Pengantar Pemrosesan Transaksi Keuangan
Pengantar Pemrosesan Transaksi Keuangan
TUGAS RESUME
Disusun oleh:
Kelompok 3
Transaksi keuangan yang paling umum adalah pertukaran ekonomi dengan pihak
eksternal. Hal ini termasuk penjualan barang atau jasa, pembelian persediaan, pembebasan
kewajiban keuangan, dan penerimaan kas dari pelanggan. Transaksi keuangan adalah kegiatan
bisnis yang umum terjadi secara rutin. Misalnya, ribuan transaksi dari satu jenis tertentu
(penjualan ke pelanggan) bisa terjadi setiap hari.
SIKLUS TRANSAKSI
Terdapat tiga siklus transaksi yang memproses sebagian besar aktivitas ekonomi
perusahaan, yaitu siklus pengeluaran, siklus konversi, dan siklus pendapatan. Siklus-siklus ini
ada dalam semua jenis bisnis-baik yang mencari laba maupun yang nirlaba. Figur 2.1
menunjukkan hubungan antara siklus-siklus ini dan sumber daya yang mengalir diantara
siklusnya.
Tenaga Kerja
Pelanggan
Bahan Baku
Kas
Barang Jadi
Kas
Pabrik
Barang Jadi
Kas
Siklus Pengeluaran
Aktivitas bisnis dimulai dengan pemerolehan bahan baku, properti dan tenaga kerja
melalui pertukaran dengan kas - siklus pengeluaran (expenditure cycle). Kebanyakan transaksi
pengeluaran didasarkan pada hubungan kredit di antara mitra dagang. Pengeluaran kas aktual
dilakukan pada saat yang sama dengan penerimaan barang atau jasa.
Sistem pengeluaran kas. Ketika kewajiban yang dibuat oleh sistem pembelian jatuh
tempo, sistem pengeluaran kas mengotorisasi pembayaran, mengeluarkan dana ke
pemasok, dan mencatat transaksi dengan mengurangi kas dan akun utang.
Sistem penggajian. Sistem penggajian mengumpulkan data pemakaian tenaga kerja dari
setiap karyawan, menghitung gaji, dan mengeluarkan cek pembayaran kepada
karyawan.
Sistem aset tetap. Sistem aset tetap perusahaan memproses transaksi-transaksi yang
berkaitan dengan akuisisi, pemeliharaan, dan penghentian aset tetap.
Siklus Konversi
Siklus konversi terdiri atas dua subsistem utama: sistem produksi dan sistem akuntansi
biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik
melalui proses produksi. Sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan
dengan produksi. Informasi yang dihasilkan oleh sistem ini digunakan untuk penilaian
persediaan, penganggaran, pengendalian biaya, pelaporan kinerja, dan keputusan manajemen.
Perusahaan manufaktur mengonversi bahan baku ke barang jadi melalui operasi siklus
konversi formal. Siklus konversi biasanya tidak formal dan tidak dapat diamati dalam
perusahaan jasa dan ritel. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan ini masih terlibat dalam aktivitas
siklus konversi yang mencapai puncaknya pada pengembangan produk atau jasa yang dapat
dijual.
Siklus Pendapatan
Perusahaan menjual barang jadi ke pelanggan melalui siklus pendapatan, yang
melibatkan pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan penerimaan kas setelah
penjualan kredit. Transaksi siklus pendapatan juga melalui komponen fisik dan keuangan, yang
diproses secara terpisah. Subsistem utama dari siklus pendapatan secara singkat dijelaskan di
bawah ini:
Pemrosesan pesanan penjualan. Mayoritas penjualan bisnis dilakukan secara kredit dan
melibatkan tugas-tugas seperti penyimpanan pesanan penjualan, pemberian kredit,
pengiriman produk (atau pemberian jasa) kepada pelanggan, penagihan pelanggan, dan
pencatatan transaksi dalam akun (piutang, persediaan, pengeluaran dan penjualan).
