0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan8 halaman

Karakteristik dan Demografi Kabupaten Sidrap

Kabupaten Sidenreng Rappang terletak di Sulawesi Selatan dan memiliki luas 1.883,25 km2. Wilayahnya terdiri dari 11 kecamatan dan 105 desa. Topografi wilayahnya bervariasi antara dataran rendah hingga pegunungan setinggi 1.800 mdpl. Sumber daya airnya berasal dari 38 aliran sungai utama seperti Bilokka, Bila, dan Rappang. Jenis tanah dan batuan utamanya adalah aluvial, regosol, dan

Diunggah oleh

Mamat Saja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan8 halaman

Karakteristik dan Demografi Kabupaten Sidrap

Kabupaten Sidenreng Rappang terletak di Sulawesi Selatan dan memiliki luas 1.883,25 km2. Wilayahnya terdiri dari 11 kecamatan dan 105 desa. Topografi wilayahnya bervariasi antara dataran rendah hingga pegunungan setinggi 1.800 mdpl. Sumber daya airnya berasal dari 38 aliran sungai utama seperti Bilokka, Bila, dan Rappang. Jenis tanah dan batuan utamanya adalah aluvial, regosol, dan

Diunggah oleh

Mamat Saja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KARAKTERISTIK WILAYAH

A. WILAYAH & LETAK GEOGRAFIS

Kabupaten Sidenreng Rappang yang beribukota di Pangkajene

Sidenreng terletak antara 30 43’ sampai 40 09’ Lintang Selatan dan 1190 41’

sampai 1200 10’ Bujur Timur, masing-masing berbatasan dengan Kabupaten

Pinrang dan Kabupaten Enrekang di sebelah utara, Kabupaten Luwu dan

Kabupaten Wajo di sebelah timur, Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng

di sebelah selatan; serta batas sebelah barat adalah masing-masing

Kabupaten Pinrang dan Kota Pare-pare.

Wilayah administrasi Kabupaten Sidenreng Rappang dengan luas

1.883,25 Km2, terbagi dalam 11 kecamatan dan 105 desa/kelurahan.

Adapun Kecamatan Pitu RiasE dan Pitu Riawa merupakan dua

kecamatan terluas dengan luas masing-masing 80.858,31 Ha dan 21.029 Ha

atau dengan kata lai bahwa luas kedua kecamatan tersebut merupakan 54,10

persen dari seluruh wilayah di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Secara geografis Kabupaten Sidrap terletak antara koordinat dengan

batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Pinrang dan Kab. Enrekang

Sebelah Selatan : Kabupaten Luwu dan Kab. Wajo

Sebelah Timur : Kabupaten Barru dan Kab. Soppeng

Sebelah Barat : Kabupaten Pinrang dan Kota Pare-pare

II-1
B. KARAKTERISTIK FISIK KABUPATEN SIDRAP

1. Topografi dan Kemiringan Lereng

Keadaan topografi / kemiringan lereng Kabupaten Sidrap tergolong

bervariasi dimana pada kabupaten ini memiliki daerah dataran, daerah

pegunungan, dan berbukit; dengan ketinggian antara + 5 – 1.800 m diatas

permukaan laut. Adapun daerah berbukit/pegunungan terletak di

Kecamatan Pituriase dengan ketinggian berkisar + 1.800 m di atas

permukaan laut.

2. Hidrologi

Kondisi hidrologi permukaan ditentukan oleh sungai-sungai yang ada.

Adapun jumlah sungai yang mengaliri wilayah Kabupaten Sidrap ini sekitar

38 aliran sungai, dengan jumlah aliran terbesar di Kecamatan Dua PituE,

yakni 8 aliran sungai. Sungai terpanjang tercatat ada 3 sungai yaitu

Sungai Bilokka dengan panjang sungai sebesar 20.000 meter, kedua

adalah sungai Bila dengan panjang sungai 15.100 meter, dan yang ketiga

adalah Sungai Rappang dengan panjang sungai sebesar 15.000 meter, hal

ini menunjukkan bahwa pergerakan air, baik air permukaan maupun air

tanah dipengaruhi oleh ketinggian dan menuju ke tempat yang lebih

rendah dan pergerakan airnya melalui antar butir atau ronga-ronga

Aquifer.

