0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan17 halaman

Sifat dan Reaksi Unsur Halogen

1. Jari-jari atom dan ion halogen bertambah besar dari fluorin ke astatin. Ikatan antarmolekul juga semakin kuat sehingga titik leleh dan didih meningkat. 2. Sifat kimia halogen meliputi kecenderungan membentuk ion negatif, kereaktifan yang berkurang dari atas ke bawah tabel periodik, dan kemampuan sebagai oksidator kuat. 3. Reaksi halogen meliputi pembentukan senyawa dengan logam

Diunggah oleh

SRI MURTI ASTUTI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan17 halaman

Sifat dan Reaksi Unsur Halogen

1. Jari-jari atom dan ion halogen bertambah besar dari fluorin ke astatin. Ikatan antarmolekul juga semakin kuat sehingga titik leleh dan didih meningkat. 2. Sifat kimia halogen meliputi kecenderungan membentuk ion negatif, kereaktifan yang berkurang dari atas ke bawah tabel periodik, dan kemampuan sebagai oksidator kuat. 3. Reaksi halogen meliputi pembentukan senyawa dengan logam

Diunggah oleh

SRI MURTI ASTUTI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin.

Demikian pula jari-jari ion


negatifnya. Ion negatif terbentuk apabila atom netral mengikat elektron, sehingga jari-jari ion
negatif lebih besar daripada jari-jari atom netralnnya.
2. Titik didih dan titik leleh dari fluorin sampai iodin bertambah besar, karena ikatan antar
molekulnya makin besar pula. Antara molekul-molekul halogen padat dan cair terdapat ikatan
Van der Waals yang lemah.
3. Wujud halogen pada suhu kamar, flourin dan klorin berupa gas, bromin berupa zat cair yang
mudah menguap, sedangkan iodin berupa zat padat yang mudah [Link] iodin
padat pada tekanan atmosfer tidak membuat unsur itu meleleh, tetapi langsung menyublim. Hal
ini terjadi karena tekanan uap iodin padat pada suhu kamar lebih besar dari 1 atm.
Kecenderungan titik leleh dan titik didih halogen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Molekul halogen (X2) bersifat nonpolar, dengan demikian gaya tarik- menarik antarmolekul
halogen merupakan gaya dispersi. Sebagaimana diketahui, gaya dispersi bertambah besar sesuai
dengan pertambahan massa molekul (Mr ). Itulah sebabnya mengapa titik leleh dan titik didih
halogen meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik unsur.

4. Warna gas fluorin adalah kuning muda, gas klorin berwarna kuning-hijau. Cairan bromin
berwarna merah kecoklatan, dan zat padat iodin berwarna hitam, sedangkan uap iodin berwarna
coklat kemerahan.
5. Kelarutan fluorin, klorin, dan bromin dalam air besar atau mudah larut, sedangkan kelarutan
iodin larut dalam air kecil kecil(sukar larut). Iodin mudah larut dalam KI dan pelarut organi,
seperti alkohol, eter, kloroform(CHCl3) dan karbon tetraklorida (CCl4). Warna larutan bromin
dalam pelarut kloroform(CHCl3) atau karbon tetraklorida (CCl4) adalah kuning coklat, sedangkan
warna larutan iodin dalam pelarut kloroform(CHCl3) atau karbon tetraklorida (CCl4) adalah
ungu.

B. Sifat Kimia
1. Halogen mudah membentuk ion negatif, karena atom halogen mempunyai 7 elektron valensi
pada kulit terluarnya (ns2 np5). Atom unsur halogen cenderung akan menarik satu elektron (1e-)
dan menjadi ion negatif dalam ranngka membentuk susunan elektron yang stabil seperti gas
mulia (ns2 np6). Oleh karena itu, halogen disebut unsur yang sangat elektronegatif.