Penerimaan kas. Untuk penjualan kredit, ada periode waktu (hari atau minggu) antara
penjualan dan penerimaan kas. Pemrosesan penerimaan kas meliputi penagihan kas,
penyimpanan kas di bank, dan pencatatan peristiwa-peristiwa ini dalam akun (piutang
dan kas).
B. PENCATATAN AKUNTANSI
SISTEM MANUAL
Bagian ini mendeskripsikan tujuan setiap jenis catatan akuntansi yang digunakan dalam siklus
transaksi.
Dokumen
Dokumen menyediakan bukti dari kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk
memulai pemrosesan transaksi. Beberapa dokumen merupakan hasil dari pemrosesan
transaksi. Dalam bagian ini, akan didiskusikan tiga jenis dokumen, yaitu dokumen sumber,
dokumen produk, dan dokumen perputaran.
Dokumen Produk. Dokumen produk adalah hasil dari pemrosesan transaksi, bukan
dokumen yang memicu mekanisme proses. Misalnya cek pembayaran gaji yang
diberikan kepada karyawan adalah dokumen produk dari sistem penggajian.
Dokumen Perputaran. Dokumen perputaran adalah dokumen produk dari satu sistem
yang menjadi dokumen sumber dari sistem lainnya. Dokumen perputaran berisi
informasi penting tentang akun pelanggan untuk membantu sistem penerimaan kas
memproses cek tersebut.
Jurnal
Jurnal adalah catatan ayat-ayat secara kronologis. Pada titik tertentu dalam proses
transaksi, ketika semua fakta yang relevan tentang transaksi diketahui, peristiwa dicatat dalam
jurnal secara kronologis. Terdapat dua jenis jurnal: jurnal khusus dan jurnal umum.
Jurnal Khusus. Digunakan untuk mencatat kelas transaksi khusus yang muncul dalam
volume besar. Transaksi seperti ini dapat dikelompokkan dalam jurnal khusus atau
diproses secara lebih efisien daripada yang dilakukan di jurnal umum.
Register. Istilah register mengacu pada jenis-jenis tertentu dari jurnal khusus. Misalnya,
jurnal penggajian sering disebut sebagai register penggajian.
Jurnal Umum. Perusahaan menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi yang
jarang terjadi atau yang tidak sama. Misalnya, kita biasanya mencatat depresiasi
periodik dan ayat penutup di jurnal umum.
Buku Besar
Buku besar (ledger) adalah buku akun keuangan, yang mencerminkan pengaruh
keuangan dari transaksi yang setelah dibukukan dari berbagai jurnal. Buku besar menunjukkan
kenaikan, penurunan, dan saldo lancar dari setiap akun. Terdapat dua jenis buku besar: (1) buku
besar umum yang berisi informasi akun perusahaan dalam bentuk rangkuman dari akun
pengendali, dan (2) buku besar pembantu, yang berisi perincian akun individual yang
membentuk akun pengendali tertentu.
Buku besar umum. Buku besar umum merangkum aktivitas dari setiap akun organisasi.
Buku besar umum menyediakan nilai tunggal untuk setiap akun pengendali, seperti
utang, piutang, dan persediaan.
Buku besar pembantu. Buku besar pembantu disimpan dalam departemen akuntansi
perusahaan. Buku ini mencakup persediaan, utang, penggajian, dan piutang. Pemisahan
ini memungkinkan pengendalian dan dukungan ke operasi dengan lebih baik.
JEJAK AUDIT
Catatan akuntansi yang dijelaskan sebelumnya menyediakan jejak audit untuk
menelusuri transaksi dari dokumen sumber ke laporan keuangan. Diantara berbagai tujuan dari
jejak audit, yang paling sering bagi akuntan adalah audit akhir tahun. Audit keuangan secara
berkala mengevaluasi laporan keuangan dari organisasi bisnis yang terbuka atas nama
pemegang sahamnya dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
1. Bandingkan saldo piutang dagang dalam neraca dengan saldo akun pengendali
piutang dagang di file master.
