0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan21 halaman

Strategi Penemuan Pola dalam Matematika

Strategi penemuan pola dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah matematika dengan mengamati pola yang terbentuk dari bilangan-bilangan yang diberikan. Contohnya menentukan digit terakhir dari hasil perpangkatan dengan melihat pola yang terjadi pada digit terakhir setiap empat kali perpangkatan. Strategi ini juga bermanfaat untuk menentukan suku tertentu pada barisan, jumlah bilangan tertentu, atau hasil operasi

Diunggah oleh

Destri Natalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan21 halaman

Strategi Penemuan Pola dalam Matematika

Strategi penemuan pola dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah matematika dengan mengamati pola yang terbentuk dari bilangan-bilangan yang diberikan. Contohnya menentukan digit terakhir dari hasil perpangkatan dengan melihat pola yang terjadi pada digit terakhir setiap empat kali perpangkatan. Strategi ini juga bermanfaat untuk menentukan suku tertentu pada barisan, jumlah bilangan tertentu, atau hasil operasi

Diunggah oleh

Destri Natalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Strategi Penemuan Pola pada Pemecahan Masalah

I. Strategi Penemuan Pola dalam Penyelesaian Masalah Sehari-hari


Penemuan pola adalah salah satu strategi dalam problem solving dimana dapat
mengamati informasi yang diberikan seperti gambar, angka, huruf, kata, warna, atau
suara. Dengan mengamati beberapa elemen yang diberikan tersebut, kadang-kadang
secara berurutan kita dapat memecahkan masalah yang diberikan dengan menentukan apa
yang menjadi elemen selanjutnya dan elemen tersebut akan membentuk pola yang
diberikan.
Penggunaan strategi penemuan pola dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya: dalam menemukan sebuah alamat, polisi dalam menentukan modus operandi
dalam menentukan pola suatu tindak kriminalitas, ilmuwan dalam melakukan penelitian
tentang perkembangan virus dan bakteri.

II. Karakteristik Masalah Matematika yang dapat Diselesaikan dengan


Strategi Penemuan Pola
Beberapa masalah matematika yang dapat diselesaikan dengan strategi penemuan
pola memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut meliputi:
1. Masalah berbentuk perpangkatan yang cukup besar dan biasanya diminta
untuk menentukan digit terakhir, digit tengah, atau banyaknya digit.
Contohnya dapat dijumpai pada problem nomor 1, 2, 3.
2. Masalah yang melibatkan sebuah bentuk bangun dan kita diminta
menentukan banyaknya bangun satuan yang membentuk bangun tersebut.
Contohnya dapat dijumpai pada problem nomor 17.
3. Menentukan suku tertentu pada sebuah barisan. Contohnya dapat dijumpai
pada problem nomor 4, 5, 8, 10, 14.
4. Menentukan jumlah bilangan atau rumusnya yang membentuk suatu barisan
tertentu. Contohnya dapat dijumpai pada problem nomor 7, 11, 13, 18.
5. Menyelesaikan masalah tentang operasi aljabar pada suatu pecahan.
Contohnya dapat dijumpai pada problem nomor 6, 15, 16.
6. Menentukan hasil bagi suatu bilangan yang lebih dari 10 digit. Contohnya
dapat dijumpai pada problem nomor 9.
7. Masalah yang dapat disederhanakan dan dianalogikan sampai ditemukan pola
yang terbentuk. Contohnya dapat dijumpai pada problem nomor 11
8. Masalah yang melibatkan banyaknya sudut yang terbentuk oleh garis yang
ditentukan jumlahnya dari sebuah titik. Contohnya dapat dijumpai pada
problem nomor 12

III. Contoh Masalah Matematika dan Solusinya dengan Menggunakan


Strategi Penemuan Pola.

