KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
PA/KPA : SURYA YULIAWAN. ST. MM
PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU
DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN
PERTANAHAN
PPK : ERICK ADY NOVENDRA. ST. MT
JASA KONSULTANSI
PENYUSUNAN DOKUMEN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)
TA. 2017
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN DOKUMEN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)
I. LATAR BELAKANG
Undang-undang No. 22 dan No. 25 Tahun 1999 mengenai otonomi daerah saat
ini menjadi salah satu paradigma yang cukup penting dalam konsep pembangunan
di Indonesia. Konsep otonomi tersebut besar sekali pengaruhnya terhadap
manajemen pembangunan serta penataan ruang pada khususnya. Dengan adanya
konsep otonomi tersebut, peran permerintah daerah khususnya pemerintah
kabupaten dan kota menjadi sangat besar. Oleh sebab itu pemerintah pusat perlu
mereposisikan fungsi dan peranannya di daerah, khususnya dalam pengembangan
wilayah.
Kabupaten Mamuju dengan visi Gerakan Membangun Mamuju Menuju
Masyarakat Maju dan Mandiri (Gebang Mamuju) mengalami perkembangan yang
sangat pesat dibanding beberapa tahun yang lalu, baik pertumbuhan
penduduknya maupun sarana dan prasarana perkotaan yang dimilikinya.
Salah satu keberhasilan pembangunan kota dan atau kabupaten adalah
tersedianya sarana dan prasarana Ruang terbuka Hijau untuk kegiatan sehari –
hari masyarakat, untuk menjadi mamuju sebagai kota yang ramah terhadap
masyarakat, pemerintah segera merespon dengan menyusun masterplan untuk
pembangunan ruang terbuka hijau dimana hal ini untuk memperindah wajah kota
mamuju sebagai ibukota provinsi. Selain berperan dalam menunjang kelancaran
kegiatan aktivitas masyarakat juga akan menunjang perkembangan fisik didaerah
tersebut.
Mengingat betapa pentingnya penyusunan ruang terbuka hiju ini, sehingga
diperlukan ketepatan pemilihan lokasi dalam perencanaannya, hal tersebut sangat
penting guna menujang efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran
yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Menyusun Dokumen Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai pedoman dan
skenario pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan di bidang
perumahan dan permukiman khususnya dalam penataan RTH.
b. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai suatu alat untuk mewujudkan
keterpaduan prasarana dan sarana untuk mendukung kebijakan
pengembangan Ruang terbuka hijau. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai
melalui pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk melakukan proses penyusunan
Ruang terbuka hijau termasuk identifikasi penataan keterpaduan prasarana
dan sarana khususnya penataan ruang terbuka hijau sebagai suatu dokumen
yang mengikat pihak-pihak terkait.
III. TARGET/SASARAN
1. terdokumentasikannya data dan informasi kinerja pihak-pihak terkait dalam
proses penyusunan, penggunaan serta pemantauan RTH, serta persoalan-
persoalan yang menyangkut pelaksanaan teknis penyusunan RTH.
2. tersusunnya analisis masalah-masalah yang memerlukan penguatan agar
praktek penyusunan RTH.
3. tersusunnya dokumen yang dilengkapi dengan rekomendasi dan masukan
teknis dalam rangka pelaksanaan kebijakan teknis penyusunan RTH dan
keterpaduan prasarana kawasan di bidang pengembangan kawasan
perumahan dan permukiman.
4. teridentifikasinya masalah ruang terbuka hijau (existing dan prediksi) serta
terindikasinya perkiraan arah perkembangan ruang terbuka hijau;
5. terintegrasinya berbagai rencana pembangunan dan peningkatan kawasan
ruang terbuka hijau berikut pengembangan prasarana dan sarana
penunjangnya
IV. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA
Pengadaan Barang dan jasa ini di laksanakan oleh DInas Perumahan Rakyat,
Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
V. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
a. Biaya.
1. Jumlah biaya untuk penyusunan dokumen RTH adalah sebesar Rp.
200.000.000- (Dua Ratus Juta Rupiah Rupiah) merupakan biaya yang pasti
dan tetap (lumsump fixed price).
