0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
108 tayangan4 halaman

Pemahaman SOA dalam Akuntansi dan Audit

ERM dan SOA memberikan kerangka kerja untuk mengelola risiko perusahaan secara menyeluruh dan meningkatkan tata kelola perusahaan. COSO memperkenalkan kerangka kerja ERM untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan, sementara SOA bertujuan untuk memulihkan kepercayaan publik melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan perusahaan publik.

Diunggah oleh

Muhammad Syahbin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
108 tayangan4 halaman

Pemahaman SOA dalam Akuntansi dan Audit

ERM dan SOA memberikan kerangka kerja untuk mengelola risiko perusahaan secara menyeluruh dan meningkatkan tata kelola perusahaan. COSO memperkenalkan kerangka kerja ERM untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan, sementara SOA bertujuan untuk memulihkan kepercayaan publik melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan perusahaan publik.

Diunggah oleh

Muhammad Syahbin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ERM DAN SOA

A. PENGERTIAN SOA (Sarbanes Oxley Act)


SOA adalah sebuah landasan yang disahkan pada 23 januari oleh kongres Amerika
Serikat. Undang-Undang tersebut dikenal sebagai Public Company Accounting and Investor
Protection Act of 2002 atau undang-undang perlindungan investor dan pengaturan akuntansi
perusahaan publik yang sering kali disebut SOX atau Arbox.
Untuk auditor (eksternal dan Internal), SOX merupakan sistem baru dalam proses audit
perusahaan swasta, sebuah revisi atau independensi dan level baru dari proses pelaporan
audit pada perusahaan publik. Untuk manajemen perusahaan diwajibkan untuk meningkatkan
jaminan terhadap konflik kepentingan, sertifikasi yang jelas atas penyimpanan dokumen
penting, pelaporan internal kontrol atas laporan keuangan dan perbaikan atas kriteria
pengungkapan. Untuk audit komite, SOX merupakan sebuah lanjutan dari peraturan bagi
perusahaan-perusahaan publik termasuk tanggung jawab langsung untuk memantau proses
audit eksternal, persetujuan awal atas seluruh jasa audit ataupun jasa bukan audit, revisi
peraturan mengenai independensi dan keahlian keuangan dan pengawasan, menerima dan
mencari pemecahan yang mungkin atas keluhan mengenai pelaporan keuangan perusahaan
dan isu yang berasal dari hasil audit
B. Latar Belakang Munculnya SOA
Sarbanes-Oxley of 2002 adalah nama lain dari undang-undang reformasi perlindungan
investor (The Public Company Accounting Reformand Investor Protection Act of 2002) yang
ditandatangani pada 30 Juli2002. Akta ini diberi nama berdasarkan orang yang
mengusulkannya: Senator Paul Sarbanes dari Maryland dan Representatif Michael Oxley
dariOhio, dan kadang disingkat menjadi SOx atau Sarbox atau SOA. Undang-undang ini
disetujui oleh Dewan dengan suara 423-3 dan olehSenat dengan suara 99-0 serta disahkan
menjadi hukum oleh Presiden George W. Bush.
Undang-undang ini dikeluarkan sebagai respons Kongres AmerikaSerikat terhadap
berbagai skandal akuntansi pada beberapa korporasibesar seperti: Enron, WorldCom
(MCI), Tyco International, Adelphia, Xerox, dan Peregrine Systems; yang juga melibatkan
KAP yang termasuk dalam “the big five” seperti Arthur Andersen. Para pucuk pimpinan dan
akuntan publik tersebut melakukan rekayasa keuangan yang sangat merugikan para
pemegang saham. Skandal-skandal ini menyebabkan kerugian bilyunan dolar bagi investor
karena runtuhnya harga saham perusahaan-perusahaan yang terpengaruh dan menimbulkan
kepanikan luar biasa dikalangan dunia usaha, serta mengguncang kepercayaan masyarakat
terhadappasar sahamnasional. Masyarakat memiliki sentimen negatif terhadap sistem
penyusunan dan pemeriksaan laporan keuangan dan mengangap kasus-kasus tersebut
merupakan puncak dari kebobrokan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat.
Kepercayaan publik sebagaisalah satu pilar mekanisme pasar modal telah rusak dan
butuh usahakeras untuk memulihkannya kembali. Semua skandal ini merupakancontoh tragis
bagaimana fraud schemes berdampak sangat burukterhadap pasar, stakeholders dan para
pegawai.
Belajar dari pengalaman itulah, para regulator Amerika Serikatmenyusun Sarbanes-
Oxley Act untuk mencegah terulangnya kejadianserupa. Konggres berangapan bahwa
skandal-skandal keuangan tersebuttidak bisa dilihat sebagai kasus, namun sebuah indikasi
perlunya sebuahperaturan yang lebih ketat yang mengatur penyiapan dan pemeriksaanlaporan
keuangan. Dengan ditetapkan peraturan tersebut diharapkankepercayaan publik bisa pulih
lagi sehingga resesi keuangan yang terjadidi tahun 1929 tidak terjadi lagi.
Tujuan utama Sarbox adalah meningkatkan kepercayaan publikterhadap implementasi
prinsip pertanggungjawaban keuangan perusahaan publik (goodcorporate governance - GCG)
bagi perusahaan yang telah go publik. Perundang-undangan ini menetapkan suatu standar
