Strategi Penemuan Pola dalam Matematika
Strategi Penemuan Pola dalam Matematika
13 15 17 19
Solusi: Siswa dapat melanjutkan menulis angka ganjil pada barisan hingga
baris ke 25. Tapi kita dapat menyelesaikan maslaah ini dengan menemukan
pola yang terbentuk sebagai berikut.
Baris Jumlah
1 1
2 8
3 27
4 64
5 125
6 216
⋮ ⋮
n n3
Solusi: Banyak siswa akan mulai mengerjakan masalah ini dengan mencoba
menebak aturan dari fungsi tersebut. Cara ini sangat sulit dan menghabisakan
banyak waktu. Meskipun demikian, di sisi lain masalah ini dapat diselesaikan
dengan menggunakan strategi melihat suatu pola dengan beberapa alasan
untuk menentukan apakah fungsi dari mesin ini dapat dilakukan ketika kita
memasukan sebuah angka. Hasilnya akan tampak mendekati hasil pangkat
tiga dari bilangan yang diberikan. Hal itu dapat dilihat dalam tabel berikut :
Solusi: Bilangan ganjil yang kedua puluh adalah 39. Jadi, kita berharap untuk
menemukan jumlah dari 1 + 3 + 5 + 7 + ⋯ + 33 + 35 + 37 + 39. Tentunya,
beberapa siswa mungkin memutuskan untuk menyelesaiakan soal ini dengan
menuliskan semua bilangan ganjil dari 1 sampai dengan 39 dan
menjumlahkan semua bilangan itu. Alternatif jawaban lainnya yaitu mereka
dapat menekan setiap bilangan yang diurutkan tadi pada kalkulator dan
memperoleh hasil penjumlahnya. Cara ini memang baik, namun kelihatnya
terlalu menghabiskan waktu dan ada kemungkinan terjadi kesalahan.
Beberapa siswa lainnya mungkin akan menerapkan strategi dalam cara yang
sama kita meyakini apa yang pernah dilakukan oleh Carl Fredrich Gauss
ketika dia masih SD. Hal ini termasuk dalam mendaftar 20 bilangan ganjil
sebagai berikut : 1, 3, 5, 7, 9, . . . , 33, 35, 37, 39. Sekarang kita mencatat
bahwa jumlah dari bilangan pertama dan bilangan ke-20 adalah 1 + 39 = 40,
jumlah dari bilangan ke-2 dan bilangan ke-19 juga sama dengan 40 (37+3),
dan seterusnya. Hal ini mensyaratkan berapa banyak penjumlahan yang
membentuk bilangan 40 tadi. Oleh karena ada 20 bilangan yang akan kita
cari, maka kita memiliki 10 pasangan, kemudian untuk mendapatkan
jawabannya kita kalikan 10 × 40 = 400.
Dari tabel diatas kita dapat melihat dengan jelas jumlah dari n bilangan ganjil
pertama adalah n2. Dengan demikian jawaban atas pertanyaan di atas sangat
singkat yaitu 202 = 400.
8. Problem: Enam suku pertama ditampilkan pada gambar 3.8. Jika barisan
berlanjut dalam pola seperti di bawah ini, berapa banyak persegi yang akan
terbentuk pada suku kesepuluh dan berapa banyak persegi yang akan diarsir?
Pemisalan yang pertama dengan melihat total bilangan dari persegi. Disini
ada pola yang terbentuk. Beda antara setiap suku adalah 4, 6, 8, 10, . . . .
Dengan kata lain, 1 + 4 = 5, 5 + 6 = 11, 11+ 8 = 19, 19 + 10 = 29, dan
seterusnya. Sekarang kita menguji jumlah baris pada pesegi yang diarsir.
Catat bahwa beda antara setiap suku di setiap pola adalah 2, 4, 4, 6, 6, . . . .
Dengan demikian kita dapat melengkapi tabel sampai dengan suku ke-10:
Suku ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jumlah persegi 1 5 11 19 29 41 55 71 89 109
Jumlah persegi yang 1 3 7 11 17 23 31 39 49 59
diarsir
Beda 2 4 4 6 6 8 8 10 10
Hal ini berarti pada gambar ke-10 akan ada 109 persegi dan 59 diantaranya
adalah persegi yang diarsir.
Kita dapat menguji hasil ini dengan menggambar suku ke-7 dan memeriksa
kebenaran dari pola yang telah kita temukan (lihat gambar 3.9). Dengan
begitu, pertanyaannya, untuk mendapatkan 55 persegi, apakah 31 persegi
yang terarsir? Ya. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa pola yang kita
temukan benar dan berlaku untuk semua suku yang akan dibentuk.
