100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan19 halaman

SOP Klinik Pratama Nurul Anam

[Ringkasan] Dokumen tersebut berisi tentang beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) keperawatan di Klinik Pratama Nurul Anam, antara lain menerima pasien rawat jalan, mengobati luka tusuk paku, pemberian oksigen, pemasangan kateter, dan pemasangan infus.

Diunggah oleh

Kholisna Shofia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan19 halaman

SOP Klinik Pratama Nurul Anam

[Ringkasan] Dokumen tersebut berisi tentang beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) keperawatan di Klinik Pratama Nurul Anam, antara lain menerima pasien rawat jalan, mengobati luka tusuk paku, pemberian oksigen, pemasangan kateter, dan pemasangan infus.

Diunggah oleh

Kholisna Shofia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DOKUMEN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


KLINIK PRATAMA NURUL ANAM

JL. RAYA KRANJI – SIDODADI NO. 2 A KEDUNGWUNI TIMUR PEKALONGAN


51173 TELP. (0285) 785 961
JAWA TENGAH
PASIEN RAWAT JALAN
SOP Prosedur menerima pasien rawat jalan
Pengertian Menerima pasien rawat jalan
Agar pemeriksaan pasien rawat jalan terkoordinir dan dapat dilayani
Tujuan
dengan segera
Petugas pendaftaran, perawat, bidan, dokter yang terampil serta peralatan
Kebijakan
yang lengkap (alat tulis, kartu RM kosong, alat medis TTV)
Instruktur kerja :
1. Pasien diterima di ruang pendaftaran
2. Menerima pasien rawat jalan dengan menanyakan keperluannya,
bila kasus kegawatdaruratan pasien dimasukan keruang
tindakan/UGD
3. Pasien dianjurkan mendaftarkan diri sebagai pasien rawat jalan
bila belum pernah periksa di klinik
4. Bila pasien sudah pernah periksa sebelumnya, ditanyakan alamat
terlebih dahulu kemudian nama pasien
5. Bila pasien anak, ukur tinggi badan, berat badan dan TTV sesuai
keluhan pasien
6. Pasien diantarkan ke ruang periksa, petugas menyerakan pasien
ke dokter
7. Petugas selalu siaga dengan kebutuhan pasien selama dilakukan
pemeriksaan oleh dokter ( bila pasien membutuhkan cek
GDS/HB/Asam Urat atau injeksi sesuai instruktur dokter )
8. Petugas penerima RM dari dokter untuk menyiapkan obat sesuai
Prosedur dengan saran dokter yang tertulis
9. Petugas mempersilahkan pasien untuk duduk dan menunggu
petugas menyiapkan obat
10. Petugas menulis dengan jelas tanggal, nama pasien, aturan pakai
pada bungkus obat yang tersedia
11. Setelah selesai menyiapkan obat, petugas memanggil nama
pasien dengan benar dan memberitahu cara pemakaian obat dan
aturan pakai dengan benar dan jelas
12. Petugas memberikan informasi jumlah biaya yang harus dibayar
bila ada penambahan obat yang mahal, dan pemakaian salep dan
