Laporan Kinerja Bappeda Banjar 2017
Laporan Kinerja Bappeda Banjar 2017
LAPORAN KINERJA
INSTANSI
PEMERINTAH
BAPPEDA KOTA
BANJAR
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas Kehendak dan ridho-Nyalah
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Banjar Tahun Anggaran 2017 dapat diselesaikan.
Laporan kinerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan transparansi dan
akuntabilitas kinerja dalam kerangka good governance dan pertanggungjawaban
atas kinerja pencapaian sasaran strategis. Penyusunan Laporan Kinerja Bappeda
mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan
Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah.
i
Seluruh kebijakan, program dan kegiatan tahun 2017 telah berhasil dilaksanakan
dengan baik serta tujuan, sasaran strategis, dan indikator kinerjanya secara umum
telah berhasil dicapai. Diharapkan laporan kinerja ini dapat memberikan manfaat
dan informasi atas pencapaian kinerja Bappeda sebagai badan yang bertanggung
jawab atas urusan perencanaan pembangunan serta penelitian dan
pengembangan.
ii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Laporan akuntabilitas kinerja Bappeda Kota Banjar Tahun 2017 disusun melalui
pengukuran data kinerja setelah berakhirnya Tahun Anggaran 2017 yang
melibatkan seluruh unsur Bappeda Kota Banjar. Capaian kinerja diukur dengan
membandingkan antara target kinerja, dengan hasil pengukuran kinerja.
Tidak Berhasil
17%
Sangat berhasil
83%
Dari hasil pengukuran kinerja, seperti dapat dilihat pada gambar diatas,
pencapaian target kinerja sasaran kinerja Bappeda, sebanyak 83% dinilai sangat
berhasil mencapai target kinerja, dan 17% tidak berhasil mencapai target kinerja
yang ditetapkan.
Indikator kinerja yang sangat berhasil dicapai yaitu untuk indikator: Rancangan
Perwal RKPD; Persentase Keselarasan Rencana Pembangunan Daerah, yang
meskipun tidak tercapai 100% namun masih dalam rentang nilai dengan kriteria
sangat berhasil; Persentase dokumen penelitian dan pengembangan yang
ditindaklanjutu dalam perencanaan pembangunan; Persentase dokumen
perencanaan sektoral yang ditindaklanjuti; dan Tingkat integrasi data OPD dalam
SIPD. Dan untuk indikator kinerja yang dinilai tidak berhasil mencapai target
adalah persentase aspirasi masyarakat melalui Musrenbang yang terakomodir
dalam dokumen perencanaan yang hanya mencapai 5,71% dari minimal capaian
iii
15%. Hal ini disebabkan banyak terdapat kegiatan yang diusulkan dalam
Musrenbang Desa yang skala lokasi maupun lingkup kegiatannya terlalu kecil,
sehingga dapat dilaksanakan oleh Desa sendiri dengan APBDes. Selain itu, usulan
kegiatan yang berasal dari Desa banyak yang berupa kegiatan fisik yang
pelaksanaanya oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan
Kawasan Permukiman, sementara keterbatasan anggaran juga menyebabkan
adanya pemilihan kegiatan prioritas yang dapat dilaksanakan pada tahun
berkenan.
Terhadap kinerja yang belum tercapai 100%, dilakukan upaya-upaya untuk dapat
mencapai target seperti yang direncanakan, yaitu dengan lebih mengefektifkan
fungsi pengendalian dan monitoring terhadap perencanaan, dan juga
mendorong masyarakat melalui desa/kelurahan untuk membuat usulan kegiatan
yang tepat sasaran, tepat kewenangannya, dan dapat bersinergi dengan OPD
teknis pelaksana. Untuk ketersediaan data, tentu saja ini tidak dapat didorong
lebih jauh lagi, karena kekurangan data yang ada bersifat data insidensial jika
terjadi bencana alam, kebakaran, dll yang tentu saja tidak kita harapkan terjadi.
iv
DAFTAR ISI
v
DAFTAR TABEL
vi
BAB 1
PENDAHULUAN
I- 1
LKIP Bappeda Tahun 2017 ini berisi ikhtisar pencapaian sasaran sebagaimana
yang telah ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan dokumen
perencanaan. Pencapaian sasaran tersebut disajikan berupa informasi mengenai
pencapaian sasaran Renstra untuk tahun berkenaan, realisasi pencapaian
indikator sasaran disertai dengan penjelasan yang memadai atas pencapaian
kinerja dan pembandingan capaian kinerja, baik dengan tahun-tahun
sebelumnya, maupun persentase pencapaiannya terhadap target kinerja akhir
Renstra.
Gambar 1
Persentase Pegawai Berdasarkan Pendidikan
SLTA Magister
26% 21%
Sarjana
53%
Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bappeda Kota Banjar, per 31 Desember 2017
Sedangkan menurut posisi jabatan Bappeda memiliki 1 orang Pejabat Eselon II, 5
orang Pejabat Eselon III, dan 12 orang Pejabat Eselon IV
I- 2
Gambar 2
Persentase Pegawai Berdasarkan Tingkat Jabatan
Eselon II
5% Eselon III
28%
Eselon IV
67%
Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bappeda Kota Banjar, per 31 Desember 2017
I- 3
Sedangkan fungsi Bappeda yang dipimpin oleh Kepala sebagaimana yang
tercantum dalam Lampiran XXII Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 30 Tahun
2016 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, adalah:
Berdasarkan Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 30 Tahun 2016, secara umum
struktur organisasi Bappeda adalah Kepala Bappeda dibantu oleh Sekretariat dan
4 (empat) bidang yang bertugas melakukan koordinasi semua fungsi
perencanaan, penelitian dan pengembangan, termasuk juga fungsi yang bersifat
lintas bidang dan pengarusutamaan seperti penanggulangan kemiskinan dan
kesetaraan gender. Struktur organisasi Bappeda dapat dilihat pada Gambar 1.
I- 4
Sumber: Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 30 Tahun 2016
I- 5
C. Permasalahan Umum Bappeda
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bappeda pada 2017 telah dilaksanakan
dengan baik, namun masih ada kendala yang dihadapi diantaranya:
I- 6
BAB 2
PERENCANAAN KINERJA
Visi adalah cita-cita atau idaman tentang suatu keadaan ideal dimasa yang
akan datang dan hendak diwujudkan. Dalam rangka menghadapi tantangan
pembangunan di masa depan, sesuai dengan Visi Kota Banjar yaitu “Dengan
Iman dan Taqwa Kita Wujudkan Masyarakat Kota Banjar yang Agamis,
Mandiri dan Sejahtera Menuju Banjar Agropolitan”, maka perlu
memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan yang diantaranya meliputi
keberpihakan kepada masyarakat dan optimalisasi pemanfaatan potensi
daerah.
