0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
389 tayangan21 halaman

Pengantar Pemrosesan Transaksi Keuangan

Dokumen ini membahas tiga siklus transaksi yaitu siklus pengeluaran, konversi, dan pendapatan. Juga dijelaskan proses pencatatan akuntansi untuk mendokumentasikan transaksi keuangan perusahaan mulai dari dokumen sumber, jurnal, buku besar, hingga jejak audit untuk keperluan audit keuangan. Sistem catatan akuntansi dalam komputer disimpan dalam empat jenis file yaitu file master, transaksi, referensi dan arsip

Diunggah oleh

Zainal Abidin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
389 tayangan21 halaman

Pengantar Pemrosesan Transaksi Keuangan

Dokumen ini membahas tiga siklus transaksi yaitu siklus pengeluaran, konversi, dan pendapatan. Juga dijelaskan proses pencatatan akuntansi untuk mendokumentasikan transaksi keuangan perusahaan mulai dari dokumen sumber, jurnal, buku besar, hingga jejak audit untuk keperluan audit keuangan. Sistem catatan akuntansi dalam komputer disimpan dalam empat jenis file yaitu file master, transaksi, referensi dan arsip

Diunggah oleh

Zainal Abidin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SIP – 38 A – TR 2 – G 3

PENGANTAR PEMROSESAN IFORMASI DAN


ETIKA, KECURANGAN, DAN PENGENDALIAN INTERNAL

TUGAS RESUME

Diajukan sebagai tugas resume mata kuliap SIAP


Pada Program Studi Magister Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Disusun oleh:
Kelompok 3

Zainal Abidin (12030117420103)


Safiera Faradila A. (12030117420070)

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2018
PENGANTAR PEMROSESAN TRANSAKSI

A. GAMBARAN UMUM PEMROSESAN TRANSAKSI


Aplikasi TPS (Transaction Processing System) memproses transaksi keuangan.
Transaksi keuangan didefinisikan sebagai :

Kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aset dan ekuitas perusahaan, dicerminkan


dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang.

Transaksi keuangan yang paling umum adalah pertukaran ekonomi dengan pihak
eksternal. Hal ini termasuk penjualan barang atau jasa, pembelian persediaan, pembebasan
kewajiban keuangan, dan penerimaan kas dari pelanggan. Transaksi keuangan adalah kegiatan
bisnis yang umum terjadi secara rutin. Misalnya, ribuan transaksi dari satu jenis tertentu
(penjualan ke pelanggan) bisa terjadi setiap hari.

SIKLUS TRANSAKSI
Terdapat tiga siklus transaksi yang memproses sebagian besar aktivitas ekonomi
perusahaan, yaitu siklus pengeluaran, siklus konversi, dan siklus pendapatan. Siklus-siklus ini
ada dalam semua jenis bisnis-baik yang mencari laba maupun yang nirlaba. Figur 2.1
menunjukkan hubungan antara siklus-siklus ini dan sumber daya yang mengalir diantara
siklusnya.

Tenaga Kerja
Pelanggan
Bahan Baku
Kas

Barang Jadi

Kas

Pabrik

Siklus Pengeluaran Siklus Konversi Siklus Pendapatan

Subsistem Subsistem Subsistem


Pembelian/Utang Perencanaan dan Pemrosesan Pesanan
Pengeluaran Kas Pengendalian Penjualan
Penggajian Produksi Penerimaan kas
Aset Tetap Akuntansi Biaya

Barang Jadi
Kas
Siklus Pengeluaran
Aktivitas bisnis dimulai dengan pemerolehan bahan baku, properti dan tenaga kerja
melalui pertukaran dengan kas - siklus pengeluaran (expenditure cycle). Kebanyakan transaksi
pengeluaran didasarkan pada hubungan kredit di antara mitra dagang. Pengeluaran kas aktual
dilakukan pada saat yang sama dengan penerimaan barang atau jasa.

Sistem pembelian/utang. Sistem ini mengenali kebutuhan untuk membeli persediaan


fisik (seperti bahan baku) dan melakukan pemesanan ke pemasok. Ketika barang
diterima, sistem pembelian mencatat peristiwa tersebut dengan menambah persediaan
dan membuat akun utang untuk dibayar pada tanggal yang telah ditetapkan.

Sistem pengeluaran kas. Ketika kewajiban yang dibuat oleh sistem pembelian jatuh
tempo, sistem pengeluaran kas mengotorisasi pembayaran, mengeluarkan dana ke
pemasok, dan mencatat transaksi dengan mengurangi kas dan akun utang.

Sistem penggajian. Sistem penggajian mengumpulkan data pemakaian tenaga kerja dari
setiap karyawan, menghitung gaji, dan mengeluarkan cek pembayaran kepada
karyawan.

Sistem aset tetap. Sistem aset tetap perusahaan memproses transaksi-transaksi yang
berkaitan dengan akuisisi, pemeliharaan, dan penghentian aset tetap.

Siklus Konversi
Siklus konversi terdiri atas dua subsistem utama: sistem produksi dan sistem akuntansi
biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik
melalui proses produksi. Sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan
dengan produksi. Informasi yang dihasilkan oleh sistem ini digunakan untuk penilaian
persediaan, penganggaran, pengendalian biaya, pelaporan kinerja, dan keputusan manajemen.
Perusahaan manufaktur mengonversi bahan baku ke barang jadi melalui operasi siklus
konversi formal. Siklus konversi biasanya tidak formal dan tidak dapat diamati dalam
perusahaan jasa dan ritel. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan ini masih terlibat dalam aktivitas
siklus konversi yang mencapai puncaknya pada pengembangan produk atau jasa yang dapat
dijual.

Siklus Pendapatan
Perusahaan menjual barang jadi ke pelanggan melalui siklus pendapatan, yang
melibatkan pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan penerimaan kas setelah
penjualan kredit. Transaksi siklus pendapatan juga melalui komponen fisik dan keuangan, yang
diproses secara terpisah. Subsistem utama dari siklus pendapatan secara singkat dijelaskan di
bawah ini:
Pemrosesan pesanan penjualan. Mayoritas penjualan bisnis dilakukan secara kredit dan
melibatkan tugas-tugas seperti penyimpanan pesanan penjualan, pemberian kredit,
pengiriman produk (atau pemberian jasa) kepada pelanggan, penagihan pelanggan, dan
pencatatan transaksi dalam akun (piutang, persediaan, pengeluaran dan penjualan).
Penerimaan kas. Untuk penjualan kredit, ada periode waktu (hari atau minggu) antara
penjualan dan penerimaan kas. Pemrosesan penerimaan kas meliputi penagihan kas,
penyimpanan kas di bank, dan pencatatan peristiwa-peristiwa ini dalam akun (piutang
dan kas).

B. PENCATATAN AKUNTANSI
SISTEM MANUAL
Bagian ini mendeskripsikan tujuan setiap jenis catatan akuntansi yang digunakan dalam siklus
transaksi.

Dokumen
Dokumen menyediakan bukti dari kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk
memulai pemrosesan transaksi. Beberapa dokumen merupakan hasil dari pemrosesan
transaksi. Dalam bagian ini, akan didiskusikan tiga jenis dokumen, yaitu dokumen sumber,
dokumen produk, dan dokumen perputaran.

