Analisis Titik Impas dan Laba Bersih
Analisis Titik Impas dan Laba Bersih
Diminta:
a. Hitunglah titik impas bulanan dalan rupiah dan dalam unit. Gunakan pendekatan persamaan.
b. Berapakah unit yang harus dijual untuk mencapai target laba bersih setelah pajak Rp 4.000.000 per bulan
(tarif pajak 20%)? Gunakan pendekatan contribution margin per unit. Buktikan jawaban anda dengan menyusun
laporan laba rugi kontribusi pada tingkat penjualan yang dianggarkan.
c. Dengan mendasarkan pada skenario poin b di atas, hitunglah Margin Of Savety perusahaan.
Titik impas dalam rupiah adalah = titik impas unit x harga jual per unit
= 25 x 4.000.000
100,000,000
b. Target penjualan jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4.000.000 adalah:
Tarif pajak 20%
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan= 1 - tarif pajak
(dalam unit) Contribution margin per unit
4,000,000
25,000,000
= 1- 0.20
4.000.000 - 3.000.000
= 25.000.000 + 5.000.000
1,000,000
= 30 unit
Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa penjualan yang boleh turun maksimum sebesar 16,67 % dari
penjualan yang dianggarkan. 100,000,000
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME, LABA: Titik impas, Unit terjual (V), CM, MOS
Diminta:
a. Hitunglah titik impas bulanan dalan rupiah dan dalam unit. Gunakan pendekatan persamaan.
b. Berapakah unit yang harus dijual untuk mencapai target laba bersih setelah pajak Rp 4.000.000 per bulan
(tarif pajak 20%)? Gunakan pendekatan contribution margin per unit. Buktikan jawaban anda dengan menyusun
laporan laba rugi kontribusi pada tingkat penjualan yang dianggarkan.
c. Dengan mendasarkan pada skenario poin b di atas, hitunglah Margin Of Savety perusahaan.
Titik impas dalam rupiah adalah = titik impas unit x harga jual per unit
= 25 x 4.000.000
100,000,000
b. Target penjualan jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4.000.000 adalah:
Tarif pajak 20%
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan= 1 - tarif pajak
(dalam unit) Contribution margin per unit
4,000,000
25,000,000
= 1- 0.20
4.000.000 - 3.000.000
= 25.000.000 + 5.000.000
1,000,000
= 30 unit
Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa penjualan yang boleh turun maksimum sebesar 16,67 % dari
penjualan yang dianggarkan. 100,000,000
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME, LABA: Melengkapi kolom BVL, Titik impas
K
a Unit Contribution
s Terjual Penjualan Biaya variabel Margin per Biaya tetap Laba Bersih Titik Impas
u unit
s
1 7,000 70,000,000 42,000,000 4,000 13,000,000 15,000,000 32,500,000
2 4,000 50,000,000 34,000,000 4,000 10,000,000 6,000,000 31,250,000
3 8,000 64,000,000 40,000,000 3,000 15,000,000 9,000,000 40,000,000
4 5,000 60,000,000 40,000,000 4,000 22,000,000 (2,000,000) 66,000,000
Hitungan:
1a Contribution margin per unit = Contribution margin total
Unit penjualan
= 70.000.000 - 42.000.000
7,000
= 4,000
2a Unit terjual = penjualan total dibagi harga jual per unit atau dengan
membagi contribution margin total dengan contribution margin per unit
Menggunakan rumus persamaa titik impas:
Laba = (penjualan-biaya variabel) - Biaya tetap
Laba = Contribution margin - biaya tetap
6000000 = Contribution margin -10000000
Contribution margin = 16,000,000
K
a Unit Contribution
Titik Impas
s Terjual Penjualan Biaya variabel Margin per Biaya tetap Laba Bersih
(Rupiah)
u unit
s
1 7,000 70,000,000 42,000,000 4,000 13,000,000 15,000,000 32,500,000
2 4,000 50,000,000 34,000,000 4,000 10,000,000 6,000,000 31,250,000
3 8,000 64,000,000 40,000,000 3,000 15,000,000 9,000,000 40,000,000
4 5,000 60,000,000 40,000,000 4,000 22,000,000 (2,000,000) 66,000,000
Hitungan:
1a Contribution margin per unit = Contribution margin total
Unit penjualan
= 70.000.000 - 42.000.000
7,000
= 4,000
2a Unit terjual = penjualan total dibagi harga jual per unit atau dengan
membagi contribution margin total dengan contribution margin per unit
Menggunakan rumus persamaan titik impas:
Laba = (penjualan-biaya variabel) - Biaya tetap
Laba = Contribution margin - biaya tetap
6000000 = Contribution margin -10000000
Contribution margin = 16,000,000
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Jumlah biaya tetap 135,000,000
Diminta:
a. Berapa target laba yang diharapkan tahun 2009?