Gambar 3.9
9. Problem: Berapakah hasil bagi dari 1 dibagi dengan [Link]?
Solusi: Masalah/soal diatas tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan
kalkultor yang lazim digunakan oleh siswa, hal ini dikarenakan jawabannya
memuat banyak tempat yang tidak dapat ditampilkan oleh kalkulator.
Masalah ini dapat dikerjakan secara manual, meskipun proses perhitungan
sering mengarah pada satu kesalahan yang terjadi pada bilangan yang terlalu
besar dari nol dalam jawabannya. Kita mungkin akan menyelidiki jawaban
kita dengan berupaya memulai dari sebuah pembagi terkecil. Kemudian
meningkatkan pembagi dan melihat jika terbentuk suatu pola tertentu. Catat
bahwa strategi untuk menemukan pola tertentu kita gunakan dalam masalah
ini.
Angka 0 Hasil bagi Angka 0 setelah
setelah 5 desimal dan
sebelum 2
1÷5 0 0,2 0
1 ÷ 50 1 0,02 1
1 ÷ 500 2 0,002 2
1 ÷ 5000 3 0,0002 3
. . .
. . .
. . .
1 ÷ [Link] 11 0,000000000002
Berdasarkan tabel di atas, maka jawaban yang benar sangat mudah kita
peroleh. Jumlah angka nol setelah koma desimal dan sebelum angka 2 adalah
sama seperti jumlah angka nol dalam pembagian.
10. Problem: Jika kita melanjutkan menulis bilangan bulat dari 2 sampai 1.000
pada tabel dibawah ini, manakah kolom yang akan terisi dengan angka 1000?
A B C D E F G H
2 3 4 5
9 8 7 6
10 11 12 13
17 16 15 14
18 19 20 21
25 24 23 22
26 27 28 29
... 30
Solusi: Para siswa akan menyelesaikan masalah ini dengan menghitung
tempat dari bilangan ke dalam kolom yang ada sampai menemukan angka
1.000. Melalui cara ini, kita mengasumsikan bahwa mereka tidak membuat
suatu kesalahan dalam menempatkan tempat dan perhitungan. Mereka akan
tiba pada jawaban yang benar, yaitu, 1.000 yang terdapat tepat pada kolom C.
Hal ini tentunya merupakan suatu pekerjaan yang menghabiskan waktu.
Kita akan mencoba menyelesaikan masalah ini dengan cara yang berbeda,
yaitu dengan melihat sebuah pola yang terbentuk. Angka-angka yang tertera
pada tabel tampaknya setiap letak dari kata-kata di atas memberi ciri tertentu
sesuai dengan sebuah pola. Misalkan, kita mencoba untuk menggambarkan
apa pola yang terbentuk. Terdapat 8 kolom yang dibentuk oleh 8 kata.
Apakah mungkin jika kita membagi angka-angka itu dalam setiap kolom
dengan 8?
2 + 200 = 202
4 +198 = 202
6 + 196 = 202
Berdasarkan pola tabel di atas, maka jumlah 100 bilangan genap pertama adalah 100
(100+1) = 10.100.
11. Problem: Perhatikan peta sebuah kota berikut.
Billy tinggal di Jalan Fairfield no.4 dan Betty tinggal di Jalan Appleton no.8.
Jika Billy akan mengunjungi rumah Betty dengan arah perjalanannya hanya
timur dan utara, maka ada berapa banyak rute berbeda yang bisa ditempuh
oleh Billy?”
Solusi:
Pada umumnya, siswa mencoba menggambarkan rute perjalanan yang bisa
ditempuh sesuai dengan arah perjalanan yaitu hanya utara timur dan utara,
tetapi ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Kemudian, beberapa siswa
menyadari bahwa ada 5 jalan yang bisa ditempuh melalui arah utara (5U)
dan 4 nomor yang bisa ditempuh melalui arah timur (4T), sehingga siswa
bisa membuat daftar rute yang berbeda dengan menyusun huruf “U” dan
“T”, seperti
UUUUUTTTT UUUUTTTTU UUUTTTTUU UTUTUTUTU
dan sebagainya, maka kita bisa menggunakan rumus faktorial untuk
menentukan banyaknya rute yang berbeda(5U, 4T, total huruf = 9) yaitu
9!
= 126
5! 4!
Banyaknya rute perjalanan yang bisa ditempuh Billy adalah 126 cara.
12. Problem: Berapa banyak sudut yang dibentuk dari 10 garis berbeda yang
berasal dari titik awal yang sama?
