0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan67 halaman

Laporan Kinerja Bappeda Banjar 2017

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Laporan tersebut merangkum kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar tahun 2017. 2. Capaian target kinerja strategis Bappeda sebesar 83% dinilai sangat berhasil dan 17% dinilai tidak berhasil. 3. Laporan ini bertujuan melaporkan pencapaian target kinerja dan memberikan masukan untuk perbaikan di masa depan.

Diunggah oleh

Bappeda Kota Banjar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan67 halaman

Laporan Kinerja Bappeda Banjar 2017

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Laporan tersebut merangkum kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar tahun 2017. 2. Capaian target kinerja strategis Bappeda sebesar 83% dinilai sangat berhasil dan 17% dinilai tidak berhasil. 3. Laporan ini bertujuan melaporkan pencapaian target kinerja dan memberikan masukan untuk perbaikan di masa depan.

Diunggah oleh

Bappeda Kota Banjar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LKIP

LAPORAN KINERJA
INSTANSI
PEMERINTAH

BAPPEDA KOTA
BANJAR
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas Kehendak dan ridho-Nyalah
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Banjar Tahun Anggaran 2017 dapat diselesaikan.
Laporan kinerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan transparansi dan
akuntabilitas kinerja dalam kerangka good governance dan pertanggungjawaban
atas kinerja pencapaian sasaran strategis. Penyusunan Laporan Kinerja Bappeda
mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan
Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah.

Sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai badan perencanaan pembangunan


daerah, Bappeda telah menghasilkan Dokumen RKPD 2018 yang berkualitas,
aspiratif dan aplikatif. Berkualitas dalam artian dokumen RKPD yang dihasilkan
diselesaikan tepat waktu dan bersinergi dengan rencana-rencana pembangunan
secara vertikal dan horizontal melalui Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 5 Tahun
2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018. Sinergi secara
vertikal diwujudkan dengan keselarasan dokumen perencanaan jangka
menengah dan tahunan. Sinergi secara horizontal diwujudkan dengan
terintegrasi dan sinkronnya antara RKPD dengan Rencana Kerja OPD beserta
penganggarannya.

Perencanaan yang aspiratif diwujudkan dengan proses penyusunan RKPD yang


melalui tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan baik dari tingkat
desa/kelurahan sampai ke tingkat kota. Selain itu untuk mewujudkan
perencanaan yang baik, juga dibutuhkan data dan infromasi yang valid, akurat,
reliable dan up to date. Dengan melakukan pengisian data melalui SIPD dimana
terdapat 8 kelompok data, dan 31 jenis data yang harus diisi, diharapkan
kebutuhan akan data dan informasi bagi perencanaan itu dapat terwujud.

Bappeda juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan


Bappeda, melalui pelaksanaan administrasi pemerintahan, penyediaan sarana
prasarana, peningkatan kualitas sumber daya aparatur, serta peningkatan
akuntabilitas yang diwujudkan dengan evaluasi atas SAKIP dan tindak lanjut hasil
pemeriksaan.

i
Seluruh kebijakan, program dan kegiatan tahun 2017 telah berhasil dilaksanakan
dengan baik serta tujuan, sasaran strategis, dan indikator kinerjanya secara umum
telah berhasil dicapai. Diharapkan laporan kinerja ini dapat memberikan manfaat
dan informasi atas pencapaian kinerja Bappeda sebagai badan yang bertanggung
jawab atas urusan perencanaan pembangunan serta penelitian dan
pengembangan.

Banjar, Januari 2018


Plt. KEPALA BAPPEDA KOTA BANJAR,

Drs. Yuyung Mulya Sungkawa, MM


NIP. 19580302 198002 1 001

ii
IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Bappeda Kota Banjar merupakan laporan pertangungjawaban


kinerja Bappeda Kota Banjar dalam mencapai sasaran strategis. Laporan Kinerja
ini disusun dengan tujuan melaporkan keberhasilan dan kegagalan pencapaian
sasaran strategis dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan kinerja.

Laporan akuntabilitas kinerja Bappeda Kota Banjar Tahun 2017 disusun melalui
pengukuran data kinerja setelah berakhirnya Tahun Anggaran 2017 yang
melibatkan seluruh unsur Bappeda Kota Banjar. Capaian kinerja diukur dengan
membandingkan antara target kinerja, dengan hasil pengukuran kinerja.

Capaian Kinerja Sasaran Bappeda Tahun 2017

Tidak Berhasil
17%

Sangat berhasil
83%

Dari hasil pengukuran kinerja, seperti dapat dilihat pada gambar diatas,
pencapaian target kinerja sasaran kinerja Bappeda, sebanyak 83% dinilai sangat
berhasil mencapai target kinerja, dan 17% tidak berhasil mencapai target kinerja
yang ditetapkan.

Indikator kinerja yang sangat berhasil dicapai yaitu untuk indikator: Rancangan
Perwal RKPD; Persentase Keselarasan Rencana Pembangunan Daerah, yang
meskipun tidak tercapai 100% namun masih dalam rentang nilai dengan kriteria
sangat berhasil; Persentase dokumen penelitian dan pengembangan yang
ditindaklanjutu dalam perencanaan pembangunan; Persentase dokumen
perencanaan sektoral yang ditindaklanjuti; dan Tingkat integrasi data OPD dalam
SIPD. Dan untuk indikator kinerja yang dinilai tidak berhasil mencapai target
adalah persentase aspirasi masyarakat melalui Musrenbang yang terakomodir
dalam dokumen perencanaan yang hanya mencapai 5,71% dari minimal capaian

iii
15%. Hal ini disebabkan banyak terdapat kegiatan yang diusulkan dalam
Musrenbang Desa yang skala lokasi maupun lingkup kegiatannya terlalu kecil,
sehingga dapat dilaksanakan oleh Desa sendiri dengan APBDes. Selain itu, usulan
kegiatan yang berasal dari Desa banyak yang berupa kegiatan fisik yang
pelaksanaanya oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan
Kawasan Permukiman, sementara keterbatasan anggaran juga menyebabkan
adanya pemilihan kegiatan prioritas yang dapat dilaksanakan pada tahun
berkenan.

Terhadap kinerja yang belum tercapai 100%, dilakukan upaya-upaya untuk dapat
mencapai target seperti yang direncanakan, yaitu dengan lebih mengefektifkan
fungsi pengendalian dan monitoring terhadap perencanaan, dan juga
mendorong masyarakat melalui desa/kelurahan untuk membuat usulan kegiatan
yang tepat sasaran, tepat kewenangannya, dan dapat bersinergi dengan OPD
teknis pelaksana. Untuk ketersediaan data, tentu saja ini tidak dapat didorong
lebih jauh lagi, karena kekurangan data yang ada bersifat data insidensial jika
terjadi bencana alam, kebakaran, dll yang tentu saja tidak kita harapkan terjadi.

iv
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………… i


Ikhtisar eksekutif ………………………………………………………… iii
Daftar Isi ………………………………………………………… v
Daftar Tabel ………………………………………………………… vi

BAB I Pendahuluan ………………………………………………………… I-1


A. Gambaran Umum Bappeda ………………………………… I-1
B. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok I-3
dan Fungsi Bappeda …………………………………………
C. Permasalahan Umum Bappeda …………………………… I-6

BAB II Perencanaan Kinerja ……………………………………………… II - 1


A. Rencana Strategis Bappeda ………………………………… II - 1
B. Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Banjar …………………… II - 3

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA………………………………………… III – 1


A. Pengukuran Kinerja …………………………………………… III – 1
B. Capaian Kinerja ……………………………………………… III – 2
C. Realisasi Anggaran ………………………………………… III – 31

BAB IV PENUTUP …………………………………………………………… IV – 1

v
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Sasaran Strategis Jangka Menengah Bappeda II – 4


Tahun 2014-2018 (Perubahan) …………………………………
Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Banjar II – 5
Tahun 2017 (Perubahan) …………………………………………
Tabel 2.3 Anggaran Belanja Langsung per Sasaran Strategis Bappeda II – 6
Tahun 2017 ………………………………………………………
Tabel 2.4 Distribusi Target dan Realisasi Kinerja Bidang/Sekretariat di II – 9
Bappeda ……………………………………………………………
Tabel 3.1 Capaian Sasaran Strategis ……………………………………… III – 2
Tabel 3.2 Pengukuran Kinerja Sasaran Perencanaan Pembangunan III – 6
Daerah yang berkualitas, aspiratif dan aplikatif ………………
Tabel 3.3 Alokasi Anggaran OPD Dalam RKPD 2018 …………………… III – 7
Tabel 3.4 Pemetaan Kesesuaian Program RKPD 2018 dengan RPJMD III – 14
2014-2018 …………………………………………………………
Tabel 3.5 Pemetaan Kesesuaian Program Renja OPD 2018 dengan RKPD III – 16
2018 ………………………………………………………………
Tabel 3.6 Pemetaan Kesesuaian Program RKA OPD 2018 dengan RKPD III – 19
2018 ………………………………………………………………
Tabel 3.7 Delapan Kelompok Data dalam Sistem Informasi III – 26
Pembangunan Daerah ……………………………………………
Tabel 3.8 Pengukuran Kinerja Sasaran Data dan Informasi dalam III – 27
Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah
Yang Memadai ……………………………………………………
Tabel 3.9 Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya III – 28
(Capaian Kinerja ≥100%) …………………………………………
Tabel 3.10 Capaian Indikator Sasaran Non Strategis Capaian Kinerja III – 29
Pelayanan Bappeda ………………………………………………
Tabel 3.11 Realisasi Kinerja dan Anggaran Bappeda Tahun 2017 ……… III - 33
Tabel 3.12 Pengukuran Pencapaian Kinerja Bappeda Tahun 2017 ……… III - 36

vi
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum Bappeda

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) merupakan perwujudan


pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan
sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada setiap
instansi pemerintah, berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. LKIP
juga berperan sebagai alat kendali, alat penilai kinerja dan alat pendorong
terwujudnya good governance. Dalam perspektif yang lebih luas, maka LKIP
berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada publik.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Bappeda Tahun 2017


berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden
Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah. Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan pada Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu
atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Bappeda sebagai sebuah instansi merupakan sub sistem dari sistem


penyelenggaraan pemerintahan daerah yang memiliki tugas dan fungsi sebagai
Badan Perencanaan yang menyediakan dokumen-dokumen perencanaan yang
diperlukan bagi pembangunan daerah. Dengan demikian Bappeda memiliki
tanggungjawab dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah baik dalam tahap
pelaksanaan perencanaan kebijakan pembangunan daerah, pengorganisasian,
maupun evaluasi terhadap pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah.
Output yang dihasilkan Bappeda adalah berupa perencanaan daerah, baik jangka
panjang, menengah maupun jangka pendek (tahunan), yang disusun melalui
serangkaian perencanaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, kebutuhan publik, kemampuan daerah, serta pemberdayaan dan
pengembangan potensi daerah, yang dituangkan ke dalam program dan
kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan core bussines Bappeda
tersebut, maupun sebagai program dan kegiatan penunjang.

Sebagai pertanggungjawaban penyelenggaraan program dan kegiatan dalam


rangka pemenuhan tugas pokok dan fungsi Bappeda, Bappeda Kota Banjar
menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Bappeda Kota Banjar. Penyusunan

I- 1
LKIP Bappeda Tahun 2017 ini berisi ikhtisar pencapaian sasaran sebagaimana
yang telah ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan dokumen
perencanaan. Pencapaian sasaran tersebut disajikan berupa informasi mengenai
pencapaian sasaran Renstra untuk tahun berkenaan, realisasi pencapaian
indikator sasaran disertai dengan penjelasan yang memadai atas pencapaian
kinerja dan pembandingan capaian kinerja, baik dengan tahun-tahun
sebelumnya, maupun persentase pencapaiannya terhadap target kinerja akhir
Renstra.

Guna menghasilkan rencana pembangunan yang berkualitas, sinergis dan dapat


dipercaya, perlu didukung oleh sumber daya manusia yang handal. Dengan
sistem organisasi yang mencakup semua fungsi pembangunan dan juga fungsi
koordinator dengan pemangku kepentingan yang relatif luas, sumber daya
manusia Bappeda harus menyesuaikan baik dari sisi kualitas maupun bidang
penguasannya. Pada tahun 2017, kualitas sumber daya manusia Bappeda,
tercermin dari tingkat pendidikan setara magister atau lebih tinggi sebanyak
20,59% (7 pegawai dari 34 pegawai), berpendidikan Sarjana 52,94% (18 pegawai)
dan sisanya SLTA sebanyak 26,47% (9 pegawai). Dapat dilihat pada Gambar 2 di
bawah ini.

Gambar 1
Persentase Pegawai Berdasarkan Pendidikan

SLTA Magister
26% 21%

Sarjana
53%

Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bappeda Kota Banjar, per 31 Desember 2017

Sedangkan menurut posisi jabatan Bappeda memiliki 1 orang Pejabat Eselon II, 5
orang Pejabat Eselon III, dan 12 orang Pejabat Eselon IV

I- 2
Gambar 2
Persentase Pegawai Berdasarkan Tingkat Jabatan

Eselon II
5% Eselon III
28%
Eselon IV
67%

Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bappeda Kota Banjar, per 31 Desember 2017

B. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok dan Fungsi Bappeda

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat


Daerah, Badan Daerah termasuk di dalamnya Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) merupakan unsur penunjang urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah tersebut, dalam hal ini Bappeda melaksanakan
kewenangan urusan perencanaan serta penelitian dan pengembangan.

Bappeda mempunyai fungsi membantu Wali Kota dalam melaksanakan fungsi


penunjang urusan perencanaan serta penelitian dan pengembangan. Fungsi
tersebut adalah:

1. Penyusunan kebijakan teknis urusan perencanaan serta penelitian dan


pengembangan;
2. Pelaksanaan tugas dukungan teknis urusan perencanaan serta penelitian
dan pengembangan;
3. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis
urusan perencanaan serta penelitian dan pengembangan;
4. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi penunjang urusan
perencanaan serta penelitian dan pengembangan;
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Wali Kota sesuai dengan
tugas dan fungsinya.

Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang


Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Bappeda termasuk ke dalam
technostructure atau badan/fungsi penunjang yang menyelenggarakan fungsi
penunjang perencanaan dan fungsi penunjang penelitian dan pengembangan
untuk mendukung Wali Kota dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.