2. Kereaktifan halogen sangat besar. Hal ini disebabkan jari-jari atom halogen sangat kecil
sehingga mudah menarik elektron. Dari Fluorin ke Iodin kereaktifan makin berkurng, karena
jari-jari atom makin besar.
F(g) + e  F-(g) ∆H=-328kJ
Cl(g) + e  Cl-(g) ∆H = -349 kJ
Pada reaksi diatas kita dapat melihat, bahwa afinitas electron unsur halogen berkurang
dari atas ke bawah, yaitu klorin ke iodine. Hal itu terjadi karena bertambahnya jari – jari atom,
akan tetapi H (energi) fluorin lebih rendah dibandingkan klorin, penyimpangan ini terjadi karena
kecilnya atom fluorin , yang membuat gaya tolak menolak antar electron.
3. Halogen merupakan oksidator(pengoksidasi) kuat. Unsur-unsur halogen mudah mengikat
elektron karena itu halogen mudah tereduksi.
F2(g) + 2e  2F-(aq) E° = +2,87 volt
Cl2(g) + 2e  2Cl-(aq) E° = +1,36 volt
-
Br2(l) + 2e  2Br (aq) E° = +1,07 volt
I2(s) + 2e  2I-(aq) E° = +0,51 volt
Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dari fluorin sampai iodin sifat
oksidator/pengoksidasi halogen makin berkurang.
Daya pengoksidasi F2>Cl2>Br2>I2
2. REAKSI-REAKSI HALOGEN
Halogen adalah golongan unsur yang sangat reaktif, sehingga dapat bereaksi dengan
unsur-unsur maupun dengan senyawa-senyawa lain. Unsur halogen dapat bereaksi dengan semua
unsur, bahkan gas mulia serta zat yang tahan api seperti, air dan asbes dapat terbakar dalam gas
fluorin. Berikut ini beberapa reaksi halogen.
a. Reaksi dengan gas hidrogen
Semua halogen (X2) dapat bereaksi dengan gas hidrogen, membentuk hidrogen halida (HX).
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
H2(g) + X2  2HX(g)

H2(g) + Cl2(g)  2HCl(g)


H2(g) + I2(s)  2HI(g)
Contoh :

Fluorin dan klorin bereaksi dengan cepat disertai ledakan, tetapi bromin dan iodin bereaksi
dengan lambat.

b. Reaksi dengan Logam


Halogen bereaksi dengan semua logam dalam sistem periodik unsur membentuk halida
logam. Jika bereaksi dengan logam alkali dan alkali tanah, hasilnya (halida logam) dapat dengan
mudah diperkirakan, sedangkan bila bereaksi dengan logam transisi, produk (halida logam) yang
terbentuk tergantung pada kondisi reaksi dan jumlah reaktannya. Pada reaksi halogen dengan
logam terbentuk halida yang berupa senyawa ion. Reaksi halogendengan logam
menghasilkan senyawa ionic. Halogen bersifat sebagai oksidator dan unsur yang bereaksi dengan
halogen bersifat reduktor. Halogen menerima elektron dan logam menjadi ion halida yang
bermuatan negatif.
Tidak seperti unsur logam, semakin ke bawah halogen menjadi kurang reaktif, karena
afinitas elektronnya semakin berkurang, atau dengan kata lain F> Cl> Br> I. Fluorin, klorin dan
bromin bereaksi langsung, sedangkan iodin bereaksi langsung tapi lambat.
c. Reaksi dengan Nonlogam
Kemampuan bereaksi unsur-unsur halogen dengan unsur nonlogam menunjukkan pola
yang sama, yaitu kereaktifannya berkurang dari fluorin sampai iodin. Fluorin bereaksi langsung
dengan semua unsur nonlogam kecuali nitrogen, helium, neon, dan argon. Bahkan dengan
pemanasan fluorin dapat bereaksi dengan intan dan xenon.
Fluorin dapat juga bereaksi dengan kaca, kuarsa, dan silica.
Klorin dan Bromin tidak dapat bereaksi langsung dengan gas mulia, karbon, nitrogen dan
oksigen. Iodin tidak bisa bereaksi dengan unsur-unsur tersebut, tetapi dapat bereaksi langsung
dengan fosfat.
Halogen membentuk senyawa baru dengan nama halida
Berikut tabel beberapa senyawa halogen dengan unsur-unsur nonlogam.

