INTERIOR
Desain interior adalah sebuah perencanaan tata letak dan perancangan ruang
dalam di dalam bangunan.
Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan naungan dan perlindungan,
mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan gagasan
yang menyertai tindakan kita, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi
pandangan, suasana hati dan kepribadian kita. Oleh karena itu tujuan dari perancangan
interior adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang
interior.
Konsep Dan Gaya Interior Konsep adalah gagasan-gagasan yang memadukan
berbagai unsur kedalam suatu keseluruhan.
Berikut Beberapa contoh konsep-konsep interior dalam ruang Rumah :
1. Konsep interior Minimalis
Gaya minimalis menggunakan dasar ekstetika kesederhanaan. Gaya ini memiliki
bentuk akurasin yang ekstrim, tidak terlalu banyakmotif atau detail lainnya, tanpa latar
belakang yang berat. Penekanannya adalah pada kesederhanaan, dengan warna yang
gelap atau cerah dan mencolok. Konsep bentuk geometris – persegi, persegi panjang,
bulat, tetapi permukaan yang bersih tidak ada detail. Perabot yang simple dan dekorasi
yang simple juga tapi menghasilkan efek dekorasi yang maksimal.
Ciri-Ciri Konsep Minimalis
Sambungan bidang yang sempurna, pertemuan dinding dan atap memerlukan
penanganan yang rapi. Mungkin ini yang menjadi pertimbangan biaya desain
minimalis mahal.
Penampilan struktur yang elegan, konstruktsi struktural tersusun sederhana dan lugas
tanpa kamuflase elemen arsitektur.
Pengunaan warna yaitu menggunakan dua warna yang mencolok untuk membedakan
dua buah bidang
Penggunaan cahaya, sebagai elemen yang mampu memberikan efek dramatis.
Permainan cahaya buatan atau alami menghasilkan efek kedalaman ruang.
Open space, menghilangkan material dinding - contoh dapur dan ruang makan dalam
satu ruang.
2. Konsep Interior Konsep Modern
KONSEP MODERN Gaya modern adalah gaya desain yang simple, bersih, fungsional,
stylish, dan selalu mengikuti perkembangan jaman yang berkaitan dengan gaya hidup
modern yang sedang berkembang pesat. Gaya hidup modern ditopang oleh kemajuan
teknologi, dimana banyak hal yang sebelumnya tidak bisa dibuat dan didapatkan menjadi
tersedia bagi banyak orang. Dalam mendesain konsep dan gaya modern selalu melihat nilai
benda-benda berdasarkan besar fungsi atau banyaknya fungsi benda tersebut, serta
berdasarkan kesesuaiannya dengan gaya hidup yang menuntut serba cepat, mudah dan
fungsional. Dalam arsitektur, gaya hidup modern berimbas kepada keinginan untuk
memiliki bangunan yang simple, bersih dan fungsional, sebagai simbol dari semangat
modern. Namun, gaya hidup semacam ini hanya dimiliki oleh sebagian masyarakat saja,
terutama yang berada di kota besar, dimana kehidupan menuntut gaya hidup yang lebih
cepat, fungsional dan efisien.
CIRI-CIRI KONSEP MODERN
• Asimetris • Jendela Kaca
• Orientasi pola horizontal • Aluminium dan stainless steel trim pada
pintu dan jendela
• Atap datar
• Panel mengkilap
• Tidak ada cornice/profil atap
• Baluster metal
• Bentuk Kotak
• Deretan jendela atau garis-garis
• Halus
• Sedikit atau tidak ada hiasan
• Penampilan efisien
• Denah terbuka
• Sudut lengkung
3. Konsep interior Gaya Retro
Gaya ini adalah gaya 50-an, 60-an atau 70-an. Dalam periode itu design memiliki
pendekatan menyenangkan, struktur lucu, bentuk dan permainan warna dan motifyang di
temukan di setiap bagian. Motif dengan bentuk geometris, garis, kotak-kotak atau ilustrasi
gaya Pop Art. Maka gaya ini juga di sebut gaya Pop Art. Pop Art yang sedang trend adalah
segala sesuatu yang kental dengan benua Eropa, seperti miniatur menara Eifel, telephone
box berwarna mera khas negara inggris.
