0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan8 halaman

Manajemen Strategik dan Kepemimpinan Hotel

Dokumen tersebut merupakan makalah tentang manajemen strategik dan kepemimpinan yang ditulis oleh Kadek Upawita Candra Pertiwi untuk mata kuliah Ujian Tengah Semester di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana tahun 2018.

Diunggah oleh

GethaGetuk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan8 halaman

Manajemen Strategik dan Kepemimpinan Hotel

Dokumen tersebut merupakan makalah tentang manajemen strategik dan kepemimpinan yang ditulis oleh Kadek Upawita Candra Pertiwi untuk mata kuliah Ujian Tengah Semester di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana tahun 2018.

Diunggah oleh

GethaGetuk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN STRATEJIK DAN KEPEMIMPINAN

“UJIAN TENGAH SEMESTER”

OLEH

KADEK UPAWITA CANDRA PERTIWI 1707611004

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
1. Jika Anda adalah seorang yang termasuk dalam tim perencanaan strategi organisasi dan
punya wewenang untuk menentukan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Organisasi yang
Anda pimpin, maka sekarang Anda diminta untuk :
a. Menentukan Visi, Misi dan Tujuan yang akan dapat dicapai oleh organisasi yang
Anda Pimpin
b. Mengidentifikasi lima faktor dari lingkungan eksternal dan lima factor dari
lingkungan internal yang bersifat strategis dalam organisasi Anda
c. Menganalisis lingkungan eksternal dan internal dan meringkas hasil analysis Anda
dalam Tabel EFAS dan Tabel IFAS
d. Rumuskanlah alternative strategi organisasi yang akan diambil berdasarkan hasil
analisis analisis

Jawab :

a. Visi, Misi dan Tujuan dari organisasi yang saya pimpin yaitu :
Visi :
Menjadikan hotel “A” sebagai hotel pilihan utama di Bali dan manca negara.
Kami berkomitmen untuk memberikan kualitas properti komersial untuk kepuasan
pelanggan
Misi :
Misi dari Hotel “A” adalah senantiasa bertekad memberikan produk yang bermutu
tinggi guna memenuhi harapan pelanggan melalui pengembangan sumber daya dan
manajemen kelas dunia
Tujuan :
 Memberikan kepuasan pada tingkatan prima melalui pelayanan terbaik
 Mampu merespon segala kebutuhan dan keperluan pengguna layanan atau
pelanggan (customer)
 Peningkatan kualitas tim kerja karyawan
b. Faktor lingkungan eksternal :
 Selalu ramainya kawasan wisata Bali
 Perkembangan teknologi informasi yg mendukung
 Persaingan industri hotel di Bali semakin ketat
 Adanya perang tarif harga yang dilakukan hotel berbintang
 Tingginya perputaran uang karena daerah kawasan perdagangan

Faktor lingkungan internal :


 Terletak di kawasan strategis
 Kurangnya promosi
 Memiliki arsitektur bangunan yang khas
 Lahan parker luas
 Fasilitas hotel yang maksimal
c. Analisis lingkungan eksternal dan internal menggunakan Tabel EFAS dan Tabel
IFAS

Tabel IFAS :
SKOR
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL UTAMA BOBOT PERINGKAT BOBOT
KEKUATAN
Kekuatan
1. Lokasi yang strategis 0.1 4 0.4
1. Dekat dengan bandara
dan area bisnis 0.13 4 0.53
2. Kamar yang direnovasi dengan
tipe minimalis 0.09 4 0.36
3. Kebersihan dan kenyamanan tempat 0.05 4 0.2
4. Hotel bintang empat dengan
fasilitas bintang lima 0.18 3 0.54
Kelemahan
1. Ukuran kamar yang kecil 0.07 1 0.07
2. Terbatasnya ruang pertemuan 0.07 2 0.14
3. Peralatan ruang pertemuan dengan standar
lama 0.06 2 0.12
4. Kawasan macet dalam waktu tertentu 0.02 1 0.02
total 0.77 2.38
Tabel EFAS :

SKOR
FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL UTAMA BOBOT PERINGKAT BOBOT
KEKUATAN
Peluang
1. Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis
dari perusahaan penerbangan 0.04 3 0.12
2. Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis
kegiatan nasional dan internasional 0.08 3 0.24

