3.
1 Wireline
Wireline dalam industri minyak dan gas bumi merupakan media untuk mengirimkan atau
mengoperasikan special downhole equipment di dalam sumur migas. Karena menggunakan
wireline sebagai medianya, maka peralatan itu biasa disebut wireline equipment. Wireline dalam
industri migas bisa dikategorikan atas 2 macam, yaitu Slickline dan Electric line.
Slickline, yaitu wireline yang digunakan terutama untuk mengoperasikan wireline
equipment dalam pekerjaan workover atau well intervention, completion, fishing job, gas lift
installation dan sejenisnya dalam sumur minyak dan gas bumi. Diameter paling umum dari
slickline adalah 0,072 ", 0,092", 0,108 "dan 0,125“, dengan minimum rated strength 961 lbs to
3203 lbs dan juga OD wire memudahkan stuffing box mengunci wire tersebut.
Electric wireline (e-line), yaitu wireline yang digunakan dalam pekerjaan formation evaluation,
logging untuk temperature survey, production survey, kualitas semen di belakang casing, perforasi,
memotong tubing atau casing dan sebagainya dalam sumur minyak dan gas bumi.
3.1.1 Slickline Equipment
Berbagai slickline equipment yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
- Jar
Alat yang digunakan untuk menghasilkan kejutan mekanis pada tool string.
- Stem
Stem merupakan salah satu bagian dari toolstring yang berfungsi sebagai pemberat dari
rangkaian toolstring, sehingga toolstring dapat melawan tekanan sumur dan friksi pada
stuffing box saat turun ke dalam sumur.
- Pulling tool
Alat ini digunakan untuk mengangkat komponen kabel yang jatuh ke dalam sumur.
- Gauge Cutter
Untuk membersihkan pasir, scale, parafin dan endapan lain yang terdapat pada dinding
tubing. Memastikan bahwa tubing bersih (tidak ada restriksi) sehingga alat yang akan
digunakan untuk intervensi sumur selanjutnya dapat masuk dan mencapai target
kedalaman.
- Downhole Bailer
Ini adalah alat downhole yang umumnya panjang dan berbentuk tubular yang digunakan
untuk mendapatkan sampel dari padatan downhole yang tidak diinginkan.
- Sample Bailer
Alat yang digunakan untuk mengambil sample pada fluid level dengan menurunkan top
fluid level dan pada kedalaman yang dituju.
- Impression Block (IB)
Mengetahui benda apa yang ada di dalam sumur yang menghalangi alat untuk dapat masuk
kekedalaman tertentu
3.1.2 Bottom Hole Pressure (BHP) Test
Salah satu kegiatan yang menggunakan slickline yakni BHP test. BHP test merupakan
serangkaian pengujian rutin yang dilakukan terhadap sumur yang sudah berproduksi guna
mengetahui tekanan dan temperatur didalam lubang sumur, selain untuk mengetahui
tekanan dan temperatur, dilapangan Bunyu data BHP test dapat digunakan untuk
mengetahui kinerja dari katup gas lift, kandungan fluida didalam lubang sumur, serta
memprediksikan adanya kebocoran casing. Program kerja dari BHP test terbagi menjadi 3
yaitu :
1. FBHP (Flowing Bottom Hole Pressure)
FBHP adalah program pengujian tekanan dasar sumur dimana sumur dibiarkan
mengalir (flowing), biasanya diberlakukan untuk sumur dengan sembur alam dan Gas
lift, metode ini akan memberikan nilai pwf.
2. SBHP (Static Bottom Hole Pressure)
SBHP adalah program pengujian tekanan dasar sumur dimana sumur dalam keadaan
tertutup (static), program pengujian ini dilakukan untuk menentukan nilai dari tekanan
reservoir serta nilai static fluid level.
3. FSBHP/SFBHP
Merupakan kombinasi dari FBHP dan SBHP, untuk FSBHP mula-mula sumur
dibiarkan mengalir dan dilakukan pengujian tekanan (FBHP), setelah selesai sumur
ditutup lalu dilakukan pengujian tekanan dengan metode SBHP. Sedangkan untuk
SFBHP hanyalah kebalikan dari FSBHP.
Adapun komponen-komponen dari peralatan BHP test adalah sebagai berikut :
a) Truck
Berfungsi sebagai control room, tempat dudukan drum, serta media mobilisasi dari
peralatan BHP test
b) Drum
Berfungsi sebagai tempat menggulung slight line
c) Slickline
Sebuah kabel yang berfungsi sebagai penghubung antara peralatan bawah permukaan
dengan peralatan di permukaan
d) Tension meter
Peralatan yang berfungsi untuk menghitung tegangan pada slickline
e) Lubricator
Lubricator adalah peralatan permukaan yang digunakan untuk memberikan jalan masuk
bagi peralatan BHP test kedalam lubang sumur melalui well head, dengan adanya
lubricator fluida sumur tidak akan tumpah keluar dari wellhead ketika peralatan BHP test
dimasukan.
f) Sinker
Sebuah besi yang digunakan untuk melakukan pengecekan keadaan sumur
g) Electronic Memory Recorder (EMR)
Peralatan bawah permukaan yang berfungsi untuk mengukur nilai dari tekanan serta
temperatur didalam lubang sumur.