TUGAS MATA KULIAH
SPESIFIKASI DAN ESTIMASI BIAYA BANGUNAN
Dosen Pembina : Drs. H. Bambang Djatmiko, ST. MT
PERHITUNGAN
RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN (RAB),
TIME SCHEDULE, CURVA S DAN
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
Proyek: Rumah Tempat Tinggal Lantai II
Perumahan Puri permata tulungagung
Oleh:
Nama: M. Gus Rois Hasan Mubarok
Nim: 140522506747
PROGRAM D3 Teknik Sipil dan Bangunan
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2016
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ................................................................ i
Daftar Isi .......................................................................... ii
BAB I. HARGA BAHAN DAN UPAH KERJA
1.1 . Harga Bahan Bangunan .......................................................... 1
1.2 . Upah Kerja .............................................................................. xx
BAB II. PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
1.1 . Analisa Harga Satuan ............................................................. xx
1.2 . Perhitungan Volume Pekerjaan .............................................. xx
1.3 . Rencana Anggaran Biaya (RAB) ................................... xx
BAB III. MENYUSUN TIME SCHEDULE DAN KURVA S
3.1. Rekapitulasi Biaya ......................................... xx
3.2 .Time Schedule dan Curva S ............................ xx
BAB IV. RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (KRS) ............ xx
BAB V. GAMBAR BANGUNAN
Gambar Bangunan (denah, tampak dst ) …………………………….
xx
Daftar Pustaka
………………………………………………………………….. xx
Keterangan:
A. Format pengetikan (sesuai PPKI UM):
1. Kertas A4, margin: Atas 4 cm, Bawah 2 cm, Kiri 4 cm dan Kanan 2,5 cm,
huruf Time New Roman
2. Sampul kertas manila/ bufalo warna merah
3. Dikumpulkan 1 minggu sebelum UAS
B. Segera mencari gambar bangunan gedung minimal 2 lantai a l:
1. Gambar denah lantai 1, 2 dst
2. Gambar tampak, potongan memanjang dan melintang
3. Gambar kerja/ detail
4. Gambar 3 dimensi
5. RAB, rekapitulasi dana dan time schedule & kuva S
6. RKS ( rencana kerja dan syarat)
7. Mencari harga bahan bangunan dan upah kerja di asal kota/ alamat masing-
masing mahasiswa.
BAB I
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN ANALISIS
SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM
KETENTUAN UMUM
PASAL 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Tulungagung.
2. Bupati adalah Bupati Tulungagung.
3. Analisis Harga Satuan Pekerjaan yang selanjutnya disingkat AHSP adalah
perhitungakebutuhan biaya tenaga krja, bahan dan peralatan untuk mendapatkan
harga satuan atau satu jenis pekerjaan tertentu.
4. Bidang Pekerjaan Umum adalah bidang pekerjaan yang meliputi
kegiatanpekerjaan Sumber Daya Air (bendung, pintu air dan
hidromekanik,terowongan air, bangunan sungai, jaringan irigasi, bangunan lepas
pantai),Bina Marga fialan, jembatan, jalan layang, terowongan jalan, saluran
tepijalan, bahu jalan, trotoar), dan Cipta Karya (bangunan gedung, perumahan
,infrastruktur kawasan permukiman seperti Instalasi Pengolahan Air
Minum(IPAM), sistem perpipaan air minum dan lainJain).
5. Harga Perkiraan Perencana yang selanjutnya disingkat HPP adalahperhitungan
perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional olehperencana yang
digunakan sebagai salah satu acuan dalam melakukanpenawaran suatu pekerjaan
tertentu.
6. Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah
perhitunganperkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional oleh
panitia dandisahkan oleh pejabat pembuat komitmen yang digunakan sebagai
salahsatu acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran. HPS bersifatterbuka
dan tidak rahasia.
7. Harga Satuan Dasar yang selanjutnya disingkat HSD adalah hargakomponen dari
mata pembayaran dalam satuan tertentu, misalnya: bahan(m, m2, m3, kg, tort,
zak, dan lain-lain),
peralatan (unit, jam, hari, dan lain-lain) dan upah tenaga ke{a (iam, hari, bulan,
dan lain-lain).
8. Harga satuan dasar alat adalah besarnya biaya yang dikeluarkan padakomponen
biaya alat yang meliputi biaya pasti dan biaya tidak pasti ataubiaya operasi per
satuan waktu tertentu untuk memproduksi satu satuanpengukuran pekerjaan
tertentu.