II - 1
Untuk merealisasikan visi yang telah ditetapkan yang bertumpu pada potensi
sumberdaya dan kemampuan yang dimiliki serta ditunjang dengan semangat
kebersamaan, tanggung jawab yang optimal dan proposional dari seluruh
pemangku kepentingan kota, maka misi yang akan dilaksanakan adalah
sebagai berikut:
- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
- Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)
- Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup
- Meningkatkan Kesadaran dan Ketaatan Hukum Serta Tata kelola
pemerintahan secara profesional untuk menjamin terciptanya good
governance dan clean government
2. Tujuan
3. Sasaran
Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan
secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan
dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan sasaran
memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Bappeda serta profil
II - 2
pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. Untuk lima tahun
mendatang, Bappeda menetapkan sasaran sebagai berikut:
II - 3
Tabel 2.1
Sasaran Strategis Jangka Menengah Bappeda
Tahun 2014-2018 (Perubahan)
No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Kondisi Target Kondisi
Strategis Awal Akhir
2017 2018
1 Perencanaan Persentase aspirasi % - ≥15 ≥15 ≥15
pembangunan masyarakat melalui
daerah yang Musrenbang yang
berkualitas, terakomodir dalam
aspiratif dan dokume perencanaan
aplikatif
Rancangan Perda RPJMD Dok 1 - - 1
Rancangan Perwal RKPD Dok 3 1 1 5
Persentase Keselarasan
rencana pembangunan
daerah dengan rencana
OPD
- Persentase kesesuaian % 98,87 100 100 100
RKPD dengan RPJMD
- Persentase kesesuian % - 100 100 100
Renja OPD dengan
RKPD
- Persentase kesesuaian % - 100 100 100
RKA OPD dengan
RKPD
Persentase dokumen % - 50 50 50
penelitian dan
pengembangan yang
ditindaklanjuti dalam
perencanaan
pembangunan daerah
Persentase dokumen
perencanaan sektoral
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
perencanaan ekonomi
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
perencanaan sosial
yang ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
pemerintahan yang
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen % - 100 100 100
perencanaan sarana
dan prasarana wilayah
yang ditindaklanjuti
2 Data dan Tingkat integrasi data % - 100 100 100
informasi dalam OPD dalam SIPD
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai
II - 4
B. Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Banjar
Tabel 2.2
Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Banjar Tahun 2017 (Perubahan)
II - 5
sarana dan prasarana wilayah yang
ditindaklanjuti
2. Data dan informasi dalam Tingkat integrasi data OPD dalam SIPD 100%
penyusunan dokumen
perencanaan
pembangunan daerah
yang memadai
Tabel 2.3
Anggaran Belanja Langsung per Sasaran Strategis
Bappeda Tahun 2017
II - 6
RKPD dengan Pertanggungjawaban
RPJMD Wali Kota Banjar
- Persentase Monitoring, Evaluasi dan 255.000.00 58,62
kesesuian Renja Pelaporan
OPD dengan
RKPD
- Persentase Verifikasi Rencana Kerja 80.000.000 18,39
kesesuaian RKA OPD
OPD dengan
RKPD
Persentase dokumen Program Penelitian dan 50.000.000 1,04
penelitian dan Pengembangan
pengembangan Kajian potensi unggulan 50.000.000 100
yang ditindaklanjuti daerah
dalam perencanaan
pembangunan
daerah
Persentase dokumen
perencanaan
sektoral yang
ditindaklanjuti
- Persentase Program Perencanaan 225.000.000 4,67
dokumen Pembangunan Ekonomi
perencanaan Penyusunan bahan 225.000.000 100
ekonomi yang kebijakan bidang
ditindaklanjuti ekonomi
- Persentase Program Perencanaan [Link] 21,82
dokumen Pembangunan Sosial
perencanaan Penyusunan bahan 300.000.000 28,57
sosial yang kebijakan bidang sosial
ditindaklanjuti Pro Poor Planning and 750.000.000 71,43
Budgeting (P3B) +
Program Perencanaan
Responsif Gender (PPRG)
(Banprov)
- Persentase Program Perencanaan 280.000.000 5,82
dokumen Pembangunan
pemerintahan Pemerintahan
yang Penyusunan bahan 200.000.000 71,43
ditindaklanjuti kebijakan bidang
pemerintahan
Koordinasi aksi 80.000.000 28,57
pencegahan dan
pemberantasan korupsi
- Persentase Program Perencanaan 325.000.000 6,75
dokumen pengembangan wilayah
perencanaan strategis dan cepat
sarana dan tumbuh
prasarana Penyelenggaraan 75,000,000 23,08
wilayah yang perencanaan,
ditindaklanjuti pemanfaatan dan
pengendalian
pemanfaatan ruang oleh
BKPRD
Penyusunan dokumen 100,000,000 30,77
II - 7
KLHS
Penyusunan dokumen 100,000,000 30,77
peta untuk RDTR
Penyusunan dokumen 50,000,000 15,38
proses RDTR Kota Banjar
Program Perencanaan 365.000.000 7,58
prasarana wilayah dan
sumber daya alam
Penyusunan bahan 190,000,000 52,05
kebijakan bidang
pekerjaan umum dan
penataan ruang
Penyusunan bahan 175,000,000 47,95
kebijakan bidang
perhubungan, lingkungan
hidup dan informatika
2. Data dan Tingkat integrasi Program 548.000.000 11,39
informasi dalam data OPD dalam Pengembangan
penyusunan SIPD data/informasi
dokumen Pengelolaan website 50,000,000 9,12
perencanaan Bappeda Kota Banjar
pembangunan Penyusunan profil Kota 138,000,000 25,18
daerah yang Banjar berbasis geografis
memadai Penyusunan buku Indeks 190,000,000 34,67
Kepuasan Masyarakat
Updating data 120,000,000 21,90
pembangunan daerah
Pengembangan sistem 50,000,000 9,12
perencanaan
pembangunan daerah
II - 8
Tabel 2.4
Distribusi Target dan Realisasi Kinerja Bidang di Bappeda
Bidang Bidang
Bidang Bidang
Pemerintahan, Sarana
Perencanaan, Sosial
Sasaran Strategis Program Indikator Kinerja Target Sekretariat Monitoring dan dan
Penelitian dan dan
Evaluasi Prasarana
Pengembangan Ekonomi
Pembangunan Wilayah
Perencanaan Perencanaan Rancangan Perwal RKPD 1 √
pembangunan Pembangunan Daerah Dokumen
daerah yang Persentase aspirasi ≥15% √
berkualitas, aspiratif masyarakat melalui
dan aplikatif Musrenbang yang
terakomodir dalam
Dokumen Perencanaan
II - 9
wilayah yang
ditindaklanjuti
II - 10
BAB 3
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran Kinerja
III - 1
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian
kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-
sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.
B. Capaian Kinerja
Tabel 3.1
Capaian Sasaran Strategis
Tahun 2017
Sasaran Strategis Indikator Capaian
Target Realisasi
%
Perencanaan Persentase aspirasi masyarakat ≥15% 5,71% 38,07
pembangunan melalui Musrenbang yang
daerah yang terakomodir dalam dokumen
berkualitas, aspiratif perencanaan
dan aplikatif
Rancangan Perwal RKPD 1 1 100
Dokumen Dokumen
Persentase Keselarasan
rencana pembangunan daerah
dengan rencana OPD
- Persentase kesesuaian 100% 97,88% 97,88
RKPD dengan RPJMD
III - 2
OPD dengan RKPD
Persentase dokumen
perencanaan sektoral yang
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen 100% 100% 100
perencanaan ekonomi
yang ditindaklanjuti
Data dan informasi Tingkat integrasi data OPD 100% 100% 100
dalam penyusunan dalam SIPD
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai
Pada tahun 2017, pengukuran kinerja dilakukan terhadap 2 (dua) sasaran dengan
menggunakan 6(enam) indikator kinerja. Dari 6 indikator kinerja yang diukur,
hasilnya adalah:
III - 3
Evaluasi kinerja dimulai dengan pengukuran kinerja berdasarkan dokumen
Perjanjian Kinerja Hasil Reviu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota
Banjar Tahun 2017. Dokumen perjanjian kinerja digunakan sebagai dasar
pengukuran kinerja karena telah mempertimbangkan ketersediaan sumber daya
yang dimiliki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar,
sehingga dapat menggambarkan kinerja Bappeda Kota Banjar secara realistis
dihubungkan dengan ketersediaan anggaran.
Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan
memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu.
Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/penentuan tingkat efektivitas yang
menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau
dampak. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja
(performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun
strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.
III - 4
RPJMD ini merupakan penjabaran Visi, Misi dan program Kepala Daerah yang
penyusunannya berpedoman pada RPJPD dan RTRW kabupaten/kota dengan
memperhatikan RPJMN dan RPJMD Provinsi. RPJMD memuat arah kebijakan
keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program
Organisasi Perangkat Daerah, lintas OPD dan program kewilayahan disertai
dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan
yang bersifat indikatif.
III - 5
Peraturan Wali Kota Banjar ini merupakan dokumen transisi setelah perubahan
urusan pemerintahan daerah sebagai pedoman bagi Pemerintah Kota Banjar
dalam penyusunan/perubahan Renstra OPD, RKPD serta perencanaan
penganggaran Tahun 2018.
Untuk perencanaan pembangunan tahunan yaitu RKPD, pada Tahun 2017 sudah
ditetapkan RKPD melalui Peraturan Wali Kota Banjar Nomor 5 Tahun 2017
tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018 pada tanggal 26 Mei
2017.