2. Jumlah biaya pekerjaan tersebut di atas sudah termasuk segala
pengeluaran beserta pajak-pajak, bea materai dan biaya-biaya lainnya yang
harus dibayarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
b. Sumber Dana
Sumber dana seluruh pekerjaan perencanaan dibebankan pada DIPA / DPA
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan tahun
Anggaran 2017 ,dan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ).
VI. RUANG LINGKUP,LOKASI PEKERJAAN
a. Ruang Lingkup kegiatan :
Penyusunan Dokumen RTH ini meliputi Lingkup di wilayah Administrasi
Pemerintahan Kabupaten Mamuju.
b. Lokasi Pekerjaan :
Perencanaan Dokumen RTH ini harus mengindetifikasi dan menganalisa
kebutuhan Ruang terbuka Hijau Di 11 ibukota kecamatan dan memberikan
sarana dan masukan nantinya dalam penyempurnaan dokumen tersebut.
VII. PRODUK YANG DIHASILKAN
Keluaran utama (output) yang dihasilkan dari pekerjaan Penyusunan dokumen
ruang terbuka hijau ini adalah berupa Naskah Akademis RTH yang siap
digunakan sebagai dasar acuan dalam penyelenggaraan pembangunan dan
pengembangan ruang terbuka hijau di kabupaten mamuju, yang secara umum
berupa laporan-laporan sebagai berikut :
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Antara
3. Laporan Draft Akhir
4. Laporan Akhir
5. Laporan Ringkasan Eksekutif
6. Album Peta A0
7. Album Peta A3
8. Laporan FGD
9. Laporan Konsultasi Publik
10. Laporan GIS (CD - File Digital GIS)
11. Laporan Naskah Akademis
Adapun Produk keluaran yang diinginkan dalam pekerjaan ini adalah
diharapkan dapat memberikan : Rencana kerja dan Syarat, Rencana Anggaran
Biaya, biaya konstruksi, Gambar Perencanaan dalam Ukuran A3, Bill Of
Quantity (BOQ), Soft Copy hasil perencanaan (DVD).
VIII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini adalah 180 Hari
Kalender
IX. TENAGA AHLI YANG DI BUTUHKAN
Dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Dokumen Ruang terbuka hijau (RTH)
dibutuhkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi pada bidangnya yang untuk
melaksanakan pekerjaan ini adalah tenaga ahli yang memiliki Sertifikat
Keahlian yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi dan diregistrasi oleh Lembaga
Pengembangan Jasa Konstruksi, terkecuali tenaga ahli yang belum memiliki
asosiasi keahlian, dengan rincian tenaga ahli sebagai berikut :
1) Ketua Tim = 1 Orang Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata
Dua (S2) Jurusan Teknik Planologi/ Perencanaan Wilayah Dan Kota/ Teknik
Arsitektur lulusan universitas negeri atau universitas swasta yang telah
disamakan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang
perencanaan dan/atau perancangan tata ruang dan ruang terbuka hijau
sekurang kurangnya 7 (tujuh) tahun atau Sarjana Teknik Strata Satu (S1)
Jurusan Teknik Planologi/ Perencanaan Wilayah Dan Kota lulusan universitas
negeri atau universitas swasta yang telah disamakan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan di bidang perencanaan dan/atau perancangan tata
ruang sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. Sebagai Ketua Tim, tugas
utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim
kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai selesai.
2) Ahli landscape =1 Orang Ahli landscape disyaratkan seorang Sarjana Teknik
Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Arsitektur lulusan universitas negeri atau
universitas swasta yang telah disamakan berpengalaman dalam pelaksanaan
pekerjaan di bidang perencanaan Landscape sekurangkurangnya 8 (delapan)
tahun.
3) Ahli Prasarana Dan Sarana = 1 Orang Ahli Prasarana Dan Sarana disyaratkan
seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Planologi/ Perencanaan
Wilayah Dan Kota/ Teknik Sipil lulusan universitas negeri atau universitas
swasta yang telah disamakan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di
bidang perencanaan dan/atau perancangan prasarana dan sarana (fasilitas dan
utilitas) perkotaan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun.
