0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan4 halaman

Implementasi Manajemen Hemodialisa CKD

Diunggah oleh

Heru Firman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan4 halaman

Implementasi Manajemen Hemodialisa CKD

Diunggah oleh

Heru Firman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI

TANGGAL/ TANDA
DIAGNOSA IMPLEMENTASI
JAM TANGAN
12-11-2015 PRE HD
10.35 WIB Kelebihan volume 1. Membina hubungan
cairan berhubungan saling percaya dengan
dengan penurunan pasien dan keluarga agar
fungsi ginjal tindakan keperawatan
dapat berjalan dengan
lancar.
2. Mengobservasi tanda-
tanda vital
TD: 140/90 mmHg
N: 88 x/menit
RR: 22 x/menit
S: 36,5oC
3. Mengkaji adanya edema
yaitu terdapat pada
ekstremitas bawah dan
derajat edema 2+
4. Menganjurkan pasien
untuk membatasi asupan
cairan.
Respon: pasien dan
keluarga mengatakan
intake minum dibatasi
600-900cc/hari
5. Mengasukultasi paru dan
bunyi jantung pasien,
dimana tidak terdapat
suara tambahan seperti
ronchi maupun wheezing
dan bunyi normal.
6. Menimbang berat badan
pasien
Respon: pasien
mengatakan BB pre HD
48 kg dan BB post HD
sebelumnya 45 kg.
7. Berkolaborasi dengan tim
12-11-2015
10.35 WIB medis dalam pemberian
diuretik, pasien mendapat
furosemide 40 mg 3x1
8. Berkolaborasi dalam
tindakan hemodialisa
yaitu waktu HD 4 jam,
UF 3,5 Liter, QB 190, QD
500, Heparin rutin 5000
UI

1. Mengkaji kesadaran
pasien dimana kesadaran
pasien compos mentis dan
GCS 4,5,6
2. Mengkaji konjungtiva,
Gangguan perfusi
CRT, warna kulit, mukosa
jaringan perifer
bibir, akral, tanda-tanda
berhubungan
vital
dengan penurunan Respon: konjungtiva
kadar Hb anemis, CRT kembali 2
detik, mukosa bibir pucat,
warna kulit sedikit pucat,
akral teraba dingin, TTV :
TD 140/90 mmHg, N 88
x/menit, RR 22 x/menit, S
36,5oC
3. Meninggikan posisi
kepala 30 derajat.
4. Memonitor kadar Hb,
dimana HB pada tanggal
2-11-2015 5,10 gr/dl
5. Memasang tranfusi darah
PRC1 labu yaitu 250 cc
dengan golongan darah O
sesuai advis
6. Mengusahakan
meminimalkan
kehilangan darah selama
HD

12-11-2015 INTRA HD
13.35 WIB Peningkatan suhu 1. Memonitor suhu pasien
tubuh (Hipertermi) dengan hasil 38oC
2. Memonitor tekanan
berhubungan
darah, nadi dan RR
dengan terjadinya
dengan hasil TD: 160/90
reaksi tranfusi
mmHg, RR: 25x/menit
3. Menurunkan QB dari 190
ml/mnt menjadi 160
ml/mnt karena pasien
merasa berdebar-debar
4. Memonitor WBC, Hb,
dan Hct dengan hasil lab
WBC: 3,96 103/μL, Hb:
5,10 gr/dl, HCT:15 %
5. Memberikan selimut pada
pasien
6. Melepas tranfusi darah
yang telah habis
7. Kolaborasi dalam
pemberian antipiretik
yaitu parasetamol tablet 1.

12-11-2015 POST HD
14.35 WIB 1. Menutup luka bekas
Resiko tinggi
insersi dengan plester dan
infeksi
depres steril yang diberi
berhubungan
alkohol
dengan adanya
2. Menjelaskan pada pasien
luka bekas insersi
harus menjaga kebersihan
bebat atau plester yang
digunakan.
3. Menjelaskan pada pasien
untuk membuka plester
setelah 4 jam lalu ganti
dengan plester yang ada
antibiotiknya.
4. Menjelaskan kepada
pasien/keluarga tentang
tanda – tanda infeksi pada
daerah bekas insersi.

Anda mungkin juga menyukai