4. Konsep Interior Konsep Kontemporer
Konsep Kontemporer Gaya Kontemporer adalah istilah yang bebas dipakai untuk
sejumlah gaya yang berkembang antara tahun 1940-1980an. Gaya kontemporer juga
sering diterjemahkan sebagai istilah arsitektur modern (Illustrated Dictionary of
Architecture, Ernest Burden)). Arsitektur kontemporer menonjolkan bentuk unik, diluar
kebiasaan, atraktif, dan sangat komplek. Permainan warna dan bentuk menjadi modal
menciptakan daya tarik bangunan. Selain itu permainan tekstur sangat dibutuhkan.
Tekstur dapat diciptakan dengan sengaja. Misalnya, akar rotan yang dijalin berbentuk
bidang bertekstur seperti benang kusut. Bisa juga dengan memilih material alami yang
bertekstur khas, seperti kayu.
5. Konsep Interior Futuristik
Walau masih terbilang baru, konsep yang satu ini juga sudah cukup banyak
digunakan terutama untuk para desainer muda yang juga tertarik dengan dunia teknologi.
Kebanyakan merupakan desain dengan bentuk dan desain yang aneh dan tidak lazim, serta
menggunakan warna metal ataupun yang berorientasi masa depan.
6. Konsep Interior Oriental
KONSEP ORIENTAL Konsep arsitektur bergaya oriental memiliki keragaman serta
elemenelemen yang sanngat menarik, seperti adanya ukiran-ukiran kayu pada
dindingdinding, ornamen-ornamen yang bertemakan oriental seperti guci, lukisan-lukisan
maupun sentuhan warna-warna yang memperkuat kesan oriental. Ciri utama dalam
interior oriental ditampilkan dengan penggunaan aspek warna merah, kuning, ukuran long
life design yang berbentuk bulatan atau modifikasinya atau gambar naga. Interior bergaya
oriental umumnya menggunakan warna-warna netral guna menciptakan latar belakang
yang sederhana untuk menonjolkan elemen interior yang jumlahnnya sedikit di dalam
ruangan. Selain itu, warna-warna netral dan alami memberikan kesan lega dan lapang pada
ruangan. Material yang digunakan dalam interior oriental umumnya adalah material
mentah tanpa finishing yang berlebihan. Pemakain material mentah ini dapat
menghasilkan kesan tenang dan lembut dalam ruangan.
7. Konsep Interior Bohemian
Gaya Bohemian atau boho-chic adalah segala sesuatu yang mencerminkan
individualitas. Gaya ini merupakan wujud dari kebebasan, tampilan modern dan koleksi
yang warna-warni. Sebuah ruang dengan gaya boho-chic sangat pas untuk mendefinisikan
gaya personal dan estetika Anda
8. Konsep Interior Coastal
Gaya Coastal juga biasa di sebut dengan nautical. Coastal identik dengan nuansa
pantai. Yang berhubungan dengan matahari, ombak dan pasir menjadi ide inspirasi dari
gaya design Coastal.
9. Konsep interior Shabby chic
Belakangan ini, interior bergaya shabby chic semakin popular di bana rumah di
indonesia. Jangan tertipu dengan namanya yang mengandung kata shabby yang artinya
lusuh. Interior bergaya ini cenderung anggun dan feminim. Kebanyakan penggemarnya
adaalah wanita. Gaya shaabby chic ini sendiri merupakan gaya interior yang mulai
berrkembang di inggris. Gaya ini juga identik dengan aksesoris interior yang feminim.
Selain itu, gaya ini identik dengan perabotan yang bergaya Pop-victorian yang berkesan
antik. Untuk gaya shabby chic, warna yang banyak di gunakan adalah putih, merah muda,
beige, biru muda, dan mint. Akan tetapi ada juga yang menggunakan warna lembut
lainnya.