4) Ahli Lingkungan = 1 Orang Ahli Lingkungan disyaratkan seorang Sarjana
Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Lingkungan lulusan universitas negeri
atau universitas swasta yang telah disamakan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan di bidang perencanaan dan/atau perancangan
lingkungan perkotaan dalam tata ruang sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun.
5) Ahli Pemetaan/Ahli GIS = 1 Orang Ahli Pemetaan/Ahli GIS disyaratkan
seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Geodesi lulusan
universitas negeri atau universitas swasta yang telah disamakan
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang perencanaan dan/atau
perancangan GIS kawasan perkotaan dalam tata ruang sekurang-kurangnya 6
(enam) tahun.
6) Ahli Manajemen Sistem Informasi = 1 Orang Ahli Manajemen Sistem
Informasi disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Sistem
Informasi/ Ilmu Komputer lulusan universitas negeri atau universitas swasta
yang telah disamakan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang
sistem informasi proyek/ program tata kota sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun.
7) Tenaga Ahli Ekonomi Perkotaan = 1 Orang Ahli Ekonomi Perkotaan
disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Ekonomi lulusan
universitas negeri atau universitas swasta yang telah disamakan
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang perencanaan ekonomi
kawasan perkotaan dalam tata ruang sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun.
8) Ahli Kelembagaan = 1 Orang Ahli Kelembagaan disyaratkan seorang Sarjana
Strata Satu (S1) Jurusan Hukum/ FISIP/ Manajemen Kelembagaan Transportasi
lulusan universitas negeri atau universitas swasta yang telah disamakan
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang kelembagaan di
kawasan perkotaan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun.
9) Ahli Studi Pembangunan = 1 Orang Ahli Studi Pembangunan disyaratkan
seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Studi Pembangunan lulusan
universitas negeri atau universitas swasta yang telah disamakan
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang kelembagaan dan
pemberdayaan masyarakat di kawasan perkotaan sekurang-kurangnya 6
(enam) tahun.
10) Ahli Pemberdayaan Masyarakat = 1 Orang Ahli Pemberdayaan Masyarakat
disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Sosial/ FISIP/ Teknik
lulusan universitas negeri atau universitas swasta yang telah disamakan
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang pemberdayaan
masyarakat di kawasan perkotaan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. Selain
tenaga ahli profesional yang mutlak harus dipenuhi sesuai dengan disiplin
ilmunya, untuk kelancaran dan ketertiban serta optimalnya pelaksanan
pekerjaan, perlu didukung tenaga pendukung sesuai dengan keahliannya
dengan tingkat disiplin ilmu yang dapat melaksanakan tugas sesuai
kedudukannya. Tenaga pendukung yang akan diperlukan dalam pekerjaan ini
adalah sebagai berikut:
a) Sekretaris / Administrator/ Operator Komputer Sekretaris / Administrator/
Operator Komputer disyaratkan seorang Sarjana Muda Diploma Dua/ Tiga
(S0/D2/D3) Jurusan Sekretaris lulusan universitas negeri atau universitas
swasta yang telah disamakan.
b) Drafter/ Operator GIS Drafter/ Operator GIS disyaratkan seorang Sarjana
Muda Diploma Dua/ Tiga (S0/D2/D3) Jurusan Teknik Informatika/ Sipil/
Arsitektur lulusan universitas negeri atau universitas swasta yang telah
disamakan. c) Surveyor Surveyor disyaratkan seorang Sarjana Muda Diploma
Dua/ Tiga (S0/D2/D3) Jurusan Teknik Sipil/ Arsitektur lulusan universitas negeri
atau universitas swasta yang telah disamakan.
X. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Secara garis besar, Dokumen Perencanaan Ruang terbuka hijau terdiri dari
beberapa tahapan, yakni:
A. TAHAP I
Sosialisasi Awal dan Pendataan Tahapan ini terdiri dari rangkaian kegiatan
berikut:
1. Persiapan
2. Pengumpulan Data Dan Informasi
3. Analisa
4. Perumusan Pilihan Strategi
B. TAHAP II
Penyusunan dan Pemantapan dokumen ruang terbuka hijau Dalam tahap
ini, hasil penyusunan RTH pada tahap sebelumnya diperinci dan
dimantapkan secara substansial. Tahapan ini juga merupakan proses
sosialisasi dan uji terap terhadap naskah RTH, dan terdiri dari kegiatan-
kegiatan berikut:
1. Pendetilan Rancangan
2. Penyiapan Perangkat Pelaksanaan
3. Penyepakatan
C. TAHAP III
Evaluasi dan Pelaporan Tahapan ini terdiri dari kegiatan supervisi,
pemantauan, serta evaluasi akhir, dengan rincian sebagai berikut:
1. Supervisi.
2. Pemantauan, terdiri dari:
Review terhadap proses dan prosedur pemberian perijinan
pengembangan kawasan perumahan & permukiman baru, upaya
resetltlement, upaya konsolidasi, pembangunan skala besar.
Review terhadap pemanfaataan ruang kawasan perumahan dan
permukiman yang pembangunanmnya memberikan dampak besar
terhadap berlangsungnya kegiatan berkehidupan dan penhidupan
masyarakat
Review tengah tahunan sebagai bahan masukan untuk penyusunan
program tahunan yang akan berjalan, pengandalan arah dan sasaran target
serta terhadap pelaksanaan kebijaksanaan lokal.
3. Evaluasi.
Berdasarkan metodologi penyusunan RTH di atas, dapat dijelaskan
bahwa Kegiatan Penyusunan Dokumen Ruang terbuka hijau di Kabupaten
Mamuju merupakan pelaksanaan rangkaian kegiatan pada Tahap I, Tahap
II, dan sebagian Tahap III yang merupakan tahap sosialisasi program dan
proses pengumpulan data dan informasi, sampai dengan penyusunan
naskah akademis Dokumen RTH tersebut.
4. Metode Analisis
Metode analisis yang minimal harus dipergunakan oleh Konsultan
Perencana adalah: 1. Analisa Daya Tampung (Carrying Capacity). 2. Analisa
Kebutuhan Pengembangan Ruang terbuka hijau. 3. Analisa Kebutuhan
Pengembangan Infrastruktur Ruang terbuka hijau di perkotaan. 4. Analisa
Kelembagaan. 5. Analisa SWOT dalam pemilihan konsep dan strategi
pengembangan Ruang terbuka hijau.
XI. LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN
a. Jenis Laporan Jenis laporan yang yang harus diserahkan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen adalah sebagai berikut :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan di dalam pekerjaan ini berisikan uraian tentang hasil
evaluasi dan pemahaman konsultan terhadap tujuan, metodologi dan model
analisa, langkah-langkah/ jadwal pelaksanaan pekerjaan, struktur organisasi
pelaksanaan pekerjaan, rencana kegiatan, rencana survey dan pedoman/
kriteria/ standar yang akan digunakan. Inti dari laporan pendahuluan ini adalah
review terhadap penyelenggaraan ruang terbuka hijau. Laporan Pendahuluan
tersebut diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan sebanyak 15 (lima belas)
eksemplar cetak jilid dalam
format kertas A4 dan penyampaian laporan sudah termasuk laporan aslinya.
Laporan dapat disetujui oleh pemberi jasa apabila Tim Teknis telah melakukan
koreksi laporan tersebut berdasarkan masukan hasil diskusi dan sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Penelitian Panitia Pemeriksa Barang/ Jasa
atau Panitia Penerima Hasil Pekerjaan terhadap hasil yang diserahkan yang
selanjutnya dibuat dalam Berita Acara Laporan Pendahuluan/ Berita Acara
Kemajuan Pekerjaan.
