0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
138 tayangan30 halaman

Strategi Pemecahan Masalah Matematika

Dokumen tersebut membahas tentang pemecahan masalah matematika. Secara garis besar, dokumen tersebut menjelaskan tentang pengertian pemecahan masalah dan strategi pemecahan masalah serta beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah matematika seperti mempertimbangkan setiap kemungkinan dan menuliskannya secara berurut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
138 tayangan30 halaman

Strategi Pemecahan Masalah Matematika

Dokumen tersebut membahas tentang pemecahan masalah matematika. Secara garis besar, dokumen tersebut menjelaskan tentang pengertian pemecahan masalah dan strategi pemecahan masalah serta beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah matematika seperti mempertimbangkan setiap kemungkinan dan menuliskannya secara berurut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dari tahun ke tahun, pemecahan masalah muncul sebagai salah satu perhatian utama
disemua tingkatan matematika sekolah. The national council of supervisors o fmathematics
(NCSM) menyatakan “belajar menyelesaikan masalah adalah alasan utama untuk
memperlajari matematika” (NCSM, 1997). Tuntutan dalam dokumen-dokumen standards
NCTM (2003) juga telah merekomendasikan pentingnya para siswa mengalami proses
pembelajaran matematika dengan pemecahan masalah. Tuntutan ini dimaksudkan agar siswa
mampu menghadapi perubahan keadaan pada dunia matematika yang selalu berkembang.

Untuk menjawab tuntutan perubahan dunia matematika yang demikian tinggi, maka
guru perlu dikembangkan materi serta proses pembelajaran melalui pemecahan masalah
berupa permasalahan dalam matematika. Hal ini jelas dalam proses pembelajaran
matematika, guru harus mengetahui strategi pemecahan masalah sebelum memberikan
kepada siswa. Oleh karena itu, mau tidak mau permasalahan matematika yang dihadapi siswa
tersebut harus diselesaikan, namun metode atau cara penyelesaiannya tidak diketahui.

Karena metode penyelesaian masalah yang dihadapi tidak diketahui, hal ini
mengakibatkan berbagai kesulitan baik bagi guru yang mengajarkan pemecahan masalah
ataupun bagi siswa yang mempelajarinya. Berbagai kesulitan itu muncul sebagai akibat
pandangan yang keliru, yaitu mencari jawaban sebagai satu-satunya tujuan yang ingin
dicapai. Akibat pandangan yang keliru ini siswa sering kali keliru dalam memilih teknik atau
strategi pemecahan masalah (Suherman, 2003 : 89). Mengingat akan hal tersebut, maka yang
menjadi fokus kajian ini adalah bagaimana strategi pemecahan masalah matematis dan
penerapannya dalam pembelajaran matematika?

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian dari Pemecahan Masalah!
2. Jelaskan pengertian dari Strategi Pemecahan Masalah!
3. Jelaskan mengenai strategi-strategi dalam pemecahan masalah!

1
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk memahami pengertian dari Pemecahan Masalah
2. Untuk memahami pengertian dari Strategi Pemecahan Masalah
3. Untuk memahami tentang strategi-strategi dalam pemecahan masalah

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemecahan Masalah

Problem (dalam matematika) adalah suatu soal atau pernyataan yang menimbulkan
tantangan, yang dalam penentuan penyelesaiannya membutuhkan kreativitas, pengalaman,
pemikiran asli, atau imajinasi (Posamentier dan Stepelman, 2002 : 53). Suatu soal atau
pernyataan dikatakan masalah jika seseorang tidak memiliki aturan tertentu yang segerah
dapat digunakan dalam menentukan penyelesaian dari masalah tersebut (Hudojo, 2003 : 48).
Dalam menyelesaikan suatu permasalahan dibutuhkan kreativitas, kritis, dan pengetahuan
siap dalam suatu situasi yang baru.

Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong siswa untuk
menyelesaikannya akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk
menyelasaikannya. Jika suatu masalah diberikan kepada siswa dan siswa tersebut langsung
mengetahui cara penyelesaiannya dengan benar, maka soal tersebut tidak dapat dikatakan
sebagai masalah (Sitorus, 1990). Di sisi lain menyebutkan bahwa suatu pernyataan atau soal
matematika merupakan suatu problem bergantung masing-masing individu siswa, ini artinya
bagi siswa tertentu suatu pernyataan mungkin merupakan problem sedangkan bagi siswa lain
bukan merupakan problem (Wahyudin, 2006). Sebagai contoh, dapat diperhatikan soal
berikut ini:
Bila pembilang dan penyebut sebuah pecahan masing-masing dikurangi 5, maka
1
pecahan itu menjadi 2, Bila pembilang dan penyebut masing-masing ditambah 1 maka
2
pecahan itu menjadi 3. Berapakah pecahan yang dimaksud?

Soal tersebut akan merupakan problem bagi siswa SMP, jika siswa tersebut belum
pernah menyelesaikan soal semacam itu. Sedangkan bagi siswa yang sudah pernah berhasil
menyelesaikan soal tersebut, maka bukan lagi menjadi problem. Dapat dikatakan suatu
problem itu relatif, bergantung individu yang menghadapinya.

Apakah pemecahan masalah itu? Menurut National Council of Supervisors of


Mathematics (dalam Posamentier dan Stepelman, 2002 : 89) pemecahan masalah adalah
proses penerapan pengetahuan yang sudah didapatkan sebelumnya kepada situasi yang baru

3
dan tidak dikenal. Ini berarti suatu soal akan menjadi problem bagi siswa jika siswa sudah
memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal tersebut, tetapi siswa tidak
mengetahui produser atau cara unutk menyelesaikannya. Contoh soal diatas dapat dijadikan
sebagai soal dalam kegiatan pemecahan masalah di kelas.

B. Strategi Pemecahan Masalah

Kata strategi berasal dari bahasa Yunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of
the general" atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam
pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan.
Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan
kekuatan (ideologi, politik, ekonomi,sosial-budaya dan hankam) untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.

Widjajanti (2009: 3) menyatakan bahwa pemecahan masalah adalah proses yang


digunakan untuk menyelesaikan masalah. Agar proses pemecahan masalah berjalan dengan
baik dibutuhkan suatu strategi pemecahan masalah. Strategi pemecahan masalah menurut
Shadiq (2004: 17) adalah cara yang sering digunakan orang dan sering berhasil pada proses
pemecahan masalah.

Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pemecahan masalah merupakan cara yang
diambil seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui seni dan ilmu.

Membahas tentang pemecahan masalah dalam matematika sukar terlepas dengan


tokoh utamanya yaitu George Polya. Menurut Polya (1983), dalam problem solving terdapat
langkah-langkah yang perlu dilakukan yaitu: (1) memahami masalah, (2) merencanakan suatu
pemecahan, (3) menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana langkah kedua, dan (4)
memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Namun demikian langkah-langkah ini tidaklah
menjamin dapat menyelesaikan suatu masalah, hanya dapat membantu.

Langkah-langkah tersebut, yang merupakan sarana umum yang dapat digunakan


untuk semua jenis pertanyaan atau problem, di dalamnya berisi serangkai tugas, pemikiran,
yang dapat dikombinasikan dinamakan heuristics (Doug, 2007: 1). Selain langkah – langkah
heuristics yang dikemukakan Polya, ada juga langkah - langkah menurut Krulik dan Rudnick

4
(1980) yaitu : (1) read the problem, (2) explore, (3) select strategy, (4) solve, dan (5) look
back .

Jika dicermati langkah-langkah yang dikemukakan Klurik dan Rudnick diatas,


ternyata serupa dengan langkah-langkah yang dikemukakan Polya. Yang tampaknya langkah
merencanakan suatu pemecahan (devising a plan) pada Polya dipecah menjadi dua bagian
dalam Klurik dan Rudnick yaitu menjadi explore dan select strategy. Dari kedua tokoh
tersebut diatas dapat dikatakan langkah yang paling esensial dalam pemecahan masalah
adalah langkah devising a plan (Polya) atau explore dan select strategy (Klurik dan Rudnick).
Diamana dalam langkah ini baik pada Polya maupun pada Klurik dan Rudnick dilakukan
persiapan-persiapan berupa pencarian pola (pattern), guess and check, write equation, draw a
picrure, make a list, simplifying the problem; dan strategi lainnya.

Oleh karena itu berikut ini yang akan dibahas strategi-strategi yang dapat membantu
dalam pemecahan masalah. Adapun strategi-strategi pemecahan masalah diantaranya:

1. Memperhitungkan setiap Kemungkinan

Strategi ini berhubungan dengan pengunaan aturan-aturan yang dibuat sendiri selama
proses pemecahan masalah, sehingga tidak aka nada satu pun alternatif atau kemungkinan
jawaban yang terabaikan atau terlewatkan. Strategi ini dilakukan dengan menuliskan semua
kemungkinan secara berurutan berdasarkan pada syarat-syarat yang diketahui.

Permasalahan :
Sepuluh buah mata uang logam seratus rupiah diletakkan di atas meja. Anda
diijinkan untuk mengambil satu atau dua buah mata uang tersebut setiap satu kali
pengambilan. Dengan berapa banyak cara yang berbeda Anda dapat mengambil semua uang
tersebut?

Penyelesaian :
Pada hal ini seharusnya siswa memiliki banyak cara yang mungkin untuk
pengambilan, guru menyarankan siswa untuk mencari pendekatan lain dalam menghitung
semua cara yang mungkin kemudian memberikan waktu secukupnya bagi individu maupun
kelompok untuk mencari jawaban dan jika perlu guru memberi mereka petunjuk.

5
Guru memberikan contoh sebagai berikut :
Satu mata uang sekali ambil : 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1
Dua mata uang sekali ambil : 2 + 2 + 2 + 2 + 2
Beberapa cara lain yang mungkin : 1 + 2 + 1 + 2 + 1 + 2 + 1
2+2+2+1+2+1
1+1+2+2+1+1+1+1
Anggap bahwa kita mencoba menyelesaikan persoalan yang sama dengan jumlah mata uang
yang lebih sedikit, dan menuliskan jawabannya di dalam tabel.

Banyak mata uang Banyak cara


1 1
2 2
3 3

Satu mata uang : satu cara 1


Dua mata uang : dua cara 1 + 1 atau 2
Tiga mata uang : 1 + 1 + 1 atau 1 + 2 atau 2 + 1
Sampai di sini siswa mungkin tergoda untuk menduga bahwa terdapat 4 cara yang berbeda
untuk mengambil empat buah mata uang logam seratus rupiah. Akan tetapi dengan mendaftar
semua cara yang mungkin ternyata terdapat lima buah kemungkinan untuk pengambilan
empat mata uang :
1+1+1+1 2+2 2+1+1 1+2+1 1+1+2
Penyelidikan lebih lanjut sampai pada kesimpulan untuk sepuluh mata uang logam seratus
rupiah terdapat 89 cara yang berbeda untuk mengambil semua mata uang, dengan satu atau
dua buah mata uang sekali ambil.

2. Strategi Membuat Gambar atau Diagram

Strategi ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung
dalam masalah sehingga hubungan antara komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat
lebih jelas. Pada saat guru mengajarkan strategi ini, hal yang perlu digambar atau dibuat
diagramnya adalah bagian-bagian terpenting diperkirakan mampu memperjelas permasalahan
yang dihadapi.

6
Contoh: Tempatkan bilangan-bilangan 1,2,3,4,5 di dalam lingkaran dengan ketentuan sebagai
berikut: (a). selisih dua bilangan dalam tiap dua lingkaran yang di hubungkan
dengan satu garis ≥ 2 (b). tiap bilangan hanya di gunakan satu kali

3. Strategi Menemukan Pola

Kegiatan matematika yang berkaitan dengan proses menemukan suatu pola dari
sejumlah data yang diberikan, dapat mulai dilakukan melalui sekumpulan gambar atau
bilangan. Kegiatan yang dilakukan antara lain dengan mengobservasi sifat-sifat yang dimiliki
bersama oleh kumpulan gambar atau bilangan yang tersedia. Strategi untuk memecahkan
masalah, pencarian pola yang pada awalnya hanya dilakukan melalui petunjuk yang diberikan
guru, hingga keterampilan itu akan terbentuk dengan sendirinya. Pada saat menghadapi
permasalahan tertentu, salah satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak seseorang
adalah: “adakah pola atau keteraturan tertentu yang mengaitkan tiap data yang diberikan ?”
Hal ini tanpa melalui latihan, sangat sulit bagi seorang guru untuk menyadari bahwa dalam
permasalahan yang dihadapinya terdapat pola yang dapat diungkap.