3. Pencitraan yang baik di dunia internasional 0.04 4 0.16


4. Dua gedung kantor baru yang akan beroperasi
di area berpotensi untuk mendapatkan klien baru
dan peluang bisnis yang baru 0.06 3 0.18
Kelemahan
1. Para pesaing terbanyak yang dihadapi adalah
hotel bintang lima 0.01 3 0.03
2. Pesaing langsung yang merenovasi kamar
mereka dan menambahkan beberapa fasilitas bagi
para tamunya 0.1 3 0.3
3. Kehilangan bisnis dengan pemerintah karena
terlalu tingginya permintaan komisi bagi para
penyelenggara acaranya 0.12 2 0.24
4. Paket meeting yang lebih menarik dan murah
yang ditawarkan oleh para pesaing 0.07 2 0.14
total 0,52 1,41

d. Alternative strategi organisasi yang akan diambil berdasarkan hasil analisis-analisis


adalah strategi penetrasi (penetration strategy) dengan melakukan perbaikan pada
ruangan meeting agar lebih baik dan mampu untuk bersaing dengan hotel lain yang
memiliki ruang meeting lebih bagus serta melaksanakan beberapa promosi yang
menarik lebih banyak konsumen.
2. Gunakan Model Lima Kekuatan Porter untuk menganalisis persaingan dalam industri
pariwisata di Bali
Jawab :
a. Ancaman dari pendatang baru ( threat of new entrants )
Industri pariwisata di Bali seringkali memiliki pendatang baru yang mempunyai
sumber daya dalam jumlah besar dan memiliki kemauan yang kuat untuk
memperoleh pangsa pasar. Seperti semakin banyak nya hotel atau restaurant yang
baru opening dan menawarkan berbagi promosi dengan harga murah yang
menyebabkan biaya bagi pembeli rendah, yang mengakibatkan turunnya penjualan
dan laba bagi perusahaan yang ada dalam industry pariwisata di Bali
b. Ancaman dari produk pengganti ( threat of substitute products )
Travel agent yang berlokasi di Bali akan memiliki produk subtitusi seperti online
booking dimana konsumen dapat membeli tiket pesawat atau hotel via online (melalui
aplikasi atau melalui ATM), online booking tidak memiliki kantor di Bali tetapi
menjalankan bisnis di Bali dan bisa memberikan harga yang lebih murah dikarenakan
tidak membayar pajak seperti halnya perusahaan agen travel sehingga berpengaruh
jumlah pengguna jasa travel.
c. Kekuatan tawar-menawar dari pemasok ( bargaining power of suppliers )
Produsen bahan-bahan makanan untuk restaurant atau hotel yang memilih untuk
membuka restaurannya sendiri, sehingga menjadi ancaman bagi restaurant atau hotel
yang lain, terutama bagi restaurant atau hotel yang dulu membeli bahan-bahan
mkanan dari produsen tersebut.
d. Kekuatan tawar-menawar dari pembeli ( bargaining power of buyers )
Pembeli lebih suka membeli produk dengan harga serendah mungkin. Hal ini
mengakibatkan industri dapat memperoleh pengembalian ( laba ) serendah mungkin.
Pembeli akan menuntut kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik serta
harga yang murah, dimana hal ini mendorong persaingan antar hotel atau beberapa
tempat wisata yang berada di Bali untuk mengikuti keinginan dari pembeli
e. Persaingan kompetitif di antara anggota industri ( rivalry among competitive firms )
Untuk mengatasi persaingan dalam industry pariwisata, karena terlalu banyak nya
hotel-hotel yang berada di Bali maka perusahaan harus meningkatkan kualitas yang
lebih baik lagi, harga lebih terjangkau, melakukan inovasi-inovasi baru terhadap
produknya supaya masyarakat tidak mengalami kejenuhan terhadap produk tersebut

3. Jika Anda adalah seorang manajer dari sebuah hotel yang termasuk kategori hotel melati
dalam situasi persaingan yang semakin ketat, strategi bersaing apa yang cocok untuk
diimplemantasikan agar tetap berkembang. Jelaskan
Jawab :
Jika saya adalah seorang manajer hotel dari sebuah hotel yang termasuk hotel
melati maka strategi yang akan saya pilih adalah strategi defensif, yaitu strategi bertahan
yang bertujuan mengurangi kemungkinan diserang, membelokkan serangan ke arah yang
tidak membahayakan, atau mengurangi intensitasnya. bertujuan mempengaruhi
perhitungan pesaing tentang keuntungan yang dapat diharapkan dari strategi masuk atau
perbaikan posisi, sehingga pesaing berkesimpulan bahwa rencana tindakannya tidak
layak atau condong pada strategi yang tidak berbahaya. Untuk melaksanakan strategi ini,
perusahaan dapat melakukan tiga jenis taktik defensif, yaitu (1) membangun hambatan
struktural, (2) meningkatkan kemungkinan serangan balasan, dan (3) menurunkan
dorongan menyerang.