1. Problem: Tentukan digit terakhir dari 819.


Solusi: Banyak siswa akan mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan
menggunakan perpangkatan yang dihitung dengan menggunakan kalkulator.
Tetapi kalkulator tidak dapat memberikan hasil dari pangkat 8 karena
keterbatasan ruang tampilan digit. Sehingga mereka harus menyelesaikan
dengan metode yang lain. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan
menemukan pola perpangkatan sebagai berikut.
81 = 8 85 = 32.768
82 = 64 86 = 262.144
83 = 512 87 = 2.097.152
84 = 4.096 88 = 16.777.216
Perhatikan pola yang terjadi, digit terakhir berulang melingkar tiap empat kali
(8, 4, 2, 6, 8, 4, 2, 6, …). Sekarang kita dapat mengaplikasikan aturan pola
yang terbentuk. Pangkat yang kita cari adalah 19, jika dibagi 4 memberi sisa
3. Oleh karena itu digit terakhirnya akan sama dengan digit terakhir pada
815, 811, 87, 83 yaitu 2.
2. Problem: Tentukan digit terakhir dari hasil berikut 1325 + 481 + 5411 .
Solusi: Siswa dapat mencari pola perpangkatan yang terbentuk dari ketiga
bilangan tersebut.
Untuk perpangkatan 13 kita peroleh:
131 = 13 135 = 371.293
132 = 169 136 = 4.826.809
133 = 2.197 137 = 62.748.517
134 = 28.561 138 = 725.731.721
Digit terakhir untuk pangkat 13 berulang sebagai 3, 9, 7, 1, 3, 9, 7, 1, …
berulang melingkar tiap empat kali. Jadi, 1325 mempunyai digit terakhir yang
sama dengan 131 yaitu 3.
Untuk perpangkatan 4 kita peroleh:
41 = 4 45 = 1.024
42 = 16 46 = 4.096
43 = 64 47 = 16.384
44 = 256 48 = 65.536
Digit terakhir untuk pangkat 4 berulang sebagai 4, 6, 4, 6, 4, 6, … berulang
melingkar tiap dua kali. Jadi, 481 mempunyai digit terakhir yang sama dengan
41 yaitu 4.
Digit terakhir untuk perpangkatan bilangan 5 haruslah 5 (misalnya 5, 25, 125,
625, …).
Jumlah yang kita cari adalah 3 + 4 + 5 = 12, yang mempunyai digit terakhir 2.
3. Problem: Berapa banyak digit hasil perpangkatan berikut (111.111.111)2?
Tentukan juga berapa digit tengahnya?
Solusi: Beberapa siswa mungkin akan segera menyerah saat mendapati soal
ini, meski terlihat hanya sebuah perkalian biasa, tetapi kalkulator tidak dapat
digunakan sampai 9 digit.
Kita dapat menyelesaikan soal ini dengan melihat pola sebagai berikut.
1 digit 12 =1 = 1 digit, digit tengah = 1
2 digit 112 = 121 = 3 digit, digit tengah = 2
3 digit 1112 = 12321 = 5 digit, digit tengah = 3
4 digit 11112 = 1234321 = 7 digit, digit tengah = 4
⋮ ⋮ ⋮ ⋮
9 digit 111.111.1112 = 12345678987654321 =17 digit, digit tengah = 9
Jadi, ada 17 digit yang dihasilkan dengan digit tengahnya adalah 9.
4. Problem: Berapakah jumlah bilangan pada baris ke 25 pada bentuk berikut.
1
3 5
7 9 11

13 15 17 19
Solusi: Siswa dapat melanjutkan menulis angka ganjil pada barisan hingga
baris ke 25. Tapi kita dapat menyelesaikan maslaah ini dengan menemukan
pola yang terbentuk sebagai berikut.
Baris Jumlah
1 1
2 8
3 27
4 64
5 125
6 216

⋮ ⋮

n n3

Jadi, pada baris ke 25 jumlahnya adalah 253 = 15.625.

