0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Pengukuran Kinerja Sektor Publik Efektif

Dokumen tersebut membahas mengenai pengukuran kinerja sektor publik, termasuk pentingnya pengukuran kinerja, penggunaan indikator kinerja dan variabel kunci, serta pendekatan balanced scorecard dan pengukuran value for money untuk menilai kinerja sektor publik secara komprehensif melalui aspek finansial dan nonfinansial.

Diunggah oleh

ara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Pengukuran Kinerja Sektor Publik Efektif

Dokumen tersebut membahas mengenai pengukuran kinerja sektor publik, termasuk pentingnya pengukuran kinerja, penggunaan indikator kinerja dan variabel kunci, serta pendekatan balanced scorecard dan pengukuran value for money untuk menilai kinerja sektor publik secara komprehensif melalui aspek finansial dan nonfinansial.

Diunggah oleh

ara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK

Disusun oleh:

Siti Ulfah Apsari Rahmah


12030117420072

MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2018
Soal

1. Mengapa perlu ada pengukuran kinerja pada sektor publik?

2. Mengapa pengukuran kinerja sektor publik di anggap penting?

3. Mengapa perlu adanya variabel kunci (key success factor)?

4. Mengapa dalam pengukuran kinerja sektor publik perlu indikator kinerja?

5. Mengapa indikator kinerja memiliki peranan yang penting bagi sektor publik? Apa itu

pengukuran value for money?

6. Mengapa value for money menjadi inti dalam kinerja sektor publik?

7. Mengapa output dalam kinerja sektor publik bersifat multidimensional?

8. Mengapa balanced scorecard dianggap paling cocok dalam pengukuran kinerja sektor

publik? Apa saja manfaat pengukuran kinerja sektor publik?

9. Mengapa pengembangan indikator kinerja berbeda-beda?

10. Mengapa outcome dalam pengukuran kinerja pada sektor publik cenderung besar?

Jawab:

1. Karena pengukuran kinerja dalam sektor publik dapat membantu memperbaiki kinerja pemerintah

agar dapat lebih berfokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja yang pada akhirnya akan

meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi sektor publik dalam memberikan layanan

kepada masyarakat. Ukuran kinerja sektor publik digunakan untuk pengalokasian sumber daya

dan pembuatan keputusan. Untuk mewujudkan tanggung jawab publik dan memperbaiki

komunikasi kelembagaan. Selain itu, pihak legislatif menggunakan ukuran kinerja ini untuk

menentukan kelayakan biaya pelayanan (cost of service) yang dibebankan kepada masyarakat

pengguna jasa publik karena mereka tidak mau selalu ditarik pungutan tanpa adanya peningkatan

kualitas dan kuantitas dari pelayanan yang diterima tersebut.


2. Pengukuran kinerja merupakan alat manajemen untuk meningkatkan kualitas pengambilan

keputusan dan akuntabilitas. Dengan dilakukannya pengukuran kinerja maka kita bisa

memastikan apakah pengambilan keputusan dilakukan secara tepat dan objektif. Selain itu kita

juga bisa memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan membandingkannya dengan

rencana kerja serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja periode berikutnya. Kinerja

instansi pemerintah harus diukur dari aspek-aspek yang komprehensif baik finansial maupun non

finansial. Berbagai aspek yang harus diukur adalah:

 Kelompok masukan (input)

 Kelompok proses (process)

 Kelompok keluaran (output)

 Kelompok hasil (outcome)

 Kelompok manfaat (benefit)

 Kelompok dampak (impact).

Selain itu pengukuran kinerja harus mencakup kebijakan, perencanaan dan penganggaran,

kualitas, kehematan, keadilan, dan juga pertanggungjawaban.

3. Variabel kunci atau key success factor merupakan variabel yang mengindikasikan faktor-faktor

yang menjadi sebab keberhasilan utama organisasi. Jika terjadi perubahan yang tidak diinginkan,

maka variabel ini harus segera disesuaikan. Karakteristik variabel kunci anatar lain:

a. Menjelaskan faktor pemicu keberhasilan dan kegagalan organisasi

b. Dapat berubah dengan cepat

c. Perubahannya tidak dapat diprediksi

d. Jika terjadi perubahan perlu diambil tindakan segera


e. Variabel tersebut dapat diukur, baik secara langsung maupun melalui ukuran antara

(surrogate). Contohnya: kepuasan masyarakat meskipun tidak dapat diukur secara langsung

tapi dapat diukur dengan ukuran antara, yaitu dengan jumlah aduan atau tuntutan.

4. Karena untuk melakukan pengukuran kinerja, variabel kunci yang sudah teridentifikasi kemudian

dikembangkan menjadi indikator kinerja untuk unit yang bersangkutan, yang lalu dibandingkan

dengan target kerja atau standar kerja untuk mengetahui capaian kinerjanya. Tahap terakhir adalah

evaluasi kinerja yang hasilnya berupa feedback, reward, dan punishment. Indikator kinerja

digunakan sebagai pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan dan berbentuk faktor keberhasilan

utama dan indikator kinerja kunci. Faktor keberhasilan utama adalah suatu area yang

mengindikasikan kesuksesan kinerja unit kerja organisasi. Indikator kinerja kunci merupakan

sekumpulan faktor yang dapat dianggap sebagai ukuran kinerja kunci baik yang bersifat finansial

maupun non finansial untuk melakukan operasi dan kinerja.

