lainnya dengan
alasan apapun. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diklasifikasikan sebagai
pelanggaran terhadap peraturan tata tertib.
c. Karyawan diharuskan memberitahukan secara tertulis jam mulai atau pulang bekerja dan
dimintakan paraf atasan langsungnya, apabila :
Bertugas di luar kantor dan berangkat langsung dari rumah karyawan.
Karyawan langsung pulang setelah menjalankan tugas di luar kantor.
4. Datang terlambat
a. Karyawan datang terlambat, harus menghadap Pimpinan Unit kerja atau atasannya dan
memberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mendapatkan approval.
Alasan dicatat pada Request of absent dan ditanda-tangani oleh Pimpinan unit kerja,
untuk diserahkan ke HRD
b. Karyawan dinyatakan datang terlambat apabila datang ke tempat kerja lebih dari 08.30
wib.
c. Keterlambatan hadir karyawan lebih dari 30 menit akan dipotong uang makan dan
transport .
5. Pakaian Kerja
a. Karyawan pria diharuskan memakai pakaian formal, sopan, rapi dan bersih. Yang
dimaksud dengan pakaian formal adalah pakaian kantor yang terdiri dari paduan celana
panjang formal dengan kemeja lengan panjang/pendek
b. Karyawan wanita diharuskan berpakaian formal, sopan, rapi, dan bersih
c. Pakaian hari Jum’at.
Karyawan diperbolehkan memakai pakaian informal tetapi tetap memperhatikan
kesopanan dan norma-norma yang berlaku, kecuali jika pada hari tersebut ada jadwal
kerja yang mengharuskan tetap berpenampilan formal.
Untuk pria, dapat terdiri dari paduan celana panjang (jeans/cotton) dengan T-
shirt, kaos ber-krah atau kemeja santai dan dilarang menggunakan kaos oblong
Untuk wanita, dapat terdiri dari paduan celana panjang (jeans/cotton) atau
celana kulot/bermuda atau rok dengan T-shirt atau kemeja santai.
d. Pakaian Seragam.
Apabila Perusahaan memberikan pakaian seragam kepada karyawan, maka pakaian
seragam tersebut harus dipakai pada hari-hari kerja.
Bagi karyawan yang tidak mengenakan pakaian seragam dengan alasan yang tidak dapat
diterima, akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Sepatu.
Sepatu bisa bertali ataupun tidak bertali
Model formal maupun semi formal
Karyawan dilarang menggunakan sandal pada saat bekerja
Catatan khusus : untuk pakaian kerja fungsional tertentu diperkenankan menggunakan pakaian sesuai
dengan etika bisnis yang berlaku.
6. Kartu Nama
a. Karyawan yang karena sifat pekerjaannya, akan diberikan kartu nama Perusahaan oleh
Pimpinan unit kerjanya dengan ukuran dan bentuk yang standar sesuai dengan yang
telah ditetapkan.
b. Karyawan tidak dibenarkan untuk membuat/memiliki kartu nama yang ukuran dan
bentuknya sama/serupa dengan yang disediakan oleh Perusahaan walaupun atas biaya
sendiri.
c. Pengadaan kartu nama harus melalui bagian General Affairs.
a. Karyawan yang tidak dapat masuk kerja, sedapat mungkin hari itu juga memberitahukan
tentang ketidakhadirannya pada atasannya, baik melalui telepon atau melalui surat.
b. Karyawan yang tidak dapat hadir kerja karena alasan apapun, harus membuktikan
kepada Pimpinan unit kerjanya dengan surat keterangan/alasan yang dapat diterima. Hal
ini dilakukan pada saat masuk kerja kembali dan selambat-lambatnya pada hari
berikutnya
c. Karyawan yang tidak dapat membuktikan ketidakhadirannya ditempat kerja dengan surat
keterangan atau alasan yang dapat diterima, dianggap telah mangkir dan akan diberikan
sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
a. Karyawan harus sudah hadir di tempat kerjanya masing-masing pada hari dan jam kerja
yang telah ditetapkan, maupun di kantor mitra kerja ( dengan menginformasikan terlebih
dahulu kepada atasan ).
b. Karyawan berkewajiban mentaati semua instruksi kerja dan peraturan yang ditetapkan
oleh Perusahaan,
c. Karyawan selama jam kerja harus tetap berada di ruang kerjanya masing-masing, kecuali
bila ada soal-soal dinas yang perlu diselesaikan di luar lingkungan kerjanya. Karyawan
yang tidak ada pada tempat kerjanya tanpa sepengetahuan/ijin dari atasannya, ataupun
pulang sebelum jam kerjanya berakhir, dianggap melalaikan kewajibannya.
d. Karyawan tanpa ijin dari atasannya, dilarang membawa barang-barang milik Perusahaan
keluar lingkungan Perusahaan, baik itu berupa inventaris, peralatan kantor, peralatan
lainnya, dokumen, catatan confidential, pekerjaan yang tertunda dan lain sebagainya
yang ada hubungannya dengan kegiatan Perusahaan.
e. Karyawan yang menemukan barang-barang berharga milik orang lain dalam lingkungan
Perusahaan, wajib menyerahkannya kepada Perusahaan melalui HRD untuk diproses dan
dikembalikan ke pemiliknya.
f. Setiap karyawan dilarang menyalahgunakan alat-alat perlengkapan milik Perusahaan
atau fasilitas-fasilitas yang ada di tempat kerja untuk kepentingan pribadi.