9. Harga satuan dasar bahan adalah besarnya biaya yang dikeluarkan padakomponen
bahan untuk memproduksi satu satuan pengukuran pekerjaantertentu.
10. Harga satuan dasar tenaga keg'a adalah besarnya biaya yang dikeluarkanpada
komponen
tenaga kerja per satuan waktu tertentu untuk memproduksisatu satuan pengukuran
pekerjaan tertentu.
11. Mata pembayaran adalah jenis pekerjaan yang secara tegas dinyatakan dalam
dokumen lelang sebagai bagian pekerjaan yang di lelalng yang dapat dinayar oleh
pemilik (owner)
12. Satuan pekerjaan adalah satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang di
nyatakan dalam satuan panjang ,luas,volume dan unit.
13. Overhead adalah biaya yang di perhitungkan sebagai biaya operasional dan
pengeluaran biaya kantor pusat yang bukan dari pengadaan untuk setiap mata
pembayaran, biaya manajemen, akutansi, pelatihan dan auditing, perizinan,
registrasi, biaya iklan, humas dan promosi dan lain sebagainya.
14. Daftar kuantitas dan harga atau Bill of Quantity (BOQ) adalah daftar rincian
kebutuhan bahan pekerjaan yang disusun secara sistematis menurut
kelompok/bagian pekerjaan, di sertai keterangan mengenai voliume dengan harga
setiap jenis pekerjaan dan jumlah seluruh hasil pekerjaan sebagai tota; harga
pekerjaan
1.1 Harga bahan bangunan
2.1.1 Pengertian Harga Bahan Bnagunan
Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau
barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang
atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk
memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya penggunaan
kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai tukar mata uang yang
menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang atau jasa. Dalam ilmu
ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli suatu produk barang atau
jasa sekaligus sebagai variabel yang menentukan komparasi produk atau barang
sejenis
Bahan bangunan adalah setiap bahan yang digunakan untuk tujuan konstruksi.
Banyak bahan alami, seperti tanah liat, pasir, kayu dan batu, bahkan ranting dan daun
telah digunakan untuk membangun bangunan. Selain dari bahan alami, produk buatan
banyak digunakan, dan beberapa lagi kurang sintetik. Industri pembuatan bahan
bangunan didirikan di banyak negara dan penggunaan bahan-bahan tersebut biasanya
dibagi ke dalam perdagangan khusus tertentu, seperti pertukangan, pipa, atap dan
pekerjaan isolasi. Acuan ini berhubungan dengan tempat tinggal manusia dan struktur
termasuk rumah.
Jadi Harga Bahan Bangunan Adalah nila tukar /satuan suatu bahan bangunan
dalam bahan konstruksi yang telah di tentukan dalam setiap daerah masing-masing ,
biasanya ditentukan dengan berbagai macam satuan seperti cm,m2,m3,kg,ljr,bj,bh dll
1.2 Upah
2.1.2 Pengertian Upah
Salah satu faktor produksi yang berpengaruh dalam kegiatan memproduksi
adalah tenaga kerja, dengan mengolah barang mentah menjadi barang jadi
maupun barang setengah jadi menjadi barang jadi atau dikenal dengan proses
produksi sehingga menghasilkan output yang yang diinginkan perusahaan.
Adanya pengorbanan yang dikeluarkan tenaga kerja untuk perusahaan maka
tenaga kerja berhak atas balas jasa yang diberikan perusahaan kepada tenaga
kerja tersebut berupa upah. Sadono Sukirno (2005), membuat perbedaan diantara
dua pengertian upah :
1. Upah Nominal (upah uang) adalah jumlah uang yang diterima para pekerja
dari para pengusaha sebagai pembayaran atas tenaga mental dan fisik para
pekerja yang digunakan dalam proses produksi.
2. Upah Riil adalah tingkat upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan
upah tersebut membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan para pekerja.
Beberapa pendapat ahli tentang pengertian upah dapat dipaparkan sebagai
berikut:
1. Hasibuan (1997), upah adalah balas jasa yang dibayarkan kepada para pekerja
harian dengan berpedoman atas perjanjian yang disepakati membayarnya.
2. Moekijat (1992), menyatakan bahwa upah adalah pembayaran yang diberikan
kepada karyawan produksi dengan dasar lamanya jam kerja.