Dokumen Sumber. Peristiwa ekonomi menimbulkan beberapa dokumen yang


diciptakan pada awal (sumber). Ini disebut dokumen sumber. Dokumen sumber
digunakan untuk menangkap dan memformalisasi data transaksi yang diperlukan untuk
memproses siklus transaksi.

Dokumen Produk. Dokumen produk adalah hasil dari pemrosesan transaksi, bukan
dokumen yang memicu mekanisme proses. Misalnya cek pembayaran gaji yang
diberikan kepada karyawan adalah dokumen produk dari sistem penggajian.

Dokumen Perputaran. Dokumen perputaran adalah dokumen produk dari satu sistem
yang menjadi dokumen sumber dari sistem lainnya. Dokumen perputaran berisi
informasi penting tentang akun pelanggan untuk membantu sistem penerimaan kas
memproses cek tersebut.

Jurnal
Jurnal adalah catatan ayat-ayat secara kronologis. Pada titik tertentu dalam proses
transaksi, ketika semua fakta yang relevan tentang transaksi diketahui, peristiwa dicatat dalam
jurnal secara kronologis. Terdapat dua jenis jurnal: jurnal khusus dan jurnal umum.

Jurnal Khusus. Digunakan untuk mencatat kelas transaksi khusus yang muncul dalam
volume besar. Transaksi seperti ini dapat dikelompokkan dalam jurnal khusus atau
diproses secara lebih efisien daripada yang dilakukan di jurnal umum.

Register. Istilah register mengacu pada jenis-jenis tertentu dari jurnal khusus. Misalnya,
jurnal penggajian sering disebut sebagai register penggajian.

Jurnal Umum. Perusahaan menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi yang
jarang terjadi atau yang tidak sama. Misalnya, kita biasanya mencatat depresiasi
periodik dan ayat penutup di jurnal umum.
Buku Besar
Buku besar (ledger) adalah buku akun keuangan, yang mencerminkan pengaruh
keuangan dari transaksi yang setelah dibukukan dari berbagai jurnal. Buku besar menunjukkan
kenaikan, penurunan, dan saldo lancar dari setiap akun. Terdapat dua jenis buku besar: (1) buku
besar umum yang berisi informasi akun perusahaan dalam bentuk rangkuman dari akun
pengendali, dan (2) buku besar pembantu, yang berisi perincian akun individual yang
membentuk akun pengendali tertentu.

Buku besar umum. Buku besar umum merangkum aktivitas dari setiap akun organisasi.
Buku besar umum menyediakan nilai tunggal untuk setiap akun pengendali, seperti
utang, piutang, dan persediaan.

Buku besar pembantu. Buku besar pembantu disimpan dalam departemen akuntansi
perusahaan. Buku ini mencakup persediaan, utang, penggajian, dan piutang. Pemisahan
ini memungkinkan pengendalian dan dukungan ke operasi dengan lebih baik.

JEJAK AUDIT
Catatan akuntansi yang dijelaskan sebelumnya menyediakan jejak audit untuk
menelusuri transaksi dari dokumen sumber ke laporan keuangan. Diantara berbagai tujuan dari
jejak audit, yang paling sering bagi akuntan adalah audit akhir tahun. Audit keuangan secara
berkala mengevaluasi laporan keuangan dari organisasi bisnis yang terbuka atas nama
pemegang sahamnya dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

SISTEM BERBASIS KOMPUTER


Jenis File
Meskipun jejak audit dalam sistem berbasis komputer kurang bisa diamati daripada
sistem manual tradisional, jejak audit tetap ada. Catatan akuntansi dalam sistem berbasis
komputer disajikan dalam empat jenis file magnetis yang berbeda: file master, file transaksi,
file referensi, dan file arsip.
 File Master. File master umumnya berisi data akun. Buku besar umum dan buku besar
pembantu adalah contoh dari file master.
 File Transaksi. File transaksi adalah file sementara yang menyimpan catatan transaksi
yang akan digunakan untuk mengubah atau memperbarui data dalam file master.
Pesanan penjualan, penerimaan persediaan, dan penerimaan kas adalah contoh-contoh
file transaksi.
 File referensi. File referensi menyimpan data yang digunakan sebagai standar untuk
memproses transaksi.
 File Arsip. File arsip berisi catatan transaksi masa lalu yang dipertahankan untuk
referensi di masa depan. Transaksi ini merupakan bagian yang penting dari jejak audit.
File arsip meliputi jurnal, informasi penggajian periode sebelumnya, daftar nama
karyawan sebelumnya, catatan tentang akun yang dihapus, dan buku besar periode
sebelumnya.
Jejak Audit Digital
Sama dengan jejak kertas, jejak audit digital memungkinkan penelusuran transaksi.
Auditor yang berusaha untuk mengevaluasi akurasi dari angka piutang yang dipublikasikan
dalam neraca, dapat melakukannya melalui langkah-langkah berikut ini:

1. Bandingkan saldo piutang dagang dalam neraca dengan saldo akun pengendali
piutang dagang di file master.
2. Rekonsiliasikan angka akun pengendali AR dengan total akun pembantu AR.
3. Pilih percontoh (sampel) dari ayat-ayat yang diperbarui pada akun di buku besar
pembantu AR dan telusuri transaksinya dalam jurnal penjualan (file arsip).
4. Dari ayat-ayat jurnal ini, identifikasi dokumen sumber spesifik yang dapat ditarik dari
file-file ini dan diverifikasi.

C. TEKNIK DOKUMENTASI
Ada enam teknik dokumentasi dasar yang diperkenalkan dalam bagian ini, yaitu:
diagram arus data, diagram relasi entitas, bagan alir sistem (system flowcharts), bagan alir
program (program flowcharts), dan diagram tata letak record.

DIAGRAM ARUS DATA DAN DIAGRAM RELASI ENTITAS


Dua teknik desain dan dokumentasi sistem yang banyak digunakan adalah diagram
relasi entitas dan diagram arus data. Bagian ini akan memperkenalkan fitur-fitur utama dari
kedua teknik tersebut, mengilustrasikan penggunaannya, dan menunjukkan bagaimana kedua
teknik tersebut berhubungan.

Diagram Arus Data


Diagram arus data (Data Flow Diagram-DFD) menggunakan simbol-simbol untuk
menyajikan entitas, proses, arus data, dan penyimpanan data yang berkaitan dengan suatu
sistem. Entitas dalam DFD adalah objek-objek eksternal dalam sistem yang dimodelkan.
Entitas ini mewakili sumber dan tujuan dari data. DFD digunakan untuk menyajikan sistem
dalam beberapa tingkat perincian dari yang sangat umum ke yang sangat terperinci.

Diagram Relasi Entitas


Diagram relasi entitas (entity relationship-ER) adalah teknik dokumentasi yang
digunakan untuk menyajikan relasi antara entitas. Entitas adalah sumber daya fisik (mobil, kas,
atau persediaan), kegiatan (memesan persediaan, menerima kas, atau mengirim barang), pelaku
(staf penjualan, pelanggan, atau pemasok) yang akan digunakan oleh organisasi untuk
mendapatkan data. Salah satu penggunaan umum dari diagram ER adalah untuk memodelkan
basis data organisasi, yang akan dibahas secara terperinci.

