0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan8 halaman

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Lab

DDDDDDDDDDDDDDDDDD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan8 halaman

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Lab

DDDDDDDDDDDDDDDDDD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

PENINGKATAN MUTU & KESELAMATAN PASIEN


UNIT LABORATORIUM

YAYASAN KESEHATAN GEREJA TORAJA


RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO
TAHUN 2018

0
A. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari
pembangunan nasional. Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah tercapainya
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai salah satu
unsur kesejahteraan umum dari Tujuan Nasional. Untuk itu perlu ditingkatkan
upaya guna memperluas dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat dengan mutu yang baik dan biaya yang terjangkau. Selain itu dengan
semakin meningkatnya pendidikan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat,
maka sistem nilai dan orientasi dalam masyarakat pun mulai berubah.
Masyarakat mulai cenderung menuntut pelayanan umum yang lebih baik, lebih
ramah dan lebih bermutu termasuk pelayanan kesehatan. Dengan semakin
meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan Rumah Sakit maka
fungsi pelayanan RS Elim Rantepao secara bertahap perlu terus ditingkatkan
agar menjadi lebih efektif dan efisien serta memberi kepuasan kepada pasien,
keluarga maupun masyarakat
Mutu (kualitas) pelayanan kesehatan menurut Wijono (1999) adalah
derajatdipenuhinya standar profesi atau standar operasional prosedur (SOP)
dalam pelayananpasien dan terwujudnya hasil-hasil outcome seperti yang
diharapkan oleh profesi maupunpasien yang meliputi pelayanan, diagnosa terapi,
prosedur atau tindakan penyelesaian masalah klinis. Sedangkan menurut
Giebing (1994), kualitas pelayanan kesehatan adalahtercapainya kriteria
keberhasilan pelayanan yang telah ditentukan.
Peningkatan mutu dan Keselamatan Pasien adalah upaya untuk
meningkatkan mutusecara keseluruhan dengan terus menerus mengurangi risiko
terhadap pasien dan staf baikdalam proses klinis maupun lingkungan fisik, demi
tercapai keinginan masyarakat untukmendapatkan pelayanan yang berkualitas.
Selain pelayanan kesehatan yang berkualitas jugadituntut pelayanan yang
menjunjung/berorientasi pada keselamatan pasien. Cross & Bluedalam Giebing
1994 mengemukakan bahwa kualitas pelayanan kesehatan berhubungandengan
lima karakteristik proses pelayanan kesehatan yaitu
a. Dapat dicapai;
b. Diterima masyarakat;

1
c. Komprehensif;
d. Berkesinambungan dan
e. Terdokumentasi.
Akreditasi RS merupakan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit
yangdilakukan dengan membangun sistem dan budaya mutu. Melalui akreditasi
RS diharapkanada perbaikan sistem di RS yang meliputi input,process dan
product output (meliputi outputdan outcome), sehingga tercapai pelayanan yang
berkualitas meliputi safety, satisfaction, selfcare, anxiety, comfort dan
knowledge.

B. LATAR BELAKANG
a. Waktu tunggu belum maksimal
b. Jumlah tenaga kurang

C. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu dan keselamatan pasien Unit Laboratorium
b. Tujuan Khusus
1) Meningkatkan mutu pelayanan klinis
2) Tercapainya monitoring/evaluasi pelayanan/asuhan kesehatan pasien
3) Tercapainya profesionalisme petugas kesehatan dalam melaukan
tindakan berdasarkan SPO
4) Tercapainya kinerja yang tinggi dari staf Sub Unit Laboratorium

D. KEGIATAN POKOK & RINCIAN KEGIATAN


a. Penyusunan Indikator Mutu Unit kerja (SPM / Standar Pelayanan Minimal)
SPM / Standar Pelayanan Minimal adalah Ketentuan tentang jenis dan mutu
pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh
setiap warga secara minimal, Juga merupakan spesifikasi teknis tentang tolok
ukur pelyanan minimal yang diberikan oleh Badan Layanan Umum kepada
masyarakat.
Dalam Penyusunan Indikator Mutu unit kerja mengacu dari SPM yang
mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 tahun

2
2005 tentang PedomanPenyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan
Minimal. Dengan SPM diharapkan akan menjamin akses dan mutu
pelayanan dasar kepada masyarakat secara merata dan terjangkau. Untuk
pelaporan SPM ini dilakukan secara rutin dan dilanjutkan ke RS lewatKomite
Mutu RS.
1) Standar Pelayanan Minimal yang dilakukan di Unit Laboratorium adalah:
a) Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik untuk
pasien rawat jalan dengan standar ≤ 140 menit
b) Pelaksanaan eskpertisi
c) Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium
d) Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfuse
e) Kejadian reaksi transfusi
f) Kepuasan pelanggan
2) Pencatatan dan Pelaporan
a) Indikator area klinik
Indikator mutu area klinis mengacu pada indikator mutu 10 area klinis
Rumah sakit yang dilakukan di Sub Unit Laboratorium, meliputi:
 Layanan Laboratorium: Waktu Tunggu Hasil Pelayanan
Laboratorium ≤ 140 menit
 Penggunaan darah dan produk darah: Pemesanan dan pemakaian
darah untuk operasi elektif
b) Indicator are managemen
 Manajemen Penggunaan sumber daya manusia: Ketepatan waktu
kenaikan pangkat
 Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga pasien: Kepuasan
pelanggan (Pasien)
 Harapan kepuasan staf: Kepuasan pegawai
c) Indikator Sasaran Keselamatan Pasien
 Mengidentifikasi pasien sebelum proses sampling.
3) Insiden Keselamatan Pasien
Pencatatana dan pelaporan insiden keselamatan pasien dibudayakan
dengan menekannkan untuk tidak takut melaporkan untuk dicari what &