Golongan Senyawa
Unsur
Nonlogam Fluorida Klorida Bromida Iodida
III A BF3, BF4 BCl3 BBr3 BI3
IV A CF4 CCl4 CBr4 Cl4
2-
SiF4, SiF6 SiCl4
GeF4, GeF62- GeCl4
VA NF3, N2F4 NCl3 NBr3 NI3
PF3, PF5 PCl3, PCl5 PBr3, PBr5
AsF3, AsF5
SbF3, SbF5
VI A OF2, O2F2 OCl2 OBr2
SF2, SF4, S2F2, SF6 SCl2, S2Cl2, SCl4
SeF4, SeF6 SeCl2, SeCl4 SeBr4
TeF4, TeF6 TeCl4 TeBr4 TeI4
VII A ClF, ClF3, ClF5
BrF3, BrF5 BrCl
IF, IF3, IF5 ICl, ICl3 Ibr
d. Reaksi dengan Air
Semua halogen larut dalam air. Unsur halogen yang dapat mengoksidasi air adalah fluorin
dan klorin (berlangsung lambut). Hal itu disebabkan potensial oksidasi air adalah -1,23 V,
sedangkan fluorin -2,87 V, dan klorin -1,36 V.

Reaksinya adalah sebagai berikut


1. Fluorin dalam air
2F2(g) + 4e-  4F-(aq) E°= +2,87 V
2H2O(l)  4H+(aq)+O2(g)+4e- E°= -1,23 V
2F2(g)+ 2H2O(l)  4F-(aq)+ 4H+(aq)+O2(g) E°= +1,64 V
Atau
2F2(g)+ 2H2O(l)  4HF(aq) + +O2(g) E°= +1,64 V
2. Klorin dalam air
2Cl2(g) + 4e-  4 Cl-(aq) E°= +1,36 V
2H2O(l)  4H+(aq)+O2(g)+4e- E°= -1,23 V
- +
2Cl2(g) + 2H2O(l)  4Cl (aq) +4H (aq)+O2(g) E°= +0,13 V
Atau
2Cl2(g) + 2H2O(l)  4HCl(aq)+ O2(g) E°= +0,13 V
Dari data energi potensial pada reaksi diatas (E°= +0,13 Volt) menunjukan bahwa klorin
bereaksi dengan air sangat lambat. Hal itu disebabkan karena klorin terlebih dahulu membentuk
asam hipoklorit, kemudian terurai menjadi asam klorida dan oksigen. Persamaan reaksinya
ditulis sebagai berikut.
2Cl2(g) + 2H2O(l)  2Cl-(aq) + 2H+(aq) + 2HClO(aq)
2HClO(aq)  2Cl-(aq) + 2H+(aq) + O2(g)
Reaksi tersebut dapat dipercepat dengan bantuan sinar matahari atau memakai katalis.
Larutan klorin dalam air disebut aqua klorata sedangkan larutan bromin dalam air disebut aqua
bromita.
e. Reaksi dengan Basa
Halogen bereaksi dengan basa membentuk senyawa halida yang kemudian mengalami
reaksi disproporsionasi membentuk senyawa oksihalogen. Klorin, bromin, dan iodin dapat
bereaksi dengan basa dan hasilnya tergantung pada temperatur saat reaksi berlangsung. Pada
temperatur 15 , halogen (X2) bereaksi dengan basa membentuk campuran halida (X-) dan
hipohalit (XO-).

Berikut contoh reaksi halogen dengan basa:

1. Fluorin bereaksi dengan basa membentuk oksigen difluorida OF2 dan ion fluoride F-, dengan
reaksi sebagai berikut:
2F2(g) + OH-(aq)  OF2(g) + 2F-(aq) + H2O(l)

2. klorin, bromine, dan iodine bereaksi dengan basa membentuk ion hipohalit OX- dan ion halida
X- dengan reaksi sebagai berikut:
X2(g) + 2OH-(aq)  OX-(aq) + X-(aq) + H2O(l)
Ion OX- yang terbentuk mengalami reaksi disproporsionasi membentuk ion halat XO3-dan ion
halida X-, dengan reaksi sebagai berikut:

3OX-(aq)  XO3-(aq) + 2X-(aq)

Klorin dan basa : ion OCl- yang stabil pada suhu ruang akan terdisproporsionasi menjadi
ClO3- jika dipanaskan, reaksinya adalah sebagai berikut:
Cl2(g) + 2OH-(aq)  OCl-(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)

ClO- yang terbentuk apabila dipanaskan akan terurai menjadi Cl- dan ClO3-.

