PEMERINTAH KOTA BEKASI
DINAS KESEHATAN KOTA BEKASI
UPTD PUSKESMAS KALIABANG TENGAH
Jl. MAWAR INDAH BLOK A2 NO. 2 BEKASI UTARA, TELP. : 021-88970618
Email: [Link]@[Link], kode pos 17125
PEDOMAN PENYUSUNAN PANDUAN PRAKTIK KLINIK DAN SOP LAYANAN KLINIS
BAB I
PENDAHULUAN
A. DEFINISI
Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Kedokteran adalah pernyataan yang dibuat sistematis
yang didasarkan pada bukti ilmiah untuk membantu dokter dan dokter gigi dalam membuat
keputusan klinis tentang tata laksana penyakit atau kondisi klinis tertentu.
Panduan Praktek Klinis (PPK) adalah dokumen yang dibuat oleh fasilitas kesehatan dengan
mengacu pada PNPK dan/ atau sumber lain. PPK adalah istilah teknis sebagai pengganti Standar
Oprasional (SOP) dalam undang-undang praktik kedokteran yang merupakan istilah administratif.
Jadi secara teknis SOP dibuat berupa PPK yang dapat berupa atau disertai dengan salah satu atau
lebih alur klinis, protokol, prosedur, algoritme, standing order /konsul SBAR (suatu instruksi oleh
dokter kepada perawat atau profesional kesehatan lain untuk melaksanakan tugas pada saat dokter
tidak ada di tempat dan dicatat di rekam medik pasien).
B. TUJUAN
1. Meningkatkan mutu pelayanan pada keadaan klinis dan lingkungan tertentu.
2. Mengurangi jumlah intervensi yang tidak perlu atau berbahaya.
3. Memberikan opsi pengobatan terbaik dengan keuntungan maksimal.
4. Memberikan opsi pengobatan dengan risiko terkecil.
5. Memberikan tatalaksana dengan biaya memadai.
BAB II
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dari PPK seharusnya adalah semua jenis penyakit/ kondisi yang ditemukan di
UPTD Puskesmas Kaliabang Tengah namun pada pelaksanaannya dengan mengedepankan 10 penyakit
tersering yang ada di tiap unit pelayanan tersebut.
BAB III
TATA LAKSANA
A. Penyusunan PPK
PPK dibuat dengan rujukan utama PNPK, namun karena PNPK hanya dibuat untuk sebagian
kecil penyakit/ kondisi klinis maka sebagian PPK dibuat dengan memperhatikan fasilitas setempat
dan merujuk pada:
1. Pustaka mutakhir berupa artikel asli.
2. Systematic review atau meta analisis.
3. PNPK dari negara lain.
4. Buku ajar.
5. Panduan dari organisasi profesi.
6. Petunjuk penatalaksanaan program dari Kemenkes.
.
B. Isi PPK
Pada umumnya PPK berisi butir-butir berikut:
1. Pengertian
2. Anamnesis
3. Pemeriksaan fisik
4. Prosedur diagnostik
5. Pemeriksaan penujang
6. Terapi
7. Edukasi
8. Prognosis
9. Daftar pustaka
C. Perangkat untuk pelaksanaan PPK
Dalam PPK memungkinkan terdapat hal-hal yang memerlukan rincian langkah demi
langkah. Untuk ini, sesuai dengan karakteristik permasalahan serta kebutuhan, dapat dibuat clinical
(alur klinis), algoritme, protokol, prosedur, maupun standing order (SBAR).
D. Penerapan PPK
Panduan Praktek Klinis (PPK) merupakan panduan yang harus diterapkan sesuai dengan
keadaan pasien. Oleh karenanya dikatakan bahwa semua PPK bersifat rekomendasi atau advis. Apa
yang ditulis didalam PPK tidak harus diterapkan pada semua pasien tampak kecuali. Orang yang
paling berwewenang menilai secara komprehensif keadaan pasien adalah dokter yang bertugas,
dialah yang akhirnya menentukan untuk memberikan atau tidak memberikan obat atau prosedur
sesuai yang tertulis dalam PPK. Dalam hal ini tidak melaksanakan apa yang ada dalam PPK, maka
ia harus menuliskan alasannya dengan jelas dalam rekam medis, dan ia harus siap untuk
mempertanggungjawabkannya. Bila ini tidak dilakukan maka dokter tersebut dianggap lalai
melakukan kewajibannya kepada pasien.
E. Revisi PPK
PPK merupakan panduan terkini untuk tata laksanan pasien, karenanya harus selalu
mengikuti kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran. Untuk itu PPK secara priodik perlu dilakukan
revisi, biasanya setiap 2 tahun. Idealnya meskipun tidak ada perbaikan, peninjauan tetap dilakukan
setiap 2 tahun.
BAB IV
DOKUMENTASI
Dokumentasi Panduan Praktik Klinis berupa Standar Operasional Prosedur yang terdapat di tiap
unit pelayanan klinis.