I- 3
Sedangkan fungsi Bappeda yang dipimpin oleh Kepala sebagaimana yang
tercantum dalam Lampiran XXII Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 30 Tahun
2016 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1. pengkoordinasian pelaksanaan penyusunan program badan;


2. penyusunan dan penetapan kebijakan teknis urusan perencanaan
pembangunan daerah meliputi bidang perencanaan, penelitian dan
pengembangan, bidang sarana dan prasarana wilayah, bidang sosial dan
ekonomi, dan bidang pemerintahan, monitoring dan evaluasi pembangunan;
3. pelaksanaan tugas dukungan teknis urusan perencanaan pembangunan
daerah;
4. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas
dukungan teknis urusan perencanaan pembangunan daerah;
5. pelaksanaan pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang
urusan perencanaan pembangunan daerah;
6. pemberian informasi, saran dan pertimbangan kepada Wali Kota dalam
penyelenggaraan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan daerah dalam perencanaan pembangunan daerah;
7. pelaksanaan pengendalian dan pengkajian kegiatan satuan organisasi badan;
8. penyelenggaraan koordinasi dengan dinas, lembaga teknis atau unit kerja
yang terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas badan;
9. penyelenggaraan bimbingan dan pembinaan teknis pelaksanaan tugas Unit
Pelaksana Teknis Badan (UPTB) dalam pengembangan dan pelayanan di
bidang perencanaan pembangunan daerah;
10. pelaksanaan pelimpahan tugas-tugas kepada bawahan;
11. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang dilimpahkan oleh Wali Kota; dan
12. penyusunan laporan kegiatan dibidang tugasnya.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 30 Tahun 2016, secara umum
struktur organisasi Bappeda adalah Kepala Bappeda dibantu oleh Sekretariat dan
4 (empat) bidang yang bertugas melakukan koordinasi semua fungsi
perencanaan, penelitian dan pengembangan, termasuk juga fungsi yang bersifat
lintas bidang dan pengarusutamaan seperti penanggulangan kemiskinan dan
kesetaraan gender. Struktur organisasi Bappeda dapat dilihat pada Gambar 1.

I- 4
Sumber: Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 30 Tahun 2016

I- 5
C. Permasalahan Umum Bappeda

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bappeda pada 2017 telah dilaksanakan
dengan baik, namun masih ada kendala yang dihadapi diantaranya:

1. Masih terdapat kekurangan sumber daya manusia dalam pelaksanaan tugas


sehari-hari, apalagi tugas-tugas dalam rangka koordinasi sangatlah padat,
dan seringkali terdapat penugasan khusus di luar tugas dan fungsinya
sehingga memerlukan sumber daya manusia yang lebih banyak;
2. Persentase SDM terbesar adalah sarjana dengan juga lulusan SLTA yang
masih >20%, sehingga perlu diupayakan untuk peningkatan tingkat
pendidikan selain juga peningkatan kualitas dan lingkup penguasaan materi
melalui diklat/bintek/kursus, dll;
3. Pada tahun 2017 terjadi 4 (empat) kali mutasi dan rotasi jabatan pada
Pemerintah Kota Banjar, termasuk Bappeda, selain juga terjadi perubahan
struktur organisasi yang memerlukan penyesuaian-penyesuaian dalam
pelaksanaannya.

I- 6
BAB 2
PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis Bappeda

Rencana Strategis Bappeda mengalami perubahan sejalan dengan adanya


penyelarasan pada RPJMD 2014-2018 dengan kebijakan Provinsi dan Nasional
melalui Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 4.a Tahun 2017, seiring dengan hasil
Reviu terhadap RPJMD yang kemudian dikoordinasikan dengan Provinsi maupun
Pusat. Dengan adanya penyelarasan tersebut, dan hasil Reviu terhadap Rencana
Strategis dan Indikator Kinerja Utama, sesuai dengan rekomendasi hasil
pemeriksaan terhadap AKIP Bappeda Kota Banjar pada tahun sebelumnya,
dilakukan perubahan terhadap Rencana Strategis dan Indikator Kinerja Utama.
Rekomendasi tersebut diantaranya:
- Bappeda agar melakukan reviu berkala atas dokumen Renstra, Rencana
Kinerja Tahunan, Penetepan Kinerja dan Indikator Kinerja Utama dengan
menyelaraskan sasaran, indikator sasaran maupun targetnya dalam
dokumen-dokumen tersebut baik di batang tubuh laporan maupun di
lampiran untuk mempermudah pemetaannya karena masih terdapat target
yang belum terukur dan tujuan yang belum sepenuhnya berorientasi hasil
dalam dokumen-dokumen tersebut; dan
- Untuk penetepan IKU agar menetapkan sasaran yang merupakan core
bussiness Bappeda Kota Banjar.

Berdasarkan masukan tersebut, perlu dilakukan perubahan terhadap sasaran dan


indikator dalam IKU dan juga Renstra, yang otomatis hal tersebut berdampak
juga pada perubahan Rencana Kinerja Tahunan maupun Perjanjian Kinerja dan
Program serta Kegiatan pelaksananya.

1. Visi dan Misi

Visi adalah cita-cita atau idaman tentang suatu keadaan ideal dimasa yang
akan datang dan hendak diwujudkan. Dalam rangka menghadapi tantangan
pembangunan di masa depan, sesuai dengan Visi Kota Banjar yaitu “Dengan
Iman dan Taqwa Kita Wujudkan Masyarakat Kota Banjar yang Agamis,
Mandiri dan Sejahtera Menuju Banjar Agropolitan”, maka perlu
memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan yang diantaranya meliputi
keberpihakan kepada masyarakat dan optimalisasi pemanfaatan potensi
daerah.

II - 1
Untuk merealisasikan visi yang telah ditetapkan yang bertumpu pada potensi
sumberdaya dan kemampuan yang dimiliki serta ditunjang dengan semangat
kebersamaan, tanggung jawab yang optimal dan proposional dari seluruh
pemangku kepentingan kota, maka misi yang akan dilaksanakan adalah
sebagai berikut:
- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
- Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)
- Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup
- Meningkatkan Kesadaran dan Ketaatan Hukum Serta Tata kelola
pemerintahan secara profesional untuk menjamin terciptanya good
governance dan clean government

Bappeda sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melaksanakan Misi IV


yaitu Meningkatkan Kesadaran dan Ketaatan Hukum serta Tata Kelola
Pemerintahan secara Profesional untuk Menjamin Terciptanya Good
Governance dan Clean Government.

2. Tujuan

Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan


untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan masalah dan
menangani isu strategis daerah yang dihadapi. Tujuan jangka menengah
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar adalah sebagai
berikut:
a. Terwujudnya perencanaan pembangunan yang berkualitas, aspiratif dan
aplikatif.
Untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan ini dapat diukur dengan
indikator: dicapainya skor perencanaan kinerja dalam SAKIP sebesar ≥25%.
b. Terwujudnya data pendukung penyusunan dokumen perencanaan yang
memadai.
Untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan ini dapat diukur dengan
indikator: persentase ketersediaan data pendukung perencanaan ≥90%.

3. Sasaran

Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan
secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan
dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan sasaran
memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Bappeda serta profil

II - 2
pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. Untuk lima tahun
mendatang, Bappeda menetapkan sasaran sebagai berikut:

a. Perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas, aspiratif dan


aplikatif
Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan
indikator:
1) Persentase aspirasi masyarakat melalui Musrenbang yang terakomodir
dalam dokumen perencanaan;
2) Rancangan Perda RPJMD;
3) Rancangan Perwal RKPD;
4) Persentase keselarasan rencana pembangunan daerah dengan
rencana OPD
- Persentase kesesuaian RKPD dengan RPJMD;
- Persentase kesesuaian Renja OPD dengan RKPD;
- Persentase kesesuaian RKA OPD dengan RKPD.
5) Persentase dokumen penelitian dan pengembangan yang
ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah;
6) Persentase dokumen perencanaan sektoral yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan ekonomi yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan sosial yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan pemerintahan yang
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan sarana dan prasarana wilayah
yang ditindaklanjuti.

b. Data dan informasi dalam penyusunan dokumen perencanaan


pembangunan daerah yang memadai.
Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan
indikator:
1) Tingkat integrasi data OPD dalam SIPD.

II - 3
Tabel 2.1
Sasaran Strategis Jangka Menengah Bappeda
Tahun 2014-2018 (Perubahan)
No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Kondisi Target Kondisi
Strategis Awal Akhir
2017 2018
1 Perencanaan Persentase aspirasi % - ≥15 ≥15 ≥15
pembangunan masyarakat melalui
daerah yang Musrenbang yang
berkualitas, terakomodir dalam
aspiratif dan dokume perencanaan
aplikatif
Rancangan Perda RPJMD Dok 1 - - 1
Rancangan Perwal RKPD Dok 3 1 1 5
Persentase Keselarasan
rencana pembangunan
daerah dengan rencana
OPD
- Persentase kesesuaian % 98,87 100 100 100
RKPD dengan RPJMD
- Persentase kesesuian % - 100 100 100
Renja OPD dengan
RKPD
- Persentase kesesuaian % - 100 100 100
RKA OPD dengan
RKPD
Persentase dokumen % - 50 50 50
penelitian dan
pengembangan yang
ditindaklanjuti dalam
perencanaan
pembangunan daerah
Persentase dokumen
perencanaan sektoral
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
perencanaan ekonomi
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
perencanaan sosial
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
pemerintahan yang
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
perencanaan sarana
dan prasarana wilayah
yang ditindaklanjuti
2 Data dan Tingkat integrasi data % - 100 100 100
informasi dalam OPD dalam SIPD
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai

II - 4
B. Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Banjar

Perjanjian kinerja dimaksud sesuai dengan Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun


2017 yang dibuat untuk mewujudkan target kinerja berdasarkan Rencana
Strategis Bappeda Tahun 2014-2018, berdasarkan pada sumber daya yang
dimiliki oleh instansi. Perjanjian kinerja ini, dimanfaatkan oleh setiap pimpinan
instansi pemerintah untuk memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja
organisasi, melaporkan capaian realisasi kinerja dalam Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah dan menilai keberhasilan organisasi. Perjanjian Kinerja Bappeda
Tahun 2017 adalah seperti dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2
Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Banjar Tahun 2017 (Perubahan)

No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET


1. Perencanaan Persentase aspirasi masyarakat melalui ≥15%
pembangunan daerah Musrenbang yang terakomodir dalam
yang berkualitas, aspiratif dokume perencanaan
dan aplikatif
Rancangan Perwal RKPD 1
Dokumen
Persentase Keselarasan rencana
pembangunan daerah dengan rencana
OPD
- Persentase kesesuaian RKPD dengan 100%
RPJMD
- Persentase kesesuian Renja OPD 100%
dengan RKPD
- Persentase kesesuaian RKA OPD 100%
dengan RKPD
Persentase dokumen penelitian dan 50%
pengembangan yang ditindaklanjuti
dalam perencanaan pembangunan
daerah
Persentase dokumen perencanaan
sektoral yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan 100%
ekonomi yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan 100%
sosial yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen pemerintahan 100%
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen perencanaan 100%

II - 5
sarana dan prasarana wilayah yang
ditindaklanjuti
2. Data dan informasi dalam Tingkat integrasi data OPD dalam SIPD 100%
penyusunan dokumen
perencanaan
pembangunan daerah
yang memadai

Belanja langsung Tahun 2017 pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah


yang dialokasikan untuk pencapaian setiap sasaran strategis adalah sebagai
berikut:

Tabel 2.3
Anggaran Belanja Langsung per Sasaran Strategis
Bappeda Tahun 2017

No. SASARAN INDIKATOR PROGRAM DAN ANGGARAN %


STRATEGIS KINERJA KEGIATAN ANGGARAN

1. Perencanaan Persentase aspirasi Program Perencanaan 260.000.000 5,40


pembangunan masyarakat melalui Pembangunan Daerah
daerah yang Musrenbang yang
berkualitas, terakomodir dalam
aspiratif dan dokumen - Penyelenggaraan 260.000.000 100
aplikatif perencanaan Musrenbang RKPD
Rancangan Perwal Program Perencanaan [Link] 26,49
RKPD Pembangunan Daerah
Penyusunan perubahan 300.000.000 23,53
Kebijakan Umum APBD
dan Prioritas Plafon
Anggaran
Sinergitas perencanaan 275.000.000 21,57
pembangunan daerah
Penguatan program CSR 100.000.000 7,84
Jawa Barat di Kab/Kota
(Banprov)
Penyusunan Kebijakan 300.000.000 23,53
Umum APBD dan Prioritas
Plafon Anggaran
Penyusunan dan 150.000.000 11,76
penetapan RKPD Tahun
2018
Penyusunan dan 150.000.000 11,76
penetapan perubahan
RKPD Tahun 2017
Persentase Program Pengendalian, 435.000.000 9,04
Keselarasan rencana Monitoring dan Evaluasi
pembangunan
daerah dengan
rencana OPD
- Persentase Penyusunan Laporan 100.000.000 22,99
kesesuaian Keterangan

II - 6
RKPD dengan Pertanggungjawaban
RPJMD Wali Kota Banjar
- Persentase Monitoring, Evaluasi dan 255.000.00 58,62
kesesuian Renja Pelaporan
OPD dengan
RKPD
- Persentase Verifikasi Rencana Kerja 80.000.000 18,39
kesesuaian RKA OPD
OPD dengan
RKPD
Persentase dokumen Program Penelitian dan 50.000.000 1,04
penelitian dan Pengembangan
pengembangan Kajian potensi unggulan 50.000.000 100
yang ditindaklanjuti daerah
dalam perencanaan
pembangunan
daerah
Persentase dokumen
perencanaan
sektoral yang
ditindaklanjuti
- Persentase Program Perencanaan 225.000.000 4,67
dokumen Pembangunan Ekonomi
perencanaan Penyusunan bahan 225.000.000 100
ekonomi yang kebijakan bidang
ditindaklanjuti ekonomi
- Persentase Program Perencanaan [Link] 21,82
dokumen Pembangunan Sosial
perencanaan Penyusunan bahan 300.000.000 28,57
sosial yang kebijakan bidang sosial
ditindaklanjuti Pro Poor Planning and 750.000.000 71,43
Budgeting (P3B) +
Program Perencanaan
Responsif Gender (PPRG)
(Banprov)
- Persentase Program Perencanaan 280.000.000 5,82
dokumen Pembangunan
pemerintahan Pemerintahan
yang Penyusunan bahan 200.000.000 71,43
ditindaklanjuti kebijakan bidang
pemerintahan
Koordinasi aksi 80.000.000 28,57
pencegahan dan
pemberantasan korupsi
- Persentase Program Perencanaan 325.000.000 6,75
dokumen pengembangan wilayah
perencanaan strategis dan cepat
sarana dan tumbuh
prasarana Penyelenggaraan 75,000,000 23,08
wilayah yang perencanaan,
ditindaklanjuti pemanfaatan dan
pengendalian
pemanfaatan ruang oleh
BKPRD
Penyusunan dokumen 100,000,000 30,77

II - 7
KLHS
Penyusunan dokumen 100,000,000 30,77
peta untuk RDTR
Penyusunan dokumen 50,000,000 15,38
proses RDTR Kota Banjar
Program Perencanaan 365.000.000 7,58
prasarana wilayah dan
sumber daya alam
Penyusunan bahan 190,000,000 52,05
kebijakan bidang
pekerjaan umum dan
penataan ruang
Penyusunan bahan 175,000,000 47,95
kebijakan bidang
perhubungan, lingkungan
hidup dan informatika
2. Data dan Tingkat integrasi Program 548.000.000 11,39
informasi dalam data OPD dalam Pengembangan
penyusunan SIPD data/informasi
dokumen Pengelolaan website 50,000,000 9,12
perencanaan Bappeda Kota Banjar
pembangunan Penyusunan profil Kota 138,000,000 25,18
daerah yang Banjar berbasis geografis
memadai Penyusunan buku Indeks 190,000,000 34,67
Kepuasan Masyarakat
Updating data 120,000,000 21,90
pembangunan daerah
Pengembangan sistem 50,000,000 9,12
perencanaan
pembangunan daerah