3OCl-(aq)  ClO3-(aq) + 2Cl-(aq)

Bromine dan basa : ion OBr- terdisproporsionasi dengan cepat pada suhu ruang, reaksinya adalah
sebagai berikut:
Br2(g) + 2OH-(aq)  OBr-(aq) + Br-(aq) + H2O(l)
3OBr-(aq)  BrO3-(aq) + 2Br-(aq)

Iodine dan basa : ion OI- bereaksi sangat cepat, sehingga sulit untuk diamati, reaksinya adalah
sebagai berikut:
I2(g) + 2OH-(aq)  OI-(aq) + I-(aq) + H2O(l)
3OI-(aq)  IO3-(aq) + 2I-(aq)
f. Reaksi dengan Hidrokarbon
Pada umumnya halogen bereaksi dengan hidrokarbon. Reaksi tersebut dikenal dengan
halogenisasi. Kemampuan bereaksi unsur-unsur halogen tidak sama, sesuai dengan daya reduksi
halogen yang berkurang dari fluorin ke iodin. Fluorin bereaksi dahsyat, sedangkan iodin tidak
bereaksi. Reaksi klorin dan bromin dapat berlangsung karena pemanasan atau pengaruh sinar
matahari. Reaksi yang biasa terjadi pada hidrokarbon ialah sebagai berikut:

1. Reaksi Subsitusi (penggantian gugus H)


Contoh :
C2H6 + Cl2  C2H5Cl + HCl(aq)
2. Reaksi adisi (pemecahan ikatan rangkap)
Contoh :
H2C = CH2 + Br2  CH2 - CH2
Br Br
g. Reaksi dengan sesama Halogen
Halogen mempunyai molekul diatomik, maka tidaklah mengherankan jika dapat terjadi
reaksi antar unsur dalam golongan halogen. Reaksi antar halogen ini dapat disamakan dengan
proses redoks, di mana unsur yang lebih reaktif merupakan oksidator, sedangkan unsur yang
kurang reaktif merupakan reduktor. Persamaan reaksi yang terjadi:
Reaksi ini pula disebut dengan istilah reaksi pendesakan, reaksi pendesakkan ini terjadi
jika halogen yang terletak lebih atas dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari
garamnya yang terletak dibawahnya. Berlangsung atau tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari
reaksi pendesakan halogen.