2. Rekonsiliasikan angka akun pengendali AR dengan total akun pembantu AR.
3. Pilih percontoh (sampel) dari ayat-ayat yang diperbarui pada akun di buku besar
pembantu AR dan telusuri transaksinya dalam jurnal penjualan (file arsip).
4. Dari ayat-ayat jurnal ini, identifikasi dokumen sumber spesifik yang dapat ditarik dari
file-file ini dan diverifikasi.
C. TEKNIK DOKUMENTASI
Ada enam teknik dokumentasi dasar yang diperkenalkan dalam bagian ini, yaitu:
diagram arus data, diagram relasi entitas, bagan alir sistem (system flowcharts), bagan alir
program (program flowcharts), dan diagram tata letak record.
1. Petugas di departemen penjualan menerima hard copy pesanan pelanggan melalui surat dan
secara manual menyiapkan empat salinan pesanan penjualan.
2. Petugas mengirimkan Salinan 1 dari pesanan penjualan ke departemen kredit untuk
disetujui. Tiga salinan lainnya dan pesanan pelanggan yang asli disimpan sementara,
menunggu persetujuan kredit.
3. Petugas departemen kredit memvalidasi pesanan pelanggan dengan mempertimbangkan
hard copy catatan kredit yang tersimpan di departemen kredit. Petugas tersebut
menandatangani Salinan 1 untuk menunjukkan persetujuan dan mengembalikannya ke
petugas penjualan.
4. Ketika petugas penjualan menerima persetujuan kredit, ia akan menyimpan Salinan 1 dan
pesanan pelanggan dalam file departemen. Petugas tersebut kemudian mengirim Salinan 2
ke gudang dan Salinan 3 dan 4 ke departemen pengiriman.
5. Petugas gudang mengambil produk dari rak, mencatat transfernya dalam hard copy catatan
stok, dan mengirimkan produk tersebut serta Salinan 2 ke departemen pengiriman.
6. Departemen pengiriman menerima Salinan 2 dan barang dari gudang, menempelkan
Salinan 2 sebagai slip pengemasan, dan mengirimkan barang tersebut kepada pelanggan.
Akhirnya, petugas menyimpan Salinan 3 dan 4 di departemen pengiriman.
Menata Letak Area Fisik dari Aktivitas. Ingat bahwa bagan alir mencerminkan sistem fisik,
yang disajikan sebagai kolom-kolom vertikal peristiwa dan tindakan yang dipisahkan oleh
garis pembatas. Secara umum, setiap area aktivitas merupakan kolom terpisah dengan satu
judul. Dari fakta-fakta sistem diatas, dapat terlihat empat area aktivitas, yaitu departemen
penjualan, departemen kredit, gudang, dan departemen pengiriman. Langkah pertama dalam
menyiapkan flowchart adalah dengan menata letak area aktivitas dan memberi label ke setiap
area tersebut.
Pemrosesan Batch
Pemrosesan batch memungkinkan efisiensi manajemen untuk volume transaksi dalam
jumlah besar. Batch adalah sekelompok transaksi yang serupa (misalnya pesanan penjualan)
yang diakumulasi sepanjang waktu dan kemudian diproses bersama-sama. Terdapat dua
keunggulan umum dari pemrosesan batch. Pertama, organisasi bisa meningkatkan efisiensinya
dengan mengelompokkan sejumlah besar transaksi ke dalam batch daripada memproses setiap
peristiwa secara terpisah. Kedua, pemrosesan batch memungkinkan pengendalian atas
pemrosesan transaksi.
PEMROSESAN REAL-TIME
Sistem real-time memproses seluruh transaksi pada saat terjadi. Misalnya, pesanan
penjualan yang diproses bisa ditangkap, diisi, dan dikirim pada hari yang sama. Sistem
semacam ini memiliki banyak potensi keuntungan, termasuk perbaikan produktivitas,
pengurangan persediaan, peningkatan perputaran persediaan, pengurangan jeda dalam
penagihan pelanggan, dan perbaikan kepuasan pelanggan.