obat tetes, petugas harus memberitahukan biaya tambahannya
13. Petugas mengucapkan terima kasih kepada pasien
Dokumen terkait :
1. Rekam medik pasien ( baru/lama )
2. Lembar resep bila ada
Indikator kinerja :
1. Pasien terlayani dengan cepat dan tertata
2. Pasien tidak mengalami kebingungan
3. Pasien merasa puas dengan pelayanan petugas
Unit terkait Rawat jalan, UGD
MENGOBATI LUKA TUSUK PAKU
SOP Mengobati luka tusuk paku
Tata caa mengobati luka tusuk paku dengan membei rasa aman,
Pengertian
mencegah komplikasi dan infeksi nosokomial
Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pengobatan luka tusuk paku
Kebijakan Perawat yang terampil dan alat-alat yang lengkap
Persiapan alat :
Steril
1. Pinset anatomis
2. Pinset cicurge
3. Gunting
4. Bengkok
5. Kom kecil
6. Kassa
7. Kapas
8. Sarung tangan
9. Spuit
10. Nacl
11. Mess
Non steril
1. Baki
2. Gunting balutan
3. Plester
Prosedur 4. Verban
5. Obat desinfektan dalam tempatnya
6. Tempat sampah
7. Lidokain injeksi sebagai anastesi
Pelaksanaan :
1. Memberitahu keluarga dan pasien
2. Cuci tangan
3. Atur posisi pasien
4. Memakai sarung tangan
5. Membersihkan luka pasien
6. Mendesinfektan luka dan sekitarnya dengan Nacl
7. Memberikan lidocain atau diclor etil
8. Membuat luka tusuk paku pada luka/cros incisi
9. Dikeluarkan darahnya dan dibersihkan dengan bethadine
10. Tutup luka dengan kassa steril
11. Mencatat kegiatan dan hasil observasi
12. Klien dirapihkan
13. Alat dibereskan dan dibersihkan
14. Cuci tangan
Unit terkait Ruang observasi dan atau Rawat jalan.
PEMBERIAN OKSIGEN
SOP Tindakan memberikan oksigen
Pengertian Memberikan oksigen pada pasien dari tabung oksigenasi
Tujuan Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada pasien
Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter
Persiapan alat :
1. Tabung O2 lengkap dengan monometer
2. Mengukur airan flowmeter
3. Botol pelembab berisi air steril/aquadest
4. Selang O2
5. Plester
6. Kapas alkohol
Pelaksanaa :
1. Atur posisi pasien semifoler
2. Slang dihubungkan
3. Sebelum memasang slang pada hidung, slang diersihkan dulu
dengan kapas alkohol
4. Flowmeter dibuka, dicoba pada punggung tangan lalu tutup
Prosedur kembali
5. Memasang kanul hidung, lakukan fiksasi (plester)
6. Membuka flowmeter kembali dengan ukuran sesuai instruksi
dokter
Hal yang perlu diperhatikan :
1. Apakah jumlah yang masuk ( cc/mnt ) sudah sesuai dengan
instruktur? Lihat angka pada monometer
2. Apakah ujung kateter oksigen sudah sudah masuk maksimal ke
lubang hidung? Bila ujung kateter belum masuk maksimal,
perbaiki posisi kateter
3. Bila memakai oksigen, tetap/masih sianosis lapor pada dokter
4. Memberitahukan kepada keluarga pasien untuk melapor kepada
petugas bila tabung oksigen/air steril habis