Tabel 3.2
Pengukuran Kinerja Sasaran Perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas,
aspiratif dan aplikatif
III - 6
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
perencanaan
ekonomi yang
ditindaklanjuti
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
perencanaan sosial
yang ditindaklanjuti
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
pemerintahan yang
ditindaklanjuti
- Persentase - 100% 100% 100 100 100
dokumen
perencanaan sarana
dan prasarana
wilayah yang
ditindaklanjuti
Tabel 3.3
Alokasi Anggaran OPD Dalam RKPD 2018
N MUSREN-
OPD RUTIN POKIR RENJA SUB TOTAL
O BANG
1 Dinas Pendidikan [Link] 180.000.000 0 [Link] [Link]
dan Kebudayaan
2 Dinas Kesehatan [Link] 0 0 [Link] [Link]
3 Badan Layanan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Umum Daerah
Rumah Sakit
Umum
III - 7
4 Dinas Pekerjaan [Link] [Link] 0 [Link] [Link]
Umum, Penataan
Ruang,
Perumahan dan
Kawasan
Permukiman
5 Satuan Polisi [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pamong Praja
6 Dinas Sosial, [Link] 200.000.000 0 [Link] [Link]
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan
Anak
7 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Penanggulangan
Bencana Daerah
8 Dinas Tenaga [Link] 0 0 [Link] [Link]
Kerja
9 Dinas Lingkungan [Link] [Link] 0 [Link] [Link]
Hidup
10 Dinas [Link] 22.500.000 0 [Link] [Link]
Kependudukan
dan Pencatatan
Sipil
11 Dinas [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pemberdayaan
Masyarakat, Desa,
Kesatuan Bangsa
dan Politik
12 Dinas [Link] 50.000.000 0 [Link] [Link]
Pengendalian
Penduduk dan
Keluarga
Berencana
13 Dinas [Link] 80.000.000 0 [Link] [Link]
Perhubungan
14 Dinas Komunikasi [Link] 0 0 [Link] [Link]
dan Informatika
15 Dinas Koperasi, [Link] [Link] 0 [Link] [Link]
Usaha Kecil,
Menengah dan
Perdagangan
16 Dinas Penanaman [Link] 0 0 913.000.000 [Link]
Modal dan
Pelayanan
Terpadu Satu
Pintu
17 Dinas Pemuda, [Link] 0 0 [Link] [Link]
Olahraga dan
Pariwisata
18 Dinas Kearsipan [Link] 120.000.000 0 [Link] [Link]
dan Perpustakaan
19 Dinas Ketahanan [Link] 330.000.000 0 [Link] [Link]
Pangan, Pertanian
dan Perikanan
20 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Perencanaan
III - 8
Pembangunan
Daerah
21 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pendapatan,
Pengelolaan
Keuangan dan
Aset Daerah
22 Badan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Kepegawaian,
Pendidikan dan
Pelatihan
23 Inspektorat [Link] 0 0 [Link] [Link]
24 Kecamatan Banjar [Link] 0 0 [Link] [Link]
25 Kecamatan [Link] 0 0 970.649.000 [Link]
Purwaharja
26 Kecamatan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Pataruman
27 Kecamatan [Link] 0 0 825.938.500 [Link]
Langensari
28 Bagian Tata 0 0 0 [Link] [Link]
Pemerintahan
29 Bagian Hukum 0 0 0 818.406.000 818.406.000
dan Organisasi
30 Bagian Hubungan 0 0 0 [Link] [Link]
Masyarakat
31 Bagian 0 0 0 [Link] [Link]
Kesejahteraan
Rakyat
32 Bagian Ekonomi 548.000.000 0 0 465.500.000 [Link]
Pembangunan
dan Layanan
Pengadaan
Barang/Jasa
33 Bagian Umum [Link] 0 0 30.000.000 [Link]
34 Sekretariat Dewan [Link] 0 0 [Link] [Link]
Perwakilan Rakyat
Daerah
TOTAL [Link] [Link] 0 [Link] [Link].323
III - 9
Tingkat capaian kinerja untuk indikator ini 5,71% dinilai sangat rendah, meskipun
secara proses, keseluruhan proses penyelenggaraan Musrenbang sudah
dilaksanakan dengan baik, namun hasilnya ternyata tidak sesuai dengan yang
ditargetkan. Hal ini disebabkan banyak terdapat kegiatan yang diusulkan dalam
Musrenbang Desa yang skala lokasi maupun lingkup kegiatannya terlalu kecil,
sehingga dapat dilaksanakan oleh Desa sendiri dengan APBDes dan tidak
diteruskan ke dalam dokumen perencanaan kota. Selain itu, usulan kegiatan yang
berasal dari Desa banyak yang berupa kegiatan fisik yang pelaksanaanya oleh
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman,
sementara keterbatasan anggaran juga menyebabkan adanya pemilihan kegiatan
prioritas yang dapat dilaksanakan pada tahun berkenan.
INDIKATOR
Rancangan Perwal RKPD
1.2
Penyusunan RKPD Kota Banjar tahun 2018 dilaksanakan melalui pendekatan: (1)
topdown,yaitu pendekatan yang memperhatikan program-program prioritas dan
kebijakanpemerintah daerah; (2) bottom-up, yaitu pendekatan perencanaan yang
mengakomodasikebutuhan-kebutuhan masyarakat yang disalurkan melalui
musrenbang desa, kecamatan dankota; (3) teknokratik, yaitu pendekatan
perencanaan yang mengedepankan pengetahuan, ilmudan teknologi; (4) politik,
yaitu pendekatan perencanaan yang mengakomodasi kepentingan-
kepentinganpolitik dalam pelaksanaan pembangunan; (5) partisipatif, yaitu
pendekatanperencanaan yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, dunia usaha,
akademisi dan komunitasatau lembaga swadaya masyarakat dalam koridor
peraturan perundang-undangan.
III - 10
Penelahaan pokok-pokok pikiran DPRD;RPJMD Kota dan hasil evaluasi RKPD
Tahun 2016;
2) Penyusunan rancangan RKPD melalui pengakomodasian: (a) Pembahasan
usulan hasil reseskomisi DPRD; (b) hasil pembahasan dalam forum OPD; (c)
hasil musrenbang Kota sebagaitindak lanjut dari hasil hasil musrenbang
tingkat Desa dan Kecamatan;
3) Penyusunan rancangan akhir RKPD Kota Banjar Tahun 2018 dengan
memperhatikan hasilMusrenbangnas RKP dan hasil Musrenbang RKPD
Provinsi Jawa Barat;
4) Penyusunan dokumen RKPD 2018 yang berpijak kepada rancangan akhir
RKPD Kota BanjarTahun 2018, hasil musrenbang provinsi dan musrenbang
nasional serta verifikasi akhir untukprogram dan kegiatan prioritas untuk
kemudian diterbitkan dalam Peraturan Walikota tentangRKPD 2018.
1) RKPD Kota Banjar Tahun 2018 sebagai penjabaran dari RPJMD Kota Banjar
Tahun 2014-2018 dan RPJPD Kota Banjar Tahun 2005-2025 merupakan satu
bagian yang utuh dari manajemen kerja di lingkungan Pemerintah Kota
Banjar, khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan baik yang
tertuang dalam RPJPD, RPJMD, maupun RTRW Kota Banjar.
2) RKPD Kota Banjar Tahun 2018 disusun dengan memperhatikan pokok-pokok
arahkebijakan dalam RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dan Rencana
KerjaPemerintah (RKP) Tahun 2018.
3) Selanjutnya RKPD Kota Banjar merupakan pedoman bagi penyusunan
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Banjar.
4) RKPD Kota Banjar Tahun 2018 menjadi pedoman bagi OPD dalam
menyempurnakan dokumen Rencana Kerja (Renja) OPD Tahun 2018.
Rancangan Perwal RKPD ini setiap tahunnya dihasilkan satu buah rancangan.
Sehingga sampai dengan Tahun 2017 ini terdapat 4 buah rancangan yang
dihasilkan pada tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017. Di akhir periode Renstra,
jumlah Rancangan Perwal RKPD yang ditargetkan adalah sebesar 5 buah
III - 11
rancangan. Sehingga sampai dengan Tahun 2017 ini, sudah mencapai 80% dari
target akhir Renstra.
Capaian kinerja sebesar 100% ini didukung dengan penyerapan anggaran sebesar
96,60% atau sebesar Rp.[Link] dari anggaran sebesar Rp.[Link].
Sasaran dengan indikator yang dapat dicapai dengan sumber daya yang efisien
menunjukkan bahwa efisiensi anggaran telah mencapai tingkat yang tinggi.
Indikator kinerja ini mencerminkan kualitas dan sinergi perencanaan antar waktu
perencanaan (jangka menengah dan tahunan) serta perencanaan daerah dengan
perencanaan di tingkat OPD. Secara keseluruhan hasil pengukuran capaian
kinerja indikator Persentase keselarasan rencana pembangunan daerah dengan
rencana OPD adalah 97,92%, dan meskipun tidak mencapai target 100% tetap
mencerminkan keselarasan yang baik. Indikator kinerja ini didukung oleh
Program Pengendalian, Monitoring dan Evaluasi dengan kegiatan: Penyusunan
LKPJ Wali Kota Banjar; Monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan Verifikasi Renja
OPD, yang secara bersama-sama menghasilkan analisis terhadap keselarasan
rencana pembangunan dengan rencana OPD dan lebih lanjut dengan rencana
penganggarannya.
III - 12
penyelenggaraan Musrenbang, proses perencanaan baik di tingkat Kota maupun
OPD dan penyempurnaan melalui upaya sinkronisasi perencanaan melalui sistem
yaitu dengan adanya Sistem Patroman (Program Aplikasi Terpadu RKPD Online
dan Manajemen Anggaran). Sistem ini sudah diuji cobakan pada pelaksanaan
perencanaan Tahun 2017 dan terus menerus disempurnakan agar dapat
mencakup Perencanaan sampai Monitoring terhadap realisasi Kinerja dan
Anggaran, dari mulai level pelaksanaan Musrenbang Tingkat Desa sampai RKPD,
KUA dan PPA, Renja dan RKA OPD.
Sumber data yang digunakan adalah RPJMD Kota Banjar Tahun 2014-2018
dan RKPD Kota Banjar Tahun 2018. Hasil pemetaan akan disajikan dalam 2
(dua) kriteria, yaitu: a) Kriteria Terpetakan, yang terdiri dari 2 (dua) kategori,
yaitu: (i) Terpetakan Langsung (TL) adalah program sama persis baik secara
nomenklatur ataupun substansinya; dan (ii) Terpetakan Tidak Langsung (TTL),
adalah program yang secara nomenklatur tidak terkait langsung (tidak persis
sama, namun secara substansi terkait; dan b) Kriteria Tidak Terpetakan (TT)
adalah program tidak terkait sama sekali.