E. SKEMA PENGKODEAN DATA
Skema Pengkodean Angka Dan Abjad.
1. Sequential Codes (Kode berurutan)
Kode berurutan menyajikan bagian dalam pemesanan secara berurutan (kenaikan atau
penurunan). Aplikasi penomerannya dari dokumen sumber. Kelebihannya yaitu mendukung
rekonsiliasi batch transaksi dan melacak setiap transaksi yang diproses, dan mengidentifikasi
hilang atau salah tempat. Sehingga manajemen mengetahui penyebab, akibat dari kesalahan.
2. Blok Code (Kode Blok)
Kode kelompok digunakan untuk mewakili bagian kompleks atau peristiwa yang
melibatkan dua atau lebih dari data terkait. Kode ini terdiri dari bidang yang memiliki arti
khusus. Kelebihannya yaitu; 1) Memfasilitasi representasi data dalam jumlah besar yang
beragam, 2) Memungkinkan struktur data yang kompleks untuk diwakili dalam bentuk hirarki
yang logis dan lebih mudah diingat oleh manusia, 3) Memberikan analisis rinci dan pelaporan
baik di dalam kelas item maupun yang berbeda dari kelas item. Kekurangannya yaitu karena
kode kelompok secara efektif dapat menyajikan informasi yang beragam dan berubah-ubah,
sehingga cenderung melebihi kapasitas penggunaan yang berakibat dapat meningkatkan biaya
penyimpanan, kesalahan administrasi dll.
3. Group Codes (Kode kelompok)
Kode blok merupakan variasi pada pengkodean berurutan yang sebagian kelemahannya
bisa diperbaiki kembali. Pendekatan ini dapat digunakan untuk mewakili kelas seluruh bagian
dengan membatasi setiap kelas untuk rentang tertentu dalam skema coding dengan
pembangunan bagan akun. Semakin luas bagan akun, maka perusahaan dapat
mengklasifikasikan transaksi sehingga semakin besar informasi yang didapat. Digit pertama
dalam pengkodean adalah angka blocking yang merupakan klasifikasi akun. Angka lainnya
yaitu ditetapkan berdasarkan kode yang berurutan. Kelebihannya yaitu memungkinkan untuk
meyisipkan kode baru dalam blok tanpa harus merubah seluruh struktur coding. Namun,
informasi dari kode blok berubah-ubah dan tidak begitu terlihat.
4. Alphabetic Code (Kode abjad)
Kode abjad digunakan banyak tujuan seperti kode numerik. Kode abjad ini menyajikan
nomor item dalam jumlah besar hingga 26 variasi per bidang. Namun, sulit untuk rasionalisasi
arti kode berurutan yang telah ditetapkan dan penggunanya cenderung mengalami kesulitan
menyortir catatan.
5. Mnemonic Code (Kode mnemonic)
Kode mnemonik digunakan sebagai singkatan, akronim, dan jenis-jenis kombinasi
lainnya dalam menyampaikan arti. Contohnya adalah pemberian kode negara, seperti NY New
York. Keuntungannya yaitu pengguna tidak perlu untuk menghafal arti, karena
dapat tersampaikan dengan sendirinya informasi tentang item yang diminta. Kekurangannya
memiliki kemampuan terbatas untuk menyajikan item dalam kelas.
ETIKA, KECURANGAN, DAN PENGENDALIAN INTERNAL
ETIKA BISNIS
Etika berkaitan erat dengan berbagai prinsip atau tingkah laku yang digunakan
seseorang dalam membuat pilihan dan dalam mengarahkan perilakunya di berbagai situasi
yang melibatkan konsep mengenai benar dan salah. Lebih spesifik lagi, etika bisnis melibatkan
penemuan jawaban atas dua pertanyaan berikut ini: (1) bagaimana manajer memutuskan
mengenai apa yang benar dalam menjalankan bisnisnya?; dan (2) ketika para manajer telah
mengetahui mana yang benar, bagaimana mereka dapat mencapainya?
