0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
549 tayangan11 halaman

Laporan Jurnal Kritikal Biokimia

Jurnal ini membahas pengembangan buku ajar biokimia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa kedokteran di Universitas Lampung. Peneliti mengembangkan buku ajar sendiri, uji coba ke mahasiswa, lalu bandingkan hasil ujian dengan angkatan sebelumnya. Didapati peningkatan skor ujian rata-rata 30,6% untuk angkatan yang menggunakan buku ajar baru. Jurnal ini menunjukkan pentingnya buku ajar yang d

Diunggah oleh

Ucia Mahya Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
549 tayangan11 halaman

Laporan Jurnal Kritikal Biokimia

Jurnal ini membahas pengembangan buku ajar biokimia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa kedokteran di Universitas Lampung. Peneliti mengembangkan buku ajar sendiri, uji coba ke mahasiswa, lalu bandingkan hasil ujian dengan angkatan sebelumnya. Didapati peningkatan skor ujian rata-rata 30,6% untuk angkatan yang menggunakan buku ajar baru. Jurnal ini menunjukkan pentingnya buku ajar yang d

Diunggah oleh

Ucia Mahya Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Critical Journal Report Kelas Reguler -A

ANALISIS JURNAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL

DI SUSUN OLEH :

UCIA MAHYA DEWI 8176141011


WIDYA IRFANI 8176141012

Dosen Pembimbing:
Dr. Murniaty Simorangkir, M.S

Mata Kuliah :
Analisis Materi Ajar Kimia Pendidikan Tinggi

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2018
CRITICAL JOURNAL REPORT NASIONAL

Judul : The Development of Medical Biochemistry Text Book to Improve


the Quality of Learning of Basic Science 1 (BS1) Block at Medical
Faculty the University of Lampung
Pengembangan Buku Teks Biokimia Medis untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Sains Dasar Blok BS1 di Fakultas
Kedokteran Universitas Lampung
Nama Penulis : Syazili Mustofa Dan Evi Kurniawaty

Tahun Jurnal : 2014


Nama Jurnal : JUKE, Volume 4, Nomor 7
Halaman : 60-66

I. Pengantar
Mata kuliah biokimia adalah mata kuliah dasar yang tergabung dalam rumpun ilmu
biomedik. Biokimia merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai molekul di dalam sel
hidup serta organisme hidup, dan semua reaksi kimia yang terjadi didalamnya. Mahasiswa
kedokteran yang memahami ilmu biokimia akan lebih mudah untuk menghadapi persoalan pokok
dalam ilmu kedokteran karena memiliki pemahaman mengenai kesehatan dan pemeliharaan
kesehatan, dan pemahaman penyakit serta penanganan penyakit secara efektif.
Biokimia Kedokteran merupakan salah satu tujuan pembelajaran penting pada blok BS 1.
Blok ini dilaksanakan pada semester satu dimana mahasiswa Pendidikan Dokter Umum Unila
berada pada tahap biomedik. Pada blok BS 1 mahasiswa akan mempelajari biokimia dasar yang
terdiri dari materi mengenai biomembran, enzim, materi pembawa informasi genetik, metabolisme
lemak, endokrinologi, dan kesetimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
Saat ini, FK Unila menggunakan sistem pembelajaran berbasis kompetensi dengan
pendekatan problem based learning (PBL). Satuan pembelajaran disusun dalam suatu kurikulum
pembelajaran yang dibagi dalam bentuk blok, (ada 21 blok pada tingkatan S1 Pendidikan Dokter
Umum Unila). Setiap blok memiliki beberapa tujuan pembelajaran. Untuk mencapai kompetensi
pada akhir blok, metode pembelajaran yang digunakan adalah student center. Adapun kegiatan
belajar dalam blok adalah belajar mandiri, tutorial, praktikum, pleno, dan kuliah pakar.
Pemahaman biokimia mahasiswa FK Unila masih kurang, hal ini dapat dilihat dari nilai
tutorial, nilai ujian akhir blok dan ujian SOCA mahasiswa dengan nilai rata rata 60. Ilmu biokimia
dipandang mahasiswa sebagai ilmu yang rumit dan “tak kasat mata” menjadikan mahasiswa kurang
termotivasi untuk mempelajari ilmu biokimia. Apalagi FK Unila belum mempunyai buku ajar
biokimia yang ditulis oleh dosen FK Unila sendiri.
Masalah yang dihadapi dalam menyusun buku ajar adalah kurangnya motivasi dan minat
dosen dosen FK Unila dalam menulis buku. Selain minimnya minat dan motivasi dalam menulis,
dosen FK unila juga kesulitan dalam mencari referensi atau kepustakaan yang terbaru, karena FK
Unila belum memiliki fasilitas referensi atau kepustakaan yang up to date. Minimnya jumlah buku
ajar yang ditulis oleh dosen FK Unila tentu saja mempengaruhi atmosfer akademik di FK Unila.
Padahal buku ajar merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam proses
belajar mandiri.