5. Problem: Pada sebuah barisan 1, 3, 2, … setiap bilangan setelah dua bilangan


pertama diperoleh dari mengambil suku sebelumnya yang dikurangi dengan
suku sebelumnya. Oleh karena itu, untuk menemukan suku selanjutnya pada
barisan ini, kita dapat mengambil 2 – 3 yaitu -1. Tentukan jumlah 25 suku
pertama dari barisan tersebut.
Solusi: Cara yang paling meyakinkan untuk menyelesaikan masalah ini
adalah dengan menuliskan 25 suku lalu menjumlahkannya. Banyak siswa
biasanya memilih untuk menjumlahkan semua suku positif, menjumlahkan
semua suku negatif, lalu menjumlahkan hasil keduanya.
Kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan mencari beberapa suku
selanjutnya sehingga kita dapat menemukan pola yang terbentuk sebagai
berikut. 1, 3, 2, -1, -3, -2, 1, 3, 2, -1, -3, -2, …
Polanya sudah terlihat. Barisan itu membentuk 6 suku berulang secara
melingkar. Selanjutnya jumlah ke 6 suku tersebut adalah 0. Oleh karena itu
jumlah 24 suku pertama adalah 0 dan suku ke 25 adalah 1, maka diperoleh
jumlah 25 suku pertama dari barisan itu adalah 1.
6. Problem: Misalkan kita mempunyai suatu mesin yang hanya dapat
mengoperasikan bilangan-bilangan yang diberikan dan bukan bilangan
lainnya. Jadi, jika kita memasukan angka 3, mesin hanya akan
mengoperasikan dengan 3. Mesin ini menggunakan operasi dasar dari
aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) baik dalam
operasi itu sendiri maupun dikombinasikan. Berikut ini adalah tabel kelima
hasil masukan dari x =1 sampai 5.

Input (masukan) Output (hasil)


1 1
2 9
3 29
4 67
5 129
6 221
Berapakah hasil yang diperoleh jika kita memasukkan angka 9?

Solusi: Banyak siswa akan mulai mengerjakan masalah ini dengan mencoba
menebak aturan dari fungsi tersebut. Cara ini sangat sulit dan menghabisakan
banyak waktu. Meskipun demikian, di sisi lain masalah ini dapat diselesaikan
dengan menggunakan strategi melihat suatu pola dengan beberapa alasan
untuk menentukan apakah fungsi dari mesin ini dapat dilakukan ketika kita
memasukan sebuah angka. Hasilnya akan tampak mendekati hasil pangkat
tiga dari bilangan yang diberikan. Hal itu dapat dilihat dalam tabel berikut :

Input (x) Output x3 Selisih (dari x3)


1 1 1 0
2 9 8 +1 or(2 − 1)
3 29 27 +2 or(3 − 1)
4 69 64 +3 or(4 − 1)
5 129 125 +4 or(5 − 1)
6 221 216 +5 or(6 − 1)
. . . .
. . . .
. . . .
x x3 + (x − 1)
Bagaimanapun juga, karena hasil yang kita peroleh hanya mengandung angka
yang dimasukkan, kita harus menyatakan x3 sebagai x ∙ x ∙ x dan (x − 1)
x
sebagai (x − ). Jadi aturan kita untuk hasil operasi dari masukan x
x
s
tampaknya seperti x ∙ x ∙ x + (x − ). Jadi jawaban dari soal diatas adalah
s
9
9 ∙ 9 ∙ 9 + (9 − ) = 9 + 8 = 729 + 8 = 737.
3
9

7. Problem: Tentukan jumlah dari 20 bilangan ganjil yang pertama?

Solusi: Bilangan ganjil yang kedua puluh adalah 39. Jadi, kita berharap untuk
menemukan jumlah dari 1 + 3 + 5 + 7 + ⋯ + 33 + 35 + 37 + 39. Tentunya,
beberapa siswa mungkin memutuskan untuk menyelesaiakan soal ini dengan
menuliskan semua bilangan ganjil dari 1 sampai dengan 39 dan
menjumlahkan semua bilangan itu. Alternatif jawaban lainnya yaitu mereka
dapat menekan setiap bilangan yang diurutkan tadi pada kalkulator dan
memperoleh hasil penjumlahnya. Cara ini memang baik, namun kelihatnya
terlalu menghabiskan waktu dan ada kemungkinan terjadi kesalahan.

Beberapa siswa lainnya mungkin akan menerapkan strategi dalam cara yang
sama kita meyakini apa yang pernah dilakukan oleh Carl Fredrich Gauss
ketika dia masih SD. Hal ini termasuk dalam mendaftar 20 bilangan ganjil
sebagai berikut : 1, 3, 5, 7, 9, . . . , 33, 35, 37, 39. Sekarang kita mencatat
bahwa jumlah dari bilangan pertama dan bilangan ke-20 adalah 1 + 39 = 40,
jumlah dari bilangan ke-2 dan bilangan ke-19 juga sama dengan 40 (37+3),
dan seterusnya. Hal ini mensyaratkan berapa banyak penjumlahan yang
membentuk bilangan 40 tadi. Oleh karena ada 20 bilangan yang akan kita
cari, maka kita memiliki 10 pasangan, kemudian untuk mendapatkan
jawabannya kita kalikan 10 × 40 = 400.