Masalah etika dalam bisnis dapat dibagi kedalam empat area: (1) kesetaraan, (2) hak, (3)
kejujuran, dan (4) penggunaan kekuasaan perusahaan.
Proporsionalitas. Manfaat dari suatu keputusan harus melebihi risikonya. Selain itu, tidak
boleh ada keputusan alternatif yang memberikan manfaat sama atau lebih besar dengan risiko
lebih sedikit.
Keadilan. Manfaat dari suatu keputusan harus didistribusikan secara adil kepada
mereka yang terkena risikonya. Mereka yang tidak mendapatkan manfaat tidak
seharusnya menanggung risiko.
Meminimalkan risiko. Bahkan jika dianggap dapat diterima oleh berbagai prinsip
diatas, keputusan harus diimplementasikan untuk meminimalkan risiko dan
menghindari semua risiko yang tidak perlu.
ETIKA KOMPUTER
Etika komputer adalah analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari teknologi
komputer serta berbagai formulasi dan justifikasi kebijakan yang terkait untuk penggunaan
teknologi semacam itu secara beretika. Hal tersebut termasuk kepedulian terhadap perangkat
lunak sebagaimana kepedulian terhadap perangkat keran, dan kepedulian terhadap jaringan
yang menghubungkan antar komputer sebagaimana kepedulian terhadap komputer itu sendiri.
Etika komputer dibagi menjadi 3 tingkat:
1. Etika komputer pop secara sederhana adalah pemaparan cerita dan laporan yang ditemukan
dalam media populer mengenai cabang yang baik dan buruk dari tekonologi komputer.
2. Etika komputer para adalah adalah melibatkan kepentingan nyata dalam kasus etika
komputer dan memperoleh tingkat keahlian dan pengetahuan tertentu dalam bidang
tersebut.
3. Etika komputer teoretis adalah kepentingan terhadap peneliti-peneliti multidisiplin yang
menggunakan teori filosofi, sosiologi, dan psikologi terhadap ilmu pengetahuan komputer
dengan tujuan memberikan pemahaman yang baru terhadap bidang tersebut.
Privasi. Beberapa orang mengingnkan kendali penuh atas informasi apa dan seberapa banyak
infromasi menenai diri mereka sendiri yang dapat diakses oleh orang lain dan kepada siapa
informasi itu tersedia. Pembuatan dan perawatan database yang saling terhubung membuatnya
harus melindungi orang-orang dari penyalahgunaan data. Hal tersebut menimbulkan masalah
industri kepemilikan informasi pribadi.
Kesetaraan Akses. Terdapat berbagai rintangan dalam melakukan akses sistem teknologi
informasi. Namun beberapa diantaranya dapat dihindari dengan mendesai sistem dengan
sangathati-hati. Beberapa halangan tersebut diantaranya: kurang mengenal sistem informasi,
status ekonomi, budaya, fitur keamanan, dan lain-lain.
Kecerdasan Buatan. Teknisi pengetahuan (yang menulis program) dan ahli domain (yang
menyediakan pengethuan mengenai tugas yang dilakukan secara otomatis) harus peduli
terhadap tanggung jawan ereka terhadap keputusan yang salah, dasar pengetahuan yang tidak
lengkap dan tiak akurat, dan peran yang diberikan kepada komputer dalam melakukan proses
pengambilan keputusan.
Pengangguran dan Penggantian. Berbagai pekerjaan mengalami perusbahan dari
ketersediaan tekonologi komputer. Orang-orang tidak mampu atau kurang siap dengan adanya
perubahan dapat tergantikan dengan mudah.
DEFINISI FRAUD
Meskipun fraud adalah istilah yang umum dalam media masa keuangan saat ini, bukan
berarti istilah ini selalu jelas maknanya. Fraud merujuk pada penyajian yang salah atas suatu
fakta material yang dilakukan oleh suatu pihak lain dengan tujuan membohongi dan membuat
pihak lain meyakini fakta tersebut walaupun merugikannya. Berdasarkan hukum pada
umumnya, tindakan fraud harus memenuhi lima kondisi berikut ini:
1. Penyajian yang salah. Ada pernyataan yang salah atau tidak diungkapkannya suatu fakta.
2. Fakta yang material. Fakta harus faktor yang subtansial dalam mendorong seseorang untuk
bertindak.