II. Ringkasan Artikel/Hasil Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa FK unila
dan menyusun bahan ajar mata kuliah biokimia dalam meningkatkan kualitas buku ajar yang
dihasilkan.
Adapun tahapan kegiatan yang akan dilakukan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan,
tahap uji coba, tahap evaluasi, dan, tahap penyelesaian laporan. Tahap persiapan adalah tahap awal
yang dilakukan untuk menyusun buku ajar. Tahap pelaksanaan adalah tahap dimana penulis
melaksanakan pengembangan draft buku ajar biokimia. Tahap uji coba diujicobakan kepada
mahasiswa angkatan 2012 yang sedang mengikuti pembalajaran dalam blok BS 1 pada semester
ganjil tahun ajaran 2012-2013. Tahap evaluasi dalam program hibah ini dilakukan dalam dua
tahap. Tahap pertama adalah menilai respon mahasiswa melalui angket yang disebar kepada
mahasiswa serta melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran blok BS 1. Evaluasi tahap
kedua dilakukan dengan melihat hasil ujian akhir blok (UAB) BS 1, rekap nilai selama tutorial, dan,
nilai ujian SOCA. Pada tahap penyelesaian laporan, dilakukan penyusunan laporan hibah sesuai
dengan panduan pelaksanaan hibah pengajaran PHK PKPD 2012.
Untuk melihat apakah ada peningkatan pencapaian tujuan pembelajaran, maka penulis
membandingkan nilai angkatan 2011 yang mengikuti blok BS 1 pada tahun ajaran 2011-2012
Nilai rata-rata UAB mahasiswa angkatan 2012 lebih tinggi 30,6% bila dibandingkan
dengan nilai rata-rata UAB angkatan 2011. Terdapat peningkatan nilai rata-rata tutorial
sebanyak 6,6% pada pelaksanaan Blok BS 1 yang sudah menggunakan buku ajar biokimia
kedokteran. Dan terdapat peningkatan 11,6% nilai rata-rata ujian SOCA pada angkatan 2012
yang sudah menggunakan buku ajar biokimia kedokteran.
Hasil yang diperoleh telah ada peningkatan dalam blok skor BS 1 siswa dari 2012
dibandingkan dengan siswa Stambuk 2011. Kesimpulan yang diperoleh adalah hibah
pengajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran BS 1 Blok di semester ganjil 2012-
2013.

III. Keunggulan Penelitian


A. Kegayutan antar elemen
Penulis mampu menyajikan materi secara sistematis dan strukturalis, dengan
menguraikan materinya dari awal pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi
dalam proses pembelajaran, metode, hasil, pembahasan dan kesimpulan dari hasil yang
diperoleh.
B. Originalitas temuan
Pada jurnal tersebut terlampir data-data yang akurat sehingga keoriginalitas
penelitian bisa dikatakan baik dan mencukupi standar untuk melakukan penelitian
selain itu keoriginalitasan dapat dilihat dari terciptanya suatu karya berupa buku ajar
biokimia untuk mahasiswa kedokteran Universitas Lampung untuk memenuhi
kebutuhan mahasiswa
C. Kemutakhiran masalah
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini cukup mutakhir, karena pentingnya
peran bahan ajar dalam menunjang pembelajaran di Perguruan Tinggi
D. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Penulis mampu menghubungkan setiap kata-kata dalam setiap paragraf tersebut
sehingga menjadi kalimat yang baik dan bagus dan memberikan kesan mudah dipahami
oleh pembaca. Selain itu penulis juga berhasil merangkai dan menyusun pembahasan
secara sistematis dan terstruktur, sehingga dari bagian satu ke bagian yang lain masih
memiliki hubungan yang erat.