Stategi ini berkait dengan pencarian keteraturan-keteraturan. Keteraturan yang sudah


diperoleh akan lebih memudahkan untuk menemukan penyelesaian masalahnya. Penggunaan
pola adalah dominan dalam pembelajaran matematika Pola dapat memudahkan kita untuk
merumuskan aturan dan memprediksi hasil. Masalah yang pemecahannya dengan mencari
pola sering membutuhkan pembuatan tabel atau daftar, menggunakan strategi “menebak dan
mengecek”. Beberapa masalah dalam bagian “membuat tabel” dan “menebak dan mengecek”
memerlukan pencarian pola.

Dalam menggunakan strategi mencari sebuah pola, siswa diminta untuk


megidentifikasi sebuah pola gambar atau bilangan. Bila sebuah pola sudah digunakan dalam
pemecahan suatu masalah maka itu akan melibatkan siswa lebih aktif. Pengguanan sebuah
tabel sering digunakan dalam penggunaan strategi mencari sebuah pola. Berikut ini adalah
contoh masalah yang penyelesaiannya menggunakan strategi mencari sebuah pola (Suydam,
1998). Selain itu, dalam penggunaan strategi ini seseorang biasanya mebuat daftar beberapa
contoh-contoh khusus dari masalah dan kemudian melihat apakah sebuah pola muncul
sehingga sebuah solusi diperoleh berdasarkan pola-pola yang muncul tersebut.

7
Contoh masalah :

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyebarkan berita disebuah kota yang
berpenduduk 90.000 orang jika setia orang yang mendengar berita itu menyebarkan kepada
3 orang setiap 3 menit?
Untuk memperjelas permaslahan di atas, kita dapat membuat pola dengan didahului
membuat table seperti cobtoh dibawah ini.
Hubungan banyak orang yang menerima berita dan berita yang diterima

Menit ke- 15 30 45 60 75 ... n


orang 3 6 9 12 15 ... 90.000

4. Strategi Membuat Tabel

Penggunaan tabel merupakan langkah yang sangat efisien untuk melakukan


klasifikasi serta menyusun sejumlah besar data sehingga apabila muncul sebuah pertanyaan
baru berkenaan dengan data tersebut, maka siswa akan dengan mudah menggunakan data
tersebut, sehingga jawaban pertanyaan tadi dapat diselesaikan dengan baik.\
Contoh :
Adik minta uang Rp.25.000 pada ibti. ]ika uang yang dimiKki ibu berupa pecahan
ribuan, iima ribuan, dan sepuluh ribuan, ada bsrapa variasi uang yangdapat diberikan ibu
kepada adik?

Jawab :

Masalah ini dapat diselesaikan dengan membuat table berikut :


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
P 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2
L 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 1 0
R 25 20 15 10 5 0 15 10 5 0 0 5

P = sepuluh ribu
L = lima ribuan
F = ribuan

8
Untuk setiap awal siswa perlu diberikan contoh dulu, jika perlu gunakan uang mainan
dari kertas. Ajarkan siswa mengisikan tabelnya. Jika siswa belum berhasil menuliskan semua
kemungkinan yang ada, tetap berikan penghargaan pada siswa, dan lain waktu soal semacam
ini dapat diulanggi lagi

5. Strategi Membuat Daftar

Sebuah daftar atau kelompok daftar dibuat untuk memelihara tebakan atau
perhitungan yang dipesan dan memastikan semua kemungkinan perhitungan dilibatkan dan
tidak ada data yang dimasukkan secara berulang. Menghitung sering digunakan untuk
menggambarkan hasil akhir. Daftar digunakan sebagai perbandingan atau pola penemuan
untuk menentukan satu atau lebih jawabannya.

Contoh masalah :
1. Buat sebuah daftar
Soal :
a. Ibu memiliki 4 kaleng [Link] kaleng berisi 10 permen,jika permen tersebut
di bagi pada 4 orang [Link] buah permen yang diterima oleh setiap anak?
b. Rahma mmiliki 10 buah kelereng, kemudian aziz membelikan 5 kelereng lagi
buatnya .rahma ingin membagikan kelerengnya pada 4 orang temannya sama
banyak berapa sisa kelereng rahma ?
Jawab :
a. Dik : - 4 kelereng permen yang masing-masingnya berisi 10 permen
-ibu membagikan permen pada 4 orang anak
Ditanya : berapa masing –masing anak mendapatkan permen ?
Penyelesaian :

Buat daftar yang jumlahnya 40


Anak 1 Anak Anak3 Anak Anak 5
2 4
1 2 3 4 30
2 3 4 5 24
3 4 5 6 22

9
4 5 6 7 18
5 4 5 5 21

Dan begitu seterusnya .


Perluasan : jika ada 6 orang anak berapakah permen yang didapat masing – masing
anak tersebut ?

b. Dik : - rahma memiliki 10 kelereng


- kelereng rahma ditambah oleh aziz sebanyak 5 kelereng
- rahma membagikannya kepada 4 orang temannya sama banyak
Dit :berapa sisa kelereng rahma ?
Penyelesaian :
1 2 3 4

3 3 3 3

3 x 4 = 12
Dan sisa nya 3 kelereng
Jadi masing –masing anak mendapatkan 3 kelereng dan kelereng rahma pun
sisa 3
Perluasan : berepakah sisa kelereng rahma jika temannya ada 6 orang ?

6. Strategi Kerja Mundur

Suatu masalah kadang-kadang disajikan dalam suatu cara sehingga yang diketahui itu
sebenarnya merupakan hasil dari proses tertentu, sedangkan komponen yang ditanyakan
merupakan kemponen yang seharusnya muncul lebih awal. Penyelesaian materi seperti ini
biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan strategi mundur.

Contoh masalahnya adalah sebagai berikut.


Jika dua bilangan bulat adalah 12, sedangkan hasil kalinya 45, tentukan kedua
bilangan tersebut.
Ingat: langkah awal menentukan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan
informasi yang diperlukan.

10
Strategi ini merupakan cara penyelesaian yang sangat terkenal sehingga seringkali
muncul dalam soal – soal matematika sederhana di sekolah.