Dalam menentukan target dan pencapaian realisasi indikator kinerja, setiap


bidang/sekretariat mempunyai peranan masing-masing seperti tercantum dalam
Tabel 2.4 berikut:

II - 8
Tabel 2.4
Distribusi Target dan Realisasi Kinerja Bidang di Bappeda

Bidang Bidang
Bidang Bidang
Pemerintahan, Sarana
Perencanaan, Sosial
Sasaran Strategis Program Indikator Kinerja Target Sekretariat Monitoring dan dan
Penelitian dan dan
Evaluasi Prasarana
Pengembangan Ekonomi
Pembangunan Wilayah
Perencanaan Perencanaan Rancangan Perwal RKPD 1 √
pembangunan Pembangunan Daerah Dokumen
daerah yang Persentase aspirasi ≥15% √
berkualitas, aspiratif masyarakat melalui
dan aplikatif Musrenbang yang
terakomodir dalam
Dokumen Perencanaan

Perencanaan Persentase dokumen √


Pembangunan Ekonomi perencanaan ekonomi
yang ditindaklanjuti

Perencanaan Persentase dokumen 100% √


Pembangunan Sosial perencanaan sosial yang
Budaya ditindaklanjuti

Perencanaan Persentase dokumen 100% √


Pengembangan perencanaan tata ruang
Wilayah Strategis dan yang ditindaklanjuti
Cepat Tumbuh

Perencanaan Prasarana Persentase dokumen 100% √


Wilayah dan Sumber perencanaan
Daya Alam pembangunan bidang
sarana dan prasarana

II - 9
wilayah yang
ditindaklanjuti

Perencanaan Persentase dokumen 50% √


Pembangunan perencanaan
Pemerintahan pembangunan
pemerintahan yang
ditindaklanjuti

Penelitian dan Persentase dokumen 100% √


Pengembangan penelitian dan
pengembangan yang
ditindaklanjuti

Pengendalian, Tingkat keselarasan 100% √


Monitoring dan Program RKPD terhadap
Evaluasi RPJMD

Data dan informasi Pengembangan Persentase ketersediaan 100% √


dalam penyusunan data/informasi data pembangunan
dokumen daerah
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai

II - 10
BAB 3
AKUNTABILITAS KINERJA

A. Pengukuran Kinerja

Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8


Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan
pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah, kinerja Bappeda Kota Banjar diukur berdasarkan Tingkat
Pencapaian Sasaran dan indikator sasaran. Untuk mengetahui gambaran
mengenai tingkat pencapaian sasaran dilakukan melalui target sasaran
Rencana Kinerja yang dibandingkan dengan realisasinya.

Pencapaian sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan


realisasi indikator sasaran melalui media formulir pengukuran kinerja.
Kemudian atas hasil pengukuran kinerja tersebut dilakukan evaluasi untuk
mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis. Kriteria
pencapaian indikator kinerja menggunakan skala penilaian Peraturan Menteri
dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 sebagai berikut:

Interval Nilai Realisasi Kriteria Penilaian


Kinerja Realisasi Kinerja

91% ≤100% Sangat tinggi

76% ≤ 90% Tinggi

66% ≤ 75% Sedang

51% ≤ 65% Rendah

≤ 50% Sangat Rendah

III - 1
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian
kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-
sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

B. Capaian Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengumpulkan data kinerja dari masing-


masing Bidang dan Sekretariat yang ditunjuk sebagai penanggungjawab
penyedia data kinerja berdasarkan sasaran-sasaran yang ingin dicapai.

Pengukuran kinerja mencakup seluruh kinerja sasaran berdasarkan Perjanjian


Kinerja Bappeda Kota Banjar hasil reviu Tahun 2017 dan kinerja sasaran
pendukung sasaran strategis Bappeda. Perjanjian Kinerja yang dibuat pada Tahun
2017 berpedoman pada Revisi Renstra Bappeda 2014-2018.

Hasil pengukuran kinerja tersebut dituangkan dalam tabel pengukuran kinerja di


bawah ini, yang mencerminkan kinerja Bappeda Tahun 2017 dan diuraikan secara
rinci dalam sub bab berikutnya. Hasil Pengukuruan terhadap capaian kinerja
sasaran strategis Tahun 2017 ini tidak dapat disandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya karena terdapat perubahan pada sasaran strategis beserta indikator-
indikatornya.

Tabel 3.1
Capaian Sasaran Strategis

Tahun 2017
Sasaran Strategis Indikator Capaian
Target Realisasi
%
Perencanaan Persentase aspirasi masyarakat ≥15% 5,71% 38,07
pembangunan melalui Musrenbang yang
daerah yang terakomodir dalam dokumen
berkualitas, aspiratif perencanaan
dan aplikatif
Rancangan Perwal RKPD 1 1 100
Dokumen Dokumen
Persentase Keselarasan
rencana pembangunan daerah
dengan rencana OPD
- Persentase kesesuaian 100% 97,88% 97,88
RKPD dengan RPJMD

- Persentase kesesuian Renja 100% 99,48% 99,48


OPD dengan RKPD

- Persentase kesesuaian RKA 100% 96,39% 96,39

III - 2
OPD dengan RKPD

Persentase dokumen 50% 50% 100


penelitian dan pengembangan
yang ditindaklanjuti dalam
perencanaan pembangunan
daerah

Persentase dokumen
perencanaan sektoral yang
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen 100% 100% 100
perencanaan ekonomi
yang ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100


perencanaan sosial yang
ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100


pemerintahan yang
ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100


perencanaan sarana dan
prasarana wilayah yang
ditindaklanjuti

Data dan informasi Tingkat integrasi data OPD 100% 100% 100
dalam penyusunan dalam SIPD
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai

Pada tahun 2017, pengukuran kinerja dilakukan terhadap 2 (dua) sasaran dengan
menggunakan 6(enam) indikator kinerja. Dari 6 indikator kinerja yang diukur,
hasilnya adalah:

- 5 (lima) indikator dinilai sangat berhasil dalam pencapaian target, meskipun 1


(satu) indikator belum mencapai 100% namun masih dalam rentang nilai
sangat tinggi tingkat keberhasilannya;
- 1 (satu) indikator dinilai tidak berhasil dalam mencapai target kinerja yang
telah ditetapkan.

III - 3
Evaluasi kinerja dimulai dengan pengukuran kinerja berdasarkan dokumen
Perjanjian Kinerja Hasil Reviu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota
Banjar Tahun 2017. Dokumen perjanjian kinerja digunakan sebagai dasar
pengukuran kinerja karena telah mempertimbangkan ketersediaan sumber daya
yang dimiliki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar,
sehingga dapat menggambarkan kinerja Bappeda Kota Banjar secara realistis
dihubungkan dengan ketersediaan anggaran.

Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala


yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari
guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain
itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara
membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun
realisasi.

Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan
memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu.
Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/penentuan tingkat efektivitas yang
menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau
dampak. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja
(performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun
strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran strategis Bappeda Kota Banjar


sampai dengan bulan Desember tahun 2017 sebagai berikut:

Perencanaan pembangunan daerah


SASARAN 1 yang berkualitas, aspiratif dan aplikatif

Rencana pembangunan yang berkualitas, aspiratif dan aplikatif dicapai terwujud


melalui rencana pembangunan yang dikerjakan tepat waktu, sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dari segi isi maupun
prosesnya, aspiratif yang ditunjukkan dengan adanya penyerapan aspirasi
masyarakat dalam proses penyusunannya, terintegrasi, sinkron dan sinergi baik
dengan perencanaan jangka menengah, maupun perencanaan di tingkat OPD
dan teraplikasikan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran masing-masing OPD
pada tahun yang bersangkutan. Pada Tahun 2014 telah ditetapkan RPJMD 2014-
2018 melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjar Tahun 2014-2018.

III - 4
RPJMD ini merupakan penjabaran Visi, Misi dan program Kepala Daerah yang
penyusunannya berpedoman pada RPJPD dan RTRW kabupaten/kota dengan
memperhatikan RPJMN dan RPJMD Provinsi. RPJMD memuat arah kebijakan
keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program
Organisasi Perangkat Daerah, lintas OPD dan program kewilayahan disertai
dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan
yang bersifat indikatif.

Dalam perkembangannya sesuai dengan Pasal 156 ayat 3 Peraturan Menteri


Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah tersebut, Wali Kota
melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap perencanaan pembangunan
daerah lingkup Kota Banjar. Bappeda selaku unsur perencana penyelenggaraan
pemerintahan melaksanakan tugas dan mengkoordinasikan penyusunan,
pengendalian dan evalausi pelaksanaan rencana pembangunan daerah
melakukan reviu RPJMD Kota Banjar tersebut. Maksud dan tujuan reviu tersebut
adalah untuk menilai sejauh mana hasil rencana pembangunan daerah meliputi
pelaksanaan RPJMD, RPJMD, Renstra OPD, RKPD dan Renja OPD.

Berdasarkan hasil reviu yang dilaksanakan, diketahui bahwa sasaran-sasaran


strategis yang ada masih belum mewakili SKPD yang ada di Kota Banjar, artinya
ada SKPD yang belum secara jelas mempunyai sasaran yang harus dicapai
sebagai tanggung jawabnya di RPJMD Kota Banjar Tahun 2014-2018. Di samping
itu ada sasaran di RPJMD Kota Banjar Tahun 2014-2018 yang tidak dijabarkan ke
dalam Renstra SKPD. Selain itu, dalam penggunaan basis data seperti IPM. Data
tersebut masih menggunakan data yang lama, sementara sekarang BPS sudah
merilis metode penghitungan yang baru untuk data IPM sehingga data
capaiannya berbeda menjadi lebih rendah.

Dengan demikian, berdasarkan reviu yang dilaksanakan dan dengan berlakunya


Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta
peraturan turunannya, sangat memungkinkan RPJMD Kota Banjar Tahun 2014-
2018 untuk direvisi. Hal ini kemudian dikoordinasikan baik dengan Pemerintah
Provinsi melalui Bappeda Provinsi Jawa Barat maupun di tingkat Nasional melalui
Bappenas, dan berdasarkan hasil koordinasi, meskipun Revisi ini secara
kebutuhan diperlukan, namun secara waktu membutuhkan pertimbangan politis
mengingat Revisi ini akan dilaksanakan pada tahun keempat periode RPJMD.
Dengan demikian untuk menjembatani hal ini kemudian disusun Peraturan Wali
Kota Banjar Nomor 4.a Tahun 2017 tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah 2014-2018 dengan Kebijakan Provinsi dan Kebijakan
Nasional tanggal 13 Maret 2017.

III - 5
Peraturan Wali Kota Banjar ini merupakan dokumen transisi setelah perubahan
urusan pemerintahan daerah sebagai pedoman bagi Pemerintah Kota Banjar
dalam penyusunan/perubahan Renstra OPD, RKPD serta perencanaan
penganggaran Tahun 2018.

Untuk perencanaan pembangunan tahunan yaitu RKPD, pada Tahun 2017 sudah
ditetapkan RKPD melalui Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 5 Tahun 2017
tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018 pada tanggal 26 Mei
2017.

Untuk mendukung pencapaian sasaran strategis 1 ini ditetapkan 5 (lima) indikator


kinerja sebagaimana penjelasan berikut:

Tabel 3.2
Pengukuran Kinerja Sasaran Perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas,
aspiratif dan aplikatif

Tahun 2017 Capaian


s/d
Tahun
Capaian Target 2017
Sasaran
Indikator Tahun Akhir terhadap
Strategis Target Realisasi %
Sebelumnya Renstra Target
Akhir
Renstra
(%)
Perencanaan Persentase aspirasi - ≥15% 5,71% 38.07 ≥15% 38,07
pembangunan masyarakat melalui
daerah yang Musrenbang yang
berkualitas, terakomodir dalam
aspiratif dan dokumen perencanaan
aplikatif
Rancangan Perwal RKPD 1 dok 1 dok 1 dok 100 5 dok 80
Persentase Keselarasan
rencana pembangunan
daerah dengan rencana
OPD
- Persentase 98,87 100% 97,88% 97,88 100% 99,06
kesesuaian RKPD
dengan RPJMD
- Persentase - 100% 99,48% 99,48 100% 99,48
kesesuian Renja
OPD dengan RKPD
- Persentase - 100% 96,39% 96,39 100% 96,39
kesesuaian RKA
OPD dengan RKPD
Persentase dokumen - 50% 50% 100 50% 100
penelitian dan
pengembangan yang
ditindaklanjuti dalam
perencanaan
pembangunan daerah
Persentase dokumen
perencanaan sektoral
yang ditindaklanjuti

III - 6
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
perencanaan
ekonomi yang
ditindaklanjuti
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
perencanaan sosial
yang ditindaklanjuti
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
pemerintahan yang
ditindaklanjuti
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
perencanaan sarana
dan prasarana
wilayah yang
ditindaklanjuti

Persentase aspirasi masyarakat melalui


INDIKATOR Musrenbang yang terakomodir dalam
1.1 dokumen perencanaan

Indikator kinerja Persentase Aspirasi Masyarakat melalui Musrenbang yang


terakomodir dalam dokumen perencanaan diukur dari
Jumlahalokasianggaranuntukkegiatanyangberasaldariaspirasimasyarakatdibagitot
alpagubelanjalangsung RKPD X 100%. Pengukuran ini merupakan indikator dari
Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan sebagaimana terlihat dalam
Tabel 2.5. Indikator kinerja ini merupakan indikator kinerja yang mencerminkan
sejauh mana masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan perencanaan
pembangunan melalui kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan mulai
dari Musrenbang tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Forum OPD, Forum
Gabungan OPD dan bermuara pada Musrenbang Tingkat Kota Banjar.