Unit terkait Puskesmas, Rawat Inap atau Ruma sakit


PEMASANGAN KATETER
SOP Tindakan pemasangan kateter
Tatacara melakukan pemasangan kateter untuk mengeluarkan air
Pengertian
kencing
Sebagai acuan pelaksanaan pemasangan kateter untuk mengeluarkan air
Tujuan
kencing
Kebijakan Perawat yang terampil dan tersedianya alat-alat yang lengkap
Persiapan alat :
1. Slang kateter
2. Jelly
3. Sarung tangan
4. Aquadest dalam kom
5. Spuit 5 cc
6. Plester
7. Gunting
8. Kassa dalam tempatnya
9. Bethadine
10. Urin bag
11. Stik pan/urinal
12. Pinset
13. Bengkok
14. Perlak
Penatalaksanaan :
1. Memberikan informedconsern pada pasien dan keluarga
2. Mendekatkan peralatan pasien
3. Memasang perlak dan petugas mencuci tangan
Prosedur 4. Memakai sarung tangan
5. Mengatur posisi pasien
Pada lai-laki
6. Mengolesi selang kateter dengan jelly
7. Tangan kiri dengan kassa memegang penis sampai tegak 60o
8. Tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara
perlahan sampai urine keluar
Pada wanita
9. Jari tangan kiri dengan kassa membuka labia
10. Tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara
perlahan sampai urine keluar
11. Bila urine telah keluar, hubungkan pangkal kateter dengan urine
bag
12. Kunci kateter dengan larutan aqua / NS ( 20-30 cc )
13. Mengobservasi respon pasien
14. Menggantung urine bag disisi tempat tidur pasien
15. Memfiksasi kateter dengan plester pada paha bagian atas
16. Klien dirapihkan
17. Alat-alat dirapihkan dan dibersihkan
18. Cuci tangan
19. Dokumentasi respon pasien pada catatan keperawatan
Unit terkait Ruang observasi, puskesmas rawat inap atau rumah sakit
PEMASANGAN INFUS
SOP Tindakan pemasangan infus
Tindakan pemasangan infus merupakan tindakan keperawatan yang
Pengertian dilakukan pada pasien dengan cara memasukkan cairan melalui intra
vena dengan bantuan perangkat infus
Untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrik serta sebagai tindakan
Tujuan
pengobatan dan pemberian makanan
Kebijakan Dibawah tanggung jawab dokter, bida, dan perawat yang terampil
Peralatan :
1. Infus set
2. Sesuai kebutuhan
3. Torniquest
4. Safety box
5. Kapas alkohol
6. Standar infus
7. Plester
8. Cairan antiseptik (bethadine)
9. Kassa steril
10. Sarung tangan
11. Cairan yang dibutuhkan
Prosedur kerja :
1. Baca formulir dokter dan minta formulir persetujuan tindakan
medis (untuk perawat) diruang tindakan dan pelayanan 24 jam
2. Jelaskan pada pasien atau keluarganya tentang tindakan yang
akan dilakukan
3. Isi form persetujuan tindakan medik dan pasien diminta untuk
menandatanganinya
4. Siapkan alat dan bahan
5. Cuci tangan
6. Pakai sarung tangan
7. Tentukan daerah vena akan digunakan
8. Bersihkan vena dari bulu-bulu bila ada
Prosedur 9. Pasang torniquet
10. Desinfeksi pada daerah penusukan
11. Tusukkan jarum abocath dengan posisi 450 lubang jarum
menghadap keatas dan setelah tampak darah pada pangkal
abocath masukkan kanule perlahan-lahan dan secara bersamaan
jarum dikeluarkan dengan cara mendorongnya sambil tangan
yang lain menahan kanule tepat ditempatnya
12. Lepas torniquet
13. Hubungkan kanule infus dengan infus set dan fiksasi kanule
abocath dengan membalut kain kassa steril
14. Sesuaikan kecepatan aliran pemberian cairan (tetesan cairan)
sesuai instruksi dokter
15. Buang jarum abocath ke dalam safety box
16. Rapihkan alat
17. Lepaskan sarung tangan dan buang dalam sampah medis
18. Cuci tangan petugas
19. Catat pada buku status dan buku register
Indikator kerja :
1. Tida terjadi infeksi nosokomial
2. Aliran cairan infus sesuai dengan indikasi
3. Rehidrasi tercapai
Dokumen terkait :
1. Buku atau kartu status pasien
2. Buku register unit pelayanan umum
3. Lembaran resep
4. Formulir persetujuan tindakan mesid
Unit terkait Ruang observasi, puskesmas rawat inap dan ruma sakit
PERTOLONGAN PADA LUKA BARU
SOP Penatalaksanaan pertolongan pada luka baru
Memberikan tindakan pertolongan pada luka baru dengan cepat dan
Pengertian
tepat
Tujuan Agar luka tida terjadi infeksi lanjut
Seluruh perawat diijinkan melakukan penjaitan dan perawatan luka,
Kebijakan
tetapi tidak pada luka putus tendon
Persiapan alat :
 Steril
1. Bak instrumen berisi :
- Spuit irigasi 50 cc