Adapun hasil pemetaan pada OPD terkait kesesuaian program RKPD 2018
dengan RPJMD 2014-2018 disajikan dalam Tabel berikut:
III - 13
Tabel 3.4
Pemetaan Kesesuaian Program RKPD 2018 dengan RPJMD 2014-2018
Penilaian %
OPD RPJMD RKPD Kesesuaian
TL TTL TT
Dinas Pendidikan dan 9 8 8 1 0 100
Kebudayaan
Dinas Kesehatan 17 17 17 0 0 100
Badan Layanan Umum Daerah 2 2 2 0 0 100
Rumah Sakit Umum
Dinas Pekerjaan Umum, 15 14 14 0 1 93,33
Penataan Ruang, Perumahan
dan Kawasan Permukiman
Satuan Polisi Pamong Praja 4 5 3 1 0 100
Dinas Sosial, Pemberdayaan 10 12 6 4 0 100
Perempuan dan Perlindungan
Anak
Badan Penanggulangan 10 10 9 1 0 100
Bencana Daerah
Dinas Tenaga Kerja 6 6 6 0 0 100
Dinas Lingkungan Hidup 7 7 7 0 0 100
Dinas Kependudukan dan 1 1 1 0 0 100
Pencatatan Sipil
Dinas Pemberdayaan 8 8 8 0 0 100
Masyarakat, Desa, Kesatuan
Bangsa dan Politik
Dinas Pengendalian Penduduk 6 7 5 1 0 100
dan Keluarga Berencana
Dinas Perhubungan 5 5 4 1 0 100
Dinas Komunikasi dan 5 5 5 0 0 100
Informatika
Dinas Koperasi, Usaha Kecil, 13 13 11 1 1 92,31
Menengah dan Perdagangan
Dinas Penanaman Modal dan 2 2 2 0 0 100
Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Dinas Pemuda, Olahraga dan 5 9 2 3 0 100
Pariwisata
Dinas Kearsipan dan 8 8 8 0 0 100
Perpustakaan
Dinas Ketahanan Pangan, 10 10 10 0 0 100
Pertanian dan Perikanan
Badan Perencanaan 8 9 4 4 0 100
Pembangunan Daerah
Badan Pendapatan, 1 1 1 0 0 100
Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah
Badan Kepegawaian, 3 3 3 0 0 100
Pendidikan dan Pelatihan
Inspektorat 4 4 4 0 0 100
Sekretariat Daerah 28 26 26 0 2 92,86
III - 14
Sekretariat Dewan Perwakilan 2 2 2 0 0 100
Rakyat Daerah
TOTAL 189 194 168 17 4 97,88
Sumber: Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan dalam Sistem Patroman
Ket: TL = Program Terpetakan Langsung; TTL = Program Terpetakan Tidak Langsung; TT = Program Tidak
Terpetakan
Untuk persentase kesesuaian RKPD terhadap RPJMD pada tahun 2014 dapat
mencapai target 100%, sementara pada tahun 2015 sebesar 98,31%, di tahun
2016 sebesar 98,87 dan untuk tahun 2017 yaitu mencapai target 97,88%.
Secara angka memang tidak dapat mengejar target 100% untuk setiap
tahunnya pada akhir periode Renstra. Tapi meskipun tidak mencapai target
100%, namun secara umum muatan RKPD sudah merupakan penjabaran dari
RPJMD 2014-2018. Namun ada beberapa catatan bahwa terdapat beberapa
program yang ada di RKPD memetakan tidak langsung program yang ada di
RPJMD 2014-2018 karena adanya perubahan nomenklatur maupun
penambahan jumlah program akibat penyesuaian perubahan struktur
organisasi pada beberapa OPD pelaksana sehingga sasaran program
dan/atau program dalam RKPD beberapa diantaranya berbeda secara
nomenklatur dan beberapa lainnya terdapat penggabungan maupun
terjabarkan menjadi lebih detail dari RPJMD 2014-2018. Terjadinya
perbedaan jumlah juga disebabkan karena terdapat perubahan sebagian
kewenangan beberapa urusan menjadi urusan provinsi sehingga tidak
terpetakan secara langsung.
Proses penyusunan Renja OPD sudah mengacu pada RKPD 2018. Upaya
pencapaian keselarasan dilakukan melalui kegiatan Verifikasi Renja OPD
pada Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan terhadap
OPD mitra kerja. Sehingga RKPD dihasilkan berdasarkan hasil verifikasi
terhadap Renja OPD, dan sekaligus menjadi pedoman bagi penyempurnaan
akhir dari Renja OPD tersebut.
III - 15
Hasil pemetaan akan disajikan dalam 2 (dua) kriteria, yaitu: a) Kriteria
Terpetakan, yang terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu: (i) Terpetakan Langsung
(TL) adalah program sama persis baik secara nomenklatur ataupun
substansinya; dan (ii) Terpetakan Tidak Langsung (TTL), adalah program yang
secara nomenklatur tidak terkait langsung (tidak persis sama, namun secara
substansi terkait; dan b) Kriteria Tidak Terpetakan (TT) adalah program tidak
terkait sama sekali.
Berdasarkan pemetaan terhadap program Renja OPD 2018 dan RKPD 2018,
tingkat kesesuaian mencapai 99,48%. Hal ini menunjukan bahwa secara
umum program pada Renja OPD telah memetakan muatan RKPD 2018 baik
secara langsung maupun tidak langsung. Namun ada program yang ada di
Renja OPD memetakan tidak langsung program yang ada di dalam RKPD
2018 karena adanya perubahan nomenklatur maupun penambahan jumlah
program akibat penyesuaian perubahan struktur organisasi maupun
ketersediaan anggaran pada beberapa OPD pelaksana sehingga program
dalam Renja OPD beberapa diantaranya berbeda secara nomenklatur dan
beberapa lainnya terdapat penggabungan maupun terjabarkan menjadi lebih
detail dari program pada RKPD 2018. Untuk indikator ini tidak dapat
dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena merupakan indikator baru
hasil Revisi Renstra 2014-2018.
Tabel 3.5
Pemetaan Kesesuaian Program Renja OPD 2018 dengan RKPD 2018
Penilaian %
OPD RKPD Renja
TL TTL TT Kesesuaian
Dinas Pendidikan dan 8 8 8 0 0 100
Kebudayaan
Dinas Kesehatan 17 17 17 0 0 100
Badan Layanan Umum 2 2 2 0 0 100
Daerah Rumah Sakit Umum
Dinas Pekerjaan Umum, 14 17 13 1 0 100
Penataan Ruang, Perumahan
dan Kawasan Permukiman
Satuan Polisi Pamong Praja 5 8 2 3 0 100
Dinas Sosial, Pemberdayaan 12 14 10 2 0 100
Perempuan dan
Perlindungan Anak
Badan Penanggulangan 10 11 9 1 0 100
Bencana Daerah
Dinas Tenaga Kerja 6 6 6 0 0 100
III - 16
Dinas Lingkungan Hidup 7 9 5 2 0 100
Dinas Kependudukan dan 1 1 1 0 0 100
Pencatatan Sipil
Dinas Pemberdayaan 8 9 7 1 0 100
Masyarakat, Desa, Kesatuan
Bangsa dan Politik
Dinas Pengendalian 7 7 7 0 0 100
Penduduk dan Keluarga
Berencana
Dinas Perhubungan 5 5 5 0 0 100
Dinas Komunikasi dan 5 6 4 1 0 100
Informatika
Dinas Koperasi, Usaha Kecil, 13 13 13 0 0 100
Menengah dan Perdagangan
Dinas Penanaman Modal dan 2 2 2 0 0 100
Pelayanan Terpadu Satu
Pintu
Dinas Pemuda, Olahraga dan 9 10 8 1 0 100
Pariwisata
Dinas Kearsipan dan 8 8 8 0 0 100
Perpustakaan
Dinas Ketahanan Pangan, 10 11 8 2 0 100
Pertanian dan Perikanan
Badan Perencanaan 9 9 9 0 0 100
Pembangunan Daerah
Badan Pendapatan, 1 1 1 0 0 100
Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah
Badan Kepegawaian, 3 2 2 1 0 100
Pendidikan dan Pelatihan
Inspektorat 4 4 4 0 0 100
Sekretariat Daerah 26 25 23 2 1 96,15
Sekretariat Dewan Perwakilan 2 2 2 0 0 100
Rakyat Daerah
TOTAL 194 207 176 17 1 99,48
Sumber: Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan dalam Sistem Patroman
Ket: TL = Program Terpetakan Langsung; TTL = Program Terpetakan Tidak Langsung; TT = Program Tidak
Terpetakan
Dalam pencapaian muatan antara Renja OPD dan RKPD masih terdapat
beberapa kendala, diantaranya: a) Adanya kebijakan pusat maupun provinsi
yang dikeluarkan di periode setelah RKPD diterbitkan/ditetapkan, sehingga
kebijakan tersebut belum tertuang pada RKPD namun harus diterjemahkan
dalam Renja masing-masing OPD; b) Adanya perubahan alokasi anggaran
OPD di tahun berjalan yang berakibat pada berubahnya bukan hanya
indikator namun juga program/kegiatan tersebut namun OPD tidak
melakukan perbaikan/penyesuaian Renja; dan c) Adanya perubahan Renstra
dan IKU OPD sebagai hasil dari evaluasi terhadap RPJMD yang berakibat
III - 17
pada perubahan Renstra dan IKU OPD selain juga karena adanya perubahan
struktur organisasi dan nomenklatur OPD yang berakibat pada berubahnya
muatan perencanaan di Renstra, namun OPD tidak melakukan
perbaikan/penyelarasan Renja maupun perjanjian kinerja OPD tersebut.