IV. Kelemahan Penelitian


A. Kegayutan antar elemen
Kelemahan pada jurnal penelitian ini dalam hal sinkronisasi yaitu kurang adanya
keterkaitan antar unit-unit struktur penulisan jurnal walaupun elemen sudah tersusun
secara sistematis
B. Originalitas temuan
Kelemahan Originalitas dari jurnal ini tidak mengikutsertakan pendapat ahli tentang
masalah pembelajaran biokimia.
C. Kemutakhiran masalah
Masalah dalam peneltian ini sudah muktahir, hanya saja dalam artikel ini lebih
banyak mencantumkan teori berdasarkan pemikiran bukan berdasarkan hasil penelitian
yang sudah ada.
D. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Pada bagian kohesi dan koherensi pada ini jurnal tidak dapat ditemukan
kelemahannya hal ini dikarenakan penulis sudah sangat bagus dalam memaparkan
materi dan tidak ada satupun pembahasan yang menyimpang maupun loncat-loncat
sehingga para pembaca tidak dibingungkan

V. Implikasi Terhadap
A. Teori
Untuk implikasi secara teori pengembangan buku ajar pada mata kuliah biokimia ini
dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran, karena dalam jurnal ini sudah sangat jelas memaparkan secara jelas
langkah langkah yang dilakukan dalam menyusun bahan ajar.
B. Program Pembangunan di Indonesia
Dalam jurnal ini kita dapat mengetahui manfaat bahan ajar dalam proses
pembelajaran yang dapat membantu program pembangunan di Indonesia dan membuat
Indonesia semakin maju karena dapat meningkatkan keterampilan dosen untuk
membuat bahan ajar yang berkualitas dalam pembelajaran sehingga mudah dipahami
oleh mahasiswa nantinya. Dengan demikian semakin banyak mahasiswa yang mengerti
materi biokimia maka akan semakin maju pula pembangunan di Indonesia khususnya
pada bidang kedokteran.
C. Pembahasan dan Analisis
Pembahasan ini adalah tentang meningkatkan kualitas pembelajaran menggunakan
bahan ajar di Fakultas kedokteran di Universitas Lampung.
Berdasarkan analisis hasil-hasil kritikal yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa pada
jurnal penelitian ini terdapat kelebihan dan kekurangan dilihat dari berbagai aspek yaitu
kegayutan antar elemen, originalitas temuan, kemutakhiran masalah dan kohesi dan koherensi
isi penelitian.
VI. Kesimpulan Dan Saran
A. Kesimpulan
Jurnal ini sangat bermanfaat sebagai sumber referensi jika ingin mengembangkan
bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran karena isi dari jurnal ini sudah sangat
jelas, sehingga mudah dipahami dari setiap pembahasan yang ada. Namun, dalam
memaparkan isi materi kurang diperjelas dengan menggunakan hasil penelitian
terdahulu.
B. Saran
Penulis menyarankan agar peneliti mencantumkan penelitian relevan / jurnal yang
mendukung dalam pengembangan buku ajar ini sehingga mendukung kegiatan penelitian
yamg dilakukan

Kepustakaan
Mustofa,S., Evi,K., (2014), The Development of Medical Biochemistry Text Book to
Improve the Quality of Learning of Basic Science 1 (BS1) Block at Medical Faculty
the University of Lampung, JUKE, Vol 4, No 7.
CRITICAL JOURNAL REPORT INTERNASIONAL

Judul : Concept And Benefits Of The Inverted Classroom Method For


A Competency-Based Biochemistry Course In The Pre-Clinical
Stage Of A Human Medicine Course Of Studies (Konsep Dan
Manfaat Metode Inverted Classroom Untuk Mata Kuliah
Biokimia Berbasis Kompetensi Dalam Tahap Pra-Klinis Pada
Program Studi Kedokteran)
Nama Penulis : Susanne J. Kühl, Matthias Toberer, Oliver Keis, Daniel Tolks,
Martin R. Fischer, Michael Kühl
Tahun : 2017
Nama Jurnal : GMS Journal for Medical Education 2017, Vol. 34(3), ISSN
2366-5017