- Soft koteker/tobe feeding
- Pinset anatomis
- Pinset cirurge
- Gunting jaringan
- Arteri klem
- Knop sonde
- Container untuk cairan irigasi
2. Korentang dengan tempatnya
3. Kassa dan depper dalam tromol
4. Sarung tangan steril
5. Bengkok/neerbeken
6. Kom kecil/sedang
7. Pembalut sesuai kebutuhan
- Kassa
Prosedur - Kassa gulung
8. Tropica trapi
- Betadin sol
- Sutratol
9. Cairan pencuci lukan dan desinfektan
- Cairan NS/RL hangat sesuai suhu tubuh 340C-370C
- Alkohol 70%
 Non steril
1. Schort/gown
2. Perla dan alas perlak/ underpad
3. Sarung tangan steril
4. Sketsel/tirai
5. Gunting verban
6. Neerbeken/bengkok
7. Plester/hipafix micropone
8. Tas plastik kotoran/tempat sampah
9. Alat tulis
10. Form informedconsern
11. Form UGD
Unit terkait Rawat jalan, observasi
NEBULAIZER
SOP Penatalaksanaan nebulaizer
Nebulaizer adala suatu tindakan yang bertujuan untuk melancarkan
Pengertian
dahak dan melonggarkan nafas
Tujuan Sebagai acuan tindakan nebulaizer
Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter dengan peralatan
Kebijakan
nebulaizer standar
Persiapan alat :
1. Tabung O2
2. Obat untuk bronchodilator antara lain : ventolin, dexamethasone
3. Masker O2
4. Nabulaizer
Persiapan pasien :
1. Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan
dilakukan
2. Pasien diatur sesuai kebutuhan
Prosedur Pelaksanaan :
1. Informedconcent
2. Mencuci tangan
3. Mengisi obat yang dibutuhkan pada nebulaizer
4. Mengisi humaidifier dengan aquabides
5. Memasang masker pada pasien
6. Nabulizer dinyalakan
7. Observasi pasien
8. Selesai dilaukan tindakan pasien dirapihkan
9. Alat-alat dibereskan dan dicuci kemudian dikembalikan
10. Cuci tangan setelah tindakan
Unit terkait Puskesmas rawat inap atau rumah sakit
OBSERVASI PASIEN GAWAT
SOP Observasi pasien dalam keadaan gawat darurat
Pengertian Memantau keadaan pasien gawat
Sebagai acuan pemantauan/observasi penderita gawat aga selamat
Tujuan
jiwanya
Kebijakan
Pelayanan yang cepat dan tepat akan menyelamatkan jiwa seseorang
1. Penderita gawat harus diobservasi
2. Observasi dilakukan setiap 5-15 menit sesuai tingkat
kegawatannya
3. Observasi dilaukan oleh paramedis perawat, bila perlu dokter
4. Hal-hal yang perlu diobservasi
a. Keadaan umum penderita
b. Kesadaran penderita
c. Kelancaran jalan nafas (air way)
d. Kelancaran pemberian O2
e. Tanda-tanda vital :
- Tensi
Prosedur - Nadi
- Respirasi/pernafasan
- Suhu
5. Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita
semakin tidak baik, maka paramedis perawat harus lapor kepada
dokter yang sedang bertugas (diluar jam kerja oncall)
6. Apabila kasus penyakitnya diluar kemampuan dokter UGD mka
perlu dirujuk
7. Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan
penderita pulang atau rawat inap
8. Perkembangan pasien selama observasi dicatat dikartu status
penderita/lembar observasi
9. Setela observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat
jalan/observasi/rujuk
Unit terkait Puskesma rawat inap atau rumah sakit
INJEKSI INTRAMUSCULAR
SOP Melakukan suntikan intramuscular
Pengertian Injeksi intramuscular adalah suntikan ke dalam otot
Tujuan Sebagai acuan tindakan suntikan ke dalam otot
Kebijakan Dibawah tanggungjawab dan pengawasan dokter
Atas indikasi :
1. Pasien yang memerlukan suntikan intramuscular
2. Atas perintah dokter
Persiapan :
1. Spuit disposible
2. Kapas alkohol
3. Bengkok
4. Aquabides steril
5. Gergaji ampul
6. Tempat sampah
7. Obat yang dibutuhkan
8. Bak instrumen
Pelaksanaan :
1. Informedconcent
Prosedur 2. Baca daftar obat, larutkan obat yang dibutuhkan, isi spuit sesuai
yang dibutuhkan
3. Cocokkan nama obat dengan nama pasien
4. Baca sekali lagi sebelum menyuntikkan kepada pasien
5. Atur posisi dan tentukan tempat yang akan disuntik
6. Desinfeksi lokasi yang akan disuntik
7. Jarum disuntikkan pada daerah yang akan disuntik dengan arah
900
8. Penghisap ditarik sedikit, bila ada darah obat jangan dimasukkan
9. Obat dimasukkan perlahan-lahan
10. Setelah obat masuk seluruhnya jarum ditarik dengan cepat
11. Kulit ditekan dengan kapas alkohol sambil melakukan masase
12. Pasien dirapihkan
Perhatikan :
Penyuntikan harus tepat dan betul, bila salah dapat mengenai saraf