TATA TERTIB
A. PENDAHULUAN
Agar ada keseragaman dalam melaksanakan tata tertib, maka Perusahaan memandang perlu
untuk membuat kebijakan standar yang dapat dijadikan pedoman Perusahaan.
B. APLIKASI
C. KETENTUAN UMUM
a. Hari kerja adalah hari-hari karyawan masuk kerja dan melakukan tugas-tugas yang
dibebankan Perusahaan.
b. Jam kerja adalah jam-jam dimana karyawan berada di tempat kerja atau di tempat lain
untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan Perusahaan.
c. Jam kerja terbagi menjadi:
Jam kerja yang ditetapkan untuk suatu kegiatan usaha yang relatif sudah diatur.
Apabila dibutuhkan, karyawan dapat diminta kehadirannya pada hari Sabtu / Minggu baik untuk
menyelesaikan tugas yang mendesak, mengikuti seminar/training dan atau meeting yang telah
dijadwalkan.
Ketentuan diatas berlaku bagi semua karyawan.
Jam kerja yang karena sifat pekerjaannya harus bekerja secara terus menerus melebihi 8 (delapan) jam
sehari dan dilakukan secara bergilir.
Bagi Unit yang mengingat kekhususan tugas pada bagian tertentu, dapat menyesuaikannya dan
menentukan jam kerja sepanjang tidak menyimpang dari aturan yang ditetapkan oleh Depnaker,
termasuk penggunaan sistem shift dan wajib memberitahukan secara tertulis ke HRD
2. Waktu Istirahat.
Karyawan tidak dibenarkan istirahat melebihi dari waktu istirahat yang ditetapkan. Pelanggaran
terhadap ketentuan tersebut diklasifikasikan sebagai pelanggaran terhadap peraturan tata tertib
kerja.
a. Karyawan diwajibkan mencatat datang dan pulang kerja pada alat absensi yang
disediakan.
b. Karyawan dilarang mencatatkan datang atau pulang kerja karyawan lainnya dengan
alasan apapun. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diklasifikasikan sebagai
pelanggaran terhadap peraturan tata tertib.
c. Karyawan diharuskan memberitahukan secara tertulis jam mulai atau pulang bekerja dan
dimintakan paraf atasan langsungnya, apabila :
Bertugas di luar kantor dan berangkat langsung dari rumah karyawan.
Karyawan langsung pulang setelah menjalankan tugas di luar kantor.
4. Datang terlambat
a. Karyawan datang terlambat, harus menghadap Pimpinan Unit kerja atau atasannya dan
memberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mendapatkan approval.
Alasan dicatat pada Request of absent dan ditanda-tangani oleh Pimpinan unit kerja,
untuk diserahkan ke HRD
b. Karyawan dinyatakan datang terlambat apabila datang ke tempat kerja lebih dari 08.30
wib.
c. Keterlambatan hadir karyawan lebih dari 30 menit akan dipotong uang makan dan
transport .
5. Pakaian Kerja
a. Karyawan pria diharuskan memakai pakaian formal, sopan, rapi dan bersih. Yang
dimaksud dengan pakaian formal adalah pakaian kantor yang terdiri dari paduan celana
panjang formal dengan kemeja lengan panjang/pendek
b. Karyawan wanita diharuskan berpakaian formal, sopan, rapi, dan bersih
c. Pakaian hari Jum’at.
Karyawan diperbolehkan memakai pakaian informal tetapi tetap memperhatikan
kesopanan dan norma-norma yang berlaku, kecuali jika pada hari tersebut ada jadwal
kerja yang mengharuskan tetap berpenampilan formal.
Untuk pria, dapat terdiri dari paduan celana panjang (jeans/cotton) dengan T-
shirt, kaos ber-krah atau kemeja santai dan dilarang menggunakan kaos oblong
Untuk wanita, dapat terdiri dari paduan celana panjang (jeans/cotton) atau
celana kulot/bermuda atau rok dengan T-shirt atau kemeja santai.
d. Pakaian Seragam.
Apabila Perusahaan memberikan pakaian seragam kepada karyawan, maka pakaian
seragam tersebut harus dipakai pada hari-hari kerja.
Bagi karyawan yang tidak mengenakan pakaian seragam dengan alasan yang tidak dapat
diterima, akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Sepatu.
Sepatu bisa bertali ataupun tidak bertali
Model formal maupun semi formal
Karyawan dilarang menggunakan sandal pada saat bekerja
Catatan khusus : untuk pakaian kerja fungsional tertentu diperkenankan menggunakan pakaian sesuai
dengan etika bisnis yang berlaku.
6. Kartu Nama
a. Karyawan yang karena sifat pekerjaannya, akan diberikan kartu nama Perusahaan oleh
Pimpinan unit kerjanya dengan ukuran dan bentuk yang standar sesuai dengan yang
telah ditetapkan.
b. Karyawan tidak dibenarkan untuk membuat/memiliki kartu nama yang ukuran dan
bentuknya sama/serupa dengan yang disediakan oleh Perusahaan walaupun atas biaya
sendiri.
c. Pengadaan kartu nama harus melalui bagian General Affairs.
a. Karyawan yang tidak dapat masuk kerja, sedapat mungkin hari itu juga memberitahukan
tentang ketidakhadirannya pada atasannya, baik melalui telepon atau melalui surat.