3. Edwin B. Flippo (dalam As’ad, 2004: 92), “a wage a price for the service
human being”, yang mana artinya adalah upah merupakan harga yang
diberikan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawan atas dasar jasa yang
telah diberikan oleh karyawan.
BAB II.
1.1 Rencana Anggaran Biaya
2.1.1 Pengertian Rencana Anggaran Biaya
Rencana Anggaran Biaya adalah suatu bangunan atau proyek adalah
perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah,serta biaya-
biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek.
Anggaran biaya merupakan harga dari bahan bangunan yang dihitung dengan teliti,
cermat dan memenuhi syarat. Anggaran biaya pada bangunan yang sama akan
berbeda- beda di masing- masing daerah, disebabkan karena perbedaan harga bahan
dan upah tenaga kerja.
3.1.1 Analisa Harga Satuan
Dalam menyusun Anggaran Biaya dapat dilakukan dengan 2 cara berikut :
[Link] BIAYA KASAR
Sebagai Pedoman dalam menyusun anggaran biaya kasar digunakan harga
satuan tiap meter persegi (mk2) luas lantai. Anggaran kasar dipakai sebagai pedoman
terhadap anggaran biaya yang dihitung secara teliti.
Walaupun namanya anggaran biaya kasar, namun harga satuan tiap m2 luas lantai
tidak terlalu jauh berbeda dengan harga yang dihitung secara teliti.
Dibawah ini diberikan sekedar contoh, untuk dapat menggambarkan penyusunan
anggaran biaya kasar yaitu :
Bangunan Induk 10 X 8 = 80 m2 dikalikan harga satuan yaitu Rp Rp 150.000 = Rp
12.000.000
Jadi dapat disimpulkan adalah harga perm2 bangunan induk tsb adalah Rp 12.000.000
perm2 nya
2 .ANGKA BIAYA TELITI
Yang dimaksud anggaran biaya teliti adalah Anggaran Biaya Bangunan atau proyek
yang dihitung dengan teliti dan cermat sesuai dengan ketentuan dan syarat- syarat
penyusunan anggaran biaya. Pada anggaran biaya kasar sebagaimana diuraiakan
terdahulu, harga satuan dihitung berdasarkan harga taksiran setiap luas lantai m2.
Taksiran tsb haruslah berdasarkan harga yang wajar dan tidak terlalu jauh berbeda
dengan harga yang dihitung secara teliti.
Sedangkan penyusunan anggaran biaya yang dihitung secara teliti,didasarkan atau
didukung oleh :
a. Besteks
Gunanya untuk menentukan spesifikasi bahan dan syarat- syarat teknis
b. Gambar bestek
Gunanya untuk menetukan/menghitung besarnya masing- masing volume pekerjaan
c. Harga Satuan pekerjaan
Didapat dari harga satuan bahan dan harga satuan upah berdasarkanperhitungan
analisa BOW
BOW Singkatan dari Bugerlijke Openbare Werken ialah suatu ketentuan dan
ketetapan umum yang ditentukan oleh Dir BOW tanggal 28 Februari 1921 Nomor
5372 A Pada zaman pemerintahan Belanda. Di Zaman sekarang BOW diganti dengan
HSPK, yang tentunya tiap kota maupun kabupaten mengeluarkan HSPK dan setiap
tahun ada pergantian.
1.2.1 Tahapan Perhitungan Rencana Anggaran BIaya Konstruksi
Dalam penyusunan anggaran biaya suatu rancangan bangunan biasanya
dilakukan 2 (dua) tahapan yaitu :
Estimasi Biaya Kasar, yaitu penaksiran biaya secara global dan
menyeluruh yang dilakukan sebelum rancangan bangunan dibuat.
Perhitungan Anggaran Biaya, yaitu penghitungan biaya secara detail
dan terinci dsesuai dengan perencanaan yang ada.
Tahapan Estimasi Biaya
Penaksiran anggaran biaya yang dilakukan adalah melakukan proses
perhitungan volume bangunan yang akan dibuat, harga satuan standar dari tipe
bangunan dan kualitas finishing bangunan yang akan dikerjakan.