Unit terkait Rawat jalan, UGD


INJEKSI SUBCUTAN
SOP Melakukan suntikan subcutan
Memasukkan obat ke dalam jaringan kulit dengan memakai jarum
Pengertian suntik untuk mendapatkan reaksi setempat dan memberikan kekebala,
misal imunisasi BCG
Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan tindakan suntikan intracutan
Pelaksanaan dilakukan oleh petugas yang terampil dan penyuntikan
Kebijakan
dilakukan dengan menggunakan spuit sekali pakai
Persiapan alat :
1. Bak semprit
2. Spuit steril 1 cc
3. Obat suntikan
4. Kapas desinfektan
5. Bengkok
6. Alat tulis/buku suntikan
Prosedur :
1. Memberitahukan/menjelaskan tindakan pada pasien/keluaga
pasien
2. Mencuci tangan
Prosedur 3. Membawa alat pada pasien
4. Menyiapkan lingkungan
5. Mengatur posisi pasien
6. Menentukan dan menghapus hamakan/desinfeksi lokasi suntikan
7. Menusukkan jarum suntik dengan sudut 150-200
8. Memasukkan obat perlahan-lahan sampai terjadi gelembung
dalam kulit kemudian jarum dicabut
9. Merapikan pasien dan alat
10. Mendokumentasikan hasil tindakan
Hal-ha yang diperlukan :
1. Daerah suntikan jangan dimasage
2. Jenis obat yang diberikan disesuaikan dengan reaksi suntikan

Unit terkait Rawat jalan, UGD


LUKA BAKAR
SOP Melakukan penanganan luka bakar
Luka bakar atau luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh
dengan benda-benda yang menghasilkan panas (misal : aoi, air panas,
listrik) atau zat-zat yang bersifat membakar (misal : asam kuat dan basa
kuat)
Pengertian
Penanganan luka bakar yaitu mencegah masuknya kuman-kuman dan
kotoran kedalam luka, mencegah sekresi yang berlebih, mengurangi
rasa sakit, mengistirahatkan tubuh yang luka atau sakit, dan merawat
semua derajat luka bakar sesuai yang dibutuhkan
Tujuan Sebagai acuan dalam mengobati luka bakar
Kebijakan Perawat yang terampil dan alat-alat yang lengkap
Persiapan alat steril :
1. Pinset anatomi
2. Pinset cirurgi
3. Gunting
4. Bengkok
5. Kom
6. Kapas
7. Kassa
8. Sarung tangan
9. Spuit
10. NaCl
Persiapan alat non steril :
1. Bak/troli
2. Gunting balutan
3. Plester
4. Verban
5. SSD (Silver Sulfa Diacin)
6. Tempat sampah
Pelaksanaan :
1. Informedconcent
2. Mencuci tangan
3. Memakai sarung tangan
4. Mengatur posisi pasien
5. Membersihkan luka bakar
6. Mendesinfeksi luka dan sekitarnya dengan NaCl