Tabel 3.3
Alokasi Anggaran OPD Dalam RKPD 2018

N MUSREN-
OPD RUTIN POKIR RENJA SUB TOTAL
O BANG
1 Dinas Pendidikan [Link] 180.000.000 0 [Link] [Link]
dan Kebudayaan
2 Dinas Kesehatan [Link] 0 0 [Link] [Link]
3 Badan Layanan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Umum Daerah
Rumah Sakit
Umum

III - 7
4 Dinas Pekerjaan [Link] [Link] 0 [Link] [Link]
Umum, Penataan
Ruang,
Perumahan dan
Kawasan
Permukiman
5 Satuan Polisi [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pamong Praja
6 Dinas Sosial, [Link] 200.000.000 0 [Link] [Link]
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan
Anak
7 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Penanggulangan
Bencana Daerah
8 Dinas Tenaga [Link] 0 0 [Link] [Link]
Kerja
9 Dinas Lingkungan [Link] [Link] 0 [Link] [Link]
Hidup
10 Dinas [Link] 22.500.000 0 [Link] [Link]
Kependudukan
dan Pencatatan
Sipil
11 Dinas [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pemberdayaan
Masyarakat, Desa,
Kesatuan Bangsa
dan Politik
12 Dinas [Link] 50.000.000 0 [Link] [Link]
Pengendalian
Penduduk dan
Keluarga
Berencana
13 Dinas [Link] 80.000.000 0 [Link] [Link]
Perhubungan
14 Dinas Komunikasi [Link] 0 0 [Link] [Link]
dan Informatika
15 Dinas Koperasi, [Link] [Link] 0 [Link] [Link]
Usaha Kecil,
Menengah dan
Perdagangan
16 Dinas Penanaman [Link] 0 0 913.000.000 [Link]
Modal dan
Pelayanan
Terpadu Satu
Pintu
17 Dinas Pemuda, [Link] 0 0 [Link] [Link]
Olahraga dan
Pariwisata
18 Dinas Kearsipan [Link] 120.000.000 0 [Link] [Link]
dan Perpustakaan
19 Dinas Ketahanan [Link] 330.000.000 0 [Link] [Link]
Pangan, Pertanian
dan Perikanan
20 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Perencanaan

III - 8
Pembangunan
Daerah
21 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pendapatan,
Pengelolaan
Keuangan dan
Aset Daerah
22 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Kepegawaian,
Pendidikan dan
Pelatihan
23 Inspektorat [Link] 0 0 [Link] [Link]
24 Kecamatan Banjar [Link] 0 0 [Link] [Link]
25 Kecamatan [Link] 0 0 970.649.000 [Link]
Purwaharja
26 Kecamatan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pataruman
27 Kecamatan [Link] 0 0 825.938.500 [Link]
Langensari
28 Bagian Tata 0 0 0 [Link] [Link]
Pemerintahan
29 Bagian Hukum 0 0 0 818.406.000 818.406.000
dan Organisasi
30 Bagian Hubungan 0 0 0 [Link] [Link]
Masyarakat
31 Bagian 0 0 0 [Link] [Link]
Kesejahteraan
Rakyat
32 Bagian Ekonomi 548.000.000 0 0 465.500.000 [Link]
Pembangunan
dan Layanan
Pengadaan
Barang/Jasa
33 Bagian Umum [Link] 0 0 30.000.000 [Link]
34 Sekretariat Dewan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Perwakilan Rakyat
Daerah
TOTAL [Link] [Link] 0 [Link] [Link].323

Berdasarkan data yang didapat dari Bidang Perencanaan, Penelitian dan


Pengembangan melaui Sistem PATROMAN, didapat data: Jumlah alokasi
anggaran untuk kegiatan yang berasal dari aspirasi masyarakat adalah sebesar
[Link] Dan total pagu belanja langsung RKPD Tahun 2018 adalah
sebesar [Link].323. Sehingga persentase aspirasi masyarakat melalui
Musrenbang terakomodir dalam dokumen perencanaan sebesar
5,71%.Persentase capaian indikator ini tidak dapat dibandingkan dengan tahun
lalu karena indikator tersebut diatas merupakan indikator baru yang terdapat
pada Revisi Renstra 2014-2018. Indikator kinerja Persentase aspirasi masyarakat
melalui Musrenbang yang terakomodir dalam dokumen perencanaan ini
dilaksanakan melalui Program Perencanaan Pembangunan Daerah dengan
kegiatan Penyelenggaraan Musrenbang RKPD.

III - 9
Tingkat capaian kinerja untuk indikator ini 5,71% dinilai sangat rendah, meskipun
secara proses, keseluruhan proses penyelenggaraan Musrenbang sudah
dilaksanakan dengan baik, namun hasilnya ternyata tidak sesuai dengan yang
ditargetkan. Hal ini disebabkan banyak terdapat kegiatan yang diusulkan dalam
Musrenbang Desa yang skala lokasi maupun lingkup kegiatannya terlalu kecil,
sehingga dapat dilaksanakan oleh Desa sendiri dengan APBDes dan tidak
diteruskan ke dalam dokumen perencanaan kota. Selain itu, usulan kegiatan yang
berasal dari Desa banyak yang berupa kegiatan fisik yang pelaksanaanya oleh
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman,
sementara keterbatasan anggaran juga menyebabkan adanya pemilihan kegiatan
prioritas yang dapat dilaksanakan pada tahun berkenan.

INDIKATOR
Rancangan Perwal RKPD
1.2

Indikator kinerja 2 bertujuan untuk mengukur penyelesaian rancangan Peraturan


Wali Kota Banjar tentang RKPD Tahun 2018. Dengan telah ditetapkannya
Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 5 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Kota Banjar Tahun 2018 tanggal 26 Mei 2017 menunjukkan
bahwa target indikator kinerja 2 ini tercapai 100%.

Penyusunan RKPD Kota Banjar tahun 2018 dilaksanakan melalui pendekatan: (1)
topdown,yaitu pendekatan yang memperhatikan program-program prioritas dan
kebijakanpemerintah daerah; (2) bottom-up, yaitu pendekatan perencanaan yang
mengakomodasikebutuhan-kebutuhan masyarakat yang disalurkan melalui
musrenbang desa, kecamatan dankota; (3) teknokratik, yaitu pendekatan
perencanaan yang mengedepankan pengetahuan, ilmudan teknologi; (4) politik,
yaitu pendekatan perencanaan yang mengakomodasi kepentingan-
kepentinganpolitik dalam pelaksanaan pembangunan; (5) partisipatif, yaitu
pendekatanperencanaan yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, dunia usaha,
akademisi dan komunitasatau lembaga swadaya masyarakat dalam koridor
peraturan perundang-undangan.

Proses penyusunan RKPD Kota Banjar Tahun 2018 berdasarkan


pendekatanperencanaan dilaksanakan melalui:

1) Penyusunan dokumen Rancangan Awal RKPD Tahun 2018 dengan


memperhatikanpenelaahan terhadap RPJMN dan RPJMD Provinsi,

III - 10
Penelahaan pokok-pokok pikiran DPRD;RPJMD Kota dan hasil evaluasi RKPD
Tahun 2016;
2) Penyusunan rancangan RKPD melalui pengakomodasian: (a) Pembahasan
usulan hasil reseskomisi DPRD; (b) hasil pembahasan dalam forum OPD; (c)
hasil musrenbang Kota sebagaitindak lanjut dari hasil hasil musrenbang
tingkat Desa dan Kecamatan;
3) Penyusunan rancangan akhir RKPD Kota Banjar Tahun 2018 dengan
memperhatikan hasilMusrenbangnas RKP dan hasil Musrenbang RKPD
Provinsi Jawa Barat;
4) Penyusunan dokumen RKPD 2018 yang berpijak kepada rancangan akhir
RKPD Kota BanjarTahun 2018, hasil musrenbang provinsi dan musrenbang
nasional serta verifikasi akhir untukprogram dan kegiatan prioritas untuk
kemudian diterbitkan dalam Peraturan Walikota tentangRKPD 2018.

Berdasarkan perencanaan jangka menengah daerah, Rencana Kerja Pemerintah


Daerah(RKPD) Tahun 2018 berada pada tahapan Optimalisasi Pembangunan
Infrastruktur PelayananDasar dan Penataan Lingkungan untuk Kesejahteraan
Masyarakat. Dengan demikian program prioritas untuk Tahun 2018 diarahkan
untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagai Dokumen perencanaan tahunan daerah, RKPD Kota Banjar 2018


merupakan bagianyang tidak dapat dipisahkan dengan dokumen perencanaan
lainnya, dimana hubunganantara RKPD Kota Banjar Tahun 2018 dengan dokumen
perencanaan lainnya adalah:

1) RKPD Kota Banjar Tahun 2018 sebagai penjabaran dari RPJMD Kota Banjar
Tahun 2014-2018 dan RPJPD Kota Banjar Tahun 2005-2025 merupakan satu
bagian yang utuh dari manajemen kerja di lingkungan Pemerintah Kota
Banjar, khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan baik yang
tertuang dalam RPJPD, RPJMD, maupun RTRW Kota Banjar.
2) RKPD Kota Banjar Tahun 2018 disusun dengan memperhatikan pokok-pokok
arahkebijakan dalam RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dan Rencana
KerjaPemerintah (RKP) Tahun 2018.
3) Selanjutnya RKPD Kota Banjar merupakan pedoman bagi penyusunan
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Banjar.
4) RKPD Kota Banjar Tahun 2018 menjadi pedoman bagi OPD dalam
menyempurnakan dokumen Rencana Kerja (Renja) OPD Tahun 2018.

Rancangan Perwal RKPD ini setiap tahunnya dihasilkan satu buah rancangan.
Sehingga sampai dengan Tahun 2017 ini terdapat 4 buah rancangan yang
dihasilkan pada tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017. Di akhir periode Renstra,
jumlah Rancangan Perwal RKPD yang ditargetkan adalah sebesar 5 buah

III - 11
rancangan. Sehingga sampai dengan Tahun 2017 ini, sudah mencapai 80% dari
target akhir Renstra.

Untuk mencapai sasaran melalui indikator Rancangan Perwal RKPD ini,


dilaksanakan melalui Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan
kegiatan: Penyusunan dan Penetapan RKPD Tahun 2018 maupun perubahannya
Tahun 2017, Penyusunan KUA dan PPA 2018 maupun perubahan Tahun 2017,
Sinergitas Perencanaan Pembangunan Daerah, serta adanya bantuan dari Provinsi
Jawa Barat melalui berupa kegiatan Penguatan Program CSR Jawa Barat di
Kabupaten/Kota.

Capaian kinerja sebesar 100% ini didukung dengan penyerapan anggaran sebesar
96,60% atau sebesar Rp.[Link] dari anggaran sebesar Rp.[Link].
Sasaran dengan indikator yang dapat dicapai dengan sumber daya yang efisien
menunjukkan bahwa efisiensi anggaran telah mencapai tingkat yang tinggi.

INDIKATOR Persentase keselarasan


rencana pembangunan
1.3
daerah dengan rencana OPD

Indikator kinerja Persentase keserasan rencana pembangunan daerah dengan


rencana OPD diukur dari: a) Persentase kesesuaian RKPD dengan RPJMD; b)
Persentase kesesuaian Renja OPD dengan RKPD; c) Persentase kesesuaian RKA
OPD dengan RKPD. Keempat pengukuran ini merupakan capaian target indikator
Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan sebagaimana pada
Tabel 2.5.

Indikator kinerja ini mencerminkan kualitas dan sinergi perencanaan antar waktu
perencanaan (jangka menengah dan tahunan) serta perencanaan daerah dengan
perencanaan di tingkat OPD. Secara keseluruhan hasil pengukuran capaian
kinerja indikator Persentase keselarasan rencana pembangunan daerah dengan
rencana OPD adalah 97,92%, dan meskipun tidak mencapai target 100% tetap
mencerminkan keselarasan yang baik. Indikator kinerja ini didukung oleh
Program Pengendalian, Monitoring dan Evaluasi dengan kegiatan: Penyusunan
LKPJ Wali Kota Banjar; Monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan Verifikasi Renja
OPD, yang secara bersama-sama menghasilkan analisis terhadap keselarasan
rencana pembangunan dengan rencana OPD dan lebih lanjut dengan rencana
penganggarannya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan sinergitas perencanaan di tingkat Kota


Banjar, dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan melalui perbaikan mekanisme

III - 12
penyelenggaraan Musrenbang, proses perencanaan baik di tingkat Kota maupun
OPD dan penyempurnaan melalui upaya sinkronisasi perencanaan melalui sistem
yaitu dengan adanya Sistem Patroman (Program Aplikasi Terpadu RKPD Online
dan Manajemen Anggaran). Sistem ini sudah diuji cobakan pada pelaksanaan
perencanaan Tahun 2017 dan terus menerus disempurnakan agar dapat
mencakup Perencanaan sampai Monitoring terhadap realisasi Kinerja dan
Anggaran, dari mulai level pelaksanaan Musrenbang Tingkat Desa sampai RKPD,
KUA dan PPA, Renja dan RKA OPD.

a. Persentase Kesesuaian RKPD dengan RPJMD

Indikator kinerja ini merupakan indikator kinerja yang merepresentasikan


kesesuaian/sinergi antara perencanaan pembangunan jangka menengah dan
perencanaan pembangunan tahunan dengan melihat kesesuaian program
yang dilaksanakan pada setiap level perencanaan tersebut.

Perbedaan kebijakan pembangunan tidak akan mengubah secara total,


namun lebih kepada upaya penguatan/fokus kebijakan, seringkali jumlah
program/kegiatan pada RKPD tidak sama dengan yang tercantum dalam
RPJMD, sehingga dalam pemetaannya bisa bersifat langsung maupun tidak
langsung.

Sumber data yang digunakan adalah RPJMD Kota Banjar Tahun 2014-2018
dan RKPD Kota Banjar Tahun 2018. Hasil pemetaan akan disajikan dalam 2
(dua) kriteria, yaitu: a) Kriteria Terpetakan, yang terdiri dari 2 (dua) kategori,
yaitu: (i) Terpetakan Langsung (TL) adalah program sama persis baik secara
nomenklatur ataupun substansinya; dan (ii) Terpetakan Tidak Langsung (TTL),
adalah program yang secara nomenklatur tidak terkait langsung (tidak persis
sama, namun secara substansi terkait; dan b) Kriteria Tidak Terpetakan (TT)
adalah program tidak terkait sama sekali.

Adapun hasil pemetaan pada OPD terkait kesesuaian program RKPD 2018
dengan RPJMD 2014-2018 disajikan dalam Tabel berikut:

III - 13
Tabel 3.4
Pemetaan Kesesuaian Program RKPD 2018 dengan RPJMD 2014-2018

Penilaian %
OPD RPJMD RKPD Kesesuaian
TL TTL TT
Dinas Pendidikan dan 9 8 8 1 0 100
Kebudayaan
Dinas Kesehatan 17 17 17 0 0 100
Badan Layanan Umum Daerah 2 2 2 0 0 100
Rumah Sakit Umum
Dinas Pekerjaan Umum, 15 14 14 0 1 93,33
Penataan Ruang, Perumahan
dan Kawasan Permukiman
Satuan Polisi Pamong Praja 4 5 3 1 0 100
Dinas Sosial, Pemberdayaan 10 12 6 4 0 100
Perempuan dan Perlindungan
Anak
Badan Penanggulangan 10 10 9 1 0 100
Bencana Daerah
Dinas Tenaga Kerja 6 6 6 0 0 100
Dinas Lingkungan Hidup 7 7 7 0 0 100
Dinas Kependudukan dan 1 1 1 0 0 100
Pencatatan Sipil
Dinas Pemberdayaan 8 8 8 0 0 100
Masyarakat, Desa, Kesatuan
Bangsa dan Politik
Dinas Pengendalian Penduduk 6 7 5 1 0 100
dan Keluarga Berencana
Dinas Perhubungan 5 5 4 1 0 100
Dinas Komunikasi dan 5 5 5 0 0 100
Informatika
Dinas Koperasi, Usaha Kecil, 13 13 11 1 1 92,31
Menengah dan Perdagangan
Dinas Penanaman Modal dan 2 2 2 0 0 100
Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Dinas Pemuda, Olahraga dan 5 9 2 3 0 100
Pariwisata
Dinas Kearsipan dan 8 8 8 0 0 100
Perpustakaan
Dinas Ketahanan Pangan, 10 10 10 0 0 100
Pertanian dan Perikanan
Badan Perencanaan 8 9 4 4 0 100
Pembangunan Daerah
Badan Pendapatan, 1 1 1 0 0 100
Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah
Badan Kepegawaian, 3 3 3 0 0 100
Pendidikan dan Pelatihan
Inspektorat 4 4 4 0 0 100
Sekretariat Daerah 28 26 26 0 2 92,86

III - 14
Sekretariat Dewan Perwakilan 2 2 2 0 0 100
Rakyat Daerah
TOTAL 189 194 168 17 4 97,88
Sumber: Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan dalam Sistem Patroman
Ket: TL = Program Terpetakan Langsung; TTL = Program Terpetakan Tidak Langsung; TT = Program Tidak
Terpetakan

Untuk persentase kesesuaian RKPD terhadap RPJMD pada tahun 2014 dapat
mencapai target 100%, sementara pada tahun 2015 sebesar 98,31%, di tahun
2016 sebesar 98,87 dan untuk tahun 2017 yaitu mencapai target 97,88%.
Secara angka memang tidak dapat mengejar target 100% untuk setiap
tahunnya pada akhir periode Renstra. Tapi meskipun tidak mencapai target
100%, namun secara umum muatan RKPD sudah merupakan penjabaran dari
RPJMD 2014-2018. Namun ada beberapa catatan bahwa terdapat beberapa
program yang ada di RKPD memetakan tidak langsung program yang ada di
RPJMD 2014-2018 karena adanya perubahan nomenklatur maupun
penambahan jumlah program akibat penyesuaian perubahan struktur
organisasi pada beberapa OPD pelaksana sehingga sasaran program
dan/atau program dalam RKPD beberapa diantaranya berbeda secara
nomenklatur dan beberapa lainnya terdapat penggabungan maupun
terjabarkan menjadi lebih detail dari RPJMD 2014-2018. Terjadinya
perbedaan jumlah juga disebabkan karena terdapat perubahan sebagian
kewenangan beberapa urusan menjadi urusan provinsi sehingga tidak
terpetakan secara langsung.

b. Persentase Kesesuaian Renja OPD dengan RKPD

Indikator kinerja ini dimaksudkan untuk mengukur keselerasan program


pada Renja OPD dengan program pada [Link] indikator
kesesuaian dilakukan dengan cara menyandingkan program pada Renja OPD
Tahun 2018 dengan program pada RKPD untuk Tahun 2018. Pada prinsipnya
muatan pada Renja OPD tahun 2018 merupakan penjabaran dan kebijakan
yang ada dalam RKPD Tahun 2018 untuk dilaksanakan oleh OPD pada tahun
yang sama.

