SOP PROGRAM MALARIA
No. Dokumen : SOP-08/UKM-
BA/PKM/2018
[Link] :
SOP Tanggal Terbit : 2018/08 Januari
Halaman :
UPTD
Puskesmas Yevi Rahmawati
Kuta Padang
NIP. 19830522006052003
Layung
1. Pengertian Merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang
disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyerang
eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk
aseksual dalam darah, dengan gejala demam, menggigil,
anemia, dan pembesaran limpa
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan Penyakit Malaria
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas tentang pelayanan
medis.
4. Referensi Permenkes RI nomor 5 tahun 2014, Kemenkes RI.
5. Prosedur/ Uraian Kegiatan Perawat Dokter Penunjang
1. Lakukan Anamnesa
Langkah-
Demam hilang timbul, pada
langkah saat demam hilang disertai 1
dengan menggigil,
berkeringat, dapat disertai
dengan sakit kepala, nyeri
otot dan persendian, nafsu
makan menurun, sakit perut,
mual muntah, dan diare.
Faktor resiko :
a. Riwayat menderita malaria
sebelumnya.
b. Tinggal di daerah yang
endemis malaria.
c. Pernah berkunjung 1-4
minggu di daerah endemic
malaria.
d. Riwayat mendapat
transfusi darah
2. Lakukan Pemeriksaan Fisik
a. Pada periode demam:
Kulit terlihat memerah,
2
teraba panas, suhu
tubuh meningkat dapat
sampai di atas 400C dan
kulit kering, Pasien dapat
terlihat pucat, Nadi
teraba cepat.
b. Pada periode dingin dan
berkeringat
Kulit teraba dingin dan
berkeringat,Nadi teraba
cepat dan lemah,Pada
kondisi tertentu bisa
ditemukan penurunan
kesadaran
Kepala :
Konjungtiva anemis,
sklera ikterik, bibir
sianosis, dan pada
malaria serebral dapat
ditemukan kaku kuduk.
Toraks :
Terlihat pernapasan
cepat.
Abdomen:
Teraba pembesaran
hepar dan limpa, dapat
juga ditemukan asites.
Ginjal :
bisa ditemukan urin
berwarna coklat
kehitaman, oligouri atau
anuria.
Ekstermitas :
akral teraba dingin
merupakan tanda-tanda
menuju syok.
3. Lakukan Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan hapusan 3
darah tebal dan tipis
ditemukan parasit
Plasmodium; atau
Menggunakan Rapid
Diagnostic Test untuk
malaria (RDT).
4. Dilakukan Penegakan
Diagnosis
a. Diagnosis Klinis ditegakkan
berdasarkan anamnesis
4
(Trias Malaria: panas –
menggigil– berkeringat),
pemeriksaan fisik, dan
ditemukannya parasit
plasmodium pada
pemeriksaan mikroskopis
hapusan darah tebal/tipis.
b. Diagnosis Banding: Demam
Dengue, Demam Tifoid,
Leptospirosis, Infeksi virus
akut lainnya
5. Lakukan Rencana
Penatalaksanaan 5
Komprehensif
a. Pengobatan malaria
falsiparum
Lini pertama: dengan Fixed
Dose Combination = FDC
yang terdiri dari
Dihydroartemisinin (DHA) +
Piperakuin (DHP) tiap tablet
mengandung 40 mg
Dihydroartemisinin dan 320
mg Piperakuin. Untuk
dewasa dengan Berat Badan
(BB) sampai dengan 59 kg
diberikan DHP peroral 3
tablet satu kali per hari
selama 3 hari dan Primakuin
2 tablet sekali sehari satu
kali pemberian, sedang
untuk BB >.60 kgdiberikan
4 tablet DHP satu kali sehari
selama 3 hari dan Primaquin
3 tablet sekali sehari satu
kali [Link] DHA =
2-4 mg/kgBB (dosis tunggal),
Piperakuin = 16-32 mg/kgBB
(dosis tunggal), Primakuin =
0,75 mg/kgBB (dosis
tunggal).Pengobatan malaria
falsiparum yang tidak
respon terhadap pengobatan
DHP. Lini kedua: Kina +
Doksisiklin/ Tetrasiklin +
Primakuin. Dosis kina = 10
mg/kgBB/kali (3x/ hari
selama 7 hari), Doksisiklin =
3,5 mg/kgBB per hari (
dewasa, 2x/hr selama7
hari) , 2,2 mg/kgBB/hari (
8-14 tahun,2x/hr selama7
hari), T etrasiklin = 4-5
mg/kgBB/kali (4x/hr selama
7 hari).
b. Pengobatan malaria vivax
dan ovale
Lini pertama:
Dihydroartemisinin (DHA) +
Piperakuin (DHP), diberikan
peroral satu kali per hari
selama 3 hari,p ri m ak u in =
0 ,2 5 mg/kgBB/hari (selama
14 hari). Pengobatan malaria
vivax yang tidak respon
terhadap pengobatan DHP.
Lini kedua: Kina +
Primakuin. Dosis kina = 10
mg/kgBB/kali (3x/hr selama
7 hari), Primakuin = 0,25
mg/kgBB (selama 14 hari).
Pengobatan malaria vivax
yang relaps (kambuh):
1. Diberikan lagi regimen
DHP yang sama tetapi
dosis primakuin
ditingkatkan menjadi 0,5
mg/kgBB/hari.
2. Dugaan relaps pada
malaria vivax adalah
apabila pemberian
Primakiun dosis 0,25
mg/kgBB/hr sudah
diminum selama 14 hari
dan penderita sakit
kembali dengan parasit
positif dalam kurun
waktu 3 minggu sampai 3
bulan setelah pengobatan.
c. Pengobatan malaria
malariae
Cukup diberikan DHP 1 kali
perhari selama 3 hari dengan
dosis sama dengan
pengobatan malaria lainnya
dan dengan dosis sama
dengan pengobatan malaria
lainnya dan tidak diberikan
Primakuin.
d. Pengobatan infeksi
campuran antara malaria
falsiparum dengan malaria
vivax/malaria ovale dengan
DHP. Pada penderita dengan
infeksi campuran diberikan
DHP 1 kali per hariselama 3
hari, serta DHP 1 kali per
hari selama 3 hari serta
Primakuin dosis 0,25
mg/kgBB selama 14 hari.
e. Pengobatan malaria pada ibu
hamil
1. Trimester pertama
diberikan Kina tablet 3x
10mg/ kg BB +
Klindamycin, 10mg/kgBB
selama 7 hari.
2. Trimester kedua dan ketiga
diberikan DHP tablet
selama 3 hari.
6. Pencatatan dokumentasi
dalam rekaman medis
6
6. Unit RAWAT JALAN, UGD, RAWAT INAP,PROGRAMER MALARIA,
terkait LABORATORIUM