Peta Konsep
Peta Konsep
Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi
Menganalisis Isi
Mengidentifikasi Menginterpretasi Mengontruksikan
dan Aspek
Teks Laporan Isi Teks Laporan Teks Laporan
Kebahasaan Teks
Hasil Observasi Hasil Observasi Hasil Observasi
Laporan Hasil
Observasi
Pengertian Struktur teks Fungsi teks Langkah
Teks Laporan laporan hasil laporan hasil menyusun
Hasil observasi observasi teks laporan
Observasi Pertanyaan berdasarkan isi hasil
Jenis Teks umum teks observasi
Laporan Hasil Deskripsi Kaidah Menulis teks
Observasi bagian kebahasaan laporan hasil
Deskripsi teks laporan observasi
manfaat hasil observasi
Kata Kunci
Laporan
Observasi
Pernyataan umum
Deskripsi bagian
Deskripsi manfaat
fakta
A. Mengidentifikasi Teks Laporan Hasil Observasi
Tata
TataWacana
Wacana
Pengertian Laporan Hasil Observasi
Laporan bermakna pertanggung jawaban yang di sampaikan oleh seseorang atau
intansi kepada pihak tertentu berkait dengan tugas yang di laksanakan. Secara umum,
laporan bisa diartikan sebagai penyampaian informasi kepada orang lain terkait dengan
kegiatan yang telah dilaksanakan. Teknik penyampaian laporan bisa dilakukan secara
lisan atu tulis bergantung jenis, tujuan, dan sifat laporan. Observasi bermakna
pengamatan atau peninjauan secara cermat, mengobservasi berarti kegiatan mengawasi
secara teliti atau mengamati, sedangkan pengamatan yang dilakukan secara ilmiah
disebut kegiatan meneliti atau penelitian. Laporan hasil observasi bermakna laporan
dalam bentuk tulis atau lisan yang disampaikan kepad pembaca berdasarkan hasil
pengamatan yang telah dilakukan.
Berdasarkan perlakuan terhadap objek yang diobservasi, laporan hasil observasi dapat
dibedakan menjadi dua :
1. Laporan deskriptif, yaitu ditulis ketika objek yang diobservasi dipaparkan secara
ilmiah sesuai dengan kondisi yang terjadi.
2. Laporan eksperimental, yaitu ditulis ketika ada uji coba atau perlakuan terhadap
objek untuk membuktikan hipotesis.
Sebelum melakukan observasi, ada baiknya untuk merencanakan kegiatan
observasi setelah menetapkan tema, meliputi pertanyaan: (1) apa yang akan
diobservasi; (2) siapa saja pihak yang terlibat dalam kegiatan observas; (3) di mana
kegiatan observasi dilakukan; (4) kapan observasi dilakukan; (5) apa tujuan kegiatan
observasi; dan (6) bagaimna cara melakukan observasi.
Jangan lupa pula daftar pertanyaan yang harus terjawab pada saat observasi
dilakukan, misalnya: (1) nama objek yang diobservasi; (2) nama informan; (3) tahap
kegiatan utama yang diobservasi; (4) kegiatan pendukung; (5) latar tempat; (6)
informasi lain yang dibutuhkan untuk melengkapi laporan hasil observasi.
Setelah perencanaan benar-benar matang, konfirmasikan terlebih dahulu kepada
semua pihak yang akan dilibatkan dalam kegiatan observasi. Hal ini bertujuan agar
observasi tidak terhambat atau bahkan gagal karena ada pihak yang tidak bisa
dihadirkan. Kalau semua sudah siap, harus segera dilakukan observasi.
Jangan lupa dokumentasikan semua tahap kegiatan secara berurutan, buat
catatan secara lengkap tentang objek yang diobservasi dan mintalah informasi
tambahan kepada semua pihak yang bisa di temui pada saat observasi dilakukan.
Informasi tambahan ini selain berfungsi melengkapi data, juga bermanfaat untuk
memperkuat kebenaran data utama.
B. Menginterpretasi Isi Teks Laporan Hasil Observasi
Burung Bisa Tidur Ketika Sedang Terbang
Cikalang, burung laut yang biasa ditemukan di sepanjang wilayah samudra tropis
dan subtropis, dapat menghabiskan waktu selama berhari-hari terbang di atas lautan
untuk berburu ikan, tanpa mendarat di tanah sama sekali. Selama ini, para ilmuwan
mempertanyakan bagaimana burung tersebut sanggup bertahan begitu lama di
udara tanpa beristirahat.
