DISTRIBUSI NORMAL
Distribusi normal adalah distribusi dari variabel acak kontinu. Kadang-kadang distribusinormal
disebut juga dengan distribusi Gauss. Distribusi ini merupakan distribusi yang palingpenting dan
paling banyak digunakan di bidang statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal
yang memiliki rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng
(bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.
Fungsi densitas distribusi normal diperoleh dengan persamaan sebagai berikut dimana
π = 3,1416
µ = rata-ratae = 2,7183
σ = simpangan baku
Persamaan di atas bila dihitung dan diplot pada grafik akan terlihat seperti pada Gambar
1berikut.
Gambar 1. kurva distribusi normal umum
Sifat-sifat penting distribusi normal adalah sebagai berikut
:1. Grafiknya selalu berada di atas sumbu x
2. Bentuknya simetris pada x = µ
3. Mempunyai satu buah modus, yaitu pada x = µ
4. Luas grafiknya sama dengan satu unit persegi, dengan rincian
a. Kira-kira 68% luasnya berada di antara daerah µ – σ dan µ + σ
b. Kira-kira 95% luasnya berada di antara daerah µ – 2σ dan µ + 2σ
c. Kira-kira 99% luasnya berada di antara daerah µ – 3σ dan µ + 3σ
5. Kurvanya mempunyai puncak yang tunggal
6. Kedua ujung kurva semakin mendekati sumbu mendatar bila nilai x bergerak menjauhi rata-
rata μ (sumbu mendatar di sebut asimtot dari kurva normal)
7. Seluruh luas kurva normal di atas sumbu mendatar adalah 1
8. Simpangan baku σ menentukan bentuk kurva, semakin kecil σ akan semakin
runcing jugakurvanya .
Jenis-Jenis Distribusi Probabilitas Normal
Distribusi kurva normal dengan m sama dan s berbeda
Distribusi kurva normal dengan m berbeda dan s sama
Distribusi kurva normal dengan m dan s berbeda
Orang lebih banyak menggunakan distribusi normal baku. Kurva distribusi normal baku
diperoleh dari distribusi normal umum dengan cara transformasi nilai x menjadi nilai z, dengan
formula sbb:
Kurva distribusi normal baku disajikan pada Gambar 2 berikut ini
.
Gambar 2. Kurva distribusi normal bakuKurva distribusi normal baku lebih sederhana
dibanding kurva normal umum. Padakurva distribusi normal baku, nilai µ = 0 dan nilai σ=1,
sehingga terlihat lebih menyenangkan. Namun, sifat-sifatnya persis sama dengan sifat-sifat
distribusi normal umum.
Distribusi normal satndar z
Contoh soal:
[Link]
[Link]
[Link]
Contoh Distribusi Normal
Contoh penggunaan tabel Z:
Hitung P (X<1,25)
Penyelesaian: Pada tabel, carilah angka 1,2 pada kolom paling kiri. Selanjutnya, carilah
angka 0,05 pada baris paling atas. Sel para pertemuan kolom dan baris tersebut adalah 0,8944.
Dengan demikian, P (X<1,25) adalah 0,8944.
Contoh kasus menggunakan rumus Z
Rata-rata produktivitas padi di Aceh tahun 2009 adalah 6 ton per ha, dengan simpangan
baku (s) 0,9 ton. Jika luas sawah di Aceh 100.000 ha dan produktivitas padi berdistribusi normal
(data tentatif), tentukan
1. berapa luas sawah yang produktivitasnya lebih dari 8 ton ?
Jawab:
1. Hitung nilai z dari nilai x = 8 ton dengan rumus
2. Hitung luas di bawah kurva normal pada z = 2,22. Caranya buka Tabel Z dan lihat sel
pada perpotongan baris 2,20 dan kolom 0,02. Hasilnya adalah angka 0,98679 dan bila dijadikan
persen menjadi 98,679%. Angka ini menunjukkan bahwa luas di bawah kurva normal baku dari
titik 2,22 ke kiri kurva adalah sebesar 98,679%. Karena luas seluruh di bawah kurva normal
adalah 100%, maka luas dari titik 2,22 ke kanan kurva adalah 100% – 98,679% = 1,321% (arsir
warna hitam pada gambar). Oleh karena itu, luas sawah yang produktivitasnya lebih dari 8 ton
adalah 1,321%, yaitu (1,321/100) x 100.000 ha = 1321 ha.