3. Niat. Ada niat untuk menipu atau mengetahui bahwa pernyataan yang dimiliki seseorang
adalah salah.
4. Keyakinan yang dapat dijustifikasi. Kesalahan dalam penyajian tersebut merupakan faktor
substansial tempat pihak yang dirugikan bergantung.
5. Kerusakan atau kerugian. Kecurangan tersebut telah menyebabkan kerusakan atau
kerugian bagi korban fraud.
Auditor biasanya berhadapan dengan dua tingkat fraud: fraud oleh karyawan dan
fraud oleh pihak manajemen. Karena tiap bentuk fraud memiliki implikasi yang berbeda bagi
auditor, maka antara keduanya perlu dibedakan.
Fraud oleh karyawan, atau fraud oleh karyawan non manajemen biasanya didesain
untuk secara langsung mengonversi kas atau aset lainnya demi keuntungan karyawan. Fraud
oleh karyawan biasanya melibatkan tiga tahap: (1) mencuri sesuatu yang berharga (sebuah
aset), (2) mengonversi aset tersebut ke dalam bentuk yang dapat digunakan (uang tunai), dan
(3) menyembunyikan kejahatan tersebut agar tidak terdeteksi.
Fraud oleh pihak manajemen lebih sulit dilacak daripada fraud oleh karyawan karena
seringkali tidak terdeteksi hingga kerusakan atau kerugian yang sangat besar diderita oleh
perusahaan. Biasanya, fraud oleh pihak manajemen tidak secara langsung melibatkan
pencurian aset. Pihak top manajemen dapat melakukan aktivitas fraud untuk mendapatkan
harga saham yang lebih tinggi. Ini mungkin dilakukan untuk memenuhi harapan investor atau
untuk mengambil keuntungan opsi saham yang termasuk dalam paket kompensasi manajer
tersebut. Fraud oleh pihak manajemen biasanya terdiri atas tiga karakteristik khusus:
1. Fraud tersebut dilakukan pada level manajemen di atas tingkat dimana struktur
pengendalian internal biasanya berhubungan.
2. Fraud tersebut seringkali melibatkan penggunaan laporan keuangan untuk membuat
ilustrasi bahwa suatu entitas lebih sehat dan sejahtera daripada sesungguhnya.
3. Jika fraud tersebut melibatkan penyalahgunaan aset, fraud seringkali disebarkan
dalam berbagai transaksi bisnis yang rumit, dan sering kali melibatkan pihak ketiga.
FRAUD TRIANGLE
Fraud triangle terdiri dari tiga faktor yang berkontribusi atau terkait dengan fraud
oleh pihak manajemen dan karyawan. Hal ini terdiri dari (1) tekanan keadaan, yang mencakup
tekanan pribadi atau pekerjaan terkait yang dapat memaksa seseorang untuk bertindak tidak
jujur; (2) peluang, yang melibatkan akses langsung ke aset dan / atau akses ke informasi yang
mengendalikan aset, dan; (3) etika, yang berkaitan dengan karakter seseorang dan tingkat
penentangan moral terhadap tindakan ketidakjujuran.
Penelitian oleh ahli forensik dan akademisi telah menunjukkan bahwa evaluasi auditor
terhadap fraud ditingkatkan ketika faktor-faktor segitiga fraud dipertimbangkan. Jelas,
masalah etika dan stres pribadi tidak memungkinkan mereka melakukan observasi dan analisis
yang mudah. Untuk memberikan wawasan tentang faktor-faktor ini, auditor sering
menggunakan daftar centang red flags yang terdiri dari jenis pertanyaan berikut:
Apakah para eksekutif utama memiliki utang pribadi yang sangat tinggi?