b. Karyawan yang tidak dapat hadir kerja karena alasan apapun, harus membuktikan
kepada Pimpinan unit kerjanya dengan surat keterangan/alasan yang dapat diterima. Hal
ini dilakukan pada saat masuk kerja kembali dan selambat-lambatnya pada hari
berikutnya
c. Karyawan yang tidak dapat membuktikan ketidakhadirannya ditempat kerja dengan surat
keterangan atau alasan yang dapat diterima, dianggap telah mangkir dan akan diberikan
sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
a. Karyawan harus sudah hadir di tempat kerjanya masing-masing pada hari dan jam kerja
yang telah ditetapkan, maupun di kantor mitra kerja (dengan menginformasikan terlebih
dahulu kepada atasan).
b. Karyawan berkewajiban mentaati semua instruksi kerja dan peraturan yang ditetapkan
oleh Perusahaan,
c. Karyawan selama jam kerja harus tetap berada di ruang kerjanya masing-masing, kecuali
bila ada soal-soal dinas yang perlu diselesaikan di luar lingkungan kerjanya. Karyawan
yang tidak ada pada tempat kerjanya tanpa sepengetahuan/ijin dari atasannya, ataupun
pulang sebelum jam kerjanya berakhir, dianggap melalaikan kewajibannya.
d. Karyawan tanpa ijin dari atasannya, dilarang membawa barang-barang milik Perusahaan
keluar lingkungan Perusahaan, baik itu berupa inventaris, peralatan kantor, peralatan
lainnya, dokumen, catatan confidential, pekerjaan yang tertunda dan lain sebagainya
yang ada hubungannya dengan kegiatan Perusahaan.
e. Karyawan yang menemukan barang-barang berharga milik orang lain dalam lingkungan
Perusahaan, wajib menyerahkannya kepada Perusahaan melalui HRD untuk diproses dan
dikembalikan ke pemiliknya.
f. Setiap karyawan dilarang menyalahgunakan alat-alat perlengkapan milik Perusahaan
atau fasilitas-fasilitas yang ada di tempat kerja untuk kepentingan pribadi.
TINDAKAN DISIPLIN
A. PENDAHULUAN
Perusahaan selalu berusaha untuk mempertahankan disiplin yang baik agar dapat tercipta
suasana saling pengertian serta saling harga menghargai atas masing-masing hak dan tanggung
jawab yang terjalin antara Perusahaan dan karyawannya.
Perlu ditekankan bahwa tindakan disiplin yang dijalankan haruslah bersifat korektif dan mendidik
sehingga Perusahaan dan para karyawan yakin bahwa setiap tindakan disiplin yang dilaksanakan
adalah bersifat adil dan merata.
B. APLIKASI
Berdasar pasal 19 Tentang Tingkat Pelanggaran Peraturan Perusahaan perlu adanya prosedur
tindakan disipliner yang ditetapkan sebagai berikut :
cc : DEPNAKER
Catatan :
1. Masa berlaku Surat Peringatan I,II,dan III adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal dikeluarkan.
2. Pengenaan Surat Peringatan III dapat diterapkan sekaligus dengan pembebasan tugas sementara.
3. Sanksi Administratif yang dapat dikenakan adalah :
o Pencabutan fasilitas tertentu.( kecuali tunjangan makan & transport ).
o Penundaan kenaikan gaji/golongan selama pengenaan Surat Peringatan III.
D. PELAKSANAAN
1. Tindakan disiplin dapat diambil setelah diadakan suatu penyelidikan yang mendalam sehingga mendapatkan
bukti lengkap dan benar menunjukkan bahwa karyawan yang bersangkutan benar-benar melakukan
pelanggaran.
2. Tindakan disiplin yang diberikan harus diterangkan secara terperinci dan jelas kepada karyawan.
3. Tindakan disiplin yang dilakukan harus dicatat di file karyawan yang bersangkutan.
4. Setiap tindakan disiplin yang diberikan harus disetujui / ditandatangani oleh karyawan yang bersangkutan,
atasan yang berwenang yang diketahui oleh HRD .
E. LAIN-LAIN
Peraturan ini berlaku sebagai pedoman standard dan sewaktu-waktu akan ditinjau kembali serta
disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan.
PERJALANAN DINAS
A. PENDAHULUAN
Karyawan dianggap sebagai melakukan Perjalanan Dinas apabila ia melakukan perjalanan dalam
rangka melaksanakan tugas Perusahaan termasuk rapat/training/seminar/lokakarya di suatu
tempat diluar JABOTABEK yang jaraknya melebihi 100 km dari tempat kerjanya sehari – hari .
Untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas karyawan perlu diberikan penggantian atas
biaya–biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kedinasannya, dimana penggantian biaya
tersebut bukan merupakan tambahan penghasilan
Sehubungan dengan hal ini, Perusahaan perlu mengatur Peraturan Perjalan Dinas untuk dijadikan
pedoman oleh karyawan sehingga mereka mengetahui tugas-tugas yang harus diselesaikan,
fasilitas-fasilitas yang diperoleh selama perjalanan, jumlah biaya-biaya yang akan diganti
Perusahaan, tata tertib yang harus dipenuhi serta prosedur administratif yang harus ditempuh
sebelum dan sesudah perjalanan dinas.
B. APLIKASI
Peraturan ini berlaku untuk karyawan dan/atau anggota keluarga bilamana oleh Perusahaan
diminta untuk mendampingi dalam melaksanakan perjalanan dinas tersebut.
1. Dalam Negeri
Perjalanan dinas yang dilakukan di dalam wilayah Republik Indonesia di luar wilayah
Jabotabek yang jaraknya melebihi 100 km dari tempat kerjanya sehari – hari .
