0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan2 halaman

Pedoman Penanganan DBD di Puskesmas

Dokumen ini memberikan pedoman tentang demam dengue dan demam berdarah dengue. Demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang memiliki 4 serotype. Dokumen ini menjelaskan gejala, diagnosis, klasifikasi derajat penyakit, dan tatalaksana demam dengue dan demam berdarah dengue di puskesmas.

Diunggah oleh

Dewi Fortuna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan2 halaman

Pedoman Penanganan DBD di Puskesmas

Dokumen ini memberikan pedoman tentang demam dengue dan demam berdarah dengue. Demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang memiliki 4 serotype. Dokumen ini menjelaskan gejala, diagnosis, klasifikasi derajat penyakit, dan tatalaksana demam dengue dan demam berdarah dengue di puskesmas.

Diunggah oleh

Dewi Fortuna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DEMAM DENGUE

DEMAM BERDARAH DENGUE


No. Kode : SPO/UKP/RJ/ Ditetapkan Oleh Kepala
UPTD Puskesmas
Terbitan : 01 Darul Ihsan
SPO No. Revisi : 00
Tgl. Mulai Berlaku : 29 Januari 2018
Rasyidin, SKM
Halaman : 1/3 NIP : 19670501 199003 1 004

Pengertian Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue memiliki 4 jenis serotype :
DEN-1, DEN-2, DEN—3 dan DEN -4. Infeksi salah satu serotype akan
menimbulkan antibody terhadap serotype yang bersangkutan, namun tidak
untuk serotype lainnya, sehingga dapat terinfeksi demam dengue 4 kali
selama 4 hidupnya.
Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk melakukan diagnosis dan penatalaksaan
demam dengue dan demam berdarah dengue.

Kebijakan a. SK Kepala Puskesmas No. 800/ /D.I/I/2018 tentang Jenis-jenis


Pelayanan yang disediakan di UPTD Puskesmas Darul Ihsan
b. SK Kepala Puskesmas No. 800/ /D.I/I/2018 tentang Penyusunan
Rencana Layanan Medis dan Layanan Terpadu Di UPTD Puskesmas
Darul Ihsan
Referensi a. Buku Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas Tahun 2007
b. Permenkes No 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
Alat dan a. Sarung tangan
Bahan b. TTV Set

6. langkah-langkah :
a. Petugas melakukan anamnesis (keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat
penyakit dahulu,riwayat alergi, dan riwayat keluarga). Apakah demam naik turun 2-
7 hari,nyeri kepala,nyeri retroorbital,mialgia/atralgia, ruam, gusi berdarah, mimisan,
nyeri perut, mual, muntah, muntah darah (hematemesis) , BAB berdarah (melena),
keluarga atau tetangga ada yang terkena demam dengue.
b. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang di perlukan
c. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang di perlukan /yang sesuai : diperiksa
kemungkinan adanya pteki,ekimosis, purpura,perdarahan mukosa,
hepatomegali,splenomegali, efusi pleura dan asites.
d. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang diagnostik: angka leukosit,angka
trombosit,hematokrit
e. Jika diperlukan dan tersedia, petugas melakukan pemerikssan penunjangn
diagnostiuk NSI
f. Petugas menegakkan diagnosa atau diferential diagnistik berdasarkan hasil
anamnese,pemeriksaan TTV dan pemeriksaan dan pemeriksaan penunjang.
NSI positif : terinfeksi dengue
Dengan kriteria WHO diagnosis DBD :
1. Demam atau riwayat akut, antra 2-7 hari, biasanya bifasik/pola pelana
2. Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan
a. Uji bendung positif
b. Pteki, ekimosis atau purpura

1/3
c. Perdarahan mukosa atau perdarahan dari tempat lain.
d. Hematemesis atau melena
3. Trombositopenia (trombosti < 100.000/ul)
4. Terdapat minimal satu tanda-tanda kebocoran plasma :
a. Peningkatan hematokrit di atas 20 % di bandingkan standar sesuai usia dan
jenis kelamin
b. Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumnya.
c. Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asites atau hipoproteinemia
g. Petugas mengklasifikasi derajat DBD : klasifikasi derajat DBD menurut 1997
(setiap derajat sudah di temukan trombositopenia dan hemokonsentrasi) .
1. Derajat 1 : demam disertai gejala yang tidak khas dan satu-satunya manifestasi
perdarahan adalah uji bendung.
2. Derajat II : seperti derajat I disertai perdarahan spontan di kulit atau perdarahan
lain.
3. Derajat III : terdapat kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan
nadi menurun/hipotensi (200mmHg atau kurang ) sianosis disekitar mulut, kulit
dingin dan lembab.
4. Derajat IV : syok berat,nadi tidak teraba,tekanan darah tidak terukur.
h. Jika diperlukan,petugas memberikan terapi simptomatik untuk menurunkan demam
(anti peretik )
Paracetamol a. Dosis dewasa500 mg tiap 6-8 jam
b. Dosis anak 10 mg/kg tiap 6-8jam

i. Petugas memberikan edukasi kepada pasien atau keluarganya “


1. Perjalanan penyakit dan tatalaksananya, bahwa tidak ada obat untuk
penanganan DBD, terapi hanya bersifat suportif dan mencegah perburukan
penyakit,penyakit akan sembuh sesuai dengan perjalanan alamiah penyakit.
2. Jika di perlukan, pemeriksaan laboratorium darah secara berkala
3. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi
4. Melakukan kegiatan 3M : menguras,mengubur dan menutup
5. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih
tinggi (rumah sakit) jika,
a. Terjadi perubahan masif (hematemasis,melena)
b. Terjadi komplikasi atau keadaan tubuh atau keadaan klinis yang tidak lazim,
seperti kejang,penurunan kesadaran dan lainnnya
6. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk di serahkan ke unit farmasi
7. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis,
pemeriksaan,diagnosis,terapi,rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis
pasien
8. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas simpus untuk di entri
9. Petugas mendokumentasikan hasi pemeriksaan, diagnosis, dan terapi yang
sudah tercatat dalam rekam medis kedata simpus.

7. Unit terkait a. Poli umum


b. UGD
c. Laboratorium
8. Dokumen a. Status Rekam Medis
terkait b. Lembar Resep
c. Hasil Laboratorium

2/3

Anda mungkin juga menyukai