Proses penyusunan Renja OPD sudah mengacu pada RKPD 2018. Upaya
pencapaian keselarasan dilakukan melalui kegiatan Verifikasi Renja OPD
pada Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan terhadap
OPD mitra kerja. Sehingga RKPD dihasilkan berdasarkan hasil verifikasi
terhadap Renja OPD, dan sekaligus menjadi pedoman bagi penyempurnaan
akhir dari Renja OPD tersebut.

III - 15
Hasil pemetaan akan disajikan dalam 2 (dua) kriteria, yaitu: a) Kriteria
Terpetakan, yang terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu: (i) Terpetakan Langsung
(TL) adalah program sama persis baik secara nomenklatur ataupun
substansinya; dan (ii) Terpetakan Tidak Langsung (TTL), adalah program yang
secara nomenklatur tidak terkait langsung (tidak persis sama, namun secara
substansi terkait; dan b) Kriteria Tidak Terpetakan (TT) adalah program tidak
terkait sama sekali.

Berdasarkan pemetaan terhadap program Renja OPD 2018 dan RKPD 2018,
tingkat kesesuaian mencapai 99,48%. Hal ini menunjukan bahwa secara
umum program pada Renja OPD telah memetakan muatan RKPD 2018 baik
secara langsung maupun tidak langsung. Namun ada program yang ada di
Renja OPD memetakan tidak langsung program yang ada di dalam RKPD
2018 karena adanya perubahan nomenklatur maupun penambahan jumlah
program akibat penyesuaian perubahan struktur organisasi maupun
ketersediaan anggaran pada beberapa OPD pelaksana sehingga program
dalam Renja OPD beberapa diantaranya berbeda secara nomenklatur dan
beberapa lainnya terdapat penggabungan maupun terjabarkan menjadi lebih
detail dari program pada RKPD 2018. Untuk indikator ini tidak dapat
dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena merupakan indikator baru
hasil Revisi Renstra 2014-2018.

Adapun hasil pemetaan terhadap kesesuaian program Renja OPD dengan


RKPD disajikan pada Tabel 3.6 berikut:

Tabel 3.5
Pemetaan Kesesuaian Program Renja OPD 2018 dengan RKPD 2018

Penilaian %
OPD RKPD Renja
TL TTL TT Kesesuaian
Dinas Pendidikan dan 8 8 8 0 0 100
Kebudayaan
Dinas Kesehatan 17 17 17 0 0 100
Badan Layanan Umum 2 2 2 0 0 100
Daerah Rumah Sakit Umum
Dinas Pekerjaan Umum, 14 17 13 1 0 100
Penataan Ruang, Perumahan
dan Kawasan Permukiman
Satuan Polisi Pamong Praja 5 8 2 3 0 100
Dinas Sosial, Pemberdayaan 12 14 10 2 0 100
Perempuan dan
Perlindungan Anak
Badan Penanggulangan 10 11 9 1 0 100
Bencana Daerah
Dinas Tenaga Kerja 6 6 6 0 0 100

III - 16
Dinas Lingkungan Hidup 7 9 5 2 0 100
Dinas Kependudukan dan 1 1 1 0 0 100
Pencatatan Sipil
Dinas Pemberdayaan 8 9 7 1 0 100
Masyarakat, Desa, Kesatuan
Bangsa dan Politik
Dinas Pengendalian 7 7 7 0 0 100
Penduduk dan Keluarga
Berencana
Dinas Perhubungan 5 5 5 0 0 100
Dinas Komunikasi dan 5 6 4 1 0 100
Informatika
Dinas Koperasi, Usaha Kecil, 13 13 13 0 0 100
Menengah dan Perdagangan
Dinas Penanaman Modal dan 2 2 2 0 0 100
Pelayanan Terpadu Satu
Pintu
Dinas Pemuda, Olahraga dan 9 10 8 1 0 100
Pariwisata
Dinas Kearsipan dan 8 8 8 0 0 100
Perpustakaan
Dinas Ketahanan Pangan, 10 11 8 2 0 100
Pertanian dan Perikanan
Badan Perencanaan 9 9 9 0 0 100
Pembangunan Daerah
Badan Pendapatan, 1 1 1 0 0 100
Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah
Badan Kepegawaian, 3 2 2 1 0 100
Pendidikan dan Pelatihan
Inspektorat 4 4 4 0 0 100
Sekretariat Daerah 26 25 23 2 1 96,15
Sekretariat Dewan Perwakilan 2 2 2 0 0 100
Rakyat Daerah
TOTAL 194 207 176 17 1 99,48
Sumber: Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan dalam Sistem Patroman
Ket: TL = Program Terpetakan Langsung; TTL = Program Terpetakan Tidak Langsung; TT = Program Tidak
Terpetakan

Dalam pencapaian muatan antara Renja OPD dan RKPD masih terdapat
beberapa kendala, diantaranya: a) Adanya kebijakan pusat maupun provinsi
yang dikeluarkan di periode setelah RKPD diterbitkan/ditetapkan, sehingga
kebijakan tersebut belum tertuang pada RKPD namun harus diterjemahkan
dalam Renja masing-masing OPD; b) Adanya perubahan alokasi anggaran
OPD di tahun berjalan yang berakibat pada berubahnya bukan hanya
indikator namun juga program/kegiatan tersebut namun OPD tidak
melakukan perbaikan/penyesuaian Renja; dan c) Adanya perubahan Renstra
dan IKU OPD sebagai hasil dari evaluasi terhadap RPJMD yang berakibat

III - 17
pada perubahan Renstra dan IKU OPD selain juga karena adanya perubahan
struktur organisasi dan nomenklatur OPD yang berakibat pada berubahnya
muatan perencanaan di Renstra, namun OPD tidak melakukan
perbaikan/penyelarasan Renja maupun perjanjian kinerja OPD tersebut.

c. Persentase Kesesuaian RKA OPD dengan RKPD

Keselarasan muatan RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018 dilakukan untuk
menjaga keselarasan dokumen perencanaan dengan penganggarannya.
Pengukuran kesesuaian tersebut dilakukan dengan cara menganalisis dan
menyandingkan muatan program RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018 sesuai
dengan bidang/issue strategis masing-masing. Hal tersebut dapat
mengindikasikan seberapa besar efektifitas pengalokasian anggaran
terhadap pencapaian indikator kinerja kegiatan prioritas.

Kesesuaian antara RKA dengan RKPD ini dihitung berdasarkan pemetaan


program pada RKPD 2018 yang dijabarkan dalam RKA OPD 2018. Hasil
pemetaan akan disajikan dalam 2 (dua) kriteria, yaitu: a) Kriteria Terpetakan,
yang terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu: (i) Terpetakan Langsung (TL) adalah
program sama persis baik secara nomenklatur ataupun substansinya; dan (ii)
Terpetakan Tidak Langsung (TTL), adalah program yang secara nomenklatur
tidak terkait langsung (tidak persis sama, namun secara substansi terkait; dan
b) Kriteria Tidak Terpetakan (TT) adalah program tidak terkait sama sekali.

Berdasarkan pemetaan antara muatan RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018,
tingkat kesesuaian muatan telah mencapai 96,39%. Secara umum muatan
RKA OPD 2018 sudah merupakan penjabaran dari RKPD 2018. Ada beberapa
program yang ada di RKA OPD 2018 memetakan langsung dan tidak
langsung program yang ada di dalam RKPD 2018 karena adanya perubahan
nomenklatur maupun penambahan jumlah sasaran program dan/atau
program akibat penyesuaian perubahan struktur organisasi maupun
perubahan anggaran pada beberapa OPD pelaksana sehingga program
dalam RKA OPD beberapa diantaranya berbeda secara nomenklatur dan
beberapa lainnya terdapat penggabungan maupun terjabarkan menjadi lebih
detail dari program pada RKPD 2018. Namun juga terdapat program yang
tidak terpetakan pada RKA 2018, hal ini disebabkan karena adanya
keterbatasan anggaran di OPD sehingga harus dilakukan pemilihan program
prioritas, dan menyebabkan adanya program yang tidak dilaksanakan
sebagaimana tercantum dalam dokumen RKPD 2018. Hasil pemetaan
terhadap OPD terkait Kesesuaian ProgramRKA OPD 2018 dengan RKPD 2018
dapat dilihat pada Tabel 3.7.

III - 18
Tabel 3.6
Pemetaan Kesesuaian Program RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018

Penilaian %
OPD RKPD RKA
TL TTL TT Kesesuaian
Dinas Pendidikan dan 8 8 8 0 0 100
Kebudayaan
Dinas Kesehatan 17 16 15 1 1 94,12
Badan Layanan Umum 2 3 0 2 0 100
Daerah Rumah Sakit
Umum
Dinas Pekerjaan Umum, 14 13 12 2 0 100
Penataan Ruang,
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
Satuan Polisi Pamong 5 5 5 0 0 100
Praja
Dinas Sosial, 12 10 10 2 0 100
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
Badan Penanggulangan 10 7 7 2 1 90
Bencana Daerah
Dinas Tenaga Kerja 6 5 5 0 1 83,33
Dinas Lingkungan Hidup 7 6 6 0 1 85,71
Dinas Kependudukan dan 1 1 1 0 0 100
Pencatatan Sipil
Dinas Pemberdayaan 8 7 7 1 0 100
Masyarakat, Desa,
Kesatuan Bangsa dan
Politik
Dinas Pengendalian 7 6 6 1 0 100
Penduduk dan Keluarga
Berencana
Dinas Perhubungan 5 4 4 1 0 100
Dinas Komunikasi dan 5 3 3 2 0 100
Informatika
Dinas Koperasi, Usaha 13 11 11 2 0 100
Kecil, Menengah dan
Perdagangan
Dinas Penanaman Modal 2 2 2 0 0 100
dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu
Dinas Pemuda, Olahraga 9 5 4 5 0 100
dan Pariwisata
Dinas Kearsipan dan 8 6 6 2 0 100
Perpustakaan
Dinas Ketahanan Pangan, 10 7 5 2 3 70
Pertanian dan Perikanan
Badan Perencanaan 9 9 9 0 0 100
Pembangunan Daerah

III - 19
Badan Pendapatan, 1 1 1 0 0 100
Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian, 3 3 3 0 0 100
Pendidikan dan Pelatihan
Inspektorat 4 4 4 0 0 100
Sekretariat Daerah 26 27 22 4 0 100
Sekretariat Dewan 2 2 2 0 0 100
Perwakilan Rakyat Daerah
TOTAL 194 171 158 29 7 96,39
Sumber: Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan dalam Sistem Patroman
Ket: TL = Program Terpetakan Langsung; TTL = Program Terpetakan Tidak Langsung; TT = Program Tidak
Terpetakan

Indikator ini tidak dapat dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena


merupakan indikator baru hasil Revisi Renstra 2014-2018.

Persentase dokumen penelitian dan


INDIKATOR pengembangan yang ditindaklanjuti dalam
1.4 perencanaan pembangunan daerah

Indikator kinerja Persentase Dokumen Penelitian Dan Pengembangan Yang


Ditindaklanjuti Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah dimaksudkan untuk
menilai sejauh mana fungsi Bappeda pada Urusan Penelitian dan Pengembangan
berjalan dengan baik. Urusan Penelitian dan Pengembangan ini merupakan
urusan baru yang menjadi tanggung jawab dan kewenangan Bappeda sesuai
dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah, dan baru efektif dilaksanakan dalam bentuk kegiatan
pada Tahun Anggaran 2017, sehingga pelaksanaan urusan penelitian dan
pengembangan ini masih belum maksimal, dan tidak dapat disandingkan
pencapaiannya dengan tahun sebelumnya. Selain itu sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang
Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota
yang Melaksanakan Fungsi Penunjang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan,
Urusan Penelitian dan Pengembangan ini sebenarnya menjadi kewenangan
setingkat Eselon II. Sementara pada Bappeda Kota Banjar, urusan ini dilaksanakan
oleh Eselon IV, sehingga agak sedikit sulit untuk menterjemahkan kewenangan
Urusan Penelitian dan Pengembangan level Esellon II ke dalam level Eselon IV

III - 20
yang memiliki segala keterbatasan, baik dari segi pembiayaan maupun sumber
daya.

Pada tahun 2017 ini urusan penelitian dan pengembangan dilaksanakan melalui
Program Penelitian dan Pengembangan dengan Kegiatan Kajian Potensi
Unggulan daerah dan hanya menghasilkan 1 (satu) dokumen penelitian dan
pengembangan dari target 2 (dua) dokumen setiap tahunnya, yaitu dokumen
Kajian Potensi Unggulan Daerah Kota Banjar Tahun 2017. Dokumen ini kemudian
ditindaklanjuti menjadi bahan bagi penyusunan dokumen rancangan awal RKPD
Tahun 2019 yang penyusunannya dilaksanakan pada Tahun 2018. Target kinerja
indikator ini adalah sebesar 50% dokumen yang dihasilkan yang ditindaklanjuti.
Dengan dihasilkannya 1 dokumen dari 2 dokumen yang ditargetkan, dan
dokumen tersebut ditindaklanjuti, maka target dapat dikatakan tercapai 100%
dengan juga terdapat efisiensi yang sangat tinggi dalam penggunaan sumber
daya yaitu sebesar 99,77% dari anggaran Rp.50.000.000 atau sebesar
Rp.49.886.875.