2. Luar Negeri
Kepada karyawan yang melakukan perjalanan dinas diberikan penggantian biaya perjalanan
dinas yang terdiri dari :
Biaya transportasi
Perseroan memberikan penggantian penuh atas biaya transportasi karyawan yang melakukan perjalanan
dinas, untuk :
Kendaraan Pribadi Bilamana dalam perjalanan dinas ini menggunakan kendaraan pribadi, maka biaya
operasionalnya akan ditanggung oleh Perusahaan.
1. Pada prinsipnya perseroan mengganti semua biaya penginapan yang berkaitan dengan
perjalanan dinas sesuai dengan Lampiran Surat Keputusan Direksi ini.
2. Penggantian biaya penginapan hanya diberikan berdasarkan bukti yang sah.
3. Perjalanan dinas yang dilakukan lebih dari 1 (satu) orang dengan daerah tujuan yang
sama, maka diperlakukan pengaturan 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang. Bila
pengaturan ini tidak mungkin dilakukan (misalnya karyawan dan karyawati) maka
fasilitas penginapan tetap berlaku masing-masing.
Biaya makan
1. Untuk golongan I s/d V penggantian biaya makan diberikan secara lumpsum, besar nilai
penggantian biaya makan per hari sesuai Lampiran 1 Surat Keputusan ini.
2. Untuk golongan VI ke atas dan atau GM, dalam batas-batas kewajaran, sepenuhnya
diganti dengan menunjukkan bukti-bukti yang sah, untuk minuman keras (bir dan
sebagainya) serta rokok tidak diberikan penggantian. Penggantian biaya makan ini hanya
berlaku untuk biaya makan diri sendiri. Ketentuan ini hanya berlaku untuk perjalanan
dinas dalam negeri.
3. Apabila karyawan menanggung biaya makan tamu Perusahaan selama melakukan
perjalanan dinas, maka biaya tersebut dianggap sebagai beban Perusahaan dan akan
diganti sesuai bukti pengeluaran yang sah. Penggantian ini diberikan di luar biaya
perjalanan dinas sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi ini. Ketentuan ini
hanya berlaku bagi karyawan golongan VI (enam) ke atas yang melakukan perjalanan
dinas dalam negeri dan luar negeri.
4. Pengaturan mengenai biaya makan diatur dalam Lampiran 1 Surat Keputusan Direksi ini.
Uang Saku
Karyawan yang melakukan perjalanan dinas dan menginap akan diberikan uang saku
sebagai biaya pengganti biaya-biaya keperluan pribadi yang berkaitan dengan perjalanan
dinas.
Pengaturan mengenai uang saku diatur dalam Lampiran 1 Surat Keputusan Direksi ini.
Biaya Komunikasi
Dalam rangka menggalang hubungan baik dengan relasi Perusahaan, dapat diadakan
acara entertainment dan/atau pemberian hadiah atas beban Perusahaan dalam batas
yang wajar atas persetujuan Direksi / General Manager berdasarkan rencana yang
diajukan terlebih dahulu.
Biaya-biaya Lain
Biaya-biaya lain yang tidak tersebut diatas yang terpaksa harus dikeluarkan karena
kepentingan dinas dapat diajukan untuk penggantian dari Perusahaan dengan ketentuan
pengeluaran tersebut dapat dipertanggung jawabkan dan mendapat persetujuan dari
atasan yang berwenang.
Jumlah hari perjalanan dinas adalah termasuk tanggal keberangkatan (hari pertama)
tetapi tidak termasuk tanggal kembali. Tetapi, jika jam keberangkatan dan tiba karyawan
pada tanggal kembali dijadwalkan pada jam seperti tertera dibawah ini maka yang
bersangkutan berhak untuk mendapat sebagian fasilitas tunjangan perjalanan dinas
sebagai berikut:
E. KETENTUAN KHUSUS
1. Bagi karyawan yang memperoleh "sponsorship" atau fasilitas khusus di tempat tujuan
(sehubungan dengan kedinasannya), maka penggantian biaya perjalanan dinas yang
diberikan oleh Perusahaan, disesuaikan dengan fasilitas yang telah diperolehnya yaitu
sebagai berikut :
a. Bila karyawan memperoleh fasilitas penginapan cuma-cuma, maka ia berhak atas
uang makan serta uang saku secara penuh.
b. Bila karyawan memperoleh fasilitas makan penuh (makan pagi, siang, malam)
dengan cuma-cuma, maka ia hanya berhak atas biaya penginapan serta uang
saku secara penuh.
c. Bila karyawan memperoleh fasilitas penginapan dan makan penuh (makan pagi,
siang dan malam) dengan cuma-cuma, maka ia hanya berhak atas uang sakunya
saja.
d. Bila karyawan memperoleh dua kali makan sehari (makan pagi, siang atau
malam) dengan cuma-cuma, maka ia hanya berhak atas 50% dari ketentuan
besarnya uang makan sebagaimana diatur dalam Lampiran.
2. Ketentuan mengenai penggantian biaya perjalanan dinas ini dan juga lembur bagi
karyawan, tidak berlaku seandainya yang bersangkutan adalah peserta dari
acara/kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan seperti: training/seminar.
3. Bila seseorang karyawan bepergian dalam rangka dinas bersama karyawan lain dari
golongan yang lebih tinggi dan kehadiran yang bersangkutan dibutuhkan setiap saat,
maka ketentuan penggantian biaya perjalanan dinas untuk transportasi dan penginapan
dapat mengikuti karyawan yang golongannya lebih tinggi.
4. Ketentuan dalam pasal 3 di atas tidak berlaku bila kondisi dan tugas yang harus
dikerjakan, menyebabkan yang bersangkutan tidak dapat makan dan menginap pada
waktu dan tempat yang bersamaan.