b. Berapa titik impas dalam unit untuk tahun 2009?
c. Jika untuk mencapai target penjualan tahun 2010 perusahaan harus mengeluarkan biaya advertensi
sebesar Rp 11.250.000 dan biaya yang lain tetap, hitunglah besarnya laba bersih setelah pajak tahun 2010.
d. Berapa titik impas yang baru, baik dalam unit ataupun dalam rupiah untuk tahun 2010, jika tambahan biaya
advertensi Rp 11.250.000 jadi dilaksanakan oleh perusahaan?
e. Apabila perusahaan menginginkan target laba sebesar Rp 50.000.000 setelah pajak, berapa unit penjualan
yang harus dicapai perusahaan?
JAWABAN:
a Target laba yang diharapkan pada tahun 2009 adalah Rp 90.000.000 seperti perhitungan laba rugi berikut:
PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2009
Penjualan 20,000 25,000 500,000,000
Biaya variabel:
Bahan baku: 20,000 3,250 65,000,000
Tenaga kerja langsung: 20,000 8,000 160,000,000
Overhead variabel 20,000 2,500 50,000,000
13,750 275,000,000
Contribution Margin 225,000,000 11,250
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
135,000,000
Laba sebelum pajak 90,000,000
b Penghitungan titik impas dalam unit dan rupiah untuk tahun 2009 adalah:
Titik Impas (rupiah) = Biaya Tetap Biaya Tetap =BEP unit x Harga jual / unit
Rasio Contribution Margin 1- (biaya variabel/penjualan)
= 135,000,000
1 - (13,750/25,000)
= 300,000,000 300,000,000
c Target laba bersih setelah pajak tahun 2010, jika pada tahun 2010 dikeluarkan tambahan biaya
advertensi sebesar Rp 11,250,000 adalah Rp 81,000,000
PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2010
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Biaya advertensi 11,250,000
146,250,000
Laba sebelum pajak 101,250,000
Pajak penghasilan 20% 20,250,000
Laba bersih 81,000,000
d Titik impas dalam unit yang baru jika rencana tahun 2010 dilaksanakan adalah:
e Target penjualan dalam unit, jika perusahaan menginginkan laba bersih setelah pajak sebesar
Rp50,000,000 adalah: 100,000,000
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan (dalam unit)= 1 - tarif pajak
Contribution margin
100,000,000
146,250,000+
= 1- 0.20 146,250,000 125,000,000
25,000 - 13,750 11,250
= 146,250,000 + 62,500,000 271,250,000
11,250 11,250
= 18,556 unit 24,111
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: APLIKASI ANALISA BEP
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Jumlah biaya tetap 135,000,000
Diminta:
a. Berapa target laba yang diharapkan tahun 2009?
b. Berapa titik impas dalam unit untuk tahun 2009?
c. Jika untuk mencapai target penjualan tahun 2010 perusahaan harus mengeluarkan biaya advertensi
sebesar Rp 11.250.000 dan biaya yang lain tetap, hitunglah besarnya laba bersih setelah pajak tahun 2010.
d. Berapa titik impas yang baru, baik dalam unit ataupun dalam rupiah untuk tahun 2010, jika tambahan biaya
advertensi Rp 11.250.000 jadi dilaksanakan oleh perusahaan?
e. Apabila perusahaan menginginkan target laba sebesar Rp 50.000.000 setelah pajak, berapa unit penjualan
yang harus dicapai perusahaan?
PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2009
Penjualan (20.000 unit x Rp 25.000) 500,000,000
Biaya variabel:
Bahan baku: 20,000 3,250 65,000,000
Tenaga kerja langsung: 20,000 8,000 160,000,000
Overhead variabel 20,000 2,500 50,000,000
275,000,000
Contribution Margin 225,000,000
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
135,000,000
Laba bersih 90,000,000
b Penghitungan titik impas dalam unit dan rupiah untuk tahun 2009 adalah:
c Target laba bersih setelah pajak tahun 2010, jika pada tahun 2010 dikeluarkan tambahan biaya
advertensi sebesar Rp 11,250,000 adalah Rp 81,000,000
PT ALAMANAK
Laporan Laba-Rugi
Untuk tahun 2010
Biaya Tetap:
Overhead pabrik 25,000,000
Penjualan dan administrasi 110,000,000
Biaya advertensi 11,250,000
146,250,000
Laba sebelum pajak 101,250,000
Pajak penghasilan 20% 20,250,000
Laba bersih 81,000,000
d Titik impas dalam unit yang baru jika rencana tahun 2010 dilaksanakan adalah:
50,000,000
146,250,000+
= 1- 0.20
25,000 - 13,750
= 146,250,000 + 62,500,000
11,250
= 18,556 unit
atan payung hias di Yogyakarta.
k itu manajemen perusahaan
/ buah
/ buah
/ buah
/ buah
buah
iaya advertensi
elah pajak tahun 2010.