7. Strategi Menggunakan Kalimat Terbuka

Strategi ini juga termasuk sering diberikan dalam soal-soal matematika sederhana di
Sekolah Dasar. Walaupun strategi ini termasuk sering digunakan, akan tetapi pada langkah
awal siswa sering kali mendapat kesulitan untuk menentukan kalimat terbuka yang sesuai.
Untuk sampai pada kalimat yang dicari, seringkali harus melalui penggunaan startegi lain,
dengan maksud agar hubungan antar unsur yang terkandung di dalam masalah dapat dilihat
secara jelas. Setelah itu baru dibuat kalimat terbukanya.

Contoh masalah yang dapat diselesaikan degan menggunakan satrategi kalimat


terbuka:
Dua pertiga dari suatu bilangan adalah 24 dan setengah dari bilangan tersebut adalah
18. Berapakah bilangan tersebut?
Sebuah soal adakalanya sangat sulit untuk diselesaikan karena didalamnya terkandung
permasalahan yang cukup kompleks misalnya menyangkut bilangan yang sangat besar dan
atau berkaitan dengan pola yang cukup kompleks. Untuk menyelesaikan masalah seperti ini,
dapat dilakukan dengan menggunakan analogi melalui penyelesaian masalah yang mirip atau
masalah yang lebih mudah.

8. Strategi Mengubah Sudut Pandang

Strategi ini seringkali digunakan setelah kita gagal untuk menyelesaikan masalah
dengan menggunakan strategi lain. Waktu kita mencoba menyelesaikan masalah, sebenarnya
kita mulai dengan suatu sudut pandang tertentu atau mencoba menggunakan asumsi-asumsi
tertentu. Setelah kita mencoba menggunakan suatu strategi dan ternyata gagal,
kecenderungannya adalah kembali memperhatikan soal dengan menggunakan sudut pandang
yang sama. Jika setelah menggunakan startegi lain ternyata masih tetap menemui kegagalan,
cobalah untuk mengubah sudut pandang dengan memprbaiki asumsi atau memeriksa logika
berpikir yang digunakan sebelumnya. Contoh penggunaan strategi ini dapat dilakukan soal
berikut.

11
Ada berapa segitiga pada gambar berikut ini ?

Gambar 2. Segitiga Kombinasi

Lihatlah dengan lebih teliti, ajaklah siswa untuk melihat bahwa sebenarnya segitiga yang
ada bukan hanya 9 buah segitiga kecil-kecil, tapi masih ada segitiga lain yang mungkin
berukuran lebih besar yang tersembunyi pada gambar tersebut.

9. Strategi menggunakan Analogi/Pengandaian Sederhana

Karena matematika merupakan konsep yang teratur dan memiliki pola yang tetap,
dapat digunakan pengandaian sederhana untuk mengungkapkan konsep yang umum dari
konsep yang khusus atau sebaliknya. Pengandaian dapat mengungkapkan pola khusus
sehingga memungkinkan membuat konsep yang umum.
Contoh masalah:
Suatu pekerjaan dapat diselesaikanoleh 32 pekerja dalam waktu 81 hari. Setelah
dikerjakan 15 hari, pekerjaan itu dihentikan selama 18 hari. Jika kemampuan bekerja
setiap orang sama dan agar pekerjaan tersebut selesai sesuai jadwal semula, maka
banyak pekerja tambahan yang diperlukan adalah….

Alternatif solusi:

Andaikan bahwa banyaknya pekerjaan itu adalah hasil kali banyaknya pekerja dengan
banyaknya waktu yang ada, maka banyaknya pekerjaan adalah
n(Ps) = 32 × 81 = 2592.
Banyaknya pekerjaan selama 15 hari adalah
n(P1) = 32 × 15 = 480.
Karena pekerjaan dihentikan selama18 hari, maka sisa tenggat waktu adalah
81 – 15 – 18 = 81 – (15 + 18) = 81 – 33 = 48 hari

12
sedangkan banyak pekerjaan yang tersisa adalah
2592 – 480 = 2112.
Sehingga jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah
2112 : 48 = 44 orang pekerja.
Jadi pekerja tambahan yang diperlukan adalah selisih jumlah pekerja sebelum dan sesudah
libur, yaitu 44 – 32 = 12 orang.

10. Strategi menggunakan/Mempertimbangkan Kondisi yang Ekstrim

Beberapa masalah yang terjadi terkadang lebih mudah dipahami jika kita
mengasumsikannya dalam kondisi paling ekstrim (jika perlu meniadakan kondisi tersebut).
Misalkan saja suatu hal yang terjadi dianggap berada pada kondisi awal (pada titik nol) atau
bahkan dapat juga dianggap sebagai kondisi yang mustahil. Dengan mengasumsikannya
secara demikian, permasalahan tersebut dapat diselesaikan.
Contoh masalah :
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap 55 km/jam. Sebuah mobil lain tepat
1
berada km di belakangnya. Tepat setelah 1 menit kemudian, mobil kedua menyusulnya.
2

Berapakah kecepatan mobil kedua tersebut?

Alternatif solusi:
Jika kita mengamati masalah tersebut, kita hanya dapat menemukan informasi yang
1
kurang berarti, yaitu bahwa mobil pertama bergerak tetap 55 km/[Link] kedua berapa 2

km dibelakangnya dan setelah 1 menit mobil kedua menyusul mobil pertama. Kita tidak
mungkin menyatakan kecepatan mobil kedua berdasarkan informasi yang diperoleh di atas.
Untuk itu, kita perlu mengasumsikan masalah tersebut dalam kondisi yang [Link]
mobil pertama bergerak tetap (konstan), kita dapat mengasumsikan bahwa mobil itu bergerak
dengan kecepatan 0 km/[Link] informasi kedua dan ketiga, kita dapat menyatakan
1
bahwa mobil kedua mampu bergerak sejauh km dalam waktu 1 menit. Itu artinya bahwa
2
1
kecepatan mobil kedua adalah 2 km/menit atau 30 km/[Link] mobil kedua pastilah 30

km/jam lebih cepat dari mobil pertama sehingga kecepatan mobil kedua adalah 85 km/jam
(30 km/jam + 55 km/jam).