Kita dapat menguji masalah/pertanyaan ini dengan melihat pola yang


terbentuk, akan tetapi dalam cara yang berbeda.
Bentuk penjumlahan Banyak bilangan yang Jumlah
dijumlahkan
1 1 1
1+3 2 4
1+3+5 3 9
1+3+5+7 4 16
1+3+5+7+9 5 25
1+3+5+7+9+11 6 36

Dari tabel diatas kita dapat melihat dengan jelas jumlah dari n bilangan ganjil
pertama adalah n2. Dengan demikian jawaban atas pertanyaan di atas sangat
singkat yaitu 202 = 400.
8. Problem: Enam suku pertama ditampilkan pada gambar 3.8. Jika barisan
berlanjut dalam pola seperti di bawah ini, berapa banyak persegi yang akan
terbentuk pada suku kesepuluh dan berapa banyak persegi yang akan diarsir?

Solusi: Tentunya kita dapat melanjutkan gambar diatas dengan


menambahkan baris pada bagian atas dan bawah hingga kita mendapatkan
gambar yang terbentuk dari persegi yang kesepuluh. Kita akan mudah
menghitung banyaknya persegi yang ada dan berapa banyak yang diarsir.
Akan tetapi, jika kita mengurutkan data dalam sebuah tabel, kita akan
menemukan suatu strategi dengan mencari suatu pola yang terbentuk, jika ada
pola yang terbentuk maka hal ini mungkin akan membantu kita untuk
menyelesaikan masalah/soal diatas. Dengan memisalkan kesimpulan dari data
diatas kita dapat menulisakan dalam tabel berikut ini :
Suku ke- 1 2 3 4 5 6
Jumlah persegi 1 5 11 19 29 41
Jumlah persegi yg
1 3 7 11 17 23
diarsir

Pemisalan yang pertama dengan melihat total bilangan dari persegi. Disini
ada pola yang terbentuk. Beda antara setiap suku adalah 4, 6, 8, 10, . . . .
Dengan kata lain, 1 + 4 = 5, 5 + 6 = 11, 11+ 8 = 19, 19 + 10 = 29, dan
seterusnya. Sekarang kita menguji jumlah baris pada pesegi yang diarsir.
Catat bahwa beda antara setiap suku di setiap pola adalah 2, 4, 4, 6, 6, . . . .
Dengan demikian kita dapat melengkapi tabel sampai dengan suku ke-10:
Suku ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jumlah persegi 1 5 11 19 29 41 55 71 89 109
Jumlah persegi yang 1 3 7 11 17 23 31 39 49 59
diarsir
Beda 2 4 4 6 6 8 8 10 10

Hal ini berarti pada gambar ke-10 akan ada 109 persegi dan 59 diantaranya
adalah persegi yang diarsir.
Kita dapat menguji hasil ini dengan menggambar suku ke-7 dan memeriksa
kebenaran dari pola yang telah kita temukan (lihat gambar 3.9). Dengan
begitu, pertanyaannya, untuk mendapatkan 55 persegi, apakah 31 persegi
yang terarsir? Ya. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa pola yang kita
temukan benar dan berlaku untuk semua suku yang akan dibentuk.

Gambar 3.9
9. Problem: Berapakah hasil bagi dari 1 dibagi dengan [Link]?
Solusi: Masalah/soal diatas tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan
kalkultor yang lazim digunakan oleh siswa, hal ini dikarenakan jawabannya
memuat banyak tempat yang tidak dapat ditampilkan oleh kalkulator.
Masalah ini dapat dikerjakan secara manual, meskipun proses perhitungan
sering mengarah pada satu kesalahan yang terjadi pada bilangan yang terlalu
besar dari nol dalam jawabannya. Kita mungkin akan menyelidiki jawaban
kita dengan berupaya memulai dari sebuah pembagi terkecil. Kemudian
meningkatkan pembagi dan melihat jika terbentuk suatu pola tertentu. Catat
bahwa strategi untuk menemukan pola tertentu kita gunakan dalam masalah
ini.
Angka 0 Hasil bagi Angka 0 setelah
setelah 5 desimal dan
sebelum 2
1÷5 0 0,2 0
1 ÷ 50 1 0,02 1
1 ÷ 500 2 0,002 2
1 ÷ 5000 3 0,0002 3
. . .
. . .
. . .
1 ÷ [Link] 11 0,000000000002