0, jika tambahan biaya
PT TRIMEGAH SUKORINDO
LAPORAN LABA RUGI
Tahun anggaran 2009
Total Per unit
Hasil penjualan (20.000 unit) 96,000,000 4,800
Biaya variabel 57,600,000 2,880
Contribution margin 38,400,000 1,920
Biaya tetap 36,000,000
Laba bersih 2,400,000
Diminta:
Susunlah laporan laba rugi untuk masing-masing kondisi berikut (masing-masing berdiri sendiri):
1. Volume penjualan naik 20%
2. Harga jual turun menjadi Rp 4.000 per unit dan volume penjualan naik 25%
3. Harga jual per unit naik Rp 200 , biaya tetap naik Rp 1.000.000, dan volume penjualan turun 10%
4. Biaya variabel naik Rp 120 per unit, harga jual per unit naik Rp 300 dan volume penjualan turun 5%
5. Dengan menggunakan konsep operating leverage , bagaimana pengaruh laba bersih perusahaan
penjualan naik 20%. Jelaskan!
1 Laba Rugi perusahaan jika volume penjualan naik 20% atau menjadi 24,000 unit dihitung sbb:
Kenaikan volume
Keterangan Semula
penjualan 20 %
Penjualan 96,000,000 115,200,000
Biaya Variabel 57,600,000 69,120,000
Contribution Margin 38,400,000 46,080,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 10,080,000
2 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit turun menjadi 4.000 dan volume penjualan
naik 25% atau menjadi 25.000 unit
Harga jual per unit 4,000
Volume penjualan 25,000
3 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 2000 atau menjadi Rp 5.000, biaya tetap
naik Rp 1.000.000 atau menjadi Rp 37.000.000 dan volume penjualan turun 10% menjadi 18.000 unit
adalah:
Harga jual per unit 5,000
Volume penjualan 18,000
Biaya Tetap 37,000,000
Harga Jual naik jadi
5.000, biaya tetap
Keterangan Semula jadi 37.000.000 dan
volume penjualan
turun 10%
Penjualan 96,000,000 90,000,000
Biaya Variabel 57,600,000 51,840,000
Contribution Margin 38,400,000 38,160,000
Biaya Tetap 36,000,000 37,000,000
Laba bersih 2,400,000 1,160,000
4 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 300 atau menjadi 5.100, biaya variabel naik
Rp 120 atau menjadi Rp 3.000 per unit dan volume penjualan turun 5% atau menjadi 19.000 unit.
Harga jual per unit 5,100
Volume penjualan 19,000
Biaya variabel 3,000
Artinya bahwa untuk setiap kenaikan Rp 1 penjualan maka dapat meningkatkan laba sebesar
Rp 16
Jika penjualan perusahaan naik 20 %, maka laba bersih akan naik sebesar 16x 20% = 320%
Dibuktikan pada bagian a, bahwa kenaikan penjualan 20%, maka laba menjadi Rp 10.080.000
atau naik sebesar Rp 7.680.000, yaitu dari 320% x 2.400.000.
MK. AKUNTANSI MANAJEMEN , DOSEN: MELDONA
ANALISA BIAYA, VOLUME , LABA: LAPORAN L/R, Pengaruh perubahan B V pada L, Operating Leverage
PT TRIMEGAH SUKORINDO
LAPORAN LABA RUGI
Tahun anggaran 2009
Total Per unit
Hasil penjualan (20.000 unit) 96,000,000 4,800
Biaya variabel 57,600,000 2,880
Contribution margin 38,400,000 1,920
Biaya tetap 36,000,000
Laba bersih 2,400,000
Diminta:
Susunlah laporan laba rugi untuk masing-masing kondisi berikut (masing-masing berdiri sendiri):
1. Volume penjualan naik 20%
2. Harga jual turun menjadi Rp 4.000 per unit dan volume penjualan naik 25%
3. Harga jual per unit naik Rp 200 , biaya tetap naik Rp 1.000.000, dan volume penjualan turun 10%
4. Biaya variabel naik Rp 120 per unit, harga jual per unit naik Rp 300 dan volume penjualan turun 5%
5. Dengan menggunakan konsep operating leverage , bagaimana pengaruh laba bersih perusahaan
penjualan naik 20%. Jelaskan!
