0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan8 halaman

Analisis Akar Masalah Kesalahan Obat

Dokumen tersebut membahas analisis akar masalah terjadinya kesalahan pemberian obat kepada pasien akibat tertukarnya resep antara dua orang pasien bernama Ny. Ani. Faktor penyebabnya adalah penulisan identitas pasien yang tidak lengkap pada resep, petugas di apotek yang tidak kompeten, serta belum adanya standar operasional prosedur dan kebijakan di fasilitas kesehatan tersebut.

Diunggah oleh

agustina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan8 halaman

Analisis Akar Masalah Kesalahan Obat

Dokumen tersebut membahas analisis akar masalah terjadinya kesalahan pemberian obat kepada pasien akibat tertukarnya resep antara dua orang pasien bernama Ny. Ani. Faktor penyebabnya adalah penulisan identitas pasien yang tidak lengkap pada resep, petugas di apotek yang tidak kompeten, serta belum adanya standar operasional prosedur dan kebijakan di fasilitas kesehatan tersebut.

Diunggah oleh

agustina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ROOT CAUSE ANALYSIS

I. Analisis terhadap KTD

 Penulisan nama tidak lengkap di lembaran resep


 Petugas tidak kompeten di bidangnya
 Kebijakan, Pedoman dan prosedur pelayanan belum di susun dan
disahkan secara menyeluruh

II. Tim RCA

Ketua Tim RCA Dr. Taufik


Anggota 1. drg. Ahmad Zaki
(pastikan semua 2. dr. Marlinda
area terkait 3. Hasmizar
terwakili) 4. Erliana
[Link] fitriani
Petugas pencatat Fera Monanda, Amd. Ak
(notulis)

III. Diskripsi singkat kejadian:

Pasien an. Ny. Ani Sutrisna koma selama dua minggu akibat kesalahan
mendapatkan obat. Dikarenakan tertukarnya resep antara Ny. Ani sutrisna
dengan Ny. AniSaputra

IV. Faktor yang menjadipencetus/mengawali kejadian (trigger):

 Penulisan nama di resep tidak lengkap


 Petugas tidak kompeten (cleaning servis yang membantu di apotek)
 Minimnya tenaga Farmasi di apotek tersebut
 Kebijakan prosedur dan SOP disusun dan dikerjakan

V. Kronologikejadian:

Pada Kamis tanggal 19 April 2018, Ny. Ani Sutrisna diantarkan oleh anak
perempuannya. Ny. Ani sutrisna adalah pasien rujukan balik dari dokter spesialis
THT dengan diagnose Rinitis Alergi, Ny. Ani sutrisna diperiksa oleh dr. Slamet
dan diresepkan obat Prednisolone 5ml 3x1. Padahari yang sama, Ny. Ani Saputra
(70 thn) dengan keluhan DM, diperiksa oleh dr. Slamet dan diberikan resep
Diklazid 80mg. Diresep tersebut nama kedua pasien disingkat dengan nama Ny.
Ani S. Nomor Antrian Ny. Ani Sutrisna 211, sedangkan nomor antrian Ny. Ani
Saputra 205. Tenaga yang memberikan obat di apotek adalah Retno, seorang
cleaning service. Dua minggu kemudian Ny. Ani Sutrisna dirawat di ICU RSD
karena coma.
VI. Faktor-faktor yang terkait dengan kejadian:
a. Faktor-faktor yang terkait langsung:

 Penulisan identitas pasien di resep tidak lengkap


 Petugas di Apotek tidak kompeten
 Tidak ada SOP dan Kebijakan

b. Faktor-faktor yang menunjang/berkontribusi terhadap terjadinya


kejadian:

 Desakan terus menerus dari keluarga pasien


 Minimnya petugas di Apotek
 Jumlah pasien lebih banyak dari hari biasanya

VII. Analisis akar masalah (gambarkan diagram tulangikan/pohon masalah)


Tetapkan
Akar-akar masalah Kesalahan pemberian
obat

Tertukar nya resep

Petugas tidak
Penulisan identiitas kompeten
Resep tdk lgkp

SOP dan kebijakan Minimnya Tenaga


Belum ada Kefarmasian

Root
cause

VIII. Rekomendasi dan Rencana Tindak Lanjut:

Akar Tindakan Tingkat Penanggu Waktu Sumberdaya Bukti Para


masalah/penyebab pelaksana ngjawab yang Penyelesaian
masalah dibutuhkan

Belum adanya SOP Penyusunan Ka. Unit Ka. Unit 1 Petugas


SOP Minggu Kefarmasian
Belum adanya Perumusan Kapus/A Kapus 1
Kebijakan Kebijakan dmin/ Minggu
Keselamatan Keselamata Ptgs Unit
Pasien n Pasien
Petugas tidak Pelatihan Kapus Kapus/Ka 2 Ptgs
kompeten petugas .Unit mingg Paramedis
u yg sudah
dilatih
Kekurangan Pengusulan Ka. Unit Kapus 2 Apoteker/A
Petugas petugas mingg sisten
kepimpinan u Apoteker
IX. Hasil dan Pelaporan:

1. SOP dan Kebijakan sudah disusun


2. Tenaga sudah diberikan pelatihan
3. Sudah ada penambahan tenaga faramasi
FMEA

I. Unit kerja:

II. Tim FMEA:

Ketua Tim FMEA ........................................................................................................


Anggota 1......................................................................................................
(pastikan semua area 2......................................................................................................
terkait terwakili) 3......................................................................................................
4......................................................................................................
[Link].
Petugas pencatat
(notulis) .........................................................................................................

III. Peranmasing-masingketuadananggota

Tim FMEA Peran


Ketua
Anggota

IV. Jadualkegiatantim:

No Kegiatan Waktu Keterangan

V. Alur proses yang sekarang:


VI. Identifikasi Failure modes:

Contoh: pelayananobat di Puskesmas

No Tahapankegiatanpadaalur Failure modes


proses
1 Menerimaresep Salah identitas
Reseptertukar
2 Membacaresep Reseptidakdapatdibaca
Salah membacaresep
Salah identitas
Salah menghitungumur
3 Telaahresep Salah menganalisisinternaksiobat
Dst

4 Menyiapkanobat Salah mengambilobat

VII. Matriks FMEA:


N Failure Penyeb Akibat O S D RPN Solusi Indikat
o modes ab (occu (sev (dete (OxSx oruntu
rrenc erity ctabili D) kvalida
e) ) ty) si

VIII. Menetapkan cut off point dengan diagram Pareto:

IX. RencanaKegiatandanPelaksanaan:

No Kegiatan WaktuPelaksanaan Penanggungjawab Hasil Keterangan


X. Alur proses yang baru:

XI. Monitoring, validasi (bisadihitungulang RPN setelahimplementasi), evaluasi,


danpelaporan

Anda mungkin juga menyukai