Dokumen Potensi Unggulan Daerah yang dihasilkan memberikan arahan potensi


unggulan daerah yang dapat dijadikan andalan dalam peningkatan
perekonomian daerah, hal ini didasarkan pada pencapaian produk domestik
bruto yang mengindikasikan sektor mana yang unggul dari tiap sektor potensi
yang ada. Berdasarkan hasil kajian, komoditi yang dapat diolah menjadi komoditi
unggulan adalah sektor Pertanian; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Administrasi Pemerintah, Pertahanan
dan Jaminan Sosial Wajib.

INDIKATOR Persentase dokumen


perencanaan sektoral yang
1.5
ditindaklanjuti

Dalam rangka meningkatkan peran Bappeda terkait dengan fungsi pengendalian


kebijakan pembangunan daerah di tingkat SKPD, dilakukan pengukuran indikator
kinerja persentase dokumen perencanaan sektoral yang ditindaklanjuti. SKPD
mitra Bappeda dikelompokkan berdasarkan bidang terkait di Bappeda, yaitu
Bidang Pemerintahan, Sarana dan Prasarana Wilayah, Ekonomi dan Sosial. Setiap
bidang memegang peranan dalam memantau, mengevaluasi dan mengendalikan
perencanaan pembangunan di SKPD mitra masing-masing agar pembangunan
tetap sinergis antara perencanaan pada lingkup kota dengan SKPD, juga antara

III - 21
perencanaan dengan pelaksanaannya. Hasil pemantauan, evaluasi dan
pengendalian tersebut dituangkan ke dalam dokumen pemantauan dan evalausi
serta bahan kebijakan perencanaan sektoral. Dokumen ini kemudian
ditindaklanjuti sebagai bahan masukan bagi penyusunan draft awal Dokumen
RKPD yang disusun pada Tahun 2018 (yaitu untuk RKPD 2019).

Tujuan dari pemantauan dan evaluasi ini adalah:


1. Mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang terpadu antara
perencanaan lingkup Kota dengan perencanaan di lingkup SKPD, dan
perencanaan serta penganggaran (pelaksanaan) di tingkat SKPD;
2. Menciptakan mekanisme pelaksanaan program dan kegiatan SKPD yang
lebih fokus, tidak tumpang tindih dan terintegrasi;
3. Menciptakan mekanisme pemantauan, evaluasi dan pengendalian yang
efektif dan efisien; dan
4. Mewujudkan koordinasi yang berkesinambungan dan timbal balik yang
optimal antar SKPD terkait masing-masing bidang.

Secara keseluruhan hasil pengukuran capaian kinerja indikator Persentase


dokumen perencanaan sektoral yang ditindaklanjuti dapat mencapai 100%, yaitu
didapat dengan membandingkan jumlah dokumen yang ditindaklanjuti dan
dokumen yang dihasilkan pada tahun 2018 X 100%. Ini artinya semua dokumen
bahan kebijakan sektoral kemudian ditindaklanjuti sebagai bahan penyusunan
draft awal RKPD 2019. Selain itu juga terjadi efisiensi yang sangat tinggi, yaitu
dengan tercapainya kinerja sebesar 100% namun penyerapan anggaran (sumber
daya) <100%, yaitu sebagai berikut:

- Realisasi anggaran indikator kinerja Persentase dokumen perencanaan


ekonomi yang ditindaklanjuti sebesar 99,51% atau sebesar Rp.223.899.617
dari anggaran sebesar Rp.225.000.000
- Realisasi anggaran indikator kinerja Persentase dokumen perencanaan
sosial yang ditindaklanjuti sebesar 73,12% atau sebesar
Rp.767.775.573dari anggaran sebesar Rp.[Link]
- Realisasi anggaran indikator kinerja Persentase dokumen pemerintahan
yang ditindaklanjuti sebesar 99,68% atau sebesar Rp.279.103.324dari
anggaran sebesar Rp.280.000.000
- Realisasi anggaran indikator kinerja Persentase dokumen perencanaan
sarana dan prasarana wilayah yang ditindaklanjuti sebesar 98,88% atau
sebesar Rp.682.309.555dari anggaran sebesar Rp.690.000.000

III - 22
Data dan informasi dalam penyusunan
SASARAN 2 dokumen perencanaan pembangunan
daerah yang memadai

Data adalah fakta yang telah terjadi,memiliki arti, dan dapat disimpan serta dapat
diatur sedemikian rupa sehingga dapat menjadi bahan dan dapat digunakan
untuk berbagai tujuan. Data yang kemudian disaring dan diolah melalui suatu
sistem atau mekanisme pengolahan sehingga memiliki arti dan nilai untuk
sebuah tujuan, maka data tersebut berubah fungsi menjadi informasi. Dengan
demikian sesuatu yang dipakai dalam membuat keputusan sebenarnya adalah
informasi yang didapat dari pengolahan data.

Seiring dengan perkembangan perencanaan dan pembangunan, tuntutan publik


terhadap kinerja pemerintah juga semakin tinggi, sehingga pada akhirnya
kebutuhan akan data, pengolahan data dan informasi menjadi suatu keharusan
bukan hanya pada level daerah, namun juga pada SKPD pendukungnya. Data dan
informasi merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan,
mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, implementasi sampai dengan
evaluasi program atau pengukuran capaian kinerja pembangunan.

Dalam tahap perencanaan, data dan informasi digunakan dalam memberikan


gambaran berbagai aspek kegiatan perencanaan, antara lain:

1. Data dan informasi digunakan untuk menentukan jenis kegiatan apa saja
yang akan dilaksanakan nantinya;
2. Alternatif/ metode apa saja yang dapat digunakan untuk melaksanakan
kegiatan tersebut;
3. Seberapa besar lingkup kegiatan yang direncanakan;
4. Siapa saja atau apa saja yang menjadi target pelaksanaan kegiatan;
5. Berapa waktu yang dibutuhkan dan berapa waktu yang dimiliki untuk
menyelesaikan kegiatan;
6. Kapan waktu yang tepat untuk memulai kegiatan;
7. Seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan;
8. Siapa nantinya yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan tersebut;
dan sebagainya.

Para pengambil keputusan atau perencana membutuhkan data dan informasi


dalam rangka menyusun perencanaan terkait upaya pencapaian tujuan
organisasi. Minimnya data secara kuantitas ataupun kualitas tidak akan
menghasilkan analisa yang mendalam tentang suatu masalah dan tidak akan
cukup kuat bila dijadikan bahan pengambilan keputusan atau perencanaan.

III - 23
Pemahaman atas data yang dibutuhkan serta sumber perolehan dari data
tersebut, harus diidentifikasikan sebagai sesuatu yang sangat penting.

Demikian juga pada saat implementasi dan evaluasi, data dan informasi dapat
menjadi input yaitu sejauh mana program/kegiatan sudah berjalan, apakah
program sudah berjalan dalam alur yang diinginkan, bagaimanakah kualitas dan
kuantitas output yang dihasilkan agar nantinya dapat digunakan dalam
pencapaian sasaran, dan dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan program
tersebut. Oleh karena itu harus disadari betul arti pentingnya pengolahan dan
penyajian data. Peran data sangat dominan baik dalam hal penyusunan program,
anggaran dan kegiatan organisasi. Data sebagai pendamping, sebagai referensi
yang tidak terpisahkan dari siklus penyusunan anggaran.

Data dan informasi bukan hanya berguna pada taraf pelaksanaan operasional
kegiatan rutin pada level terbawah unit kerja dalam SKPD, pada taraf yang lebih
tinggi data dan informasi juga dapat digunakan dalam upaya terciptanya
penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, dan bahkan
digunakan sebagai bahan rujukan dalam menentukan kemana sebaiknya suatu
daerah bergerak di masa mendatang.

INDIKATOR Tingkat integrasi data OPD


dalam SIPD
2.1

Sistem informasi saat ini berkembang dengan pesat dan makin benilai tinggi
dalam sebuah organisasi. Sistem informasi yang dapat berjalan secara online
memudahkan penggunanya untuk mengakses data dimana saja dan kapan saja.
Dan sistem informasi yang dibangun tepat akan memberikan sebuah gambaran
kinerja organisasi yang akurat bagi penggunanya dalam pengambilan keputusan.
Itulah yang saat ini dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memantau
perkembangan pemerintah dengan membangun sebuah sistem yang disebut
sebagai Sistem Informasi Pembangunan Daerah.

Pembangunan Sistem Informasi tersebut dilatarbelakangi lemahnya pemanfaatan


data-data pembangunan. Hal itu didasari pula karena data-data pembangunan
daerah tidak lengkap dan tersebar di masing-masing SKPD serta tidak
diperbaharui secara berkala, kemudian Instansi yang berfungsi sebagai unit
perencanaan pemerintah dalam hal ini BAPPEDA mengalami kendala dalam

III - 24
mengumpulkan data untuk kepentingan penyusunan perencanaan pembangunan
daerah karena lemahnya koordinasi antara Bappeda dan SKPD di daerah.

Sistem Informasi Pembangunan Daerah selain mengatasi kendala diatas juga


merupakan amanah dari UU 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional dan UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerntahan Daerah
yang telah ganti dengan UU 23 Tahun 2014. Kebijakan ini kemudian bentuk
dalam sebuah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2014 tentang
Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang menjadi pedoman bagi
pemerintah dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2014, Sistem


Informasi Pembangunan Daerah selanjutnya disingkat SIPD adalah suatu sistem
yang mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta mengolah data
pembangunan daerah menjadi informasi yang disajikan kepada masyarakat dan
bahan pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, evaluasi
kinerja pemerintah daerah.

SIPD berfungsi sebagai sebuah jejaring dalam pengumpulan data secara terpadu,
realtime dan online di pusat dan daerah dengan menggunakan teknologi
informasi, sebagai dukungan dalam perencanaan program dan kegiatan serta
evaluasi pembangunan daerah secara rasional, efektif dan efisien. Tentunya
Sistem informasi tersebut dapat juga digunakan untuk mendukung integrasi
pemanfaatan data terkait dengan Perkembangan Pembangunan pada masing-
masing instansi pemerintah.

Fungsi lainnya SIPD adalah sebagai media akuntabilitas publik yang


memungkinkan masyarakat mengevaluasi kinerja pemerintah, mengevaluasi
program-program pembangunan, dan sekaligus mengevaluasi capaian-capaian
pembangunan.

III - 25
Sistem Informasi Pembangunan Daerah ini terdiri dari 8 (delapan) Kelompok data.
Tiapkelompok data diuraikan ke dalam jenis data. Pengumpulan data didaerah
bersumber dari data yang dimiliki oleh seluruh SKPD dan/atau sumber lainnya
yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Delapan Kelompok data tersebut
adalah:

Tabel 3.7
Delapan Kelompok Data dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah

No Kelompok Data Jenis Data

1 Data Umum 1 Geografi


2 Pemerintahan (Administrasi
Pemerintah, Aparatur Negara,
Administrasi Kepegawaian)
3 Demografi
2 Sosial Budaya 4 Kesehatan
5 Pendidikan, Kebudayaan Nasional,
Pemuda dan Olahraga
6 Kesejahteraan Sosial
7 Agama
3 Sumber Daya Alam 8 Pertanian, Kehutanan, Kelautan,
Perikanan, Peternakan, Perkebunan
9 Pertambangan dan Energi
10 Lingkungan Hidup, Tata Ruang dan
Pertanahan
4 Infrastruktur 11 Perumahan dan Pemukiman
12 Pekerjaan Umum
13 Pariwisata, Pos, Telekomunikasi dan
Informatika
14 Perhubungan dan Transportasi
5 Ekonomi 15 Industri, Perdagangan,
Pengembangan Usaha Nasional,
Lembaga Keuangan dan Koperasi
16 BUMD, Perbankan Daerah dan
Lembaga Keuangan Daerah
6 Keuangan Daerah 17 Pengelola Aset dan Barang
18 Ekspor Produk Domestik Regional
Bruto
19 Ringkasan APBD
20 Dana Perimbangan
21 Pinjaman Daerah
22 Pajak Daerah/Provinsi
23 Retribusi Daerah
7 Politik, Hukum dan Keamanan 24 Politik Dalam Negeri dan
Pengawasan
25 Hukum
26 Keamanan, Ketertiban Masyarakat
8 Insidensial 27 Bencana Alam

III - 26
28 Penyakit Menular
29 Pencurian Ikan
30 Kebakaran Hutan
31 Pencurian dan Penyelundupan Kayu

Tabel 3.8
Pengukuran Kinerja Sasaran Data dan informasi dalam penyusunan dokumen
perencanaan pembangunan daerah yang memadai

Tahun 2017 Capaian


s/d
Tahun
Capaian Target 2017
Sasaran
Indikator Tahun Akhir terhadap
Strategis Target Realisasi %
Sebelumnya Renstra Target
Akhir
Renstra
(%)
Data dan Tingkat Integrasi Data - 100% 100% 100 100 100
informasi dalam OPD dalam SIPD
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai

Pengukuran kinerja tingkat integrasi Data OPD dalam SIPD diukur dengan
membandingkan Jenis Data Yang Diisi pada SIPD dengan keseluruhan Data yang
harus diisi. Berdasarkan data pada hasil isian pada SIPD Kota Banjar, diketahui
sebanyak 4 (empat) jenis data yaitu pada kelompok data insidensial, yang terdiri
dari data bencana alam, penyakit menular, pencurian ikan, kebakaran hutan dan
pencurian dan penyelundupan tidak diisi, disebabkan pada tahun yang
bersangkutan tidak terjadi hal-hal yang bersifat insidensial seperti diatas,
sehingga tidak ada datanya. Dengan demikian tingkat ketercapaian indikator
kinerja Tingkat Integrasi Data OPD dalam SIPD adalah sebesar 27 jenis data
dibagi 31 jenis data yang harus terisi dikali 100% yaitu sebesar 87,10% namun jika
dilakukan pengecualian terhadap data insidensial, maka tingkat integrasi data
OPD dalam SIPD adalah sebesar 100%. Dan ini sangat efisien, karena dengan
capaian kinerja 100% menggunakan anggaran sebesar 96,96% atau sebesar
Rp.531.323.165 dari anggaran sebesar Rp.548.000.000.

Capaian kinerja tersebut dilaksanakan dengan Program Pengembangan data/


informasi melalui kegiatan: Pengelolaan website Bappeda Kota Banjar,
Penyusunan profil Kota Banjar berbasis geografis, Penyusunan buku indeks

III - 27
kepuasan masyarakat, Updating data pembangunan daerah, dan Pengembangan
sistem perencanaan pembangunan daerah.