Hubungan Antara Diagram ER dan Diagram Arus Data


Diagram arus data dan diagram ER mencerminkan berbagai aspek dari sistem yang
sama, namun saling berhubungan dan bisa direkonsiliasi. Kedua diagram ini saling terhubung
melalui data, setiap data yang disimpan dalam DFD mewakili entitas data dalam diagram ER.
SISTEM FLOWCHARTS
Sebuah sistem flowchart adalah representasi grafis dari hubungan fisik di antara
elemen-elemen kunci dari suatu sistem. Elemen-elemen ini dapat mencakup departemen
organisasi, aktivitas manual, program komputer, catatan akuntansi hard copy (dokumen, jurnal,
buku besar, dan file), dan catatan digital (file referensi, file transaksi, file arsip, dan file master).
Bagan alur sistem juga menggambarkan jenis media komputer yang digunakan dalam sistem,
seperti pita magnetik, disk magnetik, dan terminal.
Contoh flowchart di bagian berikut mengilustrasikan teknik untuk merepresentasikan
proses akuntansi baik manual maupun berbasis komputer. Kami mulai dengan
mendokumentasikan prosedur manual.

Kegiatan Manual Memflowchart


Untuk mendemonstrasikan kegiatan manual flowcharting, mari kita asumsikan bahwa
auditor perlu mengalirkan sistem pesanan penjualan untuk mengevaluasi pengendalian internal
dan prosedurnya. Auditor akan memulai dengan mewawancarai individu yang terlibat dalam
proses pesanan penjualan untuk menentukan apa yang mereka lakukan. Informasi ini akan
ditangkap dalam satu set fakta tertulis yang mirip dengan yang di bawah ini. Perlu diingat
bahwa tujuan di sini adalah untuk mendemonstrasikan flowcharting.

1. Petugas di departemen penjualan menerima hard copy pesanan pelanggan melalui surat dan
secara manual menyiapkan empat salinan pesanan penjualan.
2. Petugas mengirimkan Salinan 1 dari pesanan penjualan ke departemen kredit untuk
disetujui. Tiga salinan lainnya dan pesanan pelanggan yang asli disimpan sementara,
menunggu persetujuan kredit.
3. Petugas departemen kredit memvalidasi pesanan pelanggan dengan mempertimbangkan
hard copy catatan kredit yang tersimpan di departemen kredit. Petugas tersebut
menandatangani Salinan 1 untuk menunjukkan persetujuan dan mengembalikannya ke
petugas penjualan.
4. Ketika petugas penjualan menerima persetujuan kredit, ia akan menyimpan Salinan 1 dan
pesanan pelanggan dalam file departemen. Petugas tersebut kemudian mengirim Salinan 2
ke gudang dan Salinan 3 dan 4 ke departemen pengiriman.
5. Petugas gudang mengambil produk dari rak, mencatat transfernya dalam hard copy catatan
stok, dan mengirimkan produk tersebut serta Salinan 2 ke departemen pengiriman.
6. Departemen pengiriman menerima Salinan 2 dan barang dari gudang, menempelkan
Salinan 2 sebagai slip pengemasan, dan mengirimkan barang tersebut kepada pelanggan.
Akhirnya, petugas menyimpan Salinan 3 dan 4 di departemen pengiriman.
Menata Letak Area Fisik dari Aktivitas. Ingat bahwa bagan alir mencerminkan sistem fisik,
yang disajikan sebagai kolom-kolom vertikal peristiwa dan tindakan yang dipisahkan oleh
garis pembatas. Secara umum, setiap area aktivitas merupakan kolom terpisah dengan satu
judul. Dari fakta-fakta sistem diatas, dapat terlihat empat area aktivitas, yaitu departemen
penjualan, departemen kredit, gudang, dan departemen pengiriman. Langkah pertama dalam
menyiapkan flowchart adalah dengan menata letak area aktivitas dan memberi label ke setiap
area tersebut.
Pemrosesan Batch
Pemrosesan batch memungkinkan efisiensi manajemen untuk volume transaksi dalam
jumlah besar. Batch adalah sekelompok transaksi yang serupa (misalnya pesanan penjualan)
yang diakumulasi sepanjang waktu dan kemudian diproses bersama-sama. Terdapat dua
keunggulan umum dari pemrosesan batch. Pertama, organisasi bisa meningkatkan efisiensinya
dengan mengelompokkan sejumlah besar transaksi ke dalam batch daripada memproses setiap
peristiwa secara terpisah. Kedua, pemrosesan batch memungkinkan pengendalian atas
pemrosesan transaksi.

Proses Komputer Memflowchart


Teknik memflowchart untuk mewakili sebuah sistem yang menggunakan proses
manual dan komputer.
Menata Letak Area Fisik dari Aktivitas
Proses pembuatan flowchart mulai dengan membuat sebuah pola yang menggambarkan
area aktivitas yang serupa. Satu-satu perbedaannya adalah bahwa sistem ini memiliki
departemen operasi komputer dan tidak memiliki departemen kredit.

Menyajikan Fakta Tertulis ke dalam Format Visual


Sama seperti sistem manual, langkah berikutnya adalah menerjemahkan secara
sistematis fakta-fakta tertulis ke dalam objek visual. Simbol-simbol pelanggan, pesanan
penjualan, dan file dalam bagan alir ini sama dengan contoh sebelumnya. Namun, aktivitas staf
penjualan, sekarang diotomatisasi dan simbol proses manual telah diganti dengan simbol
terminal komputer.

BAGAN ALIR PROGRAM (PROGRAM FLOWCHARTS)


Sistem flowcharts menunjukkan relasi antara dua program komputer, file yang
digunakan, dan output yang dihasilkan. Akan tetapi tingkat dokumentasi ini tidak memberikan
perincian operasional yang kadang-kadang diperlukan. Setiap program yang disajikan dalam
bagan alir sistem harus memiliki sebuah bagan alir program pendukung yang mendeskripsikan
logikanya.

DIAGRAM TATA LETAK RECORD


Diagram tata letak record digunakan untuk mengungkapkan struktur internal record
yang membentuk file atau tabel basis data. Diagram tata letak biasanya menunjukkan nama,
jenis data, dan panjang setiap atribut (atau field) dalam record.

D. SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER


Sistem akuntansi berbasis komputer dibagi menjadi dua kelompok besar: sistem batch dan
sistem real time.
Perbedaan Karakteristik antara Pemrosesan Batch dan Real Time

Metode Pemrosesan Data


Karakteristik Pembeda
Batch Real Time
Kerangka Waktu Informasi Terdapat jeda antara waktu Pemrosesan dilakukan
terjadinya kegiatan ekonomi ketika kegiatan ekonomi
dengan waktu terjadi
pencatatannya.
Sumber Daya Menggunakan sedikit Lebih banyak sumber daya
sumber daya (peranti keras, yang dibutuhkan daripada
pemrograman pelatihan) pemrosesan batch
yang dibutuhkan
Metode Pemrosesan Data
Karakteristik Pembeda
Batch Real Time
Efisiensi Operasional Record tertentu diproses Semua record yang
setelah peristiwa terjadi berkaitan dengan peristiwa
untuk menghindari diproses segera.
penundaan operasional

PENDEKATAN PEMROSESAN DATA ALTERNATIF


Sistem Warisan Versus Sistem Modern
Tidak semua organisasi menggunakan sistem informasi modern. Sistem Warisan
umumnya memiiki beberapa fitur, yaitu aplikasi berbasis main frame, berorientasi pada batch,
sistem warisan menggunakan file-file dengan basis data hierarkis untuk penyimpanan data.
Sistem ini mengutamakan lingkungan pengguna tunggal yang menghalangi penyebaran
informasi secara menyeluruh di dalam organisasi.
Sistem modern cenderung berbasis client-server (jaringan) dan proses
transaksinya secara real time. Namun, saat ini sistem modern banyak yang berbasis mainframe
dan menggunakan pemrosesan batch berbeda dengan sebelumnya dimana sistem modern
menyimpan transaksi dan file utama dalam tabel basis data relasional.

Pembaruan File Master dari Transaksi


Baik pemrosesan batch maupun pemrosesan real-time yang digunakan, pembaruan
record file utama mencakup perubahan nilai dari suatu atau beberapa field untuk merefleksikan
pengaruh dari suatu transaksi.

PEMROSESAN BATCH DENGAN MENGGUNAKAN PENGUMPULAN DATA


SECARA REAL-TIME
Pendekatan pemrosesan data yang populer, khususnya untuk perusahaan besar, adalah
menangkap secara elektronik data transaksi pada sumbernya ketika terjadi. Dengan
mendistribusikan kemampuan input data ke pengguna, kesalahan transaksi tertentu bisa
dicegah atau dideteksi dan dikoreksi pada sumbernya. Hasilnya adalah file transaksi yang bebas
dari kebanyakan kesalahan yang sering terjadi pada sistem warisan yang lama. File transaksi
kemudian diproses dengan cara batch untuk mencapai efisiensi operasional.

PEMROSESAN REAL-TIME
Sistem real-time memproses seluruh transaksi pada saat terjadi. Misalnya, pesanan
penjualan yang diproses bisa ditangkap, diisi, dan dikirim pada hari yang sama. Sistem
semacam ini memiliki banyak potensi keuntungan, termasuk perbaikan produktivitas,
pengurangan persediaan, peningkatan perputaran persediaan, pengurangan jeda dalam
penagihan pelanggan, dan perbaikan kepuasan pelanggan.
E. SKEMA PENGKODEAN DATA
Skema Pengkodean Angka Dan Abjad.
1. Sequential Codes (Kode berurutan)
Kode berurutan menyajikan bagian dalam pemesanan secara berurutan (kenaikan atau
penurunan). Aplikasi penomerannya dari dokumen sumber. Kelebihannya yaitu mendukung
rekonsiliasi batch transaksi dan melacak setiap transaksi yang diproses, dan mengidentifikasi
hilang atau salah tempat. Sehingga manajemen mengetahui penyebab, akibat dari kesalahan.
2. Blok Code (Kode Blok)
Kode kelompok digunakan untuk mewakili bagian kompleks atau peristiwa yang
melibatkan dua atau lebih dari data terkait. Kode ini terdiri dari bidang yang memiliki arti
khusus. Kelebihannya yaitu; 1) Memfasilitasi representasi data dalam jumlah besar yang
beragam, 2) Memungkinkan struktur data yang kompleks untuk diwakili dalam bentuk hirarki
yang logis dan lebih mudah diingat oleh manusia, 3) Memberikan analisis rinci dan pelaporan
baik di dalam kelas item maupun yang berbeda dari kelas item. Kekurangannya yaitu karena
kode kelompok secara efektif dapat menyajikan informasi yang beragam dan berubah-ubah,
sehingga cenderung melebihi kapasitas penggunaan yang berakibat dapat meningkatkan biaya
penyimpanan, kesalahan administrasi dll.
3. Group Codes (Kode kelompok)
Kode blok merupakan variasi pada pengkodean berurutan yang sebagian kelemahannya
bisa diperbaiki kembali. Pendekatan ini dapat digunakan untuk mewakili kelas seluruh bagian
dengan membatasi setiap kelas untuk rentang tertentu dalam skema coding dengan
pembangunan bagan akun. Semakin luas bagan akun, maka perusahaan dapat
mengklasifikasikan transaksi sehingga semakin besar informasi yang didapat. Digit pertama
dalam pengkodean adalah angka blocking yang merupakan klasifikasi akun. Angka lainnya
yaitu ditetapkan berdasarkan kode yang berurutan. Kelebihannya yaitu memungkinkan untuk
meyisipkan kode baru dalam blok tanpa harus merubah seluruh struktur coding. Namun,
informasi dari kode blok berubah-ubah dan tidak begitu terlihat.
4. Alphabetic Code (Kode abjad)
Kode abjad digunakan banyak tujuan seperti kode numerik. Kode abjad ini menyajikan
nomor item dalam jumlah besar hingga 26 variasi per bidang. Namun, sulit untuk rasionalisasi
arti kode berurutan yang telah ditetapkan dan penggunanya cenderung mengalami kesulitan
menyortir catatan.
5. Mnemonic Code (Kode mnemonic)
Kode mnemonik digunakan sebagai singkatan, akronim, dan jenis-jenis kombinasi
lainnya dalam menyampaikan arti. Contohnya adalah pemberian kode negara, seperti NY New
York. Keuntungannya yaitu pengguna tidak perlu untuk menghafal arti, karena
dapat tersampaikan dengan sendirinya informasi tentang item yang diminta. Kekurangannya
memiliki kemampuan terbatas untuk menyajikan item dalam kelas.
ETIKA, KECURANGAN, DAN PENGENDALIAN INTERNAL

A. MASALAH ETIKA DALAM BISNIS


Standar etika didapat dari adat sosial dan keyakinan pribadi yang mengakar mengenai
hal-hal yang salah dan benar, yang belum tentu sama bagi setiap organisasi. Sangat mungkin
jika ada dua individu yang sama-sama merasa bertindak secara etis, namun melakukan hal yang
sangat berkebalikan. Terkadang kita sulit membedakan antara masalah etis dengan masalah
legal atau hukum.
Banyak skandal-skandal yang terjadi di pasar modal, masalah kejahatan komputer dan
virus, dan berbagai perilaku menyimpang perilaku tidak benar dan illegal oleh eksekutif
perusahaan. Walaupun perilaku etika yang menyeluruh tidak mungkin dilakukan dalam ruang
yang tersedia, tujuan dari bagian ini adalah untuk mempertinggi kesadaran pembaca mengenai
berbagai isu etika yang berhubungan dengan bisnis, sistem informasi, dan tekonologi
komputer.