Contoh:
F2 + 2KCl  2KF + Cl2
Br- + Cl2  Br2 + Cl-
- -
Br2 + 2I  Br + I2
Br2 + Cl- 
-
I2 + Br 
3. KEKUATAN OKSIDATOR
Seperti telah diuraukan bahwa daya reduksi halogen dari fluorin ke iodine makin
berkurang. Apabila direaksikan, halogen yang lebih kuat daya reduksinya dapat mengusir atau
mendesak halida yang lebih lemah dari senyawanya.
F2 Dari atas ke bawah daya reduksi halogen berkurang.
Cl2 Halogen yang lebih aktif atau yang berada di atas dapat
Br2 mengusir atau mendesak halida yang berada dibawah
I2 senyawanya.
Fluorin dapat mendesak klorida, bromide, dan iodide. Klorin dapat mendesak bromide
dan iodide. Bromida dapat mendesak iodide. Reaksi sebaliknya tidak berlangsung.
1. F2(g) + 2NaCl(aq)  2NaF(aq)+Cl2(g)
Reaksi tersebut dapat juga ditulis sebagai berikut.
- -
F2(g) + 2Cl (aq)  2F (aq)+Cl2(g)
2. Reaksi sebaliknya
Cl2(g) + F-(aq)  tidak berlangsung
4. SUMBER
Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru pada tahun 1886
Maisson berhasil mengisolasinya. Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif.
Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning mudan dan
bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass, keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin dengan
nyala terang. Adanya komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan
lapisan kehitaman pada gigi.
A. Klor
Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun 1810. Klor
ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2, senyawa dan mineral seperti
kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi
dengan unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lender dan dalam wujud
cahaya dapat membakar kulit.
B. Brom
Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan,
agak mudah menguap pada temperature kamar, uapnya berwarna merah, berbau tidak enak dan
dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan kerongkongan. Bromin mudah larut dalam air dan
CS2 membentuk larutan berwarna merah, bersifat kurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi
lebih reaktif dari iodium.
C. Iodium
Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur nonlogam. Padatan
mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperature biasa membentuk gas
berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukan dalam air laut (air asin) garam
chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3, CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut
dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan hanya satu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam.
Kristal iodin dapat melukai kulit, sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.
D. Astatin
Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth
dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson, K.R. Mackenzie dan E.
Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210) mempunyai waktu paruh 8,3 jam
(terpanjang). Astatin lebih logam disbanding iodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat
membentuk senyawa antar halogen (AtI, AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At
dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil
dideteksi adalah HAt dan CH3At.
5. PEMBUATAN HALOGEN
Halogen dibuat dari senyawa halida yang ada dialam. Caranya adalah dengan
mengoksidasi ion-ion halida. Proses pembuatan halogen tersebut dapat dilakukan dengan
elektrolisis dan reaksi redoks (reduksi-oksidasi), namun tidak dengan cara elektrolisis saja,
banyak cara digunakan dalam proses pembuatan halogen baik dalam lingkup industri maupun
labolatorium.
A. Di Laboratorium
Pembuatan senyawa halogen untuk skala laboratotium bisa dilakukan dengan cara
mengoksidasi senyawa halida dengan MnO2 atau KmnO4 dalam asam (H2SO4pekat).
X- + MnO4 + H+ → X2 + Mn2+ + H2 O
 Cl2 : Mereaksikan suatu halida dengan H2so4 encer dan Mn02
2CL + MnO2 + 4H+  Mn2+ + 2H2O + Cl2
Mereaksikan suatu halide dengan H2SO4 encer dan Mn04
2Mn04+ + 10 Cl- + 16H -  2Mn2+ + 8H2O +5CL2
 Br2 : Mereaksikan suatu halide dengan H2SO4 encer dan MnO2
Mn O2 + 4H+ + 2BR  Mn2+ + 2H2O + Br2
Oksidasi Bronda dengan KHLOR
Cl2 + Br -  2Cl- + Br2
 I2 : Mereaksikan suatu halide dengan H2SO4 dan MnO2
Mn O2 + 4H+ + 2I -  2Mn2 + + 2H2O + I2
Oksidasi iodida dengan gas kalor
Cl2 + I-  2Cl - + I2
B. Skala industri
 Pembuatan fluorin (F2)
Fluorin dibuat dari elektrolisis asam fluorida(HF). Sebagai bahan baku untuk
mendapatkan HF diperoleh dari fluorspar(CaF2) yang direaksikan dengan H2SO4 pekat. HF yang
diperoleh dicampur dengan KHF2 cair(bebas air), ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu
sampai 1000. Wadah untuk reaksi elektrolisis terbuat dari logam monel(campuran Cu dan Ni),
campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2 yang terbentuk akan mengoksidasinya.
Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katoda dan gas F2 di anoda. Wadahnya menjadi katode,
sedangkan anodenya adalah grafit.
Perhatikan Gambar 1.1
Persamaan reaksi elektrolisis HF sebagai berikut.
2HF(aq)  2H+(aq) + 2F-(aq)
katode(-) : 2H+(aq) + 2e-  H2(g)
anode(+) : 2F-(aq)  F2(g) + 2e-
2HF(aq)  H2(g) + F2(g)
 Pembuatan Klorin(Cl2)
Pembuatan klorin dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara reaksi redoks dan
dengan cara elektrolisis.
1) Cara reaksi redoks
Dalam laboratorium, klorin dapat dibuat dengan cara mengoksidasi ion klorida. Sebagai
oksidator dapat digunakan MnO2(batu kawi), KMnO4, K2CrO7, atau CaOCl2.
Contoh:
MnO2(s) + 2H2SO4(aq)+ 2NaCl(s)  Na2SO4(aq)+MnSO4(aq)+2H2O(l)+Cl2(g)
CaOCl2(aq) + H2SO4(aq)  CaSO4(aq) + H2O(l) + Cl2(g)
CaOCl2(aq) + 2HCl(aq)  CaCl2(s) + H2O(l) + Cl2(g)
2KMnO4(s) + 16HCl(aq)  2KCl(aq) + 2MnCl2(aq) + 8H2O(l) + 5Cl2(g)
2) Cara Elektrolisis
Dalam industri, klorin dibuat dengan mengelektrolisis larutan natrium klorida pekat dengan
mengguanakan elektrode inert(tidak ikut bereaksi) dan menggunakan diafragma. Sebagai
elektrode dipakai grafit.
Persamaan reaksi sebagai berikut.
2NaCl(aq)  2Na+(aq) + 2Cl-(aq)
Katode(-): 2H2O(l) + 2e-  H2(g) + 2OH-(aq)
Anode(+): 2Cl-(aq)  Cl2(g) + 2e-
2NaCl(aq) + 2H2O(l0  2Na+(aq) + 2OH-(aq) + Cl2(g) + H2(g)
OH- yang diperoleh bereaksi dengan Na+ membentuk larutan NaOH.
 Pembuatan Bromin (Br2)
Pembuatan Bromin juga dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara reaksi
redoks dan dengan cara elektrolisis.
1) Cara reaksi Redoks
a) Dalam Industri, bromin dapat dibuat dengan cara mengoksidasi ion bromida yang terdapat
dalam air laut dengan klorin. pembuatan gas Br2 sebagai berikut:
 Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara.
 Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki. Setelah terjadi reaksi redoks, gas
Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. Bromin cair berada di
dasar tangki, sedangkan air di atasnya.
 Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi.
Reaksi yang terjadi adalah
Cl2(g) + 2Br-(aq)  Br2(g) + 2Cl-(aq)
Dengan mengalirkan udara kedalam air bromin, brominnya dapat dikeluarkan karena mudah
menguap.