Sasaran yang berhasil dicapai dengan sumber daya yang efisien menunjukkan
bahwa efisiensi anggaran telah mencapai tingkat yang tinggi. Berikut adalah tabel
analisis efisiensi penggunaan sumber daya di Bappeda Kota Banjar pada tahun
2017, sebagaimana penjelasannya telah ada pada penjelasan capaian kinerja
untuk masing-masing sasaran sebelumnya:

Tabel 3.9
Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
(Capaian kinerja ≥100%)

% Capaian
% Penyerapan Tingkat
Sasaran Indikator Kinerja Indikator Kinerja
Anggaran efisiensi
≥100%
Perencanaan Rancangan Perwal RKPD 100 96,60 3,40
pembangunan
Persentase dokumen penelitian dan 100 99,77 0,23
daerah yang
pengembangan yang ditindaklanjuti dalam
berkualitas,
perencanaan pembangunan daerah
aspiratif dan
aplikatif Persentase dokumen perencanaan sektoral
yang ditindaklanjuti

- Persentase dokumen perencanaan 100 99,51 0,49


ekonomi yang ditindaklanjuti

- Persentase dokumen perencanaan sosial 100 73,12 26,88


yang ditindaklanjuti

- Persentase dokumen pemerintahan yang 100 99,68 0,32


ditindaklanjuti

- Persentase dokumen perencanaan sarana 100 98,88 1,12


dan prasarana wilayah yang
ditindaklanjuti

Data dan Tingkat integrasi data OPD dalam SIPD 100 96,96 3,04
informasi dalam
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai

III - 28
Sasaran Non Strategis

Selain sasaran strategis juga terdapat sasaran non strategis yang menjadi
pendukung bagi pencapaian sasaran strategis. Sasaran tersebut adalah Capaian
Kinerja Pelayanan Bappeda, dengan indikator: 1) Persentase terpenuhinya
administrasi pemerintahan dan sarana dan prasarana kantor; 2) Persentase
keikutsertaan aparatur Bappeda dalam Bintek/Diklat/Kursus/Sosialisasi; 3) Nilai
evalusi AKIP; dan 4) Persentase temuan inspektorat/BPK yang ditindaklanjuti.

Berdasarkan pengukuran capaian untuk masing-masing indikator tersebut dapat


dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 3.10
Capaian Indikator Sasaran Non Strategis
Capaian Kinerja Pelayanan Yang Baik

Tahun 2017
No. Indikator
Target Realisasi Capaian
1. Persentase terpenuhinya 100% 100% 98,67
administrasi pemerintahan
dan sarana dan prasarana
kantor
2. Persentase keikutsertaan 100% 100% 100
aparatur Bappeda dalam
Bintek/Diklat/Kursus/
Sosialisasi
3. Nilai evaluasi AKIP Baik Baik *) 100*)

4. Persentase temuan 100% 100% 100


inspektorat/BPK yang
ditindaklanjuti

a) Persentase terpenuhinya administrasi pemerintahan serta sarana dan


prasarana kantor adalah sebesar 98,67% dan masih dapat dikatakan sangat
berhasil dalam mencapai target yang telah ditetapkan meskipun tidak
tercapai 100%. Tidak tercapai 100% karena terdapat beberapa kegiatan yang
tidak mencapai target tepat seperti yang direncanakan, yaitu:
- Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah. Kegiatan ini berupa
pembayaran polis asuransi yang direncanakan untuk 22 kendaraan,
namun direalisasikan sebanyak 21 kendaraan, karena 1 kendaraan
dialihkan ke OPD lain, sehingga kewajiban atas penyediaan jasa jaminan
kendaraan tersebut tidak dilaksanakan;
- Penyediaan Jasa Pemeliharaan Dan Perizinan Kendaraan
Dinas/Operasional, juga karena alasan yang sama dengan diatas;

III - 29
- Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, yaitu pengadaan buku cek untuk
pencairan anggaran di Bappeda yang berdasarkan kebutuhkan hanya
mencapai 5 buku cek dari 6 buku cek yang direncanakan;
- Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional yang juga
disebabkan karena adanya kendaraan yang dialihkan ke OPD lain,
sehingga hanya 21 kendaraan yang dipelihara dari 22 kendaraan yang
direncanakan dalam rencana pemeliharaan;
- Pengadaan Pakaian KORPRI sebanyak 61 pakaian dari 62 pakaian yang
direncanakan disebabkan kebutuhan pakaian disesuaikan dengan
banyaknya pegawai pada saat pengadaan yaitu sebanyak 61 orang.

b) Persentase keikutsertaan aparatur Bappeda dalam Bintek/Diklat/Kursus/


Sosialisasi ditargetkan sebesar 50% dari pegawai Bappeda dapat mengikuti
berbagai Bintek/Diklat/Kursus/Sosialiasi sesuai dengan perencanaan
Bintek/Diklat/Kursus/Sosialiasi. Target ini dapat tercapai, bahkan mencapai
100% dari target, karena adanya pelaksanaan Bintek Capacity Building yang
mengikutsertakan seluruh pegawai Bappeda, meski kemudian jenis
Bintek/Diklat/Kursus/Sosialiasi yang diikuti berkurang jenisnya dari yang
direncanakan, namun dengan jumlah pegawai yang mengikuti Bintek yang
melampaui target;

c) Untuk Nilai Evaluasi AKIP Bappeda untuk Tahun 2017 ini belum ada, karena
belum dilakukan penilaian, namun diproyeksikan dapat memenuhi target
dengan interpretasi BAIK minimal dengan skor sama dengan hasil evaluasi
pada Tahun 2016.

Pada Tahun 2016 Bappeda Kota Banjar memperoleh nilai sebesar 63,31
dengan kategori B dengan interpretasi Baik, dengan rincian sebagai berikut:

Nilai Hasil
No. Komponen Bobot
Evaluasi
1. Perencanaan Kinerja 30% 21,64
2. Pengukuran Kinerja 25% 12,81
3. Pelaporan Kinerja 15% 10,19
4. Evaluasi Internal 10% 5,83
5. Pencapaian Sasaran/Kinerja 20% 12,83
JUMLAH 100% 63,31

Dengan nilai yang berada pada batas cukup ke baik, akuntabilitas kinerjanya
dapat dikatakan mendekati baik, memiliki sistem yang dapat digunakan
untuk manajemen kinerja, dan perlu sedikit perbaikan.

d) Persentase temuan inspektorat/BPK yang ditindaklanjuti pada Tahun 2017


sebesar 100% dari target 100% yang ditargetkan. Untuk Tahun 2017

III - 30
berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kota Banjar pada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar, Nomor 700/[Link]-Itda
Tanggal 27 Desember 2017 terdapat 9 (sembilan) saran yang harus
ditindaklanjuti, berupa:

- Teguran tertulis kepada PPTK kegiatan Penyusunan dan Penetapan RKPD


Tahun 2018;
- Teguran tertulis kepada PPTK kegiatan Verifikasi Rencana Kerja OPD;
- Teguran tertulis kepada PPTK Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan;
- Teguran tertulis kepada PPK Pengadaan Sistem Perencanaan
Pembangunan Daerah;
- Penyetoran ke kas daerah atas denda keterlambatan pekerjaan
Penyusunan Dokumen KLHS sebesar Rp.2.112.423,5;
- Penyetoran ke kas daerah atas denda keterlambatan pekerjaan
Penyusunan Dokumen Perencanaan Gedung Bappeda Kota Banjar sebesar
Rp.3.601.202;
- Penyetoran ke kas daerah atas penarikan kembali pembayaran perjalanan
dinas sebesar Rp.4.402.500;
- Teguran tertulis kepada Pengurus Barang;
- Teguran tertulis kepada Bendahara Pengeluaran;
- Teguran tertulis kepada Kepala Bidang Perencanaan, Penelitian dan
Pengembangan.

Kesembilan saran tersebut sudah ditindaklanjuti berupa 7 (tujuh) teguran


tertulis dan 3 (tiga) Surat Tanda Setoran untuk penyetoran ke kas daerah atas
denda keterlambatan pekerjaan dan penarikan kembali pembayaran atas
perjalanan dinas.

C. Realisasi Anggaran

Selama tahun 2017 pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka


menjalankan tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang
ingin dicapai Bappeda Kota Banjar, dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar dan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat berupa bantuan keuangan provinsi. Total
anggaran yang berasal dari APBD Provinsi Jabar adalah sebesar Rp850.000.000
dan sisanya merupakan anggaran yang berasal dari APBD Kota Banjar.

Total Anggaran Bappeda Kota Banjar adalah sebesar Rp10.049.585.641,88


sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp9.237.378.708 atau dengan serapan
dana APBD mencapai 91,91%, atau terdapat silpa sebesar Rp812.206.933,88.

III - 31
Serapan anggaran ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Tahun 2016 yaitu
sebesar 98,12%. Ini terjadi karena adanya penyerapan anggaran yang kecil pada
belanja kegiatan yang berasal dari bantuan provinsi yang memang dilaksanakan
pada waktu yang terbatas, sehingga terdapat sisa anggaran yang besar pada
kegiatan tersebut.

Struktur Belanja Bappeda terdiri dari:


1. Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp3.701.603.530,88 dengan
realisasi sebesar Rp3.300.302.708,00 (89,16%);
2. Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp6.347.982.111 dengan realisasi
sebesar Rp5.937.076.000 (98,12%).

Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran yang terkait dengan pencapaian
target kinerja setiap sasaran pada Bappeda Kota Banjar tahun 2017 dapat dilihat
pada tabel berikut:

III - 32
Tabel 3.11
Realisasi Kinerja dan Anggaran Bappeda Tahun 2017

Capaian
Target Realisasi Anggaran Capaian
Sasaran Indikator Kinerja Kinerja Program Utama Realisasi (Rp)
2017 2017 (Rp) (%)
(%)
Perencanaan Persentase aspirasi masyarakat ≥15% 5,71% 38,07 Perencanaan Pembangunan 260.000.000 259.668.300 99,87
pembangunan melalui Musrenbang yang Daerah
daerah yang terakomodir dalam dokumen
berkualitas, perencanaan
aspiratif dan - Rancangan Perda RPJMD 1 dok 1 dok 100,00 Perencanaan Pembangunan [Link] [Link] 96,60
aplikatif - Rancangan Perwal RKPD 1 dok 1 dok 100,00 Daerah

Persentase keselarasan rencana Pengendalian, Monitoring 435.000.000 432.063.520 99,33


pembangunan daerah dengan dan Evaluasi
rencana OPD
- Persentase kesesuaian RKPD 100% 97,88% 97,88
dengan RPJMD
- Persentase kesesuaian Renja 100% 99,48% 99,48
OPD dengan RKPD
- Persentase kesesuaian RKA 100% 96,39% 96,39
OPD dengan RKPD

Persentase dokumen penelitian 50% 50% 100,00 Penelitian dan 50.000.000 49.886.875 99,77
dan pengembangan yang Pengembangan
ditindaklanjuti dalam
perencanaan pembangunan
daerah

III - 33
Persentase dokumen
perencanaan sektoral yang
ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan Pembangunan 225.000.000 223.899.617 99,51
perencanaan ekonomi yang Ekonomi
ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan Pembangunan [Link] 767.775.573 73,12
perencanaan sosial yang Sosial dan Budaya
ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan Pembangunan 280.000.000 279.103.324 99,68
pemerintahan yang Pemerintahan
ditindaklanjuti

- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan pengembangan 325.000.000 317.463.350 97,68
perencanaan sarana dan wilayah strategis dan cepat
prasarana wilayah yang tumbuh
ditindaklanjuti Perencanaan prasarana 365.000.000 364.846.205 99,96
wilayah dan sumber daya
alam
Data dan Tingkat integrasi data OPD 100% 100% 100 Pengembangan data dan 548.000.000 531.323.165 96,96
informasi dalam dalam SIPD informasi
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai

III - 34
Capaian kinerja - Nilai evaluasi AKIP Baik - - Peningkatan pengembangan 46.000.000 45.616.815 99,17
pelayanan yang - Persentase temuan 100% 100% 100 sistem pelaporan capaian
baik inspektorat/BPK yang kinerja dan keuangan
ditindaklanjuti

- Persentase terpenuhinya 100% 100% 100 Pelayanan administrasi 680.400.000 647.468.173 95,16
administrasi pemerintahan perkantoran
dan sarana dan prasarana Peningkatan sarana dan 602.582.111 581.476.458 96,50
kantor prasarana aparatur
Peningkatan disiplin aparatur 31.000.000 30.442.500 98,20
- Persentase keikutsertaan 100% 100% 100 Peningkatan Kapasitas 175.000.000 174.338.000 99,62
aparatur Bappeda dalam Sumber Daya Aparatur
Bintek/Diklat/Kursus/
Sosialisasi

Sumber: Laporan pengawasan anggaran definitif per kegiatan per 31 Desember 2017

III - 35
Dari Tabel 3.11 diatas dapat dilihat pencapaian masing-masing sasaran baik dari target
kinerja maupun target keuangannya. Hampir seluruh target kinerja sasaran dapat
tercapai dengan baik dan mencapai 100% pencapaiannya, terkecuali untuk indikator
kinerja Persentase aspirasi masyarakat melalui Musrenbang yang terakomodir dalam
dokumen perencanaan yang mencapai 38,07%, hal ini disebabkan karena adanya
pemilahan yang ketat di OPD terkait dengan program/kegiatan hasil Musrenbang yang
diteruskan ke dalam dokumen perencanaan dengan berbagai pertimbangan,
diantaranya adalah karena usulan yang disampaikan dapat dilaksanakan oleh Desa
secara mandiri melalui dana APBDes yang terkait juga dengan kewenangan lokasi dan
skala kegiatan dimaksud. Selain itu juga adanya keterbatasan anggaran di OPD yang di
satu sisi mempunyai kewajiban untuk mencapai target sesuai dengan RPJMD pada
tahun ini dan di sisi lain juga ada kewajiban untuk menyerap usulan masyarakat,
sehingga kemudian dilakukan pemilihan prioritas kegiatan usulan yang dilaksanakan.