II-2
Tabel II.1 Nama Sungai, Panjang, Lebar dan Kedalaman
Sungai di Kabupaten Sidenreng Rappang
Kecamatan Nama Sungai Panjang (m) Lebar (m) Kedalaman (m)
Panca Lautang - Bilokka 20.000 22 9
- Lokabatu 2.000 6 3
- Pape 2.000 2 3
- Cakkarella 1.500 2 2
- Bengkulu 5.000 6 2,5
- Sessanriu 3.250 13 2,5
Tellu LimpoE - La Toling 5.000 5 2
- Pamantingan 7.000 7 2,5
- Watang 6.000 3 1,5
Lowa
Watang Pulu - Bangkae 5.000 10 8
- Cakkalaloe 5.000 10 5
- Alekarajae 11.000 8 3
- Lompengan 5.000 8 2,5
- Datae 3.000 6 2,5
- Pabbaressen 4.000 5 2,5
g 3.000 4 2,5
- Polojiwa 3.000 3 3
- Batu Pute
Baranti - Rappang 15.000 30 5
Panca Rijang - Rappang 10.000 25 8
- Poka 2.500 5 7
- Tellang 2.550 5 7
- Taccipi 4.500 6 5
Kulo - Pangkiri 4.200 10 8
- Kulo 7.500 7 5
- Anrellie 2.000 7 6
- Anyuara 4.200 8 5
- Cinra Angin 7.500 8 5

MaritengngaE - Takkalasi 5.000 8 3


Dua PituE - Bila 15.100 70 4
- Baramasih 11.750 50 5
- Betao 10.085 50 3
- Tanrutedong 4.250 100 5
- Kalempang 6.375 80 4
- Lancirang 8.150 10 3
- Samallangi 2.500 8 2
- Loka 10.250 25 3
Pitu Riawa - Anabannae 5.000 7 3
- Banjara 2.500 6 2,5
Sumber : Sidrap dalam Angka,2006

II-3
3. Geologi dan Jenis Tanah

Kondisi Geologi lebih banyak dipengaruhi oleh formasi bebatuan terdiri

dari jenis bebatuan soprin coklat kemerah-merahan, soprin nabalan abu-

abu, batu gamping dan batu pasir kwarsit serta gradorir, diorir dan

lainnya. Sementara untuk jenis tanah yang ada di wilayah Kabupaten

Sidrap secara umum merupakan bentukan dari tana alluvial kelabu,

regosol, mediteran, dan kompleks padsolit.

4. Kondisi Iklim dan Curah Hujan

Seperti halnya dengan daerah lain di Indonesia, di Kabupaten Sidrap

dikenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Biasanya musim

kemarau dimulai pada bulan Juni hingga September, sedangkan musim

hujan dimulai pada bulan Desember hingga Februari.

Curah hujan disuatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim,

keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu

jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak suatu wilayah.

Curah hujan tertinggi yang dipantau oleh beberapa stasiun/pos

pengamatan terjadi pada bulan Desember yang mencapai rata-rata 96,8

mm, sedangkan curah hujan terendah pada bulan September dan bulan

Juni.

II-4
5. Pertanian

Selain padi sebagai komoditas tanaman pangan andalan, tanaman pangan

lainnya yang dihasilkan di Kabupaten Sidrap adalah jagung, ubi kayu, ubi

jalar dan kacang-kacangan.

Produksi tanaman padi di Kabupaten Sidrap pada tahun 2005 sebesar

451.273,32 ton yang dipanen dari areal seluas 67.327,58 Ha atau rata-

rata 67,03 kuintal per hektar. Bila dibandingkan dengan keadaan produksi

padi pada tahun 2004 mengalami peningkatan yaitu 439,836,25 ton

dengan areal seluas 65.204,52 ku/Ha atau rata-rata menghasilkan 67,45

ton per hektar.

Produksi tanaman jagung pada tahun 2004 sebesar 4.167,70 to dengan

luas areal 1.174 Ha atau rata-rata 35,50 ku/ha. Jika dibandingkan dengan

keadaan tahun 2005, produktivitas tanaman ini mengalami kenaikan yang

mana besarnya produksi jagung adalah 12.792,93 ton dengan luas areal

sebesar 3.542 Ha atau dengan kata lain rata-rata menghasilkan 36,12

ku/ha.

6. Perkebunan

Salahsatu jenis dari tanaman perkebunan rakyat yang cukup dominan

didaerah ini adalah Kelapa, dengan total produksi pada tahun 2005

sebesar 754,476 ton dengan luas areal 4.609 ha, dibandingkan dengan

keadaan pada tahun 2004, produksi tanaman ini mengalami penurunan

II-5
yang pada tahun tersebut berjumlah 4.981 ton, dengan luas areal sebesar

5.230 ha.

