0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Ubah Karyawan Jadi Mitra untuk Inovasi

Dokumen tersebut membahas tentang mengubah karyawan menjadi mitra dengan memberikan wewenang dan memperlakukan mereka sebagai individu yang berharga. Ide utama adalah bahwa karyawan yang termotivasi secara internal dan dianggap sebagai mitra akan lebih produktif daripada karyawan yang diperlakukan sebagai abdi. Dokumen tersebut juga memberikan contoh perusahaan seperti Google dan Timpson yang berhasil menerapkan pendek

Diunggah oleh

gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Ubah Karyawan Jadi Mitra untuk Inovasi

Dokumen tersebut membahas tentang mengubah karyawan menjadi mitra dengan memberikan wewenang dan memperlakukan mereka sebagai individu yang berharga. Ide utama adalah bahwa karyawan yang termotivasi secara internal dan dianggap sebagai mitra akan lebih produktif daripada karyawan yang diperlakukan sebagai abdi. Dokumen tersebut juga memberikan contoh perusahaan seperti Google dan Timpson yang berhasil menerapkan pendek

Diunggah oleh

gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 9

UNBOSS STAFF ANDA

UBAH KARYAWAN MENJADI MITRA

KARYAWAN YANG SEMPURNA tidak pernah menolak. Dia tidak pernah


mengeluh, dia mengerjakan saja tugasnya. Jika perusahaan menjalankan program
peluasan keahlian, karyawan sempurna ini tidak memiliki kelas selancar angin di
hawai, dia memiliki sesuatu yang berjalan dengan kebutuhan perusahaan.

Seperti inilah banyak manajer konvensional memandang karyawan yang


sempurna. Kami bahkan berpendapat perusahaan mendapatkan manfaat bila sang
karyawan mempelajari sesuatu yang benar-benar baru daripaada hanya
meningkatkan satu keahlian konvensional.

Bagi kami karyawan yang sempurna adalah mitra, bukan abdi. Passion-nya
terhadap visi perusahaan sama kuatnya dengan passion sang CEO. Tetapi mitra
yang sempurna tentu tidak ada. Sesungguhnya, sebagian besar dari kita
memilikipotensi untuk menjadi karyawan yang sangat berkomitmen. Dalam
sebagian besar perusahaan, pola pikir industri masih mendominasi, dan karyawan
dipandang sebagai factor produksi. Tetapi, karyawan dan pengusaha harus melawan
pemahaman yang begitu berurat akar tentang hubungan mereka ini

Ide mengubah karyawan menjadi mitra ini masuk akal. Pertama, proses
perubahan ini menjadi masalah kesintasan bagi perusahaan yang beroperasi dalam
sebuah dunia yang rumit tempat keberhasilan bergantung pada pemikiran inovatif.

Kedua, orang-orang terbaik tidak menginginkan pekerjaan yang paling menantang


dan menarik. Itulah sebabnya Anda harus meng-Unboss karyawan Anda untuk
membebaskan bakat-bakat organisai.
SELAMAT JALAN ROBOT – SELAMAT TINGGAL MASA SILAM

Dari pernyataan diatas timbul karena alasan sebagai berikut :

Perusahaan konvensional terdiri atas bos dan karyawan. Sang bos


mendefinisikan pekerjaan yang perlu yang dilakukan jika perusahaan ingin
berhasil. Dia mengangkat orang-orang yang menurutnya dapat melakukan
pekerjaan itu, sesuai dengan standar dan deskripsi pekerjaan yang disusun. Sebagai
contoh : sebuah firma hukum yang berspesialisasi dalam hukum perburuhan
menunjuk seorang pengacara yang menurut para partner kuat dalam hal teori dan
akan berhasil di pengadilan, karena masalah-masalah teknis hokum perburuhan
sangat pelik dan karena konflik seringkali berujung tuntutan.

Menjadi pengacar perburuhan yang baik tidak hanya soal benar-benar


mengetahui seluk beluk peraturan dan pandai menyajikannya di pengadilan.