Untuk mengungkapnya, pada awal tahun 2016, tim peneliti dari Max Planck Institute
for Ornithology di Jerman memasang perangkat pemantauan EEG untuk mengukur
gelombang otak. Kemudian peneliti melepaskan burung tersebut dan merekam data
selama 10 hari, sementara burung tersebut terbang nonstop, lebih dari 3.000 km.
Hasilnya sangat mengejutkan. Selama siang hari, burung aktif mencari makan,
namun ketika matahari terbenam, setengah belahan otak burung beralih ke dalam
tidur gelombang lambat selama beberapa menit sementara mereka terus terbang di
atas air. Ketika hanya setengah bagian otak yang tidur, burung akan tidur dengan
satu mata terbuka.
Ketika dalam kondisi ini, burung biasanya akan terbang berputar mengikuti arus
udara dan hanya membuka mata mereka yang menghadap arah tersebut.
“Burung cikalang tetap membuka matanya untuk berjaga-jaga demi menghindari
tabrakan dengan burung lain,” ujar peneliti utama, Niels Rattenborg.
Pada kesempatan langka, burung bahkan memasuki tahap tidur REM ketika berada
di udara. Hal ini terdengar agak aneh, mengingat bahwa ketika dalam tahap tidur
REM, sebagian besar mamalia akan merelaksasi total semua ototnya.
Tetapi pada burung, tahap REM hanya berlangsung selama beberapa detik selama
terbang, dan tanda relaksasi ototnya hanya terlihat dari kepala mereka yang sedikit
terkulai. Ketika di tanah, dalam kondisi serupa burung cikalang bahkan bisa berdiri di
atas satu kaki. Hal mengejutkan lain, burung cikalang ternyata tidur kurang dari satu
jam per hari, rata-rata hanya 42 menit tepatnya.
Burung cikalang bukan satu-satunya spesies yang bisa tidur dengan setengah
bagian otak tetap aktif. Lumba-lumba juga melakukan hal serupa untuk mengontrol
fungsi pernafasan dan tetap memantau sekelilingnya. Mata kiri akan tertutup ketika
otak bagian kanan tidur, dan sebaliknya.
Manusia juga sebenarnya melakukan hal yang tak jauh berbeda, hanya saja tidak
benar-benar setengah belahan otak yang aktif, melainkan hanya sedikit bagian.
Hal itu menjelaskan mengapa kita sering kali sulit terlelap ketika tidur di tempat yang
baru. Sebagian kecil otak kita tetap aktif dan waspada memantau suara-suara asing
di lingkungan baru.
C. Menganalisis Isi dan aspek kebahasaan teks laporan hasil observasi
Kegiatan 1
Teks A
Satelit Temukan Mineral di Mars
Teks B
WHO : 92 Persen Populasi Dunia Bernapas di Udara Tercemar
Tata Wacana
Fungsi dari teks laporan hasil observasi adalah untuk memberitahukan atau
menjelaskan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Hasil observasi terhadap suatu objek
juga dapat berfungsi untuk memberitahukan kepada pihak berwenang atau terkait suatu
informasi. Selanjutnya, informasi tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan
kebijakan. Salah satu contohnya adalah teks laporan hasil observasii kerusakan lingkungan.
Selain itu banyak teks laporan hasil observasi yang dapat dijadikan bahan informasi untuk
berbagai kepentingan. Teks laporan hasil observasi secara umum juga berfungsi sebagai alat
pendokumentasian suatu objek atau suatu kegiatan.
Tata Bahasa
Tipe kebahasaan yang dipakai dalam menyusun laporan hasil observasi sebagai berikut :
1. Jenis kata dan kelompok kata (frasa) yang dominan digunakan dalam sebuah teks
laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja) dan nomida (kata benda).
2. Dalam kegiatan berbahsa, kata yang digunakan dapat berupa kata dasar atau kata
bentukan. Kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan (afiksasi),
pengulangan (reduplikasi), dan pemajemukan ketika digunakan. Kata yang
mendapat proses pengimbunan dapat berubah jenis. Misalnya, kata berjenis verba
dapat berubah menjadi nomina jika mendapat imbuhan. Contoh, kata “minum”
(verba) mendapat imbuhan “-an” menjadi “minuman” (nomina).