5. Apabila seorang karyawan golongan I sampai dengan III ketika melakukan perjalanan
dinas diwajibkan untuk secara aktif melakukan tugasnya sesuai dengan jabatannya pada
waktu-waktu diluar jam kerja biasa, maka untuk kelebihan jam kerjanya tersebut, yang
bersangkutan berhak atas upah lembur. Upah lembur ini diperhitungkan berdasarkan
peraturan upah lembur yang berlaku.
6. Bagi karyawan golongan I sampai dengan III yang tengah melakukan perjalanan dinas
dan harus melaksanakan tugas lembur diatur sebagai berikut :
a. Karyawan harus mengisi formulir surat perintah lembur yang ditandatangani oleh
atasan yang bertangung jawab atas pelaksanaan perjalanan dinas dan karyawan
tersebut.
b. Karyawan harus membuat laporan pelaksanaan tugas lembur yang
ditandatangani oleh atasan yang bertangung jawab atas pelaksanaan perjalanan
dinas dan karyawan tersebut.
c. Upah lembur diberikan tersendiri, diluar uang perjalanan dinas.
7. Apabila seseorang karyawan golongan I sampai dengan III melakukan perjalanan dinas
pada waktu hari istirahat mingguan, hari raya/libur nasional, atau pada hari-hari yang
diliburkan dan pada waktu itu ia secara aktif melakukan tugas sesuai dengan jabatannya,
maka pada hari-hari tersebut ia berhak atas upah lembur untuk dinas pada hari raya
dikurangi jam-jam istirahat sesuai dengan ketentuan waktu-waktu istirahat.
8. Biaya pembuatan/perpanjangan paspor dan biaya fiskal untuk perjalanan dinas ke luar
negeri menjadi tanggungan perusahaan.
9. Untuk karyawan yang melakukan perjalanan dinas yang memakan waktu 2 (dua) hari
penuh atau lebih, atau ke tempat khusus sehingga pakaian mudah kotor/berbau (seperti
pabrik karet dan lain-lain) selama 2 (dua) hari atau lebih, maka berhak mendapat
penggantian biaya cuci pakaian kerja berdasarkan bukti pengeluaran yang sah dengan
ketentuan sebagaimana diatur pada Lampiran 1 Surat Keputusan ini.
1. Kunjungan yang dimaksud adalah perjalanan dinas yang dilakukan oleh karyawan untuk
menghadiri pernikahan karyawan atau melayat ke tempat karyawan yang meninggal
dunia dan di dalam negeri.
2. Yang berhak melakukan perjalanan dinas adalah GM / direksi (golongan VI& VII) atau
Manager (golongan V) yang bersangkutan dengan persetujuan Direktur terkait.
3. Lamanya perjalanan dinas ditentukan maksimal selama 2 (dua) hari 1 (satu) malam.
4. Dalam perjalanan dinas sebagaimana diatur pada Pasal ini, karyawan tidak memperoleh
uang saku.
1. Kepada karyawan yang melakukan perjalanan dinas tetapi tidak menginap diberikan
penggantian biaya yang meliputi :
a. Biaya transportasi
b. Uang makan
c. Uang saku
2. Biaya Transportasi.
Biaya transportasi diganti oleh perusahaan secara aktual dengan melampirkan bukti-bukti
yang sah, dan mengikuti aturan seperti yang terdapat pada Lampiran 1 Surat Keputusan
ini.
3. Uang makan.
Karyawan berhak atas 50 % dari aturan yang terdapat pada Lampiran 1 Surat Keputusan
ini.
4. Uang saku.
Karyawan berhak atas 50 % dari aturan yang terdapat pada Lampiran 1 Surat Keputusan
ini.
H. ADMINISTRASI
c. SPPD yang telah ditanda tangani oleh atasan supaya diteruskan ke HRD untuk
diproses lebih lanjut dan diverifikasi.
2. Uang Muka
a. Karyawan yang akan melakukan perjalanan dinas dapat meminta uang muka
biaya perjalanan dengan menggunakan formulir Permohonan Uang Muka
minimal 3 atau 4 hari sebelum berangkat disertai SPPD yang telah disetujui
diatas.
b. Proses permohonan uang muka dilakukan melalui bagian HRD untuk kemudian
diteruskan ke bagian Finance untuk pengambilan uangnya.
c. Jumlah uang muka yang diambil tidak melebihi taksiran keseluruhan biaya
perjalanan dinas.
3. Laporan Pertanggung-jawaban
a. Selambat-lambatnya 6 hari setelah kembali, semua biaya berikut uang muka
harus sudah dipertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang
ditetapkan dalam peraturan ini dengan mengisi formulir yang tersedia di HRD
dilengkapi dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah sebagai dasar meminta
penggantian biaya.
b. Dalam hal jumlah pengeluaran yang sebenarnya lebih kecil dari jumlah uang
muka, maka kelebihannya harus disetor kembali ke kasir pada saat penyampaian
laporan pertanggung jawaban diatas.
Jika terjadi sebaliknya maka kelebihan yang menjadi milik karyawan akan
mendapat penggantian dari Perusahaan pada saat laporan pertanggung jawaban
diselesaikan.
c. Dalam hal karyawan yang bersangkutan tidak mempertanggung jawabkan uang
muka dalam batas yang telah ditentukan, maka jumlah hutang akan
dikompensasikan dengan gaji berjalan dari karyawan yang bersangkutan dan hal
itu akan dicatat dalam catatan konduite karyawan tersebut.