ETIKA BISNIS
Etika berkaitan erat dengan berbagai prinsip atau tingkah laku yang digunakan
seseorang dalam membuat pilihan dan dalam mengarahkan perilakunya di berbagai situasi
yang melibatkan konsep mengenai benar dan salah. Lebih spesifik lagi, etika bisnis melibatkan
penemuan jawaban atas dua pertanyaan berikut ini: (1) bagaimana manajer memutuskan
mengenai apa yang benar dalam menjalankan bisnisnya?; dan (2) ketika para manajer telah
mengetahui mana yang benar, bagaimana mereka dapat mencapainya?

Masalah etika dalam bisnis dapat dibagi kedalam empat area: (1) kesetaraan, (2) hak, (3)
kejujuran, dan (4) penggunaan kekuasaan perusahaan.

Membuat Keputusan Yang Beretika


Organisasi bisnis memiliki tanggungjawab yang saling bertentangan antara karyawan,
pemegang saham, pelanggan, dan publik atau masyarakat umum. Setiap keputusan besar
memiliki konsekuensi yang secara potensial merugikan atau memberikan manfaat kepada
komponen-komponen tersebut. Tanggung jawab etika manajer adalah untuk
menyeimbangkan konsekuensi-konsekuensi tersebut.

Proporsionalitas. Manfaat dari suatu keputusan harus melebihi risikonya. Selain itu, tidak
boleh ada keputusan alternatif yang memberikan manfaat sama atau lebih besar dengan risiko
lebih sedikit.

Keadilan. Manfaat dari suatu keputusan harus didistribusikan secara adil kepada
mereka yang terkena risikonya. Mereka yang tidak mendapatkan manfaat tidak
seharusnya menanggung risiko.

Meminimalkan risiko. Bahkan jika dianggap dapat diterima oleh berbagai prinsip
diatas, keputusan harus diimplementasikan untuk meminimalkan risiko dan
menghindari semua risiko yang tidak perlu.
ETIKA KOMPUTER
Etika komputer adalah analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari teknologi
komputer serta berbagai formulasi dan justifikasi kebijakan yang terkait untuk penggunaan
teknologi semacam itu secara beretika. Hal tersebut termasuk kepedulian terhadap perangkat
lunak sebagaimana kepedulian terhadap perangkat keran, dan kepedulian terhadap jaringan
yang menghubungkan antar komputer sebagaimana kepedulian terhadap komputer itu sendiri.
Etika komputer dibagi menjadi 3 tingkat:

1. Etika komputer pop secara sederhana adalah pemaparan cerita dan laporan yang ditemukan
dalam media populer mengenai cabang yang baik dan buruk dari tekonologi komputer.
2. Etika komputer para adalah adalah melibatkan kepentingan nyata dalam kasus etika
komputer dan memperoleh tingkat keahlian dan pengetahuan tertentu dalam bidang
tersebut.
3. Etika komputer teoretis adalah kepentingan terhadap peneliti-peneliti multidisiplin yang
menggunakan teori filosofi, sosiologi, dan psikologi terhadap ilmu pengetahuan komputer
dengan tujuan memberikan pemahaman yang baru terhadap bidang tersebut.

Berbagai permasalahan yang tekait dengan sistem informasi akuntansi adalah:

Privasi. Beberapa orang mengingnkan kendali penuh atas informasi apa dan seberapa banyak
infromasi menenai diri mereka sendiri yang dapat diakses oleh orang lain dan kepada siapa
informasi itu tersedia. Pembuatan dan perawatan database yang saling terhubung membuatnya
harus melindungi orang-orang dari penyalahgunaan data. Hal tersebut menimbulkan masalah
industri kepemilikan informasi pribadi.

Keamanan. Keamanan komputer merupakan usaha untuk mengindari peristiwa-peristiwa


yang tidak diinginkan seperti hilangnya kerahasiaan atau integritas data. Keamanan sistem
dimaksudkan untuk mencegah fraud dan penyalahgunaan sistem komputer lainnya.
Kepemilikan Properti. Hukum mendesain hak atas properti yang nyata untuk dikembangkan
hingga mencakup kekayaan intelektual, seperti perangkat lunak.

Kesetaraan Akses. Terdapat berbagai rintangan dalam melakukan akses sistem teknologi
informasi. Namun beberapa diantaranya dapat dihindari dengan mendesai sistem dengan
sangathati-hati. Beberapa halangan tersebut diantaranya: kurang mengenal sistem informasi,
status ekonomi, budaya, fitur keamanan, dan lain-lain.

Masalah Lingkungan. Komputer dngan printer berkecepatan tinggi dapat mempercepat


produksi dokumen. Namun, kertas yang digunakan untuk mencetak berasal dari pohon yang
merupakan sumber daya alam yang berharga.

Kecerdasan Buatan. Teknisi pengetahuan (yang menulis program) dan ahli domain (yang
menyediakan pengethuan mengenai tugas yang dilakukan secara otomatis) harus peduli
terhadap tanggung jawan ereka terhadap keputusan yang salah, dasar pengetahuan yang tidak
lengkap dan tiak akurat, dan peran yang diberikan kepada komputer dalam melakukan proses
pengambilan keputusan.
Pengangguran dan Penggantian. Berbagai pekerjaan mengalami perusbahan dari
ketersediaan tekonologi komputer. Orang-orang tidak mampu atau kurang siap dengan adanya
perubahan dapat tergantikan dengan mudah.

Penyalahgunaan Komputer. Komputer dapat disalahgunakan dengan berbagai cara seperti


menyalin perangkat lunak yang memiliki hal cipta, menggunakan komputer untuk keuntungan
pribadi, dan mengintip file milik orang lain.

B. FRAUD DAN AKUNTAN


Mungkin tidak ada aspek utama dari peran auditor independen yang telah
menyebabkan lebih banyak kontroversi untuk profesi akuntan publik selain tanggung jawab
untuk mendeteksi fraud selama audit. Dalam beberapa tahun terakhir, struktur sistem laporan
keuangan AS telah menjadi objek pengawasan. SEC, pengadilan, dan masyarakat bersama
dengan kongres, makin memperhatikan berbagai kegagalan bisnis dan praktik meragukan
pihak manajemen berbagai korporasi yang terlibat dalam tuntutan fraud. Pertanyaan yang
biasanya diajukan adalah, “Dimana auditor saat itu?”

DEFINISI FRAUD
Meskipun fraud adalah istilah yang umum dalam media masa keuangan saat ini, bukan
berarti istilah ini selalu jelas maknanya. Fraud merujuk pada penyajian yang salah atas suatu
fakta material yang dilakukan oleh suatu pihak lain dengan tujuan membohongi dan membuat
pihak lain meyakini fakta tersebut walaupun merugikannya. Berdasarkan hukum pada
umumnya, tindakan fraud harus memenuhi lima kondisi berikut ini:

1. Penyajian yang salah. Ada pernyataan yang salah atau tidak diungkapkannya suatu fakta.
2. Fakta yang material. Fakta harus faktor yang subtansial dalam mendorong seseorang untuk
bertindak.
3. Niat. Ada niat untuk menipu atau mengetahui bahwa pernyataan yang dimiliki seseorang
adalah salah.
4. Keyakinan yang dapat dijustifikasi. Kesalahan dalam penyajian tersebut merupakan faktor
substansial tempat pihak yang dirugikan bergantung.
5. Kerusakan atau kerugian. Kecurangan tersebut telah menyebabkan kerusakan atau
kerugian bagi korban fraud.
Auditor biasanya berhadapan dengan dua tingkat fraud: fraud oleh karyawan dan
fraud oleh pihak manajemen. Karena tiap bentuk fraud memiliki implikasi yang berbeda bagi
auditor, maka antara keduanya perlu dibedakan.
Fraud oleh karyawan, atau fraud oleh karyawan non manajemen biasanya didesain
untuk secara langsung mengonversi kas atau aset lainnya demi keuntungan karyawan. Fraud
oleh karyawan biasanya melibatkan tiga tahap: (1) mencuri sesuatu yang berharga (sebuah
aset), (2) mengonversi aset tersebut ke dalam bentuk yang dapat digunakan (uang tunai), dan
(3) menyembunyikan kejahatan tersebut agar tidak terdeteksi.
Fraud oleh pihak manajemen lebih sulit dilacak daripada fraud oleh karyawan karena
seringkali tidak terdeteksi hingga kerusakan atau kerugian yang sangat besar diderita oleh
perusahaan. Biasanya, fraud oleh pihak manajemen tidak secara langsung melibatkan
pencurian aset. Pihak top manajemen dapat melakukan aktivitas fraud untuk mendapatkan
harga saham yang lebih tinggi. Ini mungkin dilakukan untuk memenuhi harapan investor atau
untuk mengambil keuntungan opsi saham yang termasuk dalam paket kompensasi manajer
tersebut. Fraud oleh pihak manajemen biasanya terdiri atas tiga karakteristik khusus:
1. Fraud tersebut dilakukan pada level manajemen di atas tingkat dimana struktur
pengendalian internal biasanya berhubungan.
2. Fraud tersebut seringkali melibatkan penggunaan laporan keuangan untuk membuat
ilustrasi bahwa suatu entitas lebih sehat dan sejahtera daripada sesungguhnya.
3. Jika fraud tersebut melibatkan penyalahgunaan aset, fraud seringkali disebarkan
dalam berbagai transaksi bisnis yang rumit, dan sering kali melibatkan pihak ketiga.

FRAUD TRIANGLE
Fraud triangle terdiri dari tiga faktor yang berkontribusi atau terkait dengan fraud
oleh pihak manajemen dan karyawan. Hal ini terdiri dari (1) tekanan keadaan, yang mencakup
tekanan pribadi atau pekerjaan terkait yang dapat memaksa seseorang untuk bertindak tidak
jujur; (2) peluang, yang melibatkan akses langsung ke aset dan / atau akses ke informasi yang
mengendalikan aset, dan; (3) etika, yang berkaitan dengan karakter seseorang dan tingkat
penentangan moral terhadap tindakan ketidakjujuran.
Penelitian oleh ahli forensik dan akademisi telah menunjukkan bahwa evaluasi auditor
terhadap fraud ditingkatkan ketika faktor-faktor segitiga fraud dipertimbangkan. Jelas,
masalah etika dan stres pribadi tidak memungkinkan mereka melakukan observasi dan analisis
yang mudah. Untuk memberikan wawasan tentang faktor-faktor ini, auditor sering
menggunakan daftar centang red flags yang terdiri dari jenis pertanyaan berikut:

 Apakah para eksekutif utama memiliki utang pribadi yang sangat tinggi?
 Apakah para eksekutif utama bergaya hidup di luar kemampuan mereka?
 Apakah para eksekutif utama terlibat dalam kebiasaan berjudi ?
 Apakah para eksekutif utama tampaknya menyalahgunakan alkohol atau narkoba?
 Apakah ada diantara para eksekutif utama yang tampaknya kurang memiliki kode etik
pribadi?
 Apakah kondisi perekonomian tidak mendukung untuk industri perusahaan tersebut ?
 Apakah perusahaan menggunakan beberapa bank yang berbeda, tetapi tidak ada satu pun
yang memperlihatkan gambaran keuangan keseluruhan perusahaan?
 Apakah para eksekutif utama memiliki hubungan dekat dengan para pemasok ?
 Apakah perusahaan mengalami tingkat turnover yang cepat atas para karyawan pentingnya,
karena mengundurkan diri atau dipecat?
 Apakah ada satu atau dua orang yang mendominasi perusahaan tersebut?

KERUGIAN KEUANGAN AKIBAT FRAUD


Berbagai penelitian yang dilakukan oleh Association of Certified Fraud Examiners
(ACFE) pada tahun 2008 memperkirakan kerugian akibat fraud dan penyalahgunaan menjadi
7 persen dari pendapatan tahunan. Ini berarti sekitar $ 994 miliar. Sebenarnya, biaya fraud sulit
diukur karena sejumlah alasan: (1) tidak semua fraud terdeteksi; (2) dari yang terdeteksi, tidak
semuanya dilaporkan; (3) dalam banyak kasus fraud, informasi yang tidak lengkap
dikumpulkan; (4) informasi tidak didistribusikan dengan benar ke pihak manajemen atau
penegak hukum; dan (5) seringkali, organisasi bisnis memutuskan untuk tidak mengambil
tindakan perdata atau pidana terhadap pelaku fraud. Selain kerugian ekonomi langsung bagi
organisasi, maka perlu dipertimbangkan pula biaya tidak langsung yang meliputi pengurangan
produktivitas, biaya tindakan hukum, peningkatan pengangguran, dan gangguan bisnis karena
adanya investigasi fraud.
Dari 959 kasus yang diteliti dalam penelitian ACFE, kerugian median dari fraud
adalah $ 175.000, sementara 25 persen dari organisasi mengalami kerugian sebesar $ 1 juta
atau lebih.

PELAKU FRAUD
Penelitian ACFE memeriksa sejumlah faktor yang mencirikan pelaku fraud, termasuk
posisinya dalam perusahaan, kolusi dengan pihak lainnya, gender, umur, serta pendidikannya.

Kerugian Fraud Berdasarkan Posisi Dalam Perusahaan


40 persen dari kasus fraud yang dilaporkan dilakukan oleh karyawan non managerial, 37 persen
oleh manajer, dan 23 persen oleh eksekutif atau pemilik.

Kerugian Fraud dan Pengaruh Kolusi


Kolusi antara karyawan dalam komisi fraud sulit dilakukan pencegahan dan deteksi.
Hal ini terutama terjadi ketika kolusi antara manajer dan karyawan bawahan mereka.
Manajemen memainkan peran kunci dalam struktur pengendalian internal suatu organisasi.
Mereka diandalkan untuk mencegah dan mendeteksi fraud di antara bawahan mereka. Fraud
yang melibatkan kolusi kurang umum (36 persen kasus), kerugian rata-rata adalah $ 500.000
dibandingkan dengan $ 115.500 untuk fraud yang dilakukan oleh individu yang bekerja sendiri.

Kerugian Fraud Berdasarkan Gender


Kerugian fraud rata-rata per kasus yang disebabkan oleh laki-laki ($ 250.000) adalah lebih dari
dua kali lipat yang disebabkan oleh perempuan ($ 110.000).

Kerugian Fraud Berdasarkan Umur


Pelaku yang berusia kurang dari 26 tahun menyebabkan kerugian rata-rata sebesar $ 25.000,
sedangkan yang dilakukan oleh individu berusia 60 dan lebih tua kira-kira 20 kali lebih besar.