2) Cara elektrolisis
Bromin dapat dibuat dengan cara elektrolisis larutan garam MgBr 2 dengan
menggunakan electrode inert.
Persamaan reaksi elektrolisisnya :
MgBr2(aq) Mg2+(aq) + 2Br-(aq)
Katode (-) : 2 H2O (l) + 2e- H2(g) + 2OH-(aq)
Anode (+) : 2 Br-(aq) Br2(l) + 2e-
MgBr2(aq) + 2H2O(l) Mg2+ (aq) + 2OH-(aq) + Br2(l) + H2 (g)
Mg(OH)2(aq)
 Pembuatan Iodin ( I2 )
Iodin dapat dibuat dengan dua cara, baik di laboratorium ataupun dalam industry. Cara
tersebut adalah dengan cara redoks dan dengan cara elektrolisis.
1) Cara reaksi redoks
a) Secara komersial Iodin dapat dibuat dengan mengoksidasi ion iodide yang terdapat dalam air
laut dengan klorin.
Cl2 (g) + 2 I- (aq) I2 (s) + 2 Cl-(aq)
b) Iodin dapat dibuat dengan mereduksi NaIO3 dengan NaHSO3 dalam suasana asam. Persamaan
reaksinya :
IO3-(aq) + 3 HSO3-(aq)  I-(aq) + 3 H+(aq) + 3 SO42-(aq)
I-(aq) + IO3-(aq) + 6 H+(aq)  I2(s) + 3 H2O (l)
c) Dilaboratorium iodine dibuat dari MnO4 + KI + H2SO4 pekat yang dipanaskan.
Persamaan reaksinya :
2 KI(s) + MnO4 (s) + 2 H2SO4 (l)  K2SO4 (aq) + MnSO4 (aq) + 2H2O(l) +I2(s)
I2 yang terbentuk akan mengkristal pada bagian bawah cawan ( terjadi sublimasi ).
2) Cara elektrolisis
Iodin dapat dibuat dengan cara elektrosis larutan garam pekat NaI dengan menggunakan
electrode inert. Persamaan reaksinya
2 NaI(aq)  2Na+(aq) + 2I-(aq)
Katode (-) : 2 H2O (l) + 2e-  H2(g) + 2 OH-(aq)
Anode (+) : 2I-(aq)  I2(s) + 2e-

2NaI(aq) + 2 H2O (l)  2Na+(aq) + 2 OH-(aq) + I2(s) + H2(g)