Berdasarkan tabel di atas, maka jawaban yang benar sangat mudah kita
peroleh. Jumlah angka nol setelah koma desimal dan sebelum angka 2 adalah
sama seperti jumlah angka nol dalam pembagian.
10. Problem: Jika kita melanjutkan menulis bilangan bulat dari 2 sampai 1.000
pada tabel dibawah ini, manakah kolom yang akan terisi dengan angka 1000?

A B C D E F G H
2 3 4 5
9 8 7 6
10 11 12 13
17 16 15 14
18 19 20 21
25 24 23 22
26 27 28 29
... 30
Solusi: Para siswa akan menyelesaikan masalah ini dengan menghitung
tempat dari bilangan ke dalam kolom yang ada sampai menemukan angka
1.000. Melalui cara ini, kita mengasumsikan bahwa mereka tidak membuat
suatu kesalahan dalam menempatkan tempat dan perhitungan. Mereka akan
tiba pada jawaban yang benar, yaitu, 1.000 yang terdapat tepat pada kolom C.
Hal ini tentunya merupakan suatu pekerjaan yang menghabiskan waktu.

Kita akan mencoba menyelesaikan masalah ini dengan cara yang berbeda,
yaitu dengan melihat sebuah pola yang terbentuk. Angka-angka yang tertera
pada tabel tampaknya setiap letak dari kata-kata di atas memberi ciri tertentu
sesuai dengan sebuah pola. Misalkan, kita mencoba untuk menggambarkan
apa pola yang terbentuk. Terdapat 8 kolom yang dibentuk oleh 8 kata.
Apakah mungkin jika kita membagi angka-angka itu dalam setiap kolom
dengan 8?

Setiap angka dalam kolom A memberi sisa 1


Setiap angka dalam kolom B memberi sisa 2
Setiap angka dalam kolom C memberi sisa 0
Setiap angka dalam kolom D memberi sisa 3
Setiap angka dalam kolom E memberi sisa 7
Setiap angka dalam kolom G memberi sisa 6
Setiap angka dalam kolom H memberi sisa 5.
Misalkan kita membagi bilangan 1000 dengan 8 maka akan diperoleh sisa 0.
Dengan demikian, angka 1.000 akan terletak pada kolom C.
Catatan :
Untuk menentukan suatu tempat/letak dengan ciri soal diatas, kita dapat
menggunakan sistem modulo. Semua bilangan dapat dijadikan kategori sisa
dari 1 sampai 7 ketika dibagi dengan 8. Sebagai contoh, kita punya bilangan-
bilangan : 5, 13, 21, 29, . . . , bilangan-bilangan ini sama dengan 5 modulo 8.

10. Problem: Hitunglah jumlah dari 100 bilangan genap pertama.


Solusi: 100 bilangan pertama yaitu 2,4,6,…,198,200.
Jumlah 100 bilangan pertama yaitu 2+4+6+…+198+200
 Soal ini dapat diselesaikan dengan menghitungnya satu persatu baik secara
manual ataupun kalkulator, tetapi hal itu bukanlah cara yang cerdas untuk
menyelesaikannya. Jika kita perhatikan bahwa kita bisa memasangkan
angka pertama dan angka terakhir lalu menjumlahkannya, begitu juga
angka kedua dan angka kedua terakhir, sehingga menghasilkan pola
seperti di bawah ini

2 + 200 = 202

4 +198 = 202

6 + 196 = 202

Dan seterusnya, maka akan ada 50 pasangan bilangan yang mempunyai


jumlah yang sama, maka jumlah 100 bilangan genap pertama adalah 50 x
202 = 10.100
 Penyelesaian alternative lainnya yaitu mengamati pola penjumlahan pada
tabel berikut ini
Banyaknya bilangan genap
Pertama yang dijumlahkan Jumlah Pola

Berdasarkan pola tabel di atas, maka jumlah 100 bilangan genap pertama adalah 100