Seorang pengacara yang hanya melihat aspek legal saja mungkin sanggup
memberikan nasihat yang sangat spesifik, tetapi dia akan jauh dari ideal untuk klien
yang memiliki persoalan yang lebih beragam, kecuali jika dia unggul dalam urusan
bekerja dengan pihak-pihak lain yang berjejaring.

“Anda akan melangkah maju dan tumbuh, atau Anda akan menlangkah
mundur dan aman.” Abraham Maslow.

Kita juga harus meng-Unboss sifat hubungan kerja. Kita harus mengubah karyawan
menjadi mitra agar dapat menghasilkan nilai tambah bagi kedua pihak. Untuk
mencapai hal tersebut dapat melakukan hal-hal sebagai berikut ini :

Pertama, perlakukan setiap karyawan sebagai manusia yang memiliki nilai


dan sasarannya sendiri.

Kedua, Berilah wewenang kepaada karyawan yang ada dalam perusahaan


tersebut.
Ketiga, tinggalkan system jenjang bayaran (pay grade) yang kaku. Temukan
cara untuk mengakui kontribusi-kontribusi besar kepada perusahaan yang akan
dianggap adil dan akan mempengaruhi perilaku.

Titik tolak untuk transformasi ini adalah persepsi,anda harus memandang


suatu karyawan tersbut sebagai mitra agar karyawan tersebut serasa mempunyai
tanggungjawab yang dilakukannya.

Pekerjaan berbasis pengetahuan pada hakikatnya adalah tentang menggunakan


energy, kreativitas, dan imajinasi untuk menunaikan tugas-tugas yang sering tidak
didefinisikan dengan jelas sekali. Hakikat mengolah pekerjaan berbasil
pengetahuan adalah memastikan bahwa setiap karyawan tidak hanya memahami
apa yang harus dia capai, tetapi juga mengerti maksud di belakangny.

Pengalaman kami menunjukkan bahwa pekerja berbasis pengetahuan tidak


didorong oleh factor-faktor yang sama seperti pekerja industrial. Dalam era
industri, staff bekerja untuk pemilik. Pekerja berbasis pengetahuan adalah ko-
pemilik organisasi. Motivasi mereka adalah internal, bukan eksternal. Ini berarti
bahwa para karyawan dipandang sebagai individu-individu sebagaimana
kenyataanya

Sumber utama motivasi internal adalah perasaan bahwa pekerjaan mereka


penting, bahwa pekerjaan itu menimbulkan perbedaan besar bagi orang lain. Salah
satu cara untuk mencapai hal ini adalah mengubah pekerjaan Anda.

Anda harus memotivasi dalam beberapa kasus, bahkan dengan sedikit ancaman
setiap karyawan agar melaksanakan lebih banyak tugas daripada yang mahir
mereka lakukan sesuai dengan kualifikasi mereka sebagai bagian dari pekerjaan.

Jumlah karyawan yang mengeluh bahwa sesuatu itu “bukan tugas mereka”
berbanding lurus dengan selemah apa perusahan itu.

Simon Sinek, 6 Januari 2012 [Link]

Organisasi yang kolaboratif mendukung pendekatan jenis ini. Alih-alih satu


hierarki tunggal, kita membutuhkan beberapa dimensi agara dapat memupukk rasa
saling memiliki, tanggungjawab, dan motivasi. Multidimensi berarti lebih banyak
hubungan dan lebih banyak kesempatan bagi individu-individu, termasuk
kesempatan untuk mengerjakan beraneka tugas dan tanggung jawabnya.

Jika suatu karyawan di hadapkan pada 3 dimensi antara lain : profesi,


proyek, danorang. Dia mungkin akan bingung. Siapa yang akan memberitahu apa
yang harus dia lakuka? Siapa yang menyusun prioritas waktunya? Kepad siapa dia
bertanggung jawab? Dan apa yan terjadi jika perintah dari beberapa manajer tidak
bersesuaian? Inilah sebabnya ketiga dimensi tersebut dalam organisasi yang
nirbatas dan Unboss membutuhkan karyawan dari jenis berbeda.

