SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PERAWATAN KOLOSTOMI
Disusun Oleh :
Febrina Pitasari
NIM. P1337420918054
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI NERS
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PERAWATAN COLOCTOMY
Bidang Study : Keperawatan Anak
Topik : Perawatan Colostomy
Sub topik : Perawatan Colostomy pada Bayi
Sasaran : NY. A Ibu Bayi A dengan bayi colostomy
Tempat : Ruang PBRT
Hari/Tanggal : Senin, 17 September 2017
Waktu : 1 x 20 menit
Penyuluh : Febrina Pitasari
.
1. Tujuan Intruksional
a. Tujuan Instruksional Umum
Pada akhir proses penyuluhan, Ibu dapat mengetahui perawatan
kolostomi.
b. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 20 menit, ibu dapat :
1) Menyebutkan pengertian dari kolostomi
2) Mengerti tujuan perawatan kolostomi
3) Mengetahui masalah kesehatan yang terjadi akibat kolostomi
2. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian kolostomi
b. Masalah kesehatan akibat kolostomi
c. Prinsip diet ostomet
d. Perawatan kolostomi
3. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
4. Media
a. Leafet
c. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Wkt Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
Pendahuluan 3 Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
menit mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan Mendengar –kan
Menyebutkan materi yang akan Memperhati- kan
diberikan
Memperhati- kan
Penyajian 20 Menjelaskan Pengertian kolostomi Mendengarkan dan
menit Menjelaskan jenis-jenis kolostomi memperhati-kan
Menyebutkan masalah kesehatan
akibat kolostomi
Menyebutkan prinsip diet
kolostomi
Menjelaskan perawatan kolostomi
Evaluasi 5 Menanyakan kepada peserta Menjawab pertanyaan
menit tentang materi yang telah
diberikan, dan reinforcement
kepada peserta penyuluhan yang
dapat menjawab pertanyaan
Penutup 2 Mengucapkan terima kasih atas Mendengarkan
menit peran serta perserta
Mengucapkan salam penutup
Menjawab salam
d. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) ibu hadir ditempat penyuluhan
2) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan ruang PBRT RSUP Dr.
Kariadi
3) Kesiapan SAP.
4) Kesiapan media: Leafet
b. Evaluasi Proses
1) Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
2) Ibu tidak meninggalkan tempat penyuluhan
3) Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
c. Evaluasi Hasil
Ibu mengerti bagaimana perawatan Bayi dengan colostomy
MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian Kolostomi
Kolostomi adalah suatu operasi untuk membentuk suatu hubungan buatan
antara colon dengan permukaan kulit pada dinding perut. Hubungan ini dapat
bersifat sementara atau menetap selamanya. (llmu Bedah, Thiodorer Schrock,
MD). Kolostomi merupakan tindakan pembedahan untuk membuka jalan
usus besar ke dinding abdomen anterior (Melville & Baker 2010).
B. Masalah Kesehatan yang Terjadi akibat Kolostomi
Masalah yang banyak terjadi pasca pembuatan kolostomi adalah
1. Iritasi
Biasanya terjadi pada kulit di sekitar stoma pada area kulit
peristomal. Hal ini banyak terjadi pada lansia, oleh karena lapisan epitel
dan lemak subkutan yang semakin tipis karena proses penuaan sehingga
kulit menjadi semakin mudah mengalami iritasi (Smeltzer & Bare, 2002).
2. Infeksi Candida Albicans
Individu yang memiliki stoma memiliki resiko terkena infeksi
Candida albicans yang biasa dikenal sebagai infeksi ragi atau jamur. Hal
ini dikarenakan kulit peristomal memilikikarakteristik hangat, lembap
dan tertutup (oleh kantong kolostomi)dimana lingkungan ini kondusif
terhadap pertumbuhan jamur. Kulityang terkena infeksi ini akan berubah
menjadi kemerahan dan terasa gatal. (Eucomed, 2012)
3. Pengeluaran gas dan bau dari stoma
Pengeluaran gas dan bau pada stoma menjadi masalah pada
ostomate karena berbeda dengan pengeluaran melalui anus,
pengeluarannya melalui stoma tidak dapat dikontrol. Gas yang terdapat
pada saluran pencernaan didapatkan dari beberapa jenis makanan seperti
makanan berpengawet, brokoli, kubis, jagung, timun, bawang, dan lobak.