13
11. Strategi melakukan Ujicoba (trial-error)

Beberapa masalah dalam kehidupan sehari-hari dapat diselesaikan dengan melakukan


ujicoba, seperti misalnya membuat warna tertentu dengan menggunakan campuran warna
dasar. Strategi ini mungkin bukan termasuk dalam prosedur matematika, tetapi konsep seperti
ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah tertentu yang penyelesaiannya
membutuhkan waktu yang lama jika diselesaikan secara matematika atau jika
penyelesaiannya menjadi lebih rumit. Ujicoba yang digunakan haruslah menggunakan
pemikiran yang [Link] melakukan ujicoba, jika hasilnya gagal, dapat melalukan ujicoba
lainnya hingga dapat diselesaikan.
Contoh masalah :
Pada saat ujian, Tuti diberikan 20 soal pilihan ganda. Jika Tuti menjawab benar
diberikan skor 5, jika menjawab salah diberikan skor (-2), dan jika tidak menjawab diberikan
skor 0. Jika diketahui skor Tuti adalah 44 dengan beberapa soal yang tidak dijawab,
berapakah banyak soal yang tidak dijawab Tuti?

Alternatif solusi:
Seandainya kita menggunakan konsep matematika, kita dapat mengasumsikan bahwa
ada tiga variabel yaitu soal dijawab dengan benar (x), soal dijawab tetapi salah (y), dan soal
tidak dijawab (z)sehingga dengan menggunakan konsep aljabar diperoleh:
x+y+z =20
5x –2y +0z =44
Bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan tersebut?
Umumnya, untuk menyelesaikan bentuk persamaan linier tiga variabel diperlukan 3
persamaan linier. Karena kita hanya mempunyai 2 persamaan di atas, maka perlu strategi lain
untuk memecahkannya. Lakukan percobaan untuk menentukan hasil-hasilnya sebagai
berikut.
1) Ambil kemungkinan dimana jika jumlah soal benar × 5 menghasilkan skor lebih besar
dari 44, misalkan 10.
2) Tentukan jumlah soal salah × (−2) menghasilkan skor 44.
3) Tentukan banyak soal yang tidak dijawab.

14
Tabel 1. Uji Kemungkinan Jawaban Ujian Tuti
Jumlah Benar Jumlah Salah Tidak dijawab Skor total
×5 × (−2) ×0
10 × 5 = 50 3 × (−2) = −6 20 – (10+3) = 7 44
11 × 5 = 55 ** ** **
12 × 5 = 60 8 × (−2) = −16 20 – (12+8) = 0 44
** ** ** **

Berdasarkan ujicoba tersebut, diketahui bahwa ada dua kemungkinan yang dapat
dijadikan jawabannya, yaitu bahwa soal yang tidak dijawab Tuti ada 7 soal atau tidak ada
satupun soal yang tidak dijawab. Karena pada soal dinyatakan bahwa ada soal yang tidak
dijawab Tuti, maka banyak soal yang tidak dijawab Tuti ada 7 soal.

12. Gunakan Penalaran Langsung (Direct Reasoning)

Kegunaan strategi penalaran langsung ini, biasanya digabung dengan penggunaan


strategi lain dalam menyelesaikan masalah yang bertujuan untuk membuat kesimpulan-
kesimpulan. Dengan demikian penggunaan strategi diawali dengan pertanyaan dari masalah
yang meminta bukti. Pertanyaan yang memuat pernyataan jika …., maka …., dan jika anda
melihat secara implicit masalah-masalah memuat kumpulan dari kondisi-kondisi yang
diketahui. Berikut ini dikemukakan sebuah contoh masalah yang penyelesaiannya
menggunakan strategi gunakan penalaran langsung.
Contoh masalah:
Zaskia mempunyai 1 kelompok koin yang terdiri dari 8 koin yang mempunyai
permukaan yang sama. Ternyata 7 koin sama beratnya dan ada 1 koin lebih berat.
Zaskia juga mempunyai sebuah timbangan yang mempunyai 2 piring kiri dan kanan.
Tentukanlah koin yang kedelapan dengan cara 2 kali menimbang.

Cara Menyelesaikan Masalah


Tentukan yang diketahui
 Apa saja yang dimiliki Zaskia? 8 koin dan sebuah timbangan .
 Apakah semua koin itu sama berat? Tidak, salah satu lebih berat.
 Apa lagi yang kamu ketahui tentang koin-koin yang dimiliki Zaskia? Semua
permukaan koin itu sama.

15
 Apa pertanyaan yang harus kamu njawab? Koin yang manakah yang lebih berat
tersebut?
 Apakah ada persyaratan untuk menetukan 1 koin yang lebih berat tersebut? 2 kali
menimbang.
 Untuk menyelesaikan masalah ini kita akan menggunakan strategi yang dinamakan
strategi “Gunakan penalaran langsung”

Selesaikan Masalahnya
Mari kita baca masalah, adakah isyarat pada masalah? Timbangan mempunyai 2
tangan.
Adakah isyarat yang lain? Hanya 1 koin yang lebih berat.
Jika A berat dari B,maka koin yang lebih berat adalah di A,dan sebaliknya (gambar 1)
Apakah ada lagi isyarat kedua dari masalah? Hanya 2 kali menimbang.
Jika A lebih berat dari B,maka koin yang lebih berat ada pada A,dan sebaliknya.
Jika suda didapatkan pada salah satu timbangan.

1. 2.

A A

B B
Lihat Kembali
Mari kita lihat kembali masalah, dan lihat apakan jawaban sudah sesuai dengan
permintaan masalah. Apakah ketiga isyarat dapat terpenuhi oleh jawaban yang ditemukan?

Perluas masalahnya
Apa jawaban masalah ini jika syarat jawaban ditambah lagi dengan 2 koin yang
berbeda beratnya.

16
13. Strategi mengorganisir Data

Suatu masalah umumnya disertai oleh beberapa informasi penting yang menuntun kita
pada jawaban yang [Link] satu strategi yang dapat kita gunakan adalah
mengorganisir data tersebut, mengolahnya, dan menyatakannya sebagai suatu kesimpulan
yang pasti.
Contoh masalah :
Anto, Budi, dan Doni sama-sama menggemari renang. Anto berenang setiap 4 hari
sekali, Budi berenang setiap 5 hari sekali, dan Doni berenang setiap 7 hari sekali. Jika pada
tanggal 3 Agustus 2015 mereka sama-sama berenang, tanggal berapakah mereka akan sama-
sama berenang kembali?