Keselarasan muatan RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018 dilakukan untuk
menjaga keselarasan dokumen perencanaan dengan penganggarannya.
Pengukuran kesesuaian tersebut dilakukan dengan cara menganalisis dan
menyandingkan muatan program RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018 sesuai
dengan bidang/issue strategis masing-masing. Hal tersebut dapat
mengindikasikan seberapa besar efektifitas pengalokasian anggaran
terhadap pencapaian indikator kinerja kegiatan prioritas.
Berdasarkan pemetaan antara muatan RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018,
tingkat kesesuaian muatan telah mencapai 96,39%. Secara umum muatan
RKA OPD 2018 sudah merupakan penjabaran dari RKPD 2018. Ada beberapa
program yang ada di RKA OPD 2018 memetakan langsung dan tidak
langsung program yang ada di dalam RKPD 2018 karena adanya perubahan
nomenklatur maupun penambahan jumlah sasaran program dan/atau
program akibat penyesuaian perubahan struktur organisasi maupun
perubahan anggaran pada beberapa OPD pelaksana sehingga program
dalam RKA OPD beberapa diantaranya berbeda secara nomenklatur dan
beberapa lainnya terdapat penggabungan maupun terjabarkan menjadi lebih
detail dari program pada RKPD 2018. Namun juga terdapat program yang
tidak terpetakan pada RKA 2018, hal ini disebabkan karena adanya
keterbatasan anggaran di OPD sehingga harus dilakukan pemilihan program
prioritas, dan menyebabkan adanya program yang tidak dilaksanakan
sebagaimana tercantum dalam dokumen RKPD 2018. Hasil pemetaan
terhadap OPD terkait Kesesuaian ProgramRKA OPD 2018 dengan RKPD 2018
dapat dilihat pada Tabel 3.7.
III - 18
Tabel 3.6
Pemetaan Kesesuaian Program RKA OPD 2018 dengan RKPD 2018
Penilaian %
OPD RKPD RKA
TL TTL TT Kesesuaian
Dinas Pendidikan dan 8 8 8 0 0 100
Kebudayaan
Dinas Kesehatan 17 16 15 1 1 94,12
Badan Layanan Umum 2 3 0 2 0 100
Daerah Rumah Sakit
Umum
Dinas Pekerjaan Umum, 14 13 12 2 0 100
Penataan Ruang,
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
Satuan Polisi Pamong 5 5 5 0 0 100
Praja
Dinas Sosial, 12 10 10 2 0 100
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
Badan Penanggulangan 10 7 7 2 1 90
Bencana Daerah
Dinas Tenaga Kerja 6 5 5 0 1 83,33
Dinas Lingkungan Hidup 7 6 6 0 1 85,71
Dinas Kependudukan dan 1 1 1 0 0 100
Pencatatan Sipil
Dinas Pemberdayaan 8 7 7 1 0 100
Masyarakat, Desa,
Kesatuan Bangsa dan
Politik
Dinas Pengendalian 7 6 6 1 0 100
Penduduk dan Keluarga
Berencana
Dinas Perhubungan 5 4 4 1 0 100
Dinas Komunikasi dan 5 3 3 2 0 100
Informatika
Dinas Koperasi, Usaha 13 11 11 2 0 100
Kecil, Menengah dan
Perdagangan
Dinas Penanaman Modal 2 2 2 0 0 100
dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu
Dinas Pemuda, Olahraga 9 5 4 5 0 100
dan Pariwisata
Dinas Kearsipan dan 8 6 6 2 0 100
Perpustakaan
Dinas Ketahanan Pangan, 10 7 5 2 3 70
Pertanian dan Perikanan
Badan Perencanaan 9 9 9 0 0 100
Pembangunan Daerah
III - 19
Badan Pendapatan, 1 1 1 0 0 100
Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian, 3 3 3 0 0 100
Pendidikan dan Pelatihan
Inspektorat 4 4 4 0 0 100
Sekretariat Daerah 26 27 22 4 0 100
Sekretariat Dewan 2 2 2 0 0 100
Perwakilan Rakyat Daerah
TOTAL 194 171 158 29 7 96,39
Sumber: Bidang Pemerintahan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan dalam Sistem Patroman
Ket: TL = Program Terpetakan Langsung; TTL = Program Terpetakan Tidak Langsung; TT = Program Tidak
Terpetakan
III - 20
yang memiliki segala keterbatasan, baik dari segi pembiayaan maupun sumber
daya.
Pada tahun 2017 ini urusan penelitian dan pengembangan dilaksanakan melalui
Program Penelitian dan Pengembangan dengan Kegiatan Kajian Potensi
Unggulan daerah dan hanya menghasilkan 1 (satu) dokumen penelitian dan
pengembangan dari target 2 (dua) dokumen setiap tahunnya, yaitu dokumen
Kajian Potensi Unggulan Daerah Kota Banjar Tahun 2017. Dokumen ini kemudian
ditindaklanjuti menjadi bahan bagi penyusunan dokumen rancangan awal RKPD
Tahun 2019 yang penyusunannya dilaksanakan pada Tahun 2018. Target kinerja
indikator ini adalah sebesar 50% dokumen yang dihasilkan yang ditindaklanjuti.
Dengan dihasilkannya 1 dokumen dari 2 dokumen yang ditargetkan, dan
dokumen tersebut ditindaklanjuti, maka target dapat dikatakan tercapai 100%
dengan juga terdapat efisiensi yang sangat tinggi dalam penggunaan sumber
daya yaitu sebesar 99,77% dari anggaran Rp.50.000.000 atau sebesar
Rp.49.886.875.
III - 21
perencanaan dengan pelaksanaannya. Hasil pemantauan, evaluasi dan
pengendalian tersebut dituangkan ke dalam dokumen pemantauan dan evalausi
serta bahan kebijakan perencanaan sektoral. Dokumen ini kemudian
ditindaklanjuti sebagai bahan masukan bagi penyusunan draft awal Dokumen
RKPD yang disusun pada Tahun 2018 (yaitu untuk RKPD 2019).
III - 22
Data dan informasi dalam penyusunan
SASARAN 2 dokumen perencanaan pembangunan
daerah yang memadai
Data adalah fakta yang telah terjadi,memiliki arti, dan dapat disimpan serta dapat
diatur sedemikian rupa sehingga dapat menjadi bahan dan dapat digunakan
untuk berbagai tujuan. Data yang kemudian disaring dan diolah melalui suatu
sistem atau mekanisme pengolahan sehingga memiliki arti dan nilai untuk
sebuah tujuan, maka data tersebut berubah fungsi menjadi informasi. Dengan
demikian sesuatu yang dipakai dalam membuat keputusan sebenarnya adalah
informasi yang didapat dari pengolahan data.
1. Data dan informasi digunakan untuk menentukan jenis kegiatan apa saja
yang akan dilaksanakan nantinya;
2. Alternatif/ metode apa saja yang dapat digunakan untuk melaksanakan
kegiatan tersebut;
3. Seberapa besar lingkup kegiatan yang direncanakan;
4. Siapa saja atau apa saja yang menjadi target pelaksanaan kegiatan;
5. Berapa waktu yang dibutuhkan dan berapa waktu yang dimiliki untuk
menyelesaikan kegiatan;
6. Kapan waktu yang tepat untuk memulai kegiatan;
7. Seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan;
8. Siapa nantinya yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan tersebut;
dan sebagainya.
III - 23
Pemahaman atas data yang dibutuhkan serta sumber perolehan dari data
tersebut, harus diidentifikasikan sebagai sesuatu yang sangat penting.
Demikian juga pada saat implementasi dan evaluasi, data dan informasi dapat
menjadi input yaitu sejauh mana program/kegiatan sudah berjalan, apakah
program sudah berjalan dalam alur yang diinginkan, bagaimanakah kualitas dan
kuantitas output yang dihasilkan agar nantinya dapat digunakan dalam
pencapaian sasaran, dan dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan program
tersebut. Oleh karena itu harus disadari betul arti pentingnya pengolahan dan
penyajian data. Peran data sangat dominan baik dalam hal penyusunan program,
anggaran dan kegiatan organisasi. Data sebagai pendamping, sebagai referensi
yang tidak terpisahkan dari siklus penyusunan anggaran.
Data dan informasi bukan hanya berguna pada taraf pelaksanaan operasional
kegiatan rutin pada level terbawah unit kerja dalam SKPD, pada taraf yang lebih
tinggi data dan informasi juga dapat digunakan dalam upaya terciptanya
penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, dan bahkan
digunakan sebagai bahan rujukan dalam menentukan kemana sebaiknya suatu
daerah bergerak di masa mendatang.