3
why nya bukan whonya (perbaikan sistem untuk mencegah tidak terjadinya
insiden keselamatan pasien).
Insiden keselamatan pasien yang perlu dilakukan pencatatan dan
pelaporan terdiri dari: kejadian sentinel, KTD, KNC, KPC,
4) Insiden Kecelakaan Kerja
Untuk meningkatkan perhatian, kesejahteraan, keselamatan dan keamanan
petugas/staff dalam bekerja maka dilakukan pencatatan dan pelaporan
insiden kecelakaan kerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan tim
K3 RS.
b. Penilaian kinerja staf
Adalah penilaian kinerja /Performance Appraisal” dari masing-masing staf
sesuai profesi pada saat bertugas, dilakukan oleh atasannya atau pejabat yang
berwenang dengan menggunakan Pedoman Penilaian Kinerja.
c. Penilaian kinerja unit
Pencatatan dan penilaian kinerja unit dilihat dari: Jumlah pemeriksaan
berdasarkan jenis dan status pasien.

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Dalam pelaksanaan PMKP di unit kerja dengan menggunaan metode siklus
PDC/SA

Plan : Membuat rencana program dan rencana kerja serta form


pengumpulan data / sensus harian,
Do : Melaksanakan pengumpulan data dan palaksanaan program PMKP
unit kerja

4
Check : Melakukan analisa data dan validasi data atas data yang
dikumpulkan
Action : Melakukan tindak lanjut atas hasil yang didapatkan
Pelaksanaan kegiatan melalui pertemuan rutin tiap bulan, audit kepatuhan
pelaksanaan indikator dan evaluasi dari penanggung jawab ruangan.

F. SASARAN
a. Standar Pelayanan Minimal
b. Indikator mutu area
c. Indikator mutu Area manajemen
d. Indicator sasaran keselamatan pasien

G. SKEDUL/JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM PMKP


UNIT KERJA
Terlampir

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORANNYA


Dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bekala, setiap bulan.
Data dikumpulkan melalui sensus harian oleh masing-masing penanggung jawab
pengumpul data di ruangan kemudian disetorkan ke Tim Mutu dan dilakukan
analisa dan Rencana Tindaklanjut yang selanjutnya dilaporkan ke Kepala
Rumah Sakit melalui TMKPRS.
Monev dilakukan berkala :
a. Harian oleh unit
b. Bulanan (laporan Ka unit)
Sarana yang dipakai dalam monev adalah:
a. Laporan langsung ke pengendali mutu dan instalasi secara teratur maupun
insidentil)
b. Rapat bulanan Mutu dan Staf

5
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
a. Dilakukan melalui sensus harian indikator mutu dan pelaporan setiap bulan
dari penangung jawab ruangan kepada Instalasi untuk di analisa dan
pembuatan rencana tindak lanjut oleh tim mutu Intalasi dan dilanjutkan
kepada Direktu Rumah Sakit melalui TMKPRS.
b. Pencatatan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien unit kerja dan apabila
ditemukan insiden keselamatan pasien dilakukan pelaporan dan pembuatan
kronologis untuk dilaporkan ke Komite Mutu dan dilanjutkan ke TMKPRS
c. Evaluasi kegiatan dilakukan oleh Ka Instalasi untuk selanjutnya dilakukan
pembuatan Rencana Tindak Lanjut.

J. PENUTUP
Demikian program kerja peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Unit
Laboratorium sebagai pedoman dalam pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan
di lingkup Laboratorium

Mengetahui, Rantepao, Agustus 2018


Direktur RS Elim Rantepao Kepala Unit Laboratrium

dr. Hendrik Saranga, MARS Herni Katanni, AMAK

6
SKEDUL/JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM PMKP UNIT KERJA

BULAN
NO JENIS KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Penyusunan Program Unit Kerja

3 Penyusunan Indikator Mutu atau Sasaran Mutu Unit Laboratorium

4 Pencatatan dan Pelaporan

a. Indikator Mutu Area Klinis

b. Insiden Keselamatan Pasien


c. Insiden Kecelakaan Kerja
5 Penilaian Kinerja Staf Unit Laboratorium
6 Penilaian Kinerja Unit Laboratorium

Anda mungkin juga menyukai