I. Pengantar
Seminar terpadu Biokimia Menurut Undang-Undang Lisensi Medis German adalah
kursus wajib bagi semua mahasiswa kedokteran di tahap pra-klinis studi mereka. Institut
Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Ulm dengan ini bertanggung jawab atas salah
satu dari tujuh bidang studi dengan topik "Pathobiochemistry II: Dari gen ke protein", yang
dilaksanakan pada semester kedua. 16 kelompok yang terdiri dari sekitar 20 siswa masing-
masing diajar setiap semester oleh satu dosen masing-masing. Fase di tempat dengan ini
mencakup dua janji empat jam masing-masing.
Mahasiswa kedokteran sering memiliki masalah dalam mengenali relevansi medis
mata pelajaran sains dasar seperti biokimia pada tahap pra-klinis studi mereka untuk program
sarjana mereka pada umumnya dan juga karya profesional mereka selanjutnya (pengamatan
dan diskusi dengan para dosen lainnya dari tahap pra-klinis). Akibatnya, motivasi untuk
menyesuaikan diri dengan konten pembelajaran seringkali sangat rendah, yang menyebabkan
suasana belajar yang tidak memuaskan dalam kursus. Selain itu, instruksinya seringkali
terbatas hanya pada fakta belajar dan tidak berbasis siswa atau berbasis kompetensi.

II. Ringkasan Hasil Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Menganalisis motivasi dan kepuasan siswa dalam
seminar biokimia melalui penggunaan metode IC berbasis e-learning, 2. Untuk menyelidiki
penerimaan terhadap metode pengajaran IC dalam biokimia, dan 3. Untuk membandingkan
pembelajaran yang berhasil dicapai dengan menggunakan pendekatan IC dengan pendekatan
tradisional. Penelitian ini juga menyelidiki bagaimana kursus biokimia di tahap pra-klinis..
Selanjutnya, penelitian ini memeriksa manfaat metode IC-nya dibandingkan format
pengajaran konvensional.
Peserta dalam penelitian ini terdiri dari kohort mahasiswa kedokteran manusia di
semester dua mereka di semester musim panas 2016 di Universitas Ulm. Kohort terdiri dari
total 341 siswa dibagi menjadi 14 kelompok dengan 299 siswa masuk secara acak ke
kelompok kontrol tradisional dan 2 kelompok dengan 42 siswa ke kelompok intervensi IC.
Dua kelompok intervensi IC dengan total 42 siswa diajar sesuai dengan metode IC berbasis e-
learning. 14 kelompok kontrol lainnya (n = 299) diajarkan sesuai dengan konsep pengajaran
tradisional. Instrument yang digunakan adalah kuiseoner dan lembar evaluasi. Teknik analisis
data yang digunakan adalah Uji pangkat Wilcoxon-Mann-Whitney nonparametrik (uji
pengetahuan, ujian biokimia resmi) dan uji-t untuk sampel acak independen (lembar evaluasi
resmi) digunakan sebagai uji statistik. Uji chi square (lembar evaluasi resmi) digunakan
untuk pertanyaan terkait kebutuhan pengoptimalan (ya / tidak pertanyaan).
Studi yang dilakukan di sini menunjukkan bahwa metode Kelas Inverted sangat
diterima dengan baik di antara siswa pra-klinis dalam seminar biokimia. Satu para meter yang
ternyata kritis dalam evaluasi kualitatif adalah kualitas bahan yang diberikan harus tinggi.
Konsep penting juga dijelaskan secara rinci kepada para siswa. Selama evaluasi kuantitatif,
metode Kelas Inverted jauh lebih baik sehingga metode pengajaran tradisional berkaitan
dengan semua parameter yang tercatat. Kami tidak dapat mengidentifikasi peningkatan
perolehan pengetahuan dengan tes yang digunakan dalam penelitian ini. Ini tentu akan
masuk akal untuk menggunakan instrumen yang lebih baik untuk mengukur keberhasilan,
seperti ujian lisan standar atau tugas pemecahan masalah, untuk tujuan ini di masa depan
sehingga dapat menghubungkan kembali kompetensi komunikatif tambahan yang telah
dipelajari atau pengetahuan bersyarat yang telah disesuaikan. Kesimpulannya, dapat
disimpulkan bahwa metode IC merupakan strategi yang tepat untuk menerapkan orientasi
kompetensi studi medis pada tahap pra-klinis seperti yang dipublikasikan di Masterplan
Medizin 2020.