10. Konsep Interior Elektrik
Konsep gaya elektrik adalah konsep yang tidak ada aturan di dalamnya, kamu
bebas ber ekspresi dan menggunakan permainan mix and match di dalamnya. Gaya
elektrik merupakan hasil dari kombinasi beberapa jenis gaya menjadi satu.
11. Konsep interior Industrial
Gaya industrial menggunakan campuran material yang masih mentah. Dengan
ciri khasnya menggunakan dinding unfinished dan langit langit tinggi. Gaya ini juga salah
satu desain rumah yang khas dan bisa diciptakan lewat beberapa material layaknya palet
baja beton, kemudan plat stainless steel, baja serta cermin, dan juga batu bata
ekspos. Kesan industril juga bisa anda lakukan dengan menerapkan
perabotan, pencahayaan, maupun aksesoris ruangan sehingga tampil lebih dan menawan.
12. KONSEP INTERIOR NATURALIS
Gaya interior Naturalis adalah gaya interior yang memiliki tema alam seperti
pemakaian bahan-bahan material alam dan penggambaran desain itu sendri merupakan
pendekatan kepada alam.
Gaya naturalis sangat cocok di terapkan apda perkotaan yang notabenya jarang
di temukan suasan alam yang sejuk. naturalis memiliki penekanan pada style nya yang
menggamabrkan alam bebas dengan dekorasi dekorasi alam dan banyak tumbuhan
disana sini.
13. Konsep Interior Mid-Century Modern
Mid Century Modern adalah kemunduran gaya desain pada pertengahan 1900
tepatnya tahun 1950-an dan 60an. Ada nostalgia retro hadir di Desain Modern Abad
Pertengahan, dan juga beberapa unsur minimalis.
Fungsionalitas atau “rewel-bebas” adalah tema utama untuk desain abad
pertengahan. Ini penekanan pada bentuk dikupas-turun, bentuk alami atau organik
seperti kursi “berbentuk telur”, desain kontemporer yang mudah digunakan dan tipuan
sederhana. Dengan mudah melengkapi interior apapun dan juga membantu transisi
mulus dari interior ke eksterior.
14. Maroko
Gaya maroko mengacu pada negeri maroko, atau yang biasanya di sebut
dengan marrocan style. Di dalamnnya ramai dengan warna warni cerah, sangat kaya
dengan sejarah dan tekstur. Mainkan warna-warna ceria berupa cushion bermotif etnik
Maroko yang memiliki karakter manis dan chic. Ruang tamu ini sebenarnya sangat
sederhana dengan sebuah sofa yang nyaman dan hangat. Warna dindingnya pun
terbilang biasa. Tapi permainan warna bantal sofa dan kerajinan dari bambu yang disulap
menjadi kriya.
15. Konsep interior Rustic/ country style ( Gaya Pedesaan )
Gaya rustic sangat identik dengan segala sesuatu yang alami, struktur gaya
berupa detail kasar, elemen struktur furnitur batang pohon, kayu, cabang, goni dan lain
sebagainya. Banyak perabotan yang terbuat dari bahan buatan tangan atau daur ulang.
Gaya ini banyak di temukan di vila-vila gunung dan pedesaan. Gaya ini mendapat
pengaruh dari inggris, perancis atau klasik skandinavia yang biasa rural chic. Furniture
difinishing bagus, di cat atau kadang-kadang di beri sedikit patina, dengan warna warna
terang, warna putih, warna pastel dan bentuk yang mengambil alih furnitur tradisional
tetapi tidak terlalu banyak dekorasi.
16. Konsep Interior Konsep Interior Tradisional
Gaya desain tradisional menawarkan detail klasik, perabotan mewah, dan
kelimpahan asesoris. Jangan menyepelekan interior tradisional. mungkin di indonesia
kurang populer, namun di negara2 berkembang justru mereka berbalik ke style
tradisional, naturalis dan lain sebagainya karena kebosanan mereka pada style zaman ini.