baru dan lebih baik bagi semua dewan dan manajemen perusahaan publik sertakantor
akuntan publik (KAP) walaupun tidak berlaku bagi perusahaan tertutup. Sarbox diharapkan
akan meningkatkan standar akuntabilitas korporasi, transparansi dalam pelaporan keuangan,
memperkecil kemungkinan bagi perusahaan atau organisasi untuk melakukan dan
menyembunyikan fraud, serta membuat perhatian pada tingkat sangat tinggi terhadap
corporate governance. Dalam Sarbanex-Oxley Act diatur tentang akuntansi, pengungkapan
dan pembaharuan tata kelola, yang mensyaratkan adanya pengungkapan yang lebih banyak
mengenai informasi keuangan, keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai manajemen, kode
etik bagi pejabat di bidang keuangan, pembatasan kompensasi ekskutif dan pembentukan
komite audit yang independen.
Perdebatan dan kontroversi mengenai untung rugi penerapan Sarbox masih terus terjadi.
Para pendukungnya merasa bahwa aturan inidiperlukan dan memegang peranan penting
untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional dengan antara lain
memperkuat pengawasan akuntansi perusahaan. Sementara para penentangnya berkilah
bahwa Sarbox tidak diperlukan dan campur tanganpemerintah dalam manajemen perusahaan
menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada kerugian kompetitif terhadap perusahaan
asing. Manfaat Sarbox secara langsung berdampak positif dalam rangka implementasi GCG
di perusahaan publik di berbagai belahan dunia lainnya.
C. Latar Belakang Munculnya ERM
COSO atau merupakan akronim dari The Committee of Sponsoring Organizations
of The Treadway Commission adalah sebuah organisasi sektor swasta yang sukarela,
didirikandi Amerika Serikat, yang bertujuan melakukan riset mengenai fraud dalam
pelaporankeuangan (fraudulent on financial reporting) dan membuat rekomendasi dan
rerangka acuanyang terkait dengannya untuk perusahaan publik, auditor independen, SEC,
dan institusi pendidikan.
COSO telah menerbitkan sebuah model pengendalian internal yang umum yang
dengannya perusahaan dan organisasi dapat menilai sistem pengendalian mereka. Karena
adanya praktik-praktik kampanye politik dari keuangan perusahaan dan praktik-
praktik korupsi di dalamnya pada pertengahan dekade 1970-an, SEC di Amerika Serikat
danKongres AS membuat reformasi hukum kampanye keuangan dan Foreign Corrupt
Practices Act (FCPA) tahun 1977 yang mengkriminalisasikan praktik penyuapan antar negara
dan mensyaratkan perusahaan-perusahaan untuk mengimplementasikan program
pengendalian internal. Sebagai responsnya, the Treadway Commission, insiasi sektor swasta,
dibentuk pada tahun 1985 untuk memeriksa, menganalisa, dan membuat rekomendasi pada
kecurangan dari pelaporan keuangan perusahaan.
The Treadwy Commission mempelajari sistem pelaporaninformasi keuangan selama
periode Oktober 1985 sampai dengan September 1987 danmengeluarkan laporan temuan dan
rekomendasi pada Oktober 1987 yang berjudul Report of the National Commission on
Fraudulent Financial Reporting.
Sebagai hasil dari laporanresmi tersebut, COSO dibentuk dan membayar Coopers &
Lybrand, perusahaan CPA utama,untuk mempelajari masalah-masalah yang ada dan
membuat laporan mengenai kerangkakerja pengendalian internal yang terintegrasi.
Pada bulan September 1992, laporan sebanyak empat volume yang
berjudul Internal Control – Integrated Framework diterbitkan oleh COSO dan kemudian
diterbitkan ulang dengan sedikit perubahan pada tahun 1994. Laporan ini menyajikan
definisi umum dari pengendalian internal dan menyediakan kerangka kerja yang dengannya
pengendalian internal dapat dinilai dan dikembangkan.
Pada tahun 2004 organisasi-organisasi praktisiakuntan dan auditor keuangan yang
berpengaruh dan tergabung dalam The Committee of Sponsoring Organizations of the
Treadway Commission (COSO) menyatakan bahwa ERM berhubungan dengan risiko dan
peluang yang berpotensi mempengaruhi nilai, dan mendefinisikannya sebagai berikut suatu
proses yang dipengaruhi oleh dewan direktur, manajemen, dan pihak lain, yang diaplikasikan
dalam penentuan strategi perusahaan, yangdirancang untuk mengidentifikasi risiko-risiko
yang mungkin mempengaruhi perusahaan, dan mengelola risiko-risiko tersebut tetap berada
pada selera risiko perusahaan, serta memberikan pemastian yang memadai bahwa tujuan
perusahaan dapat dicapai.
D. Sekilas Tentang ERM
ERM bersifat strategis yaitu pencapaian tujuan perusahaan yang lebih baik dan
padaakhirnya menciptakan, menambah, dan atau melindungi nilai perusahaan. Pada
manajemenrisiko tradisional, tujuan terbatas pada mitigasi risiko terbatas pada kegiatan atau
unit bisnis tertentu.
Beberapa masalah yang mendasari munculnya ERM adalah :
1. Kegagalan manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan.
2. Perbedaan visi dan misi di dalam suatu lingkungan Enterprise Business
3. Ketidakmampuan manajemen dalam mempertimbangkan resiko.
4. Internal control yang lemah
5. Kesulitan untuk mencapai Goal congruence