III. Keunggulan Penelitian


A. Kegayutan antar elemen
Dalam hal kegayutan antar elemen pada jurnal penelitian ini peneliti sudah mampu
menyajikan materi dalam strukturalis dan mengurutkannya dengan sistematis serta dalam
menjelaskan setiap elemen yang ada mulai dari pendahuluan yang menjelaskan permasalahan
hasil belajar mahasiswa kedokteran pada matakuliah biokimia hingga hasil dan pembahasan
dari penggunaan metode Inverted Classroom (IC). Selain itu, setiap elemen masing-masing
terdapat deskripsi yang jelas.
B. Originalitas temuan
Untuk originalitas temuan pada jurnal penelitian ini menurut kami keaslian atau
kemuktahiran dalam penulisan ini cukup original karna kami sendiri belum pernah
membaca jurnal lain yang memiliki kemiripan pasti dengan temuan / jurnal ini. Dan
karena mempunyai sampel yang banyak kemungkinan data tidak asli sangatlah kecil.
C. Kemutakhiran masalah
Masalah yang dikemukakan adalah masalah mutakhir yang terjadi di dalam bidang
pendidikan khususnya pada mata kuliah biokimia pada program studi kedokteran. Pada
penelitian ini masalahnya adalah Mahasiswa kedokteran sering memiliki masalah dalam
mengenali relevansi medis mata pelajaran sains dasar seperti biokimia pada tahap pra-
klinis studi mereka. Akibatnya, motivasi untuk menyesuaikan diri dengan konten
pembelajaran seringkali sangat rendah, yang menyebabkan suasana belajar yang tidak
memuaskan dalam kursus.
D. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Kohesi terdiri dari kohesi gramatikal dan leksikal, secara gramatikal adalah kepaduan
bentuk bagian-bagian wacana yang diwujudkan ke dalam system gramatikal, menurut kami
aspek kohesi gramatikal pada jurnal penelitin ini sudah baik dan terdapat pengacuan
(referensi) didalamnya, sedangkan untuk kohesi leksikal yaitu hubungan antar unsure dalam
wacana secara semantic dan pada jurnal ini hubungan makna dari isi jurnal sudah jelas.

IV. Kelemahan Penelitian


A. Kegayutan antar elemen
Kelemahan pada jurnal penelitian ini kurang adanya keterkaitan antara elemen satu
dengan lainnya walaupun elemen sudah tersusun sistematis tetapi belum terlihat
keterkaitannya
B. Originalitas temuan
Untuk originalitas temuan tidak ditemukannya kelemahan karna di dalam jurnal
penelitian tersebut, peneliti telah mencantumkan data-data akurat yang didapat dari hasil
penelitiannya.
C. Kemutakhiran masalah
Peneliti hanya menjelaskan masalahnya secara umum saja mengenai kesulitan mahasiswa
kedokteran dalam proses pembelajara mata kuliah biokimia, akan lebih baik lagi apabila
peneliti mencantumkan materi ajar apa yang membuat mahasiswa kedokteran kesulitan
dalam belajar biokimia, sehingga masalahnya lebih mutakhir.
D. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Untuk kohesi dan koherensi kami tidak menemukan kelemahan karena peneliti telah
mampu menyajikan penelitian dengan kohesi dan koherensi yang baik, setiap elemen atau
materi yang disajikan tidak keluar dari topic yang dimaksud.

V. Implikasi Terhadap
A. Teori
Untuk implikasi secara teori, penjelasan dan hasil dari jurnal peneltian ini dapat dijadikan
rujukan teoristik untu penelitian selanjutnya. Dan juga metode pembelajaran yang digunakan
yaitu Inverted Classroom dapat dikembangkan untuk membuat teori yang lebih baik dalam
peningkatan dan memotivasi dalam proses pembelajaran
B. Program Pembangunan di Indonesia
Jurnal penelitian ini mempertinggi program pembangunan di Indonesia dalam bidang
pendidikan dengan mencoba menerapkan metode belajar yaitu Inverted Classroom. Dimana
hal tersebut akan sangat berguna dalam membantu pendidik untuk melakukan proses
pembelajaran di kelas. Terlebih metode ini masih belum terlalu banyak digunakan di
Indonesia
C. Pembahasan dan Analisis
Pembahasan ini adalah tentang pembelajaran yang menggunakan metode Inverted
Classroom untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi mahasiswa kedokteran di
Universitas Ulm Jerman.
Berdasarkan analisis hasil-hasil kritikal yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa pada
jurnal penelitian ini terdapat kelebihan dan kekurangan dilihat dari berbagai aspek yaitu
kegayutan antar elemen, originalitas temuan, kemutakhiran masalah dan kohesi dan koherensi
isi penelitian.
VI. Kesimpulan Dan Saran
A. Kesimpulan
Dari jurnal yang kami kritisi dapat disimpulkan bahwa jurnal ini masih terdapat
beberapa kekurangan di beberapa aspek seperti masih kurangnya keterkaitan antara elemen
satu dengan lainnya. Namun, jurnal penelitian ini telah menyajikan teori dengan baik,
sehingga pembaca lebih mudah memahaminya. Dan untuk hasil penelitiannya dapat
disimpulkan bahwa metode Inverted Classroom (IC) merupakan metode yang tepat untuk
menerapkan orientasi kompetensi studi medis pada tahap pra-klinis pada mata kuliah
biokimia dan metode IC sangat diterima dengan baik di antara mahasiswa pra-klinis dalam
seminar biokimia.
B. Saran
Penulis menyarankan agar peneliti lebih memperhatikan keterkaitan antar elemen dan
untuk pembaca agar lebih berusaha memahami jurnal ini sehingga dapat digunakan dalam
penelitian selanjutnya