Sistem informasi saat ini berkembang dengan pesat dan makin benilai tinggi
dalam sebuah organisasi. Sistem informasi yang dapat berjalan secara online
memudahkan penggunanya untuk mengakses data dimana saja dan kapan saja.
Dan sistem informasi yang dibangun tepat akan memberikan sebuah gambaran
kinerja organisasi yang akurat bagi penggunanya dalam pengambilan keputusan.
Itulah yang saat ini dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memantau
perkembangan pemerintah dengan membangun sebuah sistem yang disebut
sebagai Sistem Informasi Pembangunan Daerah.
III - 24
mengumpulkan data untuk kepentingan penyusunan perencanaan pembangunan
daerah karena lemahnya koordinasi antara Bappeda dan SKPD di daerah.
SIPD berfungsi sebagai sebuah jejaring dalam pengumpulan data secara terpadu,
realtime dan online di pusat dan daerah dengan menggunakan teknologi
informasi, sebagai dukungan dalam perencanaan program dan kegiatan serta
evaluasi pembangunan daerah secara rasional, efektif dan efisien. Tentunya
Sistem informasi tersebut dapat juga digunakan untuk mendukung integrasi
pemanfaatan data terkait dengan Perkembangan Pembangunan pada masing-
masing instansi pemerintah.
III - 25
Sistem Informasi Pembangunan Daerah ini terdiri dari 8 (delapan) Kelompok data.
Tiapkelompok data diuraikan ke dalam jenis data. Pengumpulan data didaerah
bersumber dari data yang dimiliki oleh seluruh SKPD dan/atau sumber lainnya
yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Delapan Kelompok data tersebut
adalah:
Tabel 3.7
Delapan Kelompok Data dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah
III - 26
28 Penyakit Menular
29 Pencurian Ikan
30 Kebakaran Hutan
31 Pencurian dan Penyelundupan Kayu
Tabel 3.8
Pengukuran Kinerja Sasaran Data dan informasi dalam penyusunan dokumen
perencanaan pembangunan daerah yang memadai
Pengukuran kinerja tingkat integrasi Data OPD dalam SIPD diukur dengan
membandingkan Jenis Data Yang Diisi pada SIPD dengan keseluruhan Data yang
harus diisi. Berdasarkan data pada hasil isian pada SIPD Kota Banjar, diketahui
sebanyak 4 (empat) jenis data yaitu pada kelompok data insidensial, yang terdiri
dari data bencana alam, penyakit menular, pencurian ikan, kebakaran hutan dan
pencurian dan penyelundupan tidak diisi, disebabkan pada tahun yang
bersangkutan tidak terjadi hal-hal yang bersifat insidensial seperti diatas,
sehingga tidak ada datanya. Dengan demikian tingkat ketercapaian indikator
kinerja Tingkat Integrasi Data OPD dalam SIPD adalah sebesar 27 jenis data
dibagi 31 jenis data yang harus terisi dikali 100% yaitu sebesar 87,10% namun jika
dilakukan pengecualian terhadap data insidensial, maka tingkat integrasi data
OPD dalam SIPD adalah sebesar 100%. Dan ini sangat efisien, karena dengan
capaian kinerja 100% menggunakan anggaran sebesar 96,96% atau sebesar
Rp.531.323.165 dari anggaran sebesar Rp.548.000.000.
III - 27
kepuasan masyarakat, Updating data pembangunan daerah, dan Pengembangan
sistem perencanaan pembangunan daerah.
Sasaran yang berhasil dicapai dengan sumber daya yang efisien menunjukkan
bahwa efisiensi anggaran telah mencapai tingkat yang tinggi. Berikut adalah tabel
analisis efisiensi penggunaan sumber daya di Bappeda Kota Banjar pada tahun
2017, sebagaimana penjelasannya telah ada pada penjelasan capaian kinerja
untuk masing-masing sasaran sebelumnya:
Tabel 3.9
Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
(Capaian kinerja ≥100%)
% Capaian
% Penyerapan Tingkat
Sasaran Indikator Kinerja Indikator Kinerja
Anggaran efisiensi
≥100%
Perencanaan Rancangan Perwal RKPD 100 96,60 3,40
pembangunan
Persentase dokumen penelitian dan 100 99,77 0,23
daerah yang
pengembangan yang ditindaklanjuti dalam
berkualitas,
perencanaan pembangunan daerah
aspiratif dan
aplikatif Persentase dokumen perencanaan sektoral
yang ditindaklanjuti
Data dan Tingkat integrasi data OPD dalam SIPD 100 96,96 3,04
informasi dalam
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai
III - 28
Sasaran Non Strategis
Selain sasaran strategis juga terdapat sasaran non strategis yang menjadi
pendukung bagi pencapaian sasaran strategis. Sasaran tersebut adalah Capaian
Kinerja Pelayanan Bappeda, dengan indikator: 1) Persentase terpenuhinya
administrasi pemerintahan dan sarana dan prasarana kantor; 2) Persentase
keikutsertaan aparatur Bappeda dalam Bintek/Diklat/Kursus/Sosialisasi; 3) Nilai
evalusi AKIP; dan 4) Persentase temuan inspektorat/BPK yang ditindaklanjuti.
Tabel 3.10
Capaian Indikator Sasaran Non Strategis
Capaian Kinerja Pelayanan Yang Baik
Tahun 2017
No. Indikator
Target Realisasi Capaian
1. Persentase terpenuhinya 100% 100% 98,67
administrasi pemerintahan
dan sarana dan prasarana
kantor
2. Persentase keikutsertaan 100% 100% 100
aparatur Bappeda dalam
Bintek/Diklat/Kursus/
Sosialisasi
3. Nilai evaluasi AKIP Baik Baik *) 100*)
III - 29
- Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, yaitu pengadaan buku cek untuk
pencairan anggaran di Bappeda yang berdasarkan kebutuhkan hanya
mencapai 5 buku cek dari 6 buku cek yang direncanakan;
- Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional yang juga
disebabkan karena adanya kendaraan yang dialihkan ke OPD lain,
sehingga hanya 21 kendaraan yang dipelihara dari 22 kendaraan yang
direncanakan dalam rencana pemeliharaan;
- Pengadaan Pakaian KORPRI sebanyak 61 pakaian dari 62 pakaian yang
direncanakan disebabkan kebutuhan pakaian disesuaikan dengan
banyaknya pegawai pada saat pengadaan yaitu sebanyak 61 orang.
c) Untuk Nilai Evaluasi AKIP Bappeda untuk Tahun 2017 ini belum ada, karena
belum dilakukan penilaian, namun diproyeksikan dapat memenuhi target
dengan interpretasi BAIK minimal dengan skor sama dengan hasil evaluasi
pada Tahun 2016.
Pada Tahun 2016 Bappeda Kota Banjar memperoleh nilai sebesar 63,31
dengan kategori B dengan interpretasi Baik, dengan rincian sebagai berikut:
Nilai Hasil
No. Komponen Bobot
Evaluasi
1. Perencanaan Kinerja 30% 21,64
2. Pengukuran Kinerja 25% 12,81
3. Pelaporan Kinerja 15% 10,19
4. Evaluasi Internal 10% 5,83
5. Pencapaian Sasaran/Kinerja 20% 12,83
JUMLAH 100% 63,31
Dengan nilai yang berada pada batas cukup ke baik, akuntabilitas kinerjanya
dapat dikatakan mendekati baik, memiliki sistem yang dapat digunakan
untuk manajemen kinerja, dan perlu sedikit perbaikan.
III - 30
berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kota Banjar pada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjar, Nomor 700/[Link]-Itda
Tanggal 27 Desember 2017 terdapat 9 (sembilan) saran yang harus
ditindaklanjuti, berupa:
C. Realisasi Anggaran
III - 31
Serapan anggaran ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Tahun 2016 yaitu
sebesar 98,12%. Ini terjadi karena adanya penyerapan anggaran yang kecil pada
belanja kegiatan yang berasal dari bantuan provinsi yang memang dilaksanakan
pada waktu yang terbatas, sehingga terdapat sisa anggaran yang besar pada
kegiatan tersebut.
Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran yang terkait dengan pencapaian
target kinerja setiap sasaran pada Bappeda Kota Banjar tahun 2017 dapat dilihat
pada tabel berikut:
III - 32
Tabel 3.11
Realisasi Kinerja dan Anggaran Bappeda Tahun 2017
Capaian
Target Realisasi Anggaran Capaian
Sasaran Indikator Kinerja Kinerja Program Utama Realisasi (Rp)
2017 2017 (Rp) (%)
(%)
Perencanaan Persentase aspirasi masyarakat ≥15% 5,71% 38,07 Perencanaan Pembangunan 260.000.000 259.668.300 99,87
pembangunan melalui Musrenbang yang Daerah
daerah yang terakomodir dalam dokumen
berkualitas, perencanaan
aspiratif dan - Rancangan Perda RPJMD 1 dok 1 dok 100,00 Perencanaan Pembangunan [Link] [Link] 96,60
aplikatif - Rancangan Perwal RKPD 1 dok 1 dok 100,00 Daerah
Persentase dokumen penelitian 50% 50% 100,00 Penelitian dan 50.000.000 49.886.875 99,77
dan pengembangan yang Pengembangan
ditindaklanjuti dalam
perencanaan pembangunan
daerah
III - 33
Persentase dokumen
perencanaan sektoral yang
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan Pembangunan 225.000.000 223.899.617 99,51
perencanaan ekonomi yang Ekonomi
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan Pembangunan [Link] 767.775.573 73,12
perencanaan sosial yang Sosial dan Budaya
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan Pembangunan 280.000.000 279.103.324 99,68
pemerintahan yang Pemerintahan
ditindaklanjuti
- Persentase dokumen 100% 100% 100 Perencanaan pengembangan 325.000.000 317.463.350 97,68
perencanaan sarana dan wilayah strategis dan cepat
prasarana wilayah yang tumbuh
ditindaklanjuti Perencanaan prasarana 365.000.000 364.846.205 99,96
wilayah dan sumber daya
alam
Data dan Tingkat integrasi data OPD 100% 100% 100 Pengembangan data dan 548.000.000 531.323.165 96,96
informasi dalam dalam SIPD informasi
penyusunan
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah yang
memadai
III - 34
Capaian kinerja - Nilai evaluasi AKIP Baik - - Peningkatan pengembangan 46.000.000 45.616.815 99,17
pelayanan yang - Persentase temuan 100% 100% 100 sistem pelaporan capaian
baik inspektorat/BPK yang kinerja dan keuangan
ditindaklanjuti
- Persentase terpenuhinya 100% 100% 100 Pelayanan administrasi 680.400.000 647.468.173 95,16
administrasi pemerintahan perkantoran
dan sarana dan prasarana Peningkatan sarana dan 602.582.111 581.476.458 96,50
kantor prasarana aparatur
Peningkatan disiplin aparatur 31.000.000 30.442.500 98,20
- Persentase keikutsertaan 100% 100% 100 Peningkatan Kapasitas 175.000.000 174.338.000 99,62
aparatur Bappeda dalam Sumber Daya Aparatur
Bintek/Diklat/Kursus/
Sosialisasi
Sumber: Laporan pengawasan anggaran definitif per kegiatan per 31 Desember 2017
III - 35
Dari Tabel 3.11 diatas dapat dilihat pencapaian masing-masing sasaran baik dari target
kinerja maupun target keuangannya. Hampir seluruh target kinerja sasaran dapat
tercapai dengan baik dan mencapai 100% pencapaiannya, terkecuali untuk indikator
kinerja Persentase aspirasi masyarakat melalui Musrenbang yang terakomodir dalam
dokumen perencanaan yang mencapai 38,07%, hal ini disebabkan karena adanya
pemilahan yang ketat di OPD terkait dengan program/kegiatan hasil Musrenbang yang
diteruskan ke dalam dokumen perencanaan dengan berbagai pertimbangan,
diantaranya adalah karena usulan yang disampaikan dapat dilaksanakan oleh Desa
secara mandiri melalui dana APBDes yang terkait juga dengan kewenangan lokasi dan
skala kegiatan dimaksud. Selain itu juga adanya keterbatasan anggaran di OPD yang di
satu sisi mempunyai kewajiban untuk mencapai target sesuai dengan RPJMD pada
tahun ini dan di sisi lain juga ada kewajiban untuk menyerap usulan masyarakat,
sehingga kemudian dilakukan pemilihan prioritas kegiatan usulan yang dilaksanakan.
Berikut dapat dilihat pencapaian target kinerja program/kegiatan (output) dan realisasi
keuangan masing-masing program/kegiatan (input):
Tabel 3.12
Pengukuran Pencapaian Kinerja Bappeda Tahun 2017
Input Output
No Kegiatan % %
Target Realisasi Target Realisasi
Capaian Capaian
1 Penyelenggaraan 260.000.000 259.668.300 99,87 100% 100% 100
Musrenbang RKPD
2 Penyusunan Perubahan 300.000.000 289.940.400 96,65 2 dok 2 dok 100
Kebijakan Umum APBD
dan Prioritas Plafon
Angaran Perubahan
3 Sinergitas Perencanaan 275.000.000 268.563.125 97,66 1 dok 1 dok 100
Pembangunan Daerah
4 Penguatan Program 100.000.000 98.350.000 98,35 1 dok 1 dok 100
CSR Jawa Barat di
Kabupaten/Kota
(Banprov)
5 Penyusunan Kebijakan 300.000.000 281.809.400 93,94 2 dok 2 dok 100
Umum APBD dan
Prioritas Plafon
Anggaran
6 Penyusunan dan 150.000.000 147.049.350 98,03 1 dok 1 dok 100
Penetapan RKPD Tahun
2018
7 Penyusunan dan 150.000.000 145.991.850 97,33 1 dok 1 dok 100
Penetapan Perubahan
III - 36
RKPD Tahun 2017
8 Penyusunan Laporan 100.000.000 98.542.950 98,54 1 dok 1 dok 100
Keterangan
Pertanggungjawaban
Walikota Banjar
9 Monitoring, Evaluasi 255.000.000 253.707.070 99,49 4 lap 4 lap 100
dan Pelaporan
10 Verifikasi Rencana Kerja 80.000.000 79.813.500 99,77 1 dok 1 dok 100
OPD
11 Kajian Potensi 50.000.000 49.886.875 99,77 1 dok 1 dok 100
Unggulan Daerah
12 Penyusunan Bahan 225.000.000 223.899.617 99,51 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
Ekonomi
13 Penyusunan Bahan 300.000.000 252.626.573 84,21 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang Sosial
14 Pro Poor Planning and 750.000.000 515.149.000 68,69 a) 5 a) 5 100
Budgeting (P3B) + kegiatan kegiatan
Program Perencanaan b) 2 b) 2
Responsif Gender kegiatan kegiatan
(PPRG) - Banprov c) 1 c) 1
kegiatan kegiatan
15 Penyusunan Bahan 200.000.000 199.754.724 99,88 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
Pemerintahan
16 Koordinasi Aksi 80.000.000 79.813.500 99,19 4 lap 4 lap 100
Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi
17 Penyelenggaraan 75.000.000 74.868.850 99,83 1 dok 1 dok 100
Perencanaan,
Pemanfaatan dan
Pengendalian
Pemanfaatan Ruang
oleh BKPRD
18 Penyusunan Dokumen 100.000.000 97.304.500 97,30 1 dok 1 dok 100
KLHS
19 Penyusunan Dokumen 100.000.000 95.810.000 95,81 1 dok 1 dok 100
Peta untuk RDTR
20 Penyempurnaan 50.000.000 49.480.000 98,96 1 dok 1 dok 100
Dokumen Proses RDTR
Kota Banjar
21 Penyusunan Bahan 190.000.000 189.941.000 99,97 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang
22 Penyusunan Bahan 175.000.000 174.905.205 99,95 1 dok 1 dok 100
Kebijakan Bidang
III - 37
Perhubungan,
Lingkungan Hidup dan
Informatika
23 Pengelolaan Website 50.000.000 35.924.000 71,85 80% 64% 100
Bappeda Kota Banjar
24 Penyusunan Profil Kota 138.000.000 136.905.400 99,21 1 dok 1 dok 100
Banjar berbasis
Geografis
25 Penyusunan Buku 190.000.000 189.473.785 99,72 1 dok 1 dok 100
Indeks Kepuasan
Masyarakat
26 Updating Data 120.000.000 119.269.980 99,39 100% 100% 100
Pembangunan Daerah
27 Pengembangan Sistem 50.000.000 49.750.000 99,50 1 sistem 1 sistem 100
Perencanaan
Pembangunan Daerah
28 Penyusunan Laporan 5.000.000 4.979.260 99,59 1 dok 1 dok 100
Kinerja dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja SKPD
29 Penyusunan Rencana 5.000.000 4.979.260 99,59 1 dok 1 dok 100
Kerja SKPD
30 Penyusunan 15.000.000 14.957.085 99,71 2 dok 2 dok 100
Perencanaan Anggaran
SKPD
31 Penyusunan SOP 10.000.000 9.744.000 97,44 1 dok 1 dok 100
Bappeda Kota Banjar
32 Penyusunan Pelaporan 5.000.000 4.979.260 99,59 1 dok 1 dok 100
Keuangan Semesteran
SKPD
33 Penyusunan Pelaporan 6.000.000 5.977.950 99,63 1 dok 1 dok 100
Keuangan Akhir Tahun
SKPD
34 Penyediaan Jasa Surat 300.000 300.000 100,00 50 surat 50 surat 100
Menyurat
35 Penyediaan Jasa 123.600.000 104.529.528 84,57 12 bulan 12 bulan 100
Komunikasi. Sumber
Daya Air dan Listrik
36 Penyediaan Jasa 30.000.000 250482.000 84,94 22 21 95,45
Jaminan Barang Milik kendaraan kendaraan
Daerah
37 Penyediaan Jasa 10.000.000 7.352.600 73,53 22 21 95,45
Pemeliharaan Dan kendaraan kendaraan
Perizinan Kendaraan
Dinas/Operasional