Unit terkait Rawat jalan, UGD dan rujuk puskesmas rawat inap atau rumah sakit
DIARE AKUT
SOP Penanganan diare akut
Kriteria diagnosis :
Pengertian
Mencret, ubun-ubun cekung, mulut/bibir kering, tugor menurun, nadi
cepat, nadi cekung, nafas cepat dan dalam, oliguri
Tujuan Sebagai acuan tentang penatalaksanaan diare akut
Kebijakan Dibawah tanggung jawab dokter
1. Diagnosis difensial
Mencret psikologi (shigella, v. Cholera, salmonella, e. Choli,
raota virus, complino bacter)
2. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan rutin tinja
3. Perawatan
Rawat inap, bila terjadi dehidrasi berat/sedang
4. Terapi
Rehidrasi oral/prentera, antibiotik atas indikasi, diit
5. Penyulit
Asidosis, hipokalemi, renjatan, hipernatremi, kejang
6. Informedconcent (tertulis)
Diperlukan pada tindakan invasif
7. Lama perawatan
Tiga sampai lima hari
8. Masa pemulihan
Dua sampai tiga minggu
9. Out put
Sembuh total
10. Terapi
a. Dehidrasi ringan : (BB sampai dengan 5%)
- Oralit
- Diit sesuai dengan umur
- Pengenceran susu 1 takar = 40-50 cc (susu rendah
laktosa/bebesa latosa)
- Antibiotik atas indikasi
b. Dehidrasi sedang : (BB sampai dengan 10%)
Infus RL
c. Dehidrasi berat : (BB sampai dengan 5%)
- Infus RL 1-2 jam I 20cc/kgBB
- Selanjutnya sesuai jumlah cc/24jam

Unit terkait Puskesmas rawat inap atau rumah sakit


DEMAM THYPHOID
SOP Penanganan demam thypoid
Demam thypoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan
Pengertian
oleh infeksi kuman salmonela typhi
- Demam tinggi lebih dari 7 hari disertai sakit kepala
- Kesadaran menurun
Tujuan
- Lida kotor, hepatosplenomegali, dsb
- Bradikardia relative

Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter


Diagnosis diferensial
- Infeksi karena virus
- Malaria
- Broncho pneumonia
Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan lab
- Hb, leukosit, diff, trombosit, Ht
- Urine lengkap
- Widal
Terapi
- Tirah baring, diet luna, chloramphenicol 2 gr/hari atau
cotrimoksazole 2 x 2 tablet diberikan sampai 7 hari bebas nafas
atau quinolon
- Pemberian cairan infus RL atau D5%
Penyulit
- Toksis
- Perforasi usus mengakibatkan peritonitis
- Pendarahan dari usus
Lama perawatan :
Umumnya sampai 7 hari bebas panas

Unit terkait Rujuk puskesmas rawat inap atau rumah sakit


TRIASE
SOP Penanganan triase
Pengertian Memilah dan menentukan derajat kegawatan penderita
Tujuan Sebagai acuan menentukan prioritas dan pelayanan medik penderita
Mendahulukan penderita yang lebih gawat bukan yang datang terlebih
Kebijakan
dahulu
1. Penderita datang diterima petugas/paramedis UGD
2. Informedconcent (penandatanganan persetujuan tindakan) oleh
keluarga pasien
3. Di ruang triase dilakukan anamnesa dan pemeriksaan singkat
dan cepat (selintas) untuk menentukan derajat kegawatannya
oleh paramedis yang terlatih/dokter
4. Penderita dibedakan menurut kegawatannya dengan memberi
kode huruf :
a. P III adalah penderita tidak gawat dan tidak darurat,
misalnya penderita common cold, penderita rawat jalan,
abses, luka robek, dll
b. P II adalah penderita yang kegawatdaruratannya tidak
urgent, misanya penderita thyphoid, hipertensi, DM, dll
c. P I adalah penderita gawat darurat (pasien dengan kondisi
mengancam), misanya penderita stroke trombosis, luka
bakar, appendic acuta, KLL,CVA, MIA, asma broncial, dll
5. Penderita mendapatkan prioritas pelayanan dengan atuan warna
P I – P II – P III
Unit terkait Rujuk puskesmas rawat inap atau rumah sakit

Anda mungkin juga menyukai