Kerugian Fraud Berdasarkan Pendidikan


Kerugian median dari fraud relatif terhadap tingkat pendidikan pelaku. Fraud yang dilakukan
oleh lulusan sekolah menengah rata-rata hanya $ 100.000, sedangkan mereka dengan gelar
sarjana rata-rata $ 210.000. Pelaku dengan tingkat lanjut bertanggung jawab atas penipuan
dengan kerugian median $ 550.000.
SKEMA FRAUD
Skema fraud dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Untuk tujuan pembahasan,
bagian ini menyajikan format klasifikasi yang diambil dari ACFE. Tiga kategori skema fraud
adalah : kecurangan laporan keuangan, korupsi, dan penyalahgunaan aset.

1. Kecurangan Laporan Keuangan


Kecurangan laporan keuangan dihubungkan dengan fraud oleh pihak manajemen. Jika
semua fraud melibatkan beberapa bentuk kesalahan laporan keuangan, untuk memenuhi
definisi dibawah kelas skema fraud ini, laporan tersebut harus memberikan manfaat
keuangan langsung serta tidak langsung bagi pelakunya.
Masalah yang mendasari. Berbagai dasar masalah berikut ini adalah akar permasalahannya:
a. Kurangnya independensi auditor
b. Kurang independensi direktur
c. Skema kompensasi eksekutif yang meragukan
d. Praktik akuntansi yang tidak tepat
2. Korupsi
Korupsi melibatkan eksekutif, manajer, atau karyawan perusahaan dalam bentuk kolusi
dengan pihak luar. Penelitian ACFE mengidentifikasi empat jenis umum korupsi:
penyuapan, gratifikasi ilegal, konflik kepentingan, dan pemerasan ekonomi.
a. Penyuapan. Penyuapan (bribery) melibatkan pemberian, penawaran, permintaan,
atau penerimaan berbagai hal yang bernilai untuk mempengaruhi seorang pejabat
dalam melaksanakan kewajiban utamanya.
b. Gratifikasi ilegal. Gratifikasi ilegal (illegal gratuities) melibatkan pemberian,
penerimaan, penawaran, atau permintaan atas sesuatu yang bernilai karena tindakan
resmi yang telah dilakukan. Ini hampir sama dengan penyuapan, tetapi transaksi
terkait terjadi setelah fakta ini.
c. Konflik kepentingan. Setiap perusahaan harus memperkirakan bahwa para
karyawannya akan melakukan tugas mereka dalam cara yang memenuhi
kepentingan perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang karyawan
bertindak atas nama pihak ketiga ketika melaksanakan kewajibannya atau memiliki
kepentingan pribadi dalam aktivitas yang dilakukan.
d. Pemerasan ekonomi. Pemerasan ekonomi adalah penggunaan (atau ancaman
menggunakan) tekanan (termasuk sanksi ekonomi) oleh seseorang atau perusahaan
untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai. Sesuatu yang bernilai itu dapat berupa
aset keuangan atau ekonomi, informasi, atau kerja sama untuk mendapat keputusan
yang diinginkan mengenai sesuatu yang dikaji.
3. Penyalahgunaan Aset
Skema fraud yang paling umum melibatkan beberapa jenis penyalahgunaan aset.
a. Skimming melibatkan mencuri kas dari organisasi sebelum dicatat di buku dan
catatan organisasi. Salah satu contoh skimming adalah karyawan yang menerima
pembayaran dari pelanggan tetapi tidak mencatat penjualan.
b. Pencurian kas melibatkan skema dimana penerimaan kas dicuri dari organisasi
setelah dicatat dalam buku dan catatan organisasi. Contohnya adalah lapping.
c. Skema tagihan (billing schemes)
Skema tagihan, juga dikenal sebagai kecurangan vendor, dilakukan oleh karyawan
yang menyebabkan pemberi kerjanya mengeluarkan pembayaran kepada pemasok
atau vendor palsu dengan mengirimkan faktur untuk barang atau layanan fiktif,
faktur yang digelembungkan, atau faktur untuk pembelian pribadi. Tiga contoh
skema tagihan diantaranya:
Shell Company fraud, pertama mengharuskan pelaku menetapkan pemasok palsu
pada buku perusahaan yang menjadi korban. Pelaku fraud kemudian membuat
pesanan pembelian palsu, menerima laporan, dan faktur atas nama vendor dan
menyerahkannya ke sistem akuntansi, yang menciptakan kiasan dari transaksi yang
sah. Berdasarkan dokumen-dokumen ini, sistem akan mengatur akun hutang dan
akhirnya mengeluarkan cek ke pemasok palsu (si pelaku fraud). Kecurangan
semacam ini dapat berlanjut selama bertahun-tahun sebelum terdeteksi.
Pass Through fraud, serupa dengan Shell Company fraud dengan pengecualian
bahwa transaksi sebenarnya terjadi. Sekali lagi, pelaku menciptakan vendor palsu
dan mengeluarkan pesanan pembelian untuk persediaan atau perlengkapan. Vendor
palsu kemudian membeli persediaan yang dibutuhkan dari vendor yang sah. Penjual
palsu menagih perusahaan yang menjadi korban jauh lebih tinggi dari harga pasar
untuk barang-barang tersebut, tetapi pelaku hanya membayar harga pasar kepada
penjual yang sah. Perbedaannya adalah laba yang si pelaku keluarkan.
Skema pay-and-return adalah bentuk ketiga kecurangan vendor. Ini biasanya
melibatkan juru tulis dengan otoritas check writing yang membayar vendor dua kali
untuk produk yang sama (persediaan atau perlengkapan) yang diterima. Vendor,
yang mengakui bahwa pelanggannya melakukan pembayaran ganda, mengeluarkan
penggantian ke perusahaan korban, yang disadap panitia dan uang tunai.
d. Skema perubahan cek atau pembayaran elektronik (check tampering) melibatkan
menempa atau mengubah dalam beberapa cara, material cek yang telah ditulis
organisasi kepada penerimaan pembayaran yang sah. Salah satu contohnya adalah
karyawan yang mencuri cek keluar ke vendor, memalsukan tanda tangan penerima,
dan mencairkaan cek itu.
e. Kecurangan penggajian (payroll fraud) adalah distribusi gaji palsu untuk karyawan
yang ada dan / atau tidak ada. Sebagai contoh, seorang supervisor menyimpan
seorang karyawan dalam daftar gaji yang telah meninggalkan organisasi.
f. Kecurangan penggantian biaya (expense reimbursements) adalah skema dimana
seorang karyawan mengajukan klaim untuk penggantian biaya bisnis fiktif atau
yang dinaikkan. Misalnya, penjual perusahaan melaporkan laporan pengeluaran
yang salah, mengklaim makanan, penginapan, dan perjalanan yang tidak pernah
terjadi.
g. Pencurian kas (thefts of cash) adalah skema yang melibatkan pencurian secara
langsung kas di tangan organisasi. Contoh dalam hal ini adalah seorang karyawan
yang membuat entri palsu pada register kas, seperti membatalkan penjualan,
menyembunyikan kecurangan penghapusan kas. Contoh lain adalah karyawan bank
yang mencuri kas dari lemari besi.
h. Kecurangan non-kas (non-cash fraud) melibatkan pencurian atau penyalahgunaan
aset non kas dari perusahaan yang menjadi korban. Salah satu contohnya adalah
petugas gudang yang mencuri persediaan dari gudang atau penyimpanan.
i. Kecurangan komputer (computer fraud)
Karena komputer terletak di jantung sistem informasi akuntansi modern, topik
mengenai kecurangan komputer sangat penting bagi auditor. Meskipun struktur
dasar kecurangan tidak berubah oleh komputer - kecurangan laporan keuangan,
korupsi, dan penyalahgunaan aset – komputer memang menambah kerumitan pada
fraud.