(100+1) = 10.100.
11. Problem: Perhatikan peta sebuah kota berikut.
Billy tinggal di Jalan Fairfield no.4 dan Betty tinggal di Jalan Appleton no.8.
Jika Billy akan mengunjungi rumah Betty dengan arah perjalanannya hanya
timur dan utara, maka ada berapa banyak rute berbeda yang bisa ditempuh
oleh Billy?”
Solusi:
 Pada umumnya, siswa mencoba menggambarkan rute perjalanan yang bisa
ditempuh sesuai dengan arah perjalanan yaitu hanya utara timur dan utara,
tetapi ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Kemudian, beberapa siswa
menyadari bahwa ada 5 jalan yang bisa ditempuh melalui arah utara (5U)
dan 4 nomor yang bisa ditempuh melalui arah timur (4T), sehingga siswa
bisa membuat daftar rute yang berbeda dengan menyusun huruf “U” dan
“T”, seperti
UUUUUTTTT UUUUTTTTU UUUTTTTUU UTUTUTUTU
dan sebagainya, maka kita bisa menggunakan rumus faktorial untuk
menentukan banyaknya rute yang berbeda(5U, 4T, total huruf = 9) yaitu
9!
= 126
5! 4!

Banyaknya rute perjalanan yang bisa ditempuh Billy adalah 126 cara.

 Penyelesaian alternatif lainnya adalah dengan menemukan pola dari rute


perjalanannya. Perhatikan gambar peta berikut :
Angka pada gambar menunjukkan banyaknya
cara pada titik tersebut yang bisa dilalui baik
melalui arah utara ataupun timur dimulai dari
titik rumah Billy sampai titik rumah Betty.
Jika kita perhatikan, angka-angka pada setiap
titik sama halnya dengan angka pada segita
pascal.
Perhatikan segitiga pascal berikut ini:
Jadi, banyaknya rute perjalanan yang bisa ditempuh Billy adalah 126 cara.

12. Problem: Berapa banyak sudut yang dibentuk dari 10 garis berbeda yang
berasal dari titik awal yang sama?

Solusi: Menggambar garis dan menghitung sudut yang terbentuk dimulai dari
1 garis, 2 garis, 3 garis, 4 garis, lalu memperhatikan pola hubungan antara
banyak garis dan sudut adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk
menyelesaikan masalah ini.

Tabel hubungan banyak garis dan sudut


banyak garis

banyak sudut

tanpa perlu menggambarkan 10 garis dan menghitung banyak sudutnya, kita


bisa menentukan banyaknya melalui pola bilangan yang tercipta yaitu 0, 1, 3,
6, 10, 15, 21, . . . merupakan barisan aritmatika yang mempunyai beda 1, 2, 3,
4,5, . . ., maka jika kita teruskan barisan aritmatika tersebut sampai suku ke
10 yaitu 0, 1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, 36, 45.
Jadi, banyaknya sudut untuk 10 garis adalah 45 sudut.
13. Problem: Hitunglah jumlah dari deret berikut

Solusi:
 Untuk menjumlahkan keseluruhan suku di atas, perhatikan pola
penjumlahan berikut ini dimulai dari 1 suku pertama, 2 suku pertama, 3
suku pertama dan 4 suku pertama.
penjumlahan 1 suku pertama

penjumlahan 2 suku pertama

penjumlahan 3 suku pertama

penjumlahan 4 suku pertama

berdasarkan pola di atas, maka kita bisa menemukan pola jumlah deret
pecahan tersebut yaitu bilangan perkalian dari penyebut suku terakhirnya.
Jadi, penjumlahan deret di atas sampai 1
sebagai suku terakhir adalah
49.50
49
50

 Penyelesaian alternatif lainnya, yaitu dengan mengenali pola bentuk lain


dari pecahan berikut ini:

1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1
+ +⋯ + = ( − )+ ( − )+ ( − ) + ⋯+ ( − )
1.2 2.3 3.4 49.50 1 2 2 3 3 4 49 50
1 1 49
= − =
1 50 50
14. Problem: Tentukan 2 suku selanjutnya dari barisan berikut 1, 0, 2, 3, 3, 8, 4,
15, 5, ..., ...
Solusi: Jika kita perhatikan dengan seksama, terdapat dua jenis barisan
berdasarkan posisi suku pada barisan di atas, yaitu
Barisan posisi ganjil 1, 2, 3, 4, 5, …

dari pola ini dapat dilihat bahwa suku selanjutnya adalah 6

Barisan posisi genap 0, 3, 8, 15, …

dari pola ini dapat dilihat bahwa beda antara satu suku
dengan suku sesudahnya yaitu 3, 5, 7, yang merupakan
bilangan ganjil berurutan, maka beda selanjutnya adalah 9.
Jadi suku selanjutnya adalah 24

Jadi, 2 suku selanjutnya dari barisan berikut 1, 0, 2, 3, 3, 8, 4, 15, 5, adalah 24


dan 6
1 1 1 1
15. Problem: Hasil dari + + +⋯+ 1 20092 + =⋯
12 +1 22 +2 32+3 +2009 20102+2010

Solusi: Penyelesaian untuk masalah ini, yaitu dengan mengenali pola bentuk
lain dari pecahan berikut ini:
1 2−1 1 1
= = −
12 + 1 1(1 + 1) 1 2
1 3−2 1 1
2
= = −
2 + 2 2(2 + 1) 2 3
1 4−3 1 1
2
= = −
3 + 3 3(3 + 1) 3 4
...
1 2011 − 2010 1 1
2
= = −
2010 + 2010 2010(2010 + 1) 2010 2011

1 1 1 1
+ + +⋯
12 + 1 22 + 2 32 + 3 20102 + 2010
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2010
=( − ) + ( − )+ ( − ) + ⋯+ ( −
2011
)= −
1 2011
=
1 2 2 3 3 4 2010 2011
16. Problem: Jika P = + 3 5 + 7 +⋯ + 4021 = ⋯
4 36 144 20102( 2011) 2

Solusi:
 Penyelesaian untuk masalah ini, yaitu dengan mengenali pola bentuk lain
dari pecahan berikut ini:
3 22 − 12 1 1
= 2 2 = 2− 2
4 1 2 1 2
5 32 − 22 1 1
= = −
36 2232 22 32
7 42 − 32 1 1
= = −
144 3242 32 42
...
...

4021 20112 − 20102 1 1


= = −
20102(20112) 2 2 2
2010 (2011 ) 2010 2011 2
1 1 1 1 1 1 1 1
3 5
+ +
7
+⋯+
4021 = ( − ) + ( − ) + ( − ) + ⋯+ ( − )
4 36 144 20102(2011)2 12 22 22 32 32 42 20102 20112
1
=1−
20112

17. Problem: a) Berapakah banyaknya persegi yang berbeda pada papan

catur 8 x 8?
Solusi:
Pada papan catur, banyak orang menghitungnya
bahwa kotak (persegi) kecil adalah 64. Perlu diingat
bahwa papan catur tersebut terdiri dari persegi
dengan ukuran 1x1, 2x2, 3x3, . . . , 8x8. Bagaimana
Anda menghitungnya?

Lebih sederhananya, perhatikan Gambar seri berikut.

1x1 2x2 3x3 4x4

Maksud dari gambar adalah: 1x1 artinya persegi dengan ukuran 1x1
2x2 artinya persegi dengan ukuran 2x2
3x3 artinya persegi dengan ukuran 3x3
4x4 artinya persegi dengan ukuran 4x4

b) Selanjutnya t emukan banyak persegi pada gambar susunan persegi


(chekerboard) 3 x 3 berikut.

Solusi:

Susunan Persegi Dengan Menghitung banyaknya persegi


ukuran 3 x 3 dengan ukuran 2x2 yang berbeda

Ukuran Banyaknya
persegi Persegi
1x1 9
2x2 4
3x3 1
Total 14
c) Temukan banyak persegi pada gambar susunan persegi (chekerboard)
4 x 4 berikut.