Karena taksiran dibuat sebelum dimulainya rancangan bangunan, maka jumlah biaya
yang diperoleh adalah taksiran kasar biaya bukan biaya sebenarnya atau actual,
sebagai contoh:
Jenis bangunan dengan standar bangunan kelas A, maka harga satuan
standarnya adalah @ Rp 1.500.000,-/m2, Luas bangunan 100 m2, maka asumsi biaya
yang dibuat adalah : luas bangunan dikalikan dengan harga satuan standar, yaitu: 100
x @Rp 1.500.000,-/m2 = Rp 150.000.000,-
Tahapan Perhitungan Anggaran Biaya
Perhitungan anggaran terperinci dilakukan dengan cara menghitung volume
dan harga-harga dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan, agar nilai bangunan
dapat dipertanggung jawabkan secara benar dan optimal. Cara penghitungan yang
benar adalah dengan menyusun semua komponen pekerjaan mulai dari tahapan awal
pembangunan (Pekerjaan persiapan) sampai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan
(Pekerjaan Finishing), contoh:
1. Pekerjaan Persiapan terdiri dari: pembersihan lahan, cut and fill, pagar
pengaman, mobilisasi dan demobilisasi.
2. Pekerjaan Sipil, terdiri dari pondasi, sloof, kolom, dinding dan rangka
penutup atap.
3. Pekerjaan finishing, terdiri dari lantai, dinding, plafond dan penutup atap.
4. Pekerjaan Instalasi Mekanikal, Elektrikan dan Plumbing, terdiri dari
jaringan listrik, telepon, tata suara, tata udara, air bersih dan air kotor.
5. Pekerjan luar/halaman, terdiri dari perkerasan jalan, jalan setapak, pagar
halaman dan taman.
Cara penghitungan setiap item pekerjaan tersebut di atas biasanya dibuat
berdasarkan jenis material dan komponen pekerjaan, misal:
1. Komponen beton, cara penghitungannya dilakukan dengan membuat
perhitungan volume secara satuan isi (m3), dikalikan dengan harga satuan per m3
yang disusun berdasarkan analisa penggunaan material per m3 @ Rp m3)
2. Komponen material lantai, dinding dan plafond dilakukan dengan
menghitung luasan area yang ada (m2) dikalikan dengan harga satuan per m2 yang
disusun berdasarkan analisa penggunaan bahan per m2 ( @ Rp/m2)
3. Komponen material pekerjaan finishing seperti tali air, talang air, jaringan
pipa dan pengkabelan dilakukan dengan menghitung panjang bahan yang dipakai
(m1) dikalikan dengan harga satuan material perm1 (@ Rp/m1)
4. Komponen material besar seperti daun pintu, jendela dan peralatan
dilakukan dengan menghitung jumlah material yang dipakai (unit) dikalikan dengan
harga satuan material per-unitnya (@ Rp/unit), bisa juga dengan perhitungan volume
secara detail, yaitu : kusen (m3), daun pintu (m2), kaca (m2), daun jendela (m2),
perlengkapan lainnya (bh). termasuk finishing.
5. Komponen material yang sulit dihitung tetapi harus dikerjaan dilakukan
dengan menentukan status lumpsum (ls), artinya untuk pekerjaan itu nilai besaran
ditentukan berdasarkan cakupan pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan yang
dikekendaki oleh perancang, biasanya komponen ini tidak ada harga satuannya tetapi
langsung menyebutkan nilai total dari komponen pekerjaan tersebut.
6. Usahakanlah untuk menghitung secara detail karena akan lebih akurat dan
cenderung hemat.
Penghitungan anggaran biaya pada umumnya dibuat berdasarkan 5 hal pokok,
yaitu:
1. Taksiran biaya bahan-bahan. Harga bahan-bahan yang dipakai biasanya
harga bahan-bahan di tempat pekerjaan, jadi sudah termasuk biaya transportasi atau
angkutan, biaya bongkar muat.
2. Taksiran biaya pekerja. Biaya pekerja sangat dipengaruhi oleh:
panjangnya jam kerja, keadaan tempat pekerjaan, ketrampilan dan keahlian pekerja
yang bersangkutan terutama dalam hal upah pekerja.
3. Taksiran biaya peralatan. Biaya peralatan yang diperlukan untuk suatu
jenis konstruksi haruslah termasuk didalamnya biaya pembuatan bangunan-bangunan
sementara (bedeng), mesin-mesin, dan alat-alat tangan (tools).
4. Taksiran biaya tak terduga atau overhead cost. Biaya tak terduga biasanya
dibagi menjadi dua jenis, yaitu: biaya tak terduga umum dan biaya tak terduga proyek.
5. Taksiran keuntungan atau profit. Biaya keuntungan untuk pemborong atau
kontraktor dinyatakan dengan prosentase dari jumlah biaya total yang berkisar antara
8-15%.