2. Laporan Antara
Laporan Antara berisi mengenai inventarisasi data ruang terbuka hijau
berdasarkan hasil-hasil survey instansional dan observasi lapangan, analisa
citra satelit, identifikasi dan analisa kondisi wilayah perencanaan. Hasil utama
laporan ini adalah kompilasi data dan rumusan potensi, permasalahan,
peluang, tantangan, hambatan dan kecenderungan kebutuhan
pengembangan perumahan dan permukiman. Laporan Fakta Analisa
diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan sebanyak 15 (lima belas)
eksemplar yang dicetak jilid dalam format A4 dan penyampaiannya sudah
termasuk laporan aslinya. Laporan dapat disetujui oleh pemberi jasa apabila
Tim Teknis telah melakukan koreksi laporan tersebut berdasarkan masukan
hasil diskusi dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Penelitian
Panitia Pemeriksa Barang/ Jasa atau Panitia Penerima Hasil Pekerjaan terhadap
hasil yang diserahkan yang selanjutnya dibuat dalam Berita Acara Laporan
Antara/ Berita Acara Kemajuan Pekerjaan.
3. Laporan Draft Akhir
Laporan Draft Akhir merupakan laporan yang memuat alternatif konsep dan
skenario pengembangan ruang terbuka hijau, berikut dengan arah kebijakan
dan strategi, arah pengembangan ruang, arahan pengelolaan, arahan
kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat, serta indikasi program
pembangunan. Laporan ini diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan
sebanyak 15 (lima belas) eksemplar dalam format kertas A4. Laporan
dilengkapi dengan 5 (lima) album peta draft final dalam format A1. Laporan
dapat disetujui oleh pemberi jasa apabila Tim Teknis telah melakukan koreksi
laporan tersebut berdasarkan masukan hasil diskusi dan sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Penelitian Panitia Pemeriksa Barang/ Jasa
atau Panitia Penerima Hasil Pekerjaan terhadap hasil yang diserahkan yang
selanjutnya dibuat dalam Berita Acara Laporan Draft Akhir/ Berita Acara
Kemajuan Pekerjaan. Sebelum laporan draft akhir disetujui oleh pemberi jasa,
perlu dilakukan presentasi tambahan kepada instansi terkait.
4. Laporan Akhir
Laporan Akhir disampaikan setelah penyempurnaan Laporan Draft Final.
Laporan Akhir diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan sebanyak 15 (lima
belas) eksemplar dalam format kertas A4 dan penyampaian laporan sudah
termasuk laporan aslinya. Laporan dapat disetujui oleh pemberi jasa apabila
Tim Teknis telah melakukan koreksi laporan tersebut berdasarkan masukan
hasil diskusi dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Penelitian
Panitia Pemeriksa Barang/ Jasa atau Panitia Penerima Hasil Pekerjaan terhadap
hasil yang diserahkan yang selanjutnya dibuat dalam Berita Acara Laporan
Akhir/ Berita Acara Kemajuan Pekerjaan.
5. Laporan Ringkasan Eksekutif Laporan Ringkasan Eksekutif ini merupakan
ringkasan eksekutif terhadap Rencana Pembangunan Dan Pengembangan
Ruang terbuka hijau. Laporan ini diserahkan sebanyak 20 (dua puluh)
eksemplar.
6. Laporan Album Peta
Laporan Album Peta ini terdiri dari Album Peta Rencana ukuran A0 sebanyak 5
(lima) eksemplar dan Album Peta Rencana ukuran A3 sebanyak 15 (lima belas)
eksemplar.
7. Laporan Focus Group Discussion (FGD)
Laporan ini berisikan mengenai latar belakang, tujuan, metoda, laporan
pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD). Laporan
pelaksanaan FGD berisikan opini dan aspirasi pemangku kepentingan
(stakeholders) terkait kebijakan dan strategi dan rumusan pengembangan
perumahan dan kawasan permukiman. Laporan tersebut diserahkan kepada
pihak pemberi pekerjaan sebanyak 5 (lima) eksemplar cetak jilid dalam format
kertas A4 dan penyampaian laporan sudah termasuk laporan aslinya.
8. Laporan Konsultasi Publik/ Loka Karya
Laporan ini berisikan mengenai latar belakang, tujuan, metoda, laporan
pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan konsultasi publik. Laporan pelaksanaan
konsultasi publik berisikan opini dan aspirasi masyarakat terkait kebijakan,
strategi, dan rumusan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman.