6. SENYAWA HALOGEN
Halogen terdapat dialam dalam bentuk senyawa, diantaranya senyawa hidrogen halida
dan asam oksi halogen serta bentuk senyawa garam, yaitu garam halida.
A. Senyawa Hidrogen Halida (HX)
Pada temperatur kamar, senyawa halogen halida berupa gas, tidak berwarna, dan sangat
mudah larut dalam air. Hidrogen halida dalam pelarut aur bersifat asam yang disebut asam
halida. Makin besar perbedaan keelektronegatifan antara hidrogen dengan unsur halogen maka
makin kuat ikatan senyawa tersebut, sehinggga kekuatan asam makin lemah. Mengapa
demikian? Karena semakin kuat ikatan senyawa tersebut, maka makin sulit melepaskan ion
H+. Urutan kekuatan asam halida adalah
HF < HCl < HBr < HI
Jadi, asam yang paling lemah adalah HF dan yang terkuat adalah HI. Sifat fisis dari hidrogen
halida dapat dilihat pada tabel.

Kelarutan
Rumus Massa Titik
Titik dalam 1 Liter
Kimia molekul didih
Lebur Volume Air
HF 20 19,4 -92 -
HCl 36,5 -84 -112 507
HBr 81 -67 -89 610
HI 128 -35 -51 425
Senyawa HF memiliki titik didih tertinggi sebab pada senyawa HF terdapat ikatan hidrogen.
Pembuatan Hidrogen Halida
a. Hidrogen Fluorida (HF)
Hidrogen fluorida dibuat dengan cara reaksikan kalsium fluorida dengan asam sulfat pekat.
Persamaan reaksi sebagai berikut.
CaF2(s) + H2SO4(l)  CaSO4(s) + 2HF(g)
HF tidak dapat disimpan dalam alat yang terbuat dari kaca karena akan bereaksi dengan kaca.
Reaksi HF dengan kaca sebagai berikut.
6HF(g) + SiO2(s)  SiF62-(aq) + 2H3O+(aq)
b. Hidrogen klorida (HCl)
Hidrogen klorida dibuat dengan cara mereaksikan garam dapur dengan asam sulfat pekat
yang dipanaskan. Pada temperatur kamar akan berbentuk gas. Persamaan reaksinya senbagai
berikut.
NaCl(s) + H2SO4(l)  NaHSO4(s) + HCl(g)
NaCl(s) + NaHSO4(s)  Na2SO4(s) + HCl(g)
c. Hidrogen Bromida (HBr)
Untuk memperoleh HBr murni dapat diperoleh dari reaksi fosfor tribromida dengan air.
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
PBr3(s) + 3H2O(l)  H3PO3(aq) + 3HBr(g)
d. Hidrogen Iodida (HI)
Untuk memperoleh HI murni dapat diperoleh dari reaksi fosfor triiodida dengan air. Persamaan
reaksinya sebagai berikut.
PI3(s) + 3H2O(l)  H3PO3(aq) + 3HI(g)
B. Asam Oksi Halogen
Asam oksi halogen terjadi hanya pada halogen yang mempunyai bilangan oksidasi + dan
dapat terjadi dari reaksi oksidasi halogen dengan air. Karena fluorin tidak mempunya bilangan
oksidasi (+), maka fluorin tidak mempunyai asam oksi. Contoh reaksi oksida halogen dengan air.
Cl2O(g) + H2O(l)  2HClO(aq)
Cl2O3(g) + H2O(l)  2HClO2(aq)
Cl2O5(g) + H2O(l)  2HClO3(aq)
Cl2O7(g) + H2O(l)  2HClO4(aq)
Kekuatan asam oksi bertambah dengan bertambahnya oksigen pada asam tersebut.
C. Garam halida
Sifat unsur-unsur halogen yang reaktif menyebabkan halogen tidak terdapat bebas dialam
melainkan terdapat sebagai garam-garam halida yang larut dalam air laut, misalnya natrium
klorida dan natrium iodida. Halogen juga terdapat sebagai garam mineral.
Contoh:
1. Senyawa Fluorspar(CaF2)
2. Senyawa kriolit (Na3AlF6)
3. Senyawa apatit (CaF2.3Ca3(PO4)2)
Garam-garam halida umumnya mudah larut dalam air, kecuali dari kation Ag +, Hg22+, dan
Cu2+, sedangkan garam-garam halida dari Pb2+ seperti PbF2, PbCl2, PbBr2, dan PbI2, sukar larut
dalam air biasa, tetapi dapat larut apabila dipanaskan atau ditambahkan air panas.