Solusi: Menggambar garis dan menghitung sudut yang terbentuk dimulai dari
1 garis, 2 garis, 3 garis, 4 garis, lalu memperhatikan pola hubungan antara
banyak garis dan sudut adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk
menyelesaikan masalah ini.
banyak sudut
Solusi:
Untuk menjumlahkan keseluruhan suku di atas, perhatikan pola
penjumlahan berikut ini dimulai dari 1 suku pertama, 2 suku pertama, 3
suku pertama dan 4 suku pertama.
penjumlahan 1 suku pertama
berdasarkan pola di atas, maka kita bisa menemukan pola jumlah deret
pecahan tersebut yaitu bilangan perkalian dari penyebut suku terakhirnya.
Jadi, penjumlahan deret di atas sampai 1
sebagai suku terakhir adalah
49.50
49
50
1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1
+ +⋯ + = ( − )+ ( − )+ ( − ) + ⋯+ ( − )
1.2 2.3 3.4 49.50 1 2 2 3 3 4 49 50
1 1 49
= − =
1 50 50
14. Problem: Tentukan 2 suku selanjutnya dari barisan berikut 1, 0, 2, 3, 3, 8, 4,
15, 5, ..., ...
Solusi: Jika kita perhatikan dengan seksama, terdapat dua jenis barisan
berdasarkan posisi suku pada barisan di atas, yaitu
Barisan posisi ganjil 1, 2, 3, 4, 5, …
dari pola ini dapat dilihat bahwa beda antara satu suku
dengan suku sesudahnya yaitu 3, 5, 7, yang merupakan
bilangan ganjil berurutan, maka beda selanjutnya adalah 9.
Jadi suku selanjutnya adalah 24
Solusi: Penyelesaian untuk masalah ini, yaitu dengan mengenali pola bentuk
lain dari pecahan berikut ini:
1 2−1 1 1
= = −
12 + 1 1(1 + 1) 1 2
1 3−2 1 1
2
= = −
2 + 2 2(2 + 1) 2 3
1 4−3 1 1
2
= = −
3 + 3 3(3 + 1) 3 4
...
1 2011 − 2010 1 1
2
= = −
2010 + 2010 2010(2010 + 1) 2010 2011
1 1 1 1
+ + +⋯
12 + 1 22 + 2 32 + 3 20102 + 2010
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2010
=( − ) + ( − )+ ( − ) + ⋯+ ( −
2011
)= −
1 2011
=
1 2 2 3 3 4 2010 2011
16. Problem: Jika P = + 3 5 + 7 +⋯ + 4021 = ⋯
4 36 144 20102( 2011) 2
Solusi:
Penyelesaian untuk masalah ini, yaitu dengan mengenali pola bentuk lain
dari pecahan berikut ini:
3 22 − 12 1 1
= 2 2 = 2− 2
4 1 2 1 2
5 32 − 22 1 1
= = −
36 2232 22 32
7 42 − 32 1 1
= = −
144 3242 32 42
...
...
catur 8 x 8?
Solusi:
Pada papan catur, banyak orang menghitungnya
bahwa kotak (persegi) kecil adalah 64. Perlu diingat
bahwa papan catur tersebut terdiri dari persegi
dengan ukuran 1x1, 2x2, 3x3, . . . , 8x8. Bagaimana
Anda menghitungnya?
Maksud dari gambar adalah: 1x1 artinya persegi dengan ukuran 1x1
2x2 artinya persegi dengan ukuran 2x2
3x3 artinya persegi dengan ukuran 3x3
4x4 artinya persegi dengan ukuran 4x4
Solusi:
Ukuran Banyaknya
persegi Persegi
1x1 9
2x2 4
3x3 1
Total 14
c) Temukan banyak persegi pada gambar susunan persegi (chekerboard)
4 x 4 berikut.
Solusi:
Ukuran Banyaknya
persegi Persegi
1x1 16
2x2 9
3x3 4
4x4 1
Total 30
1x1 1 4 9 16
2x2 1 4 9
3x3 1 4
4x4 1
Total 1 5 14 30
1x1 12 22 32 42 52
2x2 12 22 32 42
3x3 12 22 32
4x4 12 22
5x5 12
Total 1 5 14 30 55
Pada tabel di atas, kita mendapatkan sebuah pola 1, 2, 4, 8, ... yang mengarahkan
kita pada bentuk 2. Dengan melihat pola ini kita selanjutnya dapat mencoba
penalaran yang ke arah penalaran deduktif. Salah satu penalaran lanjut yang dapat
ditemukan sebagai berikut: Untuk n = 3 maka kita menambah himpunan bagian baru
dari n = 2 dengan cara menambah elemen c pada semua himpunan bagian dari n = 2
(perhatikan baris kesatu dan baris kedua pada tabel untuk n = 3).