1. Waktu selama perjalanan dinas yang melebihi jam kerja normal tidak diperhitungkan
sebagai jam lembur.
2. Uang makan siang dan transport yang rutin diterima karyawan tidak diberikan selama
periode melakukan perjalanan dinas ini.
3. Perjalanan yang dilakukan di wilayah Jabotabek akan dianggap sebagai kerja rutin.
Namun demikian, apabila karena suatu hal karyawan tersebut harus bermalam /
menginap di tempat tersebut, maka biaya makan malam dan hotel akan diperlakukan
seperti perjalanan dinas biasa. Uang saku tidak diberikan dalam hal ini mengingat
perjalanan ini bersifat rutin dan masih dalam wilayah Jabotabek.
Untuk kasus perjalanan dinas ini, karyawan yang bersangkutan diminta terlebih dahulu
menghubungi atasannya (sedapat mungkin) untuk persetujuannya mengenai
menginapnya di tempat tersebut.
4. Perjalanan rutin yang diatur dengan jadwal kerja tertentu ke daerah operasi kerja di luar
wilayah Jabotabek dianggap sebagai perjalanan kerja rutin dan bukan perjalanan dinas.
Fasilitas dan tunjangan untuk jenis perjalanan tersebut akan diatur secara khusus dalam
peraturan tersendiri.
I. PENUTUP
Lampiran I
PENGGANTIAN BIAYA WILAYAH GOLONGAN DALAM NEGERI
( luar jawa)
IV – VI Kereta Api exa / Pesawat Ekonomi
(Rp.) IV 100,000
V -VII Aktual
V- VI 50,000
VII 100,000
Non Asia:
Eropa I – VI USD 8
Lampiran II
PENGGANTIAN BIAYA WILAYAH GOLONGAN LUAR NEGERI
PENGINAPAN * All over the world I – III Standard Room Hotel Bintang 2
V USD 30
VI-VII Actual
Eropa IV USD 52
V USD 60
VI-VII Actual
IV USD 35
V USD 45
Korea V USD 22
VI – VII USD 30
Eropa IV USD 22
V USD 30
VI-VII USD 35
IV USD 22
V – VI USD 30
VII USD 35
TUNJANGAN KEDUKAAN
A. PENDAHULUAN
B. APLIKASI
C. CAKUPAN
1. Besarnya tunjangan kedukaan yang diberikan kepada karyawan adalah satu kali gaji
pokok dengan jumlah minimal Rp 500.000,( lima ratus Ribu Rupiah )
2. Tunjangan kedukaan diberikan kepada karyawan atau keluarga karyawan yang
meninggal dunia.
D. ADMINISTRASI
Karyawan/ staff HRD mengisi PKK (Pemberitahuan Kegiatan Karyawan) dengan diketahui oleh
atasan serta melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan kepada HRD untuk diperiksa
kebenaran dari dokumen tersebut.
E. PENUTUP
Kebijakan ini menjadi pedoman, akan ditinjau kembali serta direvisi bilamana diperlukan, sesuai
dengan perkembangan usaha Perusahaan.
A. PENDAHULUAN
B. APLIKASI
Berlaku bagi karyawan tetap yang telah mempunyai masa kerja minimal 1 (satu) tahun.
C. CAKUPAN
1. Tunjangan pernikahan diberikan 1 (satu) kali bagi karyawan yang bekerja di lingkungan
INDIKA Group.
2. Tunjangan pernikahan atau kelahiran bagi karyawan yang suami dan istri bekerja di
INDIKA Group hanya diberikan mengikuti golongan suami.
3. Besarnya tunjangan pernikahan atau kelahiran yang diberikan kepada karyawan adalah
satu kali gaji pokok dengan jumlah minimal Rp 500.000,( lima ratus Ribu Rupiah )
4. Tunjangan kelahiran diberikan maksimal sampai dengan anak syah urutan ketiga.
5. Tunjangan diberikan bersamaan gaji bulanan
D. ADMINISTRASI
Karyawan mengisi FKK (Formulir Kegiatan Karyawan) dengan diketahui oleh atasan serta
melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan (Akte Pernikahan dari Catatan Sipil/KUA/akte
kelahiran) kepada HRD untuk diperiksa kebenaran dari dokumen tersebut.
E. PENUTUP
Kebijakan ini menjadi pedoman, akan ditinjau kembali serta direvisi bilamana diperlukan, sesuai
dengan perkembangan usaha Perusahaan.
TUNJANGAN KESEHATAN
A. PENDAHULUAN
Tunjangan kesehatan merupakan bagian dari penghasilan karyawan di luar gaji pokoknya.
B. APLIKASI
Berlaku bagi seluruh karyawan Indika Group.
C. KETENTUAN UMUM
Tunjangan kesehatan diberikan kepada karyawan tetap.
D. KETENTUAN KHUSUS
MANFAAT ASURANSI
PENGECUALIAN
Penanggung tidak wajib membayar manfaat Asuransi dalam hal-hal sebagai berikut :
03. Radiasi :
Radiasi percobaan atau kontaminasi oleh radioaktif dari setiap bahan bakar nuklir atau limbah nuklir
dari proses fisi nuklir atau dari setiap bahan senjata nuklir.
07. Kejiwaan :
Gangguan yang berhubungan dengankondisi mental, termasuk obat-obatan yang berhubungan
dengan kondisi mental tersebut.
11. Infeksi HIV, AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome), dan ARC ( AIDS
Related
Complex).