5. Karena peran indikator kinerja pada sektor publik dapat membantu pemerintah, antara lain:

a. Memperjelas tujuan organisasi

b. Mengevaluasi target akhir (final outcome) yang dihasilkan

c. Sebagai masukan untuk menentukan skema insentif manajerial

d. Memungkinkan bagi pengguna jasa layanan pemerintah untuk melakukan pilihan

e. Untuk menunjukkan standar kinerja

f. Untuk menunjukkan efektivitas

g. Untuk membantu menentukan aktivitas yang memiliki efektivitas biaya yang paling baik

untuk mencapai target sasaran

h. Untuk menunjukkan wilayah, bagian, atau proses yang masih potensial untuk dilakukan

penghematan biaya
Kinerja pokok yang mendasari pelaksanaan manajemen publik adalah ekonomi, efisiensi,

efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas publik. Tujuan adanya pengukuran value for money

yaitu ekonomis dalam pengadaan dan alokasi sumber daya, efisien dalam penggunaan sumber

daya (maximizing benefits and minimizing cost) serta efektif dalam mencapai tujuan dan sasaran.

6. Pengukuran value for money merupakan inti dari pengukuran kinerja pada organisasi pemerintah.

Karena kinerja pemerintah tidak dapat dinilai dari sisi output yang dihasilkan saja, namun harus

mempertimbangkan input, output dan outcome secara bersama-sama. Pada praktiknya terdapat

permasalahan yang sering dihadapi pemerintah, masalah tersebut terjadi dalam mengukur output.

Hal ini dikarenakan output yang dihasilkan tidak selalu berupa output berwujud atau intangible,

oleh karena itu output yang dihasilkan dalam pengukuran kinerja pada sektor publik menjadi

bersifat multidimensional.

7. Karena sifat output yang dihasilkan sektor publik lebih banyak intangible output, maka ukuran

finansial saja tidak cukup untuk mengukur kinerja sektor publik. Oleh karena itu, perlu

dikembangkan ukuran kerja non finansial. Informasi non finansial dapat menambah keyakinan

terhadap kualitas proses pengendalian manajemen. Teknik pengukuran kinerja yang

komprehensif dan banyak dikembangkan oleh berbagai organisasi saat ini adalah Balanced

Scorecard. Metode balanced Scorecard merupakan pengukuran kinerja organisasi berdasarkan

aspek finansial dan juga aspek non finansial. Balanced Scorecard dinilai cocok untuk organisasi

sektor publik karena balanced Scorecard tidak hanya menekankan pada aspek kuantitatif-

finansial, tetapi juga aspek kualitatif dan non finansial.

8. Karena balanced scorecard tidak hanya memiliki aspek finansial saja, tapi juga dianggap sebagai

alat yang dapat menerjemahkan misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi

organisasi ke dalam rencana tindakan yang komprehensif, koheren, terukur, dan berimbang.
Manfaat pengukuran

a. Memberikan pemahaman mengenai ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja

manajemen,

b. Memberikan arah untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan.

c. Untuk memonitor dan mengawasi pencapaian kinerja dan membandingkannya dengan

target kinerja serta melakukan tindakan kolektif untuk memperbaiki kinerja.

d. Sebagai dasar untuk memberikan penghargaan dan hukuman. Sebagai alat komunikasi

antara bawahan dan pimpinan dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi.

e. Membantu mengidentifikasikan apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi.

f. Membantu memahami kegiatan instansi pemerintah.

g. Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara objektif.

9. Hal ini dikarenakan tiap organisasi publik memiliki tipe pelayanan yang berbeda, akan tetapi

dalam penentuan indikatornya perlu mempertimbangkan beberapa komponen berikut:

a. Biaya pelayanan (cost of service)

b. Penggunaan (utilization)

c. Kualitas dan standar pelayanan (quality and standards)

d. Cakupan pelayanan (coverage)

e. Kepuasan (satisfaction)

Untuk biaya pelayanan biasanya diukur dalam bentuk biaya unit. Untuk beberapa pelayanan

mungkin tidak dapat diukur biaya unitnya karena output yang dihasilkan tidak dapat di

kuantifikasi. Untuk kondisi tersebut dapat dibuat indikator kinerja proxi.

10. Karena output hanya mengukur hasilnya saja tanpa memperhatikan dampak (outcome) yang dapat

ditimbulkan terhadap masyarakat. Sehingga dampak yang ditimbulkan cenderung lebih besar.
Outcome sendiri artinya sebuah dampak dari suatu program atau proyek terhadap masyarakat.

Oleh karena itu dalam pengukuran kinerja ini terdapat pula pengukuran outcome yang akan

mengukur kualitas output dan dampak yang dihasilkan oleh suatu program yang dibuat oleh

organisasi publik. Pengukuran outcome memiliki dua peran yaitu peran retrospektif yang terkait

dengan penilaian kinerja masa lalu, analisis ini memberikan bukti terhadap realisasi yang baik.

Bukti ini nantinya akan dijadikan dasar dalam menetapkan target di masa yang akan datang.

Selanjutnya peran prospektif yaitu terkait dengan perencanaan kinerja di masa yang akan datang,

untuk mengarakan keputusan alokasi sumber daya publik.

Anda mungkin juga menyukai