Solusi:

Susunan Persegi Dengan Menghitung banyaknya persegi


ukuran 4 x 4 dengan ukuran 2x2 yang berbeda

Ukuran Banyaknya
persegi Persegi
1x1 16
2x2 9
3x3 4
4x4 1
Total 30

Menghitung banyaknya persegi dengan ukuran 3x3 yang berbeda:

Dari memperhatikan 2 (dua) contoh tersebut, maka hasil untuk


menentukan banyaknya persegi pada susunan persegi 5x5, dapat
ditunjukkan pada tabel berikut. Perlu diperhatikan bahwa: 1 = 1 2, 4 =
22, 9 = 33, dan 16 = 42.
Banyak persegi pada susunan persegi (chekerboard)

Ukuran Type susunan persegi (chekerboard)


persegi
1x1 2x2 3x3 4x4

1x1 1 4 9 16

2x2 1 4 9

3x3 1 4

4x4 1

Total 1 5 14 30

Banyak persegi pada susunan persegi (chekerboard)

Ukuran Type susunan persegi (chekerboard)


persegi
1x1 2x2 3x3 4x4 5x5

1x1 12 22 32 42 52

2x2 12 22 32 42

3x3 12 22 32

4x4 12 22

5x5 12

Total 1 5 14 30 55

Dengan demikian Anda dapat menentukan bahwa banyak persegi


pada susunan persegi papan catur adalah:
82 + 72 + 62 + 52 + 42 + 32 + 22 + 12 = 204
18. Problem: Temukan rumus yang menyatakan banyak himpunan bagian dari S bila
himpunan S memiliki n buah elemen yang berbeda.
Solusi: Mungkin tidak ada prosedur rutin (bagi siswa SMA) yang dapat digunakan
untuk memecahkan masalah ini.

Menemukan dan menggunakan pola:


Kita dapat memulai dengan beberapa harga n lalu mencoba menemukan sebuah pola.
Berikut ini apa yang terjadi bila n = 0, 1, 2, 3 elemen.

Pada tabel di atas, kita mendapatkan sebuah pola 1, 2, 4, 8, ... yang mengarahkan
kita pada bentuk 2. Dengan melihat pola ini kita selanjutnya dapat mencoba
penalaran yang ke arah penalaran deduktif. Salah satu penalaran lanjut yang dapat
ditemukan sebagai berikut: Untuk n = 3 maka kita menambah himpunan bagian baru
dari n = 2 dengan cara menambah elemen c pada semua himpunan bagian dari n = 2
(perhatikan baris kesatu dan baris kedua pada tabel untuk n = 3).

Sehingga banyak himpunan bagian untuk n = k + 1 dapat diperoleh melalui


hubungan (rekursif) dengan banyak himpunan bagian untuk n = k. Selanjutnya hal
ini dapat dibuktikan secara deduktif melalui induksi matematika. Cara lain yang
mengarah ke pembuktian deduktif sebagai berikut: Misal untuk n = 4 kita dapat
menyusun himpunan bagian berdasarkan banyak elemen tiap himpunan bagian.
Ternyata kita melihat ada pola baru yang mengingatkan kita pada koefisien ekspansi
binomial atau segitiga Pascal. Oleh karena itu, banyak himpunan bagian S adalah
banyak himpunan bagian dengan k elemen untuk k = 0 hingga k = n. Sedang banyak
himpunan bagian dengan k elemen adalah kombinasi mengambil k elemen dari n
buah elemen yaitu: (nk) bila ditulis secara matematik sebagai berikut:

Banyaknya himpunan bagian

(hasil terakhir ini berdasarkan contoh pada bagian 3 di atas).


Referensi:

Harmini, Sri. Roebyanto, G. Winarni, E.S. 2010. Strategi Pemecahan Masalah


Heuristik IV . Dalam [Link]/.../Pemecahan%20Masalah. [Diunduh
17 Desember 2011].
Posamentier, Alfred S dan Stephen Krulik. 1998. Problem Solving Strategies for
Efficient and Elegant Solutions a Resource for the Mathematics Teacher.
California: Corwin Press, Inc.
Setiawan. 2010. Strategi Umum Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika.
Dalam [Link] [Diunduh 16 Desember 2011].

Setiawan, Tedy dan Kusnaedi. 2010. Strategi Pemecahan Masalah Soal-soal


Matematika Seleksi Kontes Olimpiade 3. Bandung: Pelatihan Guru MGMP
Matematika.
Sumardyono. 2010. Tahapan dan Strategi Memecahkan Masalah Matematika.
Dalam [Link] [Diunduh 17
Desember 2011].

Anda mungkin juga menyukai