38 Penyediaan Jasa 540.000 444.000 82,22 6 buku cek 5 buku cek 83,33
Administrasi Keuangan
III - 38
39 Penyediaan Alat Tulis 60.000.000 59.962.155 99,94 12 bulan 12 bulan 100
Kantor
40 Penyediaan Barang 75.000.000 74.974.290 99,97 12 bulan 12 bulan 100
Cetak Dan
Penggandaan
41 Penyediaan Komponen 10.000.000 9.996.000 99,96 12 bulan 12 bulan 100
Instalasi
Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor
42 Penyediaan Peralatan 24.000.000 23.954.600 99,81 12 bulan 12 bulan 100
Rumah Tangga
43 Penyediaan Bahan 30.000.000 28.590.000 95,30 12 bulan 12 bulan 100
Bacaan Dan Peraturan
Perundang-Undangan
44 Penyediaan Makanan 35.560.000 39.522.500 99,91 600 porsi 613 porsi 100
Dan Minuman mamin mamin
rapat, 135 rapat, 145
porsi porsi
mamin mamin
tamu tamu
III - 39
Dan Perlengkapan
Kantor
54 Pemeliharaan 10.900.000 10.880.000 99,82 12 bulan 12 bulan 100
Rutin/Berkala Jaringan
Komputer
55 Penyusunan Dokumen 172.000.000 159.972.798 93,01 1 dok 1 dok 100
Perencanaan Bangunan
Gedung Bappeda Kota
Banjar
56 Pengadaan Pakaian 15.500.000 15.097.500 97,40 62 pakaian 61 pakaian 98,39
KORPRI
57 Pengadaan Pakaian 15.500.000 15.345.000 99,00 62 pakaian 62 pakaian 100
Khusus Hari-hari
Tertentu
Sumber: Laporan pengawasan anggaran definitif per kegiatan per 31 Desember 2017
Dari tabel diatas dapat dilihat rata-rata dapat mencapai target kinerja (output) sebesar
100%, kecuali untuk kegiatan:
1. Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah. Kegiatan ini berupa pembayaran
polis asuransi yang direncanakan untuk 22 kendaraan, namun direalisasikan
sebanyak 21 kendaraan, karena 1 kendaraan dialihkan ke OPD lain, sehingga
kewajiban atas penyediaan jasa jaminan kendaraan tersebut tidak dilaksanakan;
2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan Dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional, juga
karena alasan yang sama dengan diatas;
3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, yaitu pengadaan buku cek untuk
pencairan anggaran di Bappeda yang berdasarkan kebutuhkan hanya mencapai 5
buku cek dari 6 buku cek yang direncanakan;
4. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional yang juga disebabkan
karena adanya kendaraan yang dialihkan ke OPD lain, sehingga hanya 21
kendaraan yang dipelihara dari 22 kendaraan yang direncanakan dalam rencana
pemeliharaan.
5. Pengadaan Pakaian KORPRI sebanyak 61 pakaian dari 62 pakaian yang
direncanakan disebabkan kebutuhan pakaian disesuaikan dengan banyaknya
pegawai pada saat pengadaan yaitu sebanyak 61 orang;
III - 40
BAB 4
PENUTUP
Bappeda pada tahun 2017 telah menghasilkan Dokumen RKPD 2018 yang
berkualitas, aspiratif dan aplikatif yang bersinergi dengan rencana-rencana
pembangunan secara vertikal dan horizontal melalui Peraturan Wali Kota
Banjar Nomor 5 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah
Tahun 2018. Sinergi secara vertikal diwujudkan dengan keselarasan dokumen
perencanaan jangka menengah dan tahunan. Sinergi secara horizontal
diwujudkan dengan terintegrasi dan sinkronnya antara RKPD dengan Rencana
Kerja OPD beserta penganggarannya. RKPD disusun untuk menjaga keselarasan
rencana kerja antar OPD dan memperkuat mekanisme pengendalian
pembangunan sebagai early warning system sehingga Pemerintah Kota dapat
segera mengambil tindakan koreksi yang diperlukan.
Secara umum Bappeda telah berhasil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai
dengan sasaran strategis, serta indikator kinerja. Beberapa pembenahan yang
telah dilakukan selama tahun 2017 adalah sebagai berikut: (1) Penggunaan
Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah yaitu dengan dibuat dan kemudian
diaplikasikannya Sistem Patroman, yang mengintegrasikan perencanaan dari
mulai Musrenbang, penyusunan Renja OPD, RKPD sampai dengan pemantauan
terhadap realisasi anggaran dan kinerja OPD (2) penyempurnaan mekanisme
IV - 1
penyelenggaraan musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD, dan (3)
perbaikan indikator dan proses cascading, juga seiring adanya perubahan
struktur organisasi dalam tubuh Bappeda. Walaupun hasil kinerja yang didapat
semakin meningkat, namun masih terdapat beberapa upaya perbaikan (area of
impovement) yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Meningkatkan peran dalam mengkoordinasikan penyusunan rencana
pembangunan termasuk penentuan sasaran atau target yang lebih realistis,
dengan mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan strategis;
2. Melakukan penguatan peran Bappeda dalam proses integrasi perencanaan
dan penganggaran agar pencapaian tujuan pembangunan daerah dapat
lebih efektif;
3. Melakukan penyempurnaan dan pengembangan terhadap mekanisme
pelaksanaan penjaringan aspirasi masyarakat, agar target perencanaan yang
aspiratif dapat tercapai;
4. Melakukan peningkatan kompetensi SDM aparatur perencana agar dapat
cepat tanggap dalam memprediksi dan mendeteksi adanya perubahan-
perubahan, baik perubahan yang bersifat lokal, regional maupun nasional
agar dapat segera mengambil langkah-langkah antisipatif;
5. Melakukan pemantauan dan evaluasi capaian kinerja pembangunan secara
berkala dengan memanfaatkan sistem/aplikasi yang tersedia;
Untuk target keuangan, terjadi efisiensi pada beberapa sasaran, dan tidak
menghabiskan 100% anggaran yang direncanakan. Sasaran 1 realisasi
keuangannya sebesar 96,17% dan sasaran 2 sebesar 96,96%. Dengan demikian
secara keseluruhan, semua sasaran secara efektif didukung oleh
program/kegiatan yang tepat sehingga dapat mencapai target kinerja yang
ditetapkan, dan juga efisien, karena dengan realisasi dana yang kurang dari 100%
dapat melaksanakan target yang telah ditetapkan.
IV - 2
Seluruh kebijakan, program dan kegiatan tahun 2017 telah berhasil dilaksanakan
dengan baik serta tujuan, sasaran strategiq dan indikator kinerjanya secara umum
telah berhasil dicapai. Diharapkan laporan kine{a ini dapat memberikan manfaat
dan informasi atas pencapaian kinerja Bappeda sebagai badan yang bertanggung
jawab atas urusan perencanaan pembangunan serta penelitian dan
pengembangan.
penyelenggaraan musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD, dan (3)
perbaikan indikator dan proses cascading, juga seiring adanya perubahan
struktur organisasi dalam tubuh Bappeda. Walaupun hasil kinerja yang didapat
semakin meningkat, namun masih terdapat beberapa upaya perbaikan (area of
impovement) yang dapat dilakukan, antara lain:
1.. Meningkatkan peran dalam mengkoordinasikan penyusunan rencana
pembangunan termasuk penentuafl sasaran atau target yang lebih realistis,
dengan mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan strategis;
2. Melakukan penguatan peran Bappeda dalam proses integrasi perencanaan
dan penganggaran agar pencapaian tujuan pembangunan daerah dapat
lebih efektif;
3. Melakukan penyempurnaan dan pengembangan terhadap mekanisme
pelaksanaan penjaringan aspirasi masyarakat, agar target perencanaan yang
aspiratif dapat tercapai;
4. Melakukan peningkatan kompetensi SDM aparatur perencana agar dapat
cepat tanggap dalam memprediksi dan mendeteksi adanya perubahan-
perubahan, baik perubahan yang bersifat lokal, regional maupun nasional
agar dapat segera mengambil lang kah-langkah antisipatif;
5. Melakukan pemantauan dan evaluasi capaian kinerja pembangunan secara
berkala dengan memanfaatkan sistem/aplikasi yang tersedia;
Untuk target keuangan, terjadi sedikit efisiensi pada masing-masing sasaran, dan
tidak menghabiskan L0Ao/o anggaran yang direncanakan. Sasaran L realisasi
keuangannya sebesar 96,L7o/o dan sasaran 2 sebesar 96,96Yo. Dengan demikian
secara keseluruhan, semua sasaran secara efektif didukung oleh
program/kegiatan yang tepat sehingga dapat mencapai target kinerja yang
ditetapkan, dan juga efisien, karena dengan realisasi dana yang kurang dari 100%
dapat melaksanakan target yang telah ditetapkan.
r.98002 L 001
tv-2