12. Check-Up ;
Check-Up kesehatan atau pemeriksaan yang tidak berhubungan dengan pengobatan atau diagnosis
penyakit yang dijamin, serta segala jenis imunisasi ..
17. Obat-obatan :
Obat-obatan yang di beli tanpa resep dokter atau bukan di apotik atau yang tidak sesuai dengan
diagnosa penyakitnya.
22. Keputihan/Leucorrhoea.
Segala jenis keputihan oleh sebab apapun.
Kondisi-kondisi berikut tidak dijamin dalam masa tersebut di bawah ini, sejak yang
bersangkutan menjadi peserta/ tertanggung Asuransi kesehatan :
1. Peserta Prevensia datang dan memperlihatkan kartu Prevensia di Rumah sakit rujukan ( sesuai
dengan daftar rumah sakit rujukan yang di terbitkan PT. A.J Central Asia Raya ).
2. Dalam waktu 2 x 24 Jam Peserta Prevensia sudah harus menghubungi Penanggung untuk
mendapatkan Surat Jaminan Rawat Inap.
3. Peserta Prevensia akan mendapatkan fasilitas pelayanan sesuai dengan ketentuan kelas dari
kartu Prevensia yang dimiliki.
4. Bilamana Peserta Prevensia menempati limit kamar rumah sakit lebih dari 50 % (lima puluh
persen ) diatas limit biaya kamar dan makan per harinya, maka harus lebih dulu membayar seluruh
biaya perawatan. Selepas rawat, peserta Prevensia meminta/melengkapi dokumen klaim ke pihak
Rumah Sakit.
5. Bilamana Peserta Prevensia lupa membawa kartu, hilang atau kartu Prevensia masih dalam
proses pembuatan maka peserta Prevensia harus segera menghubungi Penanggung Cq. Bagian
Klaim untuk mendapatkan surat jaminan.
Peserta Prevensia boleh di rawat di Rumah sakit manapun dan selepas rawat, peserta Prevensia
meminta/melengkapi dokumen klaim ke pihak rumah sakit,kemudian di ajukan ke pihak
Penanggung melalui perusahaan tempat peserta Prevensia bekerja.
Peserta / Ahli Waris menyerahkan dokumen klaim ke pihak perusahaan ( Bagian Personalia ),
kemudian dari perusahaan akan di sampaikan kepada penanggung dan klaim akan di bayar sesuai
manfaat.
a. Kwitansi asli biaya dokter beserta data lengkap Peserta Prevensia, tanda tangan dan cap dokter
pemeriksa. Bila dokter spesialis harus di tulis spesialisasinya dan harus ada rujukan dari dokter
umum kecuali untuk dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan ( bukan pemeriksaan kehamilan ),
Anak dan Mata.
b. Kwitansi pembelian obat harus berdasarkan resep dokter pemeriksa dan di beli di apotik disertai
nama Peserta Prevensia yang terdaftar dan dokter pemeriksa, cap apotik dan tanda tangan petugas
apotik juga di serta dengan copy resep dokter.
c. Kwitansi obat yang di tebus kedua kalinya dan seterusnya, harus di beri keterangan dengan
catatan dokter dan obat harus sama.
d. Jika merupakan perawatan lanjutan, maka harus di cantumkan bahwa klaim merupakan
perawatan lanjutan, dokter maupun diagnosanya harus sama denga perawatan sebelumnya.
e. Kwitansi asli bilamana ada pemeriksaan diagnosik/penunjang lain ( rontgen,laboratorium, dsb )
dilengkapi dengan data lengkap Peserta Prevensia serta cap dan tanda tangan yang berwenang di
tempat pemeriksaan dan juga fotocopi surat pengantar dari dokter pemeriksa dan lembaran asli
hasil baca pemeriksaan diagnosik.
f. Formulir Pemberitahuan Klaim beribat jalan harus disini lengkap dokter pemeriksa, kemudian
diajukan ke Perusahaan tempat Peserta Prevensia bekerja. Perusahaan harus mengisi formulir
“Claim list Out Patient” dan mengajukannya ke Penangggung.
Note : Mesengger dari Asuransi Prevensia akan mengambil dan menyerahkan hasil
klaim di setiap hari senin.
Idem dengan dokumen Rawat Jalan, ditambah dengan penjelasan mengenai gigi ke berapa yang
diobati dan tindakan yang dilakukan dokter pemeriksa pada formulir pemberitahuan klaimnya.
a. Surat pemberitahuan klaim meninggal dunia dari Pemegang Polis diisi pada formulir yang di
sediakan oleh penanggung.
b. Surat keterangan Dokter diisi pada formulir yang di sediakan Penanggung
c. Kartu Peserta Prevensia.
d. Surat Kematian dari yang berwenang yang telah dilegalisir.
e. Surat laporan Kepolisian bila meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.
f. Lembaran fotocopy KTP atau Kartu Keluarga
g. Surat Keterangan lain yang di pandang perlu oleh penanggung.
Peserta Prevensia mengajukan Klaim terlebih dahulu ke Asuransi Kesehatan Lain tersebut bila masih
ada kelebihan klaim maka dapat diajukan ke PT. A.J Central Asia Raya dengan melampirkan seluruh
foto copy kwitansi yang telah dilegalisir oleh pihak Rumah Sakit/ Asuransi kesehatan lain dan
disertai dengan lembaran asli dari pihak Asuransi kesehatan lain tersebut mengenai jumlah klaim
yang telah diganti.
Kwitansi pengobatan perawatan darurat /darurat gigi akibat kecelakaan hanya di jamin maksimal 2 x
24 jam dari saat terjadinya kecelakaan.