1 Laba Rugi perusahaan jika volume penjualan naik 20% atau menjadi 24,000 unit dihitung sbb:
Kenaikan volume
Keterangan Semula
penjualan 20 %
Penjualan 96,000,000 115,200,000
Biaya Variabel 57,600,000 69,120,000
Contribution Margin 38,400,000 46,080,000
Biaya Tetap 36,000,000 36,000,000
Laba bersih 2,400,000 10,080,000
2 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit turun menjadi 4.000 dan volume penjualan
naik 25% atau menjadi 25.000 unit
Harga jual per unit 4,000
Volume penjualan 25,000
3 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 2000 atau menjadi Rp 5.000, biaya tetap
naik Rp 1.000.000 atau menjadi Rp 37.000.000 dan volume penjualan turun 10% menjadi 18.000 unit
adalah:
Harga jual per unit 5,000
Volume penjualan 18,000
Biaya Tetap 37,000,000
4 Laba Rugi perusahaan jika harga jual per unit naik Rp 300 atau menjadi 5.100, biaya variabel naik
Rp 120 atau menjadi Rp 3.000 per unit dan volume penjualan turun 5% atau menjadi 19.000 unit.
Harga jual per unit 5,100
Volume penjualan 19,000
Biaya variabel 3,000
Interpretasi: Artinya bahwa untuk setiap kenaikan Rp 1 penjualan maka dapat meningkatkan laba sebesar
16
Jika penjualan perusahaan naik 20 %, maka laba bersih akan naik sebesar 16x 20% = 320%
Dibuktikan pada bagian a, bahwa kenaikan penjualan 20%, maka laba menjadi Rp 10.080.000
atau naik sebesar Rp 7.680.000, yaitu dari 320% x 2.400.000.
AKUNTANSI MANAJEMEN
DOSEN: MELDONA, MM
Jawaban Latihan 5.10
Data biaya dan harga jual:
Harga jual per bungkus 750
Biaya variabel per bungkus 225
Contribution Margin per bungkus 525
Perusahaan Obat
LAPORAN LABA RUGI (dalam bentuk kontribusi)
Untuk bulan X
Penjualan 250,000 Rp750 Rp187,500,000
Biaya Variabel 250,000 Rp225 56,250,000
Contribution Margin 131,250,000
Biaya Tetap:
Biaya Sewa 2,000,000
Depresiasi peralatan 8,000,000
Biaya Gaji 25,000,000
Biaya Advertensi 20,000,000
Biaya tetap lain-lain 10,625,000
65,625,000
Laba bersih 65,625,000
3 Target penjualan obat untuk memperoleh laba bersih setelah pajak Rp 13,387,500 per bulan
adalah:
Laba setelah pajak
Biaya Tetap +
Target penjualan (dalam unit)= 1 - tarif pajak
Contribution margin
13,387,500
65,625,000+
= 1- 0.15
750 - 225
= 65,625,000 + 15,750,000
525
= 155,000 unit
4 Rencana penambahan biaya advertensi Rp 15,000,000 yang akan berakibat kenaikan penjualan
sebesar 15 %
Kenaikan biaya
tetap Rp
Keterangan Semula 15.000.000 dan
volume
penjualan 15%
Penjualan (A) 187,500,000 215,625,000 *
Biaya Variabel (B) 56,250,000 64,687,500 **
Contribution Margin (C = A-B) 131,250,000 150,937,500
Biaya Tetap:
Biaya Sewa 2,000,000 2,000,000
Depresiasi peralatan 8,000,000 8,000,000
Biaya Gaji 25,000,000 25,000,000
Biaya Advertensi 20,000,000 35,000,000 ***
Biaya tetap lain-lain 10,625,000 10,625,000
Jumlah biaya tetap (D) 65,625,000 80,625,000
Laba bersih (C-D) 65,625,000 70,312,500
* = 250,000 + (15% x 250,000) x 750
** = 250,000 + (15% x 250,000) x 225
*** = 20,000,000 + 15,000,000
5 Penghitungan Operating leverage dan kenaikan laba bersih jika penjualan naik 10% adalah:
Jika penjualan meningkat 10% maka laba bersih akan meningkat juga sebesar 20% (yaitu 10%x2)
sehingga jika:
penjualan perusahaan naik 10% x 215,625,000 21,562,500
maka laba akan naik 20% x 65,625,000 13,125,000 menjadi Rp78,750,000