Rumah tradisional sering menampilkan kayu gelap, selesai, palet warna yang
kaya, dan berbagai tekstur dan garis melengkung. Perabot memiliki detail dan kain yang
rumit dan berhias, seperti beludru, sutra dan brokat, yang mungkin mencakup berbagai
pola dan tekstur.
konsep desain interior tradisional jepang
17. Konsep interior Scandinavia
Scandinavia atau yang lebih sering di sebut swedish style, yang di dalamnya
mewakili kehanagatan dan kecerahan, kesan casual terlihat dari campuran perabot yang
simple tapi terlihat menawan. Estetika Skandinavian dapat diterapkan untuk banyak
ruang yang berbeda. cinta yang kesederhanaan, unsur-unsur alam.
18. Konsep interior Vintage
Konsep vintage mewakili model kuno yang biasanya memakai perabot yang
sudaah berusia puluhan tahun tapi tetap terlihat kokoh dan baik. Design interior bergaya
diisi dengan koleksi antik dan peralatan klasik lainnya. Perabotan ruangan yang di
gunakanpun harus mempunyai gaya klasik seperti furniture maupun aksesoris lainnya,
untuk pemilihan perabotan rumah, kita bisa menggunakan bahan kayu sebagai material
dasarnya, sedangkan untuk pewarnaan, anda tinggal melapisi kayu tersebut dengan
lapisan pernis sehingga kesan naturalpun tetap terjaga, untuk dapat memberi gambaran.
19. Konsep interior Klasik
“ Klasik “ biasanya mengungkapkan beberapa kualitas artistik, ekspresi hidup,
kebenaran, dan keindahan. Gaya klasik memiliki daya tarik universal tertentu. Gaya ini
adalah gaya yang elegan dan kaya detail, yang di temukan baik dalam struktur furnitur,
pencahayaan, dan sebagainya termasuk dalam motif. Furniture yang di gunakan
merupakan karya seni, penuh ukir atau hiasan mendetail. Dihiasi dengan unsur bunga,
sayuran, berbagai motif utama atau adegan yang di ambil dari legenda.
20. Konsep interior Gaya Neo-Klasik
Gaya ini merupakan tafsiran gaya klasik modern yang elegan, di mana rincian
bentuk klasik di temukan di dalam pendekatan baru. Bentuk mempertahankan struktur
bentuk-bentuk lama atau beberapa elemendari gaya furnitur yang di kombinasikan
dengan unsur unsur modern, menciptakan perpaduan antara lama dan baru. Bagian
finishing berupa pendekatan baru dicat dan di pernis, dengan berbagai warna yang beda
dan inovatif.
21. Konsep interior Hightech style
Gaya hightech adalah gaya modern yang inovatif, penekanan pada struktur
furnitur di mana setiap detail dari kombinasi tidak acak dan merupakan bagian dari
struktur finishin logam kasar, kaca, kain, plastik dan kayu dalam proporsi kecil merupakan
karakteristik gaya ini. Warna yang sering digunakan adalah abu-abu, hitam dan putih.
22. Konsep Interior Konsep Mediterania
Konsep Mediterania Desain Mediterania adalah desain yang mengusung atau
mengacu konsep bangunan kerajaan di Eropa abad 15. Dalam design Meditarian ini ciri
bangunannya adalah adanya Pilar–pilar besar pada tampak bangunan tersebut, dan
ditunjang dengan adanya sisi bangunan yang membentuk setengah lingkaran di kelilingi
aksesoris–aksesoris etnic atau listplank beton yang besar. Pada konsep meditarian ini
Pemilik menonjolkan sisi kemewahan pada bangunan dimana terdapat Jendela–jendela
besar dengan warna tanah seperti coklat, kuning tanah, merah bata, sehingga
mencerminkan rumah tinggal kaum Bangsawan seperti di Eropa era abad 15 yang
memiliki rumah tersebut. Pada Konsep bangunan Mediteran banyak dihiasi pola
lengkung pada pintu, jendela ataupun teras bagian atasnya.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
dapat-mewakili-gaya-hidup-anda/