a. Coso Erm: Enterprise Risk Management


COSO Enterprise Risk Management adalah sebuah kerangka kerja untuk membantu
perusahaan untuk memiliki definisi yang konsisten terhadap risiko mereka. Ini juga
merupakan alat yang penting untuk memahami dan meningkatkan pengendalian internal
SOx. Dokumen kerangka COSO ERM dimulai dengan mendefinisikan manajemen risiko
perusahaan:
“Enterprise risk management is a process, effected by an entity’s board of directors,
management and other personnel, applied in a strategy setting and across the enterprise,
designed to identify potential events that may affect the entity, and manage risk to be within
its risk appetite, to provide reasonable assurance regarding the achievement of entity
objectives.”
b. SOA dan Lingkungan Pengendalian yang Berbasis ERM
SOA terdiri dari 11 bab atau bagian yang menetapkan hal-hal mulai dari tanggung
jawab tambahan Dewan Perusahaan hingga hukuman pidana. Sarbox juga menuntut
Securities Exchange Commission (SEC) untuk menerapkan aturan persyaratan baru untuk
menaati hukum ini. Saat ini, corporate governance dan pengendalian internal bukan lagi
sesuatu yang mewah lagi karena kedua hal ini telah disyaratkan oleh undang-undang.
Dengan diterapkannya Sarbanes-Oxley Act menuntut pengendalian internal untuk
menyajikan keyakinan yang memadai yang benar benar mencerminkan adanya proses untuk
menjaga aset perusahaan, menyajikan informasi yang diandalkan dan akurat, mendukung
dan meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong keselarasan dengan kebijakan
manajemen. Sejumlah kerangka acuan pengendalian telah diajukan dan dikembangkan
untuk membantu perusahaan dalam menciptakan sistem pengendalian internal yang baik,
diantaranya COBIT, COSO Internal Control Framework, dan COSO Enterprise Risk
Management.
COSO Enterprise Risk Management (ERM) Merupakan kerangka pengendalian internal
dan manajemen risiko yang dirancang COSO sebagai pengembangan dari kerangka
sebelumnya, COSO Internal Control Framework. Perbedaan mendasar dari COSO adalah
bahwa ERM mengintegrasikan keandalan kerangka pengendalian internal COSO ke arah
penilaian dan pengelolaan risiko.
ERM mengandung beberapa elemen utama menurut tingkat organisasi dan tingkat
tujuan:
(1) lingkungan internal
(2) penentuan tujuan
(3) identifikasi peristiwa
(4) penilaian risiko
(5) tanggapan risiko
(6) aktifitas pengendalian
(7) informasi dan komunikasi
(8) pemantauan

Anda mungkin juga menyukai