4. Dalam rangka mencapai daya saing usaha, apa yang harus disiapkan oleh seorang
manajer ?
Jawab :
a. Konsep
Dalam menjalankan bisnis tidak hanya dibutuhkan ide dan usaha keras saja,
diperlukan juga sebuah konsep yang matang. Konsep bisnis yang matang akan
membantu dalam mengenali berbagai potensi dan pangsa pasar yang ingin dituju.
Selain itu konsep bisnis yang matang akan membuat bisnis bisa berjalan lebih
maksimal. Dalam menentukan konsep bisnis, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, misalnya selera pasar, gaya hidup masyarakat, daya beli, sampai
persaingan bisnis.
b. Perencanaan
Konsep bisnis yang matang akan membantu dalam membuat perencanaan
bisnis yang baik. Jika perencanaan bisnis tidak matang, akan sia-sia dan kemungkinan
mengalami kerugian. Dalam perencanaan bisnis yang matang, harus menjabarkan visi
dan misi perusahaan, rencana promosi, rencana pemasaran, rencana keuangan, sampai
dengan menentukan analisis risiko yang mungkin akan dialami dalam bisnis,
termasuk perencanaan untuk menghadapi pesaing.
c. Kenali Pesaing
Mencari tahu siapa pesaing dalam bisnis kita adalah salah satu hal yang
penting dalam menjalankan bisnis. Cari tahu tentang produknya, berapa harganya,
apa kelebihannya, dan sebagainya. Informasi itu sangat bermanfaat untuk
menentukan strategis bisnis yang akan dijalankan.
d. Produk Berkualitas
Menciptakan produk berkualitas merupakan salah satu strategi dalam
menghadapi persaingan bisnis. Ciptakan produk terbaik, produk kita harus memiliki
kelebihan dibanding produk yang sudah ada di pasarang. Dengan memberikan produk
yang berkualitas pelanggan akan menjadi puas. Berikan kualitas yang lebih bagus
dibanding pesaing. Jika usaha makanan, maka berikan rasa yang lebih enak, kualitas
bahan makanan yang lebih baik. Pastikan bahwa kualitas produk kita bagus dan bisa
memuaskan konsumen, sehingga konsumen tidak pindah ke pesaing.
e. Promosi
Aktifitas promosi adalah bagian penting untuk menghadapi pesaing.
Promosikan apa yang menjadi kelebihan produk kita. Promosikan melalui berbagai
media dan lakukan secara konsisten agar produk kita dikenal oleh masyarakat luas.
Buatlah promosi yang lebih gencar dibanding pesaing sehingga konsumen tetap fokus
ke layanan dan produk kita. Pastikan konsumen mengetahui program-program
promosi dari produk kita. Gunakan berbagai media promosi untuk menjangkau
konsumen lebih banyak, misalnya media offline dan media online.
f. Inovasi
Persaingan dengan bisnis yang sejenis seringkali tak dapat dihindari. Namun
sebenarnya persaingan ini bisa membuat kita menjadi lebih kreatif untuk berkreasi.
Dengan persaingan akan membuat kita menjadi lebih inovatif untuk menciptakan
sebuah nilai tambah dalam produk yang dijual.
g. Harga Bersaing
Dalam menghadapi persaingan bisnis, memerikan harga bersaing adalah salah
satu strategi untuk meningkatkan penjualan dan melawan pesaing.
h. Sistem.
Sebuah sistem bisnis yang baik akan membantu agar bisa bertahan lebih lama
dan mendapat keuntungan yang diinginkan. Buat sistem bisnis yang baik. Setelah
pondasi bisnis dirasa kuat, maka lakukan perluasan pasar dengan berbagai sistem
usaha yang diinginkan, misalnya membuka cabang atau franchise.
i. Program Khusus Pelanggan

Buatlah program khusus bagi pelanggan, hal ini penting untuk menjaga
kesetiaan pelanggan. Misal program hadiah bagi pelanggan yang rutin membeli
produk kita, cara lain misalnya dengan berikan harga khusus pelanggan yang memang
rutin membeli produk kita.

j. Evaluasi

Diperlukan juga evaluasi terhadap kelangsungan bisnis. Kita tak bisa begitu
saja tutup mata dalam menjalankan bisnis, sebuah evaluasi terhadap kekurangan dan
nilai lebih dalam berbisnis juga diperlukan untuk semakin memajukan bisnis yang
dijalankan

Anda mungkin juga menyukai