Gas juga didapatkan dari menelan udara (secara tak sengaja) pada saat
berbicara, makan, merokok dan sebagainya. Oleh karena itu ostomate
dianjurkan untuk mengunyah makanan secara perlahan untuk
meminimalkan udara yang masuk. Bau pada gas atau feses yang
dikeluarkan juga dapat diakibatkan oleh beberapa makananseperti telur,
keju, ikan, bawang, dan kubis (Canada Care Medical, n.d).
4. Konstipasi
Konstipasi dapat terjadi pada ostomate akibat diet yang tidak
seimbang, serta intake makanan berserat ataupun cairan yang kurang
(Gutman, 2011). Apabila ostomate mengalami konstipasi maka perlu
peningkatan asupan makanan berserat seperti gandum, sayur dan buat,
serta asupan cairan. Konsumsi air minimal yang direkomendasikan
adalah 8-10 gelas air per hari, atau 1,5 hingga 2 liter air per hari (dapat
termasuk teh, kopi ataupun jus) (Hampton 2007). Melakukan aktivitas
fisik ringan seperti bersepeda, jogging juga dapat membantu
meningkatkan pergerakan bowel dan mengatasi konstipasi.
5. Diare
Diare umumnya terjadi pada pasien dengan ileostomi namun dapat
terjadi juga pada klien dengan kolostomi. Individu dengan pembuatan
stoma di kolon asenden dan transversal akan mengalami perubahan
konsistensi feses seperti diare, namun hal ini normal karena penyerapan
air pada kolon asenden dan transversal masih minimal. Penatalaksanaan
diare, seperti halnya konstipasi, meliputi manajemen diet. Pada saat diare
terjadi, individu akan beresiko kehilangan banyak kalium, sehingga
butuh asupan makanan mengandung kalium seperti pisang, jeruk, tomat,
ubi, kentang, dan gandum (Canada Care Medical, n.d).
C. Perawatan Kolostomi
1. Pengertian
Mengganti kantong kolostomi dan membersihkan stoma kolostomi,
serta kulit sekitar stoma,secara berkala dan sesuai kebutuhan. Kolostomi
akan mulai berfungsi optimal sekitar 3-6 hari pasca pembedahan
(Smeltzer & Bare, 2002).
2. Prinsip Umum dan Tujuan
Prinsip umum :
a. Ganti kantong kolostomi secara berkala dan sesuai kebutuhan.
b. Bersihkan stoma secara dengan menggunakan NaCL atau air
hangat,lalu keringkan..
c. Perhatikan kondisi stoma dan kulitsekitar stoma setiap
membukakantong kolostomi dan setelah membersihkan stoma.
d. Pastikan lubang kantong kolostomi terpasang pas dengan stoma.
Tujuan :
- Menjaga kebersihan pasien
- Mencegah terjadinya infeksi
- Mencegah iritasi kulit sekitar stoma
- Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya
3. Waktu penggantian kantong kolostomi :
- Kantong kolostomi harus dikosongkan jika sudah ⅓ atau ½ penuh
(Truven Health Analytics Inc.2012).
- Burch (2013) menyatakan mayoritas pasien dengan kolostomi
mengganti kantong kolostominya 3 kali sehari hingga 3 kali
seminggu, dengan rata-rata penggantian kolostomi secara rutin
selama satu hari sekali.
4. Alat – alat
Untuk mengganti kantong kolostomi :
a. Colostomy bag atau cincin tumit
b. Bantalan kapas.
c. Kain berlubang, dan kain persegi empat.
d. Kapas sublimate/kapas basah, NaCl.
e. Kapas kering atau tissue.
f. 1 pasang sarung tangan bersih.
g. Kantong plastic untuk balutan kotor.
h. Baju ruangan / celemek.
i. Zink salep.
j. Perlak dan alasnya.
k. Plester dan gunting.
l. Bila perlu obat desinfektan.
m. Bengkok.
n. Set ganti balut
Untuk Irigasi kolostomi (Burch, 2013).:
a. Kontainer atau wadah air,
b. Tube (selang untuk mengalirkan cairan),
c. Cone dan plastic sleeve plastic sleeve berguna untuk mengalirkan
keluaran feses dan cairan irigasi ke dalam toilet.