Pengajuan klaim paling lambat 30 hari setelah Peserta Prevensia lepas rawat, sudah harus di terima
oleh Penanggung. Bila melewati dari tenggang waktu tersebut maka klaim tersebut dinyatakan
kadaluarsa dan penanggung tidak berkewajiban untuk membayar klaim.
Segera lapor ke penanggung melalui Personalia perusahaan dilengkapi surat keterangan hilang dari
kepolisian atau Personalia perusahaan. Biaya pembuatan kartu baru akan di bebankan kepada
peserta Prevensia.
Peserta Keluar
Bila peserta Prevensia yang sudah berhenti sebagai karyawan maka kartu Prevensia peserta
tersebut harus segera di kembalikan kepada penanggung karena apabila terjadi penyalahgunaan
kartu akan menjadi tanggung jawab Pemegang Polis atas segala biaya yang terjadi.
*************************
Tabel Golongan dan plan
Golongan I II III IV V VI VII
A. Rawat Inap C0100 C0150 C0200 C0250 C0300 C0350 C0400
B. Rawat Jalan (Penggantian 80%) A040A A040B A040C A0050 A0075 A0100 A0125
C. Gigi D040A D040B D040C D0050 D0075 D0100 D0125
D. Jaminan Melahirkan Normal (Penggantian 100 %) R0100 R0150 R0200 R0250 R0300 R0350 R0400
E. Kacamata ( hanya untuk karyawan / ti ) G0350 G0350 G0350 G0350 G0350 G0350 G0350
A. Rawat Inap
NO. BENEFIT C0100 C0150 C0200 C0250 C0300 C0350 C0400
C0
1 Biaya Kamar & Makan per hari 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000 400,000
2 Biaya Kamar ICU per hari 200,000 300,000 400,000 500,000 600,000 700,000 800,000
3 Biaya Dokter Visit/yang memeriksa per hari 80,000 90,000 110,000 120,000 140,000 150,000 160,000
4 Biaya Dokter Konsul per hari 150,000 200,000 250,000 275,000 280,000 300,000 320,000
5 Biaya Obat-obatan, [Link],dll 3,000,000 4,500,000 6,000,000 7,500,000 9,000,000 10,500,000 12,000,000
6 Biaya Pembedahan / Operasi
-Pembedahan Khusus (Index 100) 9,000,000 13,500,000 18,000,000 22,500,000 27,000,000 31,500,000 36,000,000
-Pembedahan Besar (Index 50) 4,500,000 6,750,000 9,000,000 11,250,000 13,500,000 15,750,000 18,000,000
-Pembedahan Menengah (Index 22.50) 2,025,000 3,075,000 4,050,000 5,062,500 6,075,000 7,087,500 8,100,000
-Pembedahan Kecil (Index 10) 900,000 1,350,000 1,800,000 2,250,000 7,700,000 3,150,000 3,600,000
7 Anastesi (40 % dari Biaya Pembedahan)
8 Kamar Bedah (40 % dari Biaya Pembedahan)
9 Biaya Rawat Jalan Darurat karena Kecelakaan 1,200,000 1,450,000 1,650,000 1,880,000 2,100,000 2,250,000 2,400,000
10 Biaya Rawat Gigi Darurat karena Kecelakaan 640,000 760,000 880,000 1,000,000 1,120,000 1,200,000 1,280,000
11 Jasa Perawat Khusus per Hari 50,000 75,000 100,000 125,000 150,000 150,000 200,000
12 Ambulans 80,000 90,000 110,000 120,000 140,000 150,000 160,000
13 Santunan Kematian 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000
14 Asuransi Kecelakaan Diri 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000
15 BlueDot Med Assist Tdk Terbatas Tdk Terbatas Tdk Terbatas Tdk Terbatas Tdk Terbatas Tdk Terbatas TdkTerbatas
Tdk Te
Batas Maksimum per Tahun per Orang Tdk terbatas Tdk terbatas Tdk terbatas Tdk terbatas Tdk terbatas Tdk terbatas Tdk Terbatas T
CATATAN KHUSUS :
1. Usia peserta dicover mulai dari 15 hari s/d 64 tahun.
2. Bagi peserta wanita yang menikah (married female) jaminan tersebut di atas sudah termasuk keguguran (miscarriage) d
melahirkan abnormal (caesarian) .
3. Pelayanan klaim tersedia 2 (dua) cara : a. Reimbursement.
b. Menggunakan Rumah Sakit Provider.
4. Jaminan diatas sudah termasuk Santunan Kematian dan Santunan Kematian karena Kecelakaan untuk seluruh peserta b
01 tahun dan maksimal 64 tahun.
Maksimal Per tahun (termasuk gigi) 2,300,000 2,600,000 3,300,000 4,500,000 5,500,000 7,500,000 9,000,0
Catatan Khusus
1. Pelayanan Klaim :
- Setiap peserta bebas memilih dokter, apotik dan laboratorium.
Asuransi Kesehatan Prevensia ini tidak membatasi pelayanan klaim dengan menetapkan dokter, apotik dan labortorium.
- Penggantian berdasarkan penyerahan kwitansi asli, salinan resep dan diagnosa dari dokter yang melakukan pemeriksaan
CATATAN KHUSUS :
1. Jaminan ini berlaku khusus untuk karyawan/ti saja
2. Harus ada diagnosa dokter penyebab menggunakan kacamata min/plus
3. Asuransi tidak mengganti kerugian disebakan pecah/hilang