7. KEGUNAAN HALOGEN
1. Kegunaan Fluorin
a. Dengan senyawanya digunakan untuk pembuatan uranium
b. Untuk memisahkan U-235 dan U-238 dalam teknologi nuklir dalam proses difusi gas.
c. Fluoro-Kloro-Hidrokarbon (freon 12) sebagai pendingan pada kulkas dan AC
d. Garam Fluorida untuk pasta gigi mencegahkerusakan gigi
e. Asam fluorida, digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapatbereaksi dengan kaca.
Reaksi : CaSiO3 + 8HF → H2SiF6 + CaF2 + 3H2O
f. Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator.
g. Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium.

2. Kegunaan Klorin
a. CaOCl2/( Ca2+ )( Cl- )( ClO- ) sebagai serbuk pengelontang atau kapur klor.
b. Kalsium hipoklorit [Ca(OCl2 )2 ] sebagai zat disenfekton pada air ledeng.
c. Seng klorida (ZnCl2) sebagai bahan pematri (solder).
d. Asam klorida ( HCl ) digunakan pada industri logam. Untuk mengekstrasi logam tersebut.
e. Kalium klorida ( KCl ) sebagai pupuk tanaman.
f. Amoniumklorida ( NH4Cl ) sebagai bahan pengisi batu baterai.

3. Kegunaan Bromin
a. Digunakan dalam pengasapan, bahan anti api
b. Natrium bromide (NaBr)sebagai obat penenang saraf
c. Perak bromide(AgBr)disuspensikan dalam gelatin untuk film fotografi
d. Metil bromide(CH3Br)zat pemadam kebakaran
e. Etilen dibromida(C2H4Br2)ditambahkan pada b
f. ensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2
g. Etilen Bromida sebagai aditif pada bensin bertimbal yaitu untuk mengikat timbal agar tidak
melekat pada piston dan silinder

4. Kegunaan Iodin
a. Digunakan dalam industri obat seperti iodoform (CHI3) untuk antiseptik, tinktur iodin
b. AgI bersama AgBr dalam bidang fotografi untuk menangkap cahaya masuk
c. NaIO3atau NaI dengan campuran garam dapur untuk mencegahgondok dan penurunan
intelegensia
d. Dalam bidang kesehatan, industri kimia, radiologi analisis kimia dll

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,[Link] Unsur dan Radiokimia. Bandung:[Link] ADITYA BAKTI.
Nuryati,Leila. 2000. Kimia Anorganik 1. Bogor: DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN PUSDIKLAT INDAG.
Taufik, [Link] [Link]:DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN Akademi Kimia
Analisis Bogor.
[Link]
Kuswati, Tine Maria. 2007. sains kimia. Jakarta : Bumi Aksara

Diposting oleh Chemistry Adventure di 02.23

Reaksi:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest


5 komentar:

1.

Chemistry Adventure7 Januari 2012 03.24


super sekali infonya...
Balas

2.

Nurlaili Hidayat12 November 2012 13.20

lengkap infonya.
Balas

3.

azizah02@yahoo.com31 Desember 2015 20.19

Very goof
Balas

4.

Dewi Aja11 Mei 2016 21.12

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda
berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini [Link] untuk info
selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan
trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah
registrasi terlebih dahulu. Gratis :)
Balas

5.

Ilhms_1129 Oktober 2017 18.30

Lengkap banget kak,bermanfaat,boleh meminta filenya? Untuk tugas saya kak?


mau saya jadikan ppt.
Balas
Tambahkan komentar
Link ke posting ini

Buat sebuah Link

Posting Lebih BaruBeranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)
Daftar Blog Saya
Mengenai Saya Arsip Blog
 ▼ 2012 (5)
o ▼ Januari (5)
 OKSIGEN
 Unsur
Chemistry Transisi
Adventure  Alkali dan
sukabumi, Alkali Tanah
Jawa
 Unsur
Barat,
logam
Indonesia
Lihat profil  HALOGEN
lengkapku
Bergabung yukk..

aplik sumas arifin. Tema Perjalanan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Anda mungkin juga menyukai