7. Kehutanan

Menurut fungsinya, hutan yang terdapat pada wilayah Kabupaten Sidrap

hanya dibagi menjadi 2 jenis hutan yaitu Hutan Lindung, dan Hutan

Produksi Tetap. Luas hutan di Kabupaten Sidrap pada tahun 2004/2005

sekitar 60.724,57 ha yang terdiri dari 76.009 ha Hutan Lindung, dan

1.632,94 ha Hutan Produksi Tetap.

Sedangkan produksi kayu hutan Non HPH menurut jenis kayu pada tahun

2005 terdiri dari rotan campuran, kayu rimba, kayu jati dan sebagainya.

Secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel II.2 Banyaknya Produksi Hasil Hutan


di Kab. Sidrap Tahun 2005
Jenis Hasil Hutan Produksi Hasil Hutan (Kg)
Rotan Campuran -
Rotan Tohiti 3,5
Rotan Lambang / Batang 844,5
Rotan Pengikat -
Kayu Rimba Campuran 1.999.138,1
Kayu Jati 586.856
Kayu Indah / Mewah 29.596,7
Kayu Lain-lain 2
Sumber : Sidrap dalam Angka,2006

C. KEPENDUDUKAN

II-6
Dilihat dari jumlah penduduknya, Kabupaten Sidrap termasuk kabupaten yang

memiliki penduduk yang yang relatif besar bila dibandingkan dengan

beberapa kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penduduk Kabupaten Sidrap berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun

2005 berjumlah 252.879 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan, yang terdiri

dari 122,792 orang yang berjenis kelamin laki-laki dan 130.387 orang yang

berjenis kelamin perempuan, dengan jumlah penduduk terbesar yakni 40.830

jiwa mendiami Kecamatan MaritengngaE.

Secara keseluruhan jumlah penduduk yang berjenis kelamin perempuan lebih

banyak dari penduduk yang berjenis kelamin laki-laki. Hal ini tercermin dari

angka rasio jenis kelamin yang lebih kecil atau sama dengan 100.

Adapun kepadatan penduduk per desa sebesar 2.408 orang, dimana

kepadatan penduduk sebesar 134 orang/km, rata-rata anggota rumah tangga

(ART) sebanyak 4 orang tiap keluarga.

D. KONDISI PELAYANAN AIR BERSIH

Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk Kabupaten

Sidrap, maka semakin meningkat pula kebutuhan akan penyediaan sarana dan

prasarana dasar perkotaan dan salah satu dari sarana dan prasarana dasar

tersebut adalah sarana air bersih.

Penyediaan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Sidrap

dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sidrap berdasarkan

II-7
Peraturan Daerah Nomor : 11 Tahun 1990 tentang Pendirian Perusahaan

Daerah Air Minum Kabupaten Sidenreng Rappang.

Fasilitas yang dimiliki saat ini masih sangat terbatas dan relatif sudah

berusia tua, sehingga usaha untuk mengembangkan pelayanan air bersih

khususnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas belum maksimal.

Jenis air baku yang digunkan untuk penyediaan air bersih sistem

perpipaan di Kabupaten Sidrap saat ini menggunakan 2 sumber yaitu sumur

dalam (air tanah dalam) dan mata air (air permukaan). Sistem pengaliran yang

berasal dari tanah dalam (deep well) menggunakan sistem pompanisasi.

Jumlah kapasitas air yang didistribusi pada tahun 2005 sebesar

101.762 m3/tahun dengan operasi rata-rata per hari 17 – 24 jam dengan

jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 24.950 jiwa dengan jumlah

pelanggan sebanyak 4.339 unit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel

berikut :

Tabel II.3 Jumlah Pelanggan dan Operasi Rata-rata Unit Produksi PDAM
Kabupaten Sidrap Tahun 2005
Uraian
Juml. Penduduk Jumlah Operasi
No. Daerah Pelayanan
Terlayani Pelanggan Rata-rata
(Jiwa) (Unit) (Jam)
1 Kota Pangkajene 11.700 2.102 17
2 IKK Rappang 5.690 970 17
3 IKK Tanru Tedong 6.615 1.078 24
4 Unit Buae 945 189 24
Jumlah 24.950 4.339 -

II-8

Anda mungkin juga menyukai