BERI WEWENAG KEPADA KARYAWAN

Seorang manajer yang bagus akan tahu bahwa anda mengubah cara kerja
perusahaan dengan memberi wewenang kepada karyawan anda. Sebagai contoh,
pikirkan Timpson Ltd. Perusahaan ini pada dasarnya adalah bisnis perbaikan sepatu
dan pemotongan kunci, tetapi mereka juga menjual jam tangan, plat nama dan
barang-barang kecil lain. Timpson mempunyai 500 cabang di seluruh inggris.
Perusahaan ini menerapkan satu aturanyang tidak lazim, yaitu semua karyawan
diperbolehkan membelanjakan @500 untuk membuat gembiara pelanggan yang
kecewa. Itu berarti @500 untuk setiap pelanggan yang tidak puas, tanpa batasan
apapun. Satu-satunya syarat adalah bahwa sang karyawan berpendapat uang itu
dibelanjakan dengan baik dan bahwa sang pelanggan akhirnya gembira dengan
layanan tersebut.

Salah satu perusahaan yang paling Unboss di dunia , Google, menghadapi


risiko besar dengan meberdayakan karyawannya demi menggugah motivasi. Yang
luar biasa, setiap anggota staff diizinkan memakai 20% jam kerjanya untuk proyek-
proyek pribadinya.

“Anda tidak akan pernah terlalu berpengalaman untuk berhenti belajar” (


Nasihat manajemen dari bintang”Adapt” John Timpson ) [Link]
Hal terakhir yang anda inginkan dalam perusahaan yang kolaboratif adalah orang-
orang yang egois dan berfikiran sempit.

Triknya adalah bahwa sangat sulit memperlakukan satu karyawan secara tidak adil
bila keputusan diambil bersama oleh semua mentor. Tetapi nilai sesungguhya
proses ini adalah bahwa sang karyawan mendapatkan insentif sangat besar untuk
mengerahkan kemampuan terbaiknya, untuk membantu kolega, dan menghasilkan
sebanyak mungkin nilai bagi perusahaan.

Tabel dibawah ini meringkas perbedaan-perbedaan utama antara karyawan


konvensional yang mempunyai bos dan karyawan dalam organisasi yang Unboss
dan nirbatas.

KARYAWAN KONVESNIONAL KARYAWAN (UNBOSS)


(DENGAN BOSS)
Mengikuti perintah Meminta penjelasan sebelum mengikuti
perintah
Tidak pernah menolak Menolak jika tidak ingin melakukan
Tidak ikut campur dalam divisi-divisi lain Aktif turut serta jika dia dapat memberikan
kontribusi positif
Hanya terfokus pada apa yang benar untuk Trfokus pada apa yang bennar untuk
divisinya perusahaanya
Dimotivasi oleh gaji Termoivasi oleh visi
Terfokus pada kinerja perorangan Terfokus pada kinerja perusahaan
Diabayar menurut kualifikasi, pengalaman Dibayar sesuai dengan kantribusi dan nilai
dan jabatan yang dihasilkan
Setia pada divisi dan profesi Setia pada perusahaan dan visi
Melakukan pekerjaan minimum yang di Mengerahkan kemampuan terbaik
perlukan
LAYAK DIRENUNGKAN

Dipikirkan beberapa karyawan mungkin termasuk anda sendri dalam perusahaan


anda atau organisasi lain yang anda kenal baik.

 Pertimbangkan 2-3 kualifikasi yang mereka miliki yang tidak dimanfaatkan


perusahaan. Bagaimana kualifikasi-kualifikasi ini atau sebagian saja dapat
digunakan oleh organisasi?
 Bagaimana anda dapat menciptakan suatu posisi yang memanfaatkan
keahlian-keahlian ekstra ini?
 Apa yang akan anda lakukan untuk mengubah diri anda dari karyawan
menjadi mitra? Perbedaan apa yang akan ditimbulkan oleh perubahan ini
pada anda sebagai seorang karyawan, dan nilai apa yang akan dapat anda
tambahkan pada perusahaan?

Anda mungkin juga menyukai