Alternatif solusi:
Karena Anto berenang setiap 4 hari sekali, Budi berenang setiap 5 hari sekali, dan
Doni berenang setiap 7 hari sekali, maka kita dapat menyatakannya dalam bentuk kelipatan
persekutuan terkecil dari 4, 5, dan 7, yaitu:
Anto = {4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, …, 140, …, 280, …}
Budi = {5, 10, 15, 20, 25, 30, …, 140, …, 280, …}
Doni = {7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, …, 140, …, 280, …}
Karena paling cepat mereka bertemu 140 hari kemudian, dimana bulan Agustus berjumlah 31
hari, bulan September berjumlah 30 hari, bulan Oktober berjumlah 31 hari, bulan Nopember
berjumlah 30 hari, dan Desember berjumlah 31 hari, sehingga totalnya ada 153 hari. Setelah
dikurangi 3 hari, diperoleh bahwa sampai akhir bulan Desember ada 150 hari. Karena paling
cepat mereka bertemu 140 hari kemudian, maka mereka akan bertemu pada tanggal 21
Desember 2015.

14. Strategi menggunakan alasan logis

Terkadang suatu masalah memiliki banyak kemungkinan jawaban. Tidak semua


jawaban tersebut dapat dinyatakan sebagai jawaban karena alasan yang logis. Untuk itu, kita
harus mempertimbangkan kemungkinan jawaban yang ada berdasarkan alasan yang logis
seperti yang telah kita lakukan pada saat menyelesaikan masalah 8 di atas.

17
Permasalahan :
Seorang pedagang menjual jambu dengan harga Rp 15.000/kg. Di dalam tokonya
terdapat 6 dus dan di setiap dus berisi 5 kg jambu. Dua bekas tempat jambu itu masih
bisa dijual lagi dengan harga Rp 2.000/dus. Berapakah uang hasil penjualan seluruh
jambu dan dus tersebut?

Penyelesaian :
a. Apa yang diketahui ?
1. Seorang pedagang jual jambu dengan harga 15.000/kg
2. Terdapat 6 dus dan setiap dus berisi 5 kg jambu.
3. Dua bekas tempat jambu itu masih bisa dijual lagi dengan harga Rp 2.000/dus
b. Ditanyakan ?
Penjualan seluruh jambu dan dus.
c. Rencana strategi : “berpikir logis”
Harga jambu = 15.000/kg
Terdapat 6 dus @ 5 kg
Harga dus = 2000/kg
Harag jambu seluruhnya = 6 x 5 x 15.000 = 450.000
Harag dus seluruhnya = 6 x 2000 = 12.000
Totalnya jika dijumlahkan = 462.000
Jadi , uang hasil penjualan seluruh jambu dan dus tersebut adalah Rp.462.000

15. Cari Rumusnya

Strategi mencari sebuah rumusnya, cocok untuk masalah yang melibatkan pola-pola
bilangan. Strategi ini sering diperluas dan menyaring strategi mencari polanya dan
memberikan informasi yang lebih umum.

Contoh masalah :

1. Harga 3 mangkuk bakso dan 3 gelas es the Rp. 15.000,00 dan 4 mangkuk bakso dan 3
gelas es teh harganya Rp. 19.000,00. Tentukan harga 1 mangkuk bakso dan 1 gelas es
teh?

Jawab :

18
Misal : Harga 1 mangkuk bakso adalah x,

Harga 1 gelas es teh adalah y.

Maka, model matematika system persamaan linearnya:

3x + 3y = 15.000

4x + 3y = 19.000

Model ini dapat diselesaikan dengan cara eliminasi dan substitusi.

Eliminasi y :

3x + 3y = 15.000

4x + 3y = 19.000

-x = - 4000

x = 4000

substitusikan x = 4000 ke persamaan 3x + 3y = 15.000.

3x + 3y = 15.000

3(4000) + 3y = 15.000

12.000 + 3y = 15.000

3y = 15.000 – 12.000

3y = 3000

y = 1000

Jadi, harga 1 mangkuk bakso adalah Rp. 4000,00 dan harga 1 gelas es teh Rp.
1000,00.

19
16. Lakukan simulasi

Dengan terlibat dalam penyelesaian adalah membantu siswa melihat permasalahan.


Keterlibatan mereka tersebut dapat memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang mereka
lakukan. Banyak masalah kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan
menggunakan strategi melakukan tindakan sesuai dengan masalah. Berikut ini sebuah contoh
masalah yang penyelesaiannya dapat dengan menggunakan strategi melakukan tindakan.
Contoh masalah :
Santi menghitung kendaraan yang lewat di depan rumahnya. Dia menemukan pada
pagi itu 7 pengemudi dengan 19 roda roda. Jika kendaraan yang lewar hanya terdiri dari
2 roda dan 3 roda. Berapa banyak kendaraan beroda 2 dan berapa banyak yang beroda
tiga yang lewat?
Penyelesaian:
Tentukan apa yang diketahui
 Apa pertanyaan yang harus anda jawab? Berapa banyak kendaraan beroda 2 dan
berapa banyak yang beroda tiga yang lewat?
 Apa yang diketahui? Terdapat 19 roda yang terdiri dari kendaraan beroda 2 dan
beroda 3
Lakukan simulasi
 Simulasikan dengan menggunakan kendaraan mainan beroda 2 dan beroda 3.
 Hitung sampai jumlah roda genap menjadi 19 roda.
Kemukakan jawaban
Dari simulasi yang telah dilakukan maka ada tiga kemungkinan jumlah kendaraan yang
lewat
1. Lima kendaraan roda 3 dan 2 kendaraan roda 2
2. Tiga kendaraan roda 3 dan 5 kendaraan roda 2
3. Delapan kendaraan roda 2 dan 1 kendaraan roda 3

Dengan melakukan simulasi, masalah menjadi lebih jelas. Hal ini menarik dilakukan
jika masalahnya cukup menantang.``

17. Gunakan Sebuah model

Penggunaan strategi “gunakan sebuah model” bermanfaat dalam pemecahan masalah


geometri atau aplikasi-aplkasinya. Sering kita memperoleh masalah yang untuk

20
memamahami menghendaki suatu benda yang bersifat fisik. Sebuah model yang merupakan
tiruan dari objek-objek untuk menemukan masalah. Model-model dapat berupa dibuat
sesederhana mungkin namun hendaknya selengkap mungkin yakni dari sehelai kertas, dari
kayu, atau dari plastik atau benda tiruan yang dibuat terstruktur dengan hati-hati yang seperti
yang digunakan oleh seorang insinyur. Berikut ini dikemukan sebuah contoh masalah yang
penyelesaiannya menggunakan strategi “gunakan sebuah model”.