Laporan tersebut diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan sebanyak 5
(lima) eksemplar cetak jilid dalam format kertas A4 dan penyampaian laporan
sudah termasuk laporan aslinya.
9. Laporan Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis disajikan sebagai data vektor (format: *.Shp) hasil
dari memasukkan data, manipulasi/ analisa data, dan keluaran data yang
dibentuk menjadi suatu system/ project (format: *.apr / *.mxd) yang tersusun
rapi, mudah digunakan/ dipanggil kembali dan diserahkan dalam bentuk
Compact disk (CD/DVD) sebanyak 10
(sepuluh) buah untuk masing-masing rencana dan terpisah dari Laporan
Rencana.
10. Laporan Naskah Akademis
Laporan Naskah Akademis merupakan naskah yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai konsepsi yang berisi latar
belakang, tujuan penyusunan, sasaran yang ingin diwujudkan dan lingkup,
jangkauan, objek, atau arah pengaturan rancangan peraturan daerah.”
Laporan ini sebanyak 40 (empat puluh) eksemplar dalam format kertas A4.
b. Format Laporan Format Produk Laporan yang dihasilkan oleh konsultan
dibuat dalam bentuk tulisan yang dilengkapi dengan gambar, peta, foto, dan
tabel, dengan format, sebagai berikut:
1. Kertas:
Ukuran kertas : A4 (21,5 cm x 29,7 cm), 70 gram.
Jenis kertas : Polos, HVS, warna putih.
Pembatas : Kertas tipis berwarna sebagai pembatas antar bab. 2. Tulisan:
Jenis huruf : Tegak, standar.
Bentuk huruf : Jelas, huruf cetak.
Spasi : 1,5 spasi.
Warna : Tulisan, peta, gambar, dan foto yang penting berwarna sesuai
kebutuhan. 3. Sampul/Cover:
Bahan sampul : Kertas tebal, jenis buffalo, dilaminasi, hard cover.
Warna sampul : Akan disepakati kemudian.
Jilid : Dijilid rapi.
Format sampul : Desain dan tata letak tulisan pada sampul didesain
konsultan dan disetujui oleh pihak Pengguna Jasa.
4. Gambar dan Peta:
Ukuran kertas : A0/A3
Warna : Warna harus jelas
Skala : 1 : 500 atau lebih besar (disesuaikan dengan kebutuhan).
5. Tabel:
Ukuran kertas : A3
Format tabel : kreatifitas konsultan, lebih mudah dibaca dan dimengerti.
KELUARAN
Hasil atau outcome yang didapat dengan terlaksananya kegiatan ini adalah:
Diperolehnya suatu landasan strategi penyelenggaraan dan pengelolaan
ruang terbuka hijau di daerah yang sesuai dengan kebutuhan terkini (prioritas)
maupun antisipasi perkembangan wilayah;
Diperolehnya suatu arahan kebijakan penyelenggaraan ruang terbuka hijau
yang selanjutnya dapat menjadi acuan dasar bagi penyiapan program-program
dan kegiatan terkait bidang ruang terbuka hijau dan penataan kota di daerah,
baik yang berasal dari Pusat, Provinsi, maupun Daerah;
Diperolehnya dukungan stakeholder perumahan dan permukiman daerah
yang telah dilibatkan dalam proses sosialisasi dan identifikasi permasalahan
perumahan dan permukiman daerahnya;
Diperolehnya gambaran kondisi ruang terbuka hijau daerah berdasarkan
data dan informasi terkini yang lengkap dari hasil kegiatan inventarisasi dan
penyusunan data;
Tersusunnya arahan-arahan ruang terbuka hijau yang telah selaras dengan
arahan penatan ruang wilayah;
XII. PENUTUP
a. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka konsultan hendaknya
memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan
masukan lain yang dibutuhkan.
b. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun
program kerja untuk dibahas dengan Pemberi Tugas.
Mamuju, 5 April 2017
Pengguna Anggaran (PA)
SURYA YULIAWAN. ST. MM
NIP. 197907182002121007