5. Langkah – langkah perawatan kolostomi
a. Penggantian kantong kolostomi dimulai dengan :
1) Cuci tangan, keringkan,lalu gunakan sarung tangan. Letakkan
perlak dan alasnya di bagian kanan atau kiri penderita sesuai letak
stoma. Letakkan bengkok di atas perlak dan didekatkan ke tubuh
ostomate.
2) Buka kantong dengan melepaskan perlekatan kantong kolostomi
dengan kulit abdomen secara perlahan sambil sedikit menekan
kulit abdomen yang menempel dengan kantong.
Letakkan colostomy bag kotor dalam bengkok / kantong plastic
untuk sampah yang telah disiapkan.
3) Bersihkan stoma dengan menggunakan kapas yang di basahi
dengan air hangat atau NaCl. Jika ingin menggunakan sabun,
gunakan sabun yang tidak mengandung minyak ataupun parfum
karena dapat mengiritasi (Truven Health Analytics Inc,2012).
Kemudian keringkan kulit sekitar colostomy dengan sangat hati-
hati menggunakan kassa steril.
4) Observasi kulit dan stoma. Stoma yang normal akan terlihat
merah atau pink terang, lembap, tidak mengerut dan tampak
seperti membran mukosa oral, tidak ada sumbatan serta tidak ada
nyeri,dan memiliki produksi feses (Borwell, 2011). Stoma yang
tidak sehat atau mengalami nekrosis ditunjukkan dengan warna
hitam atau biru kehitaman. Permukaan stoma yang tidak sehat
akan tampak kering, terdapat darah yang terus keluar, stoma
menonjol atau masuk ke dalam sebanyak 5 cm, ujung stoma
mengerut, sedikit atau tidak ada produksi feses dan terdapat nyeri
pada area stoma.
5) Oleskan zink salep (tipis-tipis) jika terdapat iritasi pada kulit
sekitar stoma
6) Sesuaikan lubang colostomy dengan stoma colostomy, tempelkan
kantong kolostomi dengan posisi sesuai kebutuhan, masukkan
stoma melalui lubang kantong kolostomi,dan
rekatkan/memasang colostomy bag dengan tepat tanpa udara
didalamnya dengan plester hipoalergenik.
7) Bereskan alat – alat yang telah di pakai, rapihkan kembali
lingkungan sekitar ostomate. Lepas sarung tangan, lalu buang ke
kantong plastik untuk sampah yang telah disiapkan, lalu cuci
tangan.
b. Irigasi Kolostomi. Merupakan suatu cara untuk mengeluarkan feses,
yang dilakukan secara terjadwal dengan memasukkan sejumlah air
dengan suhu yang sama dengan tubuh (hangat) (Putri, 2011).
Pergerakan bowel baiknya dalam keadaan regular dan bebas dari
masalah saat akan dilakukan irigasi kolostomi. Irigasi kolostomi tidak
dapat dilakukan bila pasien mengalami iritasi pada ususnya, prolaps
stoma, hernia peristomal, dan pada stoma yang terdapat pada kolon
asenden dan tranversal (Putri, 2011).
c. Langkah – langkah irigasi kolostomi sebagai berikut (Burch, 2013;
Putri, 2011; Smeltzer & Bare, 2002) :
1) Isi wadah dengan air hangat, tinggikan setinggi bahu (posisi duduk
di toilet).
2) Alirkan cairan irigasi hingga ke ujung selang (membuang udara
yang ada di sepanjang selang)
3) Posisikan kantong stoma (plastic sleeve) ke toilet
4) Olesi pelumas atau pelicin cone (jelly) sebelum masuk kestoma
5) Masukkan cone kedalam stoma dengan perlahan, kemudianalirkan
cairan sebanyak 300-500cc.
6) Untuk hasil yang maksimal, alirkan kembali 500cc-1000cc,tahan
selama 10 detik setelah cairan mengalir.
7) Biarkan feses, cairan dan flatus keluar dari stoma menujutoilet
melalui sleeve selama 10-15 menit.
8) Tutup kantong atau ganti kantong dengan kantong kolostomibiasa
dan bereskan alat.
DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Brunner & Suddarth’s textbook of
medicalsurgical nursing vol.1. (8th Ed). (Waluyo, A., Kariasa, M., Julia,
Kuncara, A., & Asih, Y., Penerjemah). Philadelphia: Lippincott-Raven
Publisher.
Selly, 2009. Asuhan Keperawatan Kolostomi: [Link]
diakses tanggal 16 September jam 07:00 WIB.
[Link]
[Link]
[Link]