Contoh masalah :
Jelaskanlah bangun-bangun ruang yang jika ditusuk akan melalui keseluruhan dari
bangun tersebut.

Penyelesaian
Model yang digunakan adalah sebagai berikut:

Walaupun demikian, masih ada cara menusuk bangun selain yang dikemukakan di
atas.

Penggunaan strategi gunakan model cocok bila: (1) objek-objek yang bersifat fisik
dapat digunakan untuk menyajikan gagasan-gagasan yang sedang dibicarakan, (2) sebuah
gambar yang komplek atau tidak memadai untuk mengadakan pemahaman bagian dalam dari
masalah, dan (3) sebuah masalah yang melibatkan objek-objek 3 dimensi.

18. Gunakan analisis dimensi

Strategi analisis dimensional ini bermanfaat digunakan dalam masalah perubahan


yang melibatkan satuan-satuan pengukuran. Masalah-masalah sehubungan dengan jarak,
waktu, atau masalah yang melibatkan berbagai perbandingan kadang-kadang lebih mudah
dipahami dengan menganalisanya melalui analisis dimensional. Selain itu analisis

21
dimensional memberikan kita kesempatan untuk mencek jawaban kita untuk melihat apakah
kita telah menyatakannya dalam unit-unit yang pengukuran yang benar.

Contoh masalah:
David merencanakan untuk mengendarai sepeda motornya sepanjang lintas Sumatera.
Dia menggambarkan route perjalanannya pada sebuah peta dan panjang route
perjalanannya terebut 115 cm. Skala petanya tersebut adalah 1 cm = 39 km. Sepedamotor
tesebut menghabiskan bahan bakar 1 liter untuk 75 km. Jika harga bahan bakar Rp
4.500,- perliter. Berapa biaya Daved untuk perjalanannya tersebut? (Burger dan
Musse,1992)

Penyelesaian
Tentukan yang diketahui:
Apa yang akan dilakukan David? Akan mengendarai sepeda motor sepanjang Lintas
Sumatera.
Berapa cm panjang rute perjalanan David jika dilihat peta? 115.
Kendaraan apa yang digunakan David? Sepedamotor.
Berapa km dapat ditempuh untuk 1 liter oleh sepedamotor tersebut? 75 km
Berapa harga bahan bakar per liter? Rp 4.500,
Kalau begitu perapa skalanya? Skala peta adalah 1 cm=39 km.
Apa pertanyaan yang harus anda jawab? Berapa biaya perjalanan David untuk
perjalanannya sepanjang lintas Sumatera?

Diketehui: David akan mengendarai sepeda motor sepanjang lintas Sumatera


Panjang jalan yang akan ditempuh = 115 km
Skala pada peta = 1 cm untuk 39 km.
1 liter BB = 75 km.
Harga 1 liter BB = Rp 4.500,-

Ditanya: Biaya perjalanan David untuk perjalanannya sepanjang lintas Sumatera.


Pilih Sebuah Strategi
Dengan semua yang telah anda ketahui tersebut, maka dengan menggunakan strategi
“gunakan analisis dimensi” masalah ini akan dapat diselesaikan dengan jelas.

22
Pecahkan Masalahnya
Analisis dimensi (mengusaikan satu dimensi, satu dimensi)
1. Panjang jalan yang akan ditempu David:
Skala 1 cm : 39 km = 1 : 3.900.000
Kalau 115 cm pada peta,
maka panjang jalan sesungguhnya = 115 x 3.900.000
= 448.500.000 cm
= 4.485 km
2. Banyak bahan bakar dibutuhkan:
1 Liter bahan bakar berguna untukmenepuh 75 km
Dibutuhkan bahan bakar = 4.485 : 75 = 59,8 liter.

3. Biaya dibutuhkan
Harga bahan bakar 1 liter = Rp 4.500,-
Biaya 59,8 liter = 59,8 x 4.500
= Rp 269.100,-
Jadi banyak biaya yang dibutuhkan David untuk perjalanan sepanjang linta
Sumatera= Rp269.100,-

Lihat Kembali
Baca masalah kembali. Lihat apakah informasi yang diberikan, dan pertanyaan utama.
Perbaiki pekerjaan kamu kembali. Apakah jawaban anda mempunyai alasan?
Perluas Jawabanmu
Coba ganti kendaraan yang digunakan seperti pesawat dan transit disuatu tempat,dan
juga menggunakan peta.

19. Identifikasi bagian-bagian dari masalah

Sebuah masalah mungkin saja komplek, sehingga strategi untuk memecahkannya


akan lebih efektif jika dipecah menjadi bagian-bagian dari masalah tersebut. Dengan
demikian, bagian-dari bagian dari suatu masalah yang akhirnya, masalah tersebut dapat
diselesaikan. Hal ini dilakukan karena pemecahan masalah tidak dapat dilakukan sekaligus.

23
Contoh masalah:
Desa K dan M berjarak 14 km. Pada pukul 08.30, Slamet berangkat jalan kaki dari desa K
menuju desa M, dengan kecepatan 4 km/jam. Pada waktu yang bersamaan, Raharja
berangkat dari desa M menuju ke desa K, jalan kaki dengan kecepatan 3 km/jam. Pukul
berapa Slamet dan Raharja akan bertemu di tengah jalan?
Cara menyelesaikan masalah:

Tentukan yang diketahui


Berapa jarak desa K dan M ? 14 km
Berapa kecepatan berjalan Slamet? 4 km/jam.
Berapa kecepatan berjalan Raharja? 3 km/jam.
Berapa panjang terowongan? 9 km.
Bagaimana arah perjalanan mereka? Slamet dan Raharja berlawanan arah.
Apa pertanyaan yang harus kamu jawab pada soal ini? Pukul berapa mereka bertemu di
jalan?

Pilih salah satu strategi


Masalah ini dapat diselesaikan, dengan menyelesaikan bagian-bagian dari masalah,
karena masalah ini tidak dapat diselesaikan secara langsung.