Berikut dapat dilihat pencapaian target kinerja program/kegiatan (output) dan realisasi
keuangan masing-masing program/kegiatan (input):

Tabel 3.12
Pengukuran Pencapaian Kinerja Bappeda Tahun 2017

Input Output
No Kegiatan % %
Target Realisasi Target Realisasi
Capaian Capaian
1 Penyelenggaraan 260.000.000 259.668.300 99,87 100% 100% 100
Musrenbang RKPD
2 Penyusunan Perubahan 300.000.000 289.940.400 96,65 2 dok 2 dok 100
Kebijakan Umum APBD
dan Prioritas Plafon
Angaran Perubahan
3 Sinergitas Perencanaan 275.000.000 268.563.125 97,66 1 dok 1 dok 100
Pembangunan Daerah
4 Penguatan Program 100.000.000 98.350.000 98,35 1 dok 1 dok 100
CSR Jawa Barat di
Kabupaten/Kota
(Banprov)
5 Penyusunan Kebijakan 300.000.000 281.809.400 93,94 2 dok 2 dok 100
Umum APBD dan
Prioritas Plafon
Anggaran
6 Penyusunan dan 150.000.000 147.049.350 98,03 1 dok 1 dok 100
Penetapan RKPD Tahun
2018
7 Penyusunan dan 150.000.000 145.991.850 97,33 1 dok 1 dok 100
Penetapan Perubahan

III - 36
RKPD Tahun 2017
8 Penyusunan Laporan 100.000.000 98.542.950 98,54 1 dok 1 dok 100
Keterangan
Pertanggungjawaban
Walikota Banjar
9 Monitoring, Evaluasi 255.000.000 253.707.070 99,49 4 lap 4 lap 100
dan Pelaporan
10 Verifikasi Rencana Kerja 80.000.000 79.813.500 99,77 1 dok 1 dok 100
OPD
11 Kajian Potensi 50.000.000 49.886.875 99,77 1 dok 1 dok 100
Unggulan Daerah
12 Penyusunan Bahan 225.000.000 223.899.617 99,51 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
Ekonomi
13 Penyusunan Bahan 300.000.000 252.626.573 84,21 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang Sosial
14 Pro Poor Planning and 750.000.000 515.149.000 68,69 a) 5 a) 5 100
Budgeting (P3B) + kegiatan kegiatan
Program Perencanaan b) 2 b) 2
Responsif Gender kegiatan kegiatan
(PPRG) - Banprov c) 1 c) 1
kegiatan kegiatan
15 Penyusunan Bahan 200.000.000 199.754.724 99,88 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
Pemerintahan
16 Koordinasi Aksi 80.000.000 79.813.500 99,19 4 lap 4 lap 100
Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi
17 Penyelenggaraan 75.000.000 74.868.850 99,83 1 dok 1 dok 100
Perencanaan,
Pemanfaatan dan
Pengendalian
Pemanfaatan Ruang
oleh BKPRD
18 Penyusunan Dokumen 100.000.000 97.304.500 97,30 1 dok 1 dok 100
KLHS
19 Penyusunan Dokumen 100.000.000 95.810.000 95,81 1 dok 1 dok 100
Peta untuk RDTR
20 Penyempurnaan 50.000.000 49.480.000 98,96 1 dok 1 dok 100
Dokumen Proses RDTR
Kota Banjar
21 Penyusunan Bahan 190.000.000 189.941.000 99,97 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang
22 Penyusunan Bahan 175.000.000 174.905.205 99,95 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang

III - 37
Perhubungan,
Lingkungan Hidup dan
Informatika
23 Pengelolaan Website 50.000.000 35.924.000 71,85 80% 64% 100
Bappeda Kota Banjar
24 Penyusunan Profil Kota 138.000.000 136.905.400 99,21 1 dok 1 dok 100
Banjar berbasis
Geografis
25 Penyusunan Buku 190.000.000 189.473.785 99,72 1 dok 1 dok 100
Indeks Kepuasan
Masyarakat
26 Updating Data 120.000.000 119.269.980 99,39 100% 100% 100
Pembangunan Daerah
27 Pengembangan Sistem 50.000.000 49.750.000 99,50 1 sistem 1 sistem 100
Perencanaan
Pembangunan Daerah
28 Penyusunan Laporan 5.000.000 4.979.260 99,59 1 dok 1 dok 100
Kinerja dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja SKPD
29 Penyusunan Rencana 5.000.000 4.979.260 99,59 1 dok 1 dok 100
Kerja SKPD
30 Penyusunan 15.000.000 14.957.085 99,71 2 dok 2 dok 100
Perencanaan Anggaran
SKPD
31 Penyusunan SOP 10.000.000 9.744.000 97,44 1 dok 1 dok 100
Bappeda Kota Banjar
32 Penyusunan Pelaporan 5.000.000 4.979.260 99,59 1 dok 1 dok 100
Keuangan Semesteran
SKPD
33 Penyusunan Pelaporan 6.000.000 5.977.950 99,63 1 dok 1 dok 100
Keuangan Akhir Tahun
SKPD
34 Penyediaan Jasa Surat 300.000 300.000 100,00 50 surat 50 surat 100
Menyurat
35 Penyediaan Jasa 123.600.000 104.529.528 84,57 12 bulan 12 bulan 100
Komunikasi. Sumber
Daya Air dan Listrik
36 Penyediaan Jasa 30.000.000 250482.000 84,94 22 21 95,45
Jaminan Barang Milik kendaraan kendaraan
Daerah
37 Penyediaan Jasa 10.000.000 7.352.600 73,53 22 21 95,45
Pemeliharaan Dan kendaraan kendaraan
Perizinan Kendaraan
Dinas/Operasional
38 Penyediaan Jasa 540.000 444.000 82,22 6 buku cek 5 buku cek 83,33
Administrasi Keuangan

III - 38
39 Penyediaan Alat Tulis 60.000.000 59.962.155 99,94 12 bulan 12 bulan 100
Kantor
40 Penyediaan Barang 75.000.000 74.974.290 99,97 12 bulan 12 bulan 100
Cetak Dan
Penggandaan
41 Penyediaan Komponen 10.000.000 9.996.000 99,96 12 bulan 12 bulan 100
Instalasi
Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor
42 Penyediaan Peralatan 24.000.000 23.954.600 99,81 12 bulan 12 bulan 100
Rumah Tangga
43 Penyediaan Bahan 30.000.000 28.590.000 95,30 12 bulan 12 bulan 100
Bacaan Dan Peraturan
Perundang-Undangan
44 Penyediaan Makanan 35.560.000 39.522.500 99,91 600 porsi 613 porsi 100
Dan Minuman mamin mamin
rapat, 135 rapat, 145
porsi porsi
mamin mamin
tamu tamu

45 Rapat-Rapat Koordinasi 80.000.000 79.990.500 99,99 12 bulan 12 bulan 100


Dan Konsultasi Ke Luar
Daerah
46 Penyediaan Jasa Tenaga 192.500.000 187.470.000 97,39 33 orang 33 orang 100
Pendukung
Administrasi/Teknis
Perkantoran
47 Rapat-Rapat Koordinasi 4.900.000 4.900.000 100,00 12 bulan 12 bulan 100
Dan Konsultasi Ke
Dalam Daerah
48 Pengadaan Kendaraan 50.000.000 50.000.000 100,00 3 motor 3 motor 100
Dinas/Operasional
49 Pengadaan Peralatan 100.000.000 93.521.060 93,52 1 paket 1 paket 100
dan Perlengkapan
Kantor
50 Pemeliharaan 15.000.000 14.930.000 99,53 12 bulan 12 bulan 100
Rutin/Berkala Gedung
Kantor
51 Pemeliharaan 209.682.111 207.602.600 99,01 22 21 95,45
Rutin/Berkala kendaraan kendaraan
Kendaraan
Dinas/Operasional
52 Pemeliharaan 10.000.000 9.895.000 98,95 12 bulan 12 bulan 100
Rutin/Berkala Mebeleur
53 Pemeliharaan 35.000.000 34.675.000 99,07 12 bulan 12 bulan 100
Rutin/Berkala Peralatan

III - 39
Dan Perlengkapan
Kantor
54 Pemeliharaan 10.900.000 10.880.000 99,82 12 bulan 12 bulan 100
Rutin/Berkala Jaringan
Komputer
55 Penyusunan Dokumen 172.000.000 159.972.798 93,01 1 dok 1 dok 100
Perencanaan Bangunan
Gedung Bappeda Kota
Banjar
56 Pengadaan Pakaian 15.500.000 15.097.500 97,40 62 pakaian 61 pakaian 98,39
KORPRI
57 Pengadaan Pakaian 15.500.000 15.345.000 99,00 62 pakaian 62 pakaian 100
Khusus Hari-hari
Tertentu

Sumber: Laporan pengawasan anggaran definitif per kegiatan per 31 Desember 2017

Dari tabel diatas dapat dilihat rata-rata dapat mencapai target kinerja (output) sebesar
100%, kecuali untuk kegiatan:

1. Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah. Kegiatan ini berupa pembayaran
polis asuransi yang direncanakan untuk 22 kendaraan, namun direalisasikan
sebanyak 21 kendaraan, karena 1 kendaraan dialihkan ke OPD lain, sehingga
kewajiban atas penyediaan jasa jaminan kendaraan tersebut tidak dilaksanakan;
2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan Dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional, juga
karena alasan yang sama dengan diatas;
3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, yaitu pengadaan buku cek untuk
pencairan anggaran di Bappeda yang berdasarkan kebutuhkan hanya mencapai 5
buku cek dari 6 buku cek yang direncanakan;
4. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional yang juga disebabkan
karena adanya kendaraan yang dialihkan ke OPD lain, sehingga hanya 21
kendaraan yang dipelihara dari 22 kendaraan yang direncanakan dalam rencana
pemeliharaan.
5. Pengadaan Pakaian KORPRI sebanyak 61 pakaian dari 62 pakaian yang
direncanakan disebabkan kebutuhan pakaian disesuaikan dengan banyaknya
pegawai pada saat pengadaan yaitu sebanyak 61 orang;

III - 40
BAB 4
PENUTUP

Bappeda pada tahun 2017 telah menghasilkan Dokumen RKPD 2018 yang
berkualitas, aspiratif dan aplikatif yang bersinergi dengan rencana-rencana
pembangunan secara vertikal dan horizontal melalui Peraturan Wali Kota
Banjar Nomor 5 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah
Tahun 2018. Sinergi secara vertikal diwujudkan dengan keselarasan dokumen
perencanaan jangka menengah dan tahunan. Sinergi secara horizontal
diwujudkan dengan terintegrasi dan sinkronnya antara RKPD dengan Rencana
Kerja OPD beserta penganggarannya. RKPD disusun untuk menjaga keselarasan
rencana kerja antar OPD dan memperkuat mekanisme pengendalian
pembangunan sebagai early warning system sehingga Pemerintah Kota dapat
segera mengambil tindakan koreksi yang diperlukan.

Dengan merujuk pada Renstra 2014-2018 (Revisi) terdapat 2 sasaran strategis


dan 6 indikator kinerja serta 1 sasaran non strategis dengan 4 indikator kinerja.
Secara rinci pencapaian sasaran strategis tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Indikator Persentase aspirasi masyarakat melalui Musrenbang yang
terakomodir dalam dokumen perencanaan, dengan capaian kinerja 38,07%;
2. Indikator Rancangan Perwal RKPD, dengan capaian kinerja 100%;
3. Indikator Persentase keselarasan rencana pembangunan daerah dengan
rencana OPD, dengan capaian kinerja 97,92%;
4. Indikator Persentase dokumen penelitian dan pengembangan yang
ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah, dengan capaian
kinerja 100%;
5. Indikator Persentase dokumen sektoral yang ditindaklanjuti, dengan capaian
kinerja 100%; dan
6. Indikator Tingkat integrasi data OPD dalam SIPD, dengan capaian kinerja
100%.

Secara umum Bappeda telah berhasil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai
dengan sasaran strategis, serta indikator kinerja. Beberapa pembenahan yang
telah dilakukan selama tahun 2017 adalah sebagai berikut: (1) Penggunaan
Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah yaitu dengan dibuat dan kemudian
diaplikasikannya Sistem Patroman, yang mengintegrasikan perencanaan dari
mulai Musrenbang, penyusunan Renja OPD, RKPD sampai dengan pemantauan
terhadap realisasi anggaran dan kinerja OPD (2) penyempurnaan mekanisme

IV - 1
penyelenggaraan musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD, dan (3)
perbaikan indikator dan proses cascading, juga seiring adanya perubahan
struktur organisasi dalam tubuh Bappeda. Walaupun hasil kinerja yang didapat
semakin meningkat, namun masih terdapat beberapa upaya perbaikan (area of
impovement) yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Meningkatkan peran dalam mengkoordinasikan penyusunan rencana
pembangunan termasuk penentuan sasaran atau target yang lebih realistis,
dengan mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan strategis;
2. Melakukan penguatan peran Bappeda dalam proses integrasi perencanaan
dan penganggaran agar pencapaian tujuan pembangunan daerah dapat
lebih efektif;
3. Melakukan penyempurnaan dan pengembangan terhadap mekanisme
pelaksanaan penjaringan aspirasi masyarakat, agar target perencanaan yang
aspiratif dapat tercapai;
4. Melakukan peningkatan kompetensi SDM aparatur perencana agar dapat
cepat tanggap dalam memprediksi dan mendeteksi adanya perubahan-
perubahan, baik perubahan yang bersifat lokal, regional maupun nasional
agar dapat segera mengambil langkah-langkah antisipatif;
5. Melakukan pemantauan dan evaluasi capaian kinerja pembangunan secara
berkala dengan memanfaatkan sistem/aplikasi yang tersedia;

Untuk target keuangan, terjadi efisiensi pada beberapa sasaran, dan tidak
menghabiskan 100% anggaran yang direncanakan. Sasaran 1 realisasi
keuangannya sebesar 96,17% dan sasaran 2 sebesar 96,96%. Dengan demikian
secara keseluruhan, semua sasaran secara efektif didukung oleh
program/kegiatan yang tepat sehingga dapat mencapai target kinerja yang
ditetapkan, dan juga efisien, karena dengan realisasi dana yang kurang dari 100%
dapat melaksanakan target yang telah ditetapkan.

Banjar, Januari 2018


Plt. KEPALA BAPPEDA KOTA BANJAR,

Drs. Yuyung Mulya Sungkawa, MM


NIP. 19580302 198002 1 001

IV - 2
Seluruh kebijakan, program dan kegiatan tahun 2017 telah berhasil dilaksanakan
dengan baik serta tujuan, sasaran strategiq dan indikator kinerjanya secara umum
telah berhasil dicapai. Diharapkan laporan kine{a ini dapat memberikan manfaat
dan informasi atas pencapaian kinerja Bappeda sebagai badan yang bertanggung
jawab atas urusan perencanaan pembangunan serta penelitian dan
pengembangan.
penyelenggaraan musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD, dan (3)
perbaikan indikator dan proses cascading, juga seiring adanya perubahan
struktur organisasi dalam tubuh Bappeda. Walaupun hasil kinerja yang didapat
semakin meningkat, namun masih terdapat beberapa upaya perbaikan (area of
impovement) yang dapat dilakukan, antara lain:
1.. Meningkatkan peran dalam mengkoordinasikan penyusunan rencana
pembangunan termasuk penentuafl sasaran atau target yang lebih realistis,
dengan mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan strategis;
2. Melakukan penguatan peran Bappeda dalam proses integrasi perencanaan
dan penganggaran agar pencapaian tujuan pembangunan daerah dapat
lebih efektif;
3. Melakukan penyempurnaan dan pengembangan terhadap mekanisme
pelaksanaan penjaringan aspirasi masyarakat, agar target perencanaan yang
aspiratif dapat tercapai;
4. Melakukan peningkatan kompetensi SDM aparatur perencana agar dapat
cepat tanggap dalam memprediksi dan mendeteksi adanya perubahan-
perubahan, baik perubahan yang bersifat lokal, regional maupun nasional
agar dapat segera mengambil lang kah-langkah antisipatif;
5. Melakukan pemantauan dan evaluasi capaian kinerja pembangunan secara
berkala dengan memanfaatkan sistem/aplikasi yang tersedia;

Untuk target keuangan, terjadi sedikit efisiensi pada masing-masing sasaran, dan
tidak menghabiskan L0Ao/o anggaran yang direncanakan. Sasaran L realisasi
keuangannya sebesar 96,L7o/o dan sasaran 2 sebesar 96,96Yo. Dengan demikian
secara keseluruhan, semua sasaran secara efektif didukung oleh
program/kegiatan yang tepat sehingga dapat mencapai target kinerja yang
ditetapkan, dan juga efisien, karena dengan realisasi dana yang kurang dari 100%
dapat melaksanakan target yang telah ditetapkan.

r.98002 L 001

tv-2

Anda mungkin juga menyukai