3. Kalimat dalam sebuah teks dapat dibentuk hanya oleh satu klausa, yaitu bagian
kalimat yang memiliki subjek dan predikat (predikatif). Kalimat yang hanya memiliki
satu klausa disebut juga sebagai kalimat simpleks atau biasa disebut pula sebagai
kalimat tunggal.
4. Kalimat kompleks atau kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua atau
lebih klausa. Kalimat kompleks dibagi menjadi dua macam, yaitu kalimat kompleks
atau majemuk setara dan kalimat kompleks atau majemuk bertingkat. Kalimat
majemuk setara memiliki dua klausa yang setara dalam suatu kalimat, sedangkan
kalimat majemuk bertingkat memiliki klausa ganda yang tidak sama atau berada di
bawah fungsi utama suatu kalimat.
5. Teks laporan hasil observasi juga harus memenuhi kaidah bahasa indonesia baku,
yaitu mempelajari penulisan : (a) huruf kapital dan (b) di dan ke sebgai imbuhan dan
sebagai kata depan.
D. Mengonstruksikan Teks Laporan Hasil Observasi
Kegiatan 1
Upacara Melasti Sebagai Ritual Pembersihan Diri
Tata Tulis
Langkah menyusun teks laporan hasil observasi
Laporan hasil observasi, baik deskriptif maupun eksperimental harus memenuhi
persyaratan berikut.
a. Bersifat objektif
b. Berdasarkan fakta.
c. Tidak memihak pada kelompok tertentu (bersifat netral).
d. Tidak mengandung dugaan atau pendapat yang menyimpang dari topik.
e. Bersifat universal atau global
f. Lengkap.
g. Menggunakan bahasa baku dan mengacu pada makna denotatif.
h. Mengandung unsur kebaruan sehingga mempunyai daya tarik bagi pembaca.
Semua data yang sudah terkumpul pada saat observasi harus segera disusun dalam bentuk
laporan dengan mengikuti langkah berikut :
a. Membuat judul sesuai dengan tema observasi
b. Memaparkan kalimat pembuka atau gambaran umum.
c. Menguraikan isi secara lengkap dan detail.
d. Mendeskripsikan tujuan observasi.
e. Menjelaskan manfaat yang diperoleh dari kegiatan observasi.
f. Menulis penutup.
Peru diketahui bahwa kegiatan observasi yang sudah diuraikan tersebut tidak mudah
dilakukan. Untuk itu, harus cermat menyiapkan, melaksanakan, dan menyusun laporan
dengan cepat, benar, dan terpercaya. Kemampuan awal yangbharus dimiliki pengamat
(observer) agar bisa melakukan kegiatan observasi dengan baik, meliputi : (1) mempunyai
pola pikir sketipis (tidak mudah percaya) terhadap apa-apa yang dilihat atau ditemui.; (2)
mempunyai kompetensi berupa pengetahuan awal tentang objek yang diobservasi; (3)
mempunyai karakter jujur dan objektif; (4) mempunyai pola berpikir kritis dan anlitis; dan
(5) mengutamakan kelogisan dalam penalaran.
Teks laporan hasil obsevasi disusun dengan memperhatikan leasatuan (unity) dan koherensi
( coherence). Kesatuan artinya keseluruhan laporan, mulai dari judul, bagian pembuka,
sampai oada bagian akhir mengacu pada permasalahn yangv sama, yaitu objek observasi.
Koherensi artinya semua data, fakta, dan argyumen menunjukan keterkaitan atau jalinan
yang saling mendukung.
Ketika selesai menyusun laporan hasil observasi dan sudah dipajangkan, dipresentasikan,
dan telah mendapat tanggapan dari pembaca, langkah selanjutnya adalah merevisi laporan
tersebut. Revisi bermakna peninjauan/perbaikan/pemeriksaan ulang untuk menemukan
kesalahan atau kekurangan yang ada di dalamnya. Tujuan utama merevisi dalam kegiatan ini
adalah memperbaiki laporan hasil observasi agar memenuhi kriteria sebagai teks laporan
hasil observasi yang baik.
Rangkuman :
1. Laporan hasil observasi bermakna aporan dalam bentuk tulis atau lisan yang
disampaikan kepada pembaca berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan.
2. Berdasarkan perlakuan terhadap objek yang diobservasi, laporan hasil observasi
dapat dibedakan menjadi laporan deskriptif dan eksperimental.
3.