Apakah para eksekutif utama bergaya hidup di luar kemampuan mereka?
Apakah para eksekutif utama terlibat dalam kebiasaan berjudi ?
Apakah para eksekutif utama tampaknya menyalahgunakan alkohol atau narkoba?
Apakah ada diantara para eksekutif utama yang tampaknya kurang memiliki kode etik
pribadi?
Apakah kondisi perekonomian tidak mendukung untuk industri perusahaan tersebut ?
Apakah perusahaan menggunakan beberapa bank yang berbeda, tetapi tidak ada satu pun
yang memperlihatkan gambaran keuangan keseluruhan perusahaan?
Apakah para eksekutif utama memiliki hubungan dekat dengan para pemasok ?
Apakah perusahaan mengalami tingkat turnover yang cepat atas para karyawan pentingnya,
karena mengundurkan diri atau dipecat?
Apakah ada satu atau dua orang yang mendominasi perusahaan tersebut?
PELAKU FRAUD
Penelitian ACFE memeriksa sejumlah faktor yang mencirikan pelaku fraud, termasuk
posisinya dalam perusahaan, kolusi dengan pihak lainnya, gender, umur, serta pendidikannya.
Memodifikasi Asumsi
Berikut adalah asumsi-asumsi modifikasi sebagai panduan untuk desainer dan auditor
pengendalian internal.
Tanggung jawab manajemen. Konsep ini mendirikan dan memelihara sistem pengendalian
internal berdasarkan tanggung jawab manajemen yang diutamakan dalam legislasi SOX.
Metode pemrosesan data. Pengendalian internal harus mencapai 4 tujuan utama, apapun
metode pemprosesan data yang digunakan. Teknik pengendalian yang digunakan untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut akan berbeda untuk setiap tipe teknologi.
Pengendalian deteksi merupakan pertahanan lini kedua. Berbagai alat, teknik dan prosedur
dirancang untuk mengidentifikasi dan mengekspos peristiwa yang tidak diinginkan untuk
menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.
Pengendalian koreksi adalah tindakan yang diambil untuk mengembalikan dampak kesalahan
atau error yang dideteksi dari langkah sebelumnya.
Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian adalah dasar untuk empat komponen pengendalian. Elemen-elemen
penting lingkungan pengendalian adalah:
Penilaian Risiko
Organisasi haru melakukan penilaian risiko untuk mengidentifikasi, menganalisis dan
mengelola risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan. Risiko dapat muncul atau berubah
dari keadaan seperti:
Monitoring
Monitoring atau pengawasan adalah proses penilaian kualitas pengendlaian internal dan
operasi.
Aktivitas Pengendalian
Pengendalian Tekonologi Informasi. (1) Pengendalian secara umum berkatian dengan entitas
secara keseluruhan seperti pengendalian pusat data, database organisasi, pengembangan sistem
dan perawatan program. (2) Pengendalian aplikasi untuk memastikan integritas sistem yang
spesifik seperti pemrosesan pesanan, utang dan aplikasi penggajian.
Pengendalian Fisik utamanya berkaitan dengan kegiatan manusia yang berada di dalam sistem
akuntansi. Aktivitas ini dapat dilakukan seluruhnya secara manual seperti penahanan aset atau
melibatkan penggunaan fisik komputer untuk mencatat transaksi atau meng-update akun.
Otorisasi Transaksi bertujuan untuk memastikan bahwa semua proses transaksi yang material
yang diproses oleh sistem informasi adalah valid dan sesuai dengan tujuan manajemen.
Pencatatan Akuntansi terdiri dari sumber dokumen, jurnal, dan buku besar. Pencatatan ini
menangkap inti-inti ekonomi transaksi dan menyediakan jejak audit dari peristiwa ekonomi.
Akses Pengendalian bertujuan untuk memastikan bahwa hanya personel yang memiliki
otorisasi yang memiliki akses kepada aset perusahaan.
Verifikasi Independen adalah pengecekan sistem akuntansi untuk mengidentifikasi error dan
salah interpretasi.