Kepustakaan
Kühl,S., Toberer, M., dkk (2017), Concept and benefits of the Inverted Classroom
method for acompetency-based biochemistry course in the pre-clinical stage of a
human medicine course of studies Journal for Medical Education, Vol. 34 No
(3).

Common questions

Didukung oleh AI

Recommendations include actively involving biochemistry educators in collaborative textbook development processes, increasing access to current scientific resources, and integrating expert insights and empirical data to fortify educational content. Additionally, encouraging a culture of publishing within faculties through incentives and support structures can help overcome motivational barriers, ultimately leading to improved student learning outcomes .

The original research faced limitations in terms of synchronization among structural elements of the publication; it lacked expert opinions on biochemistry education challenges and relied heavily on theoretical discussion without sufficient empirical evidence from prior studies. This decreased the integration of findings and reduced the depth of the documentation provided for educational improvements .

Lecturers encounter challenges such as low motivation and interest in writing, alongside difficulties accessing up-to-date resources. These hurdles have resulted in a limited number of localized and relevant biochemistry textbooks, negatively impacting students’ capacity for independent study and comprehension of complex biochemical concepts. Consequently, this has led to poorer academic performance and engagement as reflected in examination scores and classroom activities .

Textbook development projects enhance educational quality by fostering improved resource availability and teacher capability, addressing critical gaps in educational materials. This can elevate the standard of medical education nationally, contribute to informed clinical practices, and support the country's overarching educational development goals. Such projects also encourage academic writing and research within faculties, promoting a culture of informed teaching and learning .

The scarcity of up-to-date resources hampers the academic environment by limiting access to the latest scientific findings and pedagogical strategies, thus constraining educators' ability to develop relevant and current teaching materials. This leads to an outdated curriculum that fails to engage students effectively, diminishing their learning experience and motivation, which is evident in poorer performance outcomes and study interest .

The development of medical biochemistry textbooks aimed to address the lack of quality learning materials and improve understanding among students at the Medical Faculty in University of Lampung. This initiative involved creating a textbook specifically tailored for the curriculum, facilitating improved self-directed learning. The improvement was evidenced by substantial increases in examination scores among students using the textbook, indicating enhanced grasp of biochemical concepts and overall learning efficacy, thus boosting educational quality in the basic science block .

The study justifies the effectiveness of competency-oriented approaches by demonstrating that such strategies align with contemporary educational goals, promoting active engagement and practical skills necessary for medical practice. The implementation in biochemistry courses led to higher student motivation and satisfaction, although the approach requires high-quality materials and careful execution to achieve its full potential. Limitations were noted in terms of measurable knowledge gains, suggesting a need for enhanced evaluative tools .

Traditional teaching methods often focus on passive knowledge transmission with limited student participation, leading to lower engagement and understanding. In contrast, the inverted classroom approach emphasizes active learning, fostering deeper engagement through self-directed pre-class preparation and interactive in-class problem-solving. Although immediate knowledge gains using the inverted classroom method were not statistically significant, it significantly boosted motivation, participation, and overall satisfaction compared to traditional methods .

The inverted classroom method enhances competency-based courses by shifting the focus to student-led learning strategies, wherein students engage with course content independently before engaging in interactive sessions. This method fosters deeper comprehension and application of biochemistry concepts as students actively participate in discussions and problem-solving activities. It showed higher acceptance and improved motivation among students compared to traditional methods, although it did not significantly increase immediate knowledge gains in this study .

The textbooks developed for biochemistry at the University of Lampung significantly improved students' academic performance. Specifically, they resulted in a 30.6% increase in average block exam scores, a 6.6% improvement in tutorial performance, and an 11.6% increase in SOCA examination scores for cohorts using the new materials compared to previous groups. These outcomes underscore the textbooks' role in enhancing comprehension and retention .

Anda mungkin juga menyukai