C. KONSEP DAN TEKNIK PENGENDALIAN INTERNAL


Sistem pengendalian internal meliputi kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan oleh
organisasi dalam mencapai 4 tujuan secara umum:

1. Untuk melindungi aset perusahaan.


2. Untuk memastikan keakuratan dan keandalan catatan dan informasi akuntansi.
3. Untuk meningkatkan efisiensi operasi perusahaan.
4. Untuk mengukur ketaatan dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh
manajemen.

Memodifikasi Asumsi
Berikut adalah asumsi-asumsi modifikasi sebagai panduan untuk desainer dan auditor
pengendalian internal.
Tanggung jawab manajemen. Konsep ini mendirikan dan memelihara sistem pengendalian
internal berdasarkan tanggung jawab manajemen yang diutamakan dalam legislasi SOX.

Keyakinan yang beralasan. Pengendalian internal harus memberikan keyakinan yang


beralasan sehingga tujuan utama dari pengendalian internal tersebut memenuhi biaya efektif.
Hal tersebut berarti tidak ada sistem pengendalian internal yang sempurna dan biaya dalam
mencapai meningkatkan pengendalian seharusnya tidak melebihi manfaatnya.

Metode pemrosesan data. Pengendalian internal harus mencapai 4 tujuan utama, apapun
metode pemprosesan data yang digunakan. Teknik pengendalian yang digunakan untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut akan berbeda untuk setiap tipe teknologi.

Keterbatasan. Setiap sistem pengendalian internal memiliki keterbatasan, seperti: (1)


kemungkinan error, (2) personil dapat melakukan penipuan pada mesin dengan kolusi atau
cara lain, (3) mengesampingkan manajemen, dan (4) kondisi mungkin berubah seiring
berjalannya waktu.
Model Pencegahan—Deteksi—Koreksi Pengendalian Internal
Pengendalian pencegahan adalah teknik pasif yang dirancang untuk mengurangi frekuensi
terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan. Pengendalian pencegahan memaksa ketaatan dan
lebih efektif biaya daripada mendeteksi dan mengoreksi masalah setelah diketahui.

Pengendalian deteksi merupakan pertahanan lini kedua. Berbagai alat, teknik dan prosedur
dirancang untuk mengidentifikasi dan mengekspos peristiwa yang tidak diinginkan untuk
menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.

Pengendalian koreksi adalah tindakan yang diambil untuk mengembalikan dampak kesalahan
atau error yang dideteksi dari langkah sebelumnya.

Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian adalah dasar untuk empat komponen pengendalian. Elemen-elemen
penting lingkungan pengendalian adalah:

1. Integritas dan nilai etis manajemen.


2. Struktur organisasi.
3. Partisipasi dewan direksi dan komite audit organisasi, jika ada.
4. Filosofi manajemen dan gaya operasi.
5. Prosedur pendelegasian tanggungjawab dan otoritas.
6. Metode manajemen untuk dalam menilai kinerja.
7. Pengaruh eksternal, seperti pemeriksaan dari badan regulasi.
8. Kebijakan organisasi dan praktik-praktik mengelola sumber daya manusia.

Penilaian Risiko
Organisasi haru melakukan penilaian risiko untuk mengidentifikasi, menganalisis dan
mengelola risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan. Risiko dapat muncul atau berubah
dari keadaan seperti:

1. Perubahan lingkungan operasi yang memaksakan perubahan tekanan kompetitif


perusahaan.
2. Personil baru yang memiliki tentang pemahaman pengendalian internal yang berbeda
atau kurang memadai.
3. Sistem informasi yang baru atau direkayasa ulang yang mempengaruhi pemrossan
transaksi.
4. Pertumbuhan yang signifikan dan cepat yang mengekang pengendalian internal yang ada.
5. Implementasi teknologi baru ke dalam proses produksi atau sistem informasi yang
berdampak pada proses transaksi.
6. Pengenalan lini produk atau aktivitas baru namun perusahaan baru memiliki sedikit
pengalaman.
7. Restrukturisasi organisasi yang berdampak pada pengurangan dan/atau relokasi personil
seperti operasi bisnis dan proses transaksi yang dipengaruhi.
8. Memasuki pasar asing yang memberikan dampak pada organisasi (misalnya risiko nilai
tukar).
9. Mengadopsian prinsip-prinsip akuntansi baru yang berdampak pada persiapan laporan
keuangan.

Informasi dan Komunikasi


Kualitas informasi sistem akuntansi berdampak pada kemampuan manajemen untuk
mengambil langkah dan keputusan dalam kaitannya dengan operasi organisasi dan
mempersiapkan laporan keuangan yang handal.

Monitoring
Monitoring atau pengawasan adalah proses penilaian kualitas pengendlaian internal dan
operasi.

Aktivitas Pengendalian
Pengendalian Tekonologi Informasi. (1) Pengendalian secara umum berkatian dengan entitas
secara keseluruhan seperti pengendalian pusat data, database organisasi, pengembangan sistem
dan perawatan program. (2) Pengendalian aplikasi untuk memastikan integritas sistem yang
spesifik seperti pemrosesan pesanan, utang dan aplikasi penggajian.

Pengendalian Fisik utamanya berkaitan dengan kegiatan manusia yang berada di dalam sistem
akuntansi. Aktivitas ini dapat dilakukan seluruhnya secara manual seperti penahanan aset atau
melibatkan penggunaan fisik komputer untuk mencatat transaksi atau meng-update akun.

Otorisasi Transaksi bertujuan untuk memastikan bahwa semua proses transaksi yang material
yang diproses oleh sistem informasi adalah valid dan sesuai dengan tujuan manajemen.

Pemisahan Tugas merupakan pengendalian yang paling penting untuk meminimalisir


kesalahan fungsi.
Pengawasan dilakukan untuk mencapai pemisahan tugas yang layak.

Pencatatan Akuntansi terdiri dari sumber dokumen, jurnal, dan buku besar. Pencatatan ini
menangkap inti-inti ekonomi transaksi dan menyediakan jejak audit dari peristiwa ekonomi.

Akses Pengendalian bertujuan untuk memastikan bahwa hanya personel yang memiliki
otorisasi yang memiliki akses kepada aset perusahaan.

Verifikasi Independen adalah pengecekan sistem akuntansi untuk mengidentifikasi error dan
salah interpretasi.

Anda mungkin juga menyukai