Penyelesaian
Diketahui:
Misalkan jarak tempuh Slamet adalah S1 dan jarak tempuh Raharja S2.
Vslamet = 4 km/jam
Vraharja = 3 km/jam
Jarak desa K ke desa M = 14 km/jam
Ditanya: pukul berapa Slamet dan Raharja bertemu di jalan?
Penyelesaian:
S1 + S2 = 14 km
V1 x t + V2 x t =14 km
4 km/jam t +3 km/jam t = 14 km
7 km/jam t = 14 km
t = 14 km : 7 km/jam
t = 2 jam

24
Jadi mereka akan bertemu setelah masing-masing berjalan selama 2 jam, maka mereka
akan bertemu pada pukul 10.30

20. Gunakan koordinat

Dalam penyelesaian masalah geometri dua dimensi, kita dapat menggunakan kertas
bertitik yang membentuk bersegi di atas sebuah bidang datar yang disebut system koordinat,
yang digunakan untuk mendapatkan informasi tambahan. Informasi yang bersifat angka-
angka ini dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan bagun-
bagun dua dimensi. Sistem koordinat juga dapat digunakan dalam ruang tiga dimensi seperti
bola.

Contoh masalah:
Di dalam kelas, jarak tempat duduk Ani dari dinding kanan 1m, dan 6 m dari dinding
belakang. Tempat duduk Siti di dalam kelas dari dinding kanan 6 m, dari dinding
belakang 4 m. Berapakah jarak tempat duduk Ani dengan tempat duduk Siti di kelas itu?

Penyelesaian:
Petunjuk-petunjuk yang dapat digunakan dalam penggunaan strategi koordinat adalah
sebagai berikut:
1. Sebuah masalah dapat dinyatakan menggunakan 2 variabel.
2. Menemukan penyajian kembali dari garis-garis.
3. Sebuah masalah meliputi garis-garis sejajar, tegak lurus.
4. Lokasi dari bangun terhadap suatu bangun yang penting.
5. Sebuah masalah yang melibatkan peta.

Contoh Penyelesaian masalah yang dikemukakan di atas:


Diketahui:
Jarak tempat duduk Ani dari dinding kanan kelas = 1 m.
dari dinding depan = 6 m.
Jarak tempat duduk Siti dari dinding kanan kelas = 6 m,
dari dinding belakang = 4 m.
Ditanya: Jarak tempat duduk Ani dengan tempat duduk Siti di kelas itu.

25
Penyelesaian: Misalkan letak tempat duduk Ani dan Siti di kelas tersebut seperti gambar di
bawah ini.

.
A. .
.
S. R.
.
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
Pada bidang koordinat terdapat segitiga SRA siku-siku.
Jarak tempat duduk Ani dengan Siti adalah seperti garis SA pada gambar di atas.
SA2 = SR2 + AR2 dengan SR = 6-1 m = 5; dan AR = 6 – 4 m = 2 m
= 25 + 4
= 29
SA = √29 =5,39 m
Jadi jarak tempat duduk Ani dengan tempat duduk Siti = 5,39 m.

21. Gunakan simetri

Berbagai tipe geometri dan simetri dapat terjadi pada masalah matematika. Simetri
geometri melibatkan hubungan timbal balik antara titik-titik yang membuat bangun dan
ukurannya. Sebagai contoh, bila harga-harga bilangan dapat diganti dan namun hasilnya
adalah ekuivalen.

Contoh masalah:
Rumah A dan rumah B dihubungkan dengan kabel TV. Titik yang merupakan
perpindahan adalah titik P yang terletak pada kabel l . Dimana sebaiknya titik P agar
penggunaan kabel sehemat mungkin.

26
.B

.A
l

Cara menyelesaikan.
Tentukan yang diketahui:
Apa yang akan dilakukan? Memasang kabel TV pada dua rumah..
Bagaimana pemasangan kabel yang akan di pasang? Sependek mungkin
Adakah syarat lain dari pemasangan kabel tersbut? Titik perpindahan harus terletak pada
sebuah garis lurus
Apa pertanyaan yang harus dijawab dari masalah tersebut? Dimana letaknya titik P agar
pemakaian kabel sependek mungkin.

Diketahui: Akan dipasang kabel TV untuk 2 rumah A dan B


Titik perpindahan kabel = P
P terletak pada sebuah garis lurus, tidak melalui A dan B.
Ditanya: Dimana letak P pada garis l itu, sehingga penggunaan kabel sehemat mungkin.
Penyelesaian:
Agar kabel dipasang sehemat mungkin, maka titik P terletak pada jarak terpendek atau
garis lurus yang menghubungkan kedua titik itu atau ke titik A dan ke titik B, hal ini
dapat terjadi bila dicari dengan pencerminan.
Misalkan lokasi kedua rumah A dan B serta garis l adalah seperti gambar di bawah ini:
.B

.A
P l

A’

B’

27
Jadi titip P berada pada perpotongan garis AB’ dan A’B, dengan B’ adalah
pencerminan titik B dan A’pencerminan titik A.

28
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Kata strategi berasal dari bahasa Yunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of
the general" atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam
pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan.
Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan
kekuatan (ideologi, politik, ekonomi,sosial-budaya dan hankam) untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pemecahan masalah merupakan cara yang
diambil seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui seni dan ilmu.

Ada beberapa strategi-strategi yang dipakai dalam pemecahan masalah diantarannya:

1. Strategi Act It Out


2. Strategi Membuat Gambar atau Diagram

3. Strategi Menemukan Pola


4. Strategi Membuat Tabel
5. Strategi Membuat Daftar
6. Strategi Kerja Mundur
7. Strategi Menggunakan Kalimat Terbuka

B. Saran

Di dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan.
Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan-masukan yang berupa kritik maupun saran
yang bersifat membangun guna membuat penulisan ini menjadi lebih baik.

29
DAFTAR PUSTAKA

Sunendar, A. (2017). Pembelajaran Matematika dengan Pemecahan Masalah. The Original


Research of Mathematics, 2, 86-93.

Umar, W. (2016). Strategi Pemecahan Masalah Matematis Versi George Polya dan
Penerapannya dalamPembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 1, 59-70.

Syahlan. (2017). Sepuluh Strategi dalam Pemecahan Masalah Matematika. Indonesian


Digital Journal of Mathematics and